Our Lives

Judul : Our Lives

Author : Seu Liie Strife

Main Cast: Kris Wu/Wu Yi Fan (℠ƩΧ◊-M)
Kim Suho (℠ƩΧ◊-K)
Xi Luhan (℠ƩΧ◊-M)
Baekhyun/Byun Baekhyun (℠ƩΧ◊-K)
Chanyeol/Park Chanyeol (℠ƩΧ◊-K)
Lay/Zhang Yi Xing (℠ƩΧ◊-M)
D.O/Do Kyungsoo (℠ƩΧ◊-K)
Kai/Kim Jongin (℠ƩΧ◊-K)
Sehun/Oh Sehun (℠ƩΧ◊-K)

Supporting Cast: Tao/Huang Zi Tao (℠ƩΧ◊-M)
Chen/Kim Jongdae (℠ƩΧ◊-M)
Xiumin/Kim Minseok(℠ƩΧ◊-M)
Jung Qia Lie (OC)
Han Hyo Yoo (OC)
Kim Yoo Ra (OC)

Genre : Brothership, Family, Romance

Facebook : Hikari Keyheart Kurosaki

Twitter : SeuLieOctaviani

Instagram: @seu_liie

Pin : 24D7E4E6_Mianhae…Jangan kaget kalo ak display name bebe ak “Kris” ,,ak RP soal’y 😀

Cuap2 Penulis: Gw buat beginian bukan karena gw TOXIC! Gw EXOTIC setiaahh(?) Cuma ff ini dibuat khusus untuk ℠ƩΧ◊ Dorm RP yang gw mainin dan gw cintai*hallah* Beginilah situasi dan kondisi yang terjadi di ℠ƩΧ◊ Dorm gw. Soooo, don’t bash me karena gw memisahkan Exo di awal2 ♉(‾⌣‾)♉
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku mencintaimu. Aku ingin kita menikah.” Seorang pria terlihat menatap serius gadis di hadapannya dengan cincin yang masih di dalam kotak yang berwarna merah itu.

“Hng? Kau bercanda, Kris?” Tanya gadis itu.

“Anni..”

“Apa alasanmu ingin menikahiku?”

“Eopseo..”

“Eopseo?! Neo micheoseo, eoh?!” Gadis itu kaget dan berdiri meninggalkan lelaki keturunan Canada-China itu.

“Aku hanya menyukaimu dan mencintaimu lalu aku ingin kau menjadi istriku.” Gadis itu kemudian menghentikan langkahnya.

Kris Wu, pria yang bernama asli Wu Yi Fan itu menghampiri gadis yang berprofesi sebagai model itu. Gadis yang bernama Jung Qia Lie, gadis keturunan Korea-China, “Aku serius, Qia..” Ucapnya yang meraih tangan gadis itu dan memasangkan cincin di jari manisnya.

“Kyaaaa!!! Itu Kriss!!!!” Tiba – tiba saja, serombongan gadis dengan kamera profesional bersiap menghampirinya untuk membidik wajah lelaki itu dengan lensa kameranya.

“Oh man! Not again!” Lelaki itu memutar bola matanya dan sedikit memijat pelipisnya.

“Okay, flat shoes. Memudahkannya berlari menyusuri mall ini untuk ke basement parkiran.” Batin Kris yang melihat sepatu yang digunakan Qia Lie.

“Kyaaaaa!! Ayo, cepat!!” Teriak mereka. Dan seketika, saat itu juga lelaki itu menarik tangan gadis itu untuk berlari mengikutinya.

“Eottohkee! Kris!! Kyaaa!! Chakkaman! Kau terlalu cepat!” Qia Lie terlihat memprotes.

Piik! Piik! Alarm lock mobil pribadi lelaki itu terbuka setelah lelaki itu menekan tombolnya. Dimasukkannya gadis itu ke dalam mobilnya, dan ia segera masuk ke balik kemudi mobilnya untuk melajukan mobilnya meninggalkan mall itu.

Kris, pria yang lahir di Vancouver, Canada ini namanya sudah terkenal di dunia. Profesinya sebagai penyanyi sekaligus leader dari sub grup dari label perusahaan musik ternama di Korea, SM Entertainment membuatnya terus diburu berita. Karena ketampanannya? Karena kemahirannya dalam bidang rapping? Tidak. Walaupun hal – hal itu juga mendukungnya. Ini karena Exo, main grupnya dikabarkan akan segera mundur dari panggung seni.

Pihak SM Entertaiment mengabarkan kalau Exo akan segera menghentikan karirnya karena untuk regenerasi penyanyi. Mereka akan membuat grup baru untuk kembali memunculkan kesan ‘fresh’ dalam dunia musik mereka.

Namun, desas – desus yang beredar, Exo berhenti karena suatu konflik internal grup itu. Kabarnya, Tao pria asal Qingdao, China itu memiliki konflik dengan Chen-Kim Jongdae, dan juga Xiumin-Kim Minseok. Pertikaian mereka bertiga akhirnya berimbas pada kesembilan anggota Exo lainnya.

Tiba-tiba ponsel milik lelaki itu berbunyi, “Hyung, eoddiga??”

“Nugu yaa??” Tanya Kris yang kedua tangannya masih memegang kemudi. Ya, dia lebih senang memakai earphone pada saat mengemudi.

“Yeollie. Aku khawatir setelah melihat fancam dari youtube ini.”

“Gwaenchana. Aku segera ke dorm.”

“Bukankah kau bersama Qia Lie noona?”

“Aku akan mengantarnya ke agency-nya setelah itu aku ke dorm.”

“Ne, arraseo. Di sini juga…aww!!” Ucapan Chanyeol terdengar menggantung dan disusul dengan erangannya dia.

“Waee?” Tanya Kris.

“Anni, cepatlah ke dorm hyung!”

“Ne, arraseo.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kenapa kau memukulku?” Tanya Chanyeol pada lelaki di sampingnya.

“Jangan membuatnya khawatir.”

“Ya! Baekki-ya, kau bilang ‘jangan membuatnya khawatir’? Justru ini sangat mengkhawatirkan!”

“Chennie, kajjima!!” Salah satu member Exo berlari mengejar lelaki bermata kecil yang tengah membawa koper.

“Kalian tidak suka dengan Xiumin hyung, kan? Baik! Aku juga akan pergi!”

“Yaa! Andwae!” D.O terlihat menahannya.

“Lepaskan aku…”

“Anni.”

“Yaaa!!” Chen menghentakkan tangannya dan membuat lelaki dengan bibir penuh itu terjatuh.

“Kyungsoo!” Luhan yang berdiri tidak jauh darinya segera membantunya berdiri. Dengan acuh, lelaki bernama asli Jongdae itu tetap membuka pintu dorm apartment mereka.

BRAKK!!! Suho menutup pintu itu kasar.

“AKU LEADER DI SINI!! APA-APAAN KALIAN, HAH??!!”

“Ya Tuhan..kenapa jadi kacau seperti ini??” Lay terlihat sedih saat melihat semua orang yang dianggapnya saudara bertengkar dihadapannya. Chanyeol pun hanya merangkulnya.

“Wae?! Kenapa kau menghalangi aku, hyung?! Kenapa Xiumin hyung tidak kau larang, hah?!” Nada bicara Chen terlihat seperti tersulut emosi.

“Kau pikir kita tidak menahannya, eoh?! Lihat ini! Ini yang ditinggalkannya!” Suho melempar selembar kertas yang sudah ia lipat – lipat pada Chen.

“See?! Dia pergi sendiri!” Ujar Suho berkacak pinggang. Namun, Chen tetap nekat pergi dari dorm.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di lain tempat dalam waktu yang sama, pihak SM Entertainment mengumumkan boyband baru hasil bentukkannya yang merupakan regenerasi Exo. Namun, sayangnya hal ini di luar sepengetahuan Exo sendiri.

“Mwoyaa?!!!” Seru Baekhyun saat menonton tv di ruang tengah dorm.

“Hyuuunggg~~!!! Gegeeee~~!!!” Teriaknya yang membuat Suho, Luhan, Chanyeol, Lay, D.O, bahkan Sehun dan Kai yang sedang tertidur di kamarnya masing – masing pun akhirnya bangun dan keluar dari kamarnya.

“Ada apa sih, hyung?” Tanya Sehun yang masih berjalan gontai dan duduk di sofa samping Baekhyun sambil menyandarkan kepalanya.

“Ige mwoya?!!!” Suho melebarkan kelopak matanya saat menonton tv itu yang menayangkan pengumuman dari SM Entertainment.

“Aku pulang…”

Klik! Suho merebut remote tv dari tangan Baekhyun dan mematikannya karena Kris datang.

“Wa-waseo..” Ujar mereka terbata – bata.

“Kalian kenapa? Tumben sekali semuanya berkumpul di ruang tengah..” Ucap Kris yang membuka jaketnya. Tapi mereka semua bungkam.

“Haahh~~ Ada acara apa hari ini?” Kris mengambil remote tv dari tangan Suho.

“Aa!! Jangan, ge!” Larang Suho saat Kris akan menyalakan tv.

“Wae??”

“Ge, mau makan tidak??? Aku baru buat spaghetti.. Mau?” Tanya D.O.

“Anni, aku baru saja makan..”

“Atau minum?? Ya, minum! Kau pasti haus!” Lay berusaha mengalihkannya.

“Aku sudah minum dari gelas medium di food court tadi..”

“Ah! Kau pasti lelah kan, ge..” Baekhyun juga ikut serta. Bahkan ia memijat bahu Kris.

“Kalian kenapa sih? Oh ya, Chen, Xiu, dan Tao mana??” Tanya Kris yang sontak membuat mereka kembali mematung.

“Hellooo~~ Aku tidak sedang bicara dengan patung kan??” Tanya Kris lagi.

“Sudah beritahu saja dia, Suho..” Bisik Luhan.

“Geundae…”

“Aku yakin dia akan mengerti jika kita menjelaskannya perlahan..” Bisik Luhan lagi.

Klik! Kris menyalakan tv dan menampilkan siaran live dari studio SM Entertainment.

“Ini…..” Kris tertegun.

“Apa mereka memberitahukan kita?” Tanya Kris pada Suho. Suho pun hanya menggelengkan kepalanya.

“Soal Chen, Xiu, dan Tao…mereka…pergi.” Ujar Suho akhirnya.

“Oh..pergi..ya sudah, nanti juga mereka kembali. Aku akan ke SM sebentar.” Ucap Kris yang kembali meraih jaketnya dan berjalan menuju pintu.

“Mereka tidak akan kembali, ge!” Seru Chanyeol yang menghentikan langkah Kris.

“Sebenarnya ada apa sih, hyung?” Bisik Kai pada Baekhyun. Ia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

“Nanti aku jelaskan.” Jawab Baekhyun singkat.

“Apa maksudmu??” Tanya Kris yang menaikkan sebelah alisnya.

“Mereka keluar dorm. Mereka keluar Exo.” Ujar Luhan.

“Mwo?!!”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Malam ini suasana dorm sangat sepi. Hanya ada Baekhyun dan Chanyeol saja yang menghabiskan waktu memakan popcorn sambil menggonta – ganti channel tv. Kris, Lay, Luhan, dan Suho sedang pergi ke kota kelahirannya masing – masing. Sedangkan D.O sedang mengurusi jadwal perkuliahannya dan dorm untuk kuliahnya yang akan ditempatinya. Sehun dan Kai masih berada di sekolahnya dan akan menginap di sana untuk acara sekolahnya.

“Jujur aku merasa seperti ada yang hilang setelah kita hanya bersembilan, Yeol..” Ujar Baekhyun sambil memakan popcornnya dengan bersandar di sofa.

“Sama. Aku juga.” Ucap Chanyeol.

“Ingin rasanya aku keluar dorm ini…” Lanjut Baekhyun.

Chanyeol pun menoleh padanya, “Waee?? Kalau kau keluar, aku juga akan keluar!”

“Anni, Yeol..tidak usah. Bagaimana nanti kalau Kai dan Sehun pulang sekolah tidak ada orang? Bagaimana nanti eomma D.O? Lalu, Luhan gege nanti yang baru pulang dari Beijing? Kris gege, Suho hyung, Lay gege… Kau harus di sini hyung. Aku saja ya yang pergi..”

“Andwae, Baekki-ya!”

Malam itu, tanpa sepengetahuan Chanyeol yang sedang tertidur, Baekhyun menulis surat.

“Mianhae semuanya…aku bukannya mau meninggalkan kalian..aku…aku hanya..mau keluar dorm…maafkan aku ya…” Tulis Baekhyun. Setelah itu, ia mengangkat kopernya untuk keluar dorm dengan sangat hati – hati takut Chanyeol terbangun. Ia kemudian meninggalkan kertas itu di ruang tengah.

Cklek! Kedua lelaki itu sama – sama terperangah ketika pintu terbuka.

“K..K….Kris gege..” Baekhyun terbata2 saat melihat lelaki dengan tinggi 187 cm itu.

“Baekki?” Sesaat lelaki dengan rambut blonde itu menatap Baekhyun dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lalu dia kembali berkata, “Kau…mau kemana??”

“A…a…aku…”

“Baekki-yaa!!” Terdengar suara teriakkan dari dalam. Chanyeol. Ia keluar membawa lembaran kertas yang ditinggalkan Baekhyun. Melihat Kris di ambang pintu, dia pun sedikit tersentak, “Ge..ge..”

“Baekki-ya, kenapa kau seperti ini??” Tanya Chanyeol dengan raut wajah kecewa. Saat ini, Kris pun hanya bisa memandang mereka dengan bingung dengan koper di sampingnya. Ya, ia baru pulang dari Vancouver, Canada setelah menengok ibunya.

“Apa maksudnya ini?” Tanya Chanyeol lagi dengan menunjukkan kertas itu. Baekhyun hanya bisa terdiam.

“Baekki-ya…”

Sret! Kris langsung merebut kertas itu dari tangan Chanyeol.

“Sigh~!” Kris mendengus kesal setelah membacanya. Ia merasa usahanya sia – sia. Ya, sebenarnya dia diam – diam merencanakan acara liburan bersama untuk menghilangkan kejenuhan mereka dan mengembalikan keceriaan mereka. Hanya Luhan lah yang tahu rencana ini.

“Kau…mau keluar dorm, Baekki?” Tanya Kris yang berusaha menahan emosinya.

“Aku….aku…” Baekhyun kesulitan mencari alasan.

“Kalau Baekki keluar, aku juga akan keluar.” Ucap Chanyeol. Ucapannya sukses membuat Kris semakin terpuruk. Usahanya hanya akan menguap begitu saja.

“Kalian…kalian benar – benar menghargaiku…” Ujar Kris akhirnya.

“Aku pulang..” Suho memecah ketegangan mereka bertiga.

“Gege? Baekki? Chanyeol? Kenapa kalian di depan pintu?” Tanya Suho yang baru datang dari rumah keluarganya.

“Kau baca ini..” Dengan nada dingin Kris memberikan lembaran kertas itu pada Suho. Suho pun membaca. Dan kemudian ia menatap Baekhyun yang sedari tadi hanya bisa menunduk.

“Chanyeol akan menyusul keluar setelah Baekhyun.” Lanjut Kris.

“APA YANG ADA DIPIKIRAN KALIAN, EOH??!!!!!! Aku berharap akan kembali menemukan keceriaan setelah pulang dari Canada, tapi kalian semua mengecewakanku! Terserah dengan kalian!! Keluar saja semua dari sini, dan jual apartment ini!!! AKU KECEWA DENGANMU BAEKHYUN!!!” Bentak Kris yang kemudian meninggalkan mereka bertiga. Sementara Suho masih mematung melihat emosi Kris keluar. Selama ini, jarang sekali terlihat Kris emosi. Dan kali ini emosinya benar – benar besar.

“Ge..!! Kris gege..!!” Suho berusaha memanggil lelaki itu. Namun, ia tidak menggubris panggilan itu dan tetap menjauhi apartment mereka yang dijadikan sebagai dorm mereka.

“Kau lihat, apa akibatnya dari ulah yang kau timbulkan?” Suho berjalan memasuki ruang tengah membawa masuk kopernya dan koper Kris yang ditinggalnya. Sedangkan Baekhyun dan Chanyeol masih di masing – masing titik mereka berdiri dengan tertunduk.

“Sekarang terserah kau, Baekki.. Kalau kau tetap pergi, Chanyeol pergi juga, kita jual apartment ini..” Ujar Suho dengan duduk bersandar di sofa dengan kepala menengadah.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Memasuki club malam. Itulah yang ada di pikiran pria yang lahir di Vancouver ini. Pria itu duduk di kursi bar dan memesan minuman beralkohol termahal dan berkadar alkohol tinggi pada bartender club malam tersebut.

Tak lama kemudian ponselnya berbunyi. Menunjukkan pesan dari Suho untuknya, “Ge, pulanglah…kau dimana sekarang?”

Kris pun langsung membalas pesan itu, “Kau tidak perlu tahu aku dimana.”

Beberapa detik kemudian, ponselnya kembali berbunyi, “Ge aku mohon, lanjutkan saja ge project untuk liburan kita..” Dengan dahi mengernyit, lelaki itu bingung karena Suho mengetahui rencana yang dibuatnya.

“Aku tidak bisa. Aku kecewa dengannya.” Tulis Kris pada pesan yang akan dikirimkan oleh Suho.

Di waktu yang sama, ponsel Kris juga menerima pesan dari Baekhyun berkali – kali, “Gege mianhae T.T”

Berkali – kali Kris menerima pesan seperti itu dari Baekhyun, tapi ia sama sekali tidak menggubrisnya.

“Mianhae, gege…please balas pesanku…” Baekhyun kembali mengirim pesan pada Kris saat lelaki itu meminum wine yang dipesannya.

“Okay, aku salah, ge…tapi mianhae…maafkan aku…” Kembali Baekhyun mengirimkan pesan untuk Kris yang kesekian kalinya.

“Kris-ssi, saya tidak tahu anda lihat pesan ini atau tidak, tapi saya ingin minta maaf,,saya minta maaf yang sebesar-besarnya..” Pesan dari Baekhyun kembali diterima oleh Kris. Namun kali ini dengan gaya penulisan formal.

“Maafkan dia, ge…Baekhyun tidak akan keluar dorm. Dia mengatakan itu padaku.” Balas Suho yang saat itu mengirimkan pesan untuk Kris.

Karena ketampanannya, di samping pria itu langsung berdiri wanita – wanita cantik yang notabennya adalah wanita ‘nakal’ dalam club malam itu. Salah satunya mengusap dada pria itu dengan seduktif sambil berkata, “Mau ditemani malam ini?” Dengan kasar Kris menyingkirkan tangan itu dari dadanya seraya berkata, “Pergi.” Dengan nada dingin. Namun mereka tetap tidak mau menyingkir dari sisi Kris. Dan karena pengaruh alkohol yang diminumnya, pria itu tergoda setan untuk menuruti nafsunya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Paginya, saat sinar mentari mulai memasuki celah jendela kamar hotel itu, pria itu langsung mengerjapkan kedua matanya.

“Oh damn! Kenapa aku pusing sekali?” Batinnya yang kemudian memijat pelipisnya dan duduk perlahan.

“Tiān nǎ(astaga)! Apa yang kulakukan semalam?!!!” Lelaki itu terkejut ketika melihat seorang wanita tanpa sehelai benang tidur di sampingnya dengan membelakanginya. Punggungnya yang putih mulus terekspose di hadapannya.

“Ngg? Oppa sudah bangun?” Ucapnya dengan suara serak dan langsung mencium bibirnya.

“O..oppa?! Tidak mungkin!” Batin lelaki itu yang kemudian menyibak selimutnya. Lelaki itu segera masuk ke kamar mandi setelah mengambil semua pakaiannya.

Setelah ia berpakaian, ia keluar terburu – buru mengambil ponselnya. Tapi wanita itu mencegahnya pergi, “Oppa eoddiseo??”

“Ck! Menyingkir dari hadapanku!” Kris langsung keluar tidak mempedulikan wanita itu. Dia keluar hotel terburu – buru dengan baju yang berantakkan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Eeh?? Bukankah itu Kris?” Batin seorang pria berwajah imut ini.

“Ah! Tapi tidak mungkin! Pasti dia sudah di dorm.” Batin pria itu yang kemudian menarik kopernya untuk check out dari hotel itu. Tanpa sengaja, hotelnya sama dengan Kris.

Beberapa saat kemudian pria itu memutuskan untuk menelpon Baekhyun di dorm.

“Yeobseo, gege?” Ujar Baekhyun.

“Baekki, Kris ada tidak?” Tanya Luhan.

“K…Kris gege…”

“Gege, ini Suho…”

“Loh? Tadi Baekki mana?”

“Ge, sekarang sudah di Seoul kan? Cepat ke dorm, ge…” Ujar Suho.

“Ne, aku juga baru keluar hotel.. Tadi aku melihat orang seperti Kris…aku hanya memastikannya menelpon kalian kok.”

“Gege lihat Kris ge?! Dimana??”

“Sepertinya bukan kok..”

“Gege, Kris ge pergi dari dorm karena…”

“Karena apa?” Tanya Luhan.

“Ceritanya panjang, ge! Sekarang, kalau gege bertemu Kris ge, bawa ia pulang, ge…jeballl..”

“Jinja?! Ne…ne..” Ujar Luhan. Ia segera meminta receiptionist untuk bermalam lagi di hotel itu dan menyuruh bell boy untuk memasukkan kembali koper – kopernya ke dalam kamar. Setelah membayar, ia segera mengejar Kris.

“Kris!! Yi Fan!!” Teriak Luhan. Dan akhirnya pemilik nama tersebut menoleh.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Apa yang harus kukatakan???” Batin Kris saat bertemu Luhan.

“Kau sudah pulang dari Beijing?” Tanya Kris.

“Kemarin malam. Karena terlalu larut malam, aku menginap di hotel dulu.”

“Oh, okay…” Lanjut Kris.

“Kau….bau alkohol.. Kau minum – minum semalam? Astaga! Apa yang terjadi denganmu? Kenapa matamu, eoh? Kenapa matamu bengkak?” Luhan membingkai wajah lelaki itu dengan kedua tangannya. Kris hanya terdiam seribu bahasa.

“Baiklah, ayo ke hotel..aku masih menyewa kamar di tempat tadi.” Ajak Luhan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Baekhyun..aku kecewa dengannya…itu yang membuatku enggan melanjutkan project liburan kita.” Ujar Kris yang dengan baju mandinya di kamar Luhan. Sementara bajunya di cuci laundry, ia memakai baju mandi yang disiapkan hotel tersebut.

“Karena ia mau meninggalkan dorm? Oh c’mon! Dia tidak jadi meninggalkan kita, Kris…kau lihat sendiri dari pesan – pesan yang ia kirim kan? Bahkan Suho juga berkata demikian..dan..menurutku, kau harus tetap menjalankan project liburan kita.” Lanjut Luhan setelah melihat pesan dari ponsel Kris.

“Aku sedang berusaha menghilangkan rasa kecewaku dengannya.” Jawab Kris kemudian.

“Lalu…kenapa kau keluar hotel dengan penampilan berantakan seperti tadi?”

“Semalam, aku tidak bisa berpikir jernih. Lalu aku meminum alkohol dan……” Kris tidak melanjutkan kalimatnya.

“Kau ber’main’ dengan wanita club??” Tebak Luhan. Kris hanya mengangguk.

“Astaga, Kris…kau… Apa kau gila?!”

“Aku…aku tidak sadar, Luhan!”

“Tidak sadar kau bilang? Kau melucuti pakaian wanita, ber’main’ dengannya, kau bilang tidak sadar?!!”

“Okay, aku salah karena aku minum terlalu banyak. Tapi…aku tidak mau mereka semua tahu. Hhmm…maksudku anak dorm lainnya.”

“Hhh….baiklah..tapi kau harus melanjutkan project liburan kita nanti.”

“Ne..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah itu, Kris dan Luhan kembali ke dorm. Namun, Kris masih enggan menatap Baekhyun dan tidak mau bicara dengannya.

“Gegeee~~~” Chanyeol memeluknya.

“Ne..” Jawab Kris yang langsung berlalu ke kamarnya.

Tok! Tok! Tok!

“Gege, aku boleh masuk tidak?” Chanyeol memanggilnya dari luar kamar Kris.

“Masuk saja. Tidak dikunci..” Jawab pria itu membaca bukunya. Setelah di kamarnya, Kris terlihat acuh pada Chanyeol. Ia sibuk membaca bukunya. Chanyeol sendiri pun tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

“Hyuuunnggg~~~ Bbuing bbuing~” Tiba – tiba saja Chanyeol mengeluarkan jurus aegyo nya pada Kris. Setelah itu ia keluar kamarnya berlari.

