[Chapter 2] The Silver Eye

the silver eye 2

Authorcrazyfinder

Main Cast: Kris wu (EXO), Tiffany (SNSD)

Cast: Baekhyun, Xiumin, Kai, Sehun (EXO),  Hyorin (Sistar)

Length: Chapter(s)

Genre: Science fiction, Romance, Action, Friendship

ForewordChapter 1

 

……

“Kamar itu milik Hyorin kau tahu.” Tegur Tiffany dengan suara pelan pada kris yang tetap berjalan lurus menuju kamar yang berhadapan dengan kamar gadis itu.

“Aku tahu.” Jawab kris santai dan tetap membuka kenop pintu. Lalu melemparkan koper nya sembarangan ke dalam kamar.

“Dan kenapa kau masih masuk ke dalamnya?” seru fany tak percaya. Pria ini tampan namun sinting.

“Karena…” kris berhenti berbicara dan membiarkan Tiffany melongok ke dalam kamar sahabatnya itu. “Kau bisa lihat sendiri.”

Mata Tiffany seketika terbelalak melihat kamar yang biasanya dipenuhi oleh barang-barang aneh milik Hyorin sudah menghilang dan hanya menyisakan perabotan besar seperti kasur, lemari dan sebuah meja komputer. Bahkan pigura-pigura foto yang biasanya menghiasi meja sahabatnya itu ikut menghilang.

“Bagaimana—.. apa—.. kapan—?” Tiffany begitu terkesima dan tak sanggup mengatakan apapun lagi. sudah empat tahun ini ia tinggal bersama Hyorin dan ia yakin bahwa sahabatnya itu tadi masih di sini bersamanya. kapan ia sempat membereskan semua ini?

“Sepertinya ia menyadari keberadaanku.” Ujar kris tenang sambil menduduki kasur putih polos yang dulunya milik Hyorin.

“Tentu saja ia tahu, bukankah tadi dia yang membukakanmu pintu?” Tiffany menyahut jengkel.

“Tidak, aku bahkan belum membunyikan bel.” Kris masih menjawab tenang sambil memperhatikan riak wajah Tiffany.

“Lalu bagaimana—“

“Dia bisa mencium keberadaanku.”

Tiffany mendengus. “Kau pikir kau apa? Werewolf? Lalu Hyorin itu vampire? Jangan gila deh, walau sebenarnya aku tak keberatan jika disebut sebagai Bella.”

“Yaa, semacam itu.”

“Apanya? Aku mirip Bella di twilight?” Tiffany tiba-tiba berseru senang melupakan topik pembicaraan mereka tadi.

Kris memijat dahinya frustasi. “Kenapa kau selalu salah menginterpretasikan semua ucapanku?!” tanpa sadar kris mengeraskan suaranya yang membuat Tiffany menatapnya dengan tak berkedip.

Lalu hening.

“Terus apa?! Aku harus percaya pada logika bahwa matamu bersinar dan berwarna silver? Atau pada ucapanmu yang mengatakan bahwa kau adalah sejenis werewolf dan sahabatku yang telah bersamaku selama empat tahun ini adalah makhluk sejenis vampire yang mana tak mungkin karena kulitnya tidak pucat, bahkan bisa dibilang ia berkulit sangat coklat!” Tiffany tetap berdiri tegap sambil menahan air mata yang ternyata telah ia tahan dari tadi, mengabaikan kris yang mulai berjalan mendekatinya. “Aku hanya berusaha untuk tetap logis kau tahu itu?!”

Kris melangkah lebih dekat dan memeluk Tiffany pelan dan menepuk-nepuk punggungnya lembut.

“Maaf, kupikir kau baik-baik saja karena sejak tadi kau tidak menunjukkan rasa takutmu sama sekali. Seharusnya aku tahu kau juga shock.”

“Untuk apa pelukan ini?” Tiffany menyahut pelan dalam pelukan kris, ia tidak mengelak dan justru membenamkan wajahnya didekapan pria itu, yang ternyata sangat, sangat tinggi.

Kris memundurkan tubuhnya dan mengangkat bahu. “Hyung ku mengatakan bahwa ini adalah cara paling ampuh untuk menenangkan seorang gadis.”

Tiffany mendengus lagi dan berjalan keluar kamar sambil tak lupa membanting pintu dengan keras.

“Ow, nice.

~~*y*~~

Bel pintu apartemen berdering dan Tiffany yang tadinya mengurung diri di kamarnya terpaksa keluar, ia sedang berusaha menyesuaikan diri untuk sebuah kejadian yang sangat tiba-tiba ini. Ia masih berusaha menghubungi nomor Hyorin namun ia tak bisa menemukan nomor sahabatnya itu di phone contact-nya.

Ia juga berusaha mengingat nomor Hyorin namun ternyata ia tak bisa menemukan apapun di memori kepalanya. Lalu ia yakin bahwa ada yang menghapus nomor sahabat dekatnya itu ketika ia menekan nomor speed dial teleponnya dan mendapati kontak itu telah kosong.

Tiffany membuka pintu dengan malas dan kemudian melihat seorang pria berambut coklat kemerahan sedang berpose di depan pintunya dengan gaya dramatis. Gadis itu memasang wajah datar.

“Baekhyun. Apa lagi? kau mau menumpang di toiletku lagi? Maaf ya, hari ini jurus imutmu takkan bisa membujukku, aku sedang tidak mood.”

Tiffany hendak menutup pintu namun tangan Baekhyun segera menahannya. Pria ceria dengan senyum manis itu akhirnya menunjukkan cengirannya.

“Kali ini aku bukan ingin numpang toilet, aku ingin bertemu dengan Kris hyung. Ia akhirnya sampai di sini kan?”

Tiffany mengerutkan dahi heran. Ia yakin tetangga apartemennya ini tidak mengetahui kejadian di apartemennya, tapi bagaimana…

“Bagaimana kau bisa kenal Kris?”

“Karena dia adalah hyung-ku.” Baekhyun menjawab dengan aegyo. Tiffany melongo dan mulai memperhatikan Baekhyun dari atas sampai bawah. Maksudnya, Baekhyun memang tampan juga, tapi…

Kris jelas-jelas lebih tinggi.

Lalu warna rambut mereka berbeda.

Struktur wajah mereka berbeda.

Dan mungkin jika sekarang ia membawa mereka untuk tes DNA-pun pasti mereka seratus persen memiliki gen yang berbeda.

Tepat ketika mata mereka bertemu, bola mata Baekhyun sekilas bersinar, berkilat silver, berubah biru dan kemudian kembali ke warna cokelat. Tiffany membeku.

~~*y*~~

Hyung! Kenapa kau lama sekali kemari?” Baekhyun segera bergelayut menja di lengan Kris ketika melihat pria tinggi itu berjalan melewati pintu ruang tamu, yang seketika membuat Tiffany bergidik.

“Bagaimana aku bisa mengerti kodemu dengan begitu cepat dan menemukan posisimu di sini?” jawab Kris sambil menoyor kepala Baekhyun agar menjauh darinya.

“Tapi buktinya kau di sini sekarang.” Sahut Baekhyun cepat.

“Memangnya kalian memakai kode apa? Morse? Kalian tidak tahu apa itu handphone?” Tiffany menyela dengan nada sarkastik sambil tangannya tetap meracik teh yang hendak ia hidangkan.

Handphone itu bisa dengan mudah dilacak.” Baekhyun menjawab dengan nada seolah menyatakan bahwa itu adalah pengetahuan umum.

“Jadi kalian itu semacam buronan?” lagi-lagi Tiffany berkata dengan nada sinis.

“Yaa, semacam itu.” kali ini Kris menjawab, seolah itu adalah hal yang biasa. Mereka tak melihat rahang Tiffany yang seolah hendak terjatuh dari wajahnya.

“Tunggu!!!” Tiffany mengacungkan kelima jarinya di hadapan wajah kedua pria yang hanya menatap polos itu. “pertama kalian memiliki mata yang aneh, kedua kau mengatakan bahwa kalian ini semacam werewolf atau apapun itu namanya dan sekarang, apa? APA? APA?! Buronan?! Kalian mau membunuhku ya?”

Seketika bayangan pria tampan berkemeja putih bermata silver yang ia lihat di mall tadi pagi menghilang dan tergantikan oleh bayangan sekumpulan mafia bermantel hitam.

“Sebaliknya, kami ingin bekerja sama denganmu.” Respon Baekhyun serius, lalu kepalanya kembali menghadap Kris. “tadi bagaimana caranya kau bisa menemukan tempat ini hyung?”

“Karena gadis ini.” Kris menunjuk Tiffany dengan dagunya.

Tiffany menatap Kris clueless.

Dia? Kenapa?”

“Dia benar-benar bisa melihat mataku.”

