Complicated in Love

Judul : Complicated in Love

Author : Seu Liie Strife

Main Cast : Kris Wu (EXO-M)
Selly Wu (OC)
Kim Seungyeo (OC)

Supporting Cast : Byun Baekhyun (EXO-K)
Arlyna Lee (OC)
Zhang Yixing (EXO-M)
Michelle Cho (OC)
Huang Zi Tao (EXO-M)
Ezyta Hwang (OC)
Cathrine Wu (OC)
Genre : Complicated, Romance

Facebook : Hikari Keyheart Kurosaki

Twitter : SeuLieOctaviani

Instagram: @seu_liie

Pin: 24D7E4E6
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Bulan ke delapan ini membuat seorang wanita yang kini bermarga Wu semakin terlihat tidak sabar menanti kelahiran anak pertamanya.

“Selly, kau yakin mau kembali ke kantor?” Tanya Kris, suami wanita itu.

“Ne, oppa… Biar bagaimana pun, aku direktur kreatif kan? Bagaimana nanti karyawan yang ada di bagianku kalau tidak dipantau?”

“Yaaa.. Sebenarnya dibagian itu sudah ada yang membantu, sayang.. Kau tidak harus masuk..kau sedang hamil kan? Aku khawatir kau kelelahan.”

“Gwaenchana, oppa..aku tidak akan kelelahan..” Jawab istrinya sambil memasangkan dasi untuk suaminya.

“Geundae…” Pria itu masih saja terlihat mengkhawatirkan istrinya. Melihat wajah suaminya yang khawatir, wanita berambut panjang itu mencium pipi suaminya. “I’m okay, oppa…” Jawab Selly tersenyum.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di waktu yang sama, di rumah keluarga Cho, seorang gadis sedang bersiap untuk menemani ibunya.

“Michelle, kau sudah selesai, sayang?”

“Chakkaman, eomma…” Teriak gadis itu dari dalam.

“Ppali, teman eomma sudah menunggu di sana..”

Gadis itu keluar dari kamarnya dengan dress selutut berwarna gading dengan rambut yang dikuncir sederhana. Sebuah jepitan berwarna merah dengan manis menghiasi rambutnya. “Hhaahh eomma… Kenapa eomma terburu-buru sekali?” Gadis itu protes.

“Eomma tidak sabar karena ini adalah acara pembukaan spa eomma yang bekerja sama dengan teman lama eomma itu..”

“Teman lama eomma? Aku tidak pernah tahu.”

“Jinja? Ah! Eomma sampai lupa. Begini, eomma menjalin kerja sama bisnis dengan Zhang Ra Yi teman SMA eomma.”

“Oh, ne eomma…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeobo, aku meeting dulu ya…” Kris memasuki ruang kerja istrinya, Selly.

“Ne… Good luck, oppa…” Jawab Selly sambil memeriksa berkas yang ada di mejanya. Tapi pria dengan tinggi 190 cm itu tidak beranjak dari depan meja kerja istrinya.

“Kok oppa masih di sini?” Tanya Selly.

“Kau tidak mau melakukan sesuatu dulu pada suamimu ini?”

Wanita itu tersenyum. “Melakukan apa oppa?” Selly beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari mejanya.

“Molla..” Kris menggidikkan bahunya.

Wanita itu menghela napasnya, dan kemudian memeluk suaminya meski pun perutnya yang membesar sudah menghalanginya. “Jia you, oppa…” Ujarnya yang kemudian melepas pelukannya.

“Hanya itu?” Tanya Kris. Selly mengangguk.

“Lebih baik oppa cepat ke ruang meeting.”

“Satu yang tertinggal.” Kris langsung mencium istrinya yang hanya bisa mematung kaget. “Aku meeting dulu, yeobo…” Kris mengusap kepala istrinya dan mencium keningnya sebelum keluar dari ruangan orang yang sudah menemaninya selama setahun ini.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ah, itu dia teman eomma…” Michelle hanya mengekori kemana ibunya pergi.

“Ra Yi..” Wanita yang sudah berumur setengah abad itu menepuk wanita yang sebaya dengannya.

“Cho Wei Shi….!! Sudah lama kita tidak bertemu kan??” Pemilik nama Zhang Ra Yi itu memeluk sosok ibu dari Michelle.

“Ne, selama ini kan kita menjalankan bisnis ini lewat telepon saja…”

“Ne.. Ah, ini anakku. Michelle. Michelle, ini teman lama eomma…” Wei Shi mengenalkan anaknya dengan teman lamanya.

“Ah, annyeonghaseo… Michelle imnida… Bangapseumnida…” Michelle menjabat tangan wanita itu dan membungkuk hormat.

“Cantik sekali, anakmu, Wei.. Oh, aku juga ke sini bersama anakku.. Tapi dia sedang ke mobil sebentar.. Katanya mau mengambil ponselnya yang tertinggal. Ah! Itu dia…” Ra Yi berseru ketika melihat anaknya berada di pintu masuk.

“Yixing!” Ra Yi melambaikan tangannya agar memudahkan anaknya menghampirinya. Pria itu menghampiri ibunya.

“Yixing, ini teman lama eomma.. Dan ini anaknya, Michelle…” Tiba – tiba saja Ra Yi terlihat antusias mengenalkan Michelle dengan anaknya.

Yixing menoleh dan tersenyum kepada ibu dan anak yang berasal dari keluarga Cho itu. “Annyeonghaseo… Yixing imnida…”

“Aigoo… Anakmu tampan ya, Ra…” Ujar Wei Shi.

“Yaah, tapi ketampanannya tidak diimbangi dengan pasangannya. Bayangkan saja hingga sekarang dia belum mengenalkan kekasihnya.”

“Jinja? Sama ya dengan Michelle.”

“Ya begitulah, padahal…”

“Hhm… Mama, aku ambil minum dulu ya..” Yixing menginterupsi pembicaraan ibunya.

“Eomma, aku ke toilet dulu ya..” Michelle izin dengan ibunya yang dijawab dengan anggukkan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aww… Kenapa perutku sakit sekali ya.. Akh!” Selly memegangi perutnya yang tengah mengandung.

Ia merasa seperti ada yang mengalir dari selangkangannya. Ia pun melihatnya. “Da… Darah?!! Ommo!!” Wanita itu berjalan keluar ruangannya.

“Nyonya Wu?!! Anda…”

“To.. Tolong aku..” Selly memegangi perutnya dan tak lama ia jatuh terduduk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hish! Apa – apaan sih eomma bicara seperti itu?! Apa eomma bermaksud menurunkan harga diriku? Ah! Annii, tidak mungkin!” Michelle membatin saat berada di dalam toilet. Ia sibuk mematut dirinya pada cermin yang ada di hadapannya guna merapikan gaunnya.

“Haah! Aku harus kembali lagi..” Gumam Michelle yang kemudian keluar toilet. Ia mengeluarkan ponselnya karena bergetar pertanda sms masuk. Ia membalas sms itu tanpa memperhatikan tanda yang terdapat di atas lantai yang masih basah itu.

“Kyaaa!!”

Di saat yang sama seorang pria berada di lorong itu untuk ke toilet. Tapi dia melihat Michelle yang kesulitan berdiri.

“Neo gwaenchana?” Tanyanya.

“Ommo! Ini kan Yixing! Aigoo~ Memalukan jatuh di depannya!”

Karena tak kunjung menjawab, Yixing menjentikkan jarinya dihadapan gadis itu. “Hng… Kakiku sepertinya terkilir…” Yixing melihat kaki gadis itu dan memang hak sepatu gadis itu patah. Dia tahu, pasti biasanya wanita akan terkilir kakinya jika hak sepatunya patah. Tanpa banyak bicara, Yixing yang sebelumnya ingin ke toilet, memilih untuk menolong Michelle. Dia menggendong gadis itu sedangkan sepatu gadis itu ditinggalkannya begitu saja.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Wu sajang-nim, istri anda dibawa ke rumah sakit..” Salah satu karyawan melapor pada Kris seusai pria itu meeting.

“Mworago?! Waee??” Kris terlihat kaget dan khawatir.

“Beliau pendarahan. Jadi, kami langsung memutuskan membawanya ke rumah sakit!”

“Rumah sakit mana?”

“Park sajang-nim akan mengirimkan alamatnya pada anda, Wu sajang-nim..”

“Ne, baiklah.. Terima kasih infonya.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Eottohkeee~~~ Michelle, kau kenapaaa???” Cho Wei Shi cemas ketika melihat anaknya digendong oleh Yixing.

“Yixing, kau apakan dia?” Zhang Ra Yi menuding pria itu melakukan kesalahan.

“Anni.. Dia tadi terjatuh. Dan aku mau membawanya ke tempat lain, keluar dar toilet.”

“Yixing, bisakah kau mengantarnya ke rumah saja?” Pinta Wei Shi.

“Ne???” Yixing bingung.

“Eomma, nanti eomma bagaimana?” Tanya Michelle.

“Nanti eomma akan pulang dengan supir.”

“Baiklah, aku akan mengantarnya.” Ujar Yixing.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Istri anda harus segera melakukan operasi caesar..akan sangat berbahaya jika ia melakukan persalinan normal.” Sang dokter bicara pada Kris selaku suami dari Selly.

“Lakukan apa pun demi mereka semua..” Ujar Kris.

“Baiklah, kalau begitu anda bisa menandatangani ini…” Kris pun menandatanganinya dan menunggu operasi yang dilakukan untuk menyelamatkan anak dan istrinya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Yixing pun mengantar gadis itu sampai ke rumahnya. Dan mereka sedikit banyak mengobrol. Dari pembicaraan itu, pria itu entah mengapa merasa nyaman ketika berbicara dengan gadis bermarga Cho ini.

“Baiklah, aku harus kembali karena aku yang mengantar mama tadi..” Ucap Yixing setelah menggendong Michelle ke kamarnya.

“Ne… Gomawo…”

“Ne, cheonmaneyo, Chell…”

“Mianhae, aku tidak bisa mengantar ke depan..”

“Gwaenchana… Aku pergi..” Ujar Yixing tersenyum.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Pria bermarga Wu itu kini mendengar suara tangis bayi dari dalam ruang operasi. Perasaannya sudah tidak bisa digambarkan lagi. Perasaan gembira membuncah ketika kini ia sudah resmi menjadi seorang ayah. “Ya Tuhan, itu suara anakku!” Kedua matanya berkaca – kaca ketika untuk pertama kali mendengar tangis anaknya. Rasanya ia ingin menerobos masuk ke dalam ruang operasi jika ia tidak mempunyai tata krama dan etika.

Tak lama, seorang dokter keluar dari ruang operasi. “Anak anda dan istri anda baik – baik saja, tuan Wu. Hanya saja, karena anak anda lahir premature, putri anda harus berada dalam inkubator.”

“Putri? Anakku perempuan?!” Batin Kris.

“Ne, uisa-nim… Lakukan yang terbaik untuk mereka.

Kris pun menunggu Selly yang akan dipindahkan ke ruang rawat. Sedangkan anaknya sudah dibawa ke ruang inkubasi. Di ruang rawat, pria itu terus menunggui istrinya yang tertidur karena efek obat bius. Ia terus menggenggam tangan istrinya sambil mengusap wajah Selly. Rupanya, aktifitas yang dilakukan pria berambut blonde itu mengusik tidur Selly. Ia terbangun dan melihat Kris ketika membuka matanya kembali pasca melahirkan.

“Kau sudah bangun sayang?”

“Aegi-ya…”

“Di inkubator.. Kau tahu, anak kita perempuan.”

“Jinja?”

Kris hanya mengangguk. “Gomawo…” Ujar Kris mengusap kepala istrinya.

“Untuk apa, oppa?”

“Karena kau sudah menjadi eomma untuk anakku.” Pria itu hanya mencium tangan istrinya yang masih terbaring.

“Jadi.. Mau diberi nama siapa anak kita, yeobo?” Ujar Kris kemudian.

“Kitty.. Aku suka nama itu oppa..”

“Kitty? Andwae, kau ingat? Itu seperti nama Kitty Gennoves. Wanita asal Amerika yang meninggal karena dianiaya dan dirampok padahal semua tetangga apartmentnya tahu kalau ada tindak kejahatan. Aku tidak mau anak kita bernasib sama seperti orang itu…” Tolak Kris.

“Lalu siapa dong, oppa?? Cath?”

“Cathrine?” Usul Kris.

“Cathrine Wu? Kyaa oppa.. Nama itu saja..!!” Tiba – tiba Selly berseru menarik suaminya hingga memeluknya.

“Ye… Yeobo.. Ka.. Kau..” Menyadari suaminya yang kaget, wanita itu melepaskan pelukannya.

“Mianhae oppa.. Aku terlalu senang.”

“Jadi nama anak kita Cathrine Wu..??” Tanya Kris memastikan.

“Ne, oppa..”

“Eonniii…!!!!” Tiba – tiba saja dua orang gadis memasuki ruangan itu hingga Kris dan Selly menoleh.

“Michelle? Arlyn?”

“Chukkae, eonniii~~~ Ini, kita bawakan makanan yang manis – manis dan juga sayuran..” Ujar Michelle yang meletakkan plastik bawaannya dan rantang yang berisi sayuran.

