[Chapter 1] The Silver Eye (comeback)

the silver eye 2

Author:  crazyfinder

Main Cast: Kris wu (EXO), Tiffany (SNSD)

Cast: Hyorin (Sistar), EXO members (belum ditentukan,ada saran? ;))

Length: Chapter(s)

Genre: Science fiction, Romance, Action, Friendship

Foreword=

Tiffany tak menyangka bahwa ia juga memiliki keanehan yang sama dengan pria bermata silver bernama Kris. Ketika ia dihadapkan dengan kata; rekayasa genetik, pencampuran gen dan berbagai hal-hal kimiawi lainnya ia hanya mampu mengernyitkan dahi dan berharap untuk segera menghilang saja. Namun kris memaksanya untuk tetap tinggal agar mereka berdua bisa bertahan dan berharap segalanya akan terlihat normal.


Chapter 1:

 “Hahahahaha.” Tiffany tak sanggup menahan tawanya melihat Hyorin yang tengah bereksperimen dengan contact lens berwarna hijau terang. Karena jujur saja warna yang seperti itu tidak cocok dengan seorang gadis dengan kulit berwarna kecoklatan yang sering melakukan kegiatan outdoor.

“Diam kau Tiffany, kalau tidak akan kupaksa kau mengenakan contact lens merah ini.” Ancamnya dengan wajah kesal. Ia memang sedang terjebak masalah karena jika ia tak bisa muncul dengan penampilan unik pada festival kampus lusa, maka ia akan di bully oleh senior-seniornya yang berada dalam klub pecinta alam. Oleh karena itu disinilah mereka sekarang, terduduk dalam ruangan optik kecantikan yang berada di tengah-tengah mall yang tampak sangat ramai.

“Baiklah, baiklah.” Tiffany mengatupkan bibirnya dan berusaha menahan tawa. “Tapi bagaimana jika kau mengenakan warna yang gelap saja seperti cokelat atau biru tua?” usulnya dengan sungguh-sungguh. Hyorin hanya mendelik dan kembali memperbaiki letak lensanya dan kemudian mendesah.

“Sekalian saja kau suruh aku untuk tak usah mengenakan contact lens.”

Tiba-tiba perhatian Tiffany tertuju pada contact lens unik yang terlihat kelabu di sudut etalase.

“Eung, itu lensa warna apa ya?” tanyanya ragu pada gadis muda yang menjadi pekerja di tempat fancy itu.

“Oh itu warna silver.”

Tiffany terdiam dan melirik Hyorin, kemudian mereka kompak tertawa hebat. “Aku tak yakin akan ada orang yang terlihat bagus dalam warna silver ini.” responnya setelah puas tertawa, gadis penjaga berseragam merah muda itu mengangguk menyetujui, entah karena ia benar-benar setuju atau hanya untuk bersikap sopan.

Lalu seperti hembusan angin diiringi dengan rasa dingin yang dalam, lewat dihadapan Tiffany seorang pria tinggi dengan rambut pirangnya yang agak gelap. Bahunya yang bidang memberikan kesan maskulin dan beberapa rambutnya yang terjatuh di dahi melengkapi kesempurnaan garis dingin wajahnya yang tak berekspresi. Caranya melangkah tak terlalu tegap namun tetap membuat seluruh gerakannya memesona, seolah itu memang adalah gayanya. Kemeja putih yang membalut pas tubuhnya membuat nafas Tiffany terhenti, seluruh rotasi di ruangan itu juga tampak terhenti.

Mata mereka bertemu dan seketika Tiffany sesak menyadari bahwa kedua bola matanya, berwarna silver.

~~*y*~~

“Aneh, aneh sekali.” Tiffany masih sibuk bergumam walaupun mereka telah sampai di depan apartemen miliknya.

“Apanya yang aneh?” Mungkin tanpa sadar Fany bergumam terlalu keras sehingga Hyorin dapat mendengarnya.

“Pria bermata silver itu.”

“Ha?! Jadi benar-benar ada orang yang mengenakan contact lens silver?” tanyanya dengan nada geli.

“Kau… tidak melihatnya? Pria yang lewat di depan kaca pembatas toko tadi? yang mengenakan kemeja putih tadi?”

“Tidak. Kapan? Dimana? Pasti dia terlihat aneh, ya kan?”

