[FF FREELANCE] I Love Music Like I Love You

Tittle                : I Love Music Like I Love You

Author             : Park Gyuri.

Main Cast        : Park Jihyun (OC)

Byun Baekhyun

Support Cast    : Park Chanyeol.

Genre              : Friendship, Romance. School Life.

Rating              : PG

Lenght             : Oneshoot.

Summary         : “Ketika cinta itu datang melalui sebuah musik, aku merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya“.

Disclaimer       : Semua Cast milik Tuhan, appa, eomma dan agensinya, aku Cuma pinjem mereka, tapi Alur cerita, plot adalah milik saya seorang.

Mian jika banyak typo, maklum ini FF pertama aku. Tolong dihargai ya chingu. FF ini murni dari otak aku sendiri. Makasih ya sebelumnya buat admin yang udah ngepublish FF ini . Dan please , don’t be a plagiator.

Telihat seorang yeoja sedang duduk manis di depan sebuah Grand Piano putih yang sudah usang di Ruang Musik. Jari-jarinya menari dengan indah diatas tuts tuts piano itu. Yeoja itu sedang memainkan lagu piano Fur Elise karya Bethoven dengan lihainya.

‘Melody ini sungguh nyaman dan menenangkan’ batin yeoja itu setelah menyelesaikan permainannya. Yeoja itu tidak sadar bahwa sepasang mata terus memperhatikannya. Ya, gadis itu bernama Park Jihyun. Dia termasuk siswa yang cerdas dan populer di Namhwang High School. Bukan hanya dia cantik, cerdas, dan kaya, dia juga memiliki kepribadian yang baik. Ia seorang yang amat mencintai musik sejak usianya 7 tahun. Dia sering mewakili sekolahnya dalam perlombaan musik. Entah itu menyanyi, bermain alat musik atau mengkomposer lagu.

“Wah daebak. Permainanmu sungguh indah sekali, aku bahkan benar-benar menghayatinya“ Seru seorang dengan senyuman yang manis sambil bertepuk tangan. Jihyun terkejut karena ada orang yang sedang memperhatikan dirinya. Saat melihat namja itu merasa familiar dengan senyuman itu.             “Kau…siapa ? Sejak kapan kau berada disini?”. Lalu namja itu menjawab “Hehe… sejak tadi” jawabnya sambil nyengir. “Umm, perkenalkan aku Byun Baekhyun, senang bertemu denganmu” lanjut Baekhyun sambil mengulurkan tangannya.

Baekhyun’s POV

Hari ini hari pertamaku masuk kesekolah baru di Seoul. ‘Jadi ini sekolah baruku “Namhwang High School”. Semoga tidak seperti sekolah lamaku huh’ batinnya .

Namja itu masuk Kelas XI A. Disepanjang koridor sekolah, banyank murid-murid menatapnya dan membicarakannya, terutama murid yeoja.

“Eh eh, siapa dia ? Tampan sekali “ Ucap salah seorang yeoja.

“KYAAA, neomu kyeopta, aku mau menjadi yeojachingunya” Ucap seorang sunbae yeoja di sekolah ini .

Aku terus saja berjalan lurus kedepan tanpa menghiraukan mereka, issh mereka itu mengganggu sekali, ternyata sama saja di sekolah lama.’ What ? mau jadi yeojachinguku , sayangnya aku tidak suka yeoja-yeoja seperti kalian. Maaf ya’ batinku.

“Sepertinya dia anak baru disini . Hmm semoga ia bisa tabah menghadapi yeoja-yeoja disini” Ucap salah seorang namja yang melihatnya prihatin.

SKIP.

“Selamat pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Inggris, perkenalkan namamu “ ucap Lee Seongsaenim.

“Annyeonghaseyo chingudeul, choneun Byun Baekhyun imnida, bangaseubnida” ucapku sambil membungkuk 90o .

“KYAA, KAU TAMPAN SEKALI BAEKHYUN-AH” teriak salah satu yeoja di kelas ini. ‘Huh, aku malas sekali dengan mereka, kenapa berlebihan sekali sih’ gerutuku dalam hati, baru 1 hari disini, gimana 2 tahun kedepan’ gerutuku dalam hati.