“Waaa!! Donut!” Selly berseru ketika melihat makanan favorite-nya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di waktu yang sama, seorang pria lajang bermarga Zhang tengah bicara pada kedua orang tuanya. “Mama, papa… Aku mau kalian melamar Michelle untukku.”

Sang ayah yang sedang menyesap kopinya sembari membaca koran, tersedak hingga terbatuk – batuk.

“Papa, duìbùqǐ…” Yixing terlihat cemas melihat ayahnya yang tersedak. Di sebelah pria paruh baya itu terlihat istrinya yang menepuk – nepuk punggung suaminya pelan.

“Méiguānxì, Yixing…” Ujar pemimpin keluarga Zhang tersebut. Ia meletakkan cangkirnya dan juga korannya. “Apa kau yakin untuk menikahi putri dari keluarga Cho itu?” Tanyanya.

“Ya, papa…” Jawab Yixing.

“Meskipun dia tidak mencintaimu?” Tanyanya lagi.

Sejenak, Yixing terdiam. “Aku akan membuatnya mencintaiku.” Jawab Yixing.

“Bagus! Itu jawaban yang mau papa dengar.” Pria itu kemudian beranjak dari sofa keluarga. Merasa ucapannya digantung, Yixing kembali bertanya. “Papa…”

“Kenapa kau memanggil papa lagi? Cepat bersiap – siap!”

“Hah? Maksud papa?” Tanya Yixing.

“Kau ingin melamar Michelle kan? Cepatlah bersiap. Kita akan ke rumahnya sekarang.”

“Zhen de??”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeobo, aku keluar dulu ya.. Ada yang menelponku.” Kris menunjukkan layar ponselnya yang terus menyala pada istrinya.

“Ne..”

“Wei?” Kris menyapa seseorang yang menelponnya.

“Gege, aku hanya mau memberitahukan kalau aku akan bertunangan.”

“Zhen de ma?!” Kris seolah tidak percaya apa yang di ucapkan pria yang menelponnya.

“Ne~” Jawabnya.

“Dengan siapa?” Tanya Kris.

“Dengan Michelle…”

“Michelle? Wait! Apa yang kau maksud Michelle Cho?”

“Gege, kau kenal dengannya?!”

“Jelas aku kenal..dia teman dekat istriku. Oh ya, by the way.. Istriku sudah melahirkan..”

“Teman dekat istrimu? Oh great! Gege, apa kau bercanda? Istrimu kan baru mengandung delapan bulan.”

“Haaahh~~ Anakku premature, Yixing. Tapi, dia sehat – sehat saja. Termasuk istriku.”

“Oh, chukkae, gege.. Kau sekarang resmi menjadi ayah! Hahaha..”

“Ne, Yixing. Hey, kau tidak ke sini? Michelle ada di sini.”

“Hhmm… Bu shi, gege.. Kami sedang membicarakan acara pertunangan.”

“Apa Michelle tahu?”

“Bu shi..”

“Ige mwoya?!! Kau tidak memberitahukannya? Apa kau yakin dia mencintaimu, eoh?”

“Sangat yakin. Siapa yang bisa menolak lamaran seorang Zhang Yixing? Hhahaha…”

“Percaya diri sekali kau!”

“Bukankah kau yang mengajarkan, ge? Yaah~~ Sudah dulu ya, ge.. Aku hanya mau memberitahumu kabar ini saja.. Dan..selamat untukmu karena kau sudah benar – benar menjadi ayah!”

“Ne, Yixing.. Xie-xie..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku pulang..” Ujar Michelle setelah menjenguk Selly di rumah sakit.

“Eoh, waseo…” Ucap ibunya.

“Bagaimana temanmu itu?”

“Baik, eomma.. Aku sempat melihat anaknya dalam inkubator..”

“Aah~~ Eomma sangat mengidam – idamkan seorang bayi di sini…”

“Bagaimana kalau kita adopsi bayi, eomma?” Usul Michelle.

“Aah! Anni, anni.. Kenapa tidak kau saja yang punya bayi, Chell?

“Kok aku? Aku bahkan belum menikah! Memangnya eomma mau punya cucu di luar nikah, eoh?”

“Bicara apa kau? Kau juga pasti akan menikah…”

“Ya, menikah pasti, tapi belum tahu kapan.” Jawab Michelle yang kemudian mengambil segelas air dari dalam kulkas dan meminumnya.

“Sebentar lagi kok. Yixing baru saja pulang, dia melamarmu dengan orang tuanya.”

“Uhuk.. Uhuk… Uhuk.. Ige mwoyaa?!!” Michelle mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.

“Kenapa kau kaget? Yixing pria baik bukan?”

“Eomma, aku tidak mencintainyaaa!!”

“Jeongmal? Yah, tapi dia pantas denganmu.” Ujar ibunya.

“Haish, eomma! Jangan bilang, eomma menerima lamarannya?”

“Tentu saja eomma terima! Dengar Michelle, umur eomma sudah tidak muda lagi. Eomma ingin merasakan menimang cucu darimu. Eomma ingin kau menikah. Ini untuk kebaikanmu juga kan?”

Trakk! Gadis itu meletakkan gelas melamine-nya sembarangan dan dengan gusar ia menuju kamarnya.

“Yaa! Michelle! Hati-hati, kakimu belum sembuh benar!”

Braakk!! Suara pintu kamar yang berdebam pun terdengar pertanda gadis itu kesal karena ibunya bertindak sendiri tanpa sepengetahuannya padahal itu bersangkutan dengan kehidupannya.

“Haisshh~~ Tenang Michelle, tenang.. Ini baru lamaran. Baru pertunangan. Sewaktu – waktu kau bisa putus. So, kalau kau terima juga tidak masalah. Kau bisa memutuskan hubunganmu dengan Yixing!” Gadis itu menatap wajahnya sendiri di cermin di hadapannya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ige mwoya?!!! Kau akan segera bertunangan?!!!” Selly dan Arlyna bicara nyaris bersamaan melalui conference call dari Michelle malam itu.

“Ne.. Menyebalkan kan?” Ujar Michelle lirih.

“Dengan siapa?” Tanya Arlyna.

“Zhang Yixing..”

“Siapa dia, eonn?” Tanya Arlyna lagi.

“Anak dari teman eomma ku.” Jawab Michelle yang kemudian merebahkan dirinya di ranjang miliknya. Ia memakai earphone karena ia malas memegang ponselnya sendiri.

“Sepertinya, aku tahu pria itu… Dia punya lesung pipi kan?” Tanya Selly.

“Eonni tahu??” Tanya Michelle.

“Selly eonn tahu dari mana?” Tanya Arlyna.

“Dia temannya Kris oppa..”

“Jinja??? Aigoo~~ Kenapa dunia ini sempir sekaliiii???” Michelle terdengar frustasi.

“Tapi, kurasa dia pria baik-baik, Chelle..”

“Eonni seperti eomma ku saja! Huuhh…”

“Ahahaha mianhae.. Yaaa~~ Terserah kau lah, mau menikah dengannya atau tidak.”

“Oh ya, eonn… Hati – hati loh dengan ucapanmu..” Ujar Arlyna pada Michelle.

“Maksudmu?”

“Kalau kau terlalu benci pada Zhang Yixing itu, bisa – bisa kau jatuh cinta padanya loh.. Kkkk..” Ujar Arlyna lagi.

“Yaa! Dasar pabbo~”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di siang hari, seorang gadis dengan cerianya memberitahukan temannya kalau hari ini dia akan memulai aktifitasnya sebagai mahasiswa baru. Gadis itu asik mengetik beberapa huruf di layar ponselnya sambil berjalan. Tanpa dia sadari seseorang yang tengah mengendarai motor ducatti hijaunya melaju dengan cepat.

TIIN!! TIIN!!

“Hwaaa!!!”

BRAAKK!! Dengan naas, motor itu melaju dengan sendirinya menabrak pohon. Tapi tidak dengan pengendaranya. Berkat postur tubuhnya yang cukup tinggi, dengan sigap, kakinya bertolak untuk melompat dari motornya hingga ia selamat dari kecelakaan tersebut. Lalu, bagaimana dengan gadis itu? Dengan santainya, gadis itu masih berjalan sambil mengirim pesan dengan temannya.

“Yaa!! Neo micheoso?!!” Seorang pria pengendara motor itu berteriak dengannya. Namun, karena earphone yang terpasang dikedua telinganya, gadis itu tidak mendengarnya. Kemudian, pria itu mengejarnya dan menarik lengan gadis itu. “Yaa!! Kau harus bertanggung jawab!!”

Dengan polosnya, gadis itu menjawab. “Neo nugu ya? Bertanggung jawab apa ya?”

“Kau lihat di sana? Motor itu seperti itu karena kau!” Bentak pria itu.

“Kau yang terjatuh kenapa menyalahiku?” Tanya gadis itu.

“Yaa!! Kau…!!” Pria itu memperhatikan gadis itu dari atas sampai bawah. “Kau anak baru! Kau tidak tahu siapa aku, hah?!!”

“Anni…”

“Sigh~ Kau…!!” Dengan kasar pria itu merampas ponsel gadis itu dan membantingnya di hadapannya hingga hancur.

“Yaa!!! Apa yang kau lakukan?!!!” Teriak gadis itu.

“Itu belum setimpal dengan motorku yang rusak!”

Gadis itu menahan emosinya. Ia benci, marah, kesal, sedih. Semua perasaannya bercampur satu di dalam hatinya terhadap pria ini. PLAAKK!! Sebuah tamparan keras dilayangkan gadis itu pada pria di hadapannya. Gadis itu menatap geram pria di hadapannya dan kemudian pergi meninggalkannya.

“Ige mwoya?!! Byun Baekhyun ditampar??” Desas desus para gadis yang ada di sekitarnya mulai terdengar.

“Oppaa~~~” Dan beberapa gadis yang menurut Baekhyun kecentilan pun mulai menghampirinya. Baekhyun meninggalkan mereka dengan malas sambil mengambil pecahan ponsel gadis yang baru saja menamparnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Eonni… Mianhae, untuk sementara tidak bisa menghubungiku dulu…” Arlyna, pemilik ponsel yang baru saja dihancurkan Baekhyun menggunakan fasilitas umum kampusnya untuk menelpon temannya.

“Mwoya? Waee??” Tanya Selly yang diketahui adalah teman dekat gadis itu.

“Dihancurkan pria gila! Eonni tolong kasih tahu Michelle eonni yaa…”

“Ne, Lyn.. Tapi kau baik – baik saja kan?” Tanya Selly sambil menggendong anaknya.

“Ne, eonn… Sudah dulu ya, aku mau masuk kelas estetika..”

Tanpa ia sadari seorang pria yang tengah menggunakan telepon umum di sampingnya mendengar pembicaraan itu. Dengan sengaja ia menguping pembicaraan itu untuk mencari tahu identitas gadis itu.

“Kelas estetika? Jadi dia fakultas seni juga?” Pria itu bergumam ketika Arlyna sudah berjalan melewatinya.

“Baiklah, Baekki.. Kau harus mencari tahu dia untuk mengganti ponselnya.” Batin pria itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oh… Arlyna Lee…dia jurusan seni rupa?” Baekhyun memperhatikan selembar kertas yang berisikan semua data tentang Arlyna.

“Hhm.. Dia ada kelas hari ini.. Baiklah.. Aku akan menaruh ponsel ini di lockernya.” Gumam pria itu lagi.

“Ahjussi.. Jebaaal.. Aku hanya mau memberikan ponsel ini saja untuknya.. Aku tidak berniat macam – macam.” Baekhyun memohon pada pria paruh baya yang memegang kunci ruang locker. Dan ia juga memegang kunci duplikat setiap locker.

“Tidak bisa!” Tegasnya.

“Ahjussi… Kalau begitu, ahjussi saja yang meletakkan ini di locker milik Arlyna Lee jurusan seni rupa. Aku hanya ingin mengganti ponselnya yang rusak saja..”

“Kenapa kau tidak memberinya langsung?”

“Dia pasti akan menolakku..” Ujar Baekhyun. “Jebaall ahjussi..” Baekhyun kembali memohon.

“Baiklah, hanya untuk menaruh kotak ponsel itu!”

“Ne.. Gamsahamnida… Jeongmal gamsahamnida, ahjussi..” Berkali – kali Baekhyun membungkuk hormat padanya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Siang itu sekitar jam makan siang, Arlyna berjalan menuju lockernya untuk mengambil buku yang ia simpannya di sana.

“Eh? Apa ini? Ponsel?” Batinnya. “Sigh! Pasti si mata eyeliner itu!!” Ia pun menutup lockernya kasar dan mencari pria itu.

“Haahh~~ Tapi kan aku tidak tahu dia siapa dan jurusan apa…” Batinnya lagi. “Hah! Lebih baik aku ke kantin saja!” Gumamnya.

Di kantin, sudah dipenuhi banyak mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas untuk menyantap makan siang mereka.

“Mwo?!! Itu dia si mata eyeliner!” Dengan segera Arlyna menghampiri pria yang sedang makan itu.

