[5th] Between The Boys

hyungie2

Teaser | 1st | 2nd | 3rd | 4th

Author             : Cho_Gina / @nanaghina

Cast                 :

– EXO member

– Cho Min Gi

– OCs
Length             : Chaptered

Genre              : Brothership, Romance, Family

Rating              : General

Personal WP    : Yeogisseo!

~~Happy Reading^^ RCL juseyo~~

~ ~ ~ ~ ~

Previous story

“Ne yeoboseyo, oppa.”

“Oh.. Min Gi-ah..”

“Annyeonghaseyo. Apakah Yippa—ani maksudku Yixing oppa ada?”

“Kyungsoo-ya apa yang kau lakukan di depan pintu? Ada siapa, eoh?”

Amudo eopseo. Tiga hari lagi aku kembali ke China.” (tidak ada apa-apa).

“Kyaaa uri saengi-yaa.. kkokjonghajima.. oppa yeogi.”

“Aku tidak menyukaimu yang sekarang.”

“…matamu tidak akan pernah bisa membohongiku.”

“Bagaimana jika..” “..aku ikut oppa ke Cina.”

“Aku pikir hanya kau yang dapat diandalkan sepenuhnya disini selain Suho yang sibuk.”

“Ye? Diandalkan? Maksud hyeong diandalkan dalam hal apa?”

“Ahaha~…”

5th Story
Author’s POV

Tok tok tok      tok tok tok

“Eungh. . .”

“Gi-ah ireona!!! Malu lah kepada matahari!!!”

“Masih pagi harabeoji! Lagipula ini liburan.” Min Gi dan sang kakek berkomunikasi dengan pintu sebagai penghalang.

“Ya~ mandilah sekarang dan ayo sarapan bersama! Harabeoji tunggu dibawah eoh! Jangan kesiangan seperti biasanya! Ada hal penting!”

Terdengar suara kaki sang kakek meninggalkan depan kamar Min Gi.

Gadis berambut panjang itu masih berkutat dengan selimutnya. Ia mengulet heboh akibat panggilan kakeknya. “Aduh males…” ujarnya dengan mata yang masih terpejam.

Eh? Hari apa ini? mata Min Gi tiba-tiba terbuka lebar dan mengerjap berkali-kali seolah melupakan sesuatu. Ya Tuhan ini hari Minggu!

Yeoja itu buru-buru lari ke kamar mandi. Entah ada apa yang dimaksudnya dengan ‘hari Minggu’.

~ ~ ~ ~ ~

Min Gi’s grandpa’s house
Author’s POV

“Eoh duduklah. Harabeoji pikir kau tidak akan turun sarapan secepat ini. Apa yang membuatmu mandi sepagi ini, eoh?” kakek Min Gi mendongak terkejut mendapati sang cucu berlari tergesa-gesa lalu duduk di hadapannya.

Min Gi hanya mendesis dan mengerucutkan bibirnya sebal mendengar ucapan kakeknya yang mengatakan ‘sepagi ini’.

“Aku ingin melihat taman di kompleks ini. Pasti akan sangat ramai di minggu pagi yang cerah seperti ini. Boleh kan harabeoji?”

“Kalaupun harabeoji bilang tidak, kau tetap akan terus membujukku dan tetap akan pergi kan?”

“Hehehe…” Min Gi tertawa garing.

Hening. Min Gi dan harabeoji sepertinya sibuk dengan pikiran masing-masing atau sedang menikmati makanan mereka? Entahlah.

“Ah ne. Bagaimana seminggu di Korea? Menyenangkan?” harabeoji menghentikan suapannya.

“Eoh, joha.”(suka-aku menyukainya) Min Gi hanya menjawab seadanya karena mulutnya sedang dipenuhi makanan.

“Pergi kemana saja?”

Aish.. harabeoji selalu menanyakan hal yang sama. Pikir Min Gi.

Min Gi memiringkan kepalanya berlagak mengingat-ingat. “Eung.. seperti biasa. Dorm Kyuppa lalu dorm EXO.”

Harabeoji sudah menyelesaikan sarapannya. “Ehm!” ia berdeham tanpa maksud apapun yang justru membuat Min Gi bertanya-tanya. “Ya~ harabeoji tahu Kyu pasti akan menjagamu. Tapi ingatlah, mereka semua adalah namja. Lalu EXO, apa itu?”

Ye, algesseumnida sajangnim.” (Ya, saya mengerti Direktur)  Min Gi berkata sambil member hormat seperti tentara. Lalu ia menurunkan tangannya dan tiba-tiba mengedipkan matanya lucu. “Harabeoji EXO mollasseo?”

Harabeoji diam saja.

Min Gi menggelengkan kepalanya. “Aigoo..”

“Memangnya apa?”

“EXO itu kumpulan namja tampan, berbakat dan baik sekali.”

Kali ini giliran harabeoji yang menggelengkan kepalanya-_-

“Yasudah harabeoji. Aku pergi dulu ya. chup” Min Gi mencium pipi kiri sang kakek dan menghilang begitu saja.

“Haish.. anak itu. sudah kubilang ada hal penting malah pergi begitu saja. Ckckck”

~ ~ ~ ~ ~

Min Gi memakai earphonenya sepanjang jalan. Ia mendengarkan lagu-lagu yang baru didownloadnya tadi malam. Dan ia menyesal baru pernah mendengarkan lagu-lagu yang sangat sesuai dengan seleranya itu. Bahkan ia pun sekaligus menginstall aplikasi liriknya. Dan kini, ia bersenandung kecil sembari berjalan santai.

Suara D.O oppa benar-benar indah. Baekhyun oppa ddo jeongmal daebak! Min Gi sedikit fangirling di dalam hati.

Setelah cukup lama berjalan, Min Gi tiba di taman yang ia maksud tadi. Benar-benar sesuai harapannya. Ia tersenyum begitu cerah dan berlari-lari kecil menghampiri bangku taman yang baru saja dilihatnya kosong.

Tap tap tap BRUKK

Eh?

Aigoo mianata mianata agashi (Ya ampun maafkan aku nona).” Min Gi yang terjatuh di rumput mendongakkan kepalanya menatap orang yang barusan menduduki bangku yang sama dengannya dan mengakibatkan mereka harus terjatuh karena bertabrakan.

“Ahaha harusnya aku yang meminta maaf.” Min Gi berdiri dan membersihkan celananya sebentar. Lalu ia membungkukkan badannya sedikit, “Mianata agashi. Aku terlalu ceroboh tadi ahaha”

“Eoh kalau begitu duduk saja disini. Silahkan..” yeoja itu menarik tangan Min Gi dan membuatnya terduduk.

“Tidakkah ada temanmu yang akan duduk disini?” Min Gi bertanya.

Anio. Kkokjongma (tidak. Jangan khawatir).” Yeoja itu menoleh ke arah Min Gi lalu tersenyum. “Ah mian. Kurasa umur kita tidak terlalu jauh. Jadi banmal saja, eoh?” (banmal : bahasa informal)

“Ne, santai saja. Kurasa.. kita bisa menjadi teman. Eotte (bagaimana)?” Min Gi mengulurkan tangannya.

Yeoja itu tampak berpura-pura sedang berpikir. “Geurom..chingu. Urineun chingu.” (tentu saja.. teman. Kita berteman) Ia menjabat tangan Min Gi erat.

“Ahaha joha.” Min Gi bertepuk tangan kecil. Sifatnya aslinya muncul-_-

Yeoja teman baru Min Gi pun ikut tertawa kecil. “Ahh ne. Neo ireumeun mwonde?” (oh iya! Namamu siapa?)

“Kita benar-benar lucu. Teman yang tidak saling mengenal. Naneun Cho Min Gi. Neo?”

“Naneun . . .”

~ ~ ~ ~ ~

The next day
Author’s POV

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo oppa. Hari ini oppa sibuk tidak?”

“Eum. Waeyo?”

Ania. Amutdo. Geure, Oppa hwaiting!” (Tidak. Bukan apa-apa. Kalau begitu, Kakak semangat!)

Bip

“Oh yeoboseyo Min Gi-ya?”

Yippa eoneureun babbasoyo?” (Yippa = Yixing Oppa, apakah hari ini sibuk?)

“Emm jogeum (sedikit). Kami semua sedang mempersiapkan untuk SMTown Live World Tour III in Taiwan. Sekarang saja seluruh artis SMTown sedang berlatih bersama di SMBuilding. Apa terjadi sesuatu?” suara Lay terdengar cemas.

“Eohahaha ania. Geure, Oppa hwaiting!

Bip

“Fyuh…” “AIISH jeongmal! Apa yang harus aku lakukan???” Min Gi kembali mengguling-gulingkan tubuhnya di kasur dengan tidak karuan.

Kenapa semua orang sibuk? Sungguh menjengkelkan! Min Gi kembali menggerutu dalam hatinya. Ah ne! PSP PSP PSP!!! Neon eodisseo uri PSP-ya?? (dimana kau PSP-ku??)