“Nah! Aku benarkan? Penglihatan matanya benar-benar menakjubkan! Saat pertama kali kami bertemu ia bahkan mengatakan padaku bahwa mataku cantik, berwarna biru! Padahal saat itu aku yakin aku telah menutupinya dengan warna coklat. Dan karena itu jugalah aku memberikan kode we can’t hide even from her padamu hyung.

Eum… gentleman, bisakah kalian menjelaskan padaku apa yang sebenarnya tengah terjadi di sini?” Tiffany menyela dengan nada bingung.

Kris menumpukan tangannya sebentar di dagu seperti sedang berpikir dan akhirnya menghela nafas seolah menyerah pada perdebatan dalam hatinya.

“Jadi Tiffanyssi. This is NOT a bed time stories, jadi tolong dengarkan baik-baik dan jangan menyela.”

 ~~*y*~~

Sebagian besar orang di dunia ini telah tahu bahwa orang-orang yang sebenarnya mengendalikan dunia adalah beberapa kumpulan orang yang menguasai keuangan di bumi ini. Mereka dalam dunia kami disebut sebagai the invisible hands.

Mereka selalu melakukan berbagai eksperimen untuk penelitian atau bahkan hanya untuk memuaskan rasa penasaran mereka, jadi mereka mulai melakukan percobaan-percobaan berbahaya, nuklir salah satunya.

Lalu beberapa tahun terakhir mereka mulai tertarik untuk membuat sosok manusia sempurna dengan menggabungkan beberapa gen manusia dan hewan lalu menambahkan kecepatan perkembangan hormon di beberapa organ dan bagian tubuh mereka. Bagian-bagian itu antara lain otak, mata dan tulang.

Mereka mulai mencobakan itu pada orang-orang biasa seperti gelandangan atau orang-orang yang terbuang. Awalnya segalanya berhasil, orang-orang ciptaan mereka itu menjadi manusia yang super cepat, super pintar dan super kuat. Sampai beberapa bulan kemudian orang-orang itu ditemukan tewas.

Ternyata ketika semakin cepat hormon otakmu bekerja, pada saat waktunya tiba ia akan pecah atau malah mengalami kerusakan psikis.

Mungkin kau pernah mendengar kasus kecelakaan, bunuh diri dan lain sebagainya yang tak masuk akal, itulah mereka.

Lalu mereka berkesimpulan bahwa beban hormon itu terlalu berat untuk dimiliki oleh orang yang memiliki gen biasa, lalu akhirnya mereka mencari bibit-bibit gen terbaik.

Itulah kami.

Mereka mengambil Kris ketika masih bayi dan membunuh kedua orang tuanya dengan sangat terencana. Ayah kandung Kris merupakan pemain basket berbakat yang bahkan pernah bermain di NBA dan ibunya merupakan pelukis dan artis ternama yang menguasai empat bahasa. Ia adalah ciptaan terbaik.

Lalu ayah Baekhyun adalah penyanyi berbakat yang pernah tampil di Madison Square garden dan ibunya adalah make-up artist yang sangat jenius, lalu ketika Baekhyun lahir, mereka dikabarkan meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Namun kami yakin itu adalah pekerjaan The Invisible Hand.

“Lalu kalian disebut apa?”

Genoid.” Jawab Baekhyun pelan.

“Dan kalian tahu ini semua dari?…”

“Genoid tertua kami, code type A, Xiumin hyung.”

“Bagaimana?…”

“Xiumin hyung merupakan anak dari seorang pemain sepak bola handal dan juga seorang ilmuwan dibidang kima. Jadi ketika mereka mempercepat perkembangan hormon di otaknya, Xiumin hyung menjadi sangat cepat dalam membaca sebuah kode dan ia berhasil masuk ke dalam sistem organisasi invisible hands. Ia membaca semua record data tentang kami semua dan akhirnya mengirim hasil pemecahannya kepada kami, saudaranya.”

“Saudaranya?” Tiffany mengernyit tak paham.

Kan kami sudah mengatakan bahwa kami adalah hasil pencampuran gen. Jadi sejak kecil gen kami telah dicampurkan kebeberapa anak dan kebetulan kami berlima memiliki gen yang sama.”

“Berlima?”

“Aku, Baekhyun, Xiumin hyung, Kai, dan Sehun.”

Tiffany menggeleng tak mengerti, “lalu bagaimana kau tahu kalau kalian memiliki gen yang sama?”

