[Songfic] My Turn To Cry

My Turn To Cry

A Story By Dwtmhrn

My Turn To Cry

EXO’s Luhan and Hello Venus’s Nara

Sad, Angst

Songfic

My Turn To Cry By EXO

Please Enjoy~

 

akmongeul kkwosseoyo
uldeon geudaereul anajugi jeone
kkumeseo kkaeeo beoryeossjyo

 

Aku membuka mata ku kaget. Yah, lagi-lagi mimpi semalam mengganggu tidur ku. Akhir-akhir ini—semenjak aku putus dengan Na Ra. Aku selalu bermimpi buruk tentang nya.

Aku melihat bayangan ku ketika itu. Disaat aku ingin memelukmu, kau menjauh, seakan aku ini adalah orang yang berbahaya. Kau menangis dan meneriakiku. Apa seburuk itu kah aku?

 

seogeulpeun mame keoteuneul yeoreo
dalbicce muldeurin nunmullo pyeonjil bonaeyo

Berbangun, lalu membuka tirai kamar ku. Seketika cahaya matahari memasuki seluruh sudut kamar ku. Sekarang aku merasa sangat bodoh. Bagaimana mungkin aku meninggalkan seseorang yang sangat ku cintai?

Bahkan aku tidak merasa kalau air mata ku terjatuh. Harus nya aku siap dengan semua ini. Kenapa aku menjadi lemah hanya karena nya? Ngomong-ngomong bagaimana kabar nya?

Hai, Nara? Ini aku Lu Han. Bagaimana kabar mu? Ah, ku harap baik-baik saja. Masalah itu… kau akan datang kan?

Send. Aku tahu ia tak akan pernah membalas pesan ku.

 

Remember geudaega himdeul ttaemyeon hangsang
nunmureul useumgwa bakkwossjyo
na eopsneun goseseon uljimayo don’t cry
nunmuri manhdeon geudaeraseo oh

 

Aku… teringat masa lalu ku. Ya, ketika aku masih bisa mengubah tangis mu menjadi tawa mu. Rasanya aku merindukan hal-hal itu. Tapi, disaat ini aku tak akan pernah bisa melakukan nya lagi. Semua telah berubah dari minggu lalu.

Jangan menghabis kan waktu mu dengan menangis Nara-ya. Aku tidak suka saat kau menangis, karena jika kau menangis kau selalu tersedu. Hal itu akan membuat ku sakit. Tunggu lah aku, dang ingat jangan menangis didepan orang lain, arra?

Send. Aku tahu, itu hanya membuat Nara semakin berharap padaku. Tapi apa yang bisa kulakukan selain seperti itu?

 

andwaeyo It’s my turn to cry naega halgeyo
geudaeui nunmul moa
It’s my turn to cry naege matgyeoyo
geu nunmulkkaji Thit time
This time yeah

 

‘jangan. Ku mohon jangan menangis. Harus nya, kali ini aku yang menangis’ rasanya ingin sekali aku meneriaki kalimat ini. Aku muak dengan semua ini. Semua yang didunia ini memang tidak adil. Mereka memisahkan ku dengan Nara hanya demi uang, saham, perusahaan.

Bahkan ayah ku sendiri mengurungku saat ia tahu aku berpacaran dengan seorang pelayan kafe—Nara. Menyedihkan memang.

Air mata Nara terjatuh semakin banyak. Bisakah kesedihan Nara berbalik pada ku? bisakahan aku menangis seperti Nara dihadapan semua tamu undangan? Menangis karena kesedihan. Kesedihan ku untuk meninggalkan seorang kekasih ku disebuah dunia yang berbeda dengan ku. Dunia yang memiliki pintu dimana Nara tak akan mampu melawati nya.

Yah, aku akan membenci orang yang membuat pintu itu.

Jadi, sekarang bisakah aku merasakan kesedihan yang Nara rasakan?

 

beorilppeonhaessdeon baraen sajindeul
neomu apaseo ijen bol suga eopsjyo

 

Hari demi hari terlewati. Sudah dua bulan aku melawati hari dengan status ‘suami orang’ tapi wanita itu bukan Nara. Sayang sekali aku harus mengingkari janji ku pada nya.

Membereskan apartemen lama ku adalah sesuatu hal yang sebenarnya sanang membuat ku malas. Karena, aku harus melihat kembali masa laluku bersama Nara. Masa lalu yang tak akan pernah kembali dan tak akan pernah ku rasa kan lagi.

Aku memasukkan semua bingkai foto kedalam sebuah kardus. Tapi, saat akan mengambil sebuah bingkai, aku terdiam. Yah, ini foto ku bersama Nara lima bulan yang lalu—sebelum aku menikan. Ia tersenyum bahagia disana.

Air mata ku terjatuh. Ini menyakitkan. Aku tak dapat melihat nya.

