I Got The Feeling (Chapter 12)

i-got-the-feeling

I GOT THE FEELING

 

Tittle                           : I Got The Feeling (Chapter 12)

Author                       : Jellokey

Main Cast                  :

Kim Jong In (Kai of EXO)

Oh Sehoon (Se Hun of EXO)

Kang Jeo Rin(OC)

Shin Min Young(OC)

Support Cast            :

EXO members (especially Byun Baekhyun)

Kang Seung Yoon

Kang Daesung (Daesung of Bigbang)

Kang Min Hyuk (Minhyuk of CN Blue)

Choi Jun Hong (Zelo of B.A.P)

Lee Jae Joon (Maru of C-CLOWN)

Kim Jung Hee (OC/ Kai’s sister)

Cameo                        : Kim Hyun-il (Ray of C-CLOWN)

Length                        : Chaptered

Genre                         : Romance, School Life, Family, Friendship

Rating                         : PG-17

Poster                        : nanakim1266 (ARTCafe)

Disclaimer                 : This story is pure mine. Don’t plagiat and copy paste.

‘Oppa..’ Batin Jeo Rin. Ia menggenggam erat tangan Kai.

“Siapa yeoja ini, Kai?” Tanya Jung Hee, Kai noona.

“Yeojachinguku, noona.” Kai menarik kursi untuk Jeo Rin lalu duduk di sampingnya.

“Uri Kai punya yeojachingu? Aigoo.” Jung Hee tersenyum menggoda Kai.

“Noona!” Mungkin kalau kulit Kai sedikit putih Jung Hee bisa melihat pipinya ynag merona.

“Annyeonghaseyo, Kang Jeo Rin imnida. Bangapseumnida.” Jeo Rin memperkenalkan diri dengan canggung.

“Kim Jung Hee imnida. Dan dia namjachinguku, Kang Daesung. Marga kalian sama.” Jeo Rin melihat Daesung takut. Sejak tadi, dia menghindari tatapan mata sipit Daesung yang mematikan.

“Kalian sudah pesan?” Tanya Jung Hee. Kai mengangguk. Tak lama pesanan Kai datang.

“Bagaimana kau bisa mau dengan dongsaengku ini, Jeorin-ah?” Jung Hee bertanya pada Jeo Rin tapi matanya menatap jahil Kai. Kai menatap noonanya sebal.

“Aku..” Jeo Rin tidak tahu harus berkata apa. Tatapan Daesung sangat menusuk.

“Apa Kai merayumu habis-habisan?”

“Noona, jangan tanya yang aneh-aneh. Hyung, berhentilah menatap yeojaku seperti itu. Hyung seperti mau memakannya. Baby, jangan takut dengan mata sipit Daesung hyung ya. Dia tidak galak kok.” Kai mengelus tangan Jeo Rin. ‘Aku mau pulang.’ Batin Jeo Rin takut.

“Kai, kau tidak sakit kan?” Perhatian Kai pada Jeo Rin membuat Jung Hee takjub.

“Kalau mau menginterogasiku di rumah saja, noona. Jangan ganggu aku makan.” Kai menyantap makanan di depannya dengan cepat. Dia sangat lapar.

“Kau tahu, Jeo Rin? Kau yeoja pertama yang Kai kenalkan padaku.”

“Jeo Rin yang pertama dan terakhir, noona.” Kai mengoreksi kata-kata Jung Hee.

“Kau sudah berubah, Kai? Aku tidak percaya.” Cibir Jung Hee.

“Ck.. Kami pulang. Hyung, cepatlah nikahi noonaku. Aku tidak tahan dengannya yang cerewet. Kajja, baby.”

“Annyeong, eonnie.” Ucap Jeo Rin cepat karena Kai menarik tangannya. Jung Hee tersenyum. Sepertinya Kai sudah menemukan yeoja yang tepat. Ia menoleh pada Daesung.