“Kami bisa bertelepati. Dan untungnya kami berlima memiliki pemikiran yang sama, yaitu kami benci proyek ini dilanjutkan. Mereka menganggap kami berlima adalah Genoid yang berhasil, jadi mereka sedang menyiapkan Genoid type C yang lebih kuat lagi dan itu artinya akan ada pembunuhan besar-besaran lagi.”

Tiffany melongo tak percaya.

“Hyorin?”

“Ia juga merupakan Genoid type B, sama sepertiku, tapi anehnya ternyata semua gen tidak bisa bekerja dengan hasil yang sama di tubuh perempuan. Jadi ia tak bisa masuk dilingkaran telepati kami.

“Kalau ia sama, kenapa ia pergi ketika menyadari kehadiranmu?”

“Ia merupakan… tipe Genoid volunteer, ia adalah salah satu Genoid yang rela dijadikan percobaan dengan banyak alasan. Tapi menurutku ia memang sudah tidak memiliki keluarga sejak awal. Tambah lagi orang organisasi sangat menyayanginya. Ia keturunan seorang ahli bela diri dan juga model.”

Tiffany mulai menghubung-hubungkan berbagai kejadian yang selama ini terjadi. Tentang bagaimana cepatnya Hyorin berjalan, bagaimana temannya itu tak pernah sakit, bagaimana jeniusnya ia dalam mengerjakan tugas kampus, dan banyak lagi.

Dan mungkin tadi siang ketika ia meminta Tiffany turun mengambil kotak penyimpanan contact lens-nya yang tertinggal di parkiran basemen, itu hanyalah caranya untuk mengusir Tiffany agar ia bisa bersiap menyiapkan barangnya dan menghilang secepat mungkin. Ia telah menyadari kehadiran Kris, lebih dulu dibanding diri Tiffany sendiri.

“Jadi sekarang ia akan pergi melaporkan kalian yang ada di sini?”

“Ya, sudah pasti. Tapi tenang saja, tempatmu sangat aman. Jadi mereka tidak akan berani kemari. Makanya tadi Baekhyun mengatakan bahwa ia ingin bekerja sama denganmu.”

“Jangan bercanda! Apanya yang aman?! Kalian bisa ditangkap dengan mudah!” Tiffany mulai panik.

“Kau lupa? Kami adalah Genoid.” Lalu Baekhyun mulai berpindah dengan cepat dari satu ruangan ke ruangan lain dalam detik yang sama dan membuat Tiffany tersedak.

“Dan kami sangat kuat.”

“L..la..lalu kenapa aku?” Tiffany masih belum terbiasa dengan semua ini.

“Karena kau istimewa. Gen-mu adalah gen istimewa, kami bisa melihatnya. Dan kau bisa membuka kedok kami dengan sangat mudah, seperti melihat sinar dari mataku tadi. aku mendapat campuran gen dari kucing, kau tahu? Aku bisa melihat dalam gelap. Tapi anehnya kau bisa melihatnya, matamu sangat berguna bagi kami.” Kris tersenyum kecil.

“Lagipula apartemenmu berada ditengah kota. Untuk menangkap kami berdua setidaknya mereka membutuhkan lima genoid yang akan menimbulkan kekacauan, atau sekompi polisi yang akan menarik perhatian publik. Ini adalah proyek rahasia dan pastinya mereka tidak akan mau membocorkan ini ke publik.” Sambung Baekhyun bangga akan analisisnya.

Tiffany mengangkat tangan dan menggeleng kecil. “Baiklah, ada yang mau makan malam?”

~~*y*~~

Hyung! Aku merasakan kehadiran Xiumin hyung.” Baekhyun berlari-lari mendekat ke arah Kris yang masih menyusun beberapa letak perabotan, atas permintaan Tiffany yang memanfaatkan kekuatan Kris.

Kris terdiam dan mulai berkonsentrasi. “benar! Apa yang terjadi?”

Mereka berdua mulai memejamkan mata dan menunggu respon dari Xiumin. Lalu samar-samar mereka mulai mendengar panggilan Xiumin.

“kalian di mana?! Aku butuh bantuan!”

“Kau dimana Hyung? Biar kami yang menunjukkan jalan padamu.”

Lalu Baekhyun mulai menggerak-gerakkan tangannya di udara seolah menggambar sebuah peta dan sedetik kemudian bel pintu rumah Tiffany berbunyi.

“Demi tuhan! Ini sudah pukul satu malam dan…” Tiffany, yang buru-buru keluar dengan baju tidurnya terdiam ketika menemukan seorang pria dengan wajah imut bermata hijau cerah berdiri di depan pintu.