“Justru sebaliknya, dia terlihat seksi.” Jawab Fany lirih. “Tapi aku yakin kalian semua terdiam ketika dia lewat, masa kau tak melihatnya?” sambungnya tak percaya. Hyorin hanya mengernyit menatap Fany seolah mengatakan ‘apa sih yang kau maksud?‘

“Apa jangan-jangan kau sebegitu terpesonanya oleh pria itu? seingatku aku tak pernah diam sedetikpun di sana.” gelaknya. Tiffany menyetujui dalam hati dengan memasang wajah datar, di antara mereka memang Hyorin yang lebih cerewet jika menyangkut hal shopping.

Nah, bukankah ini aneh? Aku benar-benar tak mendengar suara apapun di mall ramai tadi tepat ketika aku melihatnya melangkah di hadapanku, atau lebih tepatnya di hadapan kaca pembatas toko yang ada di hadapnku.

“Ah! Ya Tuhan! Fany, aku lupa mengambil kotak velve penyimpan contact lens ini di parkiran basement. Bisa tolong kau ambilkan?” pinta Hyorin memelas sambil menunjukkan berkantong-kantong belanjaan di tangannya. Tiffany hanya mengangguk dan berbalik. Tak apalah, berjalan sambil berpikir.

~~*y*~~

Setelah menyadari betapa gelap dan pengapnya parkiran bawah tanah yang di penuhi mobil-mobil penghuni apartemen lain, Tiffany langsung menyesali keputusannya mengikuti kemauan Hyorin. Ia lupa bahwa ia selalu benci dengan aroma mesin mobil yang baru di matikan bercampur dengan bensin atau oil, sungguh tak menyenangkan. Cepat selesaikan dan kembali ke kamar.

Namun ia terdiam kesal ketika mendapati pintu mobilnya terhalang oleh sebuah mobil sedan mini yang terlihat mewah berwarna silver. Kenapa hari ini aku selalu ter-distract oleh warna silver?’ maki Fany dalam hati dan menendang ban mobil sedan itu kesal.

Tiba-tiba dari dalam mobil yang memiliki kaca dengan warna gelap itu Tiffany dapat melihat dua sinar terang yang menyala menyorot ke arahnya, ia tercekat. Dua sinar itu membentuk dua mata yang memang balas memandanginya dari dalam mobil.

Pintu mobil terbuka dan turunlah pria dengan proporsi sama dengan pria yang Tiffany lihat di mall tadi.

“K…k…kau…” Tiffany tergagap melihat pria itu menatapnya dengan matanya yang terlihat bersinar di kegelapan dan menambah ketampanannya. Baru setelah beberapa detik ia tersadar bahwa itu adalah sebuah keanehan, bagaimana mungkin mata seseorang bisa menyorotkan cahaya yang berlebihan seperti ini?

“Naik.” Perintahnya dengan nada dingin. Tiffany terdiam bingung. Pria itu kembali menginstruksikan dengan gerakan kepalanya. Fany tak punya pilihan lain selain menurutinya dan masuk ke kursi di sebelah kursi pengemudi.

Tapi jika dipikirkan lagi, ia sebenarnya punya beberapa pilihan seperti; berteriak panik memanfaatkan kamera CCTV parkiran, atau berlari kembali ke pos penjagaan depan, atau menolak dengan tegas. Namun hatinya seolah memerintahkan hal yang sama dengan pria ini.
Setelah duduk dengan tak nyaman, Fany melihat pria itu ikut berjalan ke samping pintu pengemudi dan masuk ke dalamnya.

“Kenapa kau bisa melihat mataku dari luar?” tanyanya setelah duduk dan meletakkan tangannya di atas setir.

“Ya?” tanya Tiffany tak mengerti dan menoleh, menghadap sisi kiri wajahnya yang meneriakkan kesempurnaan.

“Kau tahu kaca depan ini memiliki pelindung gelap yang menghalangi pandangan orang dari luar mobil, tapi kenapa kau bisa membalas tatapanku dari sana?” tanyanya lagi dengan nada di tekankan. Tiffany memiringkan wajah menelaah perkataan pria itu dan kemudian mengangguk setuju. Jika ia ingat lagi ia tadi tak bisa melihat wajah orang di dalam mobil namun dirinya tahu ada sepasang mata yang menatapnya.

“Oh! Iya! Matamu tadi bersinar. Seperti sekarang.”

Pria di sebelah Fany itu segera terlonjak dan menatapnya kaget. Ia seolah tak menyangka jawaban itulah yang akan keluar dari bibir Fany dengan santainya.

“Ber…sinar? kau bisa… melihatnya?” ia bertanya lagi dengan hati-hati.
Tiffany mengangguk polos, “tentu saja. Bukankah semua orang pasti bisa melihatnya?” tanyanya bertambah bingung.

