STAY

image

Author : Hwangyiu

Cast :

Xi Luhan ( EXO M )
Ryu Sena ( OC )
Oh Sehun ( EXO K )

Genre : Angst

Lenght : Oneshot

Rating : PG13

Poster by BABYHYUNNIE

Summary :

Ryu Sena dan Xi Luhan adalah sepasang kekasih. Awalnya, hubungan mereka berjalan lancar. Namun, segalanya berubah ketika sahabat lama gadisnya datang. Dan semuanya pun hancur berantakan.

Sanggupkah Luhan melihat kekasihnya bersama orang lain ?
Akankah ia tetap bertahan ataukah ia akan menyerah melupakan janjinya 2 tahun lalu ?

♀────────────♀

Disalah sudut taman kota itu, seorang lelaki duduk gelisah dibangku panjang. Sesekali, ia menengok kearah jalan raya. Barangkali, seseorang yang ditunggu nya datang.

Dia─Xi Luhan─ tengah menunggu seorang. Kekasih tepatnya. Namun, satu jam berlalu, gadisnya belum nampak juga. Suara samar kaki yang berlari makin lama makin jelas. Nampak seorang gadis berambut panjang terengah-engah dihadapannya. Dia, kekasihnya.

“Maaf, aku terlambat, sudah lama ?” Tanyanya sambil mengelus dada lalu duduk disamping Luhan.

“Belum, baru saja.”

Kalaupun satu jam bisa dikatakan, Sebentar.

Gadis itu tersenyum. Senyuman yang selalu membuat hati Luhan bergetar hangat. Tak seperti mantan-mantan nya yang lain. Entah, ada apa gerangan dalam tubuh Sena yang selalu bisa menariknya. Bagaikan medan magnet kehadiran Sena selama 3 tahun terakhir ini.

“Oppa, sudah makan ?”

Luhan mengangguk. Bohong. Yeah, dia berbohong. Jujur, sepulang dari bekerja ia langsung ke taman. Mengira gadisnya tidak terlambat. Berharap bahwa dengan menemuinya lebih cepat akan ada waktu luang lebih banyak. Demi kebersamaan yang jarang Luhan dapatkan. Ia sibuk bekerja dan Sena sibuk dengan Skripsinya.

“Kau darimana, Sena-ya ?”

“Aku baru saja membantu Sehun berbelanja.”

Jawaban Sena membuat Luhan terdiam. Sehun, ya, Oh Sehun, sahabat kecil Sena itu belakangan ini selalu menjadi topik yang dibicarakan oleh Sena. Sejak Sehun datang dari Amerika bulan lalu, gadisnya itu  sangat sering menghabiskan waktunya dengan Sehun. Tak jarang Sena telat menepati pertemuan nya dengan Luhan, bahkan Sena juga pernah membatalkan janjinya untuk menemani Luhan pergi ke pemakaman neneknya di Guang Zhou sana. Dan memilih menemani Sehun belajar ekonomi. Awalnya, Luhan merasa kecewa dengan Sena. Namun Luhan merasa bahwa ia tak bisa apa-apa. Karena, Sehun telah mengenal Sena bahkan jauh lebih lama dari waktu Luhan mengenal Sena. Karena itu Luhan lebih memilih untuk diam dan membiarkan Sena pergi bersama Sehun, walaupun hal tersebut selalu membuat hatinya perih. Ia bisa apa ? Tak mungkinkan tiba-tiba memisahkan dua sahabat yang lama tak berjumpa ?

“Oppa ??”

Jemari nya ia ayunkan di depan wajah Luhan. Membangunkan Luhan dari lamunan nya.

“Oppa, tak apa-apa ?”

Luhan menggeleng. Berbohong lagi. “Nan gwaenchana…”

Walau Sena yakin ada sedikit yang salah dengan Luhan, ia tak mau ambil pusing, ditariknya tangan Luhan kemudian berjalan ke stan Ice Cream tak jauh dari mereka.

“Oppa, ice cream apa ?”

“Tidak. Aku tak suka Ice Cream. Kau lupa ?”

Sena menepuk jidatnya. Seolah melupakan sesuatu. Memang. Kemana saja ia selama ini ?

“Ah… aku lupa kalau oppa tak suka Ice Cream, kalau begitu aku pesan Ice Cream cokelat  2″

“Banyak sekali dan itu… bukannya kau tak suka Cokelat ?”

Sena memandang Luhan disebelahnya sekilas, “Yang satu buat Sehun, dia sangat menyukai Cokelat…”
Sena mengambil Ice Cream itu kemudian berjalan bersama Luhan disisinya.

