THE HOUSE ‘Akibat bergadang’ Kai version

The House ‘Akibat Bergadang’

Kai version

Asweety16| Horror (Insyaallah)| Kim Jongin sebagai Kai |Other castnya dapat Kalian temui sendiri ._.| Oneshoot| +13 tapi aman kok|Alur punya S-A-Y-A!! REMEMBER IT! THIS STORY IS MINE! Pemainnya milik tuhan dan keluarganya. Berletak di Indonesia # pelajar SMA ples agak adat kebetawian. Terinspirasi dari game -_-.

Note : HOLA!! Kita bertemu lagi disebuah cerita horor yang bakalan abstrak nantinya ._. . mengapa Kai menjadi cast utama? Disini adalah versi Kai tentang kecintaannya kepada game. Yang other cast itu kan nanti ada perempuan..tapi itu Oc ya.. DONT BE PLAGIATOR! AND SILENT READERS GO AWAY! YOU’RE PLACE IS NOT HERE!!

 

THANKYOU TO KAK RESTI FOR MAKE MY POSTER..

LEE YONG MI

Are you brave?

To playing me?

The Story is start..

—B#B—

“Masyaallah Kai! Ini udah jam berape?! Kenapa lu belum tidur?! SETOPIN DULU BISA KAGAK SIH? KAN BISA BESOK!”

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.49. terdapat seorang anak laki-laki yang sedang duduk dikursi meja belajarnya dengan laptop bermerk Vaio yang berada dihadapanya yang sedang menyala terang menerangi wajahnya. Anak lelaki itu bernama Kai. Tidak ketinggalan juga seorang wanita yang sedang memarahinya itu dibelakang sang laki-laki yang masih saja fokus kelayar laptop kesayangannya itu.

Kai masih saja menatapi layarnya itu tanpa rasa takut kepada kakak sepupunya yang memarahinya tadi. Wanita itu berkacak pinggang sambil melihati aktifitas Kai. Ia mendecak sebal. Namanya Maira. Ia adalah kakak sepupu Kai sekaligus pengganti ibu rumah tangga baginya dan beberapa saudaranya yang lainnya itu. Ia memang kakak tertua. Rambutnya yang tergerai dan memakai piyama bewarna putih dengan gambar keroro itu tidak membuat Kai takut karena hal ini sudah biasa.

“Tanggung mpok! Kurang satu sesi lagi nih!” Kai masih tidak mau menoleh kearah Maira.

“Maen apaan sih lu? Sampek malem begini mainnye? Emangnya pr lu-“

“Udah…”

“Ngaji-“

“Udah..

“Sikat gigi-“

“Udah..”

“Belajar-“

“Udah juga..”

“Nah Sholat?”

“Woles bae ah mpok! Aye udah ngerjain semuanya!” Maira mengernyitkan dahinya. Tumbennya Kai rajin. Lalu Maira segera menatap layar laptop Kai yang sedang menyala itu karena sedang Kai pakai sedari tadi.

“Subhanallah..lu bergadang sampek jam segini? Gara-gara maen begituan?! APA KATE DUNIE KAI!” Maira melebarkan matanya itu yang terbingkai oleh kacamata bewarna hitamnya itu.

“Koneksi wifi nya aje yang bala mpok! Aye baru makeknya jam lapan..”

“Lu beneran gak takut main ginian?”

“Ngapain takut? Ini kan game doang!”

“Tapi.. kata bang haji roma irama kan bergadang itu dilarang! Kalau bergadang biasanya ada akibatnye! Lu beneran gak takut?!” Perlu kita ketahui bahwa Kai sedang bermain sebuah permainan yang memacu ardenali mental ketakutan disetiap sesinya. Permainan itu adalah ‘The House’. Sekarang Kai berada di permainan ‘The House’ yang bagian dua dan sesi terakhir. Sekitar setengah jam yang lalu, ia sudah memainkan versi pertama.

“Lah apa hubungannye ame tuh bang haji? ‘kan ini game.. ngapain takut?” Kai segera menengok kearah Maira yang telah selesai berbicara tadi. Maira segera menggelengkan kepalanya pelan.

“Gue gak tanggung kalo bergadang yang lu sekarang lakuin ini bikin lu gak bisa bangun pagi buat sholat Subuh sama masuk jam sekolah-“

“Tenang mpok!! Aye gini-gini walaupun bergadang pun bisa bangun pagi..telat aje enggak tuh”

“Heran banget gue punya adek yang maniak sama mainan gituan..gue aja sampek parnoan bareng Sungmin kemaren -_-..” Maira bergumam sendiri saat ia masih melihat adik sepupunya itu bermain permainannya dengan serius.

“Haha..sumpeh malu-maluin tetangga mpok! Bang Luhan aje juga ikut panik gara-gara denger toaknya mpok sama bang Sungmin..” