Switch Love

switch love3

Judul : Switch Love

Author : Seu Liie Strife

Main Cast : Wu Yi Fan/Kris (℠ƩΧ◊-M)
Kim Seu Na/Wang Lulu (OC)
Kim Jongin/Kai (℠ƩΧ◊-K)
Park Ga Eum (OC)

Supporting Cast: Choi Seunghyun/T.O.P (Bigbang)

Genre : Romance

Facebook : Hikari Keyheart Kurosaki

Twitter : SeuLieOctaviani

Instagram: @seu_liie

Pin : 24D7E4E6 (Jangan kaget kalo ternyata namanya KRIS WU. Ak soal’y RP jg ♉(‾⌣‾)♉ . Kalo invite&udaah ak confirm, langsung kasih tau ak ya, kalian siapa. Soalnya mau dimasukin ke kategori  )
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Noona, pokoknya noona harus lihat aku di tv! Aku tidak mau tahu!” Tiba – tiba saja seorang pria terdengar memaksa terhadap orang yang diteleponnya. Kakaknya sendiri.

“Mwoo?? Aku sibuk Jonginnie.. Kau tahu kan deadline novelku berikutnya?” Ucap Seu Na-kakaknya.

Kim Jongin dan Kim Seu Na adalah kakak beradik yatim piatu yang sama – sama berjuang untuk menghidupi kehidupannya. Kim Seu Na adalah seorang penulis novel yang novelnya sendiri sudah diterbitkan dengan cetakan berbagai bahasa di luar Korea.

Sedangkan adiknya, Kim Jongin adalah salah satu penyanyi di dalam boyband bernama EXO. Pria yang memiliki nama panggung Kai ini adalah seorang ‘dancing machine’ di EXO-K yang merupakan sub-grup dari EXO.

Kesibukan mereka berdua membuat mereka tinggal terpisah. Jongin kini dengan terpaksa tinggal di dorm EXO. Sedangkan Seu Na tinggal di rumahnya seorang diri. Hanya dengan ponsel dan jejaring sosial lah mereka berkomunikasi. Tak jarang mereka saling menggunakan ‘web cam’ untuk saling bertatap muka melepas rindu mereka.

Untuk bertemu, mereka hanya bisa tiga bulan sekali. Itu pun dengan waktu kurang dalam 24 jam. Karena itu, Jongin sering memberikan ‘free pass card untuk kakaknya, Seu Na secara diam – diam untuk menambah frekuensi bertemu mereka. Namun, belakangan ini Seu Na sangat sibuk karena tenggat waktu novel terbarunya yang harus diserahkan ke penerbit.

“Jebaaall noona…ini kan comeback stage ku. Aku sudah mengalah kalau kau tidak mau datang ke sini, tapi kau harus melihatku!”

“Ya ya ya Jonginnie aku akan menonton tv.. Jam berapa memang?” Tanya Seu Na.

“Sekarang, noona! Setengah jam lagi. Kau tahu, aku sedang persiapan dengan yang lainnya.”

“Okay, good luck Jonginnie!”

“Gomawo, noonaaaa~~ Tapi kau harus melihatku..”

“Haih, ne! Aku akan menontonmu! Puas kau, eoh?” Ucap Seu Na kesal karena desakan adiknya. Terdengar suara gelak tawa pria itu dari tempatnya.

“Ya sudah, bye noona!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ga Eum, kau sudah makan belum?” Gadis belia itu tidak menanggapi pria yang sedang mengajaknya bicara.

“Ga Eum…???” Masih tidak ditanggapinya pria itu. Ia masih asik membaca yang dipegangnya.

“Ini gege belikan makanan untukmu. Cepat makan sebelum makanannya dingin.” Hingga pria itu meletakkan makanan itu di hadapannya, ia masih tidak menggubrisnya.

“Yaa!! Park Ga Eum!!” Pria itu mengambil paksa buku itu dari tangan gadis berambut hitam sebahunya.

“Yaaa!! Gegeeee~~~ Kembalikan!!” Seketika gadis itu menjerit.

“Buku apa sih yang kau baca sampai kau begitu fokus membaca?” Pria itu melihat sampul novel itu dan membolak – balik halaman demi halamannya.

“Romance novel? Heey, kau masih kelas tiga SMP.. Kau tahu itu, eoh?” Pria itu menyilangkan kedua tangannya di dada dan menutup novel itu.

“Yi Fan gege, kembalikan..itu kubeli dengan uang jajanku, kau tahu! Aku rela tidak jajan demi novel best seller itu!”

“I don’t care.. Atau aku telepon ahjumma saja?” Pria itu mengambil ponselnya yang tergeletak di samping makanan untuk Ga Eum.

“Nooo!! Jangan telepon eommaa!!” Ga Eum berusaha mengambil ponsel itu dari tangan pria berambut blonde itu. Karena postur pria itu yang jauh lebih tinggi dari Ga Eum, meskipun gadis itu terus melompat – lompat, ia tidak bisa meraih ponsel itu.

“Gegeeee~~ Jebaaaalll~~~ Jangan telepon eommaaa…” Ga Eum terlihat merajuk pada pria yang memiliki nama panggung Kris yang merupakan leader dari sub grup EXO-M.

“Okay, tapi kau harus makan malam ini. Aku bisa dibunuh ahjumma kalau kau sakit, tahu!”

Ya, memang kini Yi Fan sedang dititipi Ga Eum, sepupunya yang masih belia. Orang tua gadis itu sedang berada di Canada untuk ekspansi bisnisnya bersama kedua orang tua pria bermarga Wu itu. Karena tidak mau repot menyewa pembantu rumah tangga, Yi Fan selalu membawa Ga Eum kemana pun ia pergi seolah gadis itu adalah ‘ekor’-nya. Kecuali jika gadis itu sekolah, maka Yi Fan akan membiarkannya dan hanya menyuruh supir pribadinya untuk menjemput Ga Eum dan mengantarkannya ke tempat dia bekerja.

Demi Ga Eum, ia rela mengeluarkan uang pribadinya untuk menyewakan apartment yang letaknya dekat dengan dormnya hingga ia bisa memantau Ga Eum. Ga Eum pernah dijadikan sasaran sasaeng fans karena ia selalu dekat dengan Yi Fan.

Dan lewat akun pribadi jejaring sosialnya, Yi Fan mengutuk semua perbuatan sasaeng fans yang sangat mengganggunya. Tidak hanya itu, SM Entertainment harus sampai membuat konferensi pers untuk EXO demi penjelasan tentang keberadaan Ga Eum.

“Kris-ssi, sudah saatnya EXO tampil.”

“Well, kau ditinggal sendiri tidak apa – apa kan, Geummie?” Panggilan kecil untuk gadis itu pun selalu terlontar ketika ia memanggil Ga Eum.

“Gwaenchana, gege…” Jawab Ga Eum yang mulai memakan makanan yang dibelikan Yi Fan untuknya.

“Hehehe, kalau si tiang listrik itu tidak ada, aku kan bisa baca novelnya Wang Lulu eonni…” Batin Ga Eum.

“Baiklah…kalau begitu, kau makan yang benar, ne?”

“Ne, gege…” Bersamaan dengan jawaban Ga Eum, Yi Fan meninggalkan gadis itu sendirian.

“Hehehe…akhirnya aku bisa baca novel lagi..” Batin Ga Eum yang kemudian berjalan ke salah satu meja rias tempat buku itu berada.

Cklek! Seorang pria menyembulkan kepalanya ke dalam ruangan itu.

“Huaaa!! Ommoo!! Ge…gege..!!” Ga Eum terlonjak kaget dan menatap ke arah pintu dengan mata membulat.

“Hahaha, got you! Kau pasti mau membaca novel itu lagi kan?” Pria itu kembali masuk ke ruangan itu. “Novel ini, gege sita! Kau masih terlalu kecil untuk membaca novel ini!” Ia kemudian mengambil novel itu dan dibawanya keluar.

“Makan yang benar yaa..” Pesan Yi Fan.

“Gegeee!!!!!!!” Dan sukses membuat Ga Eum berteriak histeris ketika novelnya diambil.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Tata lampu panggung digelapkan saat show dimulai. Kedua belas pria itu berdiri beraturan membentuk sebuah pohon. Seiring berjalannya musik, pohon yang terbentuk dari dua belas pria yang berdiri berdekatan mulai berpencar satu per satu. Dimulai dari keluarnya Chanyeol yang mulai menyanyikan lagu yang berjudul Wolf, teriakan para gadis yang menonton mereka pun mulai terdengar semakin keras. Pria dengan sepasang alis tebal pun melanjutkan lagu yang dinyanyikan Chanyeol sebelumnya. Kai yang kemudian keluar dari posisinya seolah menjadi patokan untuk member lainnya untuk saling berpencar.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di rumahnya, Seu Na yang menonton acara comeback stage adiknya, Jongin merasa sedikit tercengang melihat adiknya yang seolah berubah menjadi sosok pria dewasa.

“Apa aku tidak salah liat? Itu Jongin kan? Sudah lama aku tidak melihat wajahnya…” Batin Seu Na.

