I Got The Feeling (Chapter 13)

i-got-the-feeling

I GOT THE FEELING

 

Tittle                           : I Got The Feeling (Chapter 13)

Author                       : Jellokey

Main Cast                  :

Kim Jong In (Kai of EXO)

Oh Sehoon (Se Hun of EXO)

Kang Jeo Rin(OC)

Shin Min Young(OC)

Support Cast            :

EXO members (especially Byun Baekhyun)

Kang Seung Yoon

Kang Daesung (Daesung of Bigbang)

Kang Min Hyuk (Minhyuk of CN Blue)

Choi Jun Hong (Zelo of B.A.P)

Lee Jae Joon (Maru of C-CLOWN)

Kim Jung Hee (OC/ Kai’s sister)

Cameo                        : Kim Hyun-il (Ray of C-CLOWN)

Length                        : Chaptered

Genre                         : Romance, School Life, Family, Friendship

Rating                         : PG-17

Poster                        : nanakim1266 (ARTCafe)

Disclaimer                 : This story is pure mine. Don’t plagiat and copy paste.

 

 

“Ya!!” Sehun menarik blazer Ray dari belakang.

Bugh!

“Jangan pernah hina saudaraku!” Sehun meninju wajah Ray berkali-kali. Dia menonjok perut Ray, tidak memberi kesempatan Ray untuk membalas.

“Aku akan merebut Min Young darimu!” Sehun berlutut di atas Ray yang sudah terkapar di lantai.

“Dasar keluarga perebut.” Cibir Ray. Semakin emosi, Sehun meninju wajah Ray yang sudah lebam membabi buta. Dia tidak peduli. Ray menghina keluarganya. Siapa pun pasti akan marah kalau mengalami itu.

“Oh Se-hoon!” Teriakan itu membuat tangan Sehun berhenti di udara.

“Min Young.” Ray tersenyum mengejek.

“Min Young pasti semakin membencimu.” Ray mendorong Sehun dari atasnya.

“Oppa!” Min Young terkejut melihat Ray yang babak belur di lantai. Ia membantu Ray berdiri.

“Youngie, aku—“

“Kau keterlaluan, Sehun!” Min Young menatap Sehun penuh emosi.

“Chagi, sakit.” Rintihan Ray membuat Sehun muak. Dia baru tahu kalau Ray bermuka dua.

“Jangan pernah mengganggu orang yang dekat denganku. Sekarang kau hanya orang asing bagiku.” Min Young berjalan memapah Ray.

“Shin Min Young!” Sehun menatap nanar punggung Min Young yang menjauh. Dia tidak punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka.

“Aku tidak mau berakhir.”

 

——————-

 

Liburan dimulai. Artinya hari-hari Kai tanpa Jeo Rin juga dimulai sampai liburan berakhir. Kai tidak tahu ke mana Jeo Rin liburan. Yeoja itu benar-benar tidak mau memberitahunya. Dia juga tidak bisa menghubungi Jeo Rin sejak semalam. Bosan. Kai mendudukkan dirinya ditempat tidur. Ia melirik handphonenya yang ada di samping bantal. Apa Jeo Rin akan mengangkat panggilannya? Tempat yang jauh. Apa Jeo Rin liburan ke Amerika? Atau Eropa? Kai mengambil handphonenya. Semoga Jeo Rin menjawab panggilannya.

“Yeoboseyo.” Kai tersenyum karena berhasil menelepon gadisnya. Paling tidak kerinduannya berkurang karena sudah mendengar suara Jeo Rin.

“Baby, i miss you.”

“Me too. Oppa—“

“Kau liburan di mana?” Potong Kai.

“Aku tidak mau beritahu.”

“Baby, jebal. Kita harus bertemu. Kalau kau tidak mau, kau tidak akan melihatku saat pulang nanti.” Kai tersenyum miring. Semoga Jeo Rin termakan pancingannya. Sisi polos yeoja itu belum hilang walaupun ia bersama Kai.