“Sudah-sudah, harap tenang anak-anak, Nah Baekhyun-ah, kau bisa duduk disana ya, disebelah Park Chanyeol”

“Anak-anak buka buku kalian halaman 153, kerjakan semua soalnya” lanjut Lee Soengsaenim.

“Gamsahabnida saem”.

“Hei, annyeong, Park Chanyeol imnida” ucap Chanyeol dari samping kiriku saat aku sudah terduduk di bangkuku.

“ Annyeong, eh iya Chanyeol-ssi, ngomong-ngomong meja di sebelahku inu milik siapa? Kok kosong” tanyaku penasaran padanya.

“ Oh, itu, itu kursi milik Park Jihyun, anak itu memang sering bolos di jam pelajaran ini, entahlah apa yang ada dipikirannya, mungkin karena Lee seongsaenim itu pamannya kali ya. Tapi herannya dia itu selalu juara kelas, bahkan tidak ada murid disini yang bisa melampauinya. Wah, dia itu gadis idaman banyak namja disini, termasuk aku, hehe” balasnya panjang lebar sambil menunjuk dirinya dengan ibu jari. Aku jadi penasaran kepada yeoja yang bernama Jihyun itu. Ahhh sudahlah. Moodku suah buruk ini gara-gara dikoridor sekolah tadi, aku jadi malas mengikuti pelajaran. Labih baik aku berkeliling sekolah sebentar untuk mengembalikan moodku.

“ Permisi saem, aku sedaang tidak enak badan, bolehkah aku ke UKS untuk istirahat ?”

“Tentu, istirahatlah”

Saat berjalan dikoridorsekolah lantai 2 aku mendengar alunan piano, lagu ini aku tahu, ini adalah lagu piano Fur Elise karya Bethoven. Indah sekali permainannya. Saat kuketahui suara ini berasal dari dalam ruangan diujung koridor ini, aku langsung masuk kedalamnya dengan perlahan, aku tidak mau orang yang sedang memainkan piano itu akan mengetahui bahwa diriku masuk kedalam dan memperhatikannya. ‘Neomu yeppeo’ itulah kesan pertamaku saat melihat yeoja itu.

Baekhyun’s POV END.

Jihyun’s POV

“ Umm, perkenalkan aku Byun Baekhyun, senang bertemu denganmu”

“ Oh, ne, aku Park Jihyun” jawabku sambil membalas senyumannya. ‘Tampan’ kesan pertama saat aku melihat senyumannya yang manis itu. Eh? Apa yang aku pikirkan, ani, ani. Hanya saja kenapa wajah dan senyuman itu begitu familiar di mataku, tapi siapa ? Ah pasti hanya perasaanku saja.

“Jadi, kau yang bernama Park Jihyun?

“Eh?“

“Ani, tadi Chanyeol memberitahuku”

“Oh, si tiang itu ya”

“Tiang?”

“Ne, kau lihat saja tingginya itu saat ia berjalan, mirip tiang berjalan, kkk”

“Umm , Sepertinya kau anak baru disini, aku baru kali ini melihatmu ?” Ucapku.

“Ne, aku pindahan dari Inggris, dan kita satu kelas, oh ya, aku duduk diantara kau dan Chanyeol, semoga kita bisa berteman baik ne ?”

“Mwo? Benarakah? Ne, aku harap kita bisa menjadi teman baik, lalu kenapa kau ada disini, kau bolos?”

“Lalu, kau juga sedang apa disini? Bukankah kau juga membolos?”

“Oh, aku sudah biasa, malas saja,membosankan, lagipula, walaupun aku membolos pelajarannya, tidak berpengaruh terhadap nilaiku tuh” Balasku sinis. Dasar namja ini, aku tanya kenapa balik tanya sih.

“Ne ne , kau kan cerdas dan selalu juara kelas, bahkan tidak ada yang bisa melampauimu, aku percaya kok” Dasar, pasti si tiang Chanyeol yang berkata seperti ini padanya, awas saja kau tiang, aku akan membalasmu.

“Kenapa kalau iya?” kataku datar.

“Ani, karena kita sudah terlanjur membolos, bagaimana jika kita menghabiskan waktu disini bersama, kau bermain piano, dan aku yang menyanyi, otthe?”

“Boleh juga, sepertinya menyenangkan, tapi kita menyanyikan lagu apa ?”