“Hmpft! Kenapa anak itu?” Kris menahan tawanya. Tak lama dia tertawa kecil saat mengingat wajah Chanyeol yang sangat aneh saat dia ber-aegyo di hadapannya.

Cklek! Pintu kamarnya kembali terbuka. Kris langsung mengatur mimik wajahnya kembali cuek. Dan dengan tiba – tiba juga, Chanyeol menyanyi dengan gitar yang dibawanya ke kamar Kris. Anehnya, Chanyeol memilih nada – nada yang tinggi dalam nyanyiannya hingga berkali – kali suaranya tidak sampai karena tipe suara Chanyeol yang rendah.

“Ahahahaha hentikan suaramu itu, Yeol…jendela kamarku bisa pecah akibat suaramu.” Kris tidak bisa menahan tawanya.

“Hyunngg~~ Gege~~ Kau kembaliii~~~” Teriak Chanyeol yang memeluk Kris.

“He…hentikaann!! Ak…aku sesaakk!!” Kris kemudian melepaskan pelukan dari Chanyeol.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Pria itu keluar kamarnya, dan melihat Baekhyun yang duduk di ruang makan sendirian. Di hadapannya hanya ada segelas juice jeruk yang menemaninya.

“Waeyo?” Tanya Kris dari belakang Baekhyun.

Merasa diajak bicara, ia menoleh, “Gege, mianhaeeee~~~”

“Sudahlah, aku sudah tidak mau membahas itu.”

“Geundae…”

“Sepertinya aku yang harus minta maaf padamu, karena aku mengacuhkanmu.”

“Aku yang salah, gege…”

“Okay..okay..dua – duanya salah. Sudah. Case closed!” Ujar Kris yang kemudian mengambil juice jeruk dari dalam kulkas dan menuangkannya pada gelas miliknya.

“Hyung, sebenarnya mereka kenapa?” D.O yang benar – benar baru pulang ikut mengintip dari balik pintu kamar Suho.

“Bertengkar karena Baekhyun mau keluar dorm. Tapi sepertinya mereka sudah berbaikan..”

“Ne, benar..sepertinya sudah berbaikkan..” Sambung Luhan yang juga ada di kamar Suho.

“Aku pulangg~~” Sehun, Kai, dan Lay tiba – tiba berteriak dari depan pintu.

“Waseoo~~” Sambut Chanyeol.

“Woaah! Aku lapar..ada makanan apa sekarang??” Sehun langsung merangsek masuk ke dapur membuka kulkas.

“Eomma D.O sudah pulang belum, ge?” Tanya Kai pada Kris.

“Mollaaa~~”

“Kau mencariku?”

“Kapan kau pulang?” Tanya Kris.

“Baru saja, ge”

“Eommaa~ Masak dong~” Rajuk Kai pada D.O.

“Ne..ne..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Semenjak beberapa bulan lalu Exo memutuskan untuk berhenti dari dunia keartisan, mereka semua kembali ke aktifitas semula. Kris meneruskan bisnis ayah tirinya yang mengharuskannya pulang pergi antara Vancouver-Guangzhou-Seoul. Kini ia juga menjadi suami dari Qia Lie, model yang kini berhenti dari dunia modellingnya. Namun, ada hal buruk yang kini terjadi pada Kris setelah ia menganggap dirinya gagal menjadi leader Exo M.

Luhan yang kini menjabat sebagai direktur muda untuk meneruskan perusahaan ayahnya, D.O pemilik nama asli Kyungsoo ini juga sibuk meneruskan pendidikannya. Dan kini kabarnya dia menjalin hubungan dengan seorang gadis pewaris restaurant ternama bernama Yoo Ra. Lay juga sibuk meneruskan perusahaan ayahnya di bidang perhotelan. Lay sendiri juga memiliki hobi fotografi. Dan dari hobinya ini dia sering membantu Baekhyun dan Chanyeol.

Sedangkan Kai dan Sehun, kini mereka juga satu kampus dengan Kyungsoo. Namun, karena minat mereka berbeda, mereka mengambil jurusan yang berbeda pula.

Suho, yang notabennya adalah member terkaya di Exo, kini sudah memegang perusahaan ayahnya untuk cabang Seoul. Perusahaannya sering sekali menjalin kerja sama dengan perusahaan milik Kris juga Luhan.

Baekhyun dan Chanyeol memilih untuk tetap berkarir di dunia modelling sambil bergabung membuat bisnis pribadi mereka dengan uang pribadi. Tak hanya itu, mereka juga tidak lupa dengan pendidikan mereka. Mereka juga meneruskan pendidikan mereka untuk mengejar tertinggalnya mereka di bidang akademis.

“Gegeeee, bisa bantu aku tidak?? Hhmm lebih tepatnya, aku dan Chanyeol.” Baekhyun terlihat menelpon Lay saat beristirahat di kantin kampusnya. Di hadapannya terlihat Chanyeol yang sibuk dengan notebooknya. Ia sibuk mendesign konsep untuk cabang restaurant baru miliknya dan Baekhyun. Namun, sebelah earphone milik Baekhyun, terpasang di telinga kirinya untuk mendengarkan ucapan Lay.

“Wae, Baekki?”

“Hhmm…itu…buat restaurant kami terkenal dong!”

“Hee?? Kau gila? Restaurant kau dan Chanyeol sudah terkenal dimana – mana.”

“Jinja yo?? Tapi..kami mau buat cabang baru..di…”

“Okay..okay, arraseo…kubantu kalian. Tapi, jangan lupa pembayarannya! Hahaha.”

“Tenang, ge! Selama ini kan restaurant aku terkenal juga karena promosi dari gege…”

“Ahahaa aku bercanda, Baekki! Oh ya, bagaimana Chanyeol? Apa dia masih gila?”

“Yaa! Kau bilang aku gila?” Chanyeol menginterupsi pembicaraan.

“Woaah! Happy virus! Kau di sana? Ahahaha”

“Kau lupa, ge? Aku kan sedang bersama kekasihku, Byun Baekhyun.. Hahaha..”

“Mwoya?? Kau..”

“Ahahaha buang jauh – jauh pikiranmu itu, ge! Aku jelas masih normal!”

“Syukurlah kalian normal..ahahaha..oh ya, selamat untuk kalian karena kalian sudah membuat lima cabang restaurant kalian.”

“Gamsahamnida, ge..itu semua berkat promosi gege kan?”

“Aku tidak membantu apa – apa..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“What?!! I’m on my way!” Ujar lelaki yang sedang mengendarai mobilnya.

“Waeyo, Suho oppa?” Tanya gadis di sampingnya.

“Gwaenchana, Hyo..hanya sedikit masalah. Kau mau pulang jam berapa nanti? Biar aku menjemputmu di kampus..”

“Tidak usah, oppa…nanti aku pulangnya siang. Kau juga pasti belum pulang kan, oppa?” Ujar gadis itu. Han Hyo Yoo, gadis yang kini menjadi kekasih Suho karena perjodohan orang tuanya. Tidak seperti kisah perjodohan lainnya, pasangan itu bertemu dan ternyata sama – sama menaruh hati. Ayah Hyo sangat mengidam – idamkan menantu seperti Suho. Bukan karena ia mantan penyanyi terkenal. Tapi karena lelaki itu adalah lelaki yang berkompeten dalam menangani perusahaannya yang memiliki pesaing yang banyak. Dan ayah Hyo sangat yakin, jika Suho akan mewarisi perusahaannya, tentu akan dijalankan dengan baik juga.

Setelah mengantar Hyo ke kampusnya, lelaki itu langsung melajukan mobilnya menuju kantornya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ekspor terancam gagal, sajangnim.” Ujar seseorang pada Suho di ruangannya.

“Mwo?!! Gagal?! Wae??”

“Karena ada satu barang produksi yang cacat. Mereka tidak mau menerimanya.”

“Satu?! Dan mereka tidak mau menerimanya?!” Suho masih membaca berkas di hadapannya.

“Ne, sajangnim…”

“Baiklah, kau boleh keluar sekarang.” Lelaki itu kemudian menelpon seseorang.

Nada sambung pun terdengar. Dan tak lama sapaan dari seorang pria dari lain tempat pun terdengar, “Ne, Suho?”

“Ge, bisa bantu aku tidak? Astagaa!! Aku benar – benar bingung dengan pihak Amerika ini yang menolak ekspor karena ada satu barang yang cacat produksi.”

“Mwo?? Duìbùqǐ(maafkan aku), aku sedang di Vancouver sekarang. Minggu depan aku baru kembali ke Seoul.”

“Jinja?? Bagaimana ini, ge??”

“Bagaimana kalau kau hubungi Luhan? Dia di Seoul saat ini..” Usul Kris.

“Baiklah, aku akan menelpon Luhan ge.”

“Ne, mianhae Suho..Aku tidak bisa membantumu.”

“Gwaenchana, gege..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeobseo?” Chanyeol terlihat menyapa seseorang yang menelponnya. Membuat Baekhyun yang sedari tadi di samping sibuk menulis catatan dari buku Chanyeol menoleh seolah ingin tahu siapa yang menelpon lelaki bermata bulat itu.

“Ohhh!! Noona?! Qia Lie noona?!” Baekhyun pun kembali menorehkan tinta di dalam bukunya untuk menulis catatan pelajaran saat kuliah tadi.

“Mwo? Ke restaurant?? Malam – malam seperti ini? Apa dengan Kris gege?”

“Aigoo! Baiklah. Nanti aku dan Baekki akan menunggu di sana..”

“Tidak bisa… aku banyak tugas dari songsaenim menyebalkan!” Ucap Baekhyun pelan.

“Baiklah noona, nanti aku ke restaurant. Kita bertemu disana ne…geundae, Baekki tidak ikut karena banyak tugas kuliah..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ternyata usahamu dan Baekki tidak sia – sia ya..” Ujar Qia Lie.

“Noona bicara apa? Ini masih belum apa – apa. Aku dan Baekhyun bercita – cita membuat cabang di berbagai negara.”

“Mwo? Itu hebat!”

“Oh ya, Kris ge kemana?”

“Dia? Dia masih di Vancouver..” Terlihat raut wajah yang sedih dari wanita itu.

“Belum pulang juga?” Hanya gelengan kepala sebagai jawaban istri dari Kris itu.

“Hng.. Waktu itu Kris membicarakan soal dorm padaku.. Keadaan dorm bagaimana?” Tanya Qia Lie.

“Dorm? Dorm masih tetap terurus kok. Ya meskipun sudah jarang kami tinggali, tapi dorm tetap rapi. Seminggu sekali kami semua bergantian ke sana untuk membersihkan dorm.”

“Oh..syukurlah…sepertinya kalian semua sibuk dengan bidangnya masing – masing ya?”

“Ya, begitulah noona..”

Ponsel wanita berambut sepinggang itu kemudian berbunyi. Nama suaminya yang tertera di layar ponselnya.

“Ne, chagia?” Sapa Qia Lie.

“Eoddi?” Suara berat itu bertanya padanya.

“Aku di restaurantnya Chanyeol.”

“Aku sudah pulang, kau malah tidak ada. Ya sudah. Diam di sana. Aku akan menjemputmu.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Satu jam kemudian, Kris pun datang saat Qia Lie sedang bercengkerama dengan Chanyeol.

“Yeobo..” Panggilan lelaki itu membuat Qia Lie menoleh. Tangannya menggamit pinggang istrinya dan menciumnya.

“Tempat umum..malu ah.” Qia Lie menahan Kris yang hendak menciumnya. Hanya dengusan kesal lah yang diutarakan pria itu.

“Gege..”

“Ne..long time no see…” Ucap Kris.

“Kenapa wajahmu semakin terlihat seperti ahjussi?”

“Mwoya?! Kau..haish! Dasar mata besar!”

“By the way…boleh juga restaurantmu..” Ujar Kris yang melempar pandangannya ke sekelilingnya.

“Hahaha ya begitulah~”

“Baekhyun mana?”

“Di rumah..dia banyak tugas katanya..”

“Jinjayo??”

“Ne..ah! Sudah jam 9 malam rupanya..aku harus pulang. Menyelesaikan konsep terakhir.”

“Kuantar sekalian?” Tawar Kris.

“Anni ge. Aku bawa mobil kok.” Ujar Chanyeol menunjukkan kunci mobilnya.

“Baiklah..hati – hati ya..”

“Thanks, Yeol..mianhae merepotkanmu..” Ujar Qia Lie juga.

