Last Classic story (Suho Side)

tumblr_m6d5wle07c1qik0yo

 

Title/Judul               : Last Classic story (Suho Side)

Author                         : redwinebluesky

Genre                          : Romance,sad

Rating                          : PG 15

Length                         : Oneshoot

Cast                             :  Kim Suho, Juniel Kim

Summary                     : Kamu tak perlu tau, hanya merasakannya saja.

Back song                    : Insane . BToB

**** 

“dari mana??” Luhan menatap Suho yang baru saja tiba dengan wajah kusut dari atas sampai bawah. Mengamati bagaimana keadaan pria itu saat ini rasanya sangat masuk akal jika jawaban pria itu bisa jadi lebih buruk dari yang mereka duga.

Namun belum sempat Suho menjawab, Chanyeol malah lebih dulu menjawab pertanyaan Luhan diringi kekehan kecilnya.

“mengejar Juniel, apa lagi”

Sementara Suho dengan wajah kacau malah tak bereaksi sama sekali dan memilih untuk mengikutsertakan dirinya kedalam perkumpulan para sahabat-sahabatnya itu. Disana ada 8 kursi yang megelilingi sebuah meja oval. Luhan , Sehun , Chanyeol, baekhyun dan Kris sudah duduk rapi disana. Jika dalam keadaan normal biasanya Suho akan memilih untuk menjatuhkan dirinya ke kursi kosong yang terdapat diantara Sehun dan Chanyeol.

Toh secara tak resmin tempatnya memang selalu disitu. Diantara Sehun dan Chanyeol, dan kalaupun ia terlambat –seperti sekarang- biasanya tempat itu akan dibiarkan kosong tanpa siapapun yang menempatinya dan akan kembali terisi saat ia ada. Lingkaran dalam urutan duduk itu memang menjadi sebuah endemic yang bersifat paten, tanpa kesepakatan dan perjanjian posisi itu tercipta begitu saja diantara mereka. Suho dan Sehun yang terkenal dengan kesamaan fikirannya akan saling menyatukan dirinya dalam barisan yang rapat, lalu Chanyeol dan baekhyun yang terkenal dengan kekonyolannya juga akan berdampingan seperi senyawa atom yang saling mengikat dalam koloni mini ini, sedangkan si Perfec  Kris akan duduk paling ujung dengan posisi paling tak terlihat namun selalu bisa melihat kesegala arah dengan sebuah kursi yang akan sengaja ia biarkan kosong diantara dirinya dan baekhyun.

Namun  kali ini keadaannya berbeda, Suho sudah terlalu lelah dan penat bahkan untuk sekedar menjawab pertanyaan mengejek dari baekhyun, Chanyeol ataupun yang lainnya. Walau sebenarnya Suho sendiripun sudah tau bahwa pertanyaan dari teman-temannya itu tidak benar-benar mengejek namun penatnya sudah terlalu mendominasi kini. Sebagai pilihan alternative maka ia lebih memilih duduk dan menjatuhkan dirinya di kursi kosong yang selama ini menjadi wilayah teority Kris. Kris mungkin akan trerganggu dengan kehadirannya yang tiba-tiba dan menyalahi kebiasaan yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya namun Suho, namja itu juga cukup sadar bahwa dibalik sifat dingin yang tak teraba itu Kris adalah pria paling toleran diantara mereka berenam.

“kali ini apa lagi??” Tanya Sehun tenang.

“ia berciuman dengan Aiden di basemant kantor dan sialnya aku memergokinya”

“aiden sunbae maksudmu? Mantan kekasih Juniel sebelum kau itu kan?? Yang banyak digilai yoeja sekolah kitakan? lalu??” sergah Chanyeol cepat. Keenam namja itu semakin menajamkan telinga, menantikan apa yang akan Suho jelaskan berikutnya. Ini pasti akan menjadi kisah yang menarik. Toh selama ini Suholah yang selalu menduakan bahkan tak jarang menigakan , mengempatkan hingga melimakan Juniel. Hal itu sudah lumrah terjadi sejak mereka di bangku SMU dan apapun kejadiaannya toh Suho akan kembali pada gadis itu sementara Juniel akan kembali memaafkannya.

Cerita Klasik.