BRAAKK!! Gadis itu menggebrak meja yang dipakai Baekhyun. PRAAK!! Ia juga melempar kotak yang berisi ponsel yang masih dalam keadaan tersegel.

“Apa – apaan kau?” Baekhyun menghentikan makan siangnya.

“Aku tidak butuh itu!!” Bentak Arlyna.

“Oppaa~~” Tiba – tiba saja datang wanita yang langsung menempel manja di lengan Baekhyun.

“Haish~~” Baekhyun melepaskan tangan wanita itu darinya dengan menatapnya sinis.

“Baekki oppa, siapa dia? Kenapa dia berani sekali denganmu? Kajja, kita pergi oppa..” Wanita itu kembali menggelayut manja pada Baekhyun.

“Ya! Ahjumma!” Baekhyun menghentakkan tangannya. “Dengar ya, aku tidak tertarik pada wanita yang menggunakan riasan tebal seperti kau! Dan perlu kau tahu, aku sudah memiliki yeojachingu. So, jangan mengganggu aku lagi!!” Baekhyun mengambil kotak ponsel itu dan menarik Arlyna pergi bersamanya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ya! Ya! Ya! Lepaskan aku!!” Arlyna berusaha melepaskan tangannya dari Baekhyun yang menggenggam erat tangannya. Pria itu pun melepaskan tangannya dari Arlyna tanpa membalikkan badannya.

“Heh, mata eyeliner! Apa maksudmu, eoh?! Seenaknya saja kau mengucapkan kalimat itu!”

“Cih! Kau pikir aku mau eoh? Jangan bermimpi! Seorang Byun Baekhyun bisa mendapatkan gadis yang jauh lebih cantik darimu!”

“Sigh~!” Arlyna memilih diam dan pergi meninggalkannya, melalui pria itu.

“Yaa!! Aku belum selesai denganmu!” Baekhyun menghalangi langkah gadis itu.

“Apa lagi, eoh?! Kita sudah tidak ada urusan!”

“Baekki-ya..” Sang pemilik nama pun menoleh.

“Eo… Eomma..??” Pria itu kaget ketika mendapati ibunya berdiri tak jauh dari posisi ia berdiri.

“Oh.. Jadi dia yang mau kau kenalkan pada eomma?”

“Eh? Ada apa ini?” Arlyna terlihat bingung.

“Siapa namamu, sayang?” Gadis pemilik rambut hitam panjang itu sedikit kaget ketika wanita paruh baya itu memeluknya hangat.

“A.. Ar.. Arlyna.. Arlyna Lee..” Jawab gadis itu terbata – bata.

“Haish! Pasti eomma berpikir kalau dia ini kekasihku yang akan kukenalkan padanya… Ya Tuhan, bagaimana ini?!” Baekhyun memijat dahinya.

“Eomma rasa, Baekki tidak salah memilihmu..”

“Ne??” Arlyna semakin bingung.

“Baekki-ya, kau tidak lupa mengajaknya makan malam kan hari ini?” Tanya wanita paruh baya itu.

“Hng.. Itu.. Itu..eomma, Arlyna sedang sibuk akhir – akhir ini…” Dalih Baekhyun.

“Lyna-ya… Kau sibuk kah malam ini?”

“Ehm.. Itu.. Hhmm…” Rupanya, si pemilik rambut panjang ini bingung mencari alasan untuk menolak wanita yang sudah berusaha membujuknya.

“Eomma.. Sudahlah.. Jangan dipaksa kalau dia tidak bisa…”

“Diam kau, Baekki! Eomma sedang bertanya padanya.” Nyonya Byun memarahi anaknya.

“Lyna-ya.. Kau bisa kan?” Tanyanya lagi.

“Uhm… Ne, ahjumma…” Dengan ragu ia menjawabnya. Terlihat sekali kalau Baekhyun kaget dengan jawaban Arlyna yang menyanggupi datang ke rumahnya malam ini.

“Bagus! Nanti eomma akan masak makanan yang enak – enak. Oh ya, panggilnya, jangan ahjumma ya.. Kau kan akan menjadi menantuku, jadi mulai sekarang panggil eomma ne..”

“Hah?” Gadis itu kaget.

“Panggil eomma… Arraseo?” Arlyna hanya membalasnya dengan tersenyum.

“Baekki-ya, kau harus jemput Lyna! Awas kau kalau tidak menjemputnya!” Setelah itu, wanita paruh baya itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.

“Yaa!! Kenapa kau meng-iya-kan jawaban eomma?!”

“Yaa!! Kau pikir mudah menjawab satu pertanyaan di bawah tekanan seperti tadi?!!”

“Tekanan macam apa, eoh? Itu bukan tekanan!”

“Haish! Terserah!” Arlyna meninggalkan Baekhyun.

“Yaa! Aku belum selesai!” Baekhyun lagi – lagi menghalangi jalannya Arlyna.

“Apa lagi?!” Tanya Arlyna ketus.

“Ini untukmu…”

“Cih! Aku tidak butuh ini! Aku hanya mau ponsel lamaku kembali! Kau tahu, disana banyak data penting! Dan semuanya hilang karena kau, nappeun namja!!!” Lagi, Arlyna meninggalkan Baekhyun.

“Hey! Apa kau tidak diajarkan sopan santun, eoh?!” Baekhyun menarik tangan Arlyna.

“Never ever touch me!” Arlyna menyingkirkan tangan Baekhyun.

“Dimana rumahmu?” Tanya Baekhyun.

“Kau tidak perlu tahu!”

“Kau tidak tahu tadi aku disuruh menjemputmu!”

“Mana ponselmu?” Sinis Arlyna. Baekhyun memberikan ponselnya. Arlyna pun memasukkan beberapa digit angka ke ponsel Baekhyun dan ponselnya pun berbunyi.

“Kau punya ponsel?”

“Bukan urusanmu! Nanti aku akan kirim alamatnya lewat sms!” Arlyna langsung pergi meninggalkan Baekhyun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Seorang pria yang tengah menunggu di depan rumah, di dalam mobilnya terus mendengus kesal. Berulang kali ia menelpon gadis yang masih ada di dalam rumahnya, tapi ia tak kunjung keluar. Nada sambung kembali terdengar. “Yaa!! Ppaliii!!” Baekhyun yang keluar dari mobilnya, langsung berteriak melalui ponselnya ketika panggilannya dijawab.

“Berisik kau!” Seorang gadis yang menggunakan dress cantik tanpa tali dan lengan yang berwarna merah marun dengan aksen kerut di bawah dress itu keluar dari rumahnya. Rambutnya dibuat bergelombang di bagian bawahnya dan di berikan bando yang berwarna senada sebagai pemanis di rambutnya.

“Aku tidak salah lihat kan?” Batin Baekhyun yang terkejut ketika melihat gadis yang baru keluar dari rumahnya.

“Lihat apa kau, hah?!!” Ujar Arlyna ketus.

“Kau tahu, kau membuang waktuku lama hanya untuk menunggumu di sini!!”

“Lebih baik kita pergi sekarang daripada kau terus mengomel, membuang waktu, dan akhirnya aku jadi terlambat pulang.” Balas Arlyna dingin.

“Cih! Apa – apaan dia? Lihat saja nanti, cepat atau lambat kau akan jatuh cinta!” Batin Baekhyun kesal.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Minggu depan kalian akan bertunangan..”

“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” Baekhyun tersedak ketika menyantap makan malamnya.

“Wae Baekki-ya?”

“Eomma.. Apa – apaan ini? Kenapa bertunangan? Dan kenapa juga minggu depan?” Baekhyun protes.

“Kau harus segera menikah! Eomma dan appa akan bicara pada orang tua Arlyna.”

“Tapi…”

“Tidak ada kata ‘tapi’!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Beberapa bulan kemudian, pertunangan antara Zhang Yixing dan Michelle Cho pun digelar. Suasana merah yang dipadukan dengan warna keemasan meliputi rumah keluarga Cho. Dengan pesta yang bertemakan pesta kebun, acara pertunangan itu terselenggara.

“Eonnii~~” Arlyna masuk ke kamar gadis itu.

“Lyn, kau datang dengan siapa?” Tanya Michelle.

“Dengan orang gila!”

“Eh?? Nugu?”

“Byun Baekhyun!”

“Siapa dia?” Tanya Michelle.

“Calon tunangan. Katanya sih.. Ishh!!”

“Ige mwoya?!!! Selly eonn sudah tahu ini?”

“Sudah… Tadi kita bertemu di depan. Dan ternyata si mata eyeliner itu hoobae-nya Kris gege!”

“Selly eonn sudah datang?”

“Sudah di depan. Tapi dia masih di mobil dulu, dia mengganti popoknya Cathrine.”

“Kapan kau bertunangan?”

“Lusa..” Jawab Arlyna malas.

“Jeongmal?!!! Kenapa aku tidak dikasih tahu, sih???”

“Kau sibuk dengan pertunanganmu, eonn.. Jadi kita tidak bilang pada eonni dulu..”

“Michelle immo~ Annyeoo..” Tiba – tiba Selly yang menggendong Cathrine memasuki kamar gadis bermarga Cho.

“Ah, Cathrinee~~” Michelle beranjak dari bangku depan meja riasnya dan menggendong Cathrine, anak Selly dan Kris.

“Michelle.. Kau sudah selesai?”

“Haaah.. Ne eomma..” Si pemilik nama itu pun hanya mendengus malas.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Selang dua hari setelah pertunangan Michelle, Arlyna pun menggelar acara pertunangannya yang karena kesalah pahaman. Di rumah keluarga kecil Wu pun sibuk menyiapkan diri mereka untuk menghadiri acara itu.

“Chagiii~~ Ppali yaa!” Seorang wanita yang tengah mengendong bayinya tengah berjalan ke ruang tengah didampingi seorang pelayannya sambil memanggil suaminya yang masih di kamar.

“Chakkaman, yeoboo…” Seorang pria dengan setelan jas warna hitam yang mendorong dorongan bayi.

“Chagi, kenapa bawa itu?” Tanya wanita itu.

“Ini? Untuk Cathrine… Kalau kau terus menggendong anak kita saat acara Arlyna dan Baekhyun nanti, kau lelah kan?”

Wanita itu tersenyum dan mengusap pipi suaminya dengan sebelah tangannya,”Tidak perlu, oppa.. Lebih baik aku menggendongnya.”

“Tapi kau nanti…” Pria itu menatap istrinya yang tingginya hanya mencapai lengannya saja.

“Gwaenchana…”

“Baiklah kalau begitu, kajja kita berangkat.”

Kris Wu, seorang eksekutif muda yang baru saja menikah setahun yang lalu dan baru dikaruniai seorang putri kecil yang masih berumur 3 bulan yang bernama Cathrine Wu. Istrinya, Selly Wu semula bekerja di perusahaan yang sama dengan Kris-suaminya. Lebih tepatnya, Selly adalah karyawan yang bekerja di bidang HRD-perekrutan karyawan di perusahaan milik keluarga Wu. Namun, semenjak ia menikah, ia ditempatkan sebagai direktur kreatif perusahaan keluarga Wu.

“Apa dia tidak kedinginan nanti saat kita bawa?” Tanya Kris dengan tatapan yang menuju jalan raya untuk melajukan mobilnya.

“Anni oppa. Dia ada bersamaku. Kau tidak usah khawatir…”

“Sigh~ Ini semua salah Baekki dan Arlyn yang menggelar acara pertunangan mereka ditengah musim seperti ini!”

“Oppaaa~~~ Mungkin menurut mereka romantis? Dari pada kau, melamarku saat kita baru selesai meeting. Dan hanya berdua.. Pabbo!” Rutuk Selly kesal.

“Itu lebih romantis kalau hanya berdua, yeobo…”

“Itu namanya, oppa pabbo.”

“Tsk, seandainya saja aku tidak menyetir, habis kau Ms. Wu!”

“Coba saja kalau kau mau kuhajar…” Jawab Selly mengepalkan sebelah tangannya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sebuah pesta meriah yang bernuansa merah-biru itu meliputi hall hotel ternama di Seoul. Terlihat seorang gadis dengan rambutnya yang setengah digulung ke atas berjalan menyapa para tamu. Di sebelahnya seorang pria bermata kecil terus mendampinginya kemana pun gadis itu melangkah.

“Arlyn!” Pemilik nama itu menoleh ketika merasa namanya dipanggil.

“Eonniii~~” Dia sedikit mengangkat gaunnya untuk memudahkannya berjalan.

“Ya! Ya! Yeoboo!! Hati-hati!” Pria bermarga Byun itu berusaha memberitahunya. Tapi diabaikannya ucapan pria yang akan menjadi tunangannya itu.

“Kyaaa~~ Yeppudaaa!!” Arlyna mengusap pipi bayi yang sedang digendong Selly.

“Eonni, aku gendong ya Cathrine..” Pinta Arlyna.

“Boleh, tapi hati – hati ya..” Ucap Selly yang memberikan anaknya ke dalam gendongan gadis itu.

“Yeobo, aku juga mau lihat..” Baekhyun, yang berada di sebelah gadis itu pun sedikit merajuk.

