Truly, You Are My Love (Chapter 5)

page

 

Tittle              : Truly, You Are My Love (Chapter 5)

Author           : Jung Hye Ah

Length           : Chaptered

Genre             : Romance, school life, friendship, family

Main cast      : Choi Hye Jin (OC)

Park Chanyeol

                         Kim Jong In a.k.a Kai

                        Lee Hyo Ah (OC)

Support cast : Byun Baekhyun

                        Oh Sehun

                        Choi Siwon

                        Choi Yoon Ah

                        Akan bertambah sesuai chapternya

Ratting          : PG 15

Disclaimer       : Anyeong chingu.. FF ini murni hasil pemikiranku. Kalau para cast tentunya milik orang tua dan managementnya. J WARNING !!! TYPO bertebaran,, harap dimaklumi. ^^ Happy reading chingu n please don’t be silent reader. J

 

Hyejin POV

Sudah dua tahun aku berada di Inggris. Semakin hari jadwal kegiatanku semakin padat. Panggilan telepon dari Kai pun sering ku abaikan. “Seharusnya dulu aku tidak langsung menerimanya menjadi namjachinguku, apa yang kulakukan hanya membuatnya menderita. Statusku memang adalah yeojachingu Kai, tapi aku tidak pernah memperlakukannya sebagai namjachinguku” aku berkata pada diriku sendiri. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk oleh seseorang.

“Hyejin-a, are you ready? We must go to campus now”

“Yes Sehunnie” aku mengambil tasku dan bergegas keluar dari kamar. Kulihat Sehun dan Baekhyun sudah menunggu di ruang tamu apartemen di lantai 1. Selama di sini aku tinggal di apartemen bersama Baekhyun. Sehun sering menjemput kami agar bisa pergi kuliah bersama karena kami adalah teman sekelas.

“Ppalliwa hyejin-a” kata Baekhyun.

“Ne” aku segera berjalan menuruni tangga dan menghampiri sehun dan baekhyun. “Kajja” ajakku.

 

_ _

Kai POV

Sore ini aku sedang dalam perjalanan pulang ke apartemenku dan Chanyeol. Sudah berkali-kali kucoba untuk menelpon hyejin, tapi dia tidak pernah mengangkatnya. ‘Ada apa dengannya?’ batinku.

Tiba-tiba aku melihat pemandangan yang kurang mengenakkan di depanku. Ada seorang wanita yang sedang dikepung oleh sekumpulan preman.

“Ayolah gadis manis, ikut bersama kami” ucap pria yang berbadan besar. Gadis itu mencoba menghindar. Tampak raut ketakutan dari wajahnya. Kemudian dua orang dari kawanan preman tersebut menarik tangan tersebut dan menyeretnya.

“Hei berhenti” ucapku.

“Siapa kau? Jangan campuri urusan kami” jawab salah satu dari preman tersebut.

“YA, kalian berani-beraninya mengepung seorang gadis. APA KALIAN TIDAK MALU EOH?? DASAR PECUNDANG”.

“APA KATAMU??”

Ketiga preman itu maju dan akhirnya perkelahian pun tidak terelakkan. Untungnya aku sedikit menguasai bela diri. Tapi kondisi sekarang sangat tidak menguntungkan bagiku. “ADA POLISI” tiba-tiba saja terlintas ide untuk menipu preman tersebut. Dan bodohnya ketiga preman tersebut langsung kabur mendengar teriakanku.

“Dasar pecundang” ucapku.

“Kau tidak apa-apa?” tanya gadis tersebut.

“Ne, hanya sedikit luka di pergelangan tangan” jawabku.

“Kamsahamnida sudah menolongku”

“Sama-sama”

“Ireumi mwoeyo?” tanya gadis itu.

“Kim Jong In imnida” jawabku.

“Jong In ssi, naneun Lee Hyo Ah imnida. Kau bisa memanggilku Hyo Ah”

“Ne, kalau begitu aku pergi dulu”

“Chamkamman, kau mau pergi ke mana?”

“Aku akan pulang ke rumah”

“Aku ikut, aku ingin mengobati lukamu”

“Tidak usah Hyo Ah ssi. Nanti aku bisa mengobatinya sendiri”

“Jangan berkata begitu, aku hanya ingin membalas budi”

“Baiklah”

Aku dan Hyo Ah berjalan bersama menuju apartemen.

“Di mana kotak P3K nya?” tanya Hyo Ah.

“Di atas meja itu” jawabku sambil menunjuk tempat kotak P3K.

