Is It Love?

Title: Is It Love?

Author: fangirlssi (@fangirlssi72)

Length: Ficlet

Genre: Romance

Rating: PG +13

Main Cast: Chen (EXO), Luna (F(x))

Additional Cast: Other EXO members

Disclaimer: Ini murni buatan Author. Cast hanya kepunyaan Yang di Atas dan juga kepunyaan fans-nya tentu.

Author’s note:  Ini fanfict pertama buatan saya hohoho jika ada kesalahan a.k.a typo atau kesalahan lainnya, mohon maklum. Author juga manusia wkwkwk. Jangan ada yang jadi silent reader karena kritik dan saran sangat Author perlukan untuk karya yang selanjutnya. Sekian sepatah kata dari Author. Enjoy my fiction~

 

–What Is Love?—

Gadis bertubuh mungil tengah berlari-lari kecil di sepanjang koridor SM Entertainment, salah satu agency terbesar di Korea Selatan. Sesekali ia mengucapkan maaf ketika tanpa sengaja ia menyambar staff yang berkeliaran di dalam gedung tersebut. Langkahnya terhenti di depan pintu sebuah ruangan yang bertuliskan EXO. Terdengar suara nyanyian dari balik pintu tersebut. Gadis ini menunggu di depan pintu dengan jantung yang berdetak.

‘kreet’

Tiba-tiba terdengar bunyi pintu terbuka. Gadis ini langsung membalikkan badan menghadap pintu. Dari balik pintu, keluarlah satu per satu isi ruangan yang dominan lelaki.

“Luna-ssi? Sedang apa disini?” suara seseorang memecah ketengangan gadis yang disapa Luna ini.

“Eo? Suho oppa!” Luna langsung berlari ke arah lelaki yang dipanggilnya Suho itu.

“Apakah kalian sudah selesai rekaman?” tanya Luna dengan ramah. Suho tersenyum kecut.

“Lagu yang kami rekam tadi agak sulit, namun bisa kami atasi.” Ujar Suho sambil mengancungkan jempol. “Tapi alasanmu yang sebenarnya bukan hanya sekedar menanyakan tentang rekaman kami, kan?” lanjut Suho dengan sebelah alis terangkat.

“Kau memang cerdas, oppa. Tujuanku yang sebenarnya adalah…” belum sempat Luna menyelesaikan kalimatnya, matanya tertuju pada sesosok Lelaki yang baru keluar bersama salah seorang lelaki lainnya. “Chen Oppa!” Luna langsung menghambur memeluk lelaki yang dipanggilnya Chen itu tanpa mempedulikan Suho.

“Luna-ya, sedang apa kau disini?” tanya Chen kebingungan.

“Apa Cuma ini sambutan yang kudapat? Setelah menunggumu pulang dari China selama beberapa bulan?” wajah Luna berubah cemberut. Chen jadi gelagapan.

“Kan sudah kubilang, Luna-ssi. Jongdae bukan orang yang romantis.” Kekeh seseorang yang tadi keluar bersama Chen. Perkataannya direspon dengan pukulan keras oleh Chen.

“Byun Baekhyun! Kau…” geram Chen. Yang dimarahi hanya tersenyum jahil.

“Jika kau sudah bosan dengan Chen, kau bisa datang padaku kapan saja. Arraseo?” ujar Baekhyun sambil mengedipkan mata pada Luna. Luna hanya bisa tertawa.

“Kutunggu kau di dorm, Byun Baekhyun!” teriak Chen sambil bersiap-siap melancarkan pukulan kedua. Sayangnya Baekhyun yang gesit dapat menghindar dan buru-buru kabur. “Jangan lupakan perkataanku, Luna-ssi.” Tawa Baekhyun dari kejauhan.

“mungkin aku harus memikirkan tawaran Baekhyun Oppa tadi..” mendengar Luna, Chen langsung memeluk Luna dari belakang.

“Mianhae chagi. Oppa hanya kaget dengan kedatanganmu. Apa yang harus kulakukan supaya kau tersenyum lagi?” Otak Luna langsung berputar cepat menanggapi pertanyaan Chen. “Temani aku ke taman kota.”

Sesampainya di taman kota, Luna menarik Chen untuk duduk di bangku panjang dekat air mancur. Sebelum Luna sempat duduk, Chen mengeluarkan saputangannya dan mengelap bangku yang akan mereka duduki. Luna tersenyum akan perilaku Chen yang manis itu. Luna menyandarkan kepalanya di pundak Chen.

“Akhirnya kita bisa kencan juga.” Luna menghela napas. Bulan itu adalah bulan yang padat bagi F(x) maupun EXO. Hal itu membuat mereka jarang bertemu, apalagi Chen ditugaskan untuk melakukan promosi di China sedangkan Luna di Korea.

“Kau tahu bagaimana aku menahan rinduku padamu di China?” tanya Chen. Luna memalingkan mukanya menghadap Chen. “Bagaimana?” tanya Luna penasaran.

“Tanyakan saja pada member-member EXO-M.” Kekeh Chen.

“Oppa, apakah itu berarti kau mencintaiku?” tanya Luna tiba-tiba.

“Tentu saja.” Luna tersenyum manis sedangkan Chen hanya menatap ke arah air mancur sambil berdehem. “Bagaimana denganmu?” tanya Chen sambil berbisik, bahkan hampir tak terdengar.

“Itulah yang masih menjadi misteri, Oppa.” Jawaban Luna membuat Chen tersentak. “Apa maksudmu? Jadi selama ini, kita menjalani hubungan seperti ini?” Luna hanya menatapnya polos.

“Bukan begitu. Aku mencintai oppa, namun aku bingung. Apa ini cinta sejati atau hanya sekedar simpati.” Ujar Luna. “Bagaimana kalau dibuktikan saja?”  Tanpa berkata apa-apa lagi, Chen mendekatkan wajahnya ke arah Luna dan menempelkan bibirnya ke bibir Luna. Mata Luna melebar. Demi apapun, itu adalah ciuman pertamanya.

“Oppa…”

“Aku akan melakukannya sekali lagi. Kali ini sungguh-sungguh. Kau punya 3 detik untuk mundur. 1…” chen mulai menghitung.

“2…3” ia langsung meraup bibir Luna dengan lembut. Luna hanya terbuai dengan perlakuan Chen. Ia menarik dirinya beberapa saat kemudian.

“kau tidak menolak. Berarti cintamu padaku sejati.” Kata Chen dengan muka berseri bangga. “bagaimana kau bisa tahu?” Luna keheranan dibuatnya.

“Cinta sejati adalah cinta yang tidak penuh paksaan, murni dan tulus. Jika kau hanya bersimpati padaku, tak mungkin kau memberikan ciuman pertamamu padaku.” Chen tersenyum jahil. Luna tersipu malu. “Akhirnya aku tahu apa itu Cinta. Gomawo, oppa.” Luna tersenyum manis, sangat manis sehingga membuat Chen merasa akan menciumnya lagi.

–THE END–

12 tanggapan untuk “Is It Love?”

  1. Good,lagi nyari FF Chen Luna,tapi jarang bgt,kapan2 bikin FF Chen Luna Lagi ya^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s