“Anni.. Anni.. Kau tidak boleh! Tanganmu banyak kumannya!” Kris melarang Baekhyun menyentuh anaknya.

“Ya! Gege.. Jebaaal..” Ucap Baekhyun yang ikut mengusap pipi bayi itu. Kris pun membiarkannya karena pada dasarnya ia hanya bercanda dengan Baekhyun.

Saat mereka bersenda gurau berempat membicarakan Cathrine, anak Kris dan Selly, tiba – tiba seseorang yang baru saja melewati mereka mengusik pikiran Selly.

“Eottohke… Kenapa dia di sini??” Batin Selly yang seketika cemas.

“Yeobo, gwaenchana yo?” Ucapan Kris padanya membuyarkan lamunan istrinya.

“Anni, gwaenchana oppa…” Jawab Selly tersenyum. “Lyn, bisa kan Cathrine bersamamu sebentar? Sebentaarrr saja.. Hanya lima menit.”

“Ne, eonni…” Jawab gadis itu. Dan setelah itu Selly mengajak suaminya menjauh dari mereka berdua.

“Yeobo, wae?” Tanya Kris.

“Nanti aku jelaskan.”

“Mana ada yang punya acara disuruh menjaga bayi tamunya? Keterlaluan Selly noona!” Sontak saja, kaki Arlyna yang memakai sepatu high heels menginjak kaki Baekhyun hingga ia meringis kesakitan.

Sementara itu, Selly mendorong suaminya hingga lobby hotel itu. Meski pun heran, Kris hanya bisa mengikutinya istrinya. “Yeobo, kau kenapa sih?”

“Oppa, kita harus pulang… Kita harus pulang sekarang.” Selly berucap dengan nada kepanikan.

“Wae? Bahkan Arlyn dan Baekki belum memulai acaranya kan?” Tanya Kris heran.

“Tapi oppa… Aku tidak mau.. Pokoknya kita harus pulang sekarang!” Ujar Selly yang hampir menangis.

“Yeobo, kau kenapa sih?” Kris berujar sembari merengkuh wajah istrinya.

“Aku mau pulang…”

“Aku tahu kau mau pulang, tapi kenapa? Bukannya kau belum bertemu… Hhm.. Siapa itu.. Michelle! Ya, Michelle.. Kau bilang mau bertemu dia di sini kan?”

“Entah apa yang membuatmu ketakutan, kau tidak perlu takut.. Ada aku kan di sini?” Ujar Kris yang menggenggam tangan istrinya.

“Geundae…”

“Hhm, lebih baik kau normalkan itu raut wajahmu yang jelek, dan ambil Cath dari tangan insane couple itu!”

“Yaakk!! Dasar angrybird!!” Selly memukul lengan suaminya dan meninggalkannya begitu saja.

“Semoga saja dia tidak mengganggu ketenangan keluargaku…” Batin Selly.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Dorr!!” Michelle mengagetkan Selly yang tengah menggendong bayinya. Kris pun ikut menoleh dan melihat kedatangan gadis itu dengan seorang pria yang tak asing baginya.

“Ah! Yixing!” Seru Kris.

“Hi, ge!” Sapa Yixing tersenyum yang juga menunjukkan lesung pipinya.

“Acaranya sudah dari tadi, eon?” Tanya Michelle.

“Anni, baru saja mau mulai. Waah rambut baru yaaa??” Selly menggoda Michelle, juniornya di kampus.

“Jelek ya?”

“Tidak kok.. Keren! Hhm tapi.. Apa kau korban penulisan gravitty? Kenapa kau tanggung sekali mewarnai rambutnya? Hahaha…” Canda Selly.

“Eonni.. Ini lagi trend tahu!” Bela Michelle.

“Hahaha iya deh.. Yang penting kau dan Yixing itu bahagia.. Hahaha..”

“Eonniii… Kau membuatku wajahku memerah tahu!”

“Ahaha… Tahu deh yang sedang mesra – mesranyaaa~~~ Kapan menikah? Mau sampai kapan status kalian bertunangan?” Goda Selly.

“Yixing sibuk terus, eon…” Rupanya gadis itu ingin semuanya mengetahui kalau hubungannya dengan Yixing baik – baik saja meskipun ia belum sepenuhnya mencintai pria itu.

“Dia sibuk juga untukmu kan nantinya? Hahaha..”

“Iya sih.. Hahaha..”

Tiba – tiba saja seorang wanita menghampiri mereka berdua, “Selly eonni? Michelle?” Mereka berdua pun menoleh. Seorang wanita berambut pendek tengah berdiri melambaikan tangan pada mereka.

“Ezyta?” Ucap Michelle dan Selly bersamaan.

“Dengan siapa?” Tanya Michelle.

“Itu..” Wanita itu menunjuk suatu arah.

“Tao?” Tanya Selly yang melihat Tao, Kris, dan Yixing berdiri tak jauh dari mereka.

“Uhm…” Angguknya.

“Kau… Kau punya hubungan dengannya? Bukannya dulu kau bilang, Tao bukan tipe-mu?”

“Uhm.. Tadinya…”

“Oh, syukurlah.. Kapan kalian melanjutkan hubungan kalian lebih serius?”

“Mollaaa~” Jawabnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppa, aku ke toilet dulu ya… Ini gendong Cath..” Ujar Selly pada Kris.

“Jangan lama – lama yeobo.” Pesan Kris. Selly hanya mengangguk.

“Mau kutemani eonn?” Tawar Michelle.

“Anni, kau di sini saja. Temani Arlyn dan Ezy..”

“Ne, arraseo…” Jawab Michelle lagi.

Saat wanita dengan rambut bergelombang itu menuju toilet, tanpa sepengetahuannya seorang pria mengikutinya.

“Haaahh~~~ Bagaimana caranya supaya aku sekeluarga bisa pulang cepat?” Pikir Selly yang mencuci tangannya dan mematut dirinya di hadapan cermin depan wastafel.

Karena ia tidak mau berlama – lama, wanita itu segera keluar toilet. “Haaahh!!” Selly yang terkejut segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Hi… Apa kabar, chagi?” Seorang pria bersandar di dinding lorong samping toilet wanita dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celananya.

“Jangan panggil aku dengan panggilan itu lagi!” Ketus Selly.

“Hhm.. Kau ingin aku memanggilmu, nyonya Kim?”

“Dengar Seungyeo, aku sudah memiliki suami dan anak. Jadi berhentilah mengganggu hidupku!” Bentak Selly.

“Dengan pria asing itu? Dengar Selly, bagiku kau masih sama seperti Selly yang dulu.”

“Sigh~” Wanita itu kemudian berlalu meninggalkan Seungyeo. Namun, pria itu menghalangi langkah Selly dengan sebelah tangannya. “Aku belum selesai bicara, Sell…”

“Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Hubungan kita sudah berakhir lama, Seungyeo!”

“Kau… Apa sama sekali tidak berbekas di ingatanmu hubungan kita selama lima bulan?!!” Seungyeo mendorong ibu satu anak itu ke dinding dan menekan kedua bahunya agar tidak bergerak.

“Yaa!!! Apa yang mau kau lakukan?!!! Yaaa!!!” Selly yang mulai panik, berteriak dan berusaha melepaskan diri.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kenapa Selly lama sekali?” Batin Kris.

“Hhm… Yixing, boleh aku minta tolong?” Tanya Kris.

“Ne?”

“Bisa tolong kau gendong Cath?”

“Ne, ge…”

“Hati – hati saat menggendongnya..” Kris memberikan Cath untuk digendong Yixing.

“Gege, aku boleh main dengan Cath kan?” Pinta Tao.

“Boleh…ku tinggal dulu ya..” Kris pun meninggalkan mereka semua dan berlari kecil ke arah toilet memastikan kondisi istrinya.

“Yaa!! Lepaskan akuu!!!” Teriakan Selly yang terdengar oleh indera pendengaran Kris sontak membuat pria itu berlari ke lorong toilet tersebut.

DHUAGH!! Sebuah tinjuan dilayangkan Kris pada Seungyeo. “Yeobo, gwaenchana?” Tanya Kris. Selly kemudian berlari ke belakang suaminya meminta perlindungan.

Kris pun mencengkeram kerah baju yang dikenakan Seungyeo. “Who are you?!!” Amarah Kris sudah tersulut karena istrinya diganggu.

“Cih! Kau tidak tahu aku?” Kris yang masih dengan amarahnya, hanya bisa menatap kesal. “Aku kekasihnya Selly!”

BUAGH!! Kris lagi – lagi meninju pria itu. “Oppa sudah… Sudah oppa, tidak usah kau melawannya.. Aku tidak mau kau dibawa ke kantor polisi karena berkelahi…” Selly berusaha membawa suaminya pergi dengan menarik lengan Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Saat Kris dan Selly kembali ke hall hotel tersebut, Ezyta pamit untuk ke toilet sebentar. Dan belum sampai toilet, dia berpapasan dengan Seungyeo dengan luka memar di pelipis dan sudut bibirnya.

“Ommo! Oppa, gwaenchana yo? Kau kenapa?” Tanyanya yang berusaha memegang luka pria itu untuk melihat seberapa parahnya luka tersebut.

Belum sempat tangannya menyentuh bagian luka Seungyeo, pria itu menepis tangan gadis itu. “Aku tidak apa – apa.” Jawabnya dingin.

“Geundae…”

“Oh, aku lupa memberitahukanmu. Jangan panggil aku dengan sebutan ‘oppa’. Aku muak mendengarnya!” Ujar Seungyeo yang kemudian berbalik meninggalkan Ezyta.

“Andwae! Aku tidak mau! Aku akan tetap memanggilmu seperti itu.” Seungyeo pun menghentikan langkahnya mendengar ucapan gadis itu. “Karena aku menyukaimu. Anii, aku mencintaimu!” Lanjut Ezyta.

Tanpa berbalik, Seungyeo mengeluarkan kalimatnya.”Huh! Kalau begitu, untuk sekian kalinya kau harus patah hati. Karena aku sangat tidak mencintaimu! Aku lebih mencintai…”

“Selly?” Lanjut Ezyta. Seungyeo hanya diam mendengarnya. “Tidak kah kau lihat sekarang dia sudah memiliki suami dan anak yang lebih mencintainya? Kau tidak lelah mengejarnya?” Tanya Ezyta.

“Bagaimana denganmu? Kau juga sudah memiliki kekasih kan? Tao sangat mencintaimu. Apa kau tidak lelah mengejarku?” Seungyeo membalikkan pertanyaan gadis itu padanya.

“Aku tidak lelah karena aku mencintaimu, oppa..”

“Dan aku pun begitu. Aku tidak lelah mengejar Selly karena aku mencintainya.” Ucap Seungyeo yang kembali berjalan meninggalkan Ezyta yang menangis.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Siapa dia, yeobo?” Tanya Kris setelah di rumah dan di sela – sela aktifitas Selly yang sedang mengganti baju Cathrine anak mereka.

“Yang tadi?”

“Memang kau pikir siapa lagi?” Tanya Kris balik. Bukannya menjawab, Selly malah kembali ke kamar mereka seusai mengganti baju anak mereka yang kini sudah tertidur.

“Yeobo…” Kris mengekori Selly yang ke kamar mereka.

“Aku mau tidur oppa. Ngantuk…” Ucapnya menarik selimut.

Kris duduk di tepi ranjang mereka. “Kau tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu dariku kan? Atau kau…”

“Mwo? Oppa mau bilang aku benar – benar selingkuh dengannya?” Sambung Selly.

“Anni, maksudku..”

“Hahhh~~” Selly menghela napasnya panjang. Ia kemudian melanjutkan kalimatnya. “Kim Seungyeo. Dia mantan kekasihku, oppa.” Ujarnya yang menyandarkan tubuhnya di headboard ranjangnya.

“Maksudmu?”

“Ya… Dia mantan kekasihku. Kita menjalin hubungan hanya lima bulan. Kau tahu Ezyta kan oppa?”

“Kekasihnya Tao?”

“Uhm.. Dia juga mencintai Seungyeo.” Ujar Selly.

“Bagaimana bisa? Dia sahabatmu bukan? Kenapa dia seperti itu padamu?”

“Terlalu rumit oppa. Dulu, Seungyeo mencintai Ezyta. Tapi entah bagaimana, ia malah memintaku jadi kekasihnya.”

“Kau dijadikan sebagai pelampiasan?” Tanya Kris mencari posisi yang nyaman untuk bersandar di headboard tempat tidurnya.

“Anni… Ezyta salah paham maksud Seungyeo. Dia mengatakan padaku kalau Seungyeo mencintaiku. Mungkin karena tidak enak padaku, dia akhirnya menyatakan cintanya padaku walau pun tanpa perasaan. Dan rasa cintanya padaku mulai tumbuh setelah kami resmi berpacaran. Tapi, Ezyta justru malah tidak suka melihat Seungyeo yang benar – benar mencintaiku. Dan dia bilang padaku kalau dia juga mencintaiku. Secara terang – terangan dia menunjukkan persaingannya denganku. Lalu aku meminta putus pada Seungyeo karena aku tidak mau bersaing dan lebih mengalah untuk Ezyta.”