Hyo Ah segera mengambilnya. Dia mulai mengobati luka-lukaku. Situasi ini sama seperti saat-saat pertama pertemuanku dengan  Hye Jin, saat dia mengobatiku setelah aku dihajar oleh sekawanan musuhku dulu.

“Sudah selesai, apa kau tinggal sendiri di sini Jong In ssi?”

“Ani, aku tinggal bersama seorang teman, tapi sekarang dia sedang tidak ada di rumah”

“Oh. Jong In ssi, kau sekarang sedang kuliah atau sudah bekerja?”

“Aku masih kuliah Hyo Ah ssi, di Seoul University”

“Jeongmal? Wah, ternyata kita satu kampus. Aku juga kuliah di sana”

“Kebetulan sekali. Aneh, kita tidak pernah bertemu. Kau sekarang berada di tingkat berapa Hyo Ah ssi?”

“Aku di tingkat dua”

“Sama”

“Benarkah? Mulai sekarang kita berteman ne?”

“Ne”

“Senang berkenalan denganmu chingu” ucap Hyo Ah.

Sejak saat itu Hyo Ah sering berkunjung ke apartemenku. Dia juga sudah mengenal dan akrab dengan Chanyeol.

 

Author POV

            Hye Jin berjalan mondar-mandir di kamarnya. Perasaanya sekarang sedang bimbang. “Aku harus mengatakannya sekarang” ucapnya. Ia lalu meraih ponsel dan mencari kontak yang bertuliskan Kai. Ia akan menelepon Kai.

“Yeoboseyo”

“Yaeoboseoyo Kai. Apa kabar?”

“Aku baik. Bagaimana denganmu Hye Jin a? Kenapa kau tidak pernah mengangkat panggilan dariku?”

“Aku baik-baik saja. Kai, aku ingin mengatakan sesuatu.”

“Katakanlah.”

“Uri… geumanhaja. Mianhe Kai. Aku tidak yakin memiliki perasaan yang sama seperti yang kau rasakan padaku. Aku takut semakin lama aku malah semakin menyakitimu. Jeongmal mianhe.”

Tidak terdengar jawaban dari seberang.

“Kai, apa kau masih di sana?”

“Ne Hye Jin-a. Aku sadar selama ini kau memang tidak pernah menyukaiku. Aku saja yang terlalu memaksakan perasaanku padamu. Kau benar, lebih baik kita akhiri saja hubungan ini”

“Tapi kau masih tetap sahabatku kan Kai?”

Tuut..tuut..

Sambungan telepon terputus. ‘Sepertinya kau benar-benar marah padaku Kai. Mianhe’ batin Hye Jin.

Beberapa saat kemudian Hye Jin mencoba menelepon Chanyeol.

“Yeoboseyo Hye Jin-a”

“Chanyeol-a, neo jigeum eodiya? (kau sedang di mana?)”

“Aku sedang di apartemen bersama Kai, Hye Jin-a. Kau tau? Sekarang Kai bertingkah aneh. Dia tadi masuk ke kamar sambil membanting pintu. Sepertinya dia sedang dalam suasana hati yang buruk. Kau cobalah telepon dia”.

“Dia begitu karena aku Chanyeol-a. Kami baru saja putus”

“Mwo? Wae geurae Hye jin-a?”

“Sebenarnya selama ini aku tidak yakin kalau aku menyukai Kai. Tadi aku mengatakan pada Kai kalau sebaiknya kami akhiri saja hubungan kami, dan sepertinya dia marah. Aku merasa menjadi orang yang sangat jahat Chanyeol-a . Hiks.. Hiks” terdengar suara tangisan Hyejin.

“Sudahlah HyeJin-a. Semuanya sudah terjadi. Mudah-mudahan Kai bisa menerima semua ini”

“Ne Chanyeol-a, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya”

“Ne, selamat malam Hye Jin-a, selalu jaga kesehatanmu di sana”

“Ne Chanyeol-a. Gomawo”

 

2 tahun kemudian

“Hye Jin-a, kau harus hadir di pernikahanku. Titik.” Saat ini Hyo Ah sedang berbicara dengan Hye Jin di telepon.