Kini yeoja cantik itu sedang mengobrak-abrik secara baik-baik(?) isi kamarnya. Ia sangat berharap menemukan benda tercintanya itu agar dapat membunuh waktunya yang terasa membosankan sedari tadi.

“Aish.. aku lupa kalau PSP nya dibawa Min Hyuk Oppa!”

“Hiks ahahaha eomma appa eotteohkehehehe. . . “ Min Gi kembali aneh. Ia berguling-guling di lantai kamarnya sambil tertawa sekaligus merengek tidak jelas-_-

BRUK

Min Gi kembali menjatuhkan tubuhnya di kasur yang (untungnya) empuk. Ia memejamkan matanya berusaha menghilangkan bad mood yang muncul sejak ia bangun tidur dan tidak menemukan harabeoji ataupun sarapan untuknya.

Ahjumma yang membantu di rumah harabeoji kemarin malam berkata bahwa ia akan pulang ke rumahnya yang berada di Busan dan mungkin akan kembali malam ini atau besok. Dan karena persediaan makanan habis maka ia tidak sempat membuatkan apapun untuk Min Gi makan pagi ini.

Bagaimana dengan sarapan harabeoji? Tentunya sang kakek tercinta dapat sarapan di kantin kantornya.

Min Gi kembali mendatangi dapur dan meja makan untuk yang kedua kalinya di pagi ini. ia merasa bahwa harabeoji tak akan setega itu membiarkan ia kelaparan di pagi yang tidak buta ini.

Dan ternyata dugaannya tidak meleset. Taraa!! Ia menemukan uang 200000 won dengan post note dan vas bunga kecil terletak di atasnya.

Maafkan harabeoji karena kau harus

membeli makananmu sendiri untuk hari ini.

Uang 200000 won ini untukmu. Jaga dirimu Gi-ah

                                                                                                            Min Gi Harabeoji

                                                                                                            Park Sang Myun

“Huaaaa harabeoji saranghanda!!!” Min Gi berjingkrak kegirangan. Ia pun segera meluncur kembali ke kamarnya. Dalam 30 menit, ia sudah siapa dengan pakaian yang rapi namun santai dan tentu saja stylish.

Min Gi berencana untuk pergi ke café terdekat dan membeli sarapan. Lalu pergi kemana lagi setelahnya ia pun tak tahu. Yang jelas ia tampil cantik hari ini. Ia merasa akan pergi ke suatu tempat yang menyenangkan nantinya.

Klik. Pintu rumah dan juga pagarnya sudah ia kunci. Yeoja cantik itu tidak khawatir jika harabeojinya akan tiba lebih dulu di rumah, karena kunci yang ada padanya adalah duplikat dari kunci yang ada pada kakeknya.

Sebelum pergi, Min Gi menyempatkan diri untuk memberitahu kakeknya bahwa ia akan keluar dan mungkin akan pulang sore nanti.

~ ~ ~ ~ ~

A Place
Author’s POV

Semenjak tinggal di Indonesia 5 tahun yang lalu, Min Gi hampir melupakan bagaimana membaca hangul dan mandarin pada buku-buku. Ia hanya dapat membaca yang hanya terdiri dari beberapa kalimat saja. Dan ia cukup merasa sedih karenanya.

Maka dari itulah sekarang ia disini. Di tempat yang disukai atau tidak tetapi selalu dikunjungi oleh para pelajar seumurannya. Ya, sekarang Min Gi berada di salah satu book store terkenal di Seoul yang terletak di mall besar.

Dengan siapa Min Gi pergi? Tentu saja sendiri. Memangnya harus dengan siapa? Semua orang sibuk. Lalu bagaimana dengan yeoja yang kemarin resmi menjadi temannya? Ia sendiri bingung karena merasa tidak enak jika harus mengajak orang yang belum ia kenal dengan baik.

Min Gi mengililingi bagian rak novel. Rasanya ia ingin sekali membeli satu saja. Tetapi ia tidak mengerti mana novel  yang bagus sesuai seleranya. Tiba-tiba Min Gi teringat suatu hal. Ia memiliki banyak teman di kota yang sedang naik daun ini. Yap, teman-teman elementary school nya!

Aih.. tetapi bagaimana caraku menghubungi mereka… Min Gi kembali berpikir.

Ah sudah. Habiskan sisa waktumu di hari ini tanpa orang lain, Cho Min Gi.