“Terserah kau saja”

“Baiklah”. Jihyun menggeser duduknya agar Baekhyun bisa duduk disampingnya. Jari-jari milik Jihyun mulai menekan tuts piano tersebut Baekhyun pun mulai menyanyi.

Lying beside you here in the dark feeling your heart beat with mine

Softly you whisper you’re so sincere how could our love be so blind

We sailed on together we drifted apart an here you are by my side

So now i come to you with open arms nothing to hide belive what i say

So here i am with open arms

Hoping you’ll see what your love means to me

Open arms

Living without you living alone This empty house seems so cold

Wanting to hold you wanting you near how much i want you home

But now that you’ve comeback turned into day i need you to stay

So now i come to you with open arms nothing to hide believe what i say

So here i am with open arms

Hoping you’ll see what your love means to me

Open arms , woah

Hoping you’ll see what your love means to me

Open arms

(Open arms – Journey)

Prok prok prok

Setelah lagu itu selesai dimainkan, mereka tertawa dan bertepu tangan bersama.

“ Wah kau daebak Baekhyun-ah, suaramu sangat merdu” ‘ya suaramu sangat indah dan sangat familiar bagiku’ lanjutku dalam hati.

“ Jinjja? Gomawoyo Jihyun-ah, permainan pianomu juga tidak kalah hebat kok”

“Hehe… Gomawo. Jihyun gitu loh kkk” Jawabku dengan ibu jari dan telunjuk didagu.

Jihyun’s POV END

Semenjak kolaborasi yang mereka lakukan di ruang musik, mereka semakin dekat, Saat istirahat tiba, mereka akan langsung berlari ke ruang musik untuk menjalankan aktivitas seperti biasa—berkolaborasi menyanyi dan bermain alat musik.

“Jihyun-ah, bagaimana dengan lagu ini, apakah cocok untuk dinyanyikan saat acara ulang tahun sekolah kita 1 bulan lagi?”

“Hmm… menurutmu bagaimana?” balas Jihyun yang membuat Baekhyun kesal.

“Ck… kau ini, aku tanya kenapa balik bertanya sih?”

“Mian, wajahmu lucu kalu sedang kesal, ne, aku suka lagu ini, menurutku bagus jika dinyanyikan saat acara ultah sekolah bulan depan.”

“Jinjja? Kalau gitu mau berduet denganku? Akan lebih baik hasilnya kalau dinyanyikan dengan berduet”

“Tentu saja, kenapa tidak”

“Oh iya, aku nanti pinjam catatan Biologimu ya, habisnya tulisan dipapan tulis tidak jelas sih”

“Ne, kapan kita mulai latihan ?”

“Besok pulang sekolah bagaimana?”

“Ide bagus, nanti kuantar kamu kerumah ya”

“Tidak usah, aku nanti pulang bersama oppa”Jawab Jihyun sambil membaca pesan di ponselnya.

“Oppa?”’ siapa maksudnya, kakak atau pacarnya? Tapi setahuku ia tidak punya kakak tuh’ tanyaku dalam hati.

“Ne, sudah dulu ya,aku pergi dulu, Minra pasti sudah menungguku di kantin, annyeong”

“JANGAN LUPA KAU NANTI MEMINJAM BUKUKU” teriakku saat ia sudah menjauh dariku.

“NE” balasnya sambil berteriak.

“Oppa, tunggu aku, kau mau meninggalkanku eoh?” Jihyun berlari sambil setengah berteriak mengejar Chanyeol yang ada didepannya.

“Ck, habisnya kau lama sekali sih, kau tahu aku sudah berdiri menunggumu di depan gerbang 15 menit lebih, huh… berduaan terus dengan Bacon kau jadi melupakanku eoh?”

“Aniyo oppa, tidak mungkin aku melupakan belahan jiwaku sendiri, mian oppa, aku janji tidak akan mengulanginya” ucapku memelas dengan V sign agar ia mau memaafkanku. Ya tentu saja Belahan Jiwa adalah saudara kembarnya, Chanyeol yang lebih tua beberapa jam dari Jihyun.

“Huh… kau itu. Kalau gitu poppo, baru aku akan memaafkanmu” Ucap Chanyeol sembari menunjuk pipi kirinya.

“OPPA, kau itu apa-apaan sih, ini tempat umum”. Ucapku tidak terima.

