Monster (Part 1)

Monster

Cast: Oh Sehun, Jung Jihyun (OC), Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Xi Luhan, Others

Genre: Mystery, Thriller, Angst

Rating: PG-17

Length: Chaptered

Disclaimer: Cover by Lyris from High School Graphics

Annyeong, makasih untuk apresiasi kalian saat launching teaser-nya 🙂 maaf ya ga dibalesin comment-nya karena aku baru pindahan ke kost-an baru hehehehet (curhat). sebenernya udah jadi part 1-nya dari minggu kemarin, tapi editingnya lumayan lama karena sambil bikin perfect date juga. semoga kalian suka ya..

tumblr_mvt4ar9wIw1s2g4nfo1_500

“Hyunwoo-ah, jangan lupa diminum ya obatnya. Kau mau segera keluar dari rumah sakit dan bermain bersama teman-teman kan?”

“ne, euisangnim”, anak lelaki itu tersenyum kepadaku dan kembali bermain dengan tab-nya. sekarang aku tinggal menjelaskan tentang progress kesembuhan Hyunwoo kepada ayahnya

“Hyunwoo sudah boleh pulang besok. Tapi untuk menjaga lukanya agar tidak sobek dan pendarahan, ia harus kontrol kemari setidaknya dua kali”, jelasku, “kalau kontrol kedua tidak ditemukan masalah, ia bisa dinyatakan sembuh total”

Hyunwoo, pasien dengan radang appendix (usus buntu) dan hemofilia. ia anak yang lucu dan bersemangat. Aku sangat senang sekaligus miris setiap anak ini datang untuk ha-hal yang sepele semisal cabut gigi atau lutut yang terluka. Karena luka kecil saja ia butuh sekantung darah, apalagi operasi appendix

Aku pamit kepada ayahnya kemudian melambaikan tangan pada Hyunwoo, salah satu pasien kesayanganku

“euisangnim!”, anak itu kembali memanggilku

“ne, Hyunwoo-ah?”

“kapan aku bisa berlari-lari seperti yang lain?”

Aku tertawa kemudian mengusap rambutnya, “kalau kau bisa duduk diam minimal dua minggu, kau bisa mengikuti pertandingan sepakbola yang ada di sekolahmu”

Aku bergegas meninggalkannya menuju ruang pasien yang lain. Walaupun ini sudah jam makan siang, aku tetap mengecek semua pasienku dan menanyakan kondisi, membuat data, dan mengontak para kepala ruangan apabila cairan intravena-nya habis. Setelah selesai, aku kembali ke ruang staff untuk mengecek ponsel dan pergi makan siang

“here you are, doctor Jung”, rekan sejawatku menghampiriku yang sedang menikmati hamburger dan juga orange juice untuk makan siang super cepat-ku. Byun Baekhyun, ia mengambil spesialis obgyn. Dokter muda ini merupakan temanku sejak kuliah, salah satu sahabatku

“ya, Baekhyunnie!”, seruku saat ia mencomot hamburgerku dan melahap habis

“kau ini. Sudah lima hari berturut-turut kau hanya makan burger atau makanan siap saji. Kau tidak takut dengan kolesterolnya?!”, serunya tidak kalah kencang. Aku cemberut lalu kemudian memesan kkakdugi dengan nasi untuk mengganjal perut yang masih berbunyi

“Baekhyun-ah”

“ne?”, ia menatapku di balik lembar majalah yang bercover seorang hallyu star

“aish, masih saja fanboying”, aku berdecak sebal, “besok ada reuni smu. kau mau ikut tidak?”

“jinjjayeo??!”, ia segera menutup majalahnya dan mengecek semua jadwalnya di ponsel

“aish, aku harus mengawasi para intern besok. kalau kau?”

Aku mengangkat bahu, “molla. aku kan tidak begitu kenal dengan anak-anak lain selain teman sekelas kita”

“ah jebal.. aku sangat ingin melihat Kim Taeyeon”, ia menghela nafas panjang, “kau tahu, kakak kelas kita yang sekarang sudah jadi idol?”

Aku membelalakkan mata lalu memukulnya dengan majalah berkali-kali

“Byun Baekhyun! jeongmal! sampai kapan kau memikirkan hal-hal yang tidak penting, hah!!”