“Oppa kenapa? Dari tadi diam.” Daesung menghela nafas.

“Jeo Rin yeodongsaengku.”

“Mwo? Kenapa oppa tidak beritahu?”

“Suruh Kai menjauhi Jeo Rin.” Daesung mengabaikan pertanyaan Jung Hee.

“Kenapa? Mereka cocok.” Jung Hee keberatan.

“Kalau karena rencana pernikahan kita, oppa jangan khawatir. Kai bukan adik kandungku.” Sambung Jung Hee. Bisa mendengar kata yeojachingu dari mulut Kai adalah sesuatu yang harus disyukuri. Itu artinya Kai tidak mempermainkan yeoja lagi.

“Bukan itu. Belum waktunya Jeo Rin pacaran. Kalau kau tidak mau, aku bisa memisahkan mereka.” Daesung bangkit dari duduknya.

“Ayo pulang.”

“Oppa.” Jung Hee menahan lengan Daesung.

“Kai-“

“Aku tidak akan mengubah keputusanku.” Potong Daesung.

—————–

Jeo Rin memainkan jarinya gusar. Ia takut menghadapi Daesung di rumah nanti. Kai melirik Jeo Rin sekilas.

“Baby, kau kenapa?” Pertanyaan Kai tidak Jeo Rin dengar. Kai menepikan mobilnya.

“Kau kenapa, baby?” Ulang Kai. Ia menoleh pada Jeo Rin. Jeo Rin sudah menggigit kuku ibu jari kanannya. Kai menarik tangan Jeo Rin, membuat yeoja itu menatapnya. Perlahan Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Jeo Rin. Jeo Rin menolehkan wajahnya ke arah jendela saat bibir mereka hampir bersentuhan. Wajah Kai seperti mau copot karena penolakan Jeo Rin.

“Kang Daesung adalah oppaku.” Kata Jeo Rin tanpa menoleh pada Kai.

“Mwo?” Kai diam, ia berpikir.

“Itu bagus. Berarti semua oppamu sudah tahu kita pacaran. Dan melihat Daesung hyung tadi, sepertinya dia tidak masalah.”

“Daesung oppa diam karena marah padaku.” Jeo Rin menatap Kai. Kali ini mereka tidak selamat.

“Kita harus bagaimana, baby?”

“Molla.” Jeo Rin mendesah berat. Kai berpikir lebih keras. Bagaimana caranya agar hubungan mereka mulus tanpa ada penghalang.

“Aku akan memohon pada Daesung hyung.” Ide yang tidak briliant terucap dari mulut Kai.

“Jangan kalau oppa tidak mau berakhir di rumah sakit.”

“Dia tidak mungkin menghajarku. Aku calon adik iparnya.” Ucap Kai bangga.

“Mwo? Berarti kita-“

“Kita bisa pacaran, baby. Aku bukan adik kandung Jung Hee noona. Aku anak angkat keluarga Kim. Aku akan ceritakan padamu nanti. Jangan khawatir.” Kai mengacak pelan rambut Jeo Rin.

———————

“Di mana Jeo Rin?” Tanya Daesung pada Minhyuk yang sedang menonton.

“Di kamarnya, hyung.”

“Panggilkan dia.” Dengan malas Minhyuk bangkit dari duduknya. Daesung mendudukkan dirinya di sofa. Pikiran aneh berputar di kepala Daesung. Ia sudah gagal sebagai kepala keluarga. Dia gagal sebagai oppa karena tidak bisa menjaga Jeo Rin. Ya, dia sibuk mengurus perusahaan keluarganya.

“Seung Yoon.” Siulan Seung Yoon terhenti karena panggilan Daesung.

“Kemari.” Seung Yoon menghampiri Daesung dan melanjutkan siulannya.

“Kau senang sekali.” Kata Daesung datar.

“Tidak ada yang menyenangkan selain bisa menghabiskan waktu dengan yeojachingu kita. Hyung juga begitu kan?” Seung Yoon menaik-turunkan kedua alisnya. Satu-satunya orang yang tidak tahu kedekatan Jung Hee dan Daesung hanya Jeo Rin. Tapi ketiganya tidak tahu kalau Kai adik Jung Hee. Adik angkat. Kini mata Daesung tertuju pada Minhyuk dan Jeo Rin yang menuruni tangga. Matanya terus mengikuti Jeo Rin sampai Jeo Rin duduk di samping Minhyuk.

“Sejak kapan kau pacaran dengan Kai?” Minhyuk dan Seung Yoon langsung melihat Daesung. Terkejut. Dari mana Daesung tahu?

“Kau tidak mendengarkan kata-kata oppa? Oppa melarangmu dekat dengan namja! Sejak kapan Jeo Rin?!” Suara Daesung meninggi.

“Oppa, aku..” Jeo Rin menggigit bibir bawahnya. Dia takut.

“Sejak kapan, Kang Jeo Rin?!” Daesung emosi.

“Hyung, jangan-“

“Aku tidak memintamu bicara, Minhyuk.” Potong Daesung.

“Sejak kapan?” Ulangnya lagi.

“Kami sudah pacaran selama tiga bulan.” Jeo Rin menundukkan kepalanya.

“Selama itu? Seung Yoon, kau pasti tahu kan? Aku mempercayakan Jeo Rin padamu. Tapi, apa? Kau lebih mementingkan yeojachingumu.” Seung Yoon terdiam.

“Putuskan hubunganmu dengan Kai.”

“Aku tidak mau.” Jawab Jeo Rin pelan. Kali ini dia tidak mau menuruti Daesung. Dia ingin bersama Kai.

“Mwo?? Kau melawanku, Jeo Rin?” Daesung tidak percaya. Jeo Rin berani menjawab ucapannya. Daesung diam sebentar.

“Oppa akan mengurus surat pindahmu. Kau akan sekolah di sekolah khusus perempuan.” Kalau saja Daesung tidak luluh dulu, mungkin namja dalam hidup Jeo Rin hanya mereka bertiga.

“Oppa, aku tidak mau. Aku menyukai Jongin oppa. Aku tidak mau jauh darinya!” Tiga namja di ruangan itu terkejut. Baru kali ini Jeo Rin mengeluarkan suara kerasnya.

“Kau menyukainya? Kau belum tahu apa itu suka, Jeo Rin. Belum waktunya kau pacaran.” Mata sipit Daesung menatap Jeo Rin tajam.

“Aku sudah enam belas tahun. Aku sudah bisa pacaran.” Jeo Rin bersikeras. Dia menikmati sekolahnya yang sekarang dan rasa sukanya pada Kai.

“Aku akan memindahkanmu ke sekolah asrama.” Final. Ini karena Jeo Rin yang terus melawan.

“Oppa, aku tidak mau pindah.” Jeo Rin menangis.

“Hyung, kasihan Jeo Rin.” Kata Minhyuk. Ia mengelus punggung adiknya.

“Hyung, aku masih bisa menjaga Jeo Rin.” Ujar Seung Yoon.

“Kau tidak bisa dipercaya, Seung Yoon.” Daesung bangkit dari duduknya.

“Berikan aku kesempatan sekali lagi.” Mohon Seung Yoon, tidak tega melihat adiknya menangis. Daesung menatap Seung Yoon.

“Baiklah. Kau harus berhasil.” Daesung meninggalkan ruang keluarga.

“Jeo Rin, kau lihat reaksi Daesung hyung kan?” Minhyuk memeluk Jeo Rin. Menenangkan yeodongsaengnya.

“Jauhi Kai.” Suruh Seung Yoon.

“Shirreo.” Jeo Rin melepas pelukan Minhyuk.

“Aku tidak mau jauh darinya. Oppa,” Jeo Rin melihat Minhyuk dan Seung Yoon bergantian.