“Haissh, kau itu dulu sering sekali melakukan itu. Kau tahu? Aku bahkan sampai ditertawakan eomma, appa, eonni dan teman-temanku”.

“Itu kan saat aku masih kecil, sekarang aku sudah dewasa”

“Apa bedanya? Kau masih tetap adik kecilku, baiklah kalau kau tidak mau” jawab Chanyeol sambil berlalu pergi.

CUP

“Puas”.

“Belum”

“MWO?”

CUP

Chanyeol balik mencium pipi adiknya kesayangannya itu. “Gomawo Chagi” Ucap Chanyeol sambil mengusap pelan rambut Jihyun.

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat semua yang mereka lakukan dengan tatapan yang sulit diartikan.

Baekhyun’s POV

“Baekhyun-ah, aku duluan ne?” kata Jihyun pamit kepada Baekhyun lalu berlari keluar gerbang sekolah.

“AHH, aku hampir lupa, katanya dia mau meminjam catatanku, masih muda tapi sudah pikun, dasar yeoja aneh”ucapku sambil menepuk dahiku dengan keras” kukejar saja dia pikirku.

“OPPA, tunggu aku, kau mau meninggalkanku eoh?” Bukankah itu suara Jihyun, dan siapa yang ia panggil oppa itu?HAHH… Chanyeol? Apa yang mereka lakukan berdua dijalan sepi begini.

CUP

A..ap…pa yang Jihyun baru saja lakukan? Jihyun mencium Chanyeol. Mereka punya hubungan apa sebenarnya?

CUP

“Gomawo Chagi”

Chan..Chanyeol balas menciumnya dan dia juga berkata apa? Chagi? Ja-jadi selama ini mereka sudah berpacaran. Mereka bahkan sangat serasi, Jihyun cantik dan baik dengan Chanyeol yang tampan dan …tinggi.

“Sesak, rasanya kenapa sakit sekali” aku bergumam sambil memegang dadaku.

‘Jihyun-ah, apa kau tahu? Aku menyukaimu ani aku mencintaimu, sangat mencintaimu sejak pertama kali aku bertemu denganmu. Apa kau masih mengingatnya? Kurasa tidak’ pikirku.

Aku berjalan pulang tanpa ada semangat, jika orang melihatku, aku terlihat seperti orang yang sudah kehilangan semangat hidup.

Cinta pertamaku mungkin harus kurelakan demi sahabat dekatku, aku tak ingin persahabatabku dengan mereka rusak karena diriku, tapi kenapa ini begitu sulit, semakin kucoba untuk melupakannya, semakin pula aku mencintainya.

“Jihyun-ah, saranghae, jeongmal saranghae, aku akan selalu mencintaimu, walaupun kau tidak pernah mencintaiku”

Baekhyun’s POV END

Jihyun’s POV

Keesokan harinya…

“Baekhyun-ah, aku pinjam buku catatanmu kemarin, mian kemarin aku lupa”

“…..”

“Baekhyun-ah, kau mendengarku ?”

“Ige” Ada apa dengannya? Nadanya sungguh dingin dan… menusuk dihatiku. Sakit . Apa aku punya salah dengannya.

“Gomawo”

“…..” Kuhampiri Chanyeol yang sekarang sedang bersama teman-temannya di meja belakang.

“Yeolli oppa, Baekhyun kenapa? Apa kau tahu?”

“Mollayo”.

Istirahat…

“Baekhyun-ah, ayo kita latihan”

“Mianhe, lebih baik penampilan kita dibatalkan saja, aku sibuk” Jawab Baekhyun lalu berlalu pergi meninggalkanku.

DEG

Sakit. Kenapa dia seperti ini padaku, apa salahku? Kenapa?

______

Sudah seminggu ini Baekhyun selalu menghindariku, bahkan saat istirahat, ia sudah tidak pernah datang lagi ke ruang musik. Aku sering melihatnya di kantin dengan teman-temannya, bahkan kemarin saat aku pulang sehabis membeli buku, aku melihatnya sedang bersama Kim Sun Hee di taman kota. Melihatnya tertawa lepas bersama Sun Hee rasanya begitu sakit, eh kenapa aku memikirkan ini? Siapa Baekhyun? Dia bahkan bukan namjachinguku. Jihyun paboya sesuka dia dong mau berteman dan berpacaran dengan siapa? Ingat pelajaran Jang Seongsaenim tentang hak asasi manusia. Arraseo?