Tiba – tiba ponselnya berbunyi. Gadis itu berusaha menggapai – gapai ponselnya yang terdapat di atas meja di hadapannya. Tapi kedua matanya tidak terlepas dari tv yang menampilkan acara musik.

“Ash! Siapa sih? Mengganggu saja!” Seu Na hanya mengabaikan pemberitahuan di ponselnya yang menunjukkan pada twitter pribadinya.

“Aigooo..aigooo…aku cinta padamu Jonginniee~~” Tiba – tiba saja kepribadian Seu Na berubah layaknya fan girl – fan girl EXO lainnya.

Selesai menonton, gadis itu kembali berkutat dengan notebooknya mengetik novel terbarunya.

“Ommoo!! Tadi ada yang ‘mention’ twitterku kan!” Seu Na kembali meraih ponselnya.

“Eonniii~~ Novelku diambil gege…huweee~~~” Seu Na membaca ‘mention’ twitter untuknya dari Ga Eum.

“Ga Eum? Kalau tidak salah, Ga Eum yang sering memberikanku desain – desain gambar untuk cover novelku.” Batinnya.

“Ah! Sepertinya aku punya nomor ponselnya.” Gadis itu pun segera mencari nama Ga Eum di daftar nomor ponselnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Eonnii~~ Huweeee~~~ Novel eonni…” Ga Eum mengadu pada Seu Na yang menelponnya.

Ga Eum dan Seu Na memang sangat dekat. Mereka berteman sejak sebelum novel karangan Seu Na terkenal seperti sekarang. Bahkan Seu Na sendiri sudah menganggap Ga Eum sebagai adiknya sendiri. Walau pun mereka belum pernah bertemu sekali pun, salah satu dari mereka pasti akan saling menghubungi dulu hanya untuk sekedar menanya kabar saja.

“Hee? Waeyo?” Tanya Seu Na.

“Gege tidak membolehkanku baca novel eonni…”

“Wae?” Tanya Seu Na lagi.

“Alasannya karena aku…aku masih SMP… Dan aku…”

Tiba – tiba ponsel yang dipegang oleh Ga Eum ditarik paksa hingga ia terhentak kaget.

“Gege!!!” Ga Eum kembali berteriak.

“Hey kau! Kau yang menulis novel, eoh? Kau mau meracuni pikiran polos adikku dengan kisah – kisah romance yang kau buat, hah?!! Dan kau, entah siapa kau! Berhenti berhubungan dengan adikku! Kau hanya menimbulkan dampak buruk bagi Ga Eum! Arraseo?!!!” Yi Fan merebut ponsel Ga Eum dari tangan gadis itu dan terlihat dengan nada emosi ia memarahi orang yang sedang menelpon Ga Eum.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Mwo??!!!! Siapa dia?!! Tiba – tiba mengomeliku seenaknya!” Seu Na terlihat gusar.

“Yaa!!! Nuguseyo?!! Kenapa kau marah – marah denganku?!!” Bentak Seu Na.

“Cih! Kau tidak perlu tahu aku! Aku hanya menyuruhmu berhenti meracuni pikiran Ga Eum!”

“Siapa yang meracuninya, hah?!!! Kalau kau tidak tahu isi novel itu, lebih baik diam!” Balas Seu Na.

“Yaa!! Aku tahu isi novel itu! Jangan pernah menyuruh Ga Eum membeli novel – novelmu!”

“Oh ya? Aku tidak pernah menyuruhnya. Dia yang senang membaca. Lagi pula, apa kau lahir di zaman penjajahan, eoh? Kau tidak memiliki kisah cinta saat remaja? Kasihan sekali kau!” Sindir Seu Na pada Yi Fan.

“Hey! Kenapa kau menyinggung kehidupan pribadi?!”

“Ahahaha apa tebakanku benar? Kau sungguh kasihan! Hey, tuan…Ga Eum dan orang tuanya juga tidak pernah komplain tentang novelku. Lalu, kenapa tiba – tiba melarangnya untuk tidak membaca novelku?”

“Kau…sigh! Sudahlah, aku tidak mau Ga Eum membaca semua novelmu! Karena sekarang, Ga Eum tanggung jawabku selama kedua orang tuanya di Canada!”

“Kau membatasi pergerakan seorang remaja, tuan! Sangat tidak pantas!” Seu Na berkata pedas terhadap pria yang tidak diketahuinya sebagai anggota dari EXO.

Sementara Yi Fan dan Seu Na sibuk berdebat, Jongin memasuki ruangan itu dan melihat Ga Eum yang terlihat seperti ingin menangis. Karena baru saat itulah ia melihat Yi Fan marah setelah kejadian sasaeng fans itu. Ia tidak mau jika Seu Na dimarahi oleh Yi Fan.

“Hey…” Tegur Jongin pada Ga Eum yang langsung menoleh padanya dengan wajah sedih.

“Ayo keluar..” Ajak Jongin yang menggandeng tangan Ga Eum. Gadis itu pun beranjak dari duduknya. Jongin membukakan pintu untuknya dan bersama mereka keluar dari ruangan itu meninggalkan Yi Fan yang masih berdebat dengan Seu Na melalui ponsel Ga Eum.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppaa…huhuhu…” Tangis Ga Eum sontak tak terbendung lagi. Ia hanya bersandar di dinding dan menutupi wajahnya yang tengah menangis.

“Wae guraeyo?” Tanya pria yang berkulit exotis itu. Namun, Ga Eum tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Hingga akhirnya, Jongin mengulang pertanyaannya, “Kau kenapa? Uljimma…” Tangan pria itu menghapus aliran air mata yang mengalir dari pipi gadis itu.

“Gege marah – marah..hiks..hiks…”

“Dengan?” Tanya Jongin yang meminta penjelasan Ga Eum lebih lanjut.

“Dengan eonni-ku…”

“Eonni?” Ulang Jongin. “Bukankah kau anak tunggal? Dan setahuku, kau tinggal di sini dengan Kris gege.” Tambah Jongin kemudian.

“Ne, ini seseorang yang sudah kuanggap seperti eonniku..seseorang yang dekat denganku..”

“Nugu?”

“Wang Lulu eonni..”

Kedua mata Jongin terkesiap mendengar nama itu, “Wang Lulu?” Tanya Jongin.

“Ne..penulis novel terkenal itu looh..kau tahu, aku sudah menghabiskan uang jajanku untuk novel terbarunya. Dan gege seenaknya saja menyitanya dariku..huhuhu…dia juga memarahi Seu Na eonni..”

“Aigoo, Gannie harusnya kau bilang padaku, jadinya kau bisa dapat novel itu cuma – cuma.” Batin Jongin.

“Seu Na?” Tanya Jongin seolah tidak tahu.

“Itu nama asli dari Wang Lulu eonni..hiks..hiks..”

“Sudahlah, nanti kita beli novel itu lagi ya..”

“Tapi kan tabungan dan kartu ATM ku dipegang gege…”

“Kau bisa pakai uangku..” Ujar Jongin.

“Annio, oppa..aku menyusahkan oppa..” Jawab Ga Eum lesu.

“Okay, judul novel itu apa?” Tanya Jongin yang kemudian mengeluarkan ponselnya untuk mencatat judul novel itu.

“Behind The Growl Forest. Itu salah satu novel yang kusuka. Aku sedang baca yang itu..”

“Oh, itu..apa cover novel itu sebuah hutan berlatarkan bulan purnama dengan dua ekor serigala dan vampirenya?” Tanya Jongin.

“Ne..dari mana oppa tahu?”

“Aku pernah melihatnya sewaktu aku jalan – jalan. Itu best seller kan? Tapi kupikir itu sama sekali tidak bermutu!”

“Oppa sekarang mau ikut – ikut seperti Yi Fan gege?” Ga Eum berkata lirih.

“Ah! Bukan begitu… Aku suka kok. Terutama dengan cover novel itu. Aku sangat menyukai orang yang membuat cover itu.” Ucap Jongin yang sebenarnya punya maksud tertentu pada Ga Eum.

“Oppa….” Di wajah Ga Eum terlihat sedikit semburat merah. “Cover itu..aku yang buat untuk eonni…” Lanjutnya dengan wajah tertunduk.

“Aku tahu. Makanya aku bilang ‘aku menyukai si pembuat cover’ itu.” Ucap Jongin tersenyum.

“Oppa, bercandamu keterlaluan sekali..” Ga Eum tidak berani menatap Jongin di hadapannya.

“Apa aku terlihat bercanda? Lihat aku..” Jongin mengangkat dagu gadis itu dengan telunjuknya. “Apa aku terlihat main – main saat mengucapkan kalimat tadi padamu?” Tanya Jongin lagi.

“Ge..geun..geundae…” Ga Eum terlihat gugup di hadapan Jongin. “Dari mana oppa tahu kalau aku yang membuat cover itu?” Tanya Ga Eum.

“Tentu saja aku berusaha mencari tahunya dengan jaringan internet. Hey, apa kau hidup di zaman megalitikum, Gannie? Zaman sudah maju loh!” Ga Eum masih tidak berani menatap Jongin.

“So, I think I love you. What should we do now?” Tanya Jongin. Ga Eum hanya mengangguk kecil dan mengulum senyumnya.

