I Got The Feeling (Chapter 14)

i-got-the-feeling

I GOT THE FEELING

 

Tittle                           : I Got The Feeling (Chapter 14)

Author                       : Jellokey

Main Cast                  :

Kim Jong In (Kai of EXO)

Oh Sehoon (Se Hun of EXO)

Kang Jeo Rin(OC)

Shin Min Young(OC)

Support Cast            :

Lu Han (Lu Han of EXO)

EXO members (especially Byun Baekhyun)

Kang Seung Yoon

Kang Daesung (Daesung of Bigbang)

Kang Min Hyuk (Minhyuk of CN Blue)

Choi Jun Hong (Zelo of B.A.P)

Lee Jae Joon (Maru of C-CLOWN)

Kim Jung Hee (OC/ Kai’s sister)

Cameo                        : Kim Hyun-il (Ray of C-CLOWN)

Length                        : Chaptered

Genre                         : Romance, School Life, Family, Friendship

Rating                         : PG-17

Poster                        : nanakim1266 (ARTCafe)

Disclaimer                 : This story is pure mine. Don’t plagiat, copy paste, and bash.

 

Tidak ada yang bisa Sehun lakukan lagi. Bicara dengan Min Young pun tidak ada gunanya. Mereka seperti orang asing. Sehun membasuh wajahnya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin. Apa yang kurang dari Sehun? Secara fisik dia sempurna, dia juga kaya.

“Kenapa? Kenapa Min Young tidak menginginkanku?” Kekurangan Sehun hanya satu. Dia tidak pernah memperlakukan perempuan dengan baik. Sehun mengakui dia brengsek. Tapi, apa Min Young tidak bisa melihat ketulusannya? Dia sangat mencintai gadis itu.

“Apa aku harus menjadi Lu Han hyung agar bisa bersama Min Young?” Jelas itu bukan ide yang bagus. Yang Min Young butuhkan Lu Han, bukan seseorang yang mirip dengan Lu Han. ‘Bodoh. Berhenti memikirkan Min Young. Dia hanya mencintai Lu Han hyung.’

PRANG!

Sehun melayangkan tinjunya ke cermin. Pantulan dirinya mengatakan sesuatu yang membuat Sehun emosi. Mengejeknya. Darah mengalir dari buku-buku tangan kanan Sehun.

“Tidak ada yang boleh memiliki Min Young. Bahkan Lu Han hyung sekalipun. Min Young hanya milikku.” Sehun menyeringai. Dia tidak merasakan sakit di tangannya. Hidup tanpa Min Young, hanya itu yang menyakitkan bagi Oh Se-hoon.

 

———-

 

“Oppa.” Panggilan itu langsung membuat Kai berbalik dan memasang senyumnya untuk Jeo Rin yang baru memasuki kelas tidak dipakai, tempat mereka bertemu.

“Mana Kkam-bear?” Senyum Kai memudar. Seminggu ini dia selalu menghindar dari pertanyaan itu dengan alasan lupa.

“Aku lupa.”

“Lagi?” Jeo Rin tidak percaya. Dia sudah mengingatkan namja itu.

“Mian.”

“Oppa sudah janji. Kenapa oppa selalu lupa?” Jeo Rin mengerucutkan bibirnya kesal. Kai bingung harus menjawab apa.

“Oppa tidak sayang padaku.”

“Baby..” Kai menahan tangan Jeo Rin.

“Kau mau ke mana?”

“Pulang.” Jawab Jeo Rin ketus.

“Kita baru ber—“

“Aku tidak melihat Kkam-bear di sini. Lebih baik aku pulang.” Jeo Rin melepas tangan Kai yang menggenggam pergelangan tangannya.

“Aku bawa Kkam-bear. Dia ada di mobil.” Ucapan Kai menghentikan langkah Jeo Rin.

“Ayo ke mobil.”

“Aku mau oppa bawa Kkam-bear kemari.” Kai menghela nafas.