“Ne noona..anytime!” Ucap Chanyeol.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kau tidak rindu denganku?” Tanya Kris saat di kamarnya bersama istrinya, Qia Lie.

“Hhm..kau mau jawaban apa?”

“Haih, kelakuanmu sama saja seperti belum menikah. Sudah nyaris tiga bulan, bahkan untuk urusan itu pun kau..” Ucap Kris lagi dengan kalimat menggantung.

“Maksudmu?”

“Lupakan.” Jawab Kris singkat.

“Kau mau yadongan yaaaaaaa~~” Qia Lie meledeknya.

“Tidak juga..”

Hingga kini meskipun usia pernikahannya sudah mau menginjak di bulan ketiga, mereka sama sekali tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami-istri. Itu karena Qia Lie yang masih takut.

“Aku bisa kok..” Ujarnya kemudian yang mulai naik ke tempat tidurnya.
Q
“Bisa apa?” Tanya Kris.

“Bisa apa yang ada di pikiranmu sekarang…tapi kalau aku mood..hehehe..”

“Kalau lagi mood? Maksudmu?” Tapi Qia Lie hanya diam menanggapi Kris.

“Seperti ini bisa menaikkan mood?” Tanya Kris yang memeluknya dari belakang saat ia tidur membelakangi suaminya.

“Aku tahu kau belum tidur..” Ujar Kris lagi yang mencium pipi istrinya.

“Ck! Aku mau tidur..” Tapi suaminya justru membalikkan tubuh Qia Lie menghadapnya.

“Kyaaa!! Kris~!!”

“Oh tidak! Ini bahaya! Aku belum siaaapp!!” Batin Qia Lie saat suaminya terus menciuminya.

“Woaahh!! Ada ufo!!” Serunya.

“Kau ini aneh.. Mana mungkin ada ufo di langit Seoul, yeobo.. Kau sering mengatakan itu, yeobo..”

“Ini gawaatt!! Ucapan itu tidak berpengaruh!!” Batinnya lagi.

“K…Krisss!! Aku belum siaaapp!!” Teriak Qia Lie akhirnya.

Lelaki itu hanya menatap istrinya dengan kecewa dan berkata, “Mianhae..” Ia kemudian meninggalkannya di kamar.

“Mau kemana?” Tanya Qia Lie.

Lelaki itu hanya menolehkan kepalanya, “Tidur di kamar lain.” Jawab Kris dingin yang berada di ambang pintu kamarnya. Sebenarnya ia tidak ingin mengacuhkan istrinya. Tapi dia hanya ingin menenangkan dirinya.

“Annii~ Kajjimaa~” Qia Lie melompat dari tempat tidurnya dan memeluk suaminya dari belakang.

“Tidurlah, yeobo..” Kris melepaskan tangan istrinya yang melingkar di perutnya.

“Annii..aku tidak mau tidur kalau tidak ada kau!”

“Aku hanya tidur di sebelah.”

“Shireo!” Ujar Qia Lie yang semakin mengeratkan pelukannya.

“Jangan bertingkah seperti anak kecil, yeobo!” Nada bicaranya sedikit tinggi.

“Mianhae..hiks..hiks..” Pelukannya pada suaminya melonggar dan perlahan melepaskannya.

Kini ia tertunduk menangis. Rambutnya yang terurai, sedikit menutupi wajahnya. Mendengar isakkan tangis, lelaki itu berbalik badan melihat istrinya.

“Kajja, tidur..” Ujar Kris.

“Mianhae…hikss…hiks..mianhae chagia..hiks..” Ucap Qia Lie dengan terisak.

Tidak tega melihat istrinya seperti itu, Kris menariknya ke dalam pelukannya meskipun ia menangis.

“Mianhae…mianhae chagia..hiks..hiks..” Tangan besar suaminya mengusap kepala Qia Lie saat ia menangis.

“Uljimma..sudah yeobo…jangan menangis lagi..” Kris menghapus air mata dari kelopak mata istrinya.

“Geundae…” Belum sempat ia melanjutkan kalimatnya, Kris membungkamnya dengan menciumnya.

“Ayo tidur..sudah larut malam.” Kris menggendongnya ke tempat tidur dan membaringkannya. Selimut pun ditarik menutupi tubuh istrinya untuk menjaganya agar tetap hangat.

“Tidur di sini yaa…”

“Ne, yeobo..aku disini…” Jawab Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppa, bisa jemput aku?” Seorang gadis menelpon kekasihnya.

“Hyo? Aigoo, aku sibuk. Aku akan mengirim supir untuk menjemputmu ne?”

“Tidak usah deh, oppa…aku pulang sendiri saja kalau begitu.”

“Kau yakin?” Tanya Suho sambil menandatangani berkas perusahaannya.

“Ne, oppa…uhm..besok oppa sibuk?”

“Sepertinya begitu. Aku harus meeting di luar kota untuk bertemu investor besok.”

“Bahkan untuk merayakan ulang tahunku saja dia tidak bisa…” Batin Hyo Yoo saat menelpon kekasihnya.

“Hyo? Neo gwaenchana?” Tanya Suho karena tidak mendengar suara gadis itu.

“Ne, oppa…ya sudah, kerjakan saja semua pekerjaan oppa…”

“Okay, bye!”

“Oppa, saranghae..”

“Oh..ne..ne…” Jawab Suho.

“Kenapa dia menjawabnya seperti itu?” Lagi – lagi gadis itu murung dengan jawaban kekasihnya.

“Eonni!” Seorang gadis memanggilnya.

“Yoo Ra??” Hyo Yoo tersenyum saat melihat gadis itu melambaikan tangannya dari jauh padanya.

“Eonni hari ini latihan dance?”

“Latihan kok. Kajja..” Ajak Hyo Yoo yang memang mengajar ekskul dance kampus Yoo Ra.

^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ini…minum dulu Yoo..” Hyo Yoo menyodorkan sebotol minuman pada gadis yang sedang menyeka keringatnya setelah latihan dance

“Ne, eonni…gomawo..”

“Bagaimana hubunganmu dengan Kyungsoo?” Tanya Hyo Yoo.

“Eomma? Baik – baik saja kok, eonn.. Tapi sepertinya dia masih sibuk untuk kuliahnya.”

“Tapi dia sering menghubungimu kan?”

“Ne eonni…”

“Kau enak ya…”

“Hng? Waeyo? Oh ya! Eonni besok kan ulang tahun! Pasti Suho oppa sudah menyiapkan kejutan!”

“Hhh…itu dia! Kejutan dari mana? Dia besok meeting di luar kota!”

“Mwoya?? Terus, eonni tidak protes?”

“Bagaimana bisa aku protes? Walaupun aku tidak mau, aku harus mendukungnya.” Ujar Hyo Yoo.

“Sabar ne, eonni…”

“Ne…hey, pulang yuk!”

“Kajja, eonni. Aku juga sudah lelah.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Tidak ada pesan atau pun telepon…” Gadis itu menatap layar ponselnya saat tepat jam 12 malam. Saat ulang tahunnya.

“Lebih baik aku tidur saja deh…”

Namun, disaat ia tidur, Suho menelponnya. Karena tidak ada jawaban, akhirnya ia tidak menelpon lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aktifitasku ini..haiisshh!! Benar – benar menyebalkan!” Batinnya yang membenarkan jasnya yang sedikit berantakan.

Ponselnya bergetar saat ia baru saja selesai meeting. Ternyata sebuah pesan dari kekasihnya, “Mianhae aku mengirim pesan saat kau sibuk.. Kalau kau tidak sibuk, bisa kita bertemu? Tidak usah hari ini juga tidak apa – apa..”

“Hee?? Tumben sekali dia tidak memanggilku ‘oppa’. Apa dia marah karena hari ulang tahunnya tidak ada aku?”

“Ne, kita bertemu di restaurantnya BaekYeol saja.” Balas Suho. Setelah membalas pesan itu, Suho segera mengambil cincin pesanannya untuk Hyo Yoo. Karena memang dari dulu ia berniat melamar gadis itu di saat ulang tahunnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hyo, mianhae aku terlambat.”

“Ne…” Jawab gadis itu singkat.

“Tuh kan! Dia tidak mengucapkan sesuatu untuk ulang tahunku..” Batin Hyo Yoo.

“Wae Hyo? Hhm..kau sudah makan belum?” Tanya Suho yang kemudian membaca buku menu yang terdapat di atas mejanya.

“Aku…aku mau kita…putus..” Ujar Hyo Yoo.

Suho pun tertegun dengan ucapan kekasihnya. Ia kembali menutup buku menu itu dan menyingkirkannya.

“Waeyo??”

“Sekarang aku tanya padamu..apa kau merindukanku?”

“Anni..” Jawab Suho.

“Okay…mana yang kau pilih sekarang, aku atau hidupmu?”

“Hidupku..”

“Aku sekarang berani menjamin jika aku meninggalkanmu, kau tidak akan menangis.” Gadis itu menangis meninggalkan Suho.

“Hyo!” Lelaki itu menahan gadis itu dan memeluknya yang sontak membuat beberapa pasang mata menatap mereka.

“Aku tidak merindukanmu, tapi aku membutuhkanmu. Aku memang tidak menangis saat kau pergi, tapi aku akan mati. Karena kau hidupku, Hyo. Jangan pergi dariku, karena aku akan memaksamu untuk mengikat janji hidup kita di altar.” Suho melepaskan pelukannya dan mengeluarkan sekotak cincin yang dikeluarkan dari saku celananya. Sementara gadis itu menutup mulutnya dengan air mata yang masih mengalir dari kedua kelopak matanya. Ia tidak percaya. Dibalik keacuhan kekasihnya, ternyata Suho melamar dirinya untuk menikah.

“Will you marry me?”

“I will, oppa..I will…” Ucap gadis itu pelan. Suho pun memeluknya erat dan mencium keningnya.

“Aku memang bukan tipe lelaki yang romantis. Tapi, percayalah..aku mencintaimu, Hyo…kalau kau berani mengucapkan kata ‘putus’ lagi, awas kau, Hyo!”

“Ne, oppa…” Jawabnya tersenyum kecil.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Oppaa!!!” Seorang gadis berteriak saat itu ketika melihat kekasihnya dipeluk gadis lain.

“Yoo…Yoo Ra!!” Pria itu mendorong gadis di hadapannya dan berusaha mengejar kekasihnya.

“Yoo Ra!! Yoo Ra, kajjimma!!” Teriaknya. Tapi, gadis itu terus berlari hingga halte dekat kampusnya. Beruntung saat itu ada bus yang berhenti di halte untuk menaik-turunkan penumpang.

“Yoo Ra!!!”

“Sigh! Damn!” Umpat pria itu ketika ia tidak berhasil mengejar Yoo Ra.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Menyebalkan! Apa maksudnya dia bersama gadis itu?!!!” Yoo Ra menangis bersandar pada jendela bus yang ditumpanginya.

“Apa dia sudah tidak sayang padaku, eoh? Hiks..hiks..” Isaknya. Gadis itu mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.

Setelah nada sambung terdengar, suara seorang wanita pun menyapanya, “Yeobseo?”

“Eonni…hiks..hiks..aku..boleh ke apartmentmu tidak?? Huhuhu..”

“Yoo Ra?? Waee??” Tanya Hyo Yoo. Selain nama mereka mirip, Yoo Ra memang dekat dengan Hyo karena Hyo juga senior dance-nya.

Tidak ada jawaban dari Yoo Ra. Hanya isak tangis saja yang terdengar, “Ne, kau boleh ke apartmentku..kau dimana? Aku jemput saja ne?”

“Anni, eonni…aku saja yang ke sana..” Ujar Yoo Ra dengan suara serak.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Akhh!! Pabbo ya!!”

“Hyung??”

“Kai? Kau di sini??” Tanya D.O.

“Ne..mengambil beberapa buku kuliah yang tertinggal di dorm.” Jawab Kai.

“Waeyo, hyung?” Tanya Kai kemudian.

“Gwaenchana…”

“Tapi kau tidak terlihat baik.” Protes Kai.

“Well, Yoo Ra marah denganku.”

“Wae?? Noona? Noona marah denganmu?”

“Kau kenal Na Ri?”

“Na Ri, wanita yang selalu mengejarmu??”

“Ya. Dia merusak hubunganku dan Yoo Ra.”

“Bagaimana bisa?”

“Dia memelukku! Dan Yoo Ra melihatnya, lalu dia salah paham. Bagus kan?” Ujar D.O kesal.

