[Songfic] Christmas Day

Christmas Day

A Story By Dwtmhrn

 Christmas Day

EXO’s Xiumin and SiSTAR’s Bora

Fluff, Romance

Songfic

Christmas Day by EXO

Please Enjoy~

 

Seolleme bupureo nuneul tteuneun achim
Seonmurui ribonkkeuneul pureoboneun neukkim
Neoreul araganeun narimyeon nalmada

Xiumin kembali terbangun dari tidur nya. Kali ini ia hanya tidur 4 jam, ya, akhir-akhir ini ia terlalu banyak fikiran. Pernikahan nya dengan Bo Ra—kekasih nya. Terpaksa di batalkan. Yah, apalagi kalau bukan karena ayah nya yang tiba-tiba masuk ke rumah sakit.

Dan juga, ibu Bo Ra masih belum memberikan izin untuk mereka berdua. Ibu nya bilang berpacaran 3 tahun belum tentu membuat Xiumin dan Bo Ra mengetahui satu sama lain.

Tapi, mau berapa lama lagi pun Xiumin menunggu Bo Ra, ia akan siap, karena menunggu Bo Ra, rasanya sama saja seperti menunggu Natal. Begitu mendebarkan.

 

Georireul jangsikhan banjjagineun bulbit
Geu junge danyeon ne nune tteuneun byeolbit
Nae pum ane nogeul deusi neoneun angyeowa

Xiumin kini tengah bersender di kursi kerja nya. Lagi-lagi ia melupakan waktu makan siangnya. Ia bukan lah seorang yang ‘gila’ kerja. Tapi, waktu lah yang membuatnya lupa akan segala nya.

 

Tok…tok…tok

 

Sebuah ketukan membuat Xiumin kembali berduduk tegap dan berdehem sebentar. “ya, masuk.” Xiumin memerhatikan siapa yang masuk.

“Min Seok-ah,” ternyata Bo Ra.

“oh?”

“kau tidak makan siang lagi?”

“tidak. Kata siapa?”

“kau tidak pandai berbohong Tuan Kim!”

“ah, arraseo.” Bo Ra memperhatikan jam tangan nya.

“sudah jam 6 sore ya? Hm, ah, Min Seok-ah apa pekerjaan mu sudah selesai?”

“ya, lumayan. Ada apa?”

“apa kau bisa meninggalkan nya?” Xiumin nampak berfikir. Lalu memberi anggukan. “ayooo.” Bo Ra menarik tangan Xiumin menariknya keluar ruangan nya. Bahkan Xiumin belum mematikan laptop nya.

“hey sayang, sabar, kenapa buru-buru sekali, hm?” Bo Ra menatap Xiumin kesal.

“Tuan Kim yang tampan. Kau ini belum makan dari siang tadi! Bagaimana aku tidak buru-buru untuk memberi perut mu itu asupan! Kau bisa sakit. Aku tidak mau kau sakit!” Xiumin terkekeh.

“baiklah Tuan Putri Yoon.”

 

Kini mereka tengah berjalan di salah satu daerah Seoul. Terlihat banyak sekali pohon-pohon natal yang sudah berhias di dalam etalase toko. Xiumin memandangi Bo Ra. Wanita itu tengah menatap kagum sebuah pohon natal yang dihias dengan barang-barang daur ulang.

Sinar mata Bo Ra terpancar begitu hangat. Membuat Xiumin seakan menghangat ditengah dingin nya malam hari ini. Andaikan saja mata Bo Ra adalah sebuah bulan, mungkin dunia ini akan sanat terang. Yah, seterang apa yang dirasakan Xiumin ketika bersama Bo Ra.

 

Hoksi nae jamgyeore
Dagawaitjin anheulkka
Hamyeo all night bamsae all night
Hayake jisae majihangeol

Kini mereka telah berada di halaman rumah Bo Ra. Xiumin terus saja menggenggam tangan Bo Ra.

“hey, sudahlah, aku kan hanya ingin tidur, dan besok kita masih bisa bertemu. Kau ini seperti ingin jauh saja.” canda Bo Ra. Xiumin hanya tersenyum.

“bisakah kau menghampiri ku?”

“bukankah, setiap hari aku akan ke kantor mu?”

“bukan itu. Maksud ku… hampiri aku saat aku tengah tertidur,”

“maksud mu?”

“rasa nya jika sedang bersama mu, aku tak ingin berpisah.” Bo Ra tersenyum. Wajah nya memanas dan memerah. “aku mencintai mu Yoon Bo Ra. Selamat malam.” Xiumin mengecup kening Bo Ra lalu kembali masuk kedalam mobil nya. Bersiap untuk pulang kerumah nya dan tidur untuk memimpikan Bo Ra.