“Baiklah. Tunggu sebentar.” Jeo Rin tersenyum. Kai selalu menuruti kemauannya.

 

—————-

 

Kai berjalan cepat di lorong lantai tiga dengan Kkam-bear di tangannya. Untung sekolah sudah sepi. Image cool-nya terselamatkan.

“Kai!” Baekhyun memanggilnya. Kai baru saja melewati ruang klub paduan suara. ‘Kenapa harus Baekhyun yang memanggilku?’ Batin Kai.

“Kau bawa apa?” Sungguh. Kai ingin berlari menuju kelas. Boneka beruangnya sangat besar. Baekhyun pasti sudah lihat.

“Boneka.. Beruang?” Kai memejamkan matanya. Ia bisa menebak apa yang dia dengar setelah ini.

“Hahaha..” Tawa besar Baekhyun meledak.

“Ya! Tidak salah? Kau sekolah untuk bermain boneka? Butuh partner?” Ejek Baekhyun.

“Chanyeol pasti mau bermain denganmu.”

“Cih. Jaga ucapanmu, Baek. Kau bahkan masih bermain boneka barbie dengan Chanyeol saat berumur sepuluh tahun. Atau mungkin sampai sekarang?” Kai tersenyum miring melihat Baekhyun bungkam.

“Lupakan. Kenapa kau bawa boneka?” Baekhyun mulai serius. Ia penasaran.

“Ini—“

“Oppa!” Suara itu mengalihkan perhatian Kai dan Baekhyun.

“Kkam-bear.” Jeo Rin langsung mengambil Kkam-bear dan memeluknya. Baekhyun mengerti sekarang.

“Baby, kenapa tidak tunggu di kelas?”

“Seung Yoon oppa menyuruhku untuk segera pulang.”

“Kenapa dia suka sekali mengganggu kita?” Kai kesal. Baekhyun hanya memperhatikan dua orang di depannya.

“Ayo pulang. Oh, Baekhyun oppa?” Jeo Rin baru menyadari keberadaan Baekhyun. Baekhyun tersenyum.

“Jeorin-ah, aku ingin bermain piano lagi bersamamu.”

“Kapan, oppa?”

“Eum, bagaimana—“

“Ayo pulang, baby. Nanti Seung Yoon marah padamu kalau lama.” Kai menarik tangan Jeo Rin sebelum Baekhyun menyelesaikan ucapannya. Baekhyun memandangi dua orang yang sudah menjauhinya. Ia tersenyum miring.

“Kita lihat kau bisa menang atau tidak, Kai.”

 

—————-

 

Sehun memandangi satu per satu foto yang baru saja ia cetak. Fotonya dan Min Young. Gadis yang ia klaim sebagai miliknya sampai sekarang. Ia ingin kembali ke masa itu. Bisa mendekap dan mencium Min Young, menunjukkan cintanya. Sehun memasukkan foto-foto yang entah berapa jumlah ke dalam kotak. Ia akan mengirimnya ke rumah Min Young. Berharap Min Young mengingat hal indah yang mereka lalui bersama walaupun singkat.

“Aku yakin kau tidak pernah mengingat Lu Han hyung saat bersamaku.” Sehun mengambil beberapa pakaiannya yang pernah dipakai Min Young saat gadis itu menginap di apartemennya.

“Aku akan membuatmu selalu memikirkanku, Youngie.”

 

—————–

 

Min Young terus menatap layar handphonenya yang menampilkan kontak bernama Lu Han oppa. Sudah lama dia kehilangan kontak dengan namja itu. Lu Han tidak pernah menghubunginya lagi. Dia juga tidak bisa menghubungi Lu Han. Min Young mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping. Membuat Min Young melihat fotonya bersama Lu Han. Foto yang diambil saat ia lulus SMP. Min Young tersenyum. Saat itu teman-temannya mengira Lu Han adalah murid SMA. Lu Han datang ke acara kelulusan Min Young tanpa setelan formalnya. Membuat Lu Han terlihat ribuan kali lebih cute. Namja itu tidak setua umurnya. Min Young kembali melihat handphonenya. Ia ingin mendengar suara namja yang menjadi cinta pertamanya. Min Young menyentuh tombol hijau di handphonenya. Ia langsung duduk begitu panggilan tersambung. Biasanya, nada operator menyambut Min Young, menyatakan kalau ponsel Lu Han tidak aktif.