“hei apa yang terjadi” kali ini baekhyun dengan gemas mencoba untuk mengoncang bangku Suho yang menurutnya terlalu lama menjeda jawaban yang berimbas pada delikan tajam dari mata Kris padanya.

“maaf, aku hanya bermaksud menyenggolnya. Tak berniat mengganggumu yang sedang meneguk minum Kris” baekhyun menciut seketika sementara Kris membuang nafas putus asa.

“aku menariknya dengan paksa dari dekapan lelaki itu dan menyeretnya ke apartemenku, menguncinya di dalam sana lalu segera kesini menemui kalian” jawab Suho penuh penyesalan.

“eiyyyy” balas kelimanya kompak.

“kau harusnya memnghatam wajah Aiden dulu bodoh!”

“lalu tegaskan padanya bahwaa Juniel adalah kekasihmu, tolol” cerca baekhyun dan Chanyeol beruntun dan saling melengkapi.

“tapi ..tapi.. aku..”

“mau apalagi. Bukankah sudah dua bulan ini Juniel benar-benaar menampikmu??” Sehun berucap tanpa dosa.

“ya! Oh Sehun!. Kau mendoakanku benar-benar putus darinya??”

“bukankah Juniel selama ini tak pernah marah darimu lebih dari seminggu? Lalu jika kali ini waktunya sudah mencapai angka 2 bulan maka aku rasa ia benar-benar serius dengan ucapannya tempo hari. Ia, benar-benar mau berakhir denganmu” tambah Luhan seolah menyetujui apa yang Sehun kemukakan tadi.

“ya!! Luhan! Neo…  jinja! Aish” Suho meremas rambutnya frustasi. Aura gusar yang semakin kuyu itu tak bisa lagi ia sembunyikan dari wajah tampannya. Kalau biasanya dalam keadaan seperti ini Luhan dan Suho akan saling berlomba mencuri start untuk menakhlukkan para gadis yang ada disekitar mereka maka kali ini moment itu tak bisa lagi kita dapati.

“Juniel hanya wanita biasa. Ia berhak merasakan lelah, meninggalkan kelelahannya dan mencari pria baik yang pantas mendapatkan hatinya” kali ini Kris ikut menyumbangkan pendapat sementara Suho, Sehun, Chanyeol bahkan baekhyun hanya mengangguk khidmat menyetujui apa yang baru saja Kris lontarkan. Tak ada lagi yang peduli pada ekpresi Suho yang nyaris menagis itu. toh mereka selama ini sudah menjadi penonton yang sangat baik dari drama keji yang dimainkan Suho untuk menyakiti Juniel. Suho mungkin sahabat mereka tapi Juniel, yoeja itu  terlalu baik untuk mereka jadikan tumbal atas kelakuan bejat salahsatu sahabat mereka. Para pria itu sudah lama mengamati dan sedikit banyak mendukung keputusan Juniel yang ingin terbebas dari belenggu yang selama ini terus melukaianya.

“kalian tak membantu sama sekali” Suho berdiri dengan tergesa, menimbulkan bunyi derit kursi yang cukup nyaring untuk mengundang perhatian pengunjung café lain menatap kearah mereka semengtara pria itu tak melakukan apa-apalagi selain meninggalkan keenam sahabat yang juga tak bereaksi untuk mencegahnya beranjak, menahan langkahnya memudar.

“ah, jadi bagaimana??” Luhan kembali memulai percakapan setelah bayang-bayang Suho kini benar-benar lenyap diantara mereka.

“aku mendukung aiden sunbaenim, pria itu sudah lama menyukai Juniel dan sangat baik. Ini saatnya Juniel membalas kebaikannya, ku rasa” Sehun menuntaskan kalimatnya dengan darat sambil menyambar American coffe yang masih mengepulkan asap hangat ditengah musim semi yang dingin itu, Sementara Luhan menyetujui pendapat Sehun , Chanyeol dan baekhyun memiliki pemikiran yang berbeda.