Di sini, di ruang musik tempatku berada, aku mulai menekan piano itu dan mulai menyanyi

There’s a song that’s inside of my soul

It’s the one that i’ve tried to write over and over again

I’m awake in the infinite cold. Would you sing to me over and over again

So, i lay my head back down. And i lift my hands and pray

To be only yours, i pray, to be only yours

I know now you’re my only hope

Sing to me the song of the stars og galaxy dancing

And laughing and laughing again

When it feels like my dream are so far

Sing to me of the plans that you have forme over again

So, i lay my head back down. And i lift my hands and pray

To be only yours, i pray, to be only yours

I know now, you’re my only hope

I give you my destiny. I’m giving you all of me

I want your symphony, singing in all that i am

At the top of my lungs, i’m giving it back

So, i lay my head back down. And i lift my hands and pray

To be only yours, i pray, to be only yours

I know now you’re my only hope. Hmmmm, hmmmm, ooooh

(Only Hope ~ Mandy Moore)

Tak terasa air mataku mulai berjatuhan. Segera kuseka air mata ini. Sekarang aku benar-benar merasa sepi dan sendiri.

“Jihyun-ah” Ada seseorang yang memanggil namaku, segera kutolehkan kepalaku untuk mengetahui siapa yang memanggilku barusan, saat kutolehkan kepalaku, aku benar-benar terkejut.

“Bae…baekhyun”

Jihyun’s POV END

Baekhyun’s POV

Sekolah begitu sepi, karena waktu pulang sekolah sudah 30 menit yang lalu. Entah, kenapa aku merasa sangat rindu sekali dengan ruang musik.

Suara siapa itu? Sungguh merdu, jangan-jangan…. Aku yakin suara ini adalah suaranya, kuberanikan diri untuk membuka pintu ruang musik itu.

DEG

“Jihyun-ah” panggilku. Kenapa dia menangis, pasti ini semua karena aku, Hyunnie, mianhe, jeongmal mianhe.

“Bae…baekhyun” ucapnya kaget sambil menyeka air matanya.

“A..ap..apa yang…kau lakukan disini Baekhyun-ssi?” lanjutnya. Sepertinya ini memang salahku, ssi, bahkan ia memanggilku denga seformal itu.

“Oh…aku…aku hanya lewat dan tidak sengaja mendengar suara nyanyian disini, jadi tadi yang menyanyi kau ya”ucapku sinis.

“Baekhyun-ssi, ada yang ingin kubicarakan denganmu”

“Hmm, baiklah”

Aku keluar dari ruang musik, kami menuju bukit dibelakang sekolah yang sepi. Aku berjalan mengekorinya dibelakangnya.

Saat di Bukit…

“Baekhyun-ssi, kenapa kau menghindariku?”

”…..”

“Kenapa kau tidak pernah datang keruang musik lagi?”

“…..”

“Kenap-“

“CUKUP” belum selesai ia berbicara, aku sudah memotong perkataannya dengan berteriak, aku sungguh tidak kuat melihatnya seperti ini.

“CEPAT KATAKAN APA SALAHKU SEHINGGA KAU MENJADI SEPERTI INI PADAKU” ucapnya berteriak, kulihat air mata kembali turun dari pelupuk matanya, segera dia menyekanya  dan menatapku tajam.

“Aku ,hanya tidak ingin persahabatanku dengan Chanyeol rusak”

“Ma…maksudmu?”

“Bukankah kau yeojachingu Chanyeol? Aku hanya tidak ingin Chanyeol salah paham terhadap kedekatan kita”

“……” Sepertinya ia bingung dan masih mencerna kata-kataku. Dan…

“Buahahahahaha” mwo, dasar yeoja aneh, baru saja ia tadi habis menangis, dan sekarang ia malah tertawa.

“Yak, kau itu kenapa ha? Apanya yang lucu?” aku membentaknya. Bukannya berhenti tertawa, ia semakin keras tertawa.

“Aduhh…perutku sakit, buahaha, jadi karena ini? Buahahaha”

“Dasar yeoja aneh” sesaat kemudian ia berhenti tertawa dan menatapku serius.