Entah bagaimana ceritanya kini Min Gi sudah terdampar di sebuah café yang sangat ia rindukan. Café yang dimaksud disini adalah kedai kopi. Dan disinilah ia, berteman secangkir Iced White Chocolate Mocca dan sepotong Turtle Pie. Dengan novel ditangan, Min Gi merasa seperti orang yang benar-benar menikmati hidup tanpa ada beban.

Ia memilih untuk duduk di area VIP café ini. Bukan apa-apa, ia hanya menginginkan ketenangan saat membaca novel yang sepertinya akan menyita perhatiannya sejak detik ini juga.

Min Gi mulai membaca novel yang ia beli. Pilihannya jatuh kepada novel itu ketika membaca judulnya yang ia rasa unik, ‘So I Married the Anti-fan’. Dan juga karena ada embel-embel ‘best seller’ yang melekat di sampul depan novel tersebut.

Baris demi baris, paragraph demi paragraph, dan kini sudah sekitar 40 menit ia berada disana. Entah sadar atau tidak bahwa ia sudah menghabiskan banyak waktu di tempat ini. Sambil sesekali meminum minuman yang ada dihadapannya dan sesuap demi suap cake masuk ke mulutnya, sepertinya perempuan bermarga Cho ini sudah melupakan perihal bad mood nya.

Hingga tiba-tiba seseorang duduk di kursi yang ada di hadapannya.

“Min Gi-ya?” Min Gi mendongakkan wajahnya menatap seseorang yang baru saja mengucap namanya. “Aigo.. ini benar kau Min Gi-ya. Eomma kemarilah! Ini benar-benar adikku Cho Min Gi!” orang itu berteriak agak keras.

“Eonni? Kyaaa bogoshipda!” Min Gi reflex menutup novelnya.

Seorang wanita paruh baya pun datang menghampiri mereka berdua. “I jeongmal uri tal Cho Min Gi, aigo.. ahjumma nomu bogoshipeossoyo..” (ini benar-benar putriku Cho Min Gi, ya ampun… bibi/tante benar-benar merindukanmu..) wanita itu memeluk Min Gi dari samping dan mengelus rambutnya penuh kasih sayang.

“Ahaha ahjumma na ddo..” Min Gi ikut memeluk wanita itu.

Acara berpelukan selesai dan kini mereka bertiga sudah duduk masing-masing. Tentunya masih dengan senyum manis mengembang di wajah ketiganya.

“Ya~ eonni pikir kau tidak akan kesini. Biasanya kau akan memberi kabar terlebih dahulu kan agar minta ditemani. Aigo.. rupanya adik kecil kita yang satu ini sudah bertambah dewasa, eomma.”

“Ahaha.. ne. Kapan kau tiba di Korea, Min Gi-ah?”

Min Gi yang sedari tadi hanya terkekeh pun berhenti dan memasang wajah polosnya. “Memangnya Kyuhyun oppa tidak memberitahu eonni dan ahjumma kalau aku sudah hampir dua minggu berada disini?”

“Anak itu benar-benar-_-“ yeoja yang dipanggil eonni itu menggelengkan kepalanya.

“Ahra eonni, apa sudah pernah membaca novel ini?” dan bisa ditebak kalau selanjutnya adalah perbincangan antara tiga wanita.

Ya, yeoja yang dipanggil eonni oleh Min Gi adalah Cho Ahra, kakak perempuan Cho Kyuhyun. Yang berarti adalah kakak sepupunya. Dan yang Ahra panggil eomma tentu saja adalah eomma kandungnya.

~ ~ ~ ~ ~

EXO’s Dorm
Wed, June 6th 2012

“Yak Oh Sehun berhenti berkeliaran di kamarku!”

“GYAHAHAHAHA”

“KIM JONGIN BERHENTI MENYEMBUNYIKAN PAKAIAN DALAMKU!!”

“JANGAN BERTERIAK DI TELINGAKU, PABO!”

Lay yang baru saja kembali ke dorm setelah membeli peralatan mandi dan beberapa makanan hanya dapat menghindar dari benda-benda yang melayang di sekitarnya. Tentu saja bukan karena hal supranatural, tetapi ulah-ulah para makhluk ajaib yang bisa jadi para hyung atau pun dongsaengnya.

Mengapa ia pergi sendiri? Karena member M sedang packing barang-barang mereka untuk keberangkatan mereka ke Taiwan demi berlangsungnya persiapan SMTown World Tour pukul 2 siang nanti. Sedangkan member K baru saja pulang setelah menjalani aktivitas rutin mereka yaitu rehearsal bersama para artis SMTown yang akan mengikuti konser tersebut.