“Haish! Kenapa kalimat itu harus terlontar sekarang?” Ujar Jongin sambil memeluk Ga Eum.

“Maksud oppa?” Tanya Ga Eum melepaskan pelukan Jongin.

“Aku berencana melakukan ini saat kita makan malam bertiga. Aku, kau, dan kakakku.”

“Kakakmu? Oppa punya kakak juga?”

“Tentu saja! Tapi belum saatnya kau tahu. Itu akan menjadi sebuah kejutan untukmu.” Jongin mengerlingkan sebelah matanya pada Ga Eum.

“Kejutan?” Batin Ga Eum penuh tanya.

“Gannie, can I…” Wajah Jongin mendekat dengan wajah gadis itu. Ga Eum sendiri juga tidak mengelak karena ia juga menaruh hati padanya
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Ckrek!

“Yaa!! Kai! Apa yang mau kau lakukan?!!” Tiba – tiba saja Yi Fan keluar dari ruangan itu dan mendapati Jongin yang hendak mencium Ga Eum.

“Sini, kau Ga Eum!” Yi Fan menarik tangan Ga Eum.

“Ge..geundae..gege…Jongin oppa…nae namjachingu..” Ujar Ga Eum pelan.

“WHAT??!!! Your boyfriend?! Tahu apa kau? Kau masih kelas 3 SMP, Geummie!”

“So what? Aku mencintai Gannie, dan dia juga mencintaiku.” Timpal Jongin.

“Kau tidak memikirkan karir kita? Kalau kau berpacaran, EXO akan diterpa gosip lagi! Terlebih lagi…keberadaan sasaeng fans itu! Aku tidak mau Ga Eum celaka seperti dulu!”

“Gege..aku akan menjaga diriku.. Lagipula, kita kan tidak mempublikasikan hubungan kita..” Bela Ga Eum.

“Tidak boleh! Kau hanya harus belajar Geummie!” Larang Yi Fan yang kemudian meninggalkan mereka berdua.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Ting! Tong! Suara bel rumah Seu Na berbunyi malam itu.

“Siapa yang malam – malam seperti ini datang? Jonginnie tidak bilang mau datang..” Seu Na langsung melihat pada interkom yang tersambung keluar rumahnya. Seorang pria bertubuh tinggi memakai kacamata hitam dan masker terlihat pada layar monitor.

“Nuguseyo?” Ucap Seu Na yang tersambung keluar.

“It’s me honey..” Seu Na buru – buru keluar untuk bertemu pria itu.

“Seunghyun!” Gadis itu memeluk tubuh kekasihnya, Choi Seunghyun. Pria yang dikenal sebagai rapper dalam boyband BigBang.

“Bogoshipoo…” Lanjut Seu Na.

“Nado bogoshipo, honey..” Balas pria yang memiliki nama panggung T.O.P sambil memeluk erat kekasihnya.

Pertemuan mereka bermula saat Seunghyun yang memiliki hobi membaca buku pergi ke salah satu toko buku tempat dimana Seu Na menggelar acara fan meetingnya. Sangat klasik. Seunghyun jatuh cinta ketika melihat Seu Na yang sibuk menandatangani buku dan foto bersama dengan fansnya dengan wajah yang sabar meski pun ia kelelahan.

Saat itu Seunghyun yang ada dalam penyamarannya menerobos alur fans Seu Na yang dikenal sebagai Wang Lulu untuk berada di depan gadis itu langsung. Para petugas keamanan pun berusaha mengusirnya. Namun, Seu Na membelanya dan menyuruh menemuinya nanti setelah fan meeting.

Dan semenjak itulah mereka mulai melakukan pendekatan dan beberapa bulan kemudian mereka resmi berpacaran tanpa media dan fans BigBang sendiri mengetahuinya. Bahkan Jongin dan anggota BigBang lainnya pun tidak tahu kalau Seu Na dan Seunghyun berpacaran.

“Kajja kita masuk, chagi..” Ucap Seu Na yang membawa Seunghyun masuk ke dalam rumahnya. Pria itu pun menurut.

“Chagi mau minum apa?” Tanya Seu Na.

“Apa saja honey..” Jawab Seunghyun yang mengikuti Seu Na ke dapur.

“Oh ya! Aku punya ice cream. Kau mau?” Seu Na kemudian meninggalkan sebotol sirup dan gelas yang akan disuguhkan untuk Seunghyun.

“Honey, kau buatkan aku minum saja. Aku bisa ambil sendiri..” Ujar Seunghyun.

“Kau bisa? Baiklah..”

“Kau pikir aku anak SD, eoh? Hahaha…” Kelakar Seunghyun. Ia kemudian mengambil ice cream yang berada di bucket itu dan juga sendok. Pria itu berdiri bersandar pada meja dapur di samping Seu Na. Ia menyuapi ice cream pada kekasihnya yang sedang membuatkan minuman untuknya.

“Anni, chagi..sudah malam..”

“Sesekali tidak apa kan? Tidak akan membuat tubuhmu langsung menggemuk kalau baru hari ini kau makan ice cream malam – malam.” Bujuk Seunghyun. Dan akhirnya Seu Na memakan ice cream itu berdua dengan Seunghyun.

Malam itu, mereka menghabiskan waktu berdua dengan menonton dvd di ruang tengah ditemani dengan se-bucket ice cream. Seolah melupakan deadline novelnya, Seu Na bersandar pada dada bidang Seunghyun dengan manja sambil menonton film itu. Sementara Seunghyun hanya mengusap – usap kepala kekasihnya sambil sesekali ia membuka mulutnya menerima suapan ice cream dari Seu Na.

“Chagi, tinggal satu suap..”

“Kau saja honey yang habiskan..aku sudah banyak..” Ucap Seunghyun.

“Benar tidak mau niihhh??” Seu Na menggoda Seunghyun dengan makanan favorite-nya.

“Annio, honey..makanlah..” Senghyun tersenyum mencubit pipi Seu Na gemas.

Seu Na pun menyuap ice cream terakhir ke dalam mulutnya. Belum semua tertelan, tiba – tiba Seunghyun menarik dagu Seu Na dan mencium bibirnya.

“Kurasa ice cream itu terus menggodaku, honey. Dan sepertinya rasa ice cream itu lebih manis jika di mulutmu.” Ucapnya.

“Kyaaaaa!! Dasar kau mesuuumm!! Seunghyun mesuumm!! T.O.P mesuuummm!!!” Seu Na memukuli pria itu.

“Ssstt! Berhenti memanggilku dengan nama palsuku. Atau aku akan melakukan hal tadi.” Seunghyun memegangi kedua tangan Seu Na.

“Kyaaaaaa!!!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku harus buat apa iniiii??” Seorang gadis terlihat bingung di kamarnya. Di tempat tidurnya tergeletak sebuah boneka Angrybird berwarna merah di dalam boxnya.

“Cover novel lagi? Ah! Tidak berkesan, sudah terlalu sering aku buat. Apa yaaaa?”

Tok! Tok! Tok!

“Geummie, kau sudah tidur?”

“Ck! Mau apa sih gege ke sini? Mentang – mentang dia tahu password apartment ini..”

“Belum, ge..” Teriak Ga Eum dari dalam kamarnya.

Pria itu pun masuk ke dalam kamar Ga Eum, “Oh, kau sedang belajar ya?” Tanyanya saat mendapati Ga Eum di depan meja belajarnya.

“Ng….I..itu…uhm..aku..”

“Boneka siapa ini?” Tanya Yi Fan lagi.

“To Seu Na eonni..” Baca Yi Fan pada kartu ucapan yang tertempel di box boneka itu.

“Nugu Seu Na?” Tanya Yi Fan.

“Aku beritahu tidak ya..” Batin Ga Eum.

“Geummie?” Yi Fan menuntut penjelasan.

“Se…Seu Na..eonni…” Yi Fan tampak menunggu kelanjutan kalimat Ga Eum. “Dia..penulis novel yang gege ambil..” Lanjut Ga Eum ragu.

“Mworago?!!” Ia berjalan ke arah Ga Eum yang terduduk di kursi depan meja belajarnya.

“Oh, bagus sekali kau! Bukannya belajar, kau membuat yang tidak – tidak!” Yi Fan melihat ke arah laptop milik Ga Eum.

“Matikan itu, dan ambil buku pelajaranmu!” Perintah Yi Fan.

“Gege…” Ga Eum berusaha memelas padanya.

“Cepat ambil!” Pria yang berkepribadian tegas itu mengambil boneka yang berada di dalam box-nya keluar.

“Gege, itu mau dibawa kemana??”

“Kubuang.”

“Gegeeeee!!! Jebaaall!! Jangan dibuaaaannggg!!!” Ga Eum menghalangi pintu kamarnya menghentikan Yi Fan.

“Kau itu bandel sekali Geummie.. Sudah kubilang kan, kau harus fokus belajar. Untuk apa kau mengeluarkan uang banyak untuknya?”

“Gege..kau jahat sekali…” Ucap Ga Eum sedih.