“bukankah ini agak tidak adil?maksudku Suho telah bersama Juniel selama bertahun-tahun hingga  gadis itu tiba-tiba saja memutuskan hubungan mereka dengan dalih bahwa ia ingin serius dan menikah. Baiklah, tak masalah memang jika ia ingin menikah karna ia memang berada dimasa yang ku rasa sudah cukup matang, lagipula Suho tak akan menolak jika Juniel minta dinikahi sekarang. Ayolah, kita semua tahu bahwa bibalik tingkah nakalnya , Juniel adalah satu-satunya gadis yang Suho seriusi. Tapi ini menjadi tidak adil ketika Juniel mengatakan bahwa yang ia kehendaki untuk menjadi pendampingnya adalah aiden dan bukannya Suho yang nyata-nyata adalah kekasihnya selama ini” sesal baekhyun yang entah mengapa masih ingin jika Suho yang memenangkan hati Juniel. Walaupun ia acap kali menyaksikan bagaimana nakalnya Suho namun itu tak bisa menipu matanya saat menyaksikan betapa Suho selalu menatap Juniel dengan pandangan berbeda yang sarat akan memuja.

“lagipula ku rasa kita semua tau bahwa dibalik semua yang ada, Suho adalah pria protektif yang sangat mencintai Juniel. Kita tak akan membiarkan sahabat kita kehilangan cinta gadis itu kan??ayolah. selama ini kita selalu membantu Suho jika lagi-lagi ia bermasalah dengan Juniel. Lalu sekarang mengapa kalian jadi seapatis ini??” Chanyeol melengkapi ucapan baekhyun barusan. Ini bukanlah yang pertama saat mereka akhirnya harus turun tangan dan berkomplot untuk membantu Suho mendapatkan Juniel kembali.

Perbincangan memanas diantara kedua kubu itu. masing-masing dari mereka memang membenarkan alibi dari keduanya, namun mereka juga tak bisa menyangkal alibi masing-masing.

“Suho dan Juniel sudah dewasa. Mereka punya hak untuk memilih dan bertanggungjawab atas pilihan itu” ini adalah kali kedua Kris bersuara pagi itu, sekaligus kali kedua mereka akhirnya berada dititik temu yang bernama kesepakatan. Kris benar, mereka berdua bukan lagi anak-anak yang harus di dorong untuk berbaikan. Juniel dan Suho sudah dewasa dan harus bisa bertanggungjawab atas perbuatannya tanpa campur tangan mereka yang justru mungkin akan memperumit keadaan

Lalu jawaban Kris itupun menjadi penutup yang apik dari perdebatan mereka tentang Suho dan Juniel. Mereka berhenti untuk memasukkan kedua nama itu dalam pembicaran mereka dan memilih topok yang lebih ringan, tak memiliki kadar sensitivitas tinggi.

***

“akh..” Juniel mengeram tertahan di balik selimutnya, pandangannya kabur dengan titik focus yang berpendar. Maka ia kembali memilih untuk memejamkan mata dan mengumpulkan kekuatan. Gadis itu meilirk tubuhnya sekilas dan sadar bahwa kini di balik selimut itu tubuhnya tak berbalut apa-apa lagi. Juniel mengeram dalam nafas yang ia hembuskan.

Lagi-lagi namja itu memperlakukannya seperti ini. Menyeretnya kedalam kamar dan menikmati tubuh Juniel sesuka hati tanpa ijin sama sekali. Lalu Juniel akan tersadar dengan kondisi memprihatinkan , dengan sehelai selimut sutra mahal yang membungkus tubuhnya, membungkus seluruh rasa linu yang meremukkan sendinya di dalam kamar mewah tanpa pria itu. Diatas tempat tidur yang Juniel yakini bukan hanya dia yang pernah menempatinya sebagai pemuas nafsu pria yang tololnya sangat ia cintai hingga darahnya terasa habis, tanpa pria itu disisinya.

Selalu seperti itu, Suho akan memakainya ketika kesal lalu meninggalkannya begitu saja seperti saat ini. Namja itu paling tau cara membuat Juniel merasa sama seperti wanita panggilan lain kepunyaan pria kaya yang penuh arogansi itu walaupun faktanya cincin yang melingkar di sisi kanan jari manisnya menegaskan bahwa statusnya untuk pria itu adalah yang tertinggi. Sayangnya mereka berdua sama-sama tau bahwa benda itu tak ada artinya, toh Suho akan tetap bisa Merendahkan Juniel dengan serendah-rendahnya hingga berkali-kali meskipun tanpa benda itu sebagai pengikat .

Juniel menggeliat, mengerjapkan mata dalam tumpuan kekuatan yang ia sedang kumpulkan. Menatap satu persatu kamar mewah kepunyaan Suho yang dipenuhi oleh foto mereka berdua.