Aku terus memukulnya sampai tangannya berhasil menahanku dan merebut kembali majalahnya. Ia mengelus kepalanya dan membetulkan letak kacamata-nya yang merosot. Orang-orang di rumah sakit kini sudah agak terbiasa dengan kami yang seringkali ribut di kantin sehingga kami tidak menjadi pusat perhatian, kecuali untuk para pasien yang baru

“aish, dasar workaholic”, ia mengelap kacamatanya, “sekali-kali kau harus menikmati hidup dan ke tempat-tempat lain selain kamar pasien dan ruang operasi”

Terserahlah apa katanya. Toh semua orang yang berada di circle friends-ku sudah tahu kalau aku gila kerja. Aku rela ditempatkan di suncheon sementara para rekanku yang lain menangis-nangis minta ditempatkan setidaknya di busan atau di yongsan-gu agar tidak jauh dari keluarga dan teman-temannya. Aku rela begadang semalam suntuk membaca semua diktat yang kubuat sendiri semasa kuliah agar dapat promosi di tempat kerjaku sehingga aku bisa memberikan workshop untuk para intern dan juga research dengan para professor sementara yang lain pergi ke club untuk party. Aku bahkan rela menunda pernikahanku dengan park chanyeol karena research itu

Sehingga aku ditinggalkan olehnya karena aku terlalu mencintai pekerjaanku

Aku menerima keputusannya. Aku yakin ia sudah sangat lelah menungguku bertahun-tahun karena waktu kuliahku yang sangat lama dan belum lagi internship sana-sini. Tapi yang jelas, aku tahu ia tidak menerimaku dan segala yang ada di duniaku. Jadi untuk apa menikah dengannya

Baekhyun bilang aku terlalu intimidatif sehingga banyak orang yang segan mendekatiku, bahkan untuk sebagai teman. Aku tidak peduli, selama aku tidak mengganggu orang lain, aku tidak akan bermanis muka seperti Baekhyun lakukan kepada semua orang

Aku berjalan menuju mobilku yang terparkir di basement bawah. Badanku sudah hampir remuk, karena seharian melayani pasien ditambah lagi mengawasi para intern dan juga perform surgery. Aku mengecek jam, sudah hampir tengah malam. Jalanan pasti sudah sepi sehingga aku bisa pulang menuju apartemenku dengan tenang

Sepanjang berjalan di basement, aku merasakan sepasang mata yang sedang memerhatikanku dari jauh. Aku mempercepat langkahku untuk segera menuju mobilku, namun aku mendengar suara langkah kaki yang mengiringi langkahku tidak jauh dari posisiku sekarang

Harusnya aku menuruti Baekhyun untuk minum di bar bersamanya dan rekan-rekanku yang lain

Jantungku berdetak kencang, dan aku segera berlari dan merogoh-rogoh isi tas dengan panik untuk mengeluarkan semprotan merica, atau scalpel untuk pertahanan diri. Syukurlah, jarak mobilku sudah tidak terlalu jauh

Namun sebelum aku meraih kenop pintu, aku dipukul oleh suatu benda yang membuatku tidak sadarkan diri

***

Jihyun membuka mata perlahan, dan melihat suasana di sekitarnya. suasana yang ia kenal betul, kamarnya. Ia mengelus kepalanya pelan dan mengingat-ingat kejadian barusan saat ia merasa diikuti orang. Tidak henti-hentinya ia merasa bersyukur karena ia selamat dari segala kemungkinan terburuk yang akan dihadapinya

Tiba-tiba seorang pemuda berambut perak masuk ke kamarnya sambil membawa nampan berisi sekantung es batu dan juga segelas air

“kau sudah sadar”, he said with a husky voice. Jihyun berusaha bangkit dari tidurnya namun segera ditahan olehnya

“jangan paksakan diri”, ujarnya lembut. Ia mengganti kompres kepalamu dengan es batu yang baru ia bawa. Jihyun menatap wajahnya yang tidak ia kenal, orang asing. Meskipun ia sangat baik telah menolongnya, Jihyun harus tetap berhati-hati karena ia orang asing

“aku tetanggamu”, jelasnya melihat raut wajah bingung dari gadis itu, “kebetulan aku habis menebus obat dan melihatmu yang sedang dirampok”

“oh, ne. kamsahamnida”, Jihyun tersenyum sebisa mungkin dengan otot-otot wajahnya yang bengkak karena terbentur pintu mobil semalam

“kau tinggal sendirian?”, Tanya nya lagi. Mau tidak mau Jihyun mengangguk. Ia hanya bermaksud menolong, jangan terlalu berlebihan, ujar Jihyun dalam hati berusaha berpikir positif pada pria ini. Ia rela menunggui Jihyun sampai ia terbangun, dan mungkin saja hari ini ia harus bekerja atau punya banyak urusan seperti dirinya

“barusan ponselmu berbunyi, katanya dari rumah sakit. aku bilang kalau kau kena kecelakaan sehingga tidak bisa datang, tidak apa-apa kan?”, tuturnya. Jihyun hanya bisa mengangguk. Sungguh ia berhutang budi banyak sekali pada pria ini!

“eum..”, Jihyun membuka mulutnya, “apakah hari ini kau bekerja?”

“sudahlah, tidak perlu peduli padaku”, ia tertawa, “tidak baik membiarkan tetangga sakit sendirian”

Jihyun tersenyum menanggapi kebaikannya. Kalau dilihat-lihat, usia pria ini jauh lebih muda darinya. mungkin sekitar 21-22 tahun. Kalau dilihat dari pakaiannya, ia seperti salah satu sosialita seoul atau mungkin model. Tapi Jihyun tidak terlalu peduli, toh pria ini ikhlas membantunya

“oh iya”, Jihyun tersadar sesuatu, “aku belum tahu namamu”

Pria itu tersenyum, “Oh Sehun imnida. senang berkenalan denganmu, dokter Jung”

Tutur katanya sopan sekali, seharusnya ia menjadi partnernya di rumah sakit dan mengajari Baekhyun tentang segala hal yang bernama norma kesopanan. Sehun memandangnya dengan lembut, dan tiba-tiba memegang pipimu yang memar

“yang ini sepertinya harus dikompres juga”, ujarnya, “nanti kalau bengkak kan bisa lama sembuhnya”

Ia mengompres pipi Jihyun yang memar dan sudah mulai bengkak. What a gentleman

“Sehun-ssi”, Jihyun kembali membuka suara, “I don’t know how to thank you. Kalau tidak ada kau, mungkin aku sudah mati atau.. entah nasibnya seperti apa”

“sudahlah, itu hanya kebetulan aku lewat saja”, ujarnya tulus, “kau tidak perlu membalasnya”

Jihyun mengangguk dan memegang tangan Sehun, “sudah, biar aku saja yang mengompres sendiri”

Sehun tersenyum dan mengangguk. Ia pergi keluar dari kamar dan menuju dapur. Jihyun bertanya-tanya mengapa selama ini ia belum pernah melihat Sehun sama sekali. Tapi mengingat jadwalnya yang padat dan terkadang ia tidur di ruang staff, ia memaklumi alasan mengapa ia baru pertama kali bertemu dengan Sehun

Ponsel Jihyun tiba-tiba berbunyi. Byun Baekhyun

“yeoboseo..”, Jihyun berbicara dengan suaranya yang serak

“Jung Jihyun! akhirnya kau mengangkat teleponku.. gwenchanayo? kau di apartemen? dengan siapa?”

She chuckled, “gwenchana. aku di apartemen, ada tetangga yang membantuku menyelesaikan pekerjaan rumah. tidak perlu dikhawatirkan”

“namanya Oh Sehun?”

“ne”, jawab Jihyun

“apa aku perlu ke sana?”, nada suaranya terdengar khawatir

“kalau pekerjaanmu belum selesai, tidak usah”

“haish. Kalau ada apa-apa telepon aku. Kata Suho, Taeyeon tidak datang ke reuni. kkaebsong~”, ujarnya. Jihyun tertawa mendengar perkataan sahabatnya

“ya sudah I’ll hang up. Ada operasi Caesar dan pasienku sekalian minta tubektomi. This gonna be a loooong day”, ujarnya lagi, “I’ll see you later!”

“sepertinya kau senang sekali. Barusan telepon dari siapa?”

Jihyun tersentak melihat Sehun yang tiba-tiba duduk di pinggir kasurnya

“B-Baekhyun, ia rekanku di Asan. Resident juga, sedang mengambil spesialis obgyn”, terang Jihyun, “ia temanku sejak kuliah”

“begitu”

“katanya ia meneleponku sejak tadi malam”, Jihyun bertanya, “kau yang mengangkat?”