“Bayangkan jika EXO tidak ada fans-nya! Apa yang mau kau lakukan? Kau tahu, fans-fansmu lebih banyak mengeluarkan uang untuk kalian! Satu orang fansmu, bisa membeli lima atau enam album terbaru kalian demi mendongkrak popularitas kalian! Demi nama kalian terkenal dimana – mana…” Yi Fan pun tertegun mendengarnya.

“I don’t care! Kau harus tetap belajar! Boneka ini akan aku simpan sampai kau selesai ujian!” Ujarnya lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di saat yang sama, Jongin berusaha menghubungi kakakny, Seu Na.

“Noona!!” Serunya.

“Yak! Kau tidak bisa bicara pelan, eoh?” Seu Na menjauhkan ponselnya dari telinga kanannya.

“Kkkk mianhae… Noona, aku boleh minta tolong?”

“Mwo? Tidak biasanya kau bernada memelas seperti ini..” Ungkap Seu Na.

“Aku minta novelmu yang judulnya, Behind The Growl Forest dan juga tanda tanganmu, yaaaa…”

“Are you my fans?” Ledek Seu Na pada Jongin.

“Anni, bukan untukku. Tapi untuk seseorang yang special!”

“Special?” Ulang Seu Na.

“Ne, special.. Kenapa noona kaget?”

“Kau memiliki orang yang special?” Tanya Seu Na penuh selidik.

“Ne, namanya Ga Eum. Park Ga Eum.”

“GA EUM??!!!” Teriak Seu Na.

“Yak! Kau tidak bisa bicara pelan, eoh?” Jongin meniru kalimat Seu Na sebelumnya.

“Mianhae..da..dari mana kau kenal dia? Dia fansku Jonginniieee~~ Dia juga bisa dibilang…”

Belum selesai Seu Na bicara, Jongin menyambungnya cepat, “Si pembuat cover novelmu. Am I right?”

“Ne! Itu benar! Terakhir dia bilang, novelnya diambil oleh gegenya, dan dia terdengar seperti mau menangis. Kau tahu, gegenya itu marah – marah denganku!”

“Kris gege maksudmu?” Tanya Jongin.

“Molla, aku tidak tahu namanya. Katanya sih seperti itu, Jongin..”

“Okay..okay..aku tidak mau bahas itu. So, noona mau kan memberikan novel itu cuma – cuma?” Tanya Jongin lagi.

“As your wish, Kkamjong!” Ledek Seu Na dengan julukan adiknya itu.

“Kkamjong? Oohh…noona mengakui ke-eksotis-an kulitku kan? Hahaha…”

“Aigoo…sudahlah, lebih baik kau istirahat sana!” Seu Na hanya bisa mengeluarkan kata itu dengan desahan kesalnya.

“Oh ya, noona!” Seru Jongin lagi.

“Apa lagi, eoh?”

“Aku berencana mempertemukan kalian..”

“Hee?? Nugu??” Tanya Seu Na.

“Kau dan Ga Eum. Hingga kini ia tidak tahu kalau kekasihnya yang tampan ini adalah adik dari seorang Wang Lulu.”

“That’s great idea, Jonginnie! Aku juga ingin sekali bertemu dengannya.”

“Bagaimana kalau minggu depan? EXO sedikit senggang jadwalnya. Aku juga bisa pulang dan bertemu kamar tercintaku.”

“Jeongmal? Kau mau pulang??”

“Tentu saja! Bagaimana rencanaku?”

“Okay Jongin, I count on you!” Jawab Seu Na.

“Baiklah..sudah cukup bertelepon. Tidur sana!” Suruh Seu Na.

“Ah! Noona!” Seru Jongin lagi untuk ketiga kalinya.

“Apaaan siiihh?!!” Seu Na gusar.

“Saranghae, noona..” Ucapnya lembut.

“Mwoo?! Tiba – tiba pendengaranku tuli sesaat! Sudah sana tidur!” Seru Seu Na yang kemudian terkekeh.

“Noona belum menjawabnya…”

“Nado saranghae, Jongin…” Seulas senyum pun terkembang di bibir tipis gadis itu meskipun Jongin tidak melihatnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“T.O.P-ssi apa benar kau menjalin asmara dengan seorang penulis?” Pria bermata tajam itu terus menghindari para awak media tanpa berkomentar sedikit pun. Sementara teman – temannya yang tergabung dalam boyband BigBang juga bingung tiba – tiba mereka yang sedang bersantai menikmati waktu luang mereka, dihampiri oleh banyak wartawan.

“Kenapa mereka bisa tahu? Dan dari mana mereka tahu?” Batin Seunghyun.

“Hyung, kau benar menjalin hubungan?” Tanya Ji Young yang sering dipanggil sebagai G-Dragon.

Seunghyun hanya membisu. Pria itu masih sedang berpikir siapa yang membocorkan rahasianya ini.

“Hyuunggg!!!” Kali ini empat pria meneriaki Seunghyun meminta penjelasan.

“Haish! Kalian apa – apaan sih?” Gerutu Seunghyun.

“Hyung, dengan siapa kau berpacaran?” Tanya Seungri, pria termuda di dalam BigBang.

“Wang Lulu. Kim Seu Na.” Jawab Seunghyun.

“Mwoo?!!! Penulis novel itu??” Keempat pria itu terlihat menuntut Seunghyun untuk menjelaskan lebih lanjut.

“Ya, sudah hampir satu tahun kami menjalin hubungan.” Ujar Seunghyun.

“Eottohke! Hyung, keterlaluan sekali kau! Kenapa kau tidak memberitahu kami?!” Taeyang angkat bicara.

“Aku hanya tidak suka kehidupan pribadiku diusik.” Jawab Seunghyun datar.

“Setidaknya kita bisa membantumu menyimpan ini..” Sambung Daesung.

“Mianhae…” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Seunghyun.

“Sebaiknya aku beritahukan ini pada Seu Na, agar dia lebih berhati – hati…” Batin Seunghyun yang kemudian mengirimkan gadis itu pesan singkat.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Satu minggu setelah diketahuinya Seunghyun yang menjalin hubungan, frekuensi bertemu antara Seunghyun dengan Seu Na pun berkurang. Seunghyun terpaksa membuat klarifikasi di media massa tentang bantahan hubungan itu. Tentu saja ini membuat Seu Na yang biasanya selalu ceria, terlihat murung. Beberapa kali ia mendapatkan teguran dari pihak penerbit karena novelnya belum juga selesai. Dan ia yang sudah terlanjur membuat jadwal bertemu dengan Jongin yang akan membawa Ga Eum, harus memasang wajah cerianya.

Ponsel pun berbunyi di atas mejanya, dengan malas ia menjawabnya, “Ne…”

“Noona, kau kenapa?”

“I’m okay..aku hanya baru bangun tidur.” Jawab Seu Na berbohong.

“Aku dan Ga Eum sudah berangkat menuju cafe tempat kita janjian.”

“Ne, aku akan siap – siap Jonginnie~”

“Perlu kujemput?”

“Anni, kau kesana saja duluan.”

“Ne, ppali wa. Jangan lupa novelmu ya..”

“Ne..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppaa, kenapa aku tidak boleh bicara dengan eonni?” Tanya Ga Eum yang berada di sebelah kanan Jongin yang sedang mengemudikan mobilnya.

“Tidak boleh…karena nanti dia akan memberikan kejutan untukmu, chagi…”

“Kejutan apa?” Tanya Ga Eum.

“Bukan kejutan namanya jika aku memberitahukannya sekarang, chagi…hahaha…”

Tanpa disadari mereka, seseorang mengikuti lajunya mobil milik Jongin yang sudah lama terparkir di pelataran parkir dorm-nya.

“Mau dibawa kemana Geummie?” Batin seorang pria yang duduk di belakang kemudinya. Pria itu berusaha menghubungi sepupunya, namun ponselnya tidak aktif.

Pria bermarga Wu itu terus membuntuti sedan silver milik Jongin. Dan akhirnya mobil itu berhenti di sebuah cafe, “Cafe?? Mau apa dia mengajak Geummie ke cafe? Apa mereka kencan?”

Jongin dengan wajah yang ditutupi sebuah masker dan mengenakan sebuah topi pun keluar. Ia membukakan pintu untuk Ga Eum dan berjalan memasuki cafe itu.

“Ada yang bisa kami bantu? Untuk berapa orang tuan?”

“Saya sudah pesan ruangan khusus di sini atas nama Ga Eum.

“Atas nama Ga Eum untuk tiga orang?”

“Ne..” Jawab Jongin.

“Baik, kesebelah sini tuan..” Ujar pelayan cafe itu. Jongin sengaja memesan ruangan khusus cafe itu dengan atas nama Ga Eum agar keberadaannya tidak diketahui media.

“Mwo?!! Kenapa mereka memesan ruangan yang terpisah dari keramaian?!” Pria yang memakai kacamata hitam dan topi itu terlihat khawatir.

“Jeosongmianhamnida…anda tidak bisa masuk karena ruangan khusus sudah dipesan semua.” Salah satu pelayan cafe melarang Yi Fan masuk.

“Saya ada urusan di dalam.”

“Tapi maaf tuan..anda tidak bisa masuk..”