“Apa maksud oppa?” Suara Jeo Rin terdengar panik, membuat Kai tersenyum lebar.

“Kau tahu maksudku, baby. Aku yakin kau sering menemukan maksudku di drama yang sering kau tonton bersama Min Young.”

“Aku di pulau Jeju.” Suara Jeo Rin pelan. ‘Pulau Jeju? Itu dekat sekali.’ Pikir Kai.

“Jangan kemari.” Larang Jeo Rin.

“Ne.” Kai menutup sambungan telepon. Ia berpikir. Bagaimana caranya agar dia bisa leluasa menemui Jeo Rin? Ya. Kai berniat menyusul Jeo Rin ke pulau Jeju. Kai menjentikkan jarinya. Dia dapat ide.

 

—————

 

“Hana!” Panggilan itu memenuhi ruang utama rumah mewah seorang menteri pemerintahan Seoul.

“Hana sayang!” Kai menaiki tangga menuju kamar sepupunya yang ada di lantai dua.

“Hana, oppamu yang tampan ini datang!” Kai membuka pintu kamar Hana, mendapati Hana yang tertidur, kelihatannya.

“Hana sayang~” Kai yakin Hana belum tidur. 06.30 pm. Masih sangat awal untuk tidur.

“Hana sayang~” Panggil Kai lagi.

“Jangan panggil aku seperti itu!” Hana mendudukkan dirinya. Ia menatap sebal Kai yang sudah duduk di tepi tempat tidur.

“Kenapa? Apa Seung Yoon memanggilmu seperti itu? Jadi, hanya Seung Yoon yang boleh memanggilmu sayang?” Goda Kai.

“Gaya Seung Yoon oppa bukan seperti itu.” Kai mengangguk mengerti. Ia punya tujuan ke rumah Hana.

“Kau tahu keluarga Seung Yoon liburan?” Hana mengangguk.

“Aku tidak bisa bertemu dengannya.” Kai tersenyum miring.

“Kau tahu di mana mereka liburan?”

“Jeju.” Jawab Hana lesu.

“Kau mau ke sana?” Hana pasti mengangguk kalau tidak teringat sesuatu. Appanya. Kai tersenyum penuh arti.

“Kita ke sana bersama.” Hana menatap Kai tidak percaya. Ia pasti mendapat izin dari appanya kalau pergi dengan Kai.

“Cepat! Kau tidak mau segera bertemu Seung Yoon?”

“Oppa, gomawo.” Hana memeluk Kai.

“Ne, ne. Lepas. Kita harus cepat sampai Jeju.” Hana melepas pelukannya. Kai benar.

 

—————

 

“Oppa!!” Hana melambaikan tangan begitu pandangannya bertemu dengan Seung Yoon lalu berlari menuju namjachingunya. Sedangkan Kai mengekor di belakang Hana dengan tudung jaket di kepalanya. Ia bisa menebak seperti apa reaksi Seung Yoon kalau melihatnya. Kai melepas tudung jaketnya begitu berada di dekat pasangan yang baru saja melepas pelukan mereka.

“Kau!!” Kai memutar bola matanya. Entah sampai kapan Seung Yoon melihatnya dengan image bad boy.

“Jangan berlebihan. Mana Jeo Rin?” Seung Yoon menatap Kai tajam. ‘Namja ini mulai berani terang-terangan rupanya.’ Batin Seung Yoon.

“Oppa, kalau tidak ada Jongin oppa, aku tidak bisa menemui oppa sekarang.” Kai tersenyum penuh kemenangan mendengar ucapan Hana.

“Dia di hotel, sudah tidur.” Jawab Seung Yoon ketus. Kai berdecak. Seung Yoon pasti bohong. Kai berjalan menjauh dari mereka. Sambil berjalan, ia mengetik pesan untuk Hana. Tanyakan pada Seung Yoon di hotel mana Jeo Rin (mereka) menginap. Begitu isinya.