“Yeoboseyo.” Min Young menahan nafasnya mendengar suara Lu Han.

“Yeoboseyo? Young, kau di sana?” Panggil Lu Han karena tidak ada sahutan dari Min Young.

“Oppa.” Lu Han mendesah lega di seberang sana.

“Apa kabar?”

“Tidak benar-benar baik.” Lu Han terkekeh.

“Apa karena putus dari Sehun? Ah, tidak mungkin. Kau yang memutuskannya.”

“Dari mana oppa tahu?”

“Sehun yang memberitahuku.” Jawab Lu Han. Dia tahu segalanya tentang Sehun kecuali alasan Min Young memutuskan Sehun. Lu Han tidak bertanya lebih pada Sehun. Ia tahu apa alasan Min Young. Mungkin itu hanya pikiran Lu Han.

“Sehun tidak seburuk yang kau pikirkan, Young. Beri dia kesempatan. Aku yakin dia sangat mencintaimu.”

“Bisa oppa pulang ke Seoul? Aku ingin bertemu oppa.” Bukannya menanggapi, Mim Young malah mengajukan permintaan.

“Aku sibuk, Young.” Sibuk? Min Young punya pendapat lain tentang sibuk yang diucapkan Lu Han. Lu Han sibuk dengan kehidupan rumah tangganya.

“Aku mohon, oppa. Oppa juga bisa mengajak istri oppa.” Kalau dengan kehadiran istri Lu Han Min Young bisa bertemu namja itu, Min Young akan menahan sakitnya.

“Aku tidak mau.”

“Kenapa?”

“Cobalah membaca pikiranku, Young.”

“Oppa bahagia dengan kehidupan oppa sekarang.” Suara Min Young bergetar.

“Bukan. Alasannya karena kau.. dan Sehun. Aku mencintaimu.” Air mata Min Young mengalir saat mendengar dua kata itu dari Lu Han.

“Sehun juga mencintaimu.”

“Aku tidak peduli dengannya. Oppa, aku mohon. Aku ingin bertemu dengan oppa.” Min Young terisak.

“Aku tidak mau, Young. Itu akan melukai Sehun.”

“Oppa—“

“Beri Sehun kesempatan. Lakukan ini demi aku.” Kenapa Lu Han bisa dengan mudah mengatakannya.

“Oppa..” Apa Lu Han tidak bisa mendengar tangisan Min Young? Apa Lu Han tidak sadar kalau permintaannya sangat menyakiti Min Young?

“Aku akan selalu mencintaimu, chagi.” Sambungan terputus. Tatapan Min Young kosong. Kenapa Lu Han melakukan ini padanya?

“Mencintaiku? Kau bohong, Lu Han.” Min Young tertawa miris. Lu Han tidak akan menyuruh Min Young bersama Sehun kalau namja itu mencintainya.

“Nona.” Salah satu pembantu di rumah Min Young membuka pintu kamarnya yang tidak tertutup rapat. Min Young menyeka air matanya.

“Ada apa, ahjumma?”

“Ada kiriman dari Tuan Oh Se-hoon.”

“Aku tidak mau menerimanya.”

“Tapi—“

“Buang benda-benda itu. Aku tidak mau menerima apa pun dari Oh Se-hoon.” Bentak Min Young. Mengingat Sehoon membuatnya emosi.

“Baik, nona.”

“Aku ingin tahu seberapa besar kau mencintaiku, oppa.” Min Young tersenyum miring. Ia tidak peduli dengan status Lu Han sekarang.