~ ~ ~ ~ ~

Lay’s POV

Apa yang harus kulakukan sekarang setelah sampai di dorm? Aku sudah packing sejak kemarin malam. Padahal saat di minimarket aku begitu terburu-buru ingin segera sampai dorm.

Ah ne! Cho Min Gi… apa ia lupa bahwa oppa tercintanya ini akan berangkat ke China siang nanti?

Dua hari yang lalu bocah itu menghubungiku dan sempat membuatku cemas. Ternyata setelah mengingat-ingat kebiasaannya menghubungiku tiba-tiba seperti itu, biasanya ia sedang merasa bosan atau bingung ingin melakukan apa.

Ataukah ia merindukanku? Hahaha molla. . .

BLAM

“Yak Lay hyung! Berhentilah tersenyum sendiri seperti itu. Kau membuatku takut, hyung.” Seorang bocah bermata besar berjalan melewatiku dan duduk di sofa panjang yang membelakangiku.

Entah mengapa aku tidak berniat menjawab sapaan atau tegurannya tadi itu. Jadi aku hanya mengikuti duduk di sampingnya. Diam-diam aku memperhatikan gerak-gerik lelaki bersuara indah ini.

Kyungsoo mengambil remot TV yang berada di atas karpet empuk nan luas di hadapan kami. Melihat caranya bergerak, menekan tombol power di remot dan mulai memilih-milih channel TV membuatku yakin jika aku yeoja pasti aku akan jatuh hati sekarang juga.

Aish.. apa yang kupikirkan. Memangnya aku Min Gi-_-

Oh iya! Bicara soal Min Gi bukankah aku sudah berniat menghubunginya sedari tadi? Aish.. molla. Sudahlah Zhang Yixing, daripada hanya berniat saja lebih baik kau cepat menghubungi Min Gi sebelum yeoja itu benar-benar mengamuk karena tidak diberitahu akan keberangkatanmu.

D.O’s POV

Auhh… lelahnya berlatih untuk konser besar itu. Meskipun EXO –termasuk aku—tidak menampilkan begitu banyak lagu seperti para sunbae yang lain, tetapi kami dituntut untuk professional dan juga perfeksionis.

Untungnya hari ini kami memiliki jadwal lain sehingga tidak menghabiskan satu hari penuh untuk rehearsal. Sekarang baru pukul 10 pagi dan aku sudah berada di dorm untuk istirahat sebentar lalu mengantar member M ke bandara internasional Incheon dan beraktivitas sesuai schedule lagi.

Oh ayolah Kyungsoo hwaiting!!!

Setelah menghabiskan beberapa menit untuk mandi dan membuat cookies untuk camilan siang dan memasukkannya ke dalam oven yang akan aku ambil 30 menit lagi, sekarang aku siap mencari kegiatan baru untuk mengisi waktu selama 30 menit dari sekarang.

Membaca buku? Oh tidak Kyungsoo matamu akan lelah walaupun itu hobimu.
Mendengarkan musik sambil merebahkan tubuh? Sepertinya akan sangat menyenangkan hingga akan membuatku ketiduran dan lupa dengan cookiesku tercinta.

Akupun terus berjalan ke ruang tengah masih dengan memikirkan apa yang harus kulakukan. Di depan kamar Suho hyung aku menemukan bantal doraemonku dan satu bantal lagi yang tergeletak begitu saja. Dapat dipastikan kalau ini adalah ulah trio magnae dan juga hyungdeul yang memaksakan takdir bersifat seperti magnae-_-

Merasa tak tega aku pun memungut kedua bantal itu dan membawanya kedalam pelukanku. Aku terus berjalan dan menemukan Lay hyung –masih dengan tangan yang membawa barang belanjaannya—ia tersenyum seorang diri. Aku berusaha menyadarkannya dengan melempar bantal sofa yang ada di tanganku. Membuatku takut saja tersenyum sendirian seperti itu.

BLAM

“Yak Lay hyung! Berhentilah tersenyum sendiri seperti itu. Kau membuatku takut, hyung.” Aku  berjalan melewati Lay hyung dan duduk di sofa panjang yang ada di belakangnya. Yap, sepertinya 30 menit –yang sudah berkurang—kedepan aku putuskan untuk menonton TV.