Yi Fan kemudian mengeluarkan kartu identitasnya. Pelayan itu terlihat akan berteriak. Tapi, belum sempat ia berteriak, Yi Fan menempelkan telunjuknya di bibir waitress itu. “Ssst… Aku tahu kau EXOstan. Akan kuberikan tanda tangan untukmu dan kita berfoto di belakang, setelah kau bekerja. Bagaimana?” Tawar Yi Fan kemudian.

“Annio! Sekarang, dan kau bisa langsung masuk ke dalam.” Ucapnya. Yi Fan tampak menimbang – nimbang, “Baiklah. Aku tidak punya waktu banyak.” Ujar Yi Fan yang kemudian mengajaknya berfoto di belakang.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppa…kau benar – benar adiknya Seu Na eonni?”

“Kau pikir aku bercanda?”

“Anni..bukannya begitu..geundae…”

“Nanti bisa kau lihat sendiri, chagia…” Ucap Jongin.

“Ne, oppa…” Jawab Ga Eum menurut.

“Chagi, ada apa di matamu itu?” Tiba – tiba Jongin menunjuk pada mata kanan Ga Eum.

“Hng? Ada apa? Oppa ada apa di mataku?” Gadis itu seketika panik dan berusaha mengambil cermin kecil yang selalu dibawanya kemana – mana di dalam tasnya.

“Coba sini aku lihat dulu..” Ucap Jongin yang mendekatkan wajahnya pada Ga Eum. Sebenarnya yang tadi adalah alasan pria itu untuk mencium Ga Eum.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Haihh! Well, kau harus mengatur ekspresimu, Seu Na!” Gumam gadis itu sendiri.

“Ada yang bisa saya bantu, agasshi?”

“Saya minta diantarkan ke ruangan khusus atas nama Ga Eum.”

“Baiklah, sebelah sini agasshi..” Jawab pelayan itu ramah.

Gadis itu kini sudah berada di ambang pintu ruangan itu. Pelahan ia membuka pintu itu dan menyembulkan kepalanya.

“Hoi!” Gadis yang di dalam ruangan itu bersama Jongin sontak mendorong Jongin menjauh darinya dan menolehkan kepalanya kaget ke arah pintu.

“E..eon…eonnii..!! Seu Na eonniii!!!” Seru Ga Eum saat melihat kakak dari Jongin itu datang.

“Annyeonggg~~” Sapa Seu Na dengan senyuman.

“Huuwwaaa!! Seu Na eonni!! Aku tidak percaya bisa bertemu Seu Na eonni langsung!!” Ga Eum langsung memeluk erat wanita kelahiran ’91 itu hingga paper bag yang dibawanya terjatuh.

“Waakk!! Ses…sesaakk~~” Ucap Seu Na terbata – bata.

“Argh!! Noona! Kau merusak suasana tahu!” Tiba – tiba Jongin yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua akhirnya angkat bicara.

“Mwooo?? Aku??”

“Ne! Hampir saja tadi aku menciumnya! Dan kau datang disaat yang tidak tepat!” Gerutu Jongin.

“Yaakk!! Jadi oppa membohongiku tadi?!!” Ga Eum memukul Jongin dengan tas tangan miliknya.

“Hehehe mianhae, chagia…”

“Oh ya, kudengar novelmu diambil ya? Ini, aku bawakan yang baru untukmu, Gummy.”

“Gummy?” Tanya Ga Eum.

“Namamu susah diucapkan, tahu! Jadi aku menyingkatnya jadi Gummy. Tidak apa kan? Hehehe…” Seu Na seenaknya saja memberikan nama pada Ga Eum.

“Aku terima deh eonni..pemberian nama darimu..kkk~”

“Oh, ini..nanti aku lupa memberikan novel ini..”

“Behind The Growl Forest!!” Seru Ga Eum senang. “Kyaaa ada tanda tangan eonni juga..!!” Lanjutnya.

Gadis itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Jongin, “Oppa, tolong foto kita yaaa…jebaaall~”

“Ahahahaha~” Seu Na tak sanggup menahan tawanya melihat Jongin yang seorang penyanyi terkenal disuruh – suruh oleh seorang gadis.

“Jangan tertawa kau, noona!”

“Sudahlah…foto saja kita…” Ujar Seu Na menahan tawanya.

Saat mereka berfoto – foto, Seu Na juga memotret Ga Eum dengan Jongin. Dan sukses mereka berdua dijadikan bahan ledekan oleh Seu Na. Namun, tiba – tiba saja…
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
BRAAKK!!

“Ge…gege?!!” Ga Eum membulatkan kelopak matanya melihat Yi Fan sepupunya di depannya.

“Bagus ya, aku sudah pernah bilang kan, kau tidak boleh berpacaran, Geummie! Ayo pulang!” Yi Fan menarik Ga Eum hingga ia meringis kesakitan.

“Gege, appo…shireo! Aku tidak mau!” Ga Eum berusaha melepaskan tangannya.

“Yaahh!!! Kenapa kau jadi orang kasar sekali dengan wanita?!! Kau siapa hah?!!” Seu Na mengambil Ga Eum dari Yi Fan dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.

“Noona…dia Kris ge…” Bisik Jongin lirih. Namun, tampaknya Seu Na tidak menggubris ucapan Jongin adiknya.

Yi Fan melepas tangan Ga Eum dan berjalan pada Seu Na, “Kau tidak tahu aku, eoh?” Yi Fan mengurung Seu Na diantara tubuhnya dan dinding.

“Yang kutahu kau hanyalah seorang pria pemaksa, kasar, dan tidak pernah memikirkan perasaan orang!” Jawab Seu Na.

“Kau bilang apa?!!” Pria itu memukul dinding tepat di sebelah kepala Seu Na hingga gadis itu hanya bisa menutup matanya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Buakh!! Sebuah tinjuan membuat dagu pria itu lebam.

“Se…Seunghyun…” Seu Na terkejut dengan adanya kekasihnya di hadapannya.

“Jangan pernah kasar dengannya!!!!”

“Oh, ada member BigBang yang sedang digosipkan itu ya?” Yi Fan berujar dengan angkuh.

“Kudengar, kau menjalin hubungan dengan penulis. Dengan gadis ini kah?” Lanjut Yi Fan menunjuk Seu Na.

“Ya! Dan kau, jangan pernah mengganggunya atau kau mati di tanganku!!!” Seunghyun menunjuk wajah Yi Fan. Sontak saja pengakuan Seunghyun yang sedang berada di cafe itu bersama anggota BigBang lainnya langsung mendapatkan kilatan flash light dari pengunjung cafe yang banyak menggunakan ponselnya.

“Hyung….kau…” Taeyang merasa kalau BigBang akan mendapatkan masalah besar.

“Kau berani juga ya hyung mengungkap semuanya di tempat umum.” Ujar Yi Fan.

BUAGH!!! Sebuah tinjuan didaratkan di pelipis pria berdarah Canada itu hingga tubuhnya tersungkur. Tak hanya itu, Seunghyun terus memukul Yi Fan dengan mengangkat kerah bajunya.

“Oppaa!! Geumanhae..oppaaa!!” Seu Na berusaha menarik Seunghyun dari Yi Fan.

“Andwae, honey! Dia harus diberi pelajaran!” Kembali Seunghyun melayangkan tinjuannya. Tidak terima dengan perlakuan Seunghyun, Yi Fan pun membalas tinjuan Seunghyun.

“Oppaaa!!!! Hentikaaann!!!” Seu Na berteriak ketika melihat darah yang sudah mulai keluar dari kedua tubuh pria itu.

“Gege! Sudah!!” Jongin dan Ga Eum juga melerai. Tak tertinggal, anggota BigBang juga melakukan hal yang sama.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Begitu cepatnya berita menyebar ke media massa tentang perkelahian Yi Fan dengan Seunghyun. Seu Na menawarkan pada Seunghyun untuk diobati lukanya terlebih dahulu. Sedangkan Ga Eum pulang bersama Yi Fan meski pun bekas darah yang masih terlihat di wajah pria itu.

Seunghyun dan anggota BigBang lainnya setuju untuk ke rumah Seu Na sementara. Jongin yang membawa mobil, pulang bersama kakaknya, Seu Na. Di belakangnya terlihat mobil milik Seungri yang mengikuti mobil Jongin.

“Noona, kau harus menjelaskan semuanya padaku!” Jongin menuntut kakaknya untuk memberikan penjelasan.

“Mianhae, Jonginnie… Noona tidak memberitahumu soal ini…”

“Wae, noona? Selama ini kupikir tidak ada yang disembunyikan diantara kita. Tapi kenapa noona…argh!!” Pria itu memukul setir mobilnya.

“Mianhae…mianhae…aku..aku takut kau marah…”

“Aku tidak mau kau kenapa – kenapa, noona! Jauhi Seunghyun hyung! Wajahmu, dan namamu sudah tersiar sebagai kekasihnya. Aku tidak mau kau kena serangan sasaeng fans, noona!”

“Geundae….”