“Kalian harus menyetujui hubungan kami.”

“Kalau namjanya bukan Kai mungkin aku setuju.” Ujar Seung Yoon.

“Oppa..” Jeo Rin memelas pada Minhyuk.

“Kau sudah mendapatkannya. Jangan sampai ketahuan Daesung hyung.” Minhyuk mengelus rambut Jeo Rin sayang.

“Ne. Gomawo, oppa.”

“Hyung, kenapa?” Seung Yoon protes.

“Aku yakin Kai bisa menjaga Jeo Rin.” Minhyuk sudah melihat itu saat melihat Kai.

“Baiklah. Aku juga setuju. Rahasiakan hubungan kalian dari Daesung hyung.” Ucap Seung Yoon sok tidak rela.

“Oppa, gomawo. Kalian baik sekali.” Jeo Rin tersenyum senang.

“Kau sudah dewasa sekarang.” Seung Yoon mencubit pipi Jeo Rin. Adiknya banyak berubah sejak bersama Kai. ‘Awas kalau kau menyakiti Jeo Rin, Kai.’ Batin Seung Yoon.

——————-

Sehun terus berusaha meminta Min Young kembali padanya. Tapi tetap sama, penolakan yang ia dapat. Bahkan Min Young terkesan tidak mengenalnya. Sehun menghisap rokoknya yang sudah hampir habis. Ia membuang puntung rokoknya lalu memandangi langit yang mendung siang itu. Dia selalu berharap Min Young datang ke atap sekolah.

“Min Young, aku merindukanmu. Maafkan aku.” Sehun memejamkan matanya.

“Hyung, Min Young bersama Ray sekarang. Kau senang?” Sehun tertawa kecil.

“Aku mencintainya, hyung. Bagaimana caranya membuat Min Young percaya padaku?” Sehun butuh Lu Han. Hyung terbaiknya. Lu Han bahkan memberi selamat pada Sehun saat tahu adik kesayangannya pacaran dengan Min Young, mantannya.

“Min Young.” Sehun menajamkan penglihatannya. Benar. Ia melihat Min Young di taman belakang. Ini kesempatan Sehun. Mungkin bicara hanya berdua di tempat yang sepi bisa membuat Min Young memaafkannya. Sehun menuruni anak tangga dengan cepat. Ia berlari menuju taman belakang sekolah.

“Youngie.” Nafas Sehun tersenggal. Matanya berkaca-kaca begitu Min Young berbalik menghadapnya.

“Maafkan aku. Aku mohon.”

“Pergi. Aku tidak mau melihatmu.” Ucap Min Young datar dengan wajah datarnya.

“Aku mencintaimu.” Sehun berjalan mendekati Min Young.

“Aku tidak percaya. Kau tidak tahu apa itu cinta, Oh Sehoon.” Min Young menatap Sehun tajam. Dia diam di tempatnya.

“Kau benar. Dulu aku tidak tahu apa itu cinta. Tapi, saat mengenalmu, saat bersamamu, aku merasakannya.” Min Young tersenyum sinis.

“Kau-“ Mata Min Young membulat saat Sehun memeluknya.

“Hanya denganmu aku bisa merasakannya. Kau berbeda. Kau satu-satunya yang memperlakukanku dengan baik. Aku menyukai perhatian yang kau berikan. Aku mencintaimu, Shin Min Young.” Min Young tertegun. Dia tahu Sehun sungguh-sungguh. Tapi, dia tidak bisa menerima perlakuan Sehun tempo hari.

“Sehun, lepas.” Min Young meronta.

“Aku merindukanmu, chagi.” Sehun mencium puncak kepala Min Young.

“Oh Sehoon, lepaskan aku!” Bentak Min Young. Ia mendorong dada Sehun kuat. Rasanya mata Min Young mau keluar karena Sehun mencium bibirnya. Sehun melumat bibir bawah Min Young lembut. Hanya sebentar.