“Ne Hyo Ah akan aku usahakan. Sekarang aku sedang mengurus pendaftaran kelanjutan studi magisterku”

“Tidak ada alasan. Kalau kau tidak hadir di pernikahanku, kau ku pecat dari jabatanmu sebagai sahabat”

“YA, neo picheosso? Sejak kapan sahabat menjadi suatu jabatan ”

“Sejak aku mendeklarasikannya beberapa saat yang lalu. Sudah ya, aku akan mengecek gedung pernikahan dulu. Anyeong”

“Anyeong”

 

Hye Jin POV

Dua hari lagi Hyo Ah akan menikah. Aku, Baekhyun dan Sehun memutuskan untuk pulang ke Korea sejenak untuk berlibur sebelum melanjutkan kuliah kami di tingkat Magister. Dan sekarang kami bertiga sudah tiba di bandara Incheon.       Kami melanjutkan perjalanan pulang ke Seoul. Ya, sekarang keluargaku sudah pindah kembali ke Seoul. Sedangkan Baekhyun, ia hanya ingin menginap dulu di rumahku sebelum kembali ke Busan.

Aku sampai di rumah dan langsung merebahkan diri di tempat tidur. Aku mengambil ponselku berniat untuk memberitahu sahabat-sahabatku bahwa aku sudah sampai di Seoul. Kutekan menu kontak, awalnya aku ingin memberitahu Kai terlebih dahulu, namun kuurungkan niatku. “Dia pasti tidak akan mengangkat telponku” gumamku. Aku kembali menekan sesuatu di ponselku, aku akan menelpon Chanyeol. Tak lama terdengar suara di seberang tanda Chanyeol telah mengangkat panggilanku.

“Yeoboseyo”

“Chanyeol-a, apa kabar?”

“Baik, kau sendiri apa kabar?”

“Aku juga baik, Chanyeol-a sekarang aku sedang di Seoul, ada acara yang harus kuhadiri, karena itu aku pulang”

“Jeongmal? Aku senang kau kembali. A matta kau pasti pulang untuk menghadiri pernikahan Kai ”

“Mwo? Apa maksudmu Chanyeol-a? Kai akan menikah?”

“Ne, dia akan menikah dua hari lagi. Apa Kai tidak memberitahumu?”

“Dia tidak memberitahuku. Sudahlah, mungkin dia punya alasan sendiri kenapa tidak memberitahuku” ucapku dengan suara yang sedikit melambat.

“Mungkin Kai hanya lupa karena sibuk mempersiapkan pernikahannya. Kau datanglah ke pernikahan Kai, aku yakin dia akan senang jika kau kau datang”

“Aku tidak bisa Chanyeol-a, dua hari lagi sahabatku yang pernah kuceritakan padamu dulu juga akan menikah”

“Jinjja? Wah, kebetulan sekali kedua sahabatmu menikah di hari yang sama”

“Mmm, kau benar. Kau tau kan, sahabatku yang akan menikah itu juga berasal dari universitas yang sama denganmu dan Kai. Ah, sepertinya aku lupa menepati janjiku untuk memperkenalkannya. Hehe.. Mian. kalau begitu kututup dulu telponnya Chanyeol-a. Dan juga sampaikan salamku pada Kai. Anyeong”

“Ne Hyejin, anyeong”

_ _ _

Hari ini aku sedang berada di acara pernikahan Hyo Ah. Aku masuk ke ruang rias Hyo Ah.

“Hei gadis cerewet” sapaku pada Hyo Ah.

“HYEJIN-a…… Akhirnya kau datang, kukira kau akan melewatkan acara pernikahanku. Kapan kau tiba di Korea? Kenapa tidak memberitahuku? Kau tau, aku sangat sangat sangat merindukanmu.”

“YA lee hyo ah, kau tidak perlu berteriak seperti itu. Dan juga, sudah berapa kali kukatakan kalau bertanya itu satu-satu. ”

“Hehe, mian. Itu karena kau tidak memberi kabar kapan kau pulang. Kalau aku tau, aku pasti akan menjemputmu ke bandara sekalian memperkenalkan calon suamiku.”

“Kau pasti tidak akan sempat hyo ah, kau kan sibuk mempersiapkan pernikahanmu ini. Oh ya, mana calon suamimu?”

“Tadi dia ada di sini,”

“Nona Hyo Ah, silahkan bersiap, acaranya akan dimulai” panggil salah seorang yang tadi mendandani Hyo Ah.

“Ne” jawab Hyo Ah.

“Kalau begitu aku ke gedung pernikahan dulu ya Hyo Ah, aku penasaran dengan laki-laki yang akan menjadi pendamping hidup gadis cerewet sepertimu” ucapku sambil melemparkan senyuman jahil pada Hyo Ah dan kemudian pergi ke gedung acara.