 

—————

 

Jeo Rin melihat ragu nomor kamar hotel di depannya. Apa benar Kai ada di sini? Bagaimana Kai mendapatkan kamar yang berbeda dua kamar darinya? Jeo Rin mengetuk pintu hotel. Belum sempat mengucapkan sebuah kata, seseorang sudah menariknya masuk dan menutup pintu. Orang itu langsung mencium Jeo Rin. Jeo Rin kenal siapa namja yang menciumnya sekarang. Kim Jongin. Ia membalas ciuman Kai dan melingkarkan tangannya di leher Kai. Jeo Rin mendorong Kai saat merasakan tangan namjachingunya mengelus pahanya.

“Kau peka sekali, baby.” Ucap Kai tanpa rasa bersalah.

“Issh..” Jeo Rin melangkah menuju sofa.

“Kenapa oppa kemari?”

“Kenapa kau menanyakan hal tidak penting seperti itu?” Kai duduk di sebelah Jeo Rin. Jawabannya sudah jelas bukan?

“Menemuimu. Kim Jeo Rin.” Kata-kata Kai sukses membuat pipi Jeo Rin merona.

“Aku mau kembali ke kamarku.” Kai menarik Jeo Rin yang baru berdiri, membuat yeoja itu duduk di pangkuannya.

“Kau tidak merindukanku?” Suara Kai lembut, ia menatap Jeo Rin dalam.

“Aku juga.”

“Juga apa?”

“Merindukan oppa.” Jeo Rin menyandarkan kepalanya di bahu Kai.

“Lalu, kenapa kau melarangku ikut liburan denganmu?”

“Itu bukan ide yang bagus.” Jeo Rin menatap Kai. Bukan dia tidak mau. Pasti menyenangkan liburan bersama Kai.

“Tahun ini aku ingin merayakan natal denganmu. Begitu juga tahun selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya. Aku ingin selalu bersamamu, Rin-ah.”

“Oppa,” Kai menenggelamkan kepalanya di leher Jeo Rin.

“Kau tahu aku mencintaimu kan?”

“Ne.”

“Apa kau juga mencintaiku?” Jeo Rin terdiam cukup lama.

“Molla. Tapi aku suka bersama oppa.” Kai menatap Jeo Rin. Apa itu artinya iya?

“Besok kami akan ke Inggris. Aku akan memberi hadiah ulang tahun oppa setelah pulang. Merry Christmas and Happy New Year.” Jeo Rin mengucapkannya lebih awal. Ia mencium kening Kai.

“Saeng—“ Ucapan Jeo Rin terpotong karena ciuman Kai.

“Kau harus ada di hari ulang tahunku. Semoga liburanmu menyenangkan.” Jeo Rin tersenyum.

“Oppa juga.”

“Aku tidak yakin, baby.”

 

—————-

 

Hari ulang tahun Kai tiba. 14 Januari , 01.30 am. Ia berada di club sekarang. Ia sudah melewati Natal dan Tahun Baru tanpa Jeo Rin. Dan sekarang, apa ia harus melewati ulang tahunnya tanpa Jeo Rin? Yeoja itu bahkan tidak bisa dihubungi sejak tiga hari yang lalu. Kai pikir, ulang tahunnya akan berbeda tahun ini, tapi ternyata tidak. Ia tetap merayakan ulang tahunnya di club. Kai meminum segelas vodka yang ia mainkan sejak tadi. Sudah lama ia tidak minum itu. Kai mengedarkan pandangan ke lantai dansa. Ia tersenyum geli mendapati BaekYeol dengan tarian konyol mereka. Squidward dance. Mereka bahkan bisa mengajak Suho dan Dyo bergabung. Setelahnya, Kai mendapati Sehun yang berjalan ke arahnya. Sehun sudah mabuk. Entah berapa gelas wine yang ia minum sejak sampai di club. Sehun duduk di sebelah Kai.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan, Kai.” Ia meminum wine dari botolnya lalu menoleh pada Kai.