 

—————–

 

Sehun melangkah malas menuju cafetaria. Kalau bukan karena paksaan EXO-K, dia tidak mau ke sana. Sehun lebih suka berada di atap sekolah. Dia juga tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Sehun tidak mendapat respon dari Min Young tentang barang-barang yang ia kirim. Apa perasaan gadis itu sudah mati?

“Mana Kai?” Tanya Sehun setelah duduk di antara Baekhyun dan Chanyeol.

“Itu yang ingin kutanyakan padamu. Dia suka sekali menghilang.” Kata Baekhyun setelah memakan ramyeonnya.

“Pasti bersama Jeo Rin.” Chanyeol mengambil mangkok ramyeon Baekhyun perlahan. Baekhyun selalu tertarik kalau menyangkut taruhannya dan Kai.

“Jangan mencuri!” Baekhyun menepuk tangan Chanyeol. Membuat Chanyeol melihat ngeri pada Baekhyun. Insting Baekhyun benar-benar hebat.

“Dia berusaha sekali.” Ucap Baekhyun.

“Sampai kapan kalian mau melakukan taruhan itu?” Kata Suho. Sudah cukup dia diam. Taruhan itu pasti berdampak buruk pada Kai.

“Seharusnya kalian melakukan hal yang lebih berguna daripada taruhan. Seperti mengajari Kai. Sebentar lagi ujian akhir.” Ujar Dyo.

“Itu merepotkan. Kalian tahu sendiri seperti apa Kai. Dia malas. Kenapa tidak kau saja yang mengajarinya, Dyo?” Baekhyun menyeringai melihat Dyo kesulitan menjawab.

“K.. Kai tidak bisa menerima ilmuku.” Jawab Dyo akhirnya.

“Jeo Rin akan sakit hati kalau tahu dia dijadikan bahan taruhan. Seung Yoon juga tidak akan tinggal diam.” Ucapan Suho membuat Baekhyun menelan liurnya susah. Dia tidak memikirkan itu.

“Tenang, Suho. Sebentar lagi pasti berakhir.” Baekhyun tersenyum kaku.

“Aku ke kelas duluan. Dyo, ayo.” Suho dan Dyo meninggalkan tiga anggota EXO-K yang lain di cafetaria. Baekhyun melihat Sehun. Kenapa namja itu tidak berkomentar?

“Kenapa kau diam saja?”

“Taruhan itu idemu, Baekhyun. Aku hanya meramaikan.” Baekhyun melihat kesal Sehun yang menikmati jus jeruknya. ‘Jadi, mereka menyalahkanku? Ah, sudah terlanjur.’ Pikir Baekhyun.

“Apa di kelas kalian ada yang jadi mainan Kai?” Tanya Baekhyun.

“Hampir semua siswi di kelas kami jadi mainan Kai.” Jawab Chanyeol.

“Kalian tahu siapa mainan terbaik Kai?” Sehun menunjuk seorang siswi yang baru memasuki cafetaria.

“Cha Eun Ju. Sebelum sibuk mengejar Jeo Rin, Kai hampir setiap hari bolos dengannya. Kalian pasti tahu apa yang dilakukan Kai.” Tutur Sehun. Baekhyun mengangguk-angguk sambil tersenyum miring.

“Aku rasa semua yang ada pada Kai tidak original.” Ucap Chanyeol remeh.

“Untuk yang itu, Kai masih original, Chan.” Jawab Sehun.

“Dari mana kau tahu?” Chanyeol masih tidak percaya.

“Dia selalu menceritakan pengalamannya padaku.” Chanyeol lupa kalau Sehun dan Kai hampir sama.

“Ya! Yeollie! Kau sudah tidak original lagi.”

“Aku pergi. Sepertinya kalian mau bermesraan.” Sehun tidak mau ketularan konyol dari BaekYeol.

“Original!” Jawab Chanyeol dengan suara bass-nya.