“Tapi kenapa dia justru memilih berpacaran dengan Tao?” Selly hanya menggidikkan bahunya tidak mengerti.

“Ada lagi yang mau kau tanyakan tuan Wu?”

Kris yang kini sudah ikut bersandar di headboard merangkul istrinya ke dalam pelukannya dan menyandarkan kepalanya pada dadanya yang bidang. “Bu shi (tidak), kita tidur sekarang..” Ujar Kris yang menarik selimutnya hingga ke kepala mereka.

“Oppaa!!” Teriak Selly.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Ponsel gadis itu terus menerus bergetar di atas nakas samping ranjangnya. “Ne?”

“Chell, kau sudah tidur ya?”

“Uhmm…. Wae oppa?”

“Hhmm… Sebenarnya aku hanya ingin mengucapkan… Wan an (selamat malam) my baby girl…” Ujar Yixing.

“Uhmm hanya seperti itu?” Rajuk Michelle.

“Memang mau bagaimana?” Tanya Yixing.

“Molla…”

“Ya sudah… Sekarang kau tidur ya. Besok aku menjemputmu untuk ke kampus.”

“Ne, oppa…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Beberapa bulan setelah kejadian itu, semuanya tampak normal. Tidak ada masalah sama sekali. Tiba – tiba saja seseorang mendatangi rumah yang dijadikan sebagai tempat kediaman keluarga kecil Wu. Bunyi bel rumah yang terus menerus berbunyi, membuat seorang ibu muda berlari kecil ke arah depan.

“Chakkaman..” Teriak Selly.

Pintu pun dibuka oleh wanita itu. Seseorang dengan topeng berdiri di hadapannya dan membuat Selly berteriak kencang. “KYAAAAAAA!!!!!” Tapi dengan cepat orang itu membekap mulutnya. “Diamm!!” Seketika Selly mencerna suara yang ditangkap oleh indera pendengarannya. Dengan cepat, ia menyikut pelan orang itu karena tidak mau membuatnya sakit.

Bekapan pun terlepas. “Yaaa!! Mau apa kau ke sini, Arlyn?” Selly membuka topeng yang dikenakan orang itu.

“Eonni… Kok tahu sih..” Rajuk gadis itu.

“Suaramu berisik, tahu!”

“Michelle eonnnnn~~~~ Kita gagaaalll~~~” Arlyna berteriak – teriak dan tak lama seorang wanita lain pun muncul.

“Sigh! Kan sudah kubilang, kau jangan bicara.. Gagal kan! Huh!” Dengus Michelle kesal.

“Jadi kalian bersekongkol?” Selly terlihat kesal.

“Well, sebenarnya kita kesini selain untuk mengerjaimu, kita juga mau mengajak eonni jalan – jalan.” Ujar Arlyna.

“Ta.. Tapi aku belum bilang Kris.. Aku…”

“Eonn, kita tidak disuruh masuk dulu nih?” Potong Michelle yang sedari tadi dirinya dan Arlyna tidak disuruh masuk rumah.

“Oh, aku lupa.. Kajja, kita masuk…”

“Jadi begini, eonn.. Berhubung ini masih musim semi, bagaimana kalau nanti kita jalan – jalan bersama?” Tawar Arlyna.

“Triple date?” Sambung Michelle.

“Date? Oh, c’mon.. Aku bahkan sudah memiliki suami dan anak”

“Gwaenchana… Ajak saja nanti Kris gege dan Cath…” Ujar Arlyna.

“Ezyta ikut kah?” Tanya Selly.

“Apa perlu dia diajak?” Tanya Michelle.

“Loh, dia kan teman kita juga.”

“Perlukah?” Ujar Arlyna yang ikut bertanya.

“Friends? Not anymore, eonn..”

“Jangan begitu lah… Ajak saja dia. Suruh dia ajak Tao.. Dia kan jadi bisa bertemu Kris, Yixing, dan Baekki juga kan?”

“Hhm… Kalau aku disuruh memilih.. Mungkin aku akan mengajak Tao dari pada Ezyta.”

“Ajak saja mereka… Tao dan Ezyta.”

“Kau masih mau mengajak mereka, eonn?” Tanya Michelle.

“Why not?”

“Haish~ Baiklah, terserah sajalah..” Ujar Arlyna.

“Great! Berarti kita berempat dong..” Ujar Selly senang.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hah? Masa aku harus ikut juga sih chagi?” Tanya Baekhyun pada Arlyna.

“Ne.. Wae? Kau tidak mau menemani aku?” Tanya Arlyna balik.

“Bu..bukan begitu.. Tapi aku.. Aku ada tugas yang harus kukerjakan..” Ujar Baekhyun.

“Jadi lebih mementingkan tugas?”

“Ne..” Jawaban Baekhyun membuat Arlyna kesal dan menendang kaki pria itu.

“Aww!! Yakk!! Kau..!!”

“Mwo? Kau mau marah hah?” Tantang Arlyna.

“Kau… Sigh.. Haahh!” Baekhyun mendengus kesal.

“Tsk! Dasar mata eyeliner!!!” Arlyna yang kesal meninggalkan Baekhyun begitu saja.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kalian ini.. Selalu saja membuat acara dadakan…” Ujar Kris pada Selly sambil mendorong kereta bayi yang ditiduri oleh Cathrine anak mereka.

“Oppa juga senang kan bisa bertemu Yixing dan lainnya?”

“Hhm… Tapi tidak mendadak seperti ini kan?”

“Hanya sesekali tak apa lah.. Lagi pula, sudah lama kan kita tidak ke taman bersama mereka?” Ujar Selly.

“Haahh… Baiklah, kau menang..”

“Itu mereka…!” Seru Selly saat melihat Baekhyun dan Arlyna.

“Gege!!” Seru Baekhyun melambaikan tangan pada Kris.

“Loh.. Katanya Baekki…” Selly terlihat bingung karena sebelumnya Arlyna mengatakan kalau Baekhyun tidak datang.

“Aku menemukannya tersungkur di jalan, noona… Makanya aku bisa muncul di sini..” Ujar Baekhyun yang sukses mendapatkan rasa sakit dari kaki Arlyna yang menginjak kakinya.

“Eonniii~~~!!!” Michelle berseru saat melihat Selly.

“A..an..anjing?!!” Arlyna terlihat panik.

“Guk! Guk!” Seekor anjing jantan cokelat ras terrier yang dibawa oleh Michelle terlepas dari tangan gadis itu.

“Kyaaaaa!!!” Seketika itu juga, Arlyna berlari menjauh.

“Chagi.. Waitt!! Aku juga takut!!” Baekhyun berlari di belakang gadis itu.

“Apa – apaan mereka ini..??” Kris dengan ekspresi datarnya menatap Baekhyun dan Arlyna yang berlari menghindari anjing itu.

“Choco, come!” Panggil Michelle pada anjingnya. Anjing itu pun berhenti mengejar Arlyna dan Baekhyun dan kembali pada Michelle.

Baekhyun dan Arlyna pun berdiri jauh dari Michelle karena takut dengan anjingnya. Saat mereka berdua terengah – engah, tiba – tiba saja…

“Guk! Guk! Guk!”

“GYAAAAA!!!!!!” Mereka berdua kembali dikejutkan oleh suara anjing yang menyalak dari belakang mereka hingga kembali berlari. Rupanya, Yixing berdiri di belakang mereka dengan tangan yang memegang tali yang menghubungkannya dengan anjing dibawanya menunjukkan wajahnya yang bingung.

“Guk! Guk! Guk!” Anjing yang dipegang Yixing pun terlepas dan berlari – lari mengejar Arlyna dan Baekhyun yang kini berlari mengitari Kris dan Selly.

“Haih~ Seperti anak kecil sekali mereka.” Ujar Kris.

“Chico.. Chico.. Stop!” Ujar Yixing pada anjing yang dibawanya. Bukannya berhenti, anjing itu terus berlari hingga Choco, anjing yang dibawa Michelle pun ikut berlari.

“GYAAAA!!! Singkirkan dua makhluk iniii!!!” Teriak Arlyna dan Baekhyun bersamaan.

“Choco, Chico sit!” Perintah Yixing. Dan kedua anjing ras terrier yang berwarna cokelat itu pun duduk di tempatnya masing – masing.

“Chico, Choco come!” Kedua anjing itu pun menghampiri Michelle yang memanggilnya.

“Haahh… Haahh.. Haahh…” Baekhyun memegangi kedua lututnya terengah – engah. “Yaa!! Kalian ingin membuat kami mati?!” Sambungnya.

“Kau saja yang mati. Aku masih mau hidup!” Ujar Arlyna.

“Chagi…”

“Sudah.. Sudah… Bagaimana kalau kita makan di sini? Spotnya bagus nih.” Ujar Michelle menengahi.

Dan tak lama, Ezyta dan Tao pun datang. “Ge!” Panggil Tao pada Kris yang membuat pria yang tengah menggendong bayi itu menoleh.

Namun tanpa mereka semua sadari, seseorang tengah memperhatikan mereka.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeobo, aku ke mobil dulu ya mau ambil camera..” Ujar Kris yang berdiri dan mengusap kepala istrinya yang menggendong Cathrine.

“Ne, ppali…” Ujar Selly.

Baru beberapa langkah Kris menjauhi titik berkumpulnya istri dan teman – temannya, seorang pria menghajarnya tiba – tiba. Baekhyun yang melihatnya langsung bereaksi. “Aigoo! Gege!” Pria itu segera berlari menghampiri Kris diikuti oleh Yixing dan Tao. Sementara istrinya yang masih menggendong anaknya, tak kalah paniknya.

BUAGH!! Kris pun membalas pukulan pria itu yang diketahui adalah Seungyeo. Baku hantam pun terjadi dan tak dapat dihindari. Yixing, Baekhyun, dan Tao berusaha melerainya.

“Oppa.. Sudah oppa..” Selly menangis sambil menggendong Cathrine dan berusaha menarik Kris.

“Dia! Dia terus menerus mengganggu!” Kris dengan emosi menunjuk wajah Seungyeo seolah ia adalah pria yang harus dihabisi.

Saat itu, Ezyta dengan wajah yang penuh dengan kecemburuan, menatap kesal ke arah Seungyeo. Gadis itu juga menatap Selly dengan penuh kebencian. Dan satu – satunya yang menyadari itu adalah Michelle yang masih sibuk mencari tahu lewat ekspresi wajah orang yang dilihatnya.

“Kembalikan dia padaku, brengsek!!” Seungyeo berusaha melepaskan diri dari Tao yang memeganginya.

“Kau tidak ada hak! Dan enyah kau dari sini!!” Usir Kris.

“Persetan kau! Seharusnya kau mati saja!” Maki Seungyeo pada Kris.

“Kau!!” BUAGH!! Baekhyun yang memegangi Kris dari tadi, tidak kuasa menahan tenaga Kris yang tersulut emosi hingga ia kembali menghajar Seungyeo.

“GEUMANHAE!!!! Hentikan ini!! Hentikann!! Aku sudah tidak kuat!!!” Ezyta tiba – tiba berteriak.

“Seungyeo! Kenapa kau lebih memilih wanita ini?! Wanita yang sudah mempunyai suami dan anak?!! Aku mencintaimu, Seungyeo!!” Teriak Ezyta.

Tao yang statusnya adalah kekasih gadis itu, tercengang mendengar pengakuan Ezyta hingga raut wajahnya menunjukkan rasa kecewa, marah, dan sedih. Sementara yang lainnya juga tak kalah kaget mendengarnya.

“Selama ini, aku memilih Tao hanya untuk membuatmu cemburu. Tapi tidak sedikit pun kau cemburu, Seungyeo. Kau malah semakin mengejar Selly yang jelas – jelas sudah bahagia dengan keluarga kecilnya.”

PLAK!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Ezyta. Michelle lah yang telah menamparnya.

“Eonni.. Sudah…” Arlyna menarik Michelle.

“Kau.. Manusia macam apa kau?! Kau tega sekali memainkan perasaan orang. Kau tahu, Tao sangat mencintaimu!! Dan kau malah memanfaatkannya! Kau menjadikannya pelampiasan!!” Michelle terlihat sangat marah.

“Kau berani menamparku?”

“Ya, karena kau pantas di tampar!! Kau usianya lebih tua, tapi sikap kau sangat tidak pantas!!” Ezyta lantas mendorong Michelle hingga tanpa sadar ia mendorongnya hingga ke jalan raya.

TINN!! TIIINN!! BRAAKK!!!

“Michelle!!!” Teriak lainnya.

“Michelle… Michelle…” Selly yang melihat kecelakaan itu pingsan. Kris yang berada di sampingnya, menangkap tubuh istrinya. Arlyna pun segera mengambil Cathrine yang terus menangis dari gendongan Selly.

“Kaing! Kaing! Kaing!” Chico dan Choco-kedua anjing yang disayang gadis itu berlari menghampiri tubuh gadis itu yang bersimbah darah.

“Michelle, irreonna yo… Michelle…” Yixing mengguncang – guncang tubuh gadis itu yang berada dalam pelukannya.