“Kau sudah menjelaskannya pada noona?”

“Dia pergi meninggalkanku. Ponselnya sudah berkali – kali kuhubungi. Tapi tidak bisa. Aku mengirim pesan juga tidak dibalas.”

“Kalau begitu, beri dia waktu untuk menenangkan diri dulu, hyung..” Ujar Kai.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Eonnii~~ Huhuhu…”

“Waeyo?”

“Kyungsoo…dia berkhianat!! Hiks..hiks..”

“Mwo?? Memang kau sudah mendengarkan penjelasannya??” Yoo Ra menggelengkan kepalanya.

“Kurasa tidak mungkin dia menduakanmu. Coba kau dengar penjelasannya.” Hyo Yoo memberikan nasehat padanya.

“Tidak perlu eonni! Aku sudah melihat dia berpelukan dengan mata kepalaku sendiri.” Ujar Yoo Ra dengan mata bengkak karena menangis.

“Kau tahu dia? Uhm, maksudku orang yang kau bilang selingkuhannya Kyungsoo.”

“Aku tahu, eonni! Dia itu yang sering mengejar – ngejar oppa! Dia sudah berkali – kali mengejar oppa, tapi oppa tidak mempedulikannya.”

“Ahahahaha~” Hyo Yoo hanya tertawa.

“Eonni! Kenapa tertawa siih???”

“Kau aneh, Yoo! Kau bisa menjawab pertanyaanmu sendiri.”

“Maksud eonni?”

“Begini, kau bilang Kyungsoo tidak mempedulikannya kan? Dan itu berarti kau yakin kalau Kyungsoo tidak menduakanmu.”

“Tapi aku melihat sendiri!”

“Yoo Ra…Yoo Ra… Terkadang apa yang kita lihat atau kita rasakan dengan panca indera tidak sesuai dengan hati kita. Dan hatimu..sudah menjawabnya.” Jawab Hyo Yoo.

“Tapi, eonn…”

Ting! Tong!

“Ah! Sebentar, ada tamu. Tunggu ya di sini.” Yoo Ra pun hanya mengangguk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ah! Kau ini sudah kutunggu – tunggu..” Ujar Hyo Yoo pada D.O yang baru datang ke apartmentnya.

“Gomawo, noona..aku memang sedang bingung mencarinya.” Ujarnya kemudian.

“Dia di dalam… Di ruang makan.”

“Ne…thanks noona..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yoo Ra…” Panggil D.O pelan. Gadis itu pun menoleh dan kaget setengah mati melihat orang yang dihindarinya tadi berada di hadapannya.

“Ka…kau..!!” Gadis itu segera ke ruang tengah dan menyambar tasnya.

“Eonni, aku pulang!”

“Yoo, tapi..”

“Bye eonni! Thanks eonni..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yoo Ra!! Chagia, kau belum dengar penjelasanku!” Lelaki itu menahan tangan kekasihnya.

“Lepaskan aku!!”

“Tidak, sebelum kita bicara serius!” Ujar D.O tegas.

“Apa yang mau dibicarakan, eoh?! Kau bersama Na Ri! Kau bermesraan dengannya! Kau berpelukkan! Dan bisa saja kalian berciuman juga kan?! Atau bahkan lebih dari itu, eoh?!!!!”

“Apa maksudmu, Yoo?? Kau bisa mengatakan hal itu padaku?” Raut wajah D.O terlihat kecewa. Gadis itu hanya terdiam dan menunduk.

“Na Ri memang menemuiku. Dia menyatakan cinta untuk kesekian kalinya padaku. Tapi, kau tahu kan, aku tidak pernah menyukainya. Apa lagi mencintainya, aku tidak pernah. Aku hanya milikmu. Dan kau milikku.”

“Kau masih mau membual, eoh?!! Aku melihat jelas dia memelukmu! Karena aku datang, kau melepaskan pelukannya!”

“Lihat aku, Yoo.” Gadis itu masih memalingkan wajahnya.

“Yoo, lihat aku. Apa aku terlihat berbohong padamu, eoh?” Lelaki itu mengalihkan wajah gadis di hadapannya untuk menatapnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeobo, hari ini aku pulang telat ne..” Kris menelpon istrinya.

“Wae?”

“Aku mau bertemu Chanyeol.”

“Ne, chagi..tapi jangan lama – lama juga ya..aku sendirian…” Ujar Qia Lie.

“Ne, yeobo..aku janji, tidak akan lama. Dia hanya bertanya sedikit persoalan bisnis.” Jawab Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ya begitulah bisnis. Sekecil apa pun lawanmu, tetap harus kau perhitungkan!” Ujar Kris setelah dia berdiskusi dengan Chanyeol.

“Hahaha, kau selalu menghitung lawanmu, ge.”

“Ya, memang harus itu.”

“By the way, kau masih menunda punya anak kah, ge?”

“Hng? Hhm..aku sih tidak. Tapi Qia..”

“Kenapa noona?”

“Astaga, Yeol! Aku nyaris tiga bulan kan menikah dengannya. Tapi, apa kau tahu, aku tidak menyentuhnya sedikit pun.” Ujar Kris.

“Kecuali ciuman.” Tambahnya lagi.

“Mwoya?!! Malam pertama? Honeymoon?”

“Asshh bicara apa kau? Kami bahkan belum honeymoon!”

“Aku akan telepon Lay ge!”

“Mwoo?? For what?” Tanya Kris.

“Dia kan direktur hotel ternama di Seoul! Pasti dia tahu spot – spot romantis untuk honeymoon!”

“Aigoo!! Bukan itu masalahnya!”

“So?” Chanyeol menunggu Kris menjelaskan.

“Kemari.” Chanyeol kemudian mendekatkan telinganya pada Kris untuk mendengarkan bisikkannya.

“WHAT??!!!”

“Ssstt!!! Kau inii..”

“Ja..jadi..kau..noona…noona takut denganmu?”

“Bukan takut! Tapi belum siap!”

“Well, itu hanya bahasa halusnya saja, ge.” Ujar Chanyeol kemudian.

“Apa jangan – jangan dia tidak mengerti?” Tebak Chanyeol.

“Ahaha kau bercanda! Dia sudah dewasa. Masa tidak tahu?”

“Iya juga sih..”

“Kau bisa bantu dia kan?” Tanya Kris.

“Hah? Aku?? Kok aku?”

“Begini ya, kau ini biasnya dia waktu kita masih menjadi Exo.”

“Lalu?”

“Siapa tahu saja dia mengerti maksudku lewat kau?”

“Tapi…”

“Kau bantu aku ya!” Ujar Kris.

“A…aku tidak janji..”

“Yang benar saja, gege ini…masa aku..noona…astaga..noona kan istrinya gege.” Batin Chanyeol.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Gege, kau di mana sekarang?”

“Aku di dorm nih. Waeyo, Baekki? Di sini ada Kai, Sehun, juga eomma.”

“Lay ge, aku ke sana ya!”

“Okay. Kita tunggu ya! Kau dengan Yeol kan?”

“Annii, dia sedang bertemu dengan Kris ge. Oh ya, Luhan ge mana?”

“Dia kembali ke Beijing. Dia bilang, halmeoninya sakit.”

“Jinja?? Ya sudah, nanti aku kirim dia pesan deh. Tunggu aku ya, ge! Oh ya, bilang sama eomma, masak yang enak untukku. Hehehe.”

“Hahaha. Bagaimana kalau kau saja bawa makanan dari restaurant mu?”

“Aiihh gege…aku lapar tahu! Makanya aku menelpon gege. Ternyata gege di dorm.”

“Ahaha, sudahlah. Cepat kesini kau.”

“Okay..okay..kalian merindukanku kah?? Kkk.”

“Ashh Baekki hyung, ppali waaa!!!” Terdengar suara Sehun yang menyahut. Rupanya, Lay me-loud speaker ponselnya agar terdengar semuanya.

“Arraseo, Hunnie~”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku pulang~”

“Neee~~” Qia Lie berlarian dari dalam menuju pintu depan. Ia menyambut suaminya, membukakan jasnya, serta membawakan tasnya.

“Kau sudah makan? Aku sudah masak tadi..aku hangatkan sebentar ya?” Ujar Qia Lie berturut – turut.

Sebenarnya, Kris sudah makan tadi bersama Chanyeol. Namun, untuk menghargai jerih payah istrinya yang sudah memasak, dia pun mengaku belum makan.

“Chagia, mandilah..aku sudah siapkan air hangat untukmu di bath tube. Bajumu juga ada di tempat tidur.” Ujar Qia Lie.

“Arraseo, yeobo..gomawo..” Jawab Kris yang kemudian mengecup kening istrinya.

“Kenapa masih berdiri di sini? Ayo, cepat mandi! Nanti kau sakit!”

“Iya, iya…” Ujar Kris.

“Handuknya ada di atas tempat tidur yaaa~~” Teriak Qia Lie dari ruang makan.

“Ne, yeoboo..”

Sementara Kris mandi, Qia Lie kembali menghangatkan makanan yang tadi dimasaknya di microwave. Dia menyusun makanan itu di atas meja makan. Bahkan ia juga menyiapkan di atas piring Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kau belum makan, yeobo?” Tanya Kris.

“Belum..aku menunggu chagi..”

“Aigo, kalau aku pulang terlambat, kau makan saja duluan..” Kris merengkuh wajah istrinya dan mengusap pipinya.

“Tapi aku maunya makan denganmu…” Jawab Qia Lie.

“Ya sudah, kita makan sekarang..”

Saat makan, diam-diam lelaki itu terus menatap wajah istrinya yang sedang mengunyah makanannya.

“Chagi tadi…eehh? Chagi? Hoii~” Qia Lie yang sebelumnya akan bertanya pada suaminya menjadi tertunda karena pandangannya. Tangannya mengibas – ibas di hadapan wajah suaminya.

“Hng? Nee???”

“Waeyo?” Tanya Qia Lie lagi.

“Ng..anni..” Jawab Kris yang kemudian melanjutkan makannya.

“Tadi Chanyeol tanya apa sih?”

“Oh, itu masalah restaurantnya..biasalah urusan bisnis dia dan Baekki.” Jawab Kris.

“Ohh..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Hari ini, di hari Rabu ini, Kris kembali ke Guangzhou. Kepergiannya ini untuk bertemu koleganya yang berasal dari negeri tirai bambu itu.

“Aku pergi ya, sweety..” Pamit Kris dengan istrinya.

“Ne, chagia..hati – hati ya..” Balasnya memberikan tas milik Kris.

“Kalau kau sepi di rumah, ke dorm saja. Atau kau ke rumah eommonim.”

“Ne, chagia..”

“Ya sudah..jaga diri ya.” Ucap Kris yang kemudian berjalan menuju mobilnya.

“Chagia, ada yang lupa!” Qia Lie buru – buru memanggil Kris sebelum masuk ke mobilnya.

“Hng? Apa? Ponsel sudah, dompet sudah, netbook juga sudah. Passport juga sudah. Lainnya juga sud….” Belum sempat lelaki itu menyelesaikan kalimatnya, Qia Lie berjinjit dan mencium suaminya.

“Waa!! Yeoboo~~”

“Mwo?” Tidak bisa disembunyikan rona kemerahan di wajahnya.

“Sekali lagi dong!” Pinta Kris.

“Aish! Shireo! Sudah sana! Nanti kau terlambat!”

“Ne, yeobo..gomawo.” Sebuah ciuman di daratkan di pipi istrinya sebelum masuk ke dalam mobilnya.

Lambaian tangan dari Qia Lie pun mengiringi jalannya mobil sedan berwarna hitam itu keluar dari rumah mewah yang ditempati pasangan itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Gegeee~~ Kau dimana?” Sehun menelpon Lay pagi ini.

“Di kantor. Wae??”

“Aku boleh ke sana tidak? Urusan bisnis nih. Hahaha.”

“Boleh. Anytime, Hunnie.”

“Okay, aku ke sana ya. Aku dengan Kai..”

“Okay, kutunggu. Nanti aku akan menitipkan pesan di meja depan untuk free pass kalian.”

“Woah! Gege sibuk sekali kah?”

“Hhmm, not really..kalian mau datang kapan?”

“Sekarang, ge~” Kai ikut menimpali ponsel Sehun yang di buat loud speaker.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Okay, semoga kerja sama kita dapat terjalin terus.” Suho menyalami koleganya saat meeting pagi ini.

“Ne, Junmyeon-ssi. Senang bekerja sama dengan perusahaanmu.”