Aku mengambil remot TV yang berada di atas karpet di depanku. Akupun menekan tombol power di remot dan mulai memilih-milih channel TV mencari tontonan yang kusukai. Entah hanya perasaanku saja atau bukan, aku merasa kalau Lay hyung yang kini sudah ikut duduk di sebelahku kini sedang memperhatikan gerak-gerikku.

Tetapi mungkin itu hanya perasaanku saja. Untuk apa juga Lay hyung memperhatikan gerak-gerikku. Namun harus kuakui kalau wajahku ini tidak akan membuat orang jenuh menatapku lama-lama. Oh tidak abaikan kalimat sebelumnya. Yang penting tetaplah pasang wajah santaimu Do Kyungsoo~

Kuputuskan untuk menonton drama. Lalu akupun menoleh dan mendapati Lay hyung – yang sepertinya—sudah tidak mengamatiku. Kini ia sedang mengeluarkan ponselnya dan sepertinya ia akan menghubungi seseorang yang penting. Karena sedari tadi bibirnya terus membentuk senyum simpul.

“Menelfon siapa hyung?” aku bertanya saat Lay hyung menempelkan ponselnya di samping telinganya.

Lay hyung baru saja akan menjawabku, “Eoh Min Gi-ah, apa kau lupa hari ini ada apa?”

Terjawab sudah pertanyaanku. Tapi, memangnya hari ini ada apa?

“Yaa nappeun neo. Geure, berhubung waktu kita tidak banyak maka aku tidak akan berbasa-basi. Cepatlah ke dorm kalau kau ingin ikut mengantarku ke bandara.”

“Sudah jangan banyak bicara. Hati-hati di jalan.”

Bip

Min Gi.. Min Gi.. Cho Min Gi.. Nama yang membuatku gila. Memikirkannya dalam 3 hari ini sudah seperti agenda wajib bagiku. Teringat bagaimana Lay hyung menitipkannya padaku. Aishh… kenapa harus padaku hyung?? Bukannya keberatan atau apa, aku hanya takut bahwa aku akan benar-benar ja—

“Yaa kenapa kau diam termenung menatapku begitu?”

“Ohaha anyia hyung.” Aku tertawa garing begitu tersadar dari lamunanku. Bagaikan ada secercah perasaan yang membuncah di dadaku mengetahui kalau Min Gi akan datang kemari. Seperti rasa senang yang sekaligus membuatku bingung. Yang jelas sekarang bibirku tak dapat henti-hentinya mengukir senyuman.

15 menit kemudian. . .

TuBiCo

A/N :

Huaaa I’m comeback!!! Seneng ga? (reader : biasa aja-_-) maaf banget yaaa aku hiatus ga bilang2 sebelumnya.. Fyuhh akhirnya bisa post chap ini. Waktu itu rencananya aku Cuma mau hiatus sekitar 2-3 minggu. Eh udah gitu charger si Lappy mati coba-__- jadi deh aku ga bisa post chap 5. Tapi ini udah aku buat penuh cinta yaa nih aku panjangin khand?? Tapi maaf ya kalo feel-nya kurang dapet.. hiks! dan juga maaf atas berserakannya typo saya hiks..

Makasih banget yaa buat yang udah baca dan udah nunggu ff aku. Aku ga akan php-in kalian kok hehehehe xD oke cukup cuaps nya. Silahkan komen yang banyak yaaa^^ as usual, your comment is my oxygen.. Jeongmal Gamsahamnida Yeorobun *bow with casts*

28 tanggapan untuk “[5th] Between The Boys”

  1. Huwaaa thoor..
    Kebetulan bgt, aq jg lg baca novel “So I Married the Anti-Fan”..^^
    Pdhl udh sebulan tu novel ngejogrok manis di kasur..tp gak smpet2 aq baca krn trlalu keasikan baca Fanfic..hehe.
    Tetap berkarya thor..fighting^^

  2. Huwaaaaahhh ini ffnya makin daebak aja nih thorr TERUS LANJUTIN!! jangan lama-lama ya thorr soalnya bentar lagi aku juga mau hiatus nihh *kok jadi curhat gini sih-_- hehehe AUTHOR JJANG!! FIGHTING!!!

  3. bagggguuussss bgt eeoooon…
    next chap.nya jgn lama2 y..
    kpngen cpet2 tau klanjutannya..

    eh.. ngmong2, ni nanti sampe 12 chap gitu y eon…?

  4. wahh,aku orang yang coment keberapa nih.Jadi penasaran sama “15 menit kemudian”emangnya mau ada apa tuh.Next chap nya kalau bisa publish cepat ya thor 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s