“Tidak, tidak semua orang.” Ia menjawab pelan, seolah sedang memikirkan sesuatu.

“Siapa namamu?”

“Tiffany.” Otomatis ia menjawab dan tersenyum kecil. Aneh sekali pendekatan pria ini. Oke, ia sedang sangat percaya diri bahwa pria ini ingin mendekatinya.

“Baiklah, Tiffany-ssi, tolong rahasiakan hal ini.”

“Ha? Rahasia yang mana? Rahasia bahwa kita berkenalan? Baiklah.” Tiffany berdebar membayangkan hubungan yang di tutup-tutupi. Apakah pria ini selebriti? Aktor? Penyanyi? Ah, membayangkannya ia  jadi bahagia.

“He?” sang pria menaikkan kedua alisnya dan menatap aneh.

“Tenang saja, aku tak akan membocorkan pada siapapun bahwa kita berkenalan atau kau ternyata tertarik padaku.” Fany sibuk berpendapat sendiri dan tersenyum maklum seolah memahami segalanya.

Pria itu menggaruk lehernya tak paham.

“Maksudku, tolong rahasiakan kenyataan bahwa mataku bersinar.”

“Oh….”

~~*y*~~

Mata yang berwarna silver adalah keanehan nomor satu, lalu mata yang bisa bersinar dikegelapan adalah keanehan lainnya. Dan dengan kenyataan bahwa aku adalah satu-satunya manusia yang bisa menemukan keanehan itu adalah puncak dari semua keanehan.

“Baiklah, kau membuat karpet ruangan ini rusak dengan mondar-mandir sejak satu jam yang lalu. Ada masalah apa sebenarnya?” Hyorin mulai mengintrogasi Fany, yang mana menurutnya adalah sebuah keterlambatan. Maksudnya, seharusnya ia bertanya lebih cepat lagi kan?

“Dia sangat tampan.”

What?”

“Ya! Itu masalahnya, pria ini sangat tampan!” Tiffany menekankan kata tampan dan kembali berjalan.

“Nah, kita menemukan kasusnya. Kau bertemu seorang pria, ia tampan. Bukan, bukan tampan, tapi sangat tampan,” Hyorin berhenti sebentar dan menaikkan salah satu alisnya. “aku tak melihat adanya masalah sampai di sini.”

“Oh for godsake tolong tinggalkan saja aku. Aku butuh berpikir, sepertinya jika semua masalah ini tidak sampai pada logikaku maka semuanya tidak akan berhasil.” Fany mengernyit mencoba menghubung-hubungkan semua hal agar menjadi logis dan tidak membingungkan.

“Baiklah baiklah.” Teman Tiffany itu hendak berbalik namun terhenti “Oh iya, aku cuma mau bilang ada seorang pria tinggi dan tampan yang sedang mencarimu di depan pintu. Jangan bilang kalau dia adalah orangnya. Karena ia memang luar biasa tampan.”

Tiffany segera berlari keluar sebelum sempat mendengar semua penjelasan Hyorin dan mengumpat karena kenapa ia tidak mengatakannya sejak tadi.

“Hai.” Sapa pria itu dengan senyum kecil. Fany masih terdiam di depan pintu menunggu kelanjutan pembicaraannya.

“Emm, jadi aku sedang berpikir untuk menginap di sini untuk beberapa minggu, atau bulan.” Tambahnya lagi yang membuat Tiffany membelalakkan mata.

“Haaa??” sayangnya hanya itulah jawaban cerdas yang telah Fany siapkan.

“Jika kau tidak punya pertanyaan lagi jadi aku masuk,” ia segera melangkah santai melewati Fany sambil menenteng barang bawaannya yang tadi tak ia perhatikan. “dan mungkin kau bisa sekalian menunjukkan kamarku sekarang.”

“Nama.”

“Maaf?”

“Aku belum tahu namamu.”

“Kris wu, 24 tahun, scorpio, golongan darah O. Senang berkenalan denganmu.”

Chapter one… End

 

Author’s note:

Haii, haha rasanya ini adalah saat yang tepat untuk meninggalkan author note. Kk~

Pertama tama author minta maaf untuk tidak menepati janji dengan setepat-tepatnya, yaitu comeback pada tahun baru. Tapi at least author berusaha untuk post FF ini tepat waktu kan? Hehe *nyengir*

How’s your new year my dear readers? >< masih setia gak ama EXO? ato uda berpaling? *pletak* hhaha tapi gak mungkin lah ya, secara mereka membombardir kita ama MV dan video-video terus -__- lol

Eumm, untuk FF ini author bereksperimen dengan genre science fiction.