“ne”

“terimakasih sudah memberitahunya tentang kondisiku”

“cheonma”

***

“Jung Jihyunnie~”, Baekhyun tiba di depan pintu apartemenku, “lihat apa yang aku bawa”

Aku bangkit berdiri dari sofa dan menghampiri Baekhyun. Ia membawa ayam goreng dengan bir, kesukaanku. Ia melihat wajahku yang memar dan menjerit kaget, padahal sehari-hari ia melihat Rahim yang diangkat, Rahim yang terkena kanker, anything gross lainnya

“omona.. kau seperti dipukuli oleh polisi”, ia masih memekik melihat memar yang semakin melebar di pipiku. Aku menggelengkan kepala karena tingkahnya yang memalukan di depan Sehun

“kau tidak boleh bekerja sampai memarmu sembuh. Bisa-bisa kau disamakan dengan pasien”, ujarnya lagi

“tidak usah berlebihan”, ujarku ketus. Ia tertawa dan mengacak rambutku, lalu memapahku menuju sofa. Ia tidak lupa mengajak Sehun untuk ikut membimbingku agar tidak jatuh. I sighed, how exaggerating

“oh iya, nuguseyo?”, ia menunjuk Sehun yang sedang menata makanan dan minuman yang barusan ia bawa di pantry

“namanya Oh Sehun, ia tetanggaku”

Baekhyun menatapnya dari atas sampai bawah, menginspeksi setiap detil yang ada dari Sehun. Namun Sehun tidak menyadarinya. Atau ia sengaja pura-pura tidak sadar, entahlah

“he’s fuckin handsome”, bisiknya kepadaku, “go flirt and date him!”

“mimpi”, jawabku pendek, “sepertinya ia baru 20 tahun”

“I heard you guys”, ia tertawa saat menghampiri kami, “umurku 31”

“mworago??!”, seru kami bersamaan. Aku tidak percaya, ia lebih tua dariku lima tahun!

“perlu kuperlihatkan id card-ku?”, tantangnya. Baekhyun menggelengkan kepala dan kemudian menenggak bir-nya sampai tandas. Kami mengobrol-ngobrol sambil memakan ayam dan minum bir. especially, bertanya tentang Sehun. Mulai dari pekerjaannya sampai in personal

Ternyata Sehun seorang pemilik perusahaan elektronik yang dijalankan turun-temurun. Pada masa kepemimpinannya ini ia bertekad untuk membuat inovasi baru agar perusahaannya yang telah bertahan selama puluhan tahun ini tetap menjadi yang terbaik. Seorang CEO muda, karismatik, tampan, dan.. single

Kami minum-minum dan mengobrol sampai malam. Baekhyun sudah minum berkaleng-kaleng bir. ia benar-benar mabuk malam ini. Mungkin ada masalah di rumah sakit, aku tidak tahu

“ya.. Jihyun-ah.. kau harusnya segera cari kekasih. agar aku tidak kerepotan menjagamu di seoul”, Baekhyun mulai mengoceh, “tidak usah kau khawatirkan chanyeol. ia pria brengsek! lihat di depanmu ini ada pria yang tampan, kaya lagi. You can ask him for a date and make him yours forever”

Aku menjambak rambut Baekhyun karena ia sudah sangat mempermalukanku di depan Sehun, sekaligus memukul-mukulnya. Sehun hanya tertawa melihat kami berdua yang selalu bertengkar sepanjang waktu

Baekhyun tampaknya sudah ‘tumbang’. Ia berhenti mengoceh dan sudah tertidur pulas di sofa. Sehun membantuku berdiri dan memapahku ke kamar

“don’t think about his words”, jelasku sebisa mungkin, “ia sering sekali bercanda. terkadang kelewatan”

“arraseo”, ia tersenyum, “tapi.. it is okay if I flirt to you?”

Aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku hanya tertawa menanggapi omongannya

“ah, don’t mind”, ia tertawa kecil, “efek berkaleng-kaleng bir ternyata sampai seperti ini”

Kami tertawa dan ia meninggalkanku sendiri di dalam kamar. Tidak lupa mengucapkan selamat malam, ucapan yang sudah lama aku tidak dengar dari mulut seorang laki-laki selain ayahku dan Baekhyun

Malam itu aku bermimpi berbaring di hamparan bunga bersama tetanggaku, Oh Sehun

***

Nana sedang mengaduk kopi, gelas ke 3. Ia menata ketiga gelas itu ke atas tray dan membawanya ke meja besar tempat teman-temannya berkumpul. Sesama rekannya di kepolisian

“gomawo Nana-ya”, Jongin mengedipkan mata padanya, lalu segera disambit oleh Tao

“ya!, apa salahnya sih”, seru Jongin pada Tao. Nana hanya tertawa melihat tingkah kedua temannya ini

“Tao-ssi, kau sudah mengurus arsip kasus Tuan Choi?”, Nana menghirup Black Coffee-nya. Tao mengangguk mantap sambil menyalakan televisi

“Sekitar lima orang menghilang secara misterius di jajaran sekitar jalanan Itaewon, Apgujeong, dan juga Yongsan-gu. Penyebab masih tidak diketahui. Rata-rata umur orang hilang tersebut adalah 15-25 tahun. Dicurigai mereka dibawa oleh sindikat perdagangan manusia”

“aigoo aigoo..”, Jongin menghela nafas setelah mendengar berita, “kejahatan semakin marak saja. Berarti pekerjaan kita semakin banyak..”

“tapi kalau dapat promosi kalian senang kan?”

Officer Do Kyungsoo, atasan mereka bertiga, kepala bidang investigasi datang menghampiri ruang istirahat. Seketika mereka bertiga berdiri dan memberi salam hormat, Kyungsoo membalas salam mereka dan ikut duduk di sofa

“kopi atau teh pak?”, Nana segera menyiapkan minuman di pantry untuk bos-nya

“black coffee saja”

Nana membuatnya dengan cepat lalu segera memberikannya kepada Kyungsoo

“gomawo”, Kyungsoo menerima segelas kopi dari Nana, “nah, aku ingin menyampaikan pengumuman penting pada kalian”

Mereka bertiga duduk di sofa dan menyimak penuturan dari Kyungsoo dengan seksama. Terdengar suara hembusan nafas dari Jongin yang sudah berpikiran mereka akan diberi tugas besar. Namun apabila imbalannya besar dan dapat promosi, mengapa tidak

“apa kalian sudah dengar kasus orang-orang yang hilang secara misterius? Kebanyakan para narapidana yang sedang buron atau pelaku kejahatan. Nah, aku curiga kalau mereka bukan kabur, tapi diculik”

“ne sajangnim,  kami sudah melihatnya barusan di televisi”

“baiklah, mulai besok kita adakan penyusuran di sekitar jalan-jalan kecil di sekitar seoul. Kerahkan juga tim patrol”

“siap!”

***

“ini dinner-nya?”, seorang pria mengangkat alisnya dan menatap makan malam-nya dengan enggan

Sehun menghela nafas, “hyung, hanya ini yang aku punya. Memangnya hyung mau makan apa?”

“aku dengar kau melepaskan gadis cantik yang waktu itu ingin kau makan di rumah sakit?”, ia menyeringai, menatap Sehun yang tergugup ingin menjelaskan sesuatu namun tidak bisa

“she’s innocent”

“peduli setan!”, he screwing, looking at Sehun angrily, “kau ini terlalu pemilih. Ambil saja yang kelihatannya enak, tidak perlu tahu asal-usul atau apalah itu”

“mianhae hyung”, Sehun rolled up his eyes, “aku melakukan itu demi keamanan kita”

“ah sudahlah aku lapar!”, serunya, “bawa mereka ke dapur, cepat!!”

Sehun memanggil para pelayan untuk membantunya membawa tiga pria dan dua wanita yang tidak sadarkan diri menuju sebuah ruangan yang mereka sebut dapur. Kemudian mereka dibaringkan di meja operasi yang tersedia. Para pelayannya mengurusi 4 orang lainnya, sementara ia mengurus salah satunya

Ia memastikan bahwa orang ini dalam keadaan tidak sadar. Ia menyuntikkan anastesi ke lengan si korban, 5cc

“clamp”

“scalpel”

“bovver”

“forceps”