“Kau lupa? Lu Han hyung pernah membuat punggungmu merah.” Baekhyun menampakkan wajah ngerinya.

“Biar saja. Bagian pentingku masih terlindungi. Bibirku masih suci, apalagi yang itu.” Oh, dua orang ini takkan habis dengan topiknya.

“Kau mengharapkan ciuman dariku?” Goda Baekhyun.

“Ya!! Aku normal!” Baekhyun tertawa. Mudah sekali menggoda Chanyeol.

“Kai, ujianmu segera datang.” Gumam Baekhyun.

“Kau bilang apa?” Tanya Chanyeol.

“Tidak.” Baekhyun beranjak dari duduknya.

 

——————

 

“Cha Eunju-ssi!” Baekhyun memanggil Eun Ju yang hendak masuk ke mobilnya.

“Baekhyun?” Eun Ju terkejut karena Baekhyun, salah satu namja populer di sekolah menghampirinya.

“Ada apa kau menemuiku?” Eun Ju sudah berpikir yang tidak-tidak.

“Kau tidak merindukan Kai?”

“Mwo?” Eun Ju tidak mengerti.

“Bermain dengan Kai.” Jelas Baekhyun.

“Itu.. Tentu saja. Tapi dia sudah lama tidak menghubungiku.” Aturan main Kai, dia tidak mengizinkan seorang mainan menemuinya kalau bukan dia yang meminta. Kai akan bersikap biasa kalau di depan orang banyak.

“Kenapa kau tidak menemuinya?” Pancing Baekhyun.

“Dia melarangku. Lagipula aku tidak tahu mau menemuinya di mana. Dia tidak pernah ada di tempat biasa. Mungkin karena ketua sudah sering memergoki kami.” ‘Aku tidak peduli, Eun Ju.’ Batin Baekhyun.

“Aku tahu di mana dia. Dia selalu ada di kelas sebelah tempat biasa kalian bermain.” Sambung Baekhyun.

“Jinjja?” Baekhyun mengangguk.

“Apa kau tahu dia pacaran dengan Kang Jeo Rin? Adik Seun Yoon.”

“Jeongmal? Jadi, itu alasan Kai selalu di kelas. Kau tidak bohong kan?”

“Ani. Temui Kai kalau kau merindukannya. Mungkin ini terakhir kali kau bisa merasakan Kai.” Baekhyun tersenyum manis sebelum meninggalkan Eun Ju. ‘Kau pasti kalah, Kai.’ Baekhyun tersenyum evil.

 

—————–

 

Cinta tidak selamanya indah. Kalimat itu selalu terpikir oleh Sehun setiap ia mengingat kisah cintanya dengan Min Young. Apa Sehun sudah lelah? Apa dia sudah menyerah? Sehun melihat atap sekolah. Ia memutuskan ke sudut atap dan duduk di sana, mengeluarkan dua botol soju dari tasnya. Ia membuka penutup botol itu lalu meminumnya. Jadi, apa yang bisa Sehun lakukan sekarang? Min Young tidak menganggapnya ada. Satu botol soju sudah Sehun habiskan. Dia pasti tidak menyentuh alkohol kalau ada Min Young di sampingnya.

“Sehun.” Sehun langsung melihat ke pintu atap sekolah. Apa benar yang berdiri di sana Min Young? Min Young menemuinya?

“Min Young.” Sehun memasukkan kembali dua botol soju ke dalam tas melihat Min Young mendekatinya. Ia tidak jadi berdiri karena Min Young sudah duduk di hadapannya.

“Kenapa tidak dilanjutkan? Aku tidak akan mengganggumu.” Min Young tersenyum. Bukan senyum yang biasa Sehun lihat dulu. Sehun juga tidak mengharapkan kata-kata itu keluar dari mulut Min Young. Ia ingin yeoja itu memarahinya atau membuang sojunya.

“Tidak apa-apa.” Suasana canggung menyelimuti Sehun dan Min Young. Mereka terdiam cukup lama.