Yeah, i know, ini bukan my style (a’la kris) banget, tapi senang aja mencoba, and melakukan research kecil-kecilan walopun blom canggih-canggih amat. Hhaha

Semoga ini mengobati rasa rindu kalian padaku /dihajar massa/
Yeaaah HAPPY NEW YEAR yeorobuuuun~ semoga kalian suka FF ini dan jangan lupa komen n like nya yaaaaa /cium satu-satu/
See yaa~

62 tanggapan untuk “[Chapter 1] The Silver Eye (comeback)”

  1. YAK! daebak omonaa!!! :0 aku readers baru (baru tau blog ini juga) dan ternyata omona. NGEFLY BANGET BACA FFNYA! tambahin luhan kek /jadi kayak growl MV aja-.-/ FIGHTING! gasabar nunggu lanjutannya, gue bakal stalk terus FF nya oke??

    1. abisnya author ga yakin banyak yang suka >< eh trnyata lumayan 🙂 jadi yg chapter dua lumayan panjang kok ^^

    1. yah kamu komennya pas author uda slese nulis chapt 2 T_T
      tapi kai uda masuk kok, tao nya aja yang enggak hehe
      okeh 🙂

  2. aseeeeeeekk.. castnya Mpok Panii ^^
    keren deh thor, sumvehh.. sebenernya kalo waktu itu aku bisa komen, aku yang komen pertama loh thor #GaadaYgNanya wkwkkwk soalnya internernet rada2 gila
    alurnya keren, bikin penasaran, kriss kok bisa2nya maen masuk rumah orang ‘-‘)/
    lanjut nee

    1. hhaha glad u like it 🙂
      waah, brarti emang wifi-nya yg nyolot /dendam ama wifi/
      siiip 🙂 itu uda di post 😉

  3. Wwwiihhh keren thor… Aku seneng bgt thor crt beginian apa lg klo bersangkutan dgn vampire…. Klo blh usul sih cast tmbhn nya sehun aja… Soalnya dia kan keputihan jd klo buat rekayasa gen kyknya cocok
    Next ditunggu…. FIGHTING THORRR!!!

  4. Ah… Keren… ªќΰ tunggu lanjutannya thor… Oiya klo bisa ª∂a̲̅ baekhyunnya Ɣααααα☺ thor ☺”̮ћϱћϱћϱћϱ”̮☺….

  5. heuumm…ngomong apa ya? ._. haaaaaaaaaa author tau aja aku suka genre sci-fi wkwk /lewatin aja thor ini mah/ dan cast nya saudara-saudara…..kris…/sigh/ entah mengapa kalo udah bawa bawa kris feel nya tuh langsung beda wkwk dan seperti biasa eonni crazyfinder kita ini berhasil dengan ff nya!! /bow-claps/ chapter 1 nya kece kok thor (y) semoga chapter berikutnya lebih kece lagiii 😀 /btw gatau kenapa bagian ending waktu kris ngenalin diri pengen ketawa thor ._.

    1. hha ngomong apa aja pasti author terima kok 😉 kk~
      deuuh, i know right? it’s good to be back 🙂
      iya amiin! semogaaa~ :p
      hhaha ketawa juga boleh
      gomawoo gomawoo~

  6. Aaack i love this ff! Apalagi cast nya >< aku juga suka tata bahasanya,thor dan lagi nunggu buat tahap konfliknya sepertinya ga mainstream. Aneh ya kris tiba-tiba jadi sok bossy gitu minta buat numpang di tiff aja gayanya malah jadi kayak dia yang punya rumah lol malah fany kayak dihipnotis lagi diam dan nurut aja lolol x) untuk cast tambahan dari member exo aku saranin sehun atau xiumin aja thor tapi tergantung sih peran dan karakter mereka gimana biar aku tau mau nyaranin siapa yang cocok buat itu hehe,hwaiting for next update thor,asap ya;)

    1. wuah wuaah thanks buat komen panjang-cool-keceh ini hhaha
      iya kan ya? bossy bgt /siapa yg nulis emang?/ hhaha
      siiip! di tunggu yaaa~ 🙂

  7. aaaaaaah daebaaak!!!! keren dan seru bgt, alur cerita menarik feelnya terasa sekali aaw gaya bahasanya jg aku sukaaa,
    next yaaaa fighting!!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s