“Xiumin hyung!” Kris segera menyambut, diikuti oleh Baekhyun yang berjingkrak-jingkrak di belakangnya.

“Terima kasih. Ah, maaf jika dongsaeng-dongsaeng-ku ini banyak mengganggumu.” Xiumin membungkuk sopan pada Tiffany yang masih ternganga.

“Tunggu,.. apa? Dongsaeng?” Tiffany meragukannya karena wajah tamu barunya ini terlihat jauh lebih muda, apalagi jika dibandingkan dengan Kris.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan.” Kris menyahut datar membalas tatapan mata Tiffany dan menjitak gadis itu pelan.

Setelah mereka masuk dan menutup pintu, Xiumin mulai menjelaskan masalah yang terjadi.

“Kita harus menyelamatkan Sehun.”

Kris mengangkat wajah. “Kenapa dia?”

“Besok mereka akan mulai melakukan percobaan baru dan menambahkan gen lain pada tubuhnya. Ia bisa sangat tersiksa.”

Baekhyun mengernyitkan wajah kesakitan seolah mengetahui bagaimana rasanya.

“Siapa Sehun?” Tiffany menyela ragu.

Xiumin menoleh dan menatap wajah Tiffany. “Bungsu kami.”

“Kita harus berangkat sekarang.” Mata Baekhyun mulai berkaca-kaca dan raut wajah Kris terlihat sangat panik.

Mereka bertiga mengangguk oleh rencana yang hanya bisa didengar oleh kepala mereka, sudah pasti mereka menggunakan telepati.

Ketika mereka mulai bergerak ke pintu, Tiffany menahan lengan baju Kris.

“Apakah sesakit itu?” wajah Tiffany berubah sedih seolah ia akan menangis saat itu juga.

Wajah tegang Kris memudar dan ia tersenyum teduh menenangkan Tiffany. “Tenang saja.”

“Apa ini tidak berbahaya?”

Kris terlihat berpikir sebentar. Lalu menggeleng. “Tidak terlalu, kami akan memanfaatkan kode rahasia yang berhasil hyung curi untuk masuk ke lab percobaan malam ini.”

Tiffany mempererat genggamannya pada lengan baju Kris seolah tak ingin pria itu pergi, walau mereka baru bertemu hari ini, entah kenapa ia merasakan ikatan yang luar biasa kuat pada pria di hadapannya itu.

Kris membelai puncak kepala Tiffany pelan dan tersenyum lagi. “Tersenyumlah. Aku sangat menyukai senyummu, sangat cantik.”

“Kris! Ayo!”

Kris segera berlari dan mereka bertiga seketika menghilang.

~~*y*~~

Hyorin yang mengintip dari luar jendela apartemen segera tersenyum sinis. Ia mengambil alat denoter penghubungnya dan segera mengetikkan kode para boss organisasi.

CL

…..GD

…….T.O.P

……….BABY-J

 

Chapter two… End

Author’s note:

Nah, kaget ya ama cast kejutannya yang di akhir itu? Hha XD

How’s the story?

Padahal author gak nyangka loh banyak yang suka FF ini, eh ternyata kalian suka, jadi author makin semangat deh nerusinnya ^^ Trus cast EXO yang kalian saranin untuk author  masukkan di next chapter, semuanya author pake loh /wink/ makasih sarannya yaa~

Untuk kata “Genoid” itu memang author kutip dari novel  Luna Torasyungu yang trilogi The princess itu kok, jadi ntar kalian gak usah heboh protes-protes plagiat 🙂 author Cuma meminjam istilahnya aja.

If there’s something or many things that you found irrasional, just bear with it please, okay 😉 namanya juga fiksi ^^

Jangan lupa komentarnya yaa lovely readers~ annyeooong :*

66 tanggapan untuk “[Chapter 2] The Silver Eye”

  1. Waaaahhh ff nya keren thor..
    Maaf ya aku baru komen skarang, ehehe..
    Cast nya pas bnget bias aku semua, makin suka deh ><
    next jangan lama2 yaaa, keep writing. Gamsa…

  2. Huftttt aku ketinggalan banget baru baca chapter 2,mian >< dan aku masih bingung nih hyorin kan termasuk genoid makanya bisa tau kehadiran kris nah kalo ppani? Dia kan ga termasuk genoid terus dia apa dong? Kenapa bisa punya kemampuan spesial bisa liat mata unik kris cs yang seharusnya ga bisa diliat manusia biasa? Apa jawabannya ada di chapter selanjutnya kah??? Hmm yasudah kalo begicu aku tunggu chapter selanjutnya deh ya,hehe authornim hwaiting!^^