“Aku—“ Ucap mereka bersamaan. Sehun tersenyum. Apa mereka akan memulai cerita baru? Bukankah mereka terlihat cocok?

“Kau duluan.”

“Aku punya permintaan.” Kata Min Young.

“Apa?”

“Kau selalu berkomunikasi dengan Lu Han oppa?” Sehun mengangguk. Tidak menangkap maksud Min Young.

“Bisa tolong telepon Lu Han oppa? Video call.” Alis Sehun menyatu. Kenapa Min Young tidak pakai handphonenya?

“Aku tidak bisa menghubunginya lagi.” Sambung Min Young. Ia bohong.

“Aku tidak mau.” Ucap Sehun datar.

“Kenapa?” Suara Min Young sedikit tinggi. Ia tidak suka jawaban Sehun.

“Kau tahu alasannya, Min Young.” Sehun mengalihkan pandangannya dari Min Young.

“Sehun-ah,” Sehun terkesiap merasakan tangan Min Young mengelus pipinya. Tidak hanya itu, jarak diantara mereka hampir tidak ada.

“Kau mencintaiku kan?” Sehun mengangguk. Itu sudah jelas.

“Kalau begitu telepon dia. Kau tidak akan mendengar kata-kata yang menyinggung perasaanmu.” Entah kenapa Sehun tidak suka dengan senyum yang Min Young perlihatkan sejak tadi. Walaupun begitu, ia tetap mengabulkan permintaan Min Young untuk melakukan video call dengan Lu Han.

“Hai, Sehun-ah.” Sehun hanya mengangguk menanggapi Lu Han. Membuat senyum Lu Han memudar. Belakangan ini Sehun bersikap datar padanya.

“Min Young ingin bicara denganmu, hyung.” Sehun menyerahkan handphonenya pada Min Young. Namja ini terkejut karena Min Young sekarang berada di pangkuannya.

“Apa kabar, oppa?”

“Aku baik.” Lu Han tersenyum kaku. Batinnya menjerit melihat Min Young berada di dekat Sehun.

“Aku bersama Sehun sekarang.” Suara Min Young terdengar ceria.

“Itu bagus.” Sehun tidak mengerti apa yang terjadi sekarang. Kenapa Min Young sangat manis padanya?

“Aku yakin oppa akan menyukai ini.” Dua namja yang sedang berinteraksi dengan Min Young terkejut. Min Young mencium Sehun! Satu tangannya menahan tengkuk Sehun dan tangannya yang lain memegang handphone dengan jarak kira-kira delapan puluh sentimeter darinya dan Sehun. Sehun melihat Min Young yang menciumnya. Ia merasakan ada amarah di balik ciuman Min Young. Entahlah. Min Young melumat bibir atas dan bawah Sehun bergantian. Memperlihatkan pada Lu Han betapa ahlinya dia dalam berciuman. Dan ciuman Min Young semakin memanas saat Sehun meresponnya. Tangannya bahkan berani mengelus paha Min Young. Melupakan ada Lu Han yang menyaksikan mereka.

“Hentikan.” Suara itu tidak berpengaruh. Entah karena keduanya hanyut dalam ciuman mereka yang memabukkan atau karena suara Lu Han yang pelan.

“Hentikan, Min Young!!” Min Young melepas ciumannya, tidak mempedulikan Sehun yang kecewa. Ia tersenyum miring pada Lu Han.

“Eottae? Joha?” Min Young tahu apa arti ekspresi Lu Han. Lu Han selalu memasangnya saat tahu Min Young bersama Ray atau teman (namja)-nya yang lain.

“Kau keterlaluan.”

“Keterlaluan? Bukankah oppa yang menyuruhku bersama Sehun? Kami pasti sesekali melakukannya. Berapa nilai ciuman kami?” Wajah orang di seberang sana memerah menahan amarah. Detik berikutnya Min Young sudah tidak melihat Lu Han.