“Baek, apa kau cemburu padaku dan Chanyeol?” wajahku mulai panas.

“Ani… buat apa aku cemb-“

“Jujur, kau cemburu? Cemburu pada kakakku?” Mwo, kakak?

“Kakakmu?”

“Ne Chanyeol itu kakakku, tepatnya saudara kembarku, jadi karena itu?”

“Bagaimana kau bisa mengira bahwa aku dan Chanyeol berpacaran?

Pada akhirnya aku menceritakan semua kejadiannya hingga aku yang mencoba untuk menghindarinya, ia mendengarkan semua penjelasanku dengan seksama, dan kadang wajahnya merona merah karena menahan malu saat aku menceritakan kejadian dimana ia dan Chanyeol berciuman. Wajahnya semakin manis saat sedang menahan malu dan semburat merah muncul di kedua pipinya. Ingin sekali aku mencubit pipinya, tapi kuurungkan niatku.

“Dwaesseo, sekarang kita keruang musik, kita tidak boleh membatalkan penampilan kita. Kita masih punya waktu seminggu untuk latihan, ppalli”

Setelah berkata seperti itu, ia langsung menggandeng tanganku, wajahnya sangat datar dan serius.

Dan tanpa diketahui Baekhyun, hati Jihyun berbung-bunga, ia memasang tampang datar untuk menyembunyikan kebahagiannya, tak ia sangka bahwa Baekhyun cemburu terhadap dirinya dan kakaknya.

“Bagaimana jika lagu ini saja, waktu kita hanya sedikit”ucap Jihyun.

“Baiklah lagu ini juga bagus” ucapku menyetujuinya

“Ne, baiklah, aku pulang dulu Baek, besok kita harus kerja keras, Arra?”

“Ne, mau ku antar”

“Boleh, jika kau yang meminta”

Baekhyun’s POV END

Jihyun’s POV

“Jadi begitu oppa ceritanya”

“Jinjja? Buahahahaha, Jadi Baekki cemburu padaku? Buahaha”

Saat ini aku sedang berada di kamar yeolli oppa, setelah makan malam bersama keluarga. Aku menyusul oppa ke kamarnya dan menceritakan semuanya.

“Jihyun-ah, kau menyadarinya tidak?”

“Waeyo oppa?” tanyaku bingung.

“Jika dia cemburu kau dekat dengan namja lain, bukankah berarti ia menyukaimu?”

“Mwo? Dwaesseo oppa, molla, aku tidur dulu, bye oppa?”

Setelah Jihyun keluar dari kamarnya, namja itu terus saja tersenyum konyol mengingat cerita adiknya barusan.

Jihyun’s POV END

Keesokan harinya….

At Class

Chanyeol’s POV

“Bacon”

“Ne? Ada apa?”

“Kau menyukai Jihyun kan? Tanyaku to the point dengan nada menggoda.

“M-mwo? Apa maksudmu?” Kulihat wajahnya memerah, mungkin karena gugup kali ya. Haha Baekhyun wajahmu lucu sekali.

“Tidak usah bohong, kau cemburu kan saat aku mencium pipinya?” Haha wajahmu semakin merah Baek.

“…..”

“Haha, sudah kuduga”

“Tap..tapi bag-“

“Kau tau Baek, walaupun dia gadis idamanku, tidak mungkin kan aku menyukai bahkan memacari adik kandungku sendiri. Lagipula kau tahu, aku sudah punya orang yang spesial bagiku?” bisikku tepat di telinganya.

“Jadi benar dia adikmu?”

“Ne? Tentu, dia saudara kembarku, dan kau tahu kebiasaannya saat masih kecil? Ia sangat suka memeluk bahkan mencium pipiku, huh anak itu suka membuatku malu didepan teman-temanku. Saat kami berjalan bersama pada saat sedang berbelanja atau pulang sekolah, kami sering dikira pasangan kekasih” Jelasku panjang lebar. Dia hanya mengangguk tanda mengerti.

“Tidak usah cemburu, lagipula… dia sepertinya juga menyukaimu kok”

“Sudah ya Baek, aku pergi dulu, semoga kalian langgeng, kkk”

Chanyeol’s POV END

“Ah….lelahnya” ucap Jihyun lalu mengambil posisi tiduran di rumput bukit belakang sekolah.