“Kau merokok?” Min Young mengusap bibirnya.

“Aku tahu kau peduli padaku.” Sehun tersenyum.

“Kau tahu aku, Sehun. Aku benci orang yang merokok.” Min Young berjalan melewati Sehun.

“Berikan aku kesempatan.” Sehun menahan tangan Min Young.

“Aku akan menunjukkan padamu kalau aku sungguh-sungguh.”

“Carilah yeoja lain yang bisa memahamimu.” Min Young melepas tangan Sehun lalu pergi.

“Aku mencintaimu, Min Young!” Teriak Sehun. Berharap Min Young berbalik dan memberinya kesempatan.

“Aku sangat mencintaimu..” Sehun terduduk di rumput. Min Young sudah tak terlihat.

“Arrgh!!” Sakit. Hati Sehun sakit karena Min Young tidak mau bersamanya.

—————–

Jeo Rin menggerakkan kakinya di dalam air. Kai tersenyum melihatnya.

“Kau suka di sini?” Kai langsung membawa Jeo Rin ke indoor swimming pool sekolah begitu selesai menerima raport semester satu mereka.

“Eum. Seharusnya kita ke sini sejak dulu.” Kai mengacak rambut Jeo Rin.

“Kau belum menciumku hari ini.” Jeo Rin menoleh. Mendapati Kai yang menunjuk bibirnya. Jeo Rin mengecup bibir Kai kilat.

“Sudah.”

“Aku belum menciummu.” Kata Kai karena tidak puas.

“Nanti saja.” Kai mengangguk mengerti.

“Baby, bagaimana kalau kita berenang?”

“Di sini?”

“Iya.” Kai tersenyum manis.

“Tapi kalau ada orang bagaimana?”

“Aku yakin murid-murid sudah pulang ke rumah menyusun rencana liburan mereka.” Kai langsung membuka kancing blazer Jeo Rin.

“Aku tidak bisa, oppa.” Tangan Kai berhenti di kancing kedua teratas Jeo Rin.

“Tamu bulanan?” Jeo Rin mengangguk.

“Sayang sekali.” Kai mendesah berat.

“Oppa saja. Aku ingin lihat oppa berenang.”

“Baiklah. Padahal aku ingin berenang denganmu.” Kai berdiri.

“Apa yang oppa lakukan?” Jeo Rin menatap bingung Kai yang sudah melepas blazernya.

“Melepas pakaianku.” Jawab Kai polos.

“Di ruang ganti.” Suruh Jeo Rin.

“Kau sudah pernah lihat aku.” Jeo Rin memicingkan matanya.

“Topless.” Kai nyengir lalu pergi ke ruang ganti. Tak lama Kai kembali.

“Perhatikan aku.” Ucap Kai sebelum melompat ke dalam kolam. Jeo Rin memperhatikan Kai sambil menggerakkan kakinya di air. Ia tersenyum melihat Kai yang sudah mendekat padanya.

“Eottae? Keren kan?” Ucap Kai di hadapan Jeo Rin.

“Keren.” Jeo Rin mencubit kedua pipi Kai kuat, membuat Kai meringis.

“Baby, apa pun yang terjadi, kita harus bertahan.” Jeo Rin sudah menceritakan kejadian setelah kencan mereka. Kai tidak menyangka Daesung sekejam itu. Memindahkan Jeo Rin ke asrama? Saat itu juga, Kai akan membawa Jeo Rin kabur. Dia sudah bertekad.

“Ne. Aku akan bertahan dengan oppa.” Kai tersenyum. Ia menggenggam kedua tangan Jeo Rin.

“Apa kau punya rencana liburan? Mungkin kita bisa liburan bersama?” Jeo Rin menggeleng.

“Kami sekeluarga akan pergi liburan.”

“Ke mana?”

“Tempat yang jauh.” Jeo Rin tersenyum jahil.