“Kau mengharapkan kehadiran Jeo Rin di hari ulang tahunmu.” Kai membenarkan Sehun.

“Aku juga tahu kalau kau mencintai Jeo Rin.” Kai tersentak. Untuk yang satu itu, Kai tidak mau sepupunya yang lain berpikiran sama seperti Sehun. Ia mau mereka berpikir kalau dia mendekati Jeo Rin karena taruhan, masih mempertahankan image casanovanya.

“Berhenti bersikap aneh karena Min Young, Sehun. Masih banyak yeoja lain.”

“Apa yang kau lakukan kalau Jeo Rin meninggalkanmu? Apa kau bisa menggantikan Jeo Rin dengan yeoja lain?” Kai terdiam. Sehun tersenyum miring lalu melanjutkan minum. Tak lama, Baekhyun, Chanyeol, Suho, dan Dyo bergabung dengan mereka.

“Aku mau pulang.” Kai merasa tidak ada gunanya berada di club.

“Sehun-ah, ayo pulang. Kau mabuk.” Sehun mengangkat tangan kanannya sebagai penolakan.

“Aku tidak mabuk. Min Young akan menjemputku nanti.” Sehun tersenyum gila. Kai mendesah berat.

“Kalian jaga dia. Aku pulang.”

 

—————-

 

Kai duduk bersandar di kepala tempat tidur, memikirkan ucapan Sehun. Kai yakin dia akan seperti Sehun kalau Jeo Rin meninggalkannya. ‘Taruhan itu harus segera berakhir.’ Kai tidak mau percintaannya sama seperti alur drama yang Jeo Rin tonton. Hubungan mereka berakhir karena Jeo Rin tahu ia menjadikannya taruhan. Jangan sampai itu terjadi. Dia serius dengan Jeo Rin sampai akhir. Kai mengambil bingkai foto Jeo Rin di meja kecil samping tempat tidurnya. Ia tersenyum melihat Jeo Rin yang tersenyum di foto itu.

“Liburanku tidak menyenangkan, baby. Kau harus membayarnya begitu pulang. Saranghanda.” Kai merebahkan tubuhnya. Ia tidur setelah mengembalikan foto Jeo Rin ke tempatnya.

 

—————–

 

Jeo Rin membuka pintu kamar Kai pelan. Di tangan kanannya, sudah ada kotak besar, kado ulang tahun Kai. Ia berdecak melihat Kai yang masih berada di balik selimut. Ini sudah jam satu siang. Jeo Rin meletakkan kado Kai di lantai. Ia duduk di tepi tempat tidur lalu mengelus pipi Kai. Namja ini semakin tampan dari yang ia lihat terakhir kali. ‘Jeo Rin, waktumu tidak banyak.’ Batin Jeo Rin mengingatkan.

“Oppa.” Jeo Rin menepuk pipi Kai pelan. ‘Oppa pasti begadang semalam, merayakan ulang tahun dengan saudara-saudaranya.’ Pikir Jeo Rin. Entah dapat ide dari mana, Jeo Rin mendekatkan wajahnya ke wajah Kai dan mengecup bibir Kai. Berkali-kali. Ia berhenti saat merasakan tangan Kai memeluk pinggangnya.

“Oppa sudah bangun?”

“Bogoshipo, Rin-ah.” Kai masih memejamkan matanya.

“Nado. Saengil chukkae, oppa.” Kai membuka matanya. Tadi itu seperti mimpi.

“Happy birthday.” Ucap Jeo Rin. Kai menatap Jeo Rin dalam. Dia sangat merindukan yeoja itu.

“Oppa, wae?” Jeo Rin menjauhkan wajahnya. Dia tidak nyaman ditatap Kai sedekat itu. Jantungnya seperti mau copot. Kai menarik tengkuk Jeo Rin.