“Kelakuanmu sangat tidak pantas, Ezyta…” Tao menatap kecewa gadis itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di rumah sakit, Michelle langsung memasuki ruang UGD. Namun karena perlu penanganan lebih lanjut, gadis itu dibawa ke ruang operasi. Yixing, tunangannya terlihat sangat cemas. Hal yang sama dialami oleh Arlyna yang menggendong Cathrine, anak Kris dan Selly.

“Eonni.. Kalau kau pergi dari kita, kau jahat sekali, eonn…” Batin Arlyna yang mulai meneteskan air mata.

Tiba – tiba gadis itu merasakan berat di bahu kirinya. Rupanya Baekhyun merangkulnya dan berusaha menenangkan gadis itu. “Tenanglah.. Michelle pasti tidak apa – apa…” Tangan pria itu juga menghapus air mata gadis itu.

Sementara itu di ruang UGD, Kris masih menemani Selly yang masih belum siuman. Masker oksigen yang terpasang di wajah gadis itu belum sepenuhnya menyadarkan wanita itu. Kris dengan setia menggenggam hangat tangan istrinya dan menempelkannya ke dahinya. Tak jarang ia juga mencium tangan istrinya berharap wanita itu sadar. Dan ternyata, kesadaran wanita itu perlahan kembali. Ia membuka kelopak matanya perlahan.

“Yeobo…” Kris mengusap kepala istrinya.

“Michelle…” Ucapnya lirih.

“Michelle sedang ditangani…” Ujar Kris menenangkan Selly.

“Aku… Mau lihat..” Perlahan Selly beranjak bangun.

“Anni, yeobo.. Kau harus istirahat dulu.” Kris mencegah istrinya bangun.

“Shireo.. Aku mau lihat Michelle!” Wanita itu menangis.

“Yeobo.. Kau harus istirahat…”

“Shireoo!!!! Aku mau lihat Michelle!! Aku mau lihat dia!!!” Teriak Selly.

“Baiklah, tapi setelah dokter memeriksamu. Arra?” Wanita itu pun mengangguk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Michelle-ssi kehilangan banyak darah… Stock untuk golongan darah O di rumah sakit ini tidak ada…”

“Uisa-nim, kalau begitu saya mau mendonorkan darah!” Ujar Baekhyun.

“Oppa.. Jinja??” Tanya Arlyna.

“Ne, kau tunggu sini ya…” Ujar Baekhyun pada Arlyna.

Tak lama berselang, Selly dan Kris pun datang menghampiri. Wanita itu segera mengambil anaknya dari gendongan Arlyna.

“Eonni, kau kan belum sehat…”

“Sudah… Aku baik – baik saja kok.” Ujar Selly. “Bagaimana Michelle?” Tanya Selly.

“Kritis, eonn… Michelle eonni kehilangan banyak darah.”

“Darah dia apa?” Tanya Kris.

“Golongan darahnya O..”

“Aku O…” Ujar Kris.

“Tidak usah gege… Tadi Baekki oppa sudah menjadi pendonornya..” Ujar Arlyna.

“Yixing mana?” Tanya Kris. Arlyna hanya menunjukkan sebuah arah dimana seorang pria terduduk lesu, menunduk sembari menautkan kedua tangannya. Bajunya yang masih terkena lumuran darah Michelle masih ia kenakan. Kris pun menghampirinya.

“Kau hanya perlu berdoa…” Kris menepuk bahu pria itu. Yixing pun mendongakkan kepalanya dan menatap lesu pria blonde di hadapannya.

“Tidak mungkin dia mau meninggalkanmu, mr Zhang. Dia sangat mencintaimu..” Kris kali ini duduk di sebelahnya.

“Kuharap dia tidak melanggar janji kita sebelumnya.” Ujar Yixing.

“Aku yakin dia tidak melanggar.”

“Kau tahu, ge… Aku semakin tidak suka dengan wanita itu.”

“Hng? Who?” Tanya Kris.

“Kekasih Tao itu. Kuharap mereka berdua putus!”

“Jangan seperti itu….” Tukas Kris.

“Gara – gara dia, Michelle kecelakaan. Gara – gara dia, rumah tanggamu dan Selly goyah.”

“Bukan karena dia. Tapi Seungyeo bajingan itu!”

“Tapi seandainya dia tidak mengucapkan kalimat itu, pasti tidak akan berakhir seperti ini…” Ujar Yixing.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Permisi, di sini adakah keluarga Michelle Cho?” Seorang perawat keluar.

“Saya..” Ujar Yixing.

“Michelle-ssi sekarang masih dalam kondisi kritis. Kalau dia bisa melewati malam ini, dia berarti sudah melewati masa kritisnya. Untuk sementara ia harus masuk ruang ICU…”

“Bisa dijenguk kah Michelle?”

“Silahkan. Tapi hanya satu orang saja…”

“Ne, gamsahamnida…” Ujar Yixing.

Pria itu menyandarkan tubuhnya di dinding rumah sakit tersebut membiarkan dinginnya dinding itu mengenai tubuhnya.

“Masuklah kau sekarang…” Ujar Kris pada pria itu.

“Yixing… Aku boleh lihat Michelle kan?” Pinta Selly.

“Ne, masuk saja.. Aku nanti saja masuknya.” Ujar pria dengan lesung pipi itu. Selly pun memberikan Cathrine pada Kris untuk digendongnya.

“Apa yang harus kukatakan pada orang tuanya di Mokpo?” Yixing terlihat bingung sekali.

“Hal yang sebenarnya… Tidak mungkin kan kau menyembunyikan ini dari orang tuanya?”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Chell… Ayo bangun…kau tahu, Arlyn terus menerus menangis menunggumu buka mata…” Ucap Selly yang mengajak bicara Michelle yang masih dalam keadaan kritis. Meski pun ia tidak merespon ucapannya, tapi Selly yakin, gadis itu masih mendengar tiap kalimatnya.

“Dan aku juga mengkhawatirkanmu, Chell…” Air mata wanita itu menetes. Namun, ia buru – buru menghapus air mata itu dengan punggung tangannya.

“Lihat Yixing sekarang Chell… Dia sering kali melamun dan baru saja Kris memergokinya dengan tatapan matanya kosong.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Gege…” Suara yang tak asing terdengar di pendengaran mereka. Tao. Kedua pria berketurunan Chinese itu pun menoleh.

“Yaa!! Kau!! Kenapa kau ke sini, eoh?!!! Kka!! Pergi kau!!” Arlyna menjegal seorang wanita yang berjalan di belakang Tao. Ezyta. Orang yang secara tidak sengaja membuat Michelle masuk rumah sakit.

Sementara itu, Selly yang di dalam juga mendengar keributan di luar meski pun sayup – sayup. “Seperti suara Arlyn…” Batinnya.

“Lyn..” Baekhyun yang masih menemani tunangannya di rumah sakit berusaha melerainya.

“Dia tidak pantas berada di sini!! Bagusnya dia enyah dari bumi ini!!” Arlyna mendorong wanita itu.

Karena terus menerus mendengar suara Arlyna yang berteriak, Selly pun akhirnya keluar ruang ICU. “Chell, aku keluar dulu ya.. Aku mau lihat, setan mana yang merasuki Arlyn..” Ujarnya pada Michelle yang masih dengan mata yang tertutup.

“Untuk apa kau datang dengan wanita itu, Tao?! Tidak seharusnya kau datang dengannya!!” Yixing yang dinilai sebagai pria penyabar, kini emosinya meluap karena tunangannya harus masuk ruang ICU.

“Ada apa ini?” Selly pun keluar dari ruang ICU tersebut. Dan terlihat beberapa petugas keamanan menegur mereka semua. Wanita itu juga melihat keberadaan Tao dan Ezyta. “Pantas Arlyn berteriak – teriak…” Batin Selly.

“Gege… Dia ke sini mau minta maaf..” Ujar Tao pada Yixing.

“Mianhamnida… Jeongmal mianhamnida..” Ucap Ezyta dengan nada menyesal.

“Zy kau tahu, dalam persahabatan kita, aku baru mengalami hal ini. Kita bertengkar hanya karena satu pria? Oh, c’mon.. It isn’t big deal! Kau rela memutuskan tali persahabatan kita? Jujur, karena aku tidak ingin kita semua terpisah, aku mengalah. Aku putuskan Seungyeo demi kau. Demi kau yang mencintainya. Memang, itu sangat terasa berat. Sempat terlintas dipikiranku untuk bunuh diri karena aku tidak kuat menahan tekanan perasaanku. Tapi Kris… Dia terus mendorongku untuk bangun dari keterpurukanku. Ya, meski pun alasannya karena mengganggu kinerja pekerjaanku. Aku kini sudah memiliki Kris dan Cathrine. Dan aku juga tidak memiliki perasaan apa – apa pada Seungyeo. Kau tidak perlu sungkan lagi denganku. Tapi ada satu hal yang sangat disayangkan, Zy.. Kenapa kau tega mempermainkan Tao? Kau menerima Tao hanya demi untuk membuat Seungyeo cemburu. Kalau kau mau menarik perhatian Seungyeo dengan cara itu, kau salah. Kau akan semakin dibencinya. Kau bisa cari cara lain kan? Dan di sisi lain, kau juga harus perhatikan perasaan Tao. Perasaan sakit hati Tao yang kau permainkan. Coba kau posisikan dirimu di posisi Tao. Apa kau tidak sakit? Boleh saja kau mencintai Seungyeo. Bahkan kau boleh menjadi kekasihnya. Tapi kau harus lihat Tao juga. Kau tidak bisa semena-mena dengannya. Pikirkan perasaannya.” Ujar Selly panjang lebar.

“Baiklah, aku akan jaga jarak dengan Seungyeo dan juga dengan kalian..” Jawab Ezyta.

“Bukan maksudku menyuruhmu jaga jarak. Tapi kau harus berpikir. Berpikir secara rasional.” Ujar Selly lagi.

“Ezyta-ssi.. Tentu kau punya otak kan? Kau punya akal dan pikiran yang sehat kan? Selly menyuruhmu untuk berpikir tentang perasaan Tao yang sudah tercurahkan padamu seutuhnya disaat kau mencintai Seungyeo. Kau boleh jadian dengan Seungyeo jika kau memang tega membunuh Tao.” Ujar Kris sarkatis.

“Oppa…” Selly menepuk lengan pria yang tengah menggendong bayi itu.

“Ge… Kalau memang Zy lebih menginginkan Seungyeo, aku akan mundur…” Ujar Tao.

“Lihat? Kau tatap Tao.. Kau lihat matanya.. Apa tidak mengisyaratkan ekspresi sedih, eoh? Kalau kau wanita yang tidak berperasaan, silahkan lakukan sesukamu.” Ujar Yixing.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kenapa oppa tidak mengizinkanku menginap di rumah sakit?” Tanya Selly pada suaminya saat menuju basement rumah sakit tempat dimana mobil mereka terparkir.

“Kau jangan egois.. Kau tidak memikirkan Cathrine?” Tanya Kris balik.

“Cath bisa pulang denganmu…”

“Tsk, kau ini aneh yeobo… Apa mungkin Cath aku letakkan begitu saja di kursi sampingku sementara aku menyetir? Apa kau tidak kasihan jika ia membutuhkan ASI?” Selly hanya membisu mendekap bayi mungilnya.

“Aku tahu kau khawatir dengan Michelle.. Tapi kau sekarang memiliki anak, yeobo.. Dia juga butuh perhatianmu..” Kris mengusap kepala istrinya.

“Arraseo…” Jawab Selly singkat.

Cukup sepi suasana di basement itu. Yang terdengar hanya suara sepatu yang beradu dengan lantai dari semen parkiran tersebut. Sesekali, Selly menepuk pelan bayi yang digendongnya karena terusik tidurnya karena suara derap langkah ayah-ibunya.

“Selly…” Mendengar namanya dipanggil, wanita itu menoleh. Kris pun menoleh dan melihat seseorang yang membuatnya muak dan ingin membunuhnya.

“Sigh, kau lagi…” Kris pun maju dan menghalangi pria itu yang ingin menghampiri istrinya.

“Aku hanya ingin bicara dengannya.” Ujar Seungyeo menatap wanita yang menggendong anak itu.

“Kris oppa, gwaenchana…” Ujar Selly yang mendekati suaminya. Kris menatap istrinya khawatir. “Aku baik – baik saja oppa.. Masuklah ke mobil dulu.. Nanti aku menyusul..” Sambung Selly.

“Baiklah.. Aku menunggumu di dalam, yeobo..” Dengan sengaja, Kris mencium istrinya di depan Seungyeo menunjukkan ia benar – benar tidak suka keberadaannya di tengah – tengah keluarga Wu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah Kris dan Selly pulang sesaat setelah Baekhyun dan Arlyna pulang, Yixing kembali masuk ke dalam ruang ICU untuk menjenguk tunangannya.

“Chell… Kapan kau membuka matamu? Cukup malam ini saja Chell kau menutup matamu..” Yixing menggenggam tangan gadis itu erat. Sesekali ia mencium tangannya. Tidak lupa ia mengusap kepala gadis itu dan merapikan anak rambut di keningnya.