“Aku mulai menyukai cokelat karena Sehun. Kemarin dia memberiku Ice Cream rasa Cokelat sangat banyak…” kata gadis itu semangat sembari menjilati Ice creamnya. Tak menyadari perubahan wajah Luhan yang terluka.

“Bukankah kemarin kau pergi menemani ibu mu ?”
Tanya Luhan penuh selidik.
Kemarin, janji kencan mereka batal hanya karena Sena harus menemani ibunya pergi. Entah kemana.

“Iya, aku menemaninya mengunjungi ke rumah Sehun. Oppa tahu, disana rumahnya sangat luas, ternyata, Sehun sekarang sangat kaya raya…”

Dan setelah itu, Luhan hanya bisa menguatkan hatinya. Mendengar Sena berceloteh panjang lebar tentang Sehun.

Sehun, Sehun, dan Sehun !

Apa Sena lupa siapa kekasihnya saat ini ?
Kenapa Sehun ?
Kenapa harus Sehun ?
Kenapa bukan dia yang notabene kekasihnya sendiri ?

Apa kau lupa dengan ku ?

“OPPA !!!”

Seruan Sena di depan wajahnya sukses melemparkan Luhan kealam sadar. Dipandanginya wajah cemberut itu sambil mengeluarkan beribu maaf telah mengacuhkannya.

“Apa lamunanmu lebih menarik daripada diriku, oppa, kenapa dari tadi melamun saja ?”

Luhan memandangnya. Sendu.

Apa Sehun lebih menarik dariku, hingga hanya Sehun yang kau bicarakan dari tadi. Batinnya.

Lalu, ia mengelus rambut Sena namun segera gadis itu tepis.
“Maafkan aku, aku sedang banyak pikiran…”

“Lalu kenapa Oppa mengajak ku kencan jika sedang banyak pikiran ?? Tahu begini lebih baik aku menemani Sehun belajar ! Huh, menyebalkan !!”

Luhan hanya tersenyum pahit. Menyadari kekasihnya lebih suka bersama sang sahabat dari pada diri sendiri.

Sakit, hati ini sakit.

Dan Luhan, telah terbiasa.

“Maafkan aku, aku janji tak akan melamun lagi, kau bilang apa tadi ?”

Sena menepis tangannya kasar yang dipegang Luhan. “Lupakan, sudah tak penting !”

“Maafkan aku”

“Sudahlah, lanjutkan saja lamunanmu, oppa !!”

Luhan menatapnya tak mengerti.
Ia ‘kan sudah meminta maaf, apalagi ??

“Aku harus pulang, hari mau hujan, ibu pasti mencariku… dan… kencan kita batal !! Kau merusak segalanya, oppa !!”

Lalu, tanpa bisa Luhan cegah, gadis itu perlahan meninggalkannya. Membiarkan rasa sakit itu menyergap Luhan sendirian. Bersamaan itu, Hujan turun dengan derasnya. Membasahi bumi. Mengguyur Luhan. Mencoba mendinginkan hatinya yang terasa panas. Entah itu karena sakit ataukah cemburu. Yang jelas, hanya satu sumber ia seperti ini. Gadis bermarga Ryu itu.

Hati nya semakin memanas. Hingga bulir air matanya jatuh bercampur air hujan. Ia berjalan dan duduk dibangku taman. Tak menghiraukan tatapan aneh orang disekitar. Sebaliknya, Luhan merasa nyaman. Ia senang hujan. Karena hujan, ia dapat menyembunyikan air matanya. Air yang selalu membuat Luhan sadar, betapa rapuhnya ia saat ini. Betapa mudahnya ia dikalahkan oleh cupid-cupid cinta. Betapa bodohnya ia membiarkan hatinya terluka kala melihat Ryu dan Oh tanpa bisa berkata apa-apa.

Karena satu, baginya, cinta itu perlu pengorbanan. Walau sakit pun akan ia rasakan, tetap saja Luhan lakukan demi sang pujaan, Ryu Sena. Yang entah sampai kapan akan menyakiti hatinya.

♀─────♀

Luhan menatap gadis didepannya ini. Layaknya suatu keajaiban. Sena tiba saja datang kekantornya tanpa pemberitahuan sebelumnya. Apa ia sudah tak marah ? Begitulah pemikirannya.

“Tumben sekali, ada apa ?”

Sena tersenyum lembut. Membuat hati Luhan berdesir lega. Ia merasa, gadisnya telah kembali.