“Jebal, noona…” Seu Na memilih untuk tidak bicara lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Kedua management itu saling tuding. Management yang menaungi EXO dan BigBang itu saling membela artist – artist yang digawanginya. Dan karena itulah Seunghyun yang didampingi managementnya membuat konferensi pers untuk yang kedua kalinya.

“Saya…minta maaf…yang sebesar – besarnya untuk para VIP. Saya…memang menjalin hubungan dengan penulis berinisial SN itu. Dan…demi profesionalisme saya…kami berdua sudah…” Seunghyun tampak menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan. “Kami berdua…sudah mengakhiri hubungan kami…” Lanjutnya. Seunghyun kemudian langsung meninggalkan meja konferensi pers setelah mengucapkan kalimat itu seolah tidak memberikan kesempatan bagi para awak media. Tidak bisa ia sembunyikan lagi, wajahnya menunjukkan raut kesedihannya.

“Mianhae honey…” Batin pria itu yang tanpa sadar mengeluarkan air matanya meski pun wajahnya terlihat garang. Berkali – kali ia menengadahkan kepalanya berusaha tidak meneteskan air matanya. Ia juga menelpon Seu Na melalui ponselnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di saat yang sama, dirumahnya, Seu Na yang berniat menonton tv, melihat tayangan itu secara live. Tayangan dimana Seunghyun yang memutuskan hubungannya sepihak. Detik itu juga air matanya mengalir dari kedua kelopak matanya. Gadis itu meraih ponselnya dan menekan angka 1 untuk panggilan cepat pada adiknya, Jongin.

Nada sambung pun terdengar. Tapi panggilannya tak kunjung dijawab Jongin. Seu Na pun mencoba lagi dan kini adiknya menjawabnya.

“Hiks..hiks…Jonginnie…huhuhuhu…”

“Noona? Wae??? Kau dirampok? Kau terjatuh? Kau kenapa noona?” Jongin langsung khawatir mendengar kakaknya menangis.

“Bisa kau ke rumah sekarang? Aku membutuhkanmu…hiks..hiks..” Ucapnya disela tangisnya.

“Akan kucoba noona. Kau di rumah saja, ne?”

“Ne…” Jawab Seu Na lirih.

Jongin pun meminta izin untuk pulang hari ini dan esok hari. Beruntung pria itu mendapatkan izin dari manager karena jadwal EXO yang belum terlalu padat.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Noona..?? Noona…?? Noona kau dimana??” Jongin berteriak – teriak setelah tiba di rumah.

Pria itu pun ke kamar kakaknya dan mendapati kakaknya yang mencoba menyayat nadinya, “Noona…!!!” Jongin langsung menghampirinya dan melempar pisau yang digenggamnya.

Tatapan kedua mata sembab gadis itu kosong. Seolah setengah nyawanya hilang. Ia hanya menatap lurus pandangan di depannya. Sontak adiknya langsung merengkuh wajah kakaknya untuk menatapnya.

“Noona, apa yang terjadi padamu? Kau kenapa?” Tanyanya. Tapi, Seu Na tidak menjawabnya sama sekali.

“Noona kumohon jangan seperti ini…” Jongin memeluk kakaknya erat. Tak lama, bahu pria itu basah. Jongin melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Seu Na, “Noona ada masalah apa?”

“Seunghyun…” Hanya nama itu yang terlontar dari bibir Seu Na.

“Wae?” Tanya Jongin yang terus menghapus air mata yang mengalir di pipi Seu Na.

“Aku putus..” Lirihnya.

“Putus? Kau dan Seunghyun hyung?” Seu Na mengangguk pelan.

“Sudahlah, noona…aku tahu kau sedih. Tapi bunuh diri adalah pilihan buruk, noona. Kau mau meninggalkanku sendirian di dunia?”

“Kau terlalu berharga untuk mati di usia muda. Terlebih lagi karena cinta. Kau harus bangkit noona..” Jongin terus memberikan energi positif bagi kakaknya.

“Aku mencintainya..dan aku merasa cocok dengannya…”

“Anni, noona..kalau kalian putus berarti kalian berdua tidak cocok. Tuhan sudah merencanakannya, noona..”

“Ayolah noona..kau tidak boleh seperti ini..ada banyak fans mu yang menunggu karya terbarumu. Ada Ga Eum yang terus menantikan novelmu. Apa kau tidak memikirkan perasaan Ga Eum kalau kau meninggalkannya?”

“Ga Eum sudah memilikimu, Jongin..”

“Anni! Bagaimana denganku? Aku tidak sanggup hidup kalau noona tidak ada.. Kau tidak memikirkanku, noona?”

“Kau sudah dewasa, Jongin..” Seu Na tersenyum masam pada adiknya.

“Noona, aku tidak pernah memohon padamu. Aku hanya ingin noona terus menjalani hidup. Move on! Kata itu pernah kudengar dari Ga Eum yang membaca dari novelmu. Keep move on, noona…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hubungan mereka berakhir? Apa ini salahku?” Yi Fan hanya menatap layar ponselnya saat ia mencoba menjelajahi media sosial.

“Oh, c’mon Yi Fan! It isn’t your mistake!” Pria itu mendoktrin dirinya sendiri.

“Mwo? Oppa serius? Bagaimana kalau aku ke sana?” Tiba – tiba Ga Eum keluar dari kamarnya dengan kondisi menelpon seseorang. Sementara Yi Fan yang sedang membaca buku di ruang tengah, mengalihkan kedua matanya dari buku bacaannya untuk memperhatikan kemana gadis itu melangkah.

“Eottohkee~~~ Terus Seu Na eonni??” Ucapnya lagi.

“Seu Na? Kenapa dia?” Batin Yi Fan yang mencuri dengar ucapan Seu Na.

“Ne, oppa…nanti aku akan ke sana deh menjenguk Seu Na eonni…”

“Seu Na sakit?” Seketika Yi Fan langsung mematung mendengarnya.

“Gege…” Panggilan Ga Eum membuat Yi Fan yang mematung langsung berusaha tenang.

“Hng?” Yi Fan mengalihkan perhatiannya pada Ga Eum.

“Aku boleh ke rumah Seu Na eonni ya…”

“No.” Jawab Yi Fan singkat.

“Gege…jebaaall…”

“I said no, Geummie…” Ucap Yi Fan.

“Gege, Seu Na eonni sakit!”

“Sakit?” Ulang Yi Fan.

“Anni, lebih tepatnya depresi!” Jawab Ga Eum.

“Hng? Depresi?”

“Ne… Gege tidak tahu kalau Seu Na eonni putus?”

“Dari berandalan itu?”

“Yaa!! Dia biasku, gege!” Ga Eum terlihat tidak terima dengan ucapan sepupunya.

“Eonni depresi karena putus dari Seunghyun oppa. Dan semuanya karena gege!”

“Loh kenapa aku?”

“Karena gege buat keributan dengannya!” Jawab Ga Eum.

“Pokoknya, walau pun gege tidak mengizinkan aku pergi, aku akan tetap pergi!” Ga Eum berdiri dengan dua tangan yang terlipat di depan di hadapan Yi Fan yang masih duduk di sofa sambil memegang buku bacaannya.

“Apa – apaan kau, Geummie?”

“I don’t care!” Ucap Ga Eum yang menyingkir dari hadapan Yi Fan.

“Cepat kau siap – siap! Aku akan mengantarmu.”

“Mengantar? Yi Fan gege mau mengantarku?”

“Aku khawatir kau akan pergi berdua dengan Kai!” Dalih Yi Fan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Noona, ayolah..kau harus makan…” Ini sudah kesekian kalinya Jongin membujuk Seu Na untuk makan. Tapi selalu tidak berhasil.

“Noona…jebaaall…satu suap saja…” Jongin menyodorkan sendok yang berisikan soup cream itu di depan mulut Seu Na.

“Aku tidak lapar, Jongin…”

“Noona…..please noona…”

“Sudah kubilang, aku tidak lapar!!!!” Bentak Seu Na.

“Noona, kau….” Di wajah Jongin sangat terlihat raut wajah kecewanya.

Ting! Tong! Ting! Tong! Jongin meletakkan mangkuk soup cream itu dan keluar untuk melihat siapa yang datang.

“Ga Eum..” Jongin langsung memeluk gadis itu. Namun, belum sempat pria itu memeluknya, Yi Fan langsung menarik Ga Eum mundur.

“Oh…gege?? Tumben sekali gege mengantar Ga Eum.”

“Takut terjadi seperti tadi.” Jawab Yi Fan enteng.

“Kajja, masuk..masuk…”

“Oppa, eonni dimana?” Tanya Ga Eum.

“Di kamarnya. Dari tadi dia tidak mau makan. Bisa kau bujuk dia makan?” Pinta Jongin.

“Akan kucoba, oppa…”

“Jonginnie….” Tiba – tiba Seu Na keluar dari kamarnya.

“Noona? Lihat, siapa yang datang..Ga Eum datang, noona…” Ujar Jongin yang menarik tangan Ga Eum.

Seulas senyum pun terkembang dari bibir tipis Seu Na ketika melihat Ga Eum. Namun, raut wajahnya langsung berubah saat melihat lelaki di belakang Ga Eum. Matanya terlihat penuh kebencian melihat Yi Fan yang berdiri di sana.