“Gomawo.” Ia mencium bibir Jeo Rin, melumat bibir bawah Jeo Rin lembut. Tangan Kai tidak tinggal diam. Dia menaikkan kemeja longgar yang Jeo Rin pakai. Mungkin hari ini dia bisa mengambil harta Jeo Rin.

“Wae?” Kai menatap penuh protes pada Jeo Rin. Yeojanya melepas tautan bibir mereka.

“Tidak boleh.” Kai mendesah berat.

“Aku lupa.” Kai mendudukkan dirinya.

“Kapan kau pulang?”

“Semalam sore.” Jeo Rin menepuk tangan Kai yang memegang kerah kemejanya. Kai masih berusaha rupanya.

“Ini hadiah oppa.” Jeo Rin mengambil kado untuk Kai dari lantai.

“Aku membelinya di London. Oppa pasti suka.”

“Besar sekali. Apa ini?” Kai mengoyak kertas kadonya dengan tidak sabaran.

“Jeo Rin..” Kai tidak bisa berkata-kata melihat kado dari Jeo Rin.

“Oppa suka kan?” Tanya Jeo Rin antusias.

“Boneka.. beruang?” Desis Kai.

“Itu hanya ada satu di toko, oppa. Karena aku sayang oppa, boneka itu aku berikan untuk oppa. Jaga baik-baik, eo?” ‘Aku bukan yeoja atau anak-anak, baby.’ Batin Kai.

“Oppa suka?” Tanya Jeo Rin karena Kai hanya diam melihat kadonya.

“Ne, aku suka.” Suara Kai pelan.

“Kkam-bear, jaga hyungmu baik-baik.” Jeo Rin tersenyum melihat boneka Kai.

“Kkam-bear?” Alis Kai bertaut.

“Namanya, oppa. Kkamjong bear.” Jeo Rin mengambil boneka itu dari Kai.

“Hei, itu panggilanku. Dia tidak boleh memakainya.” Protes Kai.

“Oppa, kalian kembar.” Balas Jeo Rin.

“Tapi dia tidak sexy.” Sahut Kai. Kalau bukan dari Jeo Rin, pasti Kai sudah membuang boneka itu. Yang benar saja? Namja maskulin sepertinya punya boneka? Baekhyun pasti akan menertawakannya habis-habisan.

“Kalian sama. Sama-sama cokelat.” Kai bungkam. Jeo Rin benar.

“Kita sepakat. Namanya Kkam-bear.” ‘Itu hanya keputusanmu, baby.’ Umpat Kai dalam hati.

“Aku mau oppa membawanya ke sekolah setiap hari.”

“Mwo?! Baby—“

“Aku ingin terus melihatnya, jebal.” Jeo Rin mengeluarkan puppy eyes-nya. Membuat Kai luluh. Kai menarik Jeo Rin ke dalam pelukannya.

“Ne. Aku akan bawa Kkam-bear ke sekolah.” Biarlah Baekhyun menertawakannya. Ini demi yeojachingunya. Jeo Rin bukan remaja yang bebas keluar rumahnya. Terkadang Kai tidak tahan dengan itu. Pertemuan mereka sangat singkat.

“Gomawo.” Jeo Rin melepas pelukannya.

“Aku pulang oppa.” Kai menahan tangan Jeo Rin yang baru berdiri.

“Cepat sekali.” Kai keberatan.

“Aku tidak bisa lama-lama. Aku membohongi Daesung oppa agar bisa kemari.”

“Arraseo. Sampai jumpa di sekolah.” Jeo Rin mengangguk.

“Baby, kalungmu bagus.” Ucap Kai sambil menunjuk lehernya. Jeo Rin tersenyum menanggapi Kai.

“Annyeong, oppa.”

“Annyeong, nae sarang.” Kai merebahkan diri begitu Jeo Rin keluar dari kamarnya. Ia melihat Kkam-bear.