_ _ _

 

Sekarang kulihat Hyo Ah dan calon suaminya sudah berdiri di altar. Aku tidak dapat memperhatikannya dengan jelas karena aku duduk di deretan kursi yang agak jauh di belakang. Pendeta pun mulai mengucapkan janji pernikahan. Namun saat itu juga aku merasa sedikit aneh setelah pendeta menyebutkan nama mempelai pria. ‘Apa ia menyebutkan Kim Jong In?’ tanyaku dalam hati. Kuarahkan pandanganku pada pria yang berdiri di hadapan Hyo Ah. Aku terkejut. Apa ini nyata? Aku melihatnya. Yang berdiri di sana adalah …. KAI.

 

Author POV

Hyejin sedang berdiri di luar gedung. Tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundaknya dari belakang.

“Chanyeol-a” Hyejin terkejut melihat orang yang ada di belakangnya.

“Kau sedang apa di sini?” tanya Chanyeol.

“Ah… itu… pengantin wanitanya adalah teman yang kuceritakan ”

“…”

Beberapa saat Hyejin dan Chanyeol terdiam, terlarut dalam lamunannya masing-masing.

“Hyejin-a, kau baik-baik saja?” akhirnya Chanyeol mulai bersuara.

“Ne? Oh tentu Chanyeol-a, aku sangat bahagia melihat kedua sahabatku bisa bersatu” Hyejin mencoba mencairkan suasana.

‘Kau bohong Hyejin, kau pasti tidak dalam keadaan baik saat ini’ ucap Chanyeol dalam hati.

 

_ _ _

Hyo Ah memandang ke seluruh penjuru gedung mencari Hyejin. Putus asa karena tidak menemukan orang yang dicari, akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Hyejin.

“Yeoboseyo” terdengar suara yang menandakan bahwa orang di seberang telah mengangkat telponnya.

“YA Hyejin-a, neo jigeum eodiya?(kau di mana?) Aku tidak melihatmu di antara para tamu “

”Mian Hyo Ah, tadi aku merasa sedikit tidak enak badan, jadi aku pulang duluan.”

“Jinjja? Apakah aku perlu ke rumahmu sekarang?”

“Piryeo eobseo (tidak perlu), sekarang aku merasa sudah lebih baik”

“Syukurlah, Hyejin-a kau cobalah berbicara dengan suamiku. Kalian tadi tidak sempat bertemu kan? Aku ingin mengobrol dengan temanku dulu”

“Chamkamman Hyo Ah…” terlambat, ponsel Hyo Ah sudah berpindah tangan.

“Yeoboseyo” sapa Kai.

“Yeo..bo..seo..yo Kai”

Kai sedikit terkejut mendengar suara dari lawan bicaranya.

“Apa ini kau Hyejin?”

“Ne, apa kabar Kai?”

“Aku baik…” Kai terdiam sesaat. “Ternyata sahabat yang selalu diceritakan Hyo Ah itu adalah kau. Haha. Ternyata dunia ini sangat kecil ya Hyejin.” Kai mencoba mencairkan suasana yang kaku.

“Ah benar, dunia ini memang sangat kecil Kai”

“Hyejin-a…”

“Ne?”

“Bisakah mulai sekarang kau menganggapku sebagai kakakmu? Aku ingin menjaga dan melindungimu sebagai adikku”

“Tentu, gomawo oppa, mohon bimbingannya”

“Ne dongsaeng. Aku tutup dulu telponnya”

“Ne”

 

_ _ _

 

Hyejin POV

 

‘Kenapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkan Chanyeol ya? Ah, itu wajar, dia sahabatku, dia juga adalah orang yang selalu setia mendengarkan ceritaku. Tapi, kenapa aku merasakan ada sesuatu yang lain terhadap Chanyeol. Aku sangat merindukannya. Aku akan mencoba menelponnya saja ’ akhirnya aku memutuskan untuk menelpon Chanyeol setelah melalui perdebatan panjang dengan diriku sendiri.

“Chanyeol-a, kau sedang apa?”

“Aku hanya sedang bersantai”

“Besok apa kau punya waktu? Bagaimana kalau kita jalan-jalan? Sudah lama kita tidak pergi bersama.”

“Baiklah, aku akan memberitahu Kai juga.”

“Ani… maksudku kita pergi berdua saja. Aku rasa Kai juga memiliki rencana lain bersama Hyo Ah. Kita tidak usah mengganggu mereka”

“Baiklah kalau begitu” jawab Chanyeol.

“Besok aku akan menunggumu di depan Lotte World”

 

_ _ _

Author POV

“Chanyeol-a” panggil Hyejin.

“Apa kau sudah lama menunggu?”

“Ani, aku juga baru datang”

“Kajja, kita masuk” ajak Chanyeol.