“Ke mana? Mungkin aku dan noona bisa ikut.” Modus yang bagus, Kai. Menggunakan noonamu agar bisa liburan bersama keluarga Jeo Rin.

“Berapa lama? Aku ingin merayakan malam tahun baru denganmu.” Mustahil terjadi Kai.

“Kami sampai di Seoul sehari sebelum masuk sekolah.”

Byur!

“Oppa!” Jeo Rin tidak bisa memukul Kai karena namja itu sudah lebih dulu menyelam.

“Kim Jeo Rin.” Jeo Rin tersenyum kikuk melihat ekspresi Kai yang seperti menahan amarah.

“Aku bohong, oppa. Hehe.” Jeo Rin tertawa kaku.

“Tapi seragamku basah.” Jeo Rin memukul Kai.

“Aku terkejut, baby. Kau pergi lama sekali.” Kai menahan tangan Jeo Rin sebentar lalu melingkarkan tangan Jeo Rin di lehernya.

“Bagaimana aku pulang?”

“Pakai bajuku.” Jawab Kai asal. Jeo Rin berdecak.

“Ulang tahunku bagaimana?”

“Ulang tahun?” Alis Jeo Rin bertaut.

“Kau lupa.” Kai menjaga jarak. Hari ini sangat mengecewakan.

“Oh, mian. Aku beri hadiah pembuka.” Bujuk Jeo Rin.

“Aku tidak butuh hadiah. Aku cuma mau Jeo Rin di hari ulang tahunku.” Jeo Rin tidak menyangka Kai bisa berkata seperti itu. Dia seperti anak-anak yang merengek. Jeo Rin berenang mendekati Kai.

“Ini hadiah pembukaku.” Jeo Rin mencium bibir Kai. Baru Kai ingin membalas, Jeo Rin sudah melepas ciumannya.

“Baby, aku mau lagi.” Jeo Rin langsung menahan wajah Kai yang hendak menciumnya.

“Ayo berenang.” Jeo Rin berenang dengan gaya bebasnya menjauhi Kai.

“Aku akan menangkapmu, Rin-ah.”

——————

Sudah dua puluh kali Sehun berusaha memasukkan basket ke dalam ring tapi tak ada yang berhasil satu pun. Ia memfokuskan pandangannya di ring lalu melakukan lemparan jarak jauh. Lagi-lagi tidak masuk.

“Arrgh!” Sehun mengerang frustasi.

“Hanya ini kemampuan pemain basket terbaik kedua di sekolah?” Sehun berbalik. Ia melihat Ray berjalan ke arahnya sambil memutar bola basket dengan telunjuknya.

“Kalau kemampuanmu segini, apa Kai lebih buruk darimu?” Sehun mengepalkan tangannya. Ia berusaha menahan diri untuk tidak memukul Ray.

“Apa tujuanmu?” Ray tersenyum miring.

“Tidak ada basa-basi? Bermain basket mungkin?”

“Aku tidak sudi bermain basket denganmu.” Balas Sehun dingin.

“Sombong sekali.” Ray melemparkan basket dari tempatnya berdiri. Cukup jauh. Sehun tersentak. Dia tahu basket yang Ray lempar masuk ke ring. Sungguh. Sehun ingin meninju wajah angkuh Ray. Bermuka dua. Di depan Min Young ia sangat manis. Bersikap seperti namja baik.

“Jauhi Min Young. Jangan dekati dia. Aku memperingatkanmu, Oh Sehun.” Ucap Ray serius.

“Cih. Kau takut? Kau takut Min Young meninggalkan dan kembali padaku?” Sehun tersenyum penuh kemenangan. Senyumnya memudar karena seringaian Ray.

“Min Young membenci namja yang suka mempermainkan perempuan. Kau masih bisa berpikir Min Young mau kembali padamu?”

“Kau pikir Min Young menyukaimu?” Balas Sehun, masih menyimpan tinjunya.