“cih” gadis itu tersenyum sinis mendapati bahwa Suho selama ini begitu mahir memainkan perannya, sementara ia malah dengan tololnya terjebak dalam pesona pria yang bahkan tak pernah menganngapnya ada.

Saat merasa sudah kuat Juniel beranjak perlahan dari tempat tidur dengan iringan suara deritan ringan. Yoeja itu kembali memperbaiki letak selimut yang menutup tubuhnya hingga sebatas dada dan melangkah masuk kedalam bathroom yang masih terletak didalam kamar itu juga. Dengan perlahan ia menaggalkan Suhon penutup terakhir dan membawa dirinya masuk kedalam bath up yang sebelumnya ia biarkan terisi oleh air hangat.

Kopi.

Untuk pertamakalinya dipagi ini senyum Juniel merekah . ia tengah berendam dengan tenang sambil Menikmati aroma kopi kesukaannya yang entah sejak kapan juga menjadi aroma faforite Suho juga. Namja itu bahkan melengkapi seset perlengkapan mandinya dengan aroma itu, lengkap dengan aftershavenya. Membuat Juniel sedikit kaget mengingat bahwa selama ini pria itu selalu alergi dengan barang-barang  berlalbel murah.

Juniel merasakan emosinya sedikir terpiaskan saat rasa suhu hangat dari air yang ia pakai berendam menjamah seluruh pori-porinya dengan sopan. Melepaskan segala aroma dan rasa lengket yang ditinggalkan Suho beberapa jam lalu nyatanya membuat beban perasaan Juniel mengabur.

Walaupun terlihat tak mulus namun semua orang berfikir bahwa hubungan Suho dan Juniel selama ini dilandaskan atas rasa cinta dari keduanya. Hubungan itu normal dan manis seperti seharusnya. Sayang pandangan itu nyatanya sangat timpang dengan kenyataan.

Selama ini Suho hanya berakting bahwa ia sangat tertarik pada Juniel dan mengejar gadis itu setengah mati disekolah. Hal itu sengaja Suho lakukan untuk menjaga harga dirinya di hadapan semua orang. Toh kenyataannya adalah bahwa mereka berdua hanyalah pasangan perjodohan ulah kakek-kakek mereka. Suho yang mulanya menolak keras akan perjodohan ini akhirnya menerima segalanya dengan tertekan saat ancaman tak menjadi penerus tahta keluarnya Kim menjadi momok yang sangat menakutkan bagi namja yang masih berumur 17 tahun saat itu.

Maka peran itupun harus dilakukan untuk melindungi harga diri keduanya. Sesuatu yang menjadi wajar jika mengingat bagaimana selama ini Suho selalu menduakaan Juniel namun tetap akan kembali kesisinya. Benar-benar bukan tentang cinta tapi tentang perbutan harta semata, menjijikkan.

Dengan tidak beruntungnnya ditengah sandiwara ini Juniel malah benar-benar jatuh cinta pada namja itu. namja yang akan sangat manis padanya dihadapan semua orang lalu akan menjadi sangat dingin dan tak terduga jika yang tertinggal hanya mereka berdua saja. Juniel pernah berontak, menolak dan ingin berpisah . ia sudah terlalu lelah dalam sandiwara yang sialnya melibatkan hatinya. Ia mendiskusikan hal ini kepada Suho, tentang keinginannya untuk berpisah tanpa mau membeberkan alasan sebenarnya yang tengah bergejolak menggerogoti hatinya. Sayangnya respon yang pria itu lakukan benar-benar tak sejalan dan semakin menyiksa. Suho menjebaknya, menakhlukkannya hanya dalam semalam. Suho dengan tak berprasaan merenggut kehormaatannya dan menjadikan itu sebagai senjata agar Juniel tak lagi berfikir untuk meninggalkannya.

Juniel,

semakin terperangkap.

***

“sudah selesai??” Juniel berjingkrak kaget. Ia baru saja akan menanggalkan jubbah mandinya jika saja suara berat itu tak datang dan menginterupsi sistematika kerjanya.

Suho sudah ada Disana. Berbaring diatas tempat tidur laknat yang membuat hati Juniel melumer seketika.