Hyejin dan Chanyeol mulai bermain berbagai wahana di Lotte World. Setelah puas bermain, mereka pun duduk di salah satu bangku di area tersebut.

“Wah ini sangat menyenangkan Chanyeol-a”

“Ne” jawab Chanyeol.

“Aku ingin membeli es krim dulu di sana. Kau mau?”

“Boleh”

“Ok. Tunggu di sini”

Hyejin berjalan ke tempat penjual es krim. Sambil menunggu es krimnya siap ia melihat ke arah Chanyeol yang sedang menulis sesuatu di bukunya. Saat pandangan mata mereka bertemu, ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Ia pun mencoba tersenyum kepada Chanyeol. Setelah pesanannya selesai Hyejin kembali ke bangku yang ia dan Chanyeol duduki tadi.

“Ini untukmu” Hyejin menyodorkan salah satu es krim pada Chanyeol.

“Gomawo” balas Chanyeol.

“Tadi kau sedang menulis apa?”

“Oh, itu rahasia”

“Mwo? Apa kau tidak mau memberitahuku. Ayolah, aku kan sahabatmu”

“Aku akan memberitahumu…. tapi tidak sekarang” jawab Chanyeol sambil tersenyum jahil. Hyejin yang mendengarnya hanya bisa memasang wajah kesal.

“Sudahlah kalau kau tidak mau memberitahuku. Chanyeol-a tiga hari lagi aku akan kembali ke Inggris melanjutkan kuliahku”

“Oh, sepertinya kita akan berpisah lagi” tampak ekspresi kecewa dari wajah Chanyeol.

“Ya, begitulah”

Drrt.. drrt..

Ponsel Hyejin bergetar. Tertulis nama Oh Sehun pada layar handphone.

“Yeoboseyo” Hyejin mengangkat telponnya.

“Hyejin-a, kau sekarang di mana? Aku ingin berkunjung. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke rumahmu”

“Jinjja? Aku sedang di luar sekarang. Ne, aku segera pulang Sehun-a”

Hyejin menutup telponnya.

“Chanyeol-a, sepertinya aku harus pulang sekarang, temanku akan berkunjung ke rumah”

“Baiklah, aku akan mengantarmu pulang” jawab Chanyeol.

“Ne”

Chanyeol mengantarkan Hyejin sampai ke rumah. Ketika sudah sampai di seberang jalan di depan rumah, Hyejin menghentikan langkahnya.

“Chanyeol-a aku ingin menanyakan sesuatu”

“Apa itu?” tanya Chanyeol.

“Mmm.. itu.. apakah sekarang kau masih menyukaiku?”

Chanyeol terdiam sejenak. Tak lama kemudian ia mulai bersuara, “tentu Hyejin-a, aku menyukaimu sebagai sahabatku”

“Benarkah? Baguslah kalau begitu” sebenarnya Hyejin merasa kecewa dengan jawaban Chanyeol. Bukan seperti itu jawaban yang diinginkannya dari Chanyeol.

“Masuklah” suruh Chanyeol.

“Ne, anyeong oppa” jawab Hyejin sambil mengedipkan sebelah matanya. Chanyeol tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

Hyejin mulai menyebrangi jalan di depan rumahnya. Baru beberapa langkah kakinya berjalan, ia didorong dari belakang oleh seseorang menyebabkan ia terlempar cukup jauh ke depan. Tak lama ia mendengar suara tabrakan dari arah belakang. Hyejin langsung memalingkan kepalanya ke belakang. Di sana ia melihat Chanyeol yang sudah tergeletak di jalan sedangkan mobil yang menabraknya langsung beranjak pergi. Hyejin sangat terkejut. “Chanyeol-a” panggil Hyejin. Dengan tertatih dia berjalan ke arah Chanyeol. Ia memeriksa keadaan Chanyeol dan mendapati tubuhnya sudah bersimbah darah. Sekarang perasaan Hyejin sedang berkecamuk, antara marah, sedih, dan takut kehilangan. Tak terasa air mata pun mulai menetes membasahi wajahnya.

 

TBC

 

Eottae??

Gomawo buat admin yang udah publish dan chingu yang udah baca..

jangan lupa tinggalkan comment, kritik dan sarannya ya…

^_^

 

17 tanggapan untuk “Truly, You Are My Love (Chapter 5)”

  1. Thor ♈ªϞƍ chapter 4 kok ƍäª ª∂a̲̅ Ɣααααα☺? Tp keren kok, ƍäª nyangka bakalan begini,, jodoh memang gak bisa diterka.. Lanjut thor!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s