“Pergi kau!!! Pergii!!!” Seu Na melempar benda di sekitarnya. Ia bahkan sudah memegang vas bunga yang akan dilemparkannya.

“Noona! Andwae!” Jongin dengan sigap menahan tangan Seu Na dan perlahan mengambil vas itu dari tangan Seu Na.

“Andwae, noona…bahaya…kalau kena Ga Eum bagaimana?” Tanya Jongin pelan.

“Aku tidak mau ada dia!!!!!!!” Seu Na berteriak menunjuk Yi Fan.

“Apa dia se-depresi itu?” Batin Yi Fan yang melihat perubahan Seu Na.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Beberapa minggu setelah Seu Na mengalami masa depresinya, kini gadis itu perlahan memulai aktifitasnya kembali. Ga Eum lah yang sangat berperan dalam hal ini untuk membantu Seu Na melupakan Seunghyun.

“Eonniii~~~ Eonniii~~~” Ga Eum berlari – larian dari halaman depan dengan setangkai bunga mawar di tangannya.

Belakangan ini Ga Eum memang sering menginap bersama Seu Na. Ini karena Ga Eum terus menyalahkan Yi Fan yang secara tidak langsung telah membuat Seu Na depresi. Karena itu lelaki yang memiliki darah Canada mengizinkan Ga Eum untuk menginap di rumah Seu Na.

“Gummy? Wae? Kenapa lari?” Tanya Seu Na heran.

“I..ini..” Ga Eum menyerahkan setangkai bunga mawar itu pada Seu Na.

“Lagi?” Tanya Seu Na.

“Sepertinya begitu, eonn…ini sudah seminggu kan eonn?”

“Benar tidak ada pengirimnya?”

“Tidak ada, eonniii…” Jawab Ga Eum. Ga Eum terdiam sejenak, dan kemudian dia melanjutkan kalimatnya, “Ah! Eonni! Bagaimana kalau ini dijadikan ide novel? True story mungkin?” Usul Ga Eum.

“Hhmm…bisa sih…geundae…”

“Wae eonni?”

“Hng? Anni..nan eopseo.” Jawab Seu Na yang kemudian melangkahkan kakinya keluar rumahnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Bagus. Ini bunga ketujuh yang kuletakkan, tapi kenapa dia tidak keluar juga? Apa dia tidak penasaran?” Batin seorang pria dari balik dinding pagar rumah Seu Na. Pria yang mengenakan jaket kulit hitam yang senada dengan warna celana dan t-shirtnya, dipadukan dengan kacamata hitam juga topi yang menutupi kepalanya.

“Eonnii~~ Eonnii~~ Eonni mau kemana?” Tanya Ga Eum yang kemudian mengikuti Seu Na keluar.

“A..aigoo! Dia keluar!” Pria itu lantas sibuk mencari tempat persembunyian yang lebih baik.

“Yaaa!!! Nugu ya!!” Seu Na sepertinya mendapati gerakan yang mencurigakan di depan rumahnya.

“Mati kau!” Batin pria itu yang kemudian berlari menuju mobilnya yang terparkir di ujung jalan.

“Yaa!! Waiitt!!” Seu Na berusaha mengejarnya.

“Damn!” Rupanya Seu Na kehilangan jejak pria itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Eonniii~~ Eottohkee~~ Apa yang eonni kejar?” Ga Eum menyusul Seu Na.

“Ng..a..anni…” Jawab Seu Na. Namun Ga Eum tetap melihat ke belakang Seu Na.

“Sepertinya aku kenal mobil itu…” Batin Ga Eum.

“Gummy, ayo bantu aku masak.”

“Hng..aku saja yang masak, eonn..”

“Begitu kah? Kau yakin?” Tanya Seu Na. Ga Eum mengangguk mantap.

“Baiklah, kalau begitu aku akan menyiram tanaman.” Ujar Seu Na lagi.

Sementara Ga Eum memasak, Seu Na menyiram tanaman di halaman depan rumahnya. Tanpa disadarinya sebuah mobil terparkir tak jauh dari rumahnya.

“Sepertinya, dia sudah tidak terlalu depresi..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sebuah sedan sporty berwarna merah berhenti tepat di depan rumah keluarga Kim saat dimana putri keluarga Kim tengah menyirami tanamannya. Seorang pria masuk ke halaman rumah yang terbilang besar tersebut.

“Honey…” Panggilan itu sudah lama tak didengar oleh telinga gadis itu. Dan kini, ia mendengarnya kembali. Gadis itu segera masuk ke dalam rumahnya. Belum sempat ia masuk, tangan pria itu menahannya.

“I need to talk, honey…” Seunghyun membuka kacamata hitamnya dan menatap Seu Na.

“Lepaskan! Tidak ada yang perlu dijelaskan! Kita sudah tidak ada hubungan!”

“Honey, dengarkan aku dulu. Jebal.” Seunghyun kini memeluk tubuh ramping Seu Na tidak peduli ia terus memberontak. Pria itu semakin berani dan kini ia berusaha mencium Seu Na.

Srett! Bhuakh!! Tubuh Seunghyun tertarik ke belakang dan beberapa detik kemudian ia tersungkur karena tinjuan seseorang. Sementara Seu Na hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat Seunghyun.

“Kuperingatkan kau! Jangan dekati seorang wanita jika dia sudah muak denganmu!” Entah kapan Yi Fan masuk ke halaman rumah Seu Na.

“Heh, bocah tengik! Tahu apa kau, hah?! Seu Na masih milikku!” Seunghyun mencengkeram tangan gadis itu.

“Appo..” Seu Na berusaha melepaskannya. Melihat Seu Na terus ingin melepaskan diri, Seunghyun melonggarkan cengkeramannya. Tanpa ia sadari, ia kini berdiri di belakang tubuh Yi Fan seolah meminta perlindungan darinya.

“Honey, kau…”

“Kau lihat? Dia tidak ingin melihatmu di sini, hyung.” Yi Fan bicara dengan menghormati Seunghyun yang lebih tua darinya.

Dengan kasar Seunghyun menarik tubuh Yi Fan dan mendorongnya ke dinding. Ia menahan tubuh Yi Fan dengan tangannya yang besar pada leher pria berdarah Canada-China itu tidak peduli dengan erangan dari Yi Fan, “Kau menang. Tapi kalau sampai terjadi sesuatu pada Seu Na, aku tidak segan – segan merebutnya darimu.”

“Apa dia mengira Seu Na itu kekasihku?” Batin Yi Fan.

“Dengar kau, Wu Yi Fan?!” Seunghyun mendesak leher Yi Fan dengan tangannya.

“N..ne..” Perlahan Seunghyun melepaskan tangannya.

“Dan… Seu Na.. Can I hug you for a moment?” Seunghyun beralih lembut pada Seu Na. Gadis itu menurut.

“Saranghae. Aku membuat keputusan ini karena terdesak. Tapi kalau sudah tidak ada cinta darimu untukku, aku terima itu.” Ucap Seunghyun yang memeluk Seu Na.

“Mianhae…oppa…” Lirih Seu Na.

“Jaga dirimu… Perhatikan pola makanmu, Seu Na…” Seunghyun perlahan melepaskan pelukan hangatnya dan mengusap pipi gadis itu sebelum pergi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kalau kau masih mencintainya, kejar dia..” Ujar Yi Fan. Tapi Seu Na sama sekali tidak bergerak dari posisinya. Dia hanya menatap punggung Seunghyun yang kemudian masuk ke dalam mobilnya.

“Eonniii~~ Eoh? Gege?” Suara Ga Eum memecah keheningan yang meliputi atmosfer di sekitar Seu Na dan Yi Fan.

“Gege..gege kenapa kesini?” Tanya Ga Eum.

“Aku…” Yi Fan menggantung kalimatnya.

“Apa yang harus kukatakan? Tidak mungkin kan aku mengatakan kalau aku kesini untuk meletakkan bunga mawar itu?” Batin Yi Fan.

“Ge..??”

“Aku ingin menengokmu saja, Geummie. Apa tidak boleh?”

“Oooohh~~ Kupikir ada maksud lain…” Ucap Ga Eum terkekeh.

“Oh ya, eonn… Makanannya sudah siap. Kajja makan.. Oh ya, gege pasti belum makan juga kan? Ayo makan!” Ajak Ga Eum.

“Geundae…” Yi Fan terlihat ingin menolak.

“Eon, boleh kan??”

“Hng? Ne…” Jawab Seu Na.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat. Hubungan Jongin dengan Ga Eum nampaknya semakin serius.

“Oppa, bosaaann~~” Rajuk Ga Eum manja pada Jongin.

“Bagaimana kalau ke tempat Seu Na noona fan meeting?”

“Oppa tahu?”

“Tahu dong!”

Mereka berdua saling memandang dan tiba – tiba terbesit sebuah ide. Mereka berdua sama – sama mengeluarkan smirknya, karena dalam pikiran mereka terdapat sebuah ide yang sama.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ayolah geeee~~~ Jebaaall sekali sajaaaa~~~” Ga Eum merajuk pada Yi Fan sepupunya saat di kamar pribadinya yang terdapat di apartment Ga Eum.