“Sepertinya kau bagus dijadikan bantal.” Kai tersenyum miring sebelum menjadikan Kkam-bear bantalnya.

 

—————-

 

Sehun tidak menyangka hari pertamanya masuk sekolah akan sebahagia ini. Dia masih punya harapan tentang hubungannya dan Min Young. Maksudnya, mereka bisa bersama lagi. Kabar bahagianya datang dari Baekhyun yang mengatakan kalau Ray dan Min Young sudah putus. Sehun tidak peduli apa penyebab Ray dan Min Young putus. ‘Min Young pasti sadar aku sungguh-sungguh.’ Pikir Sehun.

“Min Young.” Suara Sehun pelan. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Akhirnya dia bisa melihat Min Young di atap sekolah lagi, tempat favorit mereka.

“Senang bisa melihatmu di sini.” Min Young tersentak. Sehun memeluknya dari belakang. Min Young memang sengaja ke tempat ini, tapi bukan untuk menemui Sehun. Alasannya adalah Lu Han. Namja itu juga menjadikan atap sekolah sebagai tempat favoritnya.

“Sehun, lepas.” Sehun menggeleng. Ia sangat merindukan wangi Min Young. Ia merindukan semua yang ada pada Min Young.

“Kau pasti kembali padaku.”

“Jangan salah paham. Aku putus dengan Ray oppa bukan karenamu.” Min Young melepas paksa tangan Sehun yang melingkar erat di pinggangnya. Ia berbalik dan menatap Sehun serius.

“Aku tidak menyukainya.” Sehun tersenyum.

“Aku sudah menduga itu.”

“Aku tidak bisa merasakan bahagia yang sama seperti saat bersama Lu Han oppa.” Senyum Sehun memudar. Karena Lu Han? Apa Min Young masih mencintai Lu Han?

“Aku menyesal karena tidak bisa menahannya.” Tangan Sehun terkepal. Dia tidak mau mendengar penuturan Min Young tentang Lu Han.

“Aku.. ingin berada di atap sekolah bersamanya. Andai aku lahir lebih cepat, kami pasti menghabiskan waktu bersama di sini.” Min Young tersenyum miris atas khayalan yang baru saja ia lontarkan.

“Kalau saja saat itu aku tidak percaya Lu Han oppa yang mengatakan tidak punya masalah, dia pasti masih di sini. Terkadang aku kesal karena dia selalu menganggapku anak kecil. Aku tidak bisa mencintai—“ Sehun mencium bibir Min Young. Dia tidak mau mendengar kata-kata Min Young yang sangat menyakitinya. Lu Han. Kenapa harus hyungnya?

“Geumanhae.” Sehun memeluk Min Young.

“Aku sangat mencintainya. Karena itu aku tidak bisa menjalin hubungan dengan namja lain.” Kata Min Young. Ia seperti mengeluarkan beban hatinya.

“Geumanhae!!” Bentak Sehun.

“Bisakah kau menghentikannya?! Jangan buat aku membenci Lu Han hyung karena kau sangat mencintainya!” Sehun memeluk Min Young erat. Rasanya berbeda saat ia melihat Min Young bersama Ray. Walaupun kemungkinannya kecil, Sehun yakin bisa merebut Min Young dari Ray. Dia tidak mau kehilangan Min Young karena Lu Han. Saat wujud Lu Han tidak ada saja Min Young bisa berkata sangat mencintai Lu Han. Apalagi kalau Lu Han kembali ke Korea. Bahkan Min Young tidak peduli dengan status Lu Han yang sudah menikah.

“Aku ingin dia kembali.” Min Young tidak punya maksud apa pun. Itu yang dia rasakan sejak Lu Han pergi.

“Aku tidak mau menyakiti namja yang menyukaiku karena aku tidak bisa membalas perasaan mereka.”

“Jebal, geumanhae.” Min Young mendorong tubuh Sehun.