“Nado” Aku mengikuti apa yang dilakukannya, rasanya sangat nyaman setelah 3 jam latihan.

“Hyunnie..”

“Ne?”

“Apa kau masih ingat padaku?”

“Maksudnya?” sekarang ia berbaring menghadapku, bahkan ajah kami begitu dekat.

“Ayo jangan sedih kita lakukan jurus tepuk tangan tiga langkah tepuk tangan tiga langkah”

“I…it..itu bagaimana ka..u bib..bisa?”

FLASHBACK 10 YEARS AGO

Seorang gadis kecil berumur 7 tahun tengah berdiri di tepi danau dan sedang melaempar batu kedalam danau. Ia terlihat sedang kesal dan menggerutu tidal jelas.

“Hey, apa yang kau lakukan?”Gadis kecil itu pun menoleh “Apa maumu? Gadis itu berkata dengan sinis lalu kembali melempar batu kedalam danau.

“Hey, jangan melempar batu lagi, kasihan ikan yang hidup di dalam sana” Kata Baekhyun kecil.”Bukan urusanmu” kata Jihyun kecil.

“Ehm, sepertinya kau sedang ada masalah, mau bercerita ?” bukannya mengindahkan kata Jihyun, ia malah menyuruh gadis itu untuk mnceritakan masalahnya.

“Aku benci jika selalu dibandingkan dengan oppa dan eonni, appa dan eomma selalu pilih kasih kepada mereka dengan alasan yang tidak masuk akal, hanya karena musik atau apalah yang berbau dengan musik mereka langsung heboh sendiri dan berkata ’wah anak appa pintar ya, bisa bermain gitar dengan merdu’ kau tahu bagaimana rasanya, menyebalkan.” Jelas Jihyun kecil panjang lebar.

“Kau benci musik, jika iya, apa alasanmu?”

“Bukan benci, tapi tidak suka, karena itu mereka selalu pilih kasih.”

“Hanya karena itu? Baik akan kubuat kau akan mencintai musik lebih dari apapun” Ucap Baekhyun kecil dengan mantap.

“Huh”

“Ayo jangan sedih kita lakukan jurus tepuk tangan tiga langkah tepuk tangan tiga langkah” Baekhyun berdiri, tersenyum dan bertepuk tangan dengan rianya.

”Apa yang kau lakukan?”

“Prok prok prok 1. Jangan cemberut nanti kamu jelek, 2. Ayo mulai menyanyi bersama, 3. Kita tertawa bersama dan hati kita bahagia. Ayo kita menyanyi” Jihyun bingung, tapi akhirnya ia mengikuti apa yang dilakukan Baekhyun. Mereka bernyanyi dengan rianya. Jihyun akhirnya tersenyum dan tertawa bersama Baekhyun setelah selesai menyanyi.

“Menyenangkan bukan, apa yang kau pikirkan tentang musik itu salah, sekarang cobalah untuk menyukai dan menghargai musik, orangtua dan kakakmu pasti bangga denganmu”

“Ne, entah kenapa aku merasa sangat bahagia setelah melakukan ini bersamamu, aku akan mencoba untuk menghargai musik, melody yang kau nyanyikan tadi benar-benar indah dan membuatku semangat, terimakasih”

“Sama-sama, aku harap kita bisa bernyanyi bersama seperti ini lagi”

“Aku harap juga begitu”.

“Baguslah, oh ya nama-“ belum selesai berbicara ada seorang yeoja yang memanggil Baekhyun.

“Chagi, ayo kita pulang, sudah sore”

“Eh, sudah dulu ya, aku takut eommaku marah. Dah”Baekhyun langsung berlari menghampiri ibunya.

“Aku tak tahu siapa dirimu, tapi terimakasih, melalui sebuah melody yang indah kau sudah membuatku bahagia dan mencoba membuatku menyukai musik, sekarang aku mulai menyukai musik dan juga dirimu, aku harap kita bisa bertemu kembali” gumam gadis itu seraya menatap kepergian Baekhyun bersama eommanya.

FLASHBACK END

“Ja..jadi, anak itu adalah kau Baekhyun-ah?” Jihyun berdiri dan menatap Baekhyun dengan pandangan tidak percaya.