    1. kyaaaaa ini kolom komentar kok horror banget ya komen gue kok bisa terpotong gini hftttt aku cuma mau nambahin aja thor hehe soalnya suka banget di chapter ini abang xiuxiu sama abang sehun muncul ditambah baekkie pulaaa yey,thanks author*kecupbasah* xD
      kris gombal banget nih sama ppani*-* aku kira tadinya kris itu semacam warewolf eh rupanya si author udah ngerancangin ide yang beda dan non-mainstream,me likeyyy!
      Cerita author ini menarik karena beda dari ff lain yang kebanyakan bertabur bumbu romance semua konfliknya udah pasaran tapi ff ini konfliknya unik buat penasaran jugaaa,aack>< pokoknya ga sabar buat chapter selanjutnya deh kkke

    2. It’s because i looove being different >< jd dapet byk inspirasi deh 🙂
      thankyou sooo much, dukungannya bikin author tambah semangat!! 🙂

  3. nahkan bener.. wah kita samaan author. Na juga udah khatam tuh the princess nya Luna. seru bgt bacanya. smangat ya author. ff nya seru. Na tungguin next nya 😀

    btw, jadi itu hyorin smacem kaya mata-mata gt ya? wahhh, gk nyangka juga sih. ternyata hyorin genoid juga. lah trus tiff gmn??? seperti.a dia special bgt. tp tiff bkn genoid kan???? hmmmm, pnasaraaaannnnnnn >.< hwaiting author!!!! 🙂 🙂 🙂

    1. waaah, seru kaaan?? duh author suka banget ama karya2 luna! apalagi yg golden bird >< /lah kok?/ hha
      siiip, tunggu yaaa, anyway thaanks 🙂

  4. duh sekalinya ane absen uda ketinggalan aja ><
    huwaa eonni ini kenapa keceh buangett???
    ga rugi dah buka2 wp pagi gini 🙂
    lanjuuuut!!!

  5. haaaaaaa tidaaaaakkk /skip/ >< ini.keren.pake.banget!!! aaaahhh, idenya kece bangeeeeettt!! awalnya aku mikir kira kira si kris itu sebenernya apa, tapi taunya bukan sesuatu semacam vampie, weerewolf, apa warlock atau apalah itu wkwk, tapi bener-bener bedaaa. itu yang bikin aku makin suka thor! ini kece bangeeeett :DD dan lagi ada sehuuuunnn yeaaaaaayyyy /pasang kembang api/ pokoknya, semangat buat author, karena ini ceritanya unik dan seru dan kece dan dan pokoknya asik banget thor bacanyaaa~ dan yang terpenting aku selalu mendukung karya karya author 😀 hwaiting!!

    1. haaaaa makasiiiiih 1000x :* 😀
      duuh bingung jg mo respon gmana ini komen panjang+keceh /alay kumat/
      hha anyway thankyouuuu >w<

  6. Wah keren banget…. hyorin jahat bener, jangan2 dia bagian dari pembuatan genoid type C dan berpura2 baik dgn orang lain? Maaf hanya sekedar analisis…

  7. Kereeeeeeenn thor ~ berarti hyorin musuh dong yaa,, kayanya sengaja hyorin sahabatan sama tiffany selama 4tahun itu??
    aaaaaaa next thor penasaran >.<

  8. Keren bingitz thor (ala anak alai)…. ☺”̮ћϱћϱћϱћϱ”̮☺ ª∂a̲̅ baekhyun jg.. next chapter thor… Aku tunggu…!! Faiting!!!

  9. aaaaah. ceritanya unik banget thooor:D jadi penasaran nih selanjutnya gimana. Jangan lama lama ya thoor:D sangat ditunggu ya chapter selanjutnyaaaaaaaaa:))))

  10. Gilaaa… ini chapter bikin geregetan abisss…
    penasaran sama kelanjutannya…
    Aku gak sabar dehh nunggu kelanjutannya..
    jangan lama2 ya thor, tp endingnya jgn cepet2 *etdeh
    hhehe. . . ;D

  11. Hai salam kenal, bagus thor aku suka, tapi kata2nya ada yang agak membingungkan, tapi ceritannya unik, oiya aku ini penggemar tiffany bgt jadi aku Hannya baca klau yang main tiffany, maaf ya.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s