“Anni~” Jawabnya singkat dan masih memunggungi Ga Eum.

“Ge, aku tahu rahasiamu loh!” Jongin turut serta dalam hal ini.

“Rahasia apa, eoh? Aku merasa tidak punya rahasia tuh.” Jawab Yi Fan acuh.

“Waah~ Mawar merah ini masih segar! Kau mau memberikannya pada siapa, Ge?” Jongin mendapati sebuah mawar merah di atas nakas sebelah ranjang Yi Fan. Lelaki berambut blonde itu sontak membalikkan tubuhnya dan duduk bersandar di ranjangnya.

“Wae, Ge? Kelihatannya kau tegang sekali?” Tanya Ga Eum.

“Hng? Itu…dari..fans.” Jawab Yi Fan yang berusaha menutupinya.

“Ge..masih mau berdalih juga? Aku melihat mobilmu loh waktu kau meletakkan bunga itu di depan rumah eonni…” Sontak Yi Fan berkeringat karena dia panik. Namun tidak dengan wajahnya. Ia berusaha setenang mungkin.

“Kita hanya mau membantu kookk~ Perasaan itu tidak boleh disembunyikan terus…” Sambung Jongin.

“Cih! Tahu apa kau?” Yi Fan menggerutu.

“Kalau kau mau ikut, cepat siap – siap, Ge.. Kita mau ke tempat Seu Na eonni fanmeeting…” Ujar Ga Eum.

“Siapa juga yang mau ke sana..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Beberapa menit kemudian, Yi Fan tidak kunjung keluar kamarnya.

“Gege, ikut tidaakk??” Teriak Ga Eum dari luar kamarnya.

“Anni~” Jawab Yi Fan.

“Chagi, kalau begitu tidak ada cara lain..” Ujar Jongin.

Dan mereka berdua langsung berbicara dengan suara lantang dan keras tentang alamat tempat Seu Na fanmeeting.

“Jeongmal?? Oppaaa~~ Kalau begitu ayo kita segera ke tempat ituu~~~” Ucap Ga Eum bersuara lantang.

Mau tidak mau, Yi Fan yang ada di dalam kamarnya mendengar percakapan mereka berdua.

“Aku kesana tidak ya?” Pria itu sibuk dengan batinnya.

Merasa tidak ada orang di luar, Yi Fan keluar kamarnya. Ia kemudian kembali lagi ke kamarnya, mengganti bajunya dan menyambar kunci mobilnya. Ia melajukan mobilnya menuju toko bunga. Ia membeli sebuah bucket bunga cantik dan juga kartu ucapan.

Ia pun menulisnya di dalam mobil, “Mungkin aku hanya seorang pengecut yang tidak bisa menghadapimu secara langsung. Aku hanya bisa menulis ini untuk menunjukkan perasaanku padamu. Selamat untuk semua prestasi yang sudah kau raih. Setelah kau baca ini, kau bisa membuangnya atau bahkan kau menginjaknya terlebih dahulu. Aku tahu kau membenciku, Na~ Love..”

Setelah menulis itu dan menyelipkannya diantara bucket bunga, Yi Fan melajukan mobilnya menuju tempat fanmeeting Seu Na yang diketahuinya dari percakapan Jongin dan Ga Eum.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppa, kau yakin gege akan datang?”

“Yakin dong!” Jawab Jongin.

Dan benar saja, tak beberapa lama mereka menunggu di dekat ruangan khusus Seu Na beristirahat, ia melihat pria itu meskipun dalam penyamarannya.

“Terlihat seperti stalker ya…kkkk..” Kekeh Ga Eum pada Jongin.

“Atau sasaeng fans?” Sambung Jongin.

Yi Fan mengenakan topi dan kacamata hitam serta maskernya yang menutup wajahnya. Ia terlihat menengok kiri dan kanan seperti memastikan tidak ada orang.

“Ayo kita hampiri..” Ajak Jongin. Ga Eum pun menurut.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kuletakkan di sini saja. Sepertinya acaranya telah selesai. Ah! Pasti dia di dalam.” Batin Yi Fan.

“Yaa!! Siapa kau?!!” Jongin memergoki Yi Fan.

“Mati kau, mr Wu!” Batin Yi Fan yang terpergok oleh Jongin. Yi Fan berusaha mendorong Jongin untuk melaluinya. Tapi tidak dengan Jongin. Dia terus menahan Yi Fan dan mendorongnya masuk hingga kacamata Yi Fan terlepas. Pria itu masih berusaha menutupi kedoknya dengan menunduk menyembunyikan wajahnya dibalik topinya.

“Neo nuguya?!!” Jongin membentak Yi Fan seolah ia adalah pria jahat. Bahkan Ga Eum kini membuka topi Yi Fan. Jongin pun menurunkan masker yang dikenakan.

“Gege…???” Jongin berpura – pura kaget.

“Ada apa ini?!! Ka..kau…” Seu Na keluar dari ruangannya dan melihat Yi Fan. Yi Fan sudah tidak bisa berkutik lagi.

“Eonnii~~ Ini dari gege~~” Ga Eum menyerahkan bucket bunga pada Seu Na. Dengan wajah heran Seu Na menerima bucket bunga itu.

“Itu bukan dariku!” Yi Fan berusaha mengelak.

“Aku melihat gege meletakkannya depan pintu.” Sambung Jongin.

“I..itu dari fans dia. Fans itu mengira aku…”

“Sudahlah, Ge.. Perlu kujelaskan soal mobil itu?” Ga Eum memotong ucapan Yi Fan. Sementara Seu Na hanya memperhatikan mereka.

“Well, checkmates!” Batin Yi Fan.

“Kau akui saja, Ge..” Jongin mendorong Yi Fan dan menarik Ga Eum pergi.

“Yaa!! Jongin! Geummie!”

“Kau selesaikan urusanmu, Ge!” Ujar Jongin.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Seu Na hanya menggigit bibir bawahnya dengan wajah tertunduk. Sementara Yi Fan berdiri di hadapannya.

“Keluarkan satu kata saja, pabbo!” Batin Yi Fan.

“Hmm..kau…kau sudah selesai acaranya?” Pertanyaan bodoh keluar dari mulut Yi Fan yang mengusap belakang kepalanya.

“Hng..ne..” Jawab Seu Na.

“Ada apa denganmu, Seu Na? Kenapa kau gugup seperti ini?? Bukankah aku membencinya?” Batin gadis itu.

“Jadi…bagaimana…” Yi Fan menggantung kalimatnya.

“Hng…”

“Aku mengakuinya. Aku…aku yang sudah meletakkan bunga di rumahmu, dan yang kau pegang juga.. Sepertinya…kau… Mulai mengubah rasa benciku menjadi rasa…cinta… Would you be…my girlfriend?” Ucap Yi Fan.

“Hng..aku…” Dengan wajah tersipu, Seu Na mengangguk kecil. Karena sejujurnya hatinya mulai terbuka saat Yi Fan membelanya sewaktu Seunghyun ingin menciumnya lagi.

Anggukkan kepala Seu Na sontak langsung membuat Yi Fan memeluknya dan mencium kening gadis itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Apa gege akan menciumnya?” Ga Eum berbisik pada Jongin saat mereka bersembunyi memantau Yi Fan dan Seu Na.

“Kurasa iya.. Seperti kita..”

Ga Eum langsung menoleh dan meminta penjelasan dari pria itu tentang kalimatnya. Namun, belum sempat ia mengeluarkan ucapannya, Jongin mencium bibirnya seolah mencuri ciumannya.

“Oppaa~!” Ga Eum mendorong Jongin.

“Sstt~ Nanti kita ketahuan, chagi..” Ujar Jongin yang akan mencium Ga Eum lagi.

“Waaa! Oppa lihat!” Ga Eum menunjuk ke arah Seu Na dan Yi Fan yang berciuman.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“You’re not my first kiss but you’ll be the last for me…” Ucap Yi Fan pada Seu Na.

“Apa kubilang!” Yi Fan dan Seu Na kaget mendengar ucapan itu.

“Jongiinnn!!” Seu Na menatap Jongin kesal.

“Aku lebih setuju kau dengan gege, noona..” Ujar Jongin.

“Akhirnya kalian saling memiliki..” Sambung Ga Eum.

“Ne, bahkan mereka berciuman depan pintu.. Astagaaa!!” Jongin semakin mendapatkan tatapan maut dari kakaknya.

“Okay…karena kalian berdua sudah berpacaran, aku dan Ga Eum mau pergi jalan – jalan dulu ya.. Kalian juga lebih baik begitu.. Tapi, hati – hati dengan sasaeng fans.” Pesan Jongin sebelum pergi dengan Ga Eum. Sementara Yi Fan dan Seu Na hanya bisa tersenyum dengan tangan yang saling bertautan melihat mereka.

THE END

9 tanggapan untuk “Switch Love”

  1. Iiih kris ngapain sih overprotective banget deh ….
    Jong in nya modus mele…. tp ceritanya keren abiizz meskipun alurnya agak kecepetan
    Klo bisa di bikin ver nya Jong in and Kris sendiri2 thor…. FIGHTING

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s