“Ini juga berkat Luhan gege..” Ujar Suho yang menepuk bahu Luhan. Luhan dalam balutan jas berwarna abu – abu lengkap dengan kemeja putih dan dasinya, hanya tersenyum. Penampilan mereka saat ini benar – benar menunjukkan mereka berdua adalah eksekutif muda yang berbakat dalam bidang bisnis.

Di saat ruang rapat itu hanya tinggal Luhan dan Suho, Suho langsung menepuk lelaki berwajah imut itu lagi, “Ge, gomawo ne! Kau banyak membantuku!”

“Hee??? Ahaha cheonma..tapi itu bukan bantuan kurasa..” Jawab Luhan merendah.

“Bagaimana kalau nanti kutraktir makan siang?” Tawar Suho.

“Akan lebih baik kalau kau menambahkan bubble! Hahaha.” Canda Luhan.

“Kebiasaanmu itu, ge… Okay, aku akan mentraktirmu!” Ujar Suho yang merangkul Luhan.

“That’s great!” Ujar Luhan kemudian.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Tok! Tok! Tok!

“Masuk.” Ujar seorang pria.

“Jeosongmianhamnida, sajangnim…dua orang yang akan bertemu anda, sudah datang.”

“Kenapa kalian masih menahannya? Sudah kubilang mereka harus segera masuk kan? Sigh! Kalian ini…!!”

“Mianhamnida, sajangnim…”

“Lay geeee~~~”

“Kai! Sehunnie!” Seru Lay.

“Kau tahu, ge! Masuk ke sini, susahnya…astagaaaa!!! Apa mereka tidak tahu kalau kita ini Exo, eoh?!” Umpat Kai.

“Haish! Mereka padahal sudah kuberi pesan, tapi tetap saja begitu. Mianhae..” Ujar Lay menyesal.

“Ne, hyung…”

“Oh ya, kalian mau minum apa? Teh? Kopi? Susu? Atau…”

“Sudah, ge..tidak usah repot – repot menyuruh office boy.” Tapi lelaki yang mengawali karirnya di dunia keartisan saat masih kecil ini tetap menyuruh pegawainya membuatkan teh untuk Kai dan Sehun.

“Well, jadi kalian ada apa?” Tanya Lay.

“Kampus kami mau mengadakan touring.” Ujar Sehun.

“Maksud kita, kita mau nanya biaya hotel gege..hahaha..” Lanjut Kai.

“Hotel gege?? Ohh, itu bisa diatur. Tenang saja. Kau reservasi saja. Memang mau di mana?”

“Jeju, ge..”

“Oh, kalian bisa langsung reservasi. Nanti aku hubungi hotel yang disana. Apa kita langsung ke sana saja? Mumpung waktuku juga luang.” Tawar Lay.

“Hah? Serius, ge?”

“Kapan aku bohong sama kalian? Kajja!” Ajak Lay.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Cklek! Pintu dorm dibuka oleh seorang wanita yang mengetahui password dorm.

“Noona?? Kupikir siapa…”

“Loh…Chanyeol di sini? Kupikir tidak ada orang di dorm.” Ujar Qia Lie yang meletakkan tasnya.

“Ada aku dan Baekki di sini. Tapi dia tidur sepertinya. Kau sendiri?” Ujar Chanyeol.

“Iya, Kris sedang ke Guangzhou.”

“Oh, noona mau minum apa?”

“Tidak usah, nanti kuambil sendiri.” Jawab Qia Lie yang langsung masuk ke kamar Kris.

“Aku buatkan teh deh, noona.” Ujar Chanyeol yang langsung ke dapur.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aigoo…aigoo aku jadi ingat omongannya Kris gege..” Batin Chanyeol.

“Ah! Anniii…anniii!! Tidak boleh! Haish! Kenapa pikiranmu, Yeol!” Batin lelaki itu lagi sambil mengaduk tehnya.

Sementara itu, Qia Lie sedang membongkar lemari buku milik suaminya, Kris.

“Ah! Ada bacaan! Lumayan untuk membunuh kejenuhanku.” Batinnya yang mengambil buku itu.

“Noona..ini minum dulu tehnya..” Chanyeol masuk ke kamar Kris.

“Oh, ne…gomawo, Yeol.” Ujar Qia Lie melempar senyumnya.

“Noona baca apa sih?”

“Molla, ini bukunya Kris.” Jawabnya menggidikkan kedua bahunya.

“Noona, Kris ge lama di Guangzhou?”

“Tidak. Besok juga sudah pulang. Memang kenapa, Yeol?” Ujar Qia Lie.

“Aku hanya bingung. Kenapa kau betah ditinggal – tinggal gege. Kapan kau punya anaknya kalau begitu?”

“Anak?”

“Memang kalian tidak mau memiliki anak, eoh? Untuk apa kalian menikah?” Tanya Chanyeol.

“Aku mau…tapi…”

“Kau tidak bisa melakukannya?” Potong Chanyeol. Qia Lie hanya terdiam.

“Bagaimana kalau kita…”

“Apa maksudmu, eoh?!” Qia Lie menaikkan nada bicaranya.

“Aku mendapatkan izin dari Kris ge.”

“Mwo?!!” Qia Lie sungguh terkejut dengan pengakuan Chanyeol.

“Apa dia tidak mencintaiku? Kenapa dia memperbolehkan pria lain mendekatiku? Atau…” Batinnya yang merasa kecewa.

“Noona..??”

“A..aku mau kalau Kris yang menyuruhmu..”

“Mwo?!” Chanyeol kaget dengan jawaban wanita di hadapannya.

Tidak bisa dipungkiri, batin wanita itu kalut. Tidak mungkin suaminya menyuruh pria lain untuk tidur dengannya walau pun pria itu adalah adiknya sendiri.

“Oh! Mianhae, Yeol! Aku baru ingat aku harus ke rumah eomma!” Pekik Qia Lie.

“Thanks untuk tehnya. Salam untuk Baekki.” Ucapnya kemudian yang meminum teh itu dan segera keluar dari dorm itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Ya Tuhan! Aku selamat! Aku selamat!” Batin Qia Lie yang seolah mendapatkan nasib buruk.

Ia segera menyetop taxi dan kembali ke rumahnya. Di pikirannya, terus berputar – putar berbagai macam pertanyaan tentang Kris yang menyuruh orang lain untuk tidur dengannya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku pulang…”

“Kris? Kris pulang malam ini? Bukannya besok pulangnya?” Batin Qia Lie. Ia segera ke depan untuk membuka pintunya.

“Waseo~” Sapa Qia Lie.

“Yeoboo~~” Pria itu menggamit pinggang istrinya dan menciumnya.

“Bukannya kau pulang besok?” Tanyanya.

“Ternyata mereka langsung menerimanya tanpa ada diplomasi yang sulit. Jadi, aku bisa langsung pulang.”

“Harusnya aku masak banyak tadi..” Ujar Qia Lie.

“Aku tahu kau tidak masak banyak. Karena itu, aku beli makanan.” Jawab Kris.

“Ne, chagi…aku siapkan air hangat untukmu mandi ya..”

“Tidak usah, yeobo…kau siapkan makan malam saja.”

“Ne, chagi..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hyung! Kau mau menikah???” Tanya Baekhyun saat mendapati Suho memilih – milih bentuk undangan di netbooknya sewaktu ia menginap di dorm.

“Hyaaa!! Baekki! Kau mengagetkanku saja!”

“Woahh!! Hyung mau menikaaahhh!!” Teriak Baekhyun.

“Aigoo ada apa sih??” D.O yang baru selesai membereskan buku di kamar dormnya keluar karena mendengar teriakan Baekhyun.

“Suho hyung mau menikah!!”

“Jeongmalayo?”

“Baru rencana saja, eommaa~~”

Tiba – tiba saja ponsel Luhan berbunyi pertanda pesan masuk.

“Ge, ponselnya bunyi…” Ujar Chanyeol.

“Ne~” Sahut Luhan yang kemudian meraih ponselnya.

“Hee?!!!” Luhan menggaruk – garuk kepalanya.

“Wae, ge?” Tanya Suho.

“Chen…Chen mengirimiku pesan?”

“Pesan??” Satu persatu mereka melihat ponsel Luhan.

“Gege bagaimana keadaan kalian? Aku rindu kalian..” Tulis Chen di pesan itu.

“Cih! Buat apa dia menanyakan kabar kita?!” Chanyeol mendengus kesal.

“Apa aku harus membalasnya?” Tanya Luhan.

“Terserah kau, ge..” Ujar Suho.

“Lebih baik kau jawab seperlunya saja, ge.” Sambung Baekhyun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di lain tempat, lebih tepatnya di kediaman keluarga Wu, saat sedang beristirahat di kamarnya, Kris menerima sebuah pesan di ponselnya.

“Ge, aku merindukanmu.. Bagaimana kabarmu?”

“Mwo??!! Tao??” Batin Kris.

“Aku baik.” Tulis Kris singkat sebelum pesan itu di kirim.

Tak lama, pesan dari Chanyeol pun masuk ke ponselnya, “Ge, tadi aku sudah bicara dengan noona. Tadi dia mau aku ajarkan, tapi malah pergi. Jangan salahkan aku, ge.”

“Chagi, boleh aku tanya sesuatu tidak?” Tanya Qia Lie saat ia sedang menyisir rambutnya di depan meja riasnya.

“Tanya saja, sayang.. Ada apa?”

“Kau…kau menyuruh Chanyeol untuk tidur denganku?”

“Mworago?!! Siapa yang bilang?!” Kris sontak menurunkan kakinya dari tempat tidur dan duduk di tepinya.

“Chanyeol sendiri..”

“Mwo?!!! Chanyeol?!”

“Apa kau menceritakan masalah kita padanya?”

“Hhm..sedikit…” Terlihat wajah muram dari wanita yang kemudian menghentikan menyisir rambutnya.

“Sudahlah, sayang..tidak usah dipikirkan hal itu…” Ucapnya yang memeluk Qia Lie dari belakang. Ia bahkan mencium tengkuk istrinya.

“Krisss~~” Wanita itu menggidikkan bahunya.

“Wae??”

“Aku…”

“Kenapa? Kau tidak mau? Ya Tuhan, bahkan dengan lelaki lain kau mau.”

“Apa maksudmu??” Qia Lie berdiri di hadapan suaminya.

“Kau mau melakukannya dengan Chanyeol. Kenapa denganku tidak? Aku suamimu, yeobo!”

PLAK!! Sebuah tamparan mendarat di pipi pria itu yang meninggalkan bekas kemerahan.

“Aku mau karena Chanyeol mengatakan kau yang menyuruhnya! Aku melakukannya karena kau, Kris! Apa kau tidak memikirkan perasaanku, eoh?!! Kau tahu, aku sakit ketika kau menyuruh pria lain meniduriku dengan mudahnya! Aku selalu memikirkan apa alasanmu menyuruhnya tidur denganku! Kau benar – benar tidak berperasaan!” Wanita itu mulai menangis dan meninggalkan Kris sendirian di kamar.

“Apa maksudnya?? Aku tidak pernah menyuruh Chanyeol menidurinya..” Batin Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeobo…” Pria itu menghampiri istrinya yang tengah menangis di sofa ayunan taman belakang rumahnya.

“Kka!” Usir Qia Lie dengan terisak. Bukannya pergi, Kris memeluk istrinya dari belakang.

“Lepaskan! Lepaskan aku!”

“Yeobo mianhae…aku tidak pernah menyuruh Chanyeol untuk menidurimu…”

“Hiks…hiks…Chanyeol sendiri yang bilang padaku..”

“Annii.. Kurasa ini hanya salah paham.”

“Salah paham apanya?! Chanyeol bilang kalau sudah mendapat izin darimu! Huhuhu..”

Pria itu kemudian beralih ke hadapan istrinya, dan berlutut di hadapannya serta menggenggam kedua tangannya, “Yeobo, aku memang menceritakan persoalan kita. Aku minta Chanyeol membantuku. Selama ini kau tidak mau terbuka denganku kan? Karena Chanyeol biasmu, aku berharap kau bercerita dengannya kenapa kau selalu menolakku. Hanya itu. Bukan untuk menidurimu.”

“Hiks…geundae…”

“Yeobo, apa kau pikir aku gila? Mana mungkin aku bisa menyerahkan istriku pada pria lain! Meskipun dia sudah kuanggap adikku, aku tidak akan menyerahkanmu. Dan kupastikan pria yang mengambilmu dariku akan mati di tanganku.”