“Minggu depan, aku tidak bisa menemanimu ke Incheon, Sehun mengajakku liburan ke Jeju, tak apakan, oppa ?

Wajah lega itu seketika berubah menjadi kecewa. Selanjutnya, senyum kepalsuan menghiasi wajah tampannya.

“Tidak apa. Aku bisa pergi sendiri ke Incheon.

Sena tersenyum gembira,

“Sungguh? Terima kasih, oppa. Kau yang terbaik.”

Luhan hanya tersenyum kecil sambil menunduk dan menatap ubin kantornya.

Tidak apa, aku sudah sering merasakan ini, Sena-ya. Sakit ini, sudah biasa…

♀─────♀

Waktupun terus berlalu, masih diiringi dengan Sena yang sering  pergi meninggalkan Luhan karena Sehun. Tak jarang, membatalkan janji keduanya. Rasanya Luhan ingin sekali berteriak pada Sena dan mengatakan padanya untuk tidak pergi bersama Sehun. Ingin sekali ia menahan Sena saat dia mengatakan bahwa  akan pergi bersama Sehun.

Mengatakan bahwa dirinya lebih membutuhkan Sena saat ini. Saat kedua orang tuanya nyaris bercerai hari lalu.

Menghiburnya dengan sedikit berceloteh tentang kuliahnya ataupun memijat pundaknya yang terasa remuk. Dan sekali, dua kali membuatkan nya kopi ataukah memasak seperti dahulu. Sebelum lelaki bernama Sehun itu hadir ditengah kisah cintanya.

Luhan menghela nafas panjang. Matanya jauh menerawang menatap komputer yang tak ia matikan 1 hari terakhir ini.
Dia menghembuskan napas kuat. Seolah dengan begitu, berat dihatinya dapat berpindah. Sakitnya dapat berkurang. Sekarang, Dia merasa bahwa Sena semakin menjauh darinya. Dia sudah tak sanggup lagi bertahan. Ia lelah. Dan rasa putus asa kini menghampirinya. Lalu, setan-setan jahanam itu berebut membisikkan ketelinga Luhan agar meninggalkan Sena.

Luhan pusing. Ia stress, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.

Haruskah ia bertahan ataukah ia hengkang ?

♀─────♀

Sedikit malas, Luhan berjalan kearah mobilnya. Ia akan pergi Incheon hari ini. Proyek besar menantinya disana. Tak pedulikan lagi keadaannya yang tak bisa dibilang baik-baik saja. Seminggu penuh ini, ia seperti kerja rodi. Puluhan eksemplar kertas dimeja kantornya membuat Luhan mau tak mau bermalam di Kantor.

Sedikit banyak, ia bersyukur. Bersyukur karena dengan begitu ia akan sejenak melupakan masalah pada keluarganya juga sakit hatinya atas Sena. Ia bisa melupakan itu semua. Walau hanya sebentar, tak apa-apa.
Asalkan sakit dihatinya tak kambuh menyerang.

Sebelum masuk kedalam mobilnya, Luhan mengecek ponselnya. Melihat adakah pesan atau panggilan masuk. Barangkali, kekasih tercintanya itu masih mengingatnya saat ini.

Karena, sejak ia dan Sehun berlibur ke Jeju kemarin, ponsel Luhan mendadak senyap. Satupun pesan tak ada yang diterima. Jikalau ada itu pasti dari teman sekantornya.

Luhan tersenyum miris. Lalu, ia memegang hatinya yang mendadak sesak. Seperti apa yang dipikirannya saat lalu, tak ada satupun pesan beralamatkan nama Ryu Sena.

Ia mengerang kesal kemudian mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia benar merasa, Sena telah berubah. Gadis itu semakin jauh darinya. Sena dan dirinya, seperti mahkluk asing yang saling tak kenal.

Tiba-tiba, setitik air mata turun mengalir membentuk sungai kecil dipipinya. Ia menangis. Lagi.

Hanya karena seorang gadis. Hey, tapi itu wajarkan ? Apa yang akan kau lakukan jika mempunyai kekasih seperti itu selain menangis ? Luhan tak bisa protes. Ia tak mau melukai hati Sena. Dan ia, hanya bisa menangis seperti ini, karena, tumpuan curhat nya sedang pergi entah kemana, ibunya, tak tahu, Luhan tak tau kemana…

Biarlah, biarlah air mata menjadi saksi bisu sakit hatinya.

♀─────♀

Pandangan mata Luhan semakin buram. Membuat jarak pandang dengan mobil didepannya berkurang. Hingga apa yang ditakutkannya terjadi. Ia tak bisa bertahan…

Dan…

Brakkk !!!