“Terima kasih.” Min Young meraih tangan kanan Sehun dan meletakkan handphone di telapak tangan Sehun. Ia beranjak dari pangkuan Sehun. Senang mengetahui kalau Lu Han tidak bohong. Lu Han benar-benar mencintainya.

“Kenapa kau menciumku?” Pertanyaan Sehun membuat Min Young menghentikan langkahnya.

“Kau tidak perlu tahu.”

“Apa tujuanmu melakukannya?” Bentak Sehun. Jangan sampai apa yang baru melintas di pikirannya benar.

“Sebelumnya aku minta maaf. Aku hanya ingin tahu reaksi Lu Han oppa. Terima kasih atas bantuanmu.” Min Young melanjutkan langkahnya.

“Shin Min Young!!” Tangan Sehun terkepal. Min Young memanfaatkannya? Seorang Oh Se-hoon dimanfaatkan oleh Min Young hanya untuk mengetahui reaksi Lu Han?

 

TBC…

 

Keluarkan pikiran kalian. Mulai dari chapter ini cerita benar-benar berubah dari pertama yang kutulis. Aku nulis ulang. Komen ya, supaya aku bisa dapat ide yang bagus. Gamsahamnida.

276 tanggapan untuk “I Got The Feeling (Chapter 14)”

  1. Wahh..
    Min young bner” keterlaluan sma sehun..
    Please sehun move on dari min young..
    Wah kiral” ap yha rencana baekky untuk kai..
    Smoga hbungan kai cople ga rusak seperti hungan sehun..

  2. Serius ini minyoung udah keterlaluan bangett, jadi kasihan sama sehun hue hueeeee.. dia gak bisa liat apa sehun itu tulus, malah masih ngarepin luhan yg udah nikah sama gue😂😂

  3. yahhhh…..aku pengen liat apa yg trjadi sama kai jeorin 😦
    tapi pnasaran juga sama reaksinya sehun….kog cepat banget sihh tbc nya chingu…
    next part yya ^^
    Hwaiting chingu^^

  4. aku gak suka min young di chapter ini, nyebelin. kasihan tahu sehun.
    bacon ngerencanaain apa sih? jangan ganggu kaira. jebal

  5. minyoung jahat banget,hnya krn cinta msa llu dia hrus mnyakiti cinta sehun yg sblumnya hancur tmbah hncur,dan apakah kai dan jeorin bisa melewati ujian dari baekhyun!!!???lnjut next chapter psti tmbah seru

  6. Minyoung tega amat mha sehun dan ini mungkin karma buat sehun karena sering mnfaatin cewe jadi sekarang dia yang dimanfaatim mha cewe, terus ujian dari baekhyun buat kai kayaknya bakal ngebuat hubungan kai sm jeo rin renggang deh…atau bisa aja sampe……aahhh gak usah dibahas lagi tunggu aja deh authornya post … Oh iya katena komen aku udah kebanyakan jadi kata2 terakhir ku buat author
    NEXTTTTTTNEXTTTTTT….THOR

  7. Gilak minyoung jahat banget tuhhh kasihan sehun
    Hhm baekhyun kejam juga yaa ujiannya
    Wkwk mungkin baekhyun emang sengaja mau ngerecoki hubungan jeorin sama kai

  8. aaa ottokhae .. ?? koo min young jd mainin sehun ..
    kasian oppaku .. 😦

    mas baekki .. jgn d apa2in yyak KaiRinnya .. huhuhuhu T.T

  9. Kok aku gk ad sdktpun ksian ya sama sehun? Mlhan bhgia liat dia dmnfaatin sama minyoung, kan jrang2 ad d ff sehun ngmis2 sgtunya sama cwe, dprthanin aja gini thor, kan yg care sama sehun rada2 nyesek bcanya *senyum evil

  10. kak aku ikut kesel sm min young… trus ujin kai dari baekhyun itu pasti sesuatu… oke aku penasaran tingkat dewa jadi gomawo^^ uda bikin aku penasaran…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s