“belikan aku pakaian. Aku ingin pulang” Juniel tak menjawab pertanyaan Suho melainkan melontarkan titah lain yang tak kalah dinginnya. Tentu saja ia membutuhkan pakaian baru setelah beberapa saat lalu Suho menariknya kesini, mencumbunya dengan paksa hingga harus merusaki pakaian yang sebelumnya membungkus tubuhnya dengan indah.

“kau tak akan kemanapun”

Juniel berbalik, menatap Suho dengan penuh kebencian dan amarah.

“apa yang kau inginkan! Aku berjanji tak akan menyeretmu dalam masalah ini Suho. Aku akan mengatakan bahwa perpisahan ini terjadi karna penghianatanku. Sungguh aku tak akan merusak namamu, kau hanya perlu menyetujuiku!” Juniel tak habis fikir harus dengan bahasa apalagi ia menjelaskan agar pria ini sadar bahwa ide Juniel kali ini tak akan menyulitkan posisinya.

Gadis itu hanya menginginkan perpisahan, tak lebih.

“kau ingin menikah?? Baik, kita menikah” Suho tak membalas ucapan Juniel dalam seretan topic yang berganti, tak ada keraguan sama sekali disana yang sayangnya membuat Juniel semakin muak  dengan segala kebohongan yang selama ini Suho ciptakan.

“aku tak ingin ada kebohongan lagi Suho. Aku ingin pernikahanku menjadi  sesuatu yang sakral. Yang dipenuhi cinta oleh kedua bela pihak, tak seperti kita” Juniel memohon putus asa.

Mungkin bagi Suho ini tak akan ada artinya, toh menikah atau tidak akan tetap sama bagi namja itu. Suho tetap akan  bisa terbang dari pelukan satu wanita kepelukan wanita lainnya tanpa pernah merasa bersalah apalagi terikat dalam tanggungjawab. Sementara Juniel ingin pernikahan yang wajar, suami yang manis dan setia serta anak-anak lucu. Suho benci pernikahan sementara Juniel mengidamkan itu.

Mereka tak sejalan.

“pria itu pernah meninggalkanmu jun~ah. ia meninggalkanmu meskipun kau bersujud mengejarnya. Lalu tiba–tiba kau ingin kita berakhir dan menerima lamarannya?? Astaga! Dimana otakmu??!!” Suho berteriak tepat didepan wajah Juniel. Emosinya benar-benar tak terkontrol. Juniel nampak sangat kuat dengan tekatnya untuk berpisah sementara Suho tiba-tiba saja terserang takut. Takut pada kenyataan bahwa gadis itu tak lagi menginginkannya. Alasan yang ia gunakan untuk menawan gadis itu dulu kini tak ada artinya.

“kau meniduriku di hadapannya brengsek! Kau yang membuatnya meninggalkanku” Juniel mendorong bahu Suho sekuat tenaga sementara namja itu malah menahan kedua tangan Juniel dengan genggaman yang sangat keras disana.

“dia meninggalkanmu karna sadar betapa tubuh polosmu itu terlihat sangat pas dalam pelukanku. Betapa gerakanku bisa membangkitkan rintihan erotismu. Dan betapa kau menikmati permainanku hingga tak menyadari kehadirannya.” balas Suho berbisik tepat di telinga Juniel. Bisikan tenang yang sarat akan pembalasan.

Kaki Juniel langsung terkulai lemas begitu mendengar jawaban Suho.

Namja itu benar-benar telah merendahkannya dengan kalimat yang tak sepantasnya ia keluarkan. Membuat Juniel tersadar bahwa cintanya memang tak pantas di pertahankan. Hubungan kamuflase ini benar-benar tak bisa di amankan.

“KAU MENJEBAKKU!!” balas Juniel memojokkan “dan kau menikmati jebakanku kan??” sanggah Suho tak mau kalah.

“menagislah. Menagislah sepuasmu kim Juniel. Karna apapun yang terjadi kau tak akan bisa meninggalkan tempat ini” balas Suho sebelum berlalu meninggalkan Juniel yang masih terisak dengan tubuh yang terduduk diatas lantai kamar.

Suho beranjak tanpa berbalik sesentipun. Namja itu  bahkan tak perduli pada lolongan isak yang Juniel cecarkan untuk mengutuk betapa brengseknya Suho selama ini padanya.

TBC.

17 tanggapan untuk “Last Classic story (Suho Side)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s