Sedan Luhan terpental. Berguling-guling dijalanan sampai sebuah truk besar menyambarnya. Menabraknya dengan kejam hingga mobil itu terseret sejauh 100 m dan menabrak tiang listrik.

Disisa kesadarannya, sang korban tersenyum diantara Air mata dan darah segarnya. Tersenyum bak malaikat.

Maaf, aku ingin bertahan, tapi Tuhan berkata lain. Sampai disini… maafkan aku, Sena. Aku mencintaimu…

♀─────♀

Sejak itulah, Ryu Sena kehilangan guardiannya. Hidupnya layak mayat hidup. Tak ada lagi senyum menghiasinya. Bahkan, ajakan Sehun pun sering  ia abaikan. Gadis itu, benar-benar seperti jiwa tanpa raga. Seperti nya, Tuhan memberikan hadiah yang terlalu Indah atas apa yang dilakukannya bersama Sehun selama ini. Ironis memang. Karma-Nya begitu menyakitkan.

Kekasih yang disia-siakan nya telah pergi jauh dan tak kembali. Mengkhianati janji mereka 2 tahun lalu.

Tidak, Luhan tak mengkhianatinya, hanya saja, Tuhan memaksanya untuk meninggalkannya. Yang berarti mengkhianati janji mereka berdua.

♀─────♀

Epilog : Flashback 2 Years ago…

“Oppa, janji ya selalu disisiku,”

Luhan menatapnya berbinar. Kelingkingnya ia taut kan kepada gadis yang baru saja berucap.

“I’m Promise, Stay in your heart forever…
Aku tak akan meninggalkanmu, selamanya tak akan, aku mencintaimu, Rye Sena,”

Sena tersenyum manis, ia semakin mendekati pria itu. “Aku akan marah jika oppa meninggalkanku !”

Luhan tertawa. Sambil melihat raut serius gadis didepannya. Yang menurutnya Lucu.

Tidak, aku tak akan meninggalkanmu. Sampai Tuhan memisahkan kita, aku akan selalu disisimu…

♀─────♀

Fin.

Feel nya terasakah ? Ataukah hancur ?? Uhm… maaf, jika tidak sesuai harapan.

Berminat komen ?

Salamツ

39 tanggapan untuk “STAY”

  1. Senanya gak hargain perasaan oppa gue nii jahattt -,-

    tu kan oppaku jdi meninggal , nyeselnya telat dahh hahaha
    tenang luhan oppa dah tenang plus bahagia sama gue disini # ketawa setan haha :p
    Feelnya dapat 🙂
    eonii DAEBAKKK !!!!

  2. author jahat aku di buat nangis baca ini
    singkat tapi,mengharukan kata2 yg di pake autor daebak banget nge-feel banget
    aku bakal jadi penggemar author…….sumpah….:)

  3. Huaaa thor nice story :’)
    Luhan duhh ngenes yah.. Sena yang gak peka –_—
    Gue kesel + sedih huaa pokoknya jjang thor ^o^)b

  4. Kok sedih banget se thoooooor huhuhu Sena nya sih nyianyian luhan zz
    Bagus thor keep writing buat ff selanjutnya ya 😀

  5. huaaa….. 😥
    KERENNNNN….
    sena telat nyadarnya…
    luhan kan kasihannn…. huaaa 😥
    bahasanya keren, feel nya juga dapet thor, NYESEKKK

  6. kenapa Luhan nya meninggal?
    Karma nya menyakitkan, Astaga Sena kenapa kaya gitu?
    feel nya kerasa banget thor, aaaa >.<
    keep writing yaa!

  7. Sena ga bersyukur amat perasaan–” feelnya dapettttt banget,kasian luhan:( nice ff! keep writing 🙂

  8. feelnya dapet banget thorrrr. gue sampe mewek + nyesek bacanye 😦 kasiannnnnn my husband luhan *-* bener2 sad ending

  9. feel nya dapet banget… plis butuh squel dong 😦 biasanya yg diposisi luhan itu cewek dan ini malah cowoknya, keren….. 😦 squel plis

  10. Sena nya jahat banget
    Pas luhan udh die baru si Sena nyadar -_-
    Feel nya dapet bngt dh, aku kira bkalan happy ending eh ternyata sad ending T^T
    Kira-kira ada sequelnya gk? #ngarep

  11. luhan sweet :’ ini nyesek thor :’ kasian luge *poorluge*
    buat lagi thor yg lebih nyesek yee hihi fighting ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s