Just like the Christmas day sonkkoba gidarideon
Just like the Christmas day oh! Neol saenggakhamyeon
Geuttae geu sijeol eorinaecheoreom manyang deultteugon hae
Youre just like Christmas day

 

Kini hanya tinggal 1 tahun Xiumin menunggu Bo Ra. Yah, hari ini merka tepat 4 tahun menjalin hubungan.

Menunggu Bo Ra, rasanya sama saja seperti saat aku menunggu Natal. Bahkan, jika hanya memikirkan nya, aku seperti mendapat hadiah uang ber-milyaran. Meskipun aku masih sangat berdebar saat dekat dengan nya. Bo Ra… dia seperti Hari Natal.

 Xiumin menghentikan kegiatan menulisnya di buku harian nya. Ia tersenyum. Tanpa sadar kini buku harian nya hanya dipenuhi dengan hal yang ‘berbau’ Bo Ra.

 

 

ilgodo chagaun gyejeol soge ojik
Neomani koteu soge namainneun ongi
Ttatteutan gieokdeul maneuro chaewojigo (neomunado ttatteutan)

Xiumin berjalan keluar dari sebuah toko. Itu, toko cincin. Ia sengaja membelikan Bo Ra sebuah cincin, hitung-hitung hadiah 4 tahun mereka.

Musim dingin kali ini memang lumayan mengerikan, bahkan suhu mampu mencapai 8 derajat celcius. Tapi, tidak bagi Xiumin. Ia tetap merasakan hangat di dalam jas biru malam nya itu. Yah, kehangatan dari seorang Bo Ra yang berada di dalam hati nya.

Xiumin jadi teringat kenangan masa kuliah nya bersama Bo Ra. Ia terkekeh geli saat mengingat masa-masa itu. Memori yang begitu hangat. Bahkan sangat hangat.

Memareun haneureseo naerin hayan gijeok
Irwojigin neomu himdeul geotman gatdeon
Kkum sogedo ganjeolhaesseotdeon geu gido~ eum~ yeah

Nuneul tteun achime
Changmuneul deopeun nuncheoreom
Neoneun all night bamsae all night
Joyonghi ssahyeo wainneungeol

Xiumin mengerjapkan matanya. Ia pandangi wanita yang kini berada disamping nya. Tertidur dengan damai nya, seakan ia seperti seorang bayi. Xiumin mengingat-ingat kejadian malam tadi. Yah, memang tak bisa dibayangkan namun, itu terasa nyata—awalnya ia fikir itu adalah mimpi. Namun jika itu benar mimpi ia berharap itu akan menjadi nyata.

Just like the Christmas day sonkkoba gidarideon
Just like the Christmas day oh! Neol saenggakhamyeon
Geuttae geu sijeol eorinaecheoreom manyang deultteugon hae
Youre just like Christmas day

 

Hari ini adalah Hari Natal, dan hari ini keluarga Xiumin dan Bo Ra memutuskan untuk makan malam bersama. Ayah nya sudah sehat dan terlihat bersenda gurau dengan ayah Bo Ra. Begitu juga dengan ibu mereka.

“ah, hampir lupa,” ucap Ayah Bo Ra. “ayah ingin memberi kalian berdua hadiah.”

“benarkah?” tanya Bo Ra antusias, ia terlihat seperti anak kecil yang baru saja dibelikan sebuah mainan.

“ya.” Sambung ayah Xiumin.

“memang apa, yah?” lanjut Xiumin. Ayah Xiumin berdehem dan bertatapan dengan ayah Bo Ra.

“Februari depan… kalian akan menikah.” Bo Ra dan Xiumin seperti di sengat listrik ketika mendengar berita itu. Mereka berpelukan, bahkan Bo Ra sampai menitikkan air mata nya.

“ayah terima kasih.” Ucap mereka bersamaan dan menunduk 90 derajat.

 

You’re just like Christmas day

——

a/n : YooHoo~ long time not see readers! haha, setelah 2 MINGGU aku Ulangan Akhir Semester akhirnya bisa dapet inspirasi lagi buat nulis cerita.-. Ah, mungkin cerita ini sangat lah tidak nyambung.-. hahah/plakkk. Oh iya, ada kah yang nungguin Forever Chapter 4? (gak ada pasti)   
Leave ur comment please *aegyo*

11 tanggapan untuk “[Songfic] Christmas Day”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s