“Kau…benar tidak menyuruhnya?”

“Anni, yeobo.. Kau tidak percaya padaku?” Wanita itu kemudian memeluk erat suaminya yang berlutut di hadapannya.

“Kau harus tidur. Besok kita selesaikan masalah ini dengan Chanyeol kalau kau ingin semuanya jelas.”

“Ne, chagi..” Tapi wanita itu tidak sedikit pun bergerak dari posisinya.

“Ayo, katanya mau tidur..” Ujar Kris.

“Gendong~”

“Gendong?” Ulang Kris.

“Uhm..” Ia mengangguk dan mengulurkan kedua tangannya dengan manja. Kris pun menggendong istrinya. Dan Qia Lie mengalungkan kedua lengannya pada leher suaminya.

“Saranghae, chagia..” Bisiknya pada Kris. Karena malu, ia menelusupkan wajahnya pada leher suaminya.

Terulas senyum tipis dari pria berpostur tinggi itu, “Nado, yeobo.”

Berjalan ke kamarnya, mendorong pintu kamarnya yang tidak ditutup rapat olehnya, dan meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang. Karena ingin membuat tidur istrinya nyaman, ia mengatur posisi bantal untuk kepalanya.

“Kris~”

“Ne?”

“Tutup pintunya rapat, dan kunci pintunya.”

“Ne…” Jawabnya menurutinya.

“Sudah, yeo…bo..” Ucapannya sempat terhenti ketika melihat pandangan di depannya.

“Aigoo! Apa yang kau lakukan, yeoboo??” Kris menutupi tubuh istrinya yang hampir tidak mengenakan apa – apa dengan selimut.

“Wae, chagi?” Dibukanya kembali selimut itu.

“Anni, yeobo. Nanti kau kedinginan..” Ujar Kris.

“Kau kan bisa menghangatkanku, chagi..” Ditariknya lengan suaminya itu hingga ia terjatuh.

“Yeobo…”

“Aku rasa.. Aku salah padamu, chagi..aku akan memberikan apa yang kau inginkan..” Rona kemerahan di wajah wanita itu semakin terlihat jelas muncul di kedua pipinya.

“Yeobo, kau..” Wanita itu kemudian menarik wajah suaminya dan mencium bibirnya. Tanpa ia sadari, jemarinya yang menelusup ke belakang kepala Kris justru menekan tengkuk lelaki itu untuk memperdalam ciumannya.

“Yeobo, wait…kau…kau bergetar..kalau kau takut, tidak usah sayang..” Ujar Kris.

“Lihat tanganmu ini..” Kris mengambil tangan Qia Lie dari tengkuknya dan menunjukkannya, “See, kau gemetar sayang..juga dingin..” Ucap Kris yang kemudian mencium tangan istrinya.

“Tapi aku mau kau mengajariku, chagi…” Rajuk Qia Lie.

“Kau yakin?” Wanita itu mengangguk.

“As your wish, sweety~”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeol, bisa kita bertemu nanti sore?” Kris menelpon Chanyeol.

“Bisa, ge.. Di cafe tempat biasa kita hang out, okay?”

“Okay! Tapi nanti kau juga harus datang ke grand opening restaurant baruku.” Jawab Chanyeol menyetujui.

“Ne, aku akan datang dengan Qia Lie.”

“Chanyeol-ssi, bagaimana persiapan untuk grand opening restaurant barumu?” Tiba – tiba saja beberapa wartawan menghampirinya saat dia baru turun dari mobilnya.

“Ommo!!”

“Chanyeol-ssi, apa restaurantmu ini akan melebarkan sayapnya di luar Seoul?”

Chanyeol hanya tersenyum, “Kalau mau lihat grand openingnya, bisa lihat nanti malam ya jam tujuh malam.” Ujar Chanyeol.

“Yeolliiee!!”

“Ah! Baekki! Bisa jadi alasanku menghindar dari media nih.” Batin Chanyeol.

“Baekki-yaa~~” Chanyeol langsung berlari pada lelaki bermarga Byun itu.

“Yeol? Mereka…” Baekhyun terlihat bingung dengan pemburu berita di belakang Chanyeol.

“Kita pergi dari sini!” Ujar Chanyeol yang mendorong Baekhyun.

“Mereka mau apa?”

“Mengejar berita? Molla, lebih baik kita masuk kelas saja.”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Sayang, astaga…kenapa kau masih belum siap – siap?”

“Hee? Memang kita mau kemana Kris?”

“Ya Tuhan! Apa kau sudah pikun? Kita akan menemui Chanyeol dan ke grand opening restaurant barunya.” Jelas Kris.

“Bukannya itu jam 7 malam?”

“Kau ingin lebih percaya soal yang semalam kan?”

“I trust you, chagia..”

“Aku sudah terlanjur janji dengan Yeol.” Ujar Kris lagi.

“Haih, kau ini…”

“Jangan terlalu cantik! Aku tidak mau kau diperhatikan pria lain!”

“Neeeee~~~~” Jawab Qia Lie malas.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Baju apa ya yang harus aku pakai?” Sehun tampak mengeluarkan baju – bajunya dari dalam kopernya saat di kamar dorm.

“Kau pakai jas hitam saja..” Sahut Luhan yang memang selalu bersama Sehun jika di dorm.

“Gege bagaimana?”

“Sepertinya aku juga sama denganmu.”

“Ge, rambutmu sudah terlalu panjang ya, matamu tertutup ponimu terus.” Ujar Sehun yang kemudian mengambil karet dan menguncir rambut depan Luhan. Luhan pun sedikit merendahkan tubuhnya.

“Luhan ge, nanti..”

“Woaah!! HunHan moment!” Pekik Lay yang baru masuk kamar mereka.

“Eh, waeyo Lay?” Tanya Luhan.

“Anni, itu tadi Chanyeol menelpon. Katanya, nanti jangan sampai kita semua terlambat.”

“Ada apa sih Lay?” Tanya Suho yang kemudian berada di belakang Lay.

“Ada HunHan moment tadi?”

“Jinja? Kita juga bisa..” Kata Suho yang kemudian merangkul bahu Lay. Namun, karena tangan Suho terlalu dekat dengan leher Lay, lelaki itu kemudian bergidik geli menyingkirkan tangan Suho.

“Yaa~~ geli!”

“Apanya?” Tanya Suho yang memang mengerjai Lay.

“Tangaaann~~”

“Tidak, ah!”

“Gyaaaa!!!” Lay pun berteriak dan menghentakkan tangan Suho. Suho, Luhan, dan Sehun yang melihatnya pun tertawa puas melihat Lay yang berlari begitu saja.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah memesan minuman dan beberapa makanan kecil, Chanyeol, Kris terlibat pembicaraan bisnis. Namun sayangnya, Qia Lie tidak menyukai pembicaraan itu.

“Aigoo~ Bisa kita ganti topik? Bosan, tahu!”

“Okay, sebenarnya kita mau bertemu denganmu karena suatu hal.” Ujar Kris dengan serius.

“Mwo?” Tanya Chanyeol.

“Qia bilang kau mau menidurinya?” Tanya Kris yang kemudian menyesap hot chocolate nya.

“Bukannya gege yang bilang padaku?” Qia sontak langsung melihat pada Kris.

“Aku? Tidak pernah. Aku kan hanya bilang kau bantu Qia..”

“Bantu..itu kan?”

“Hah?” Kris tampak tidak mengerti.

“Yang itu kan…aigoo gege…”

“Oh, anniii!! Neo micheoso?? Aku memberikan istriku? No way! Maksudku dengan kata ‘bantu’, itu adalah kau membantu mendengar keluhannya tentangku. Eottohkee~~”

“M-mwo??!!”

“So, intinya kita semua salah paham!” Ujar Kris kemudian.

“Gege, mianhae….aku tidak tahu..kau tahu, aku bingung saat kau menyuruhku seperti itu!”

“Aku tidak menyalahkanmu, Yeol. Aku mengerti kalau pikiranmu dangkal..”

“Yaa!! Aku tidak sebodoh itu!”

“Ahahaha arraseo…so, kau jelas kan sekarang?” Ujar Kris pada Chanyeol yang kemudian beralih pada istrinya.

“Ne, chagi..aku mengerti..” Jawab Qia Lie mengangguk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di acara grand opening cabang restaurant baru Chanyeol, beberapa artis ternama juga diundang. Kilatan flash light yang berasal dari media massa menerpa wajah mereka. Suho yang baru datang setelah menjemput Hyo Yoo langsung masuk ke dalam setelah diarahkan oleh petugas keamanan.

“Eonni!” Seru Yoo Ra pada Hyo Yoo.

“Huaa! Kau sudah di sini rupanya..”

“Baru sampai, eon!”

“Waaah, sudah datang semua ya?” Ujar Qia Lie.

“Eonnii lama tak bertemu…” Sapa Hyo Yoo dan Yoo Ra.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeol, kau mengundang mereka?” Tanya Baekhyun saat melihat beberapa orang yang dikenal berada di depan restaurant.

“Nugu?”

“Itu…mereka bertiga..” Tunjuk Baekhyun.

Chanyeol pun menoleh, “Mwo?!!! Ke..kenapa mereka di sini?!!” Pekik Chanyeol saat melihat Chen, Tao dan Xiumin.

“Aku tidak mengundangnya! Sungguh, Baekki!”

“Aku dan Suho yang mengundang mereka.” Kris kemudian menghampiri Baekhyun dan Chanyeol.

“Mworago?!! Gege! Ini kan restaurantku! Acaraku! Kenapa kau seenaknya saja?!! Kau..!!!” Chanyeol menarik kerah kemeja jas yang dipakai Kris. Beruntung mereka semua berada di belakang dan jauh dari media.

“Yeol, andwae..jangan..” Suho dan Baekhyun melerai mereka.

“Ini ada apa??” Lay, Sehun, Kai, D.O, Luhan menghampiri mereka berempat.

“Aku tidak suka mereka bertiga ada di acaraku!” Tegas Chanyeol.

“Lagipula, kenapa gege mengundang mereka bertiga tanpa sepengetahuan kita?” Tanya Baekhyun pada Kris.

“Baekki, media dan masyarakat luas tidak tahu tentang perseteruan kita dan keluarnya mereka dari dorm kita. Kalau mereka bertiga tidak ada, dan kita hanya bersembilan, pasti kita akan menjadi bahan pembicaraan.” Jelas Suho.

“Kita sudah sering dijadikan pembicaraan, hyung! Di bash, dihujat, semua sering kita terima! Apa kau perlu pencitraan?!!” Balas Chanyeol.

“Memang. Tapi, kurasa tindakan Suho dan Kris benar, Yeol. Dimata Exostan, kita berduabelas adalah satu. Meskipun kita sudah tidak bekerja sebagai Exo, setidaknya kita bisa membuat mereka senang.” Timpal Luhan.

“Dan kuharap kalian semua bersikaplah normal. Setidaknya, hanya untuk hari ini, di depan media.” Ujar Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kris…bisa kita bicara berdua?” Seorang pria menghampirinya yang tengah minum bersama istrinya.

“Chagi, aku ke Hyo dan Yoo ya…” Ujar Qia Lie setelah melihat Xiumin.

“Ne, yeobo..” Sahut Kris tersenyum pada wanita yang dicintainya.

“Ada apa?” Tanya Kris pada lelaki itu.

“Jeongmal mianhae..”

“Eoh? Untuk apa?” Tanya Kris lagi yang kemudian meletakkan gelas minumnya di meja terdekat.

“Untuk semuanya. Karena aku, Chen dan Tao keluar dari dorm. Kita bertiga, ingin mengutarakan ini pada kalian semua.” Jawab Xiumin.

“Never mind.” Jawab Kris.

“Kris gege…” Kris pun menoleh mendengar namanya di panggil. Seorang pria dengan lingkaran hitam di kedua matanya berdiri dengan wajah sendu.

“Tiān nǎ(astaga)! Tao, nǐ fāshēngle shénme shì(apa yang terjadi denganmu)?” Tanya Kris.

“Gege, wǒ xiǎngniàn nǐ(aku merindukanmu)” kedua matanya terlihat berkaca – kaca. Ia kemudian berjalan dan memeluk pria berambut keemasan itu. Tak menunggu waktu lama, Kris membalas pelukan itu.

“Duìbùqǐ(maafkan aku), ge..” Ujar Tao lagi yang masih memeluk anggota termuda dalam Exo-M.

“Méiguānxì(tidak apa – apa), aku mengerti…tidak usah dipermasalahkan lagi…” Jawab Kris yang menepuk punggung lelaki itu dengan pelan.