“Setelah ini, anggap kita tidak pernah saling kenal, oppa. Lupakan semua yang pernah terjadi. Maafkan aku.” Min Young berjalan melewati Sehun.

“Semudah itu kau melupakan semuanya, Min Young?” Min Young berhenti. Dia memang tidak pernah menganggap Sehun. Apalagi mengingat sikap Sehun yang hanya diam saat di kafe. Dia juga tidak pernah berniat menjalin hubungan dengan namja yang suka mempermainkan perempuan. Hal yang Min Young ketahui setiap menerima perlakuan Sehun, dia merindukan Lu Han.

“Aku tidak bisa melupakanmu, Youngie. Kau sudah terlalu jauh masuk dalam hidupku.” Sehun berbalik.

“Kita bisa mulai dari awal. Aku tidak akan menyakitimu lagi. Aku akan membuatmu mencintaiku. Aku mohon.” Sehun sangat berharap Min Young berbalik dan mengiyakan permintaannya.

“Aku tidak mau. Mulai sekarang, aku tidak mengenalmu.” Min Young melangkahkan kakinya. Sehun terduduk di lantai. Dia gagal. Dia tidak bisa membuat Min Young kembali padanya.

“Apa yang kau miliki, hyung? Kenapa Min Young sangat mencintaimu?!

 

TBC…

 

Maaf kalau jelek. Comment please ^^

187 tanggapan untuk “I Got The Feeling (Chapter 13)”

  1. chingu….udahan dong nyiksa sehun….lama2 ngga tahan juga liatnnya….di awal sih senang banget liat sehun mnderita gitu….tapi…ahhhh sudalah…
    btw, kapan jeorin tau yya kalo kai itu taruhan buat ngedapetin jeorin haha jadi pnasaran

  2. aduh itu luka sehun udh sedalem sumur kali yyak *lebay kekeke ~~
    sabar oppa hwaiting pasti indah pada waktunyaa …

  3. Liat komen readers yg laen sedih liat sehun, tp kok aku sneng bgt ya dia trsiksa gtu 😸 hmm psti next chap mkin seru nih, ijin baca next y thor

  4. mirisnya garis percintaan sehun… aku gk nyangka juga kalo kai senekat itu… jadi pingin punya pacar kayak gitu :g
    keren!!!!

  5. Minyoung ngertiin sehun lahh,, kai pinter nyari kesempatan dahh mentang2 hana juga sama seungyoon wahana,, konflik nya bagus thor
    Minta password dong udh mati kepo ending aku thor 😥😥😥😭😭😭

  6. Minyoung, tau dikit dong prsaan sehun.😢😢 sehun sabar aja ya. Minyoung pasti kmbli.
    Bayangin kai diktawain baekhyun krn pnya boneka bruang.😁😁

  7. ngakak lah pas tau kado dari jeorin boneka beruang hahaha, disuruh bawa kesekolah lagi, turun dah pasaran kai 😀

  8. Kasian bngt si sehun ngejer” si minyeong tpi gak di respon sma skali huaaa mending gue aja yg gantiin minyeong😭😭😭😂

  9. Huhu kasian sehun rasanya pgn jadi cewe yg bsa membuat sehun tenang dan tidak suka lgi ama minyoung. *apaan coba* intinya ingin jdi peganti minyoung. Biarkanlah minyoung ama luhan. Sehun jatuh cinta sama cewe lain aja.. Woahaha jeorin skrg sdkt gak polos lgi..? Kairin couple faforit aku :* ❤

  10. Thor menurut aku kurang panjang. Heheh.. Next chap nya kalau bisa dipanjangin lagi ya thor.. Sehun gak dapat titik terang. Benar2 sayang. Dia udah berusaha semaksimal mungkin buat minyoung. Minyoung memang tidak ada perasaan sedikit pun kah ke sehun? Minyoung sama sehun aja. 😦 konfliknya dapat thor..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s