“Ne, dan sepertinya usahaku berhasil. Hehe” Baekhyun pun berdiri di samping Baekhyun dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Bagaimana aku bisa melupakanmu, melupakan orang yang telah mengubah hidupku menjadi yang lebih baik”.

GREP

Jihyun langsung memeluk Baekhyun dengan erat, namja itu terkejut, tapi ia akhirnya ia juga membalas pelukan Jihyun.

“Hiks…hiks…bogoshipeo, nan jeongmal bogoshipeoyo”

“Nado Jihyun-ah, jeongmal bogoshipeo” Baekhyun mengelus rambut Baekhyun dengan lembut.

“Kenapa aku jadi sangat gugup, aku takut mengecewakan semuanya” Baekhyun menggenggam tangan Jihyun dengan erat.

“Tenang, ada aku yang disisimu, berpikirlah positif, arra?

“Ne, gomawo Baekhyun-ah”

“Ayo ini giliran kita” Setelah dipanggil oleh pembawa acara, mereka langsung naik ke atas panggung. Mereka mulai bernyanyi bersama diatas panggung yang sama.

All we need is foreverlove tonight just to letit all go and then forget

The miracle of our love will create the most important truth to us

With your straight eyes look at no one but me, don’t look away

And with your gaze, my heart will go on

And i will wish, for you, all of the love i have, to give to you

At night, i wake up, hearing in my ears

I heard your voice calling and crying for my love, oh love

I don’t know why you’re crying out so loud

Even from far away, i’m there with you

Please do not turn away, don’t ignoremy crying sound

Even if to you it is nothing but my childish tears

Please do not go away, don’t leave me all alone

I need all of the love that you can give

All we need is forever love tonight just to let it all go and then forget

The miracle of our love, will create the most important truth to us

With your straight eyes, look at no one but me, don’t look away

And with your gaze, in my heart will go one

And i will wish, for you, all of the love i have, to give to you

I never feel hurt me, deep inside my heart

             I still have the courage you gave me

you filled my mind with all of your love

you filled my heart with the love you gave me

i close my ears, when i close my wet eyes

all that i can see is the love that you shared with me there

When i open my self, i want you there

I knew that God had blessed me when i met you, i still believe

With you here, our love won’t let me down ever.

 

PROK PROK PROK

“Gamshahabnida” seru keduanya sambil membungkuk kehadapan penonton 90o .

“Horee, hari ini sukses, bahkan eomma,appa,oppa dan eonni memujiku”

“Kau bahagia?” tanya Baekhyun.

“Sangat”.

“Eumm, Jihyun-ah aku ingin mengatakan ini padamu”

“Apa?”

“Saranghae Jihyun-ah” Baekhyun tersenyum tulus.

“Ta..tapi sejak kapan? Apa kau serius?”

“Sejak pertama kalib bertemu denganmu, 10 tahun yang lalu, aku menyukaimu sejak kau tersenyum padaku di danau itu”

“Apa aku terlihat bercanda?” lanjutnya

“ Ani, nado saranghae Baekhyun-ah, aku berharap kau selalu disisiku karena aku sangat mencintaimu”

“Aku janji padamu Jihyun-ah”

Merekapun berpelukan di bukit belakang sekolah dibawah sinar Matahari terbenam, akhirnya pada hari itu mereka dapat mengeluarkan isi hati mereka masing-masing.

“Gomawo Baekhyun-ah, kau sudah mengajariku banyak hal, sekarang aku sudah menemukan kebahagianku yang sesungguhnya, yaitu musik dan dirimu”

Park Jihyun

“Aku sangat bahagia, akhirnya kau bisa mencintai musik dengan setulus hatimu, seperti aku yang juga mencintaimu”

Byun Baekhyun

END

 

16 tanggapan untuk “[FF FREELANCE] I Love Music Like I Love You”

  1. Haha.. ga bisa berkata2 bagus banget.. berasa dunia itu sempit, atau karana tokohnya dikit haha.. Itu semua tergantung authornya.. wkwkwk

  2. hehehehe…lucu juga ceritanya…
    yang sekeluarga sama chanyeol sangat beruntung,,cantik dan cakep soalnya,,xixixi,,jadi ngebayangin wajah jihyun
    lucu juga waktu baekhyun cemburu karena chanyeol tinggi,,,wkwkwkwk…
    ketawa sampe guling-guling,,,hehehe
    gomawoyo 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s