Ia mencabut bola mata si korban dengan cepat, tanpa basa-basi. Kemudian membelah perutnya secara melintang dan mengambil semua organ tubuhnya dengan cepat dan rapi, tanpa tersisa. Ia meremukkan tulang dari jari-jari orang tersebut dengan tangannya. Memotong salah satunya, dan mengunyahnya mentah-mentah

 

 

 

Gimana.. seru? atau kurang? kritik-saran bisa langsung comment aja 🙂 plus, mungkin aku bikin part yang uncensored di blog pribadi dan di sini mungkin ada yang aku sensor dikit. kenapa? karena aku kuliah dari pagi sampai sore jadi mungkin agak ribet kirim-kirim password ke email kalian yg mau baca.. gimana? sebetulnya aku gak akan bikin smut scene yang terlalu banyak sih, cuma menonjolkan sadisme aja tapi kan tetep aja harus di sensor karena ga semua orang nyaman baca-nya..

 

sampai jumpa di part selanjutnya!

190 tanggapan untuk “Monster (Part 1)”

  1. Wa annyeong aku reders baru di ff ini. Baru ketemu tadi yahai 🙈🙈

    Boleh baca next nya yo onnie hehe ..
    Oh ya sehun itu kanibal ya ??

    Yaudah deh hwaiting onnie 👌👌👍👍😘😘

  2. New reader here😊
    Sehun masih ada rasa kasian ya buat nglepas mangsanya
    Sadis amat mbelah(?)nya, tapi kalo nggak sadis nggak seru😛

  3. whoaaa sadisssssssssssss…
    g rela ngebayangin maknae yg super imut itu jd seorang monster…
    btw, mian klo mnurut q alurnya agk sdkit kceptan atw gmna ya ? kq dr.jihyun bsa g curiga apa2 mskipun bru knal m Sehun ?
    o ia, klo mw bca yg unsensored nya kmn ? aq g tau blog pribadi authornim…

  4. aaa aku suka ffnya XD seru bangetttt. nyehehe tp thor saran aku kalo mau bhs inggrisnya cukup didialog aja. kalo dicampurin sama ituan ceritanya jd kaya ff terjemahan gitu hehe /? fighting thor

  5. Maaf aku baru baca:( serem juga rasanya bayangin sehun kaya gitu tapi yaah ada cocok-cocoknya juga sih dikit, gomawo.

  6. Wah monster macam apa sih mereka berdua.. auhh. makan org lgi. tpi sehun ganteng sih mkan apapun gk dah ngaruhnya. hehehe. love story mereka sepertinya seru juga.

  7. ninggalin jejak dulu 😀
    wah wah wah serem amat cara makannya hunhan thor, huaaah tp keren sih mau baca next chap dulu deh 🙂 hahah penasaran

  8. Sehun..suka sama karakternya disini, misterius bgt, kai aku suka juga secara bias wkwkwk, aduh itu sehunnyaa makan…orang? Hyungnya siapa sih? Hehehe penasaraan..lanjut dulu ya author, ini ff bener2 daebakkk! #standingapplause fighting!!

  9. Wew~ ternyata dibalik muka sehun yang ganteng dan gayanya yang keren sehun seorang kanibal?

    Aku suka banget sma ceritanya apalagi di akhirnya (y) 🙂

    next yo~

  10. Annyeong~ Thor aku reader baru , salam kenal . Wahh ff nya keren thor , ternyata si sehun ngeri ya . Merinding nih hhh semangat ya thor .. FIGHTING ..

  11. Eonniii lanjutt!!!serem juga ya makanannya kekekekekek^^sebenernya biasku baekhyun tapi sekarang jadi mulai jatuh cintaa sama sehub

  12. hoho bahasanya keren ada campuran b.inggris nya. sy suka..
    tp bagian yg terakir agak ngeri thor,, ternyata dibalik ketampanan sehun ada sebuah misteri, huhu
    kira2 jihyun bakalan tau nggk ya???

  13. oke thor nyatanya aku belum baca nih ff hehe
    bagus banget ceritanya thor , tapi di akhir cerita aku rada syok ternyata sehun monster pemakan manusia :O
    keep writing ~

  14. hai thooor
    ijin baca ff nya yaaa hehehe
    suka sukaaaaaa,aku punya insting kalo sehun ada apa2nya wkwkwk ternyata bener hehehe
    waktu baekhyun mabuk bikin ketawa thor,ngomongnya ngelantur kemana2 wkwk
    next thoor^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s