“Kau tahu, aku merindukanmu meski pun kau baru beberapa jam tidak sadar. Aku rindu kau yang cerewet, aku rindu kau yang selalu mengomel karena aku lupa memberikan camilan untuk Chico dan Choco… Bahkan kini mereka berdua terpaksa dipelihara oleh Baekki dan Arlyn dulu..”

“Cepatlah buka matamu… Aku bisa frustasi kalau kau seperti ini terus, chagi…” Ujar Yixing yang mengecup bibir gadis yang masih dalam keadaan kritis itu. Pria itu kemudian duduk di kursi samping ranjangnya sambil menggenggam tangan gadis itu. Dengan sengaja, ia menautkan jemarinya pada tangan gadis itu. Sebelah tangannya ia gunakan untuk terus mengusap wajah orang yang dicintainya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Apa lagi yang mau kau bicarakan?” Tanya Selly pada pria dihadapannya.

“Aku hanya ingin kita kembali seperti dulu.”

Ibu satu anak itu hanya menghela napas malas. “Dengar Seungyeo.. Itu tidak mungkin. Aku sekarang tidak sendiri, Seungyeo. Aku memiliki Cath..” Wanita itu mengusap kepala anaknya. “Dan aku kini milik Kris yang sangat mencintaiku.” Dengan segera ia meninggalkan pria itu kembali ke mobilnya menghampiri suaminya yang sudah menunggu di dalam.

“Apa yang dia katakan?” Tanya Kris saat istrinya masuk ke dalam mobil.

“Hal yang sama…” Jawab Selly.

“Lalu?”

“Aku bilang, aku akan….”

“Akan apa?” Tanya Kris cepat.

“Akan mempertimbangkan permintaannya.” Jawab Selly yang sengaja mengerjai suaminya.

“Ige mwoya?!” Kris menegakkan tubuhnya dari sandaran kursi mobilnya dan menatap istrinya tajam.

“Hhm? Wae?” Tanya Selly polos.

“Kau…”

“Aku bercanda kok, oppa… Aku tidak akan mau berpisah darimu, oppa…” Ujar Selly yang merapikan rambut Kris yang sedikit berantakan karena lelah.

“Kita jadi pulang tidak sih, oppa?” Tanya Selly kemudian.

“Ah, ne… Kajja kita pulang.” Pria itu kemudian menggerakkan porsnelling mobilnya dan menginjak pedal gasnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ya! Baekki, yaaaa!!” Arlyna memanggil – manggil pria yang terus berjalan menuju apartment yang berada di sebelah apartment-nya.

“Apa lagi?”

“Kau bawa Chico juga yaaaa…” Arlyna mengucapkan dengan nada manja.

“Aku sudah mengurus Choco! Aku tidak mau!”

“Oppaaa~~~” Arlyna berusaha terlihat aegyo pada Baekhyun.

“Shireo!” Baekhyun masuk ke dalam apartmentnya.

“Yaaa!! Baekkiii!!!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Hari itu adalah hari yang cerah. Tapi suasana hati pria bermarga Zhang itu tidak secerah hari itu. Meski pun ia tertidur sembari memeluk tangan gadis yang dicintainya, ia masih tidur dengan tidak nyaman. Pukul 10 pagi, pria itu terbangun karena merasa tangan yang berada di dalam pelukannya sedikit bergerak. “Michelle?” Ia terjaga dan mengusap pipi gadis itu. Kedua mata gadis itu perlahan membuka, mengerjapkan matanya sebentar berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Dengan segera Yixing menekan tombol untuk memanggil perawat dan dokter.

“Nona Cho sudah melewati masa kritisnya. Dan bisa dipindah ke ruang rawat nanti sore.” Ujar dokter yang menangani gadis itu.

“Ne, gamsahamnida, uisa-nim.” Yixing membungkukkan badannya menghormatinya. Pria itu melihat dari kaca kecil pada pintu kalau gadis yang akan dinikahinya masih ditangani oleh beberapa perawat. Terlihat jelas Michelle yang sedang menggerakkan kedua tangannya dibantu oleh perawat di sampingnya. Ini berfungsi untuk mengembalikan otot – otot yang kaku selama ia tidak sadarkan diri. Melihat Michelle yang masih didampingi perawat, pria itu segera menelpon Arlyna dan Selly untuk memberitahukan keadaan Michelle sekarang.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Mwo?! Michelle sudah sadar?!” Ucapku dengan nada tinggi.

“Yaa, jiejie… Jangan berteriak…” Protes Yixing.

“Hey, kenapa kau memanggilku seperti itu padahal kita satu line kan??”

“Kau kan istrinya Kris ge.. Hahaha..” Kali ini Yixing terdengar lebih gembira dari sebelumnya. Mungkin karena Michelle sudah sadar? Molla yoo~

“Nanti aku akan menjenguk Michelle. Tapi tunggu Kris pulang yaaa…”

“Ne, jie… Aku hanya memberitahukan itu saja… Aku mau mengabari Arlyn dulu ya.”

“Okay, pesanku jaga Michelle baik – baik, atau kubunuh kau!” Ancamku.

“Okay jiejie. Itu pasti dan sudah menjadi kewajibanku!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Yixing kemudian menghubungi Arlyna. Nada sambung pun terdengar. Tak lama kemudian, terdengar suara yang menandakan panggilan pria itu dijawab. Namun, tak ada suara sama sekali.

“Lyn…?? Yeobseo… Lyn??” Belum sempat Yixing bicara lebih, panggilan itu diputus dari Arlyna.

“Loh? Kenapa dia?” Yixing pun yang bingung, terus mencoba gadis yang kini berstatus tunangan Baekhyun. Tapi gadis itu selalu menolak panggilan Yixing.

“Dia marah denganku kah? Sepertinya kemarin baik – baik saja..” Batin Yixing.

Tak lama sebuah pesan pun masuk ke ponsel pria bermarga Zhang itu. “Ge, suaraku hilang.. Aku tidak bisa bicara.. Ada apa?” Yixing menggumamkan kalimat itu membaca pesannya. Pria itu langsung membalas pesan singkat itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Mwoyaa?!!! Michelle eonni sudah sadar?!!” Ingin rasanya Arlyna berteriak sambil melompat – lompat. Tapi sayangnya ia tidak bisa berteriak karena suaranya habis setelah ia banyak berteriak kemarin.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Tiba – tiba Baekhyun yang tinggal di apartment sebelah masuk ke dalam apartmentnya dan memergoki Arlyna yang tengah melompat – lompat di atas sofanya. Bukan hal yang susah bagi pria itu masuk ke dalam apartment tunangannya. Karena ia memiliki password yang menjadi kunci untuk memasuki apartment itu. Arlyna langsung turun dari sofanya dan buru – buru menunjukkan isi pesan dari Yixing pada Baekhyun.

“Suaramu masih hilang?” Tanya Baekhyun yang mengambil ponsel gadis itu untuk dibacanya. Arlyna hanya mengangguk menanggapinya.

“Oh, jadi Michelle sudah sadar?” Lagi, Arlyna mengangguk senang. Baekhyun hanya meletakkan ponsel gadis itu di meja di hadapan sofa yang didudukinya.

“Oh, ini.. Tenggorokkanmu kan sedang sakit. Jadi kubelikan pisang yang lunak dan mudah kau makan.” Ujar Baekhyun yang meletakkan beberapa pisang di depan Arlyna.

Arlyna kemudian mengambil kertas dan pulpen untuk menuliskan sesuatu. “Gomawo eyeliner..” Tulis Arlyna. Gadis itu kembali melanjutkan acara menonton tv-nya.

Baekhyun yang bosan, berjalan menuju dapur dan membuka kulkas milik gadis itu berharap menemukan makanan atau setidaknya telur yang bisa ia rebus untuk dia konsumsi.

“Yaa!! Kau tidak punya makanan?” Baekhyun berteriak dari dapur. Karena tidak mendengar jawaban gadis itu, pria bermarga Byun itu kembali ke ruang tengah dan menanyakan pertanyaan yang sama.

Arlyna hanya menggeleng dan kemudian menuliskan sesuatu. “Aku baru mau belanja nanti. Oh iya, bagaimana kalau kita ke rumah sakit, setelah itu kau menemaniku belanja?” Tulis Arlyna.

“Haissh kau ini…” Dengus Baekhyun kesal. “Kau tahu, aku lapar!” Lanjutnya yang menghempaskan diri di sofa-samping Arlyna. Dan karena ia lapar, ia memakan pisang yang ia bawa yang sebenarnya untuk tunangannya.

Arlyna memukul lengan pria yang tengah memakan pisang itu. Ia menuliskan sesuatu lagi. “Yaaa!! Itu kan untukku, kenapa kau makan, eoh?!”

“Nanti kubelikan lagi..” Ujar Baekhyun yang sambil menggonta – ganti channel tv.

Tanpa ia sadari pria itu memakan semua pisang yang ia bawa untuk Arlyna. Lagi – lagi gadis itu memukul pria itu, dan kali ini dengan pukulan kencang. “Yaaa!!! Kenapa kau habiskaann?!!! Itu kan untukku, tapi kau memakan semuanya!!”

“Dari pada aku mati kelaparan di sini..” Jawab Baekhyun setelah membaca apa yang gadis itu tulis. Ia kemudian melanjutkan memakan pisang terakhir yang ia bawa. Ia mengigit pisang itu dan dia biarkan setengahnya yang belum ia kunyah berada di luar mulutnya. Dan lagi, gadis itu memukulnya keras. Tapi kali ini bukan tulisan yang ia tunjukkan pada pria itu. Namun, ia mendorong pria itu dan memakan pisang yang masih berada di luar mulut Baekhyun dan bibirnya sedikit menyentuh bibir pria itu.

Selain berwajah yang setengah kaget dan bersemu merah atas tingkah Arlyna, Baekhyun berusaha menggoda gadis yang kini memakan pisang itu. “Woaa!! Kau berani melakukan itu padaku, eoh?” Arlyna langsung menoleh padanya meski pun wajahnya terlihat sangat memerah. Ia segera menutup wajah pria itu dengan kertas untuk dia tulis tadi dan segera berdiri meninggalkan pria itu. Belum sempat ia pergi, pria itu menarik tangannya hingga ia terjatuh kembali ke sofa. “Kenapa kita tidak sekalian saja berciuman?” Tanya Baekhyun menggoda. Tapi bukan ciuman yang didapat pria itu melainkan tatapan yang sinis dari Arlyna sambil tangan sebelahnya yang memukul keras tangan pria itu agar terlepas dari tangan sebelahnya yang mencengkeramnya.

“Kau hanya pura – pura saja menolakku, Lyn..” Ujar Baekhyun lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sementara itu di rumah sakit, kedua orang tua Michelle yang berada di Mokpo yang baru diberitahu Yixing semalam, sudah langsung datang.

“Chell, eoddi appo? Eottohkeee~~ Kenapa kau bisa seperti ini?” Ibu dari gadis itu dengan cemas menyerbu anaknya dengan berbagai macam pertanyaan. Di belakang wanita paruh baya itu terdapat seorang pria paruh baya yang berdiri di samping Yixing.

“Anni, eomma… Aku sudah lebih baik..” Jawab Michelle.

“Lagi pula, kalau pun aku masih sakit, Yixing oppa pasti akan langsung memanggil dokter..” Lanjut Michelle. Perlahan, hati gadis itu ternyata berhasil diluluhkan oleh pria bermarga Zhang tersebut.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di lain tempat, seorang wanita bermarga Hwang, tengah menelpon. “Seungyeo-ssi, bisa kita bertemu sekarang?”

“Anni, aku sibuk.” Tolak pria itu.

“Hanya untuk kali ini saja. Ada yang mau kubicarakan.”

“Tidak bisa. Kau bisa bicara di sini kan, Ezyta-ssi?”

“Tapi ini sangat penting. Aku hanya ingin mengajakmu bekerja sama.”

“Bekerja sama untuk apa?”

“Aku akan membantumu mendapatkan wanita yang kau idamkan.”

Pria itu terdiam beberapa saat. Ia berpikir kalau ia memang masih menyayangi wanita yang sudah bersuami dan memiliki satu anak itu.

“Bagaimana Seungyeo-ssi?”

“Hhahaha.. Kau pasti memiliki rencana busuk, bukan? Sayang sekali.. Aku tidak akan bekerja sama denganmu. Aku lebih baik melepasnya demi melihat kebahagiaannya.”

“Apa kau yakin?”

“Dengar, Ezyta-ssi.. Aku mulai sekarang tidak mau mengganggu urusannya lagi dan aku akan tinggal di Inggris untuk pendidikanku. Dan kau, sebaiknya urus urusanmu sendiri dan jangan mencampuri urusan lain!” Seungyeo kemudian memutus sambungan teleponnya dari Ezyta.

“Kalau dia tidak mau diajak kerja sama, aku akan melakukan sendiri!” Batin Ezyta.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di hari Rabu siang ini, Arlyna menelpon Selly yang baru saja pulang dari rumah mertuanya untuk menitipkan Cathrine. “Eonni, hari ini ke tempat Michelle eonni yuk!” Ajak Arlyna.