 

tto jami oji anhneun bam
eoduun bangane nuntteugo anja
geudae eolgul geuryeoyo

 

Malam ini aku kembali terjaga. Setelah siang tadi aku harus membersihakan kamar apartement ku. Dan, jelas aku harus mengingat semua nya kembali.

Nara, apa kau baik-baik saja?

Aku mencoba membayangkan kau di dalam kepala ku. Membayangkan mata mu, hidung mu, dan bibir mu. Aku merindukan mu Nara.

 

sujupdeon misowa sangnyanghan nundongja
ango sipeunde eotteohhajyo
na eopsneun goseseon uljimayo good-bye
ijen nae eokkael mot billyeoyo Oh

 

Hari ini aku memutuskan untuk ketempat kerja mu. Melihat senyum mu yang rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat nya. Kau menatap ku sebentar, lalu tersenyum malu. Oh, aku benar-benar merindukan mu.

Aku ingin memelukmu, tapi kau tahu itu tak mungkin. Lalu apa yang harus ku lakukan?

“Luhan…” aku menatap mu yang kini duduk di hadapan ku.

“Nara, maaf… aku tak bisa memenuhi janji ku,” kau menatapku.

“oh?”

“aku akan pergi, maafkan aku, karena aku sudah tak akan bisa lagi jadi sandaran mu ketika kau menangis.” Nara menatap ku dengan mata sendu nya. Aku tahu ini sakit. Tapi apa yang bisa lu perbuat lagi? “aku pergi.” Maafkan aku.

 

andwaeyo It’s my turn to cry naega halgeyo
geudaeui nunmul moa
It’s my turn to cry naege matgyeoyo geu nunmulkkaji This time
ne nunmulkkaji This time yeah-

nan (ajik) neol (geudaereul) sa (manhi) rang (saranghan) hae (nameoji) yo (neomunado geuriwoyo)
ul (budi) ji (geogiseon) mal (haengbok) ayo (haejwoyo)
I’m missing you

 

aku mencintai mu.

Yah, aku masih sangat-sangat mencintai mu, meski ini sudah 3 tahun berlalu. Rasanya aku benar-benar gila karena selalu memikir kan mu.

Jangan menangis. Atau aku akan membenci mu karena kau selalu menangis.

Aku tersenyum simpul melihat pesan yang ku kirim kepada Nara.

Hey~ aku tidak pernah menangisi mu, tuan Lu.

Apa dia fikir aku ini bodoh? Bahkan aku mengirimkan mata-mata untuk mengikuti nya.

Jangan berbohong nona Kwon.

Aku menyimpan handphone ku. Aku merindukan Nara, tapi sampai kapan pun aku tak akan pernah bisa bertemu dengan nya. Aku benar-benar merindukan nya.

 

andwaeyo It’s my turn to cry naega halgeyo
geudaeui nunmul moa
It’s my turn to cry naege matgyeoyo
geu nunmulkkaji This time

uljimayo baby
It’s my turn to cry naega halgeyo
geudaeui nunmul moa
It’t my turn to cry naege matgyeoyo
geu nunmulkkaji This time

 

Kini Nara telah pergi. Ia pergi meninggalkan ku. Bahkan, disaat aku baru saja berada di hadapan nya. Rupanya ia menyembunyikan penyakitnya kepada ku. Sekarang ia benar-benar pergi.

‘oppa… aku sudah tidak bisa menunggumu lebih lama.’

 ‘aku mohon tunggu aku sampai lusa. Jika aku tak datang kau bisa pergi.’

Aku merasa bodoh sesudah mengatakan hal itu. Nyatanya, dia benar-benar pergi disaat aku benar-benar menemui nya.

Aku mulai menangis seiring turun nya hujan. Kini kau sudah bahagia disana. Dan kini akulah yang menangis.

Maafkan aku Nara, karena aku tidak bisa kembali.

Maafkan aku Nara, karena aku sudah menjadi laki-laki brengsek yang dengan mudah nya menyia-nyiakan mu.

Kini, kau harus bahagia. Karena kini aku lah yang menangis. Aku mencintai mu, dan akan terus mencintai mu.

 

geu nunmulkkaji this time geu nunmulkkaji This time geu nunmulkkaji This time
neol saranghae yeah neol saranghae
saranghae saranghae uljimayo.
naege matgyeo

a/n: Hellaw~ hahaha, kemabali lagi dengan songfic. Setelah kemarin mem-pairing kan Xiumin-Bora, sekarang Luhan-Nara. whahahah, untuk selanjut nya mungki aku akan membuat series member exo. mungkin ada yang bisa nebak siapa selanjut nya?

16 tanggapan untuk “[Songfic] My Turn To Cry”

  1. Ah… Sedihnya jadi luhan… Selanjutnya Baekhyun thor.. Tp lgunya ♈ªϞƍ happy ☺Hë•⌣•hë•⌣•Hë•⌣•hë☺
    ‎​.. Keep writing thor…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s