“Gege…” Pria bermata kecil menghampirinya yang sedang memeluk Tao.

“Chennie?” Tao pun segera melepaskan pelukannya pada Kris. Sesekali ia mengusap air matanya. Ya, Tao memang sangat dikenal karena sifatnya yang mudah menangis.

“Boleh aku memelukmu juga?” Ujar Chen pelan.

“Sure..” Jawab Kris yang tersenyum dan membuka tangannya lebar.

“Mianhae, gege…mianhae…”

“Aku sudah memaafkan kalian..” Jawab Kris.

Setelah itu, Kris kemudian menyuruh mereka untuk diam di tempat itu. Ia segera berlari menuju seseorang.

“Suho, aku butuh kau sekarang.” Kris mendekati Suho dan berbisik padanya.

“Mwo? Apa sih, ge? Aku mau bersama Hyo ku sayang.” Ujar Suho yang menolak pergi dengan Kris.

“Aigoo, lagi pula Hyo masih mengobrol dengan Qia dan Yoo.”

“Oppa, nanti…oh! Ada Kris oppa..” Hyo menyapa dengan senyumannya.

“Nah, ge! Kau lihat sendiri, kan? Hyo butuh aku.”

“Hmm…Hyo, aku pinjam Suho sebentar ya..sebentar saja!” Kris langsung menarik Suho.

“Ya!! Ge…eottohke…gege!” Suho terlihat protes.

“Gege, sebenarnya ada apa?” Tanya Suho.

“Xiu, Chen, dan Tao tadi minta maaf padaku. Dan mereka mau minta maaf pada kita semua.” Jelas Kris.

“Aku akan menelpon Luhan ge. Aish! Dimana dia sih? Saat – saat seperti ini dia menghilang.” Gerutu Suho.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeobseo?” Sapa Luhan melalui ponselnya.

“Ge, kau di mana?” Tanya Suho.

“Dengan yang lainnya. Tak jauh darimu..” Luhan bicara sambil melihat ke arah Suho yang berdiri dengan Kris beberapa meter darinya.

“Mwo? Di mana?”

“Di sini..kau menoleh ke kiri…” Luhan memberikan instruksi.

Suho pun mengikutinya, “Kiri? Mana? Tidak ada.”

“Kiri lagi.. Dekat wanita berbaju merah. Hey, aku melihatmu, Suho.”

“Dimana sih, ge??”

“Dekat wanita baju merah…” Luhan menjauhkan ponselnya dari telinganya, dan sedikit berteriak, “Suho…!!” Ia sambil melambaikan tangannya. Melihat Luhan, Suho berniat menghampirinya.

“Gege, kau kembali pada mereka, aku akan bicara pada Luhan ge untuk membantu.” Ujar Suho.

“Okay.” Jawab Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Gege, kemarilah dengan mereka.” Suho menelpon Kris kemudian.

“Arraseo.” Ucapnya yang kemudian mematikan ponselnya.

“Kajja, ikut aku.” Ajak Kris pada Xiumin, Tao, dan Chen.

Setelah mereka berhadapan dengan delapan Exo lainnya, mereka terlihat kaku.

“Astaga!! Ya Tuhan!! Kenapa mereka di sini??” Chanyeol melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Mereka hanya mau minta maaf dengan kalian.” Ujar Kris.

“Minta maaf? Huh! Jika ada pesta atau hal bahagia semacamnya, mereka datang. Tapi dimana mereka jika kita sedang susah? Dimasa kita mendapatkan isu miring, dimana mereka, eoh??!!”

“Kau tidak boleh bicara seperti itu, Yeol! Perhatikan sekelilingmu. Media memperhatikan kita!”

“Persetan dengan media! Yang jelas aku tidak suka mereka di sini!” Tegas Chanyeol sebelum meninggalkan mereka semua.

“Yeol!” Panggil Baekhyun dan Kris bersamaan. Baekhyun berusaha mengejarnya.

“Biar aku saja.” Ujar Kris pada Baekhyun.

“Ne, ge..”

“Kami benar – benar minta maaf…pada kalian semua..” Ujar Xiumin.

“Kita semua sudah memaafkan kalian…” Ujar Luhan. Suho, D.O, Kai, Sehun, Lay, Baekhyun pun menarik dua sudut bibirnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeol..!! Wait!!” Chanyeol bersiap menaiki mobilnya saat berada di basement parkiran restaurantnya yang baru di buka. Lelaki itu tidak menggubris Kris dan tetap memasuki mobilnya. Mesin pun dinyalakan.

“Turun kau!” Kris berdiri di depan mobil Chanyeol dan menunjuk Chanyeol yang berada di dalam mobil.

“Turun kau! Cepat!” Kris terpaksa memaksa Chanyeol keluar mobilnya.

BRAK! Pintu mobil sisi kirinya pun dibantingnya setelah ia melepaskan savety belt dan turun dari mobilnya.

“Apa maumu, ge?!”

“Kau mau merusak citra restaurantmu, Yeol?” Kris langsung menyerang Chanyeol dengan pertanyaan yang dilontarkannya.

“Apa maksudmu?!”

“Kau pergi tiba – tiba di acara grand opening restaurantmu. Kupastikan nama restaurantmu akan rusak!”

“Aku hanya tidak mau bertemu dengan mereka.” Ujar Chanyeol lagi yang berkacak pinggang.

“Why? Mereka hanya ingin meminta maaf.”

“Mereka sudah jahat dengan kita, ge! Apa kau tidak merasakannya??”

“Aku merasakannya.” Jawab Kris enteng.

“Bagus!”

“Tapi kau lebih jahat dari mereka, Yeol!” Lanjut Kris.

“Mwo?!!”

“Mereka memang jahat. Mereka pergi begitu saja meninggalkan kita disaat masalah datang pada kita. Tapi setidaknya mereka berhati baik karena mereka minta maaf dengan kita, Yeol. Kau tidak mau menjadi makhluk seperti mereka kan? Apa Chanyeol yang selalu tertawa dan tersenyum sudah hilang?” Ujar Kris panjang lebar.

“Tapi, ge…”

“Yeol, orang – orang tidak tahu kalau kita bertengkar. Mereka tidak tahu kita pecah. Kau mau mengecewakan mereka? Kau mau mengecewakan fansmu?” Chanyeol hanya bisa membisu.

“Kembali ke dalam dan maafkan mereka. Niat mereka dengan kita sudah baik.” Kris mengulurkan tangannya pada pria yang memiliki julukan ‘happy virus’ itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku sudah melupakan kejadian yang sudah terjadi.” Ujar Chanyeol sebelum Xiumin, Chen, dan Tao bicara.

“Mwo?!” Semuanya menatap pada Chanyeol heran.

“Wae? Ada yang aneh denganku?” Tanya Chanyeol dengan polos.

“Kau..” Xiumin tidak bisa bicara apa – apa.

“Wae, hyung?” Tanya Chanyeol yang sudah bertingkah seperti biasanya.

“Kau….kita..maksudku..kesalahan kita…” Chen terlihat heran.

“It’s clear!” Ujar Chanyeol menunjukkan deret giginya yang putih.

“Chagiaa~ Pulang yuk~” Tiba – tiba Qia Lie menggamit lengan Kris.

“Hng? Aigoo, yeobo? Wae?”

“Aku…aku….” Jawaban wanita itu sukses membuat dahi Kris, suaminya berkernyit. Qia Lie pun sedikit berjinjit dan membisikkan sesuatu pada suaminya.

“Mwo???!!!!!” Kris langsung terhentak kaget.

“Iiihh chagiaaa~~” Qia Lie memukul lengan suaminya ringan.

“Ehem! Romantisnya kaliaaaann~~~ Sampai pukul – pukulan seperti itu.. Bikin iri saja!” Ujar Suho.

“Oh ya, hyung! Aku melihat Kris gege dan Qia noona jadi ingat sesuatu.” Ujar D.O pada Suho.

“What?” Tanya Suho.

“Itu…kita jadi memberikan pengumuman sekarang?” Tanya D.O.

“Pengumuman apa?” Tanya Kai.

“Ada deh! Nanti juga kau tahu.” Sahut Suho.

“Kalian berdua membuatku penasaran.” Ujar Kai lagi.

“Kok aku juga tidak tahu ya?” Tanya Kris.

“Oh ya, Lay..thanks karena kau sudah membantu tempatnya.” Ujar Suho.

“Anytime, hyung!” Jawab Lay mengacungkan ibu jarinya.

“Apaan sih, ge?” Tanya Kai pada Lay.

“Ada deh! Hahha.” Lay tertawa.

“Hyung, lebih baik sekarang saja pengumumannya.” Ujar Chanyeol.

“Hee? Yeol hyung tahu juga?” Tanya Kai.

“Tahu dong!” Sahut Chanyeol.

“Eh! Hyo dan Yoo kemana??” Suho mencari kekasihnya Hyo. Dan D.O pun ikut menyapu pandangan di sekitarnya.

“Oh! Itu mereka, hyung!” Ujar D.O.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kami berdua akan melaksanakan pernikahan.” Ujar Suho.

“Ini calon istriku, Han Hyo Yoo.” Lanjut Suho memperkenalkan wanita di sampingnya pada media.

“Dan ini, calon istriku, Kim Yoo Ra.” Sambung D.O sama dengan Suho.

Dalam hitungan beberapa mili detik, wajah mereka berempat diterpa kilatan flash light yang menyilaukan mata mereka.

“Mereka akan menikah?” Bisik Kai pada Chanyeol. Chanyeol pun hanya mengangguk.

“Aku tidak tahu soal ini…” Ujar Kris pada Luhan.

“Me too.” Jawab Luhan.

“Kenapa nama pasangan mereka bisa hampir mirip?” Tanya Sehun pada Baekhyun.

“Entahlah. Yang penting mereka bahagia.” Ujar Baekhyun.

“Kami akan menikah bulan depan di tanggal yang sama. Tanggal 5 November.” Ujar D.O kemudian pada media.

“Kenapa memilih hari di hari yang mendekati ulang tahunku?” Protes Kris.

“Kau terima nasibmu saja, ge! Hahaha..” Chanyeol menepuk bahu Kris.

“Sigh kau ini…”

“D.O-ssi, Suho-ssi..apa kalian tidak takut sasaeng fans kalian bertambah banyak? Bagaimana nanti pasangan kalian?” Tanya wartawan.

“Bagi kami tidak masalah.. Sebanyak apa pun sasaeng fans, kami akan berusaha melindungi pasangan kami masing – masing.” Ujar D.O.

“Kami banyak belajar dari Kris gege yang sudah menikah. Dia selalu melindungi istrinya di segala kesempatan. Lagi pula, fans setia kita banyak memberikan dukungan dan perlindungan untuk kita. Mereka tidak akan membocorkan keberadaan kita pada sasaeng fans.” Ujar Suho.

Tiba – tiba Kris dan yang lainnya ikut berbicara dan menghampiri D.O dan Suho yang bersama pasangannya masing – masing, “Dan jika ada sasaeng fans yang nekat mendekati Hyo atau pun Yoo, kami kesepuluh saudara lainnya akan berusaha melindungi. Itu karena kami semua saling melindungi dan mengisi yang lainnya.” Jelas Kris.

“Dan itulah gunanya saudara. Harus saling melindungi dan pengertian.” Sambung Luhan.

Acara grand opening restaurant Chanyeol dan Baekhyun juga acara pers conference Suho dan D.O pun berjalan dengan baik. Media meminta kedua belas pria tampan itu untuk berfoto. Dan kini ada tiga wanita cantik yang berdiri di samping Kris, D.O, juga Suho. Persahabatan mereka yang sudah mengeras menjadi kekeluargaan, sudah tidak dapat terpisahkan lagi.

THE END

6 tanggapan untuk “Our Lives”

  1. aigoo..
    seru bnget ff’ny..
    konfliknya jga seru..,
    btw apa alasan Tao, Chen, n Xiumin keluar dri dorm ya?
    aku agak susah nh ngebayangin D.O pnya istri,
    blm dpet feel, hee..
    ah, aku suka ff ini pokok’nya

  2. ceritanya bgs
    tp pake READ MORE PLASEEEEE…..!
    PAGE nya jadi lemot kakak..
    terus boleh kritik gak?

    Semenjak beberapa bulan lalu Exo memutuskan untuk berhenti dari dunia entertaiment, (bukan keartisan)

    miannn aku bawel

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s