“Boleh.. Aku juga kebetulan mau ke sana..”

“Kalau begitu, nanti aku dan Baekki akan menjemput eonni ya…”

“Okay, jam berapa?”

“Sekarang mau berangkat.”

“Baiklah, cepat ya!”

Selly pun menyiapkan makanan untuk dibawa ke rumah sakit untuk menjenguk Michelle. Setelah itu ia mandi dan berpakaian. Sekali lagi ia memeriksa barang – barang yang akan dibawanya ke rumah sakit.

“Okay, all done!” Ujarnya merapikan di atas meja makan.

Ting! Tong!

“Ah, itu pasti Arlyna!” Gumam Selly. Ia pun segera ke depan untuk membuka pintu.

“Hi… Nyonya Wu…”

“Ka.. Kau… Apa yang kau lakukan di sini Ezy? Kau mau menjenguk Michelle juga? Kajja, kita masuk dulu…”

“Anni..aku hanya mau…” Wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Dengan menyeringai, ia berkata “Aku hanya mau membunuhmu…”

Sebuah benda tajam yang baru saja dikeluarkannya dihujamkannya kepada ibu satu anak itu. Darah segar mengalir dari perut Selly yang tidak menyangka kalau ia berani berbuat nekat.

“E..Ezy..ta…” Selly memegangi perutnya yang masih tertancap sebuah pisau lipat.

“Semoga kau tenang di alam sana, Selly Wu.. Huh! Itu akibatnya jika kau serakah, membuat Seungyeo jatuh cinta padamu.” Ezyta langsung meninggalkan kediaman keluarga Wu dengan pintu terbuka. Sedangkan Selly, ia hanya terbaring bersimbah darah.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hey, mata eyeliner, itu seperti wanita gila itu..” Arlyna menunjuk satu titik.

“Tidak mungkin.. Kenapa juga dia berkeliaran di daerah sini?” Jawab Baekhyun cuek sambil menyetir dan memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah yang sudah ditinggali Selly dan Kris semenjak menikah.

“Tapi perasaanku tidak enak…”

Arlyna dan Baekhyun pun masuk karena dilihatnya pagarnya memang tidak terkunci. Mereka berdua berpikir karena itu untuk mempermudah akses masuk mereka yang memang akan ke rumahnya.

“Kok pintu rumahnya terbuka ya?” Tanya Arlyna pada Baekhyun.

“Mungkin biar kita langsung masuk?”

“Eonni tidak sembarangan membiarkan pintu terbuka, tahu!”

“Ya sudah, kita masuk saja..” Ujar Baekhyun. Arlyna pun berjalan lebih dahulu ke dalam.

“KYAAAAA!!!! Baekkii!!!! Tolong!!!” Arlyna kembali keluar dan menarik pria itu masuk.

“Eonni, irreonnaa!! Irreonna!!!” Mereka berdua menemukan Selly bersimbah darah.

“Bawa ke rumah sakit! Lyn, kunci pintunya, cepat!” Baekhyun menggendong wanita itu masuk ke dalam mobilnya.

“Kau, duduk di belakang, Lyn!” Baekhyun segera mengemudikan mobilnya ke rumah sakit setelah Arlyna yang masih menangis masuk ke kursi belakang. Kepala Selly dibiarkan diatas pangkuan Arlyna. Kedua tangan, bahkan baju gadis bermarga Lee itu penuh dengan darah yang berasal dari tubuh Selly.

“Baekki, ppalii!!!” Arlyna berteriak pada pria yang sedang mengemudikan mobilnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ige mwoya?!!! Selly di rumah sakit?!!!” Kris benar – benar terkejut mendengar kabar kalau istrinya masuk rumah sakit.

“Ne, ne.. Aku akan segera ke sana!” Kris menyambar jas nya dan langsung keluar dari gedung perkantorannya menuju rumah sakit yang sudah diberitahu oleh Baekhyun.

Setibanya di rumah sakit, Kris terlihat terengah – engah menghampiri Baekhyun.

“Bagaimana istriku?”

“Masih di ruang operasi, ge..” Ujar Baekhyun.

“Kris ge, aku yakin sekali itu Ezyta yang menusuk eonni!!” Arlyna menghampiri Kris yang sedang bicara pada Baekhyun.

“Menusuk?” Kris mengangkat sebelah alisnya bingung.

“Ne, Selly eonni ditusuk.. Aku melihat ada pisau lipat yang penuh dengan darah!”

“Kau sudah telepon polisi?” Tanya Kris.

“Sudah, ge… Polisi sekarang sedang mengusutnya. Dan sampai sekarang, rumah gege masih dijaga kepolisian dan dipasang garis polisi.”

“Okay, gwaenchana.. Xie-xie, Lyn..” Kris menepuk bahu gadis itu.

“Di sini siapa keluarga dari nyonya Wu?” Seorang dokter keluar dari ruang operasi.

“Saya suaminya.” Ujar Kris.

“Istri anda lukanya tidak terlalu parah. Luka tusuknya berada lima senti sebelah kanan dari lambungnya. Beruntung ia segera dibawa ke rumah sakit.”

“Ne, uisa-nim. Gamsahamnida…”

“Gege, aku ke ruang Michelle eonni ya…” Ujar Arlyna.

“Ne, katakan pada dia aku belum bisa menjenguk langsung karena aku masih harus menjaga istriku.

“Ne, gege…” Gadis itu menggandeng Baekhyun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppa…” Mendengar suara itu, Kris yang tertidur dalam posisi terduduk dengan kedua tangan yang bersedekap di dadanya, terbangun.

“Ne, yeobo… Aku di sini…” Kris menarik kursinya mendekat ke ranjang istrinya.

“Aku di rumah sakit ya… Cathrine…”

“Cath masih di rumah mommy.. Kau tidak usah khawatir.. Dia masih bisa minum susu formula dulu..” Ujar Kris.

“Geundae…”

“Sstt… Kau harus sehat dulu..” Kris menggenggam tangan istrinya dan mencium keningnya.

“Kenapa kau bisa seperti ini?” Tanya Kris yang ingin memastikan ceritanya dari Selly.

“Aku tidak tahu, oppa. Kejadiannya begitu cepat. Yang kuingat, Ezyta ke rumah kita, dan tiba – tiba dia menusukku.”

“Ezyta?” Selly mengangguk.

“Oppa tidak lapor polisi kan? Aku tidak mau dia dipenjara…”

“Aku tidak lapor polisi..” Kris mengusap kepala istrinya. Sesekali ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Selly. “Tapi Arlyn yang sudah melaporkannya ke polisi.” Lanjut Kris.

“Mwo? Kenapa dilaporkan?”

“Yaa… Aku juga setuju dengan Arlyn. Perbuatan Ezyta, harus mendapatkan hukuman. Oh, mungkin kau juga akan diperiksa kepolisian, yeobo.. Sebagai korban..”

“Oppa… Aku tidak mau urusannya semakin rumit. Lebih baik, kita cabut saja perkara ini..”

“Berkasnya sudah masuk di kepolisian, yeobo. Dan proses identifikasi sudah dilakukan. Mau tidak mau, kasus ini berlanjut.” Selly hanya menghela napas mendengar penjelasan Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Hanya selang beberapa hari, Ezyta berhasil diringkus kepolisian. Barang bukti, pisau lipat yang dilumuri darah itu sangat kuat karena terdapat sidik jari pelaku. Dan kesaksian Arlyna, Baekhyun, dan bahkan dari Selly sendiri sebagai korban juga memudahkan pelaku cepat ditangkap.

Hingga kini wanita itu tidak menyesal menusuk Selly. Bahkan ia hanya menyesal, kenapa Selly tidak mati saat ia menusuknya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Beberapa minggu pasca Michelle dirawat dan Selly keluar dari rumah sakit, Michelle akan melepas masa lajangnya. Dan tentu saja bersama pria yang dicintainya, Zhang Yixing.

“Ya! Baekki, kau kenapa tidak bisa diam?” Tiba – tiba Arlyna mengeluarkan suaranya mengomentari tunangannya Baekhyun.

“Molla. Aku juga tidak mengerti.” Jawab pria itu yang sedari tadi mondar-mandir di depan ruang ganti pengantin pria.

“Haish! Kau benar – benar aneh!” Arlyna berjalan meninggalkan pria itu menuju ruang pengantin wanita.

Rupanya di ruangan itu sudah terdapat Selly dengan kereta bayinya yang duduk di samping Michelle yang sudah dengan cantik dan anggun mengenakan gaun pengantin.

“Kyaaa~~~ Eonnie~~ Bagaimana kalau kita foto bersama?” Usul Arlyna.

“Aku bawa bayi, susah yaaaaa…” Ujar Selly.

“Yeobo.. Ah! Duibuqi, mengganggu sebentar…” Kris membuka pintu itu dan langsung menghampiri Selly, istrinya.

“Wae, oppa?”

“Eomma telepon..”

“Wae?” Tanya Selly. Kris hanya menggidikkan bahunya dan mengambil Cathrine yang berada di dalam kereta bayi untuk digendongnya.

Saat Selly di luar ruangan, Kris berniat menyusulnya. Tapi, Arlyna memanggilnya dengan ber-aegyo. “Gegeeeeee~~~”

“Mwo?” Tanya Kris datar.

“Fotokan kita bisa tidak?? Sekaliiiiii saja…”

“Haish~ kalian ini.. Mana?” Kris membaringkan Cathrine kembali di dalam kereta bayinya.

“Inii…” Arlyna menyerahkan ponselnya pada Kris.

“Hana… Dul.. Set..” Ujar Kris.

“Oppaaaaa~~~ Mau ikuuuttt~~~” Tiba – tiba Selly masuk tepat pada saat Arlyna dan Michelle sedang difoto oleh Kris.

“Haaahh~~~ Dasar wanita…” Batin Kris.

“Chakkaman, chakkaman..” Selly kemudian menggendong Cathrine, dan bergabung pada Arlyna juga Michelle untuk difoto.

“Hana..dul..set..”

“Michelle-ssi…. Silahkan keluar…”

“Oh, ne…”

“Yeah! Akhirnya, kedua eonni ku menikah!” Seru Arlyna.

“Dan untuk selanjutnya, kau… Kkkk..” Kekeh Michelle.

Pesta yang bertemakan garden party ini berlangsung meriah. Seorang pria dengan setelan jas berwarna silver yang dipadukan dengan dasi berwarna hitam telah menunggu dengan tersenyum seolah ingin memamerkan lesung pipinya. Gadis yang bermarga Cho itu dalam hitungan menit, akan mengubah marga keluarganya menjadi Zhang.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yaa! Bagaimana kalau kita foto?” Usul Baekhyun.

“Ada apa dengan insane couple ini? Kau dan Arlyn sama – sama narsis kah? Dari tadi, dia ribut ingin foto. Dan sekarang kau juga?” Kris berkomentar.

“Oppa….” Selly menepuk lengan suaminya.

“Aku hanya mengutarakan kenyataan, yeobo…”

“Ppali, tidak kah gege lihat, kalau aku sangat keren!” Ucap Baekhyun.

“Keren? Iuuuhh~~~” Arlyna memalingkan wajahnya.

“Kau jangan berpura – pura… Kkk..” Baekhyun terkekeh sembari mencolek dagu gadis bermarga Lee itu.

“Ehem! Jadi, apa kita jadi berfoto bersama?” Tanya Yixing.

“Tentu saja!” Baekhyun terlihat antusias.

Sebuah foto dimana Kris dan Selly yang tengah menggendong Cathrine juga Baekhyun dan Arlyna terlihat mengapit pasangan pengantin baru Michelle dengan Yixing menjadi saksi bisu tentang persahabatan, percintaan yang rumit, dan juga kekeluargaan yang terjalin.

THE END

15 tanggapan untuk “Complicated in Love”

  1. Yeheeyyyy waiting for sequel aja inimah.. Wkwk*gataudiri*
    Arlyn baekki nikaaaaaahhhhhh coming soon hehe..
    Ck. Ezyta masi mmbahayakan otaknya wkwk.. Yaampun tao kasian*peluktao*
    Keren thor keren…^.^9

  2. Keren thor ceritanya >_<
    Walopun ni ff panjang, tapi bacanya nggak kerasa sanking asiknyaa xD
    Next yaa thorr, di tunggu sequelnya xD

  3. wowww…kirain ceritanya bakal sederhana tetapi ternyata konfliknya banyak ya…
    hehehe…
    sayang aja ada wanita ky ezyta ya,,,kasihan sebenernya…huffttt…
    thx 4 the story 🙂

  4. Keren banget thor,,, cereitanya sama kyk judulnya complicated, tp gak ngejelimet jadi enak dibaca… Bener2 bagus thor.. 1000 jempol buat author!!!!!

  5. Aku seneng ceritanya panjang plus ringan sama jelas juga dijelasin tiap part2nya tuh. Ternyat dunia itu memang sempit ya kekekeke daebak neomu neomu daebak
    ^^

  6. Aku seneng ceritanya panjang plus ringan sama jelas juga dijelasin tiap part2nya tuh. Ternyat dunia itu memang sempit ya kekekeke daebak neomu neomu daebak ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s