“Ya. Sudah lama. Saat kami masih berada di JHS. Kalau tidak ada sepupumu, si pengganggu itu, aku pasti sudah bersama Min Young dulu. Ajjushi sok cute. Ingat kata-kataku, Sehun.” Ray berbalik, berjalan menjauh dari Sehun Nafas Sehun memburu. Tadi Ray menghina Kai dan sekarang hyungnya?

“Ya!!”

TBC…

Dari side story sama chapter ini, menurut kalian Lu Han dimasukin lagi ke cerita atau gak? Kalau aku pengen Lu Han balik lagi. Mau nyiksa dia *evil laugh*

Komen ya. Jangan jadi SIDER. ^^

195 tanggapan untuk “I Got The Feeling (Chapter 12)”

  1. Aduh untung hbungan kai gak jdi brantakan..
    Hnya sehun yg msih berusaha untuk cntanya..
    Please min young liatlah ketulusan sehun..
    Ap krag perjuangn sehun..
    Dasar ray pengganggu hubgan orag..
    Sehun smangat yha..

  2. Banyak banget rintangan hubungan kai sama jeorin, minyoung sehun juga..

    Abgnya jeorin galak2 yaa jadi takut hue hueeeee

  3. prasaan hbungan minyoung gak prnah ada yg bres deh, dlu sma luhan rumit jga hbungannya..
    tp aq yakin minyoung ttap brsama sehun nantinya..

  4. Sehun tetep usaha ya buat bikin luluh minyoung.. Kalo kai rin mah sweet terus ne pasangan. Tinggal dinikahin aj. Haha

  5. Wkwk gak kebayang deh dulu gimana gaya pacarannya luhan sama minyoung secara anak smp yang beda usia sama pacarnya 10th

  6. iya eon masukin lagi ajah bang lulu .. kasian sehun jdnya 😦
    jeorin jgn d pindahiiin .. nnti ga ada kisah romatin KaiRin d skolah lagii .. 😦

  7. Konfliknya makin ribet aja, soalnya minyoung udh terlalu sakit hati.
    Ray katanya suka minyoung tapi kok nyebelin sih

  8. Yahh jgn dong dsiksa luhannya klo masuk lg d next chap, tp klo sehun dsiksa gpapa 😸 soalnya dia bad boy sih,

  9. ih apaan sih ray itu… aku uda duga kalo daesung yg jadi pacar kai noona… semakin seru ceritanya kak…
    gomawo^^

  10. Ya saibgan sehun muncul. Kalo kai harus berhadapan oppa nya kalo sehun berhadapan sama saingannya…
    Seru seru.

  11. Jeorin dewasa udah pinter pacaran ya bktinya udah bsa bgelawan hyungnya gmana jdinya kai tanpa jeorin bagai kopi tampa gula?😂

    Sehun sma minyeong bkin pucing pala berbie😥

  12. Haduh sehun ama minyoung ribet amat hubunganya. Ray nyebelin bgt. Luhan msukin lgi aja eon biar tmbah woah dn greget knfliknya. Btw kairin mh slalu bkn ngefly aku jdi senyum2 sendiri. Kai saranghae :*

  13. Haduh sehun ama minyoung ribet amat hubunganya. Ray nyebelin bgt. Luhan msukin lgi aja eon biar tmbah woah dn greget knfliknya. Btw kairin mh slalu bkn ngefly aku jdi senyum2 sendiri.

  14. Kai-jeorin masih aman2 aja walaupun ketauan sama daesung. Tapi sehunnya menderita 😦 minyoung gak punya perasaan sedikitpun kah ke sehun. Kasian sehunnya.. Ray sok baik. Heheh.. Banyak komen kan jadinya. Tapi keren thor.. Semakin penasaran sama next2 chapnya..

  15. Waaaaa ray nyebai.. . Min young sama sehunnnn. … Andwaaaeeeee.. ..minhun atau hunmin? Sama aja. .. Jeo rin sama kai tambah so sweet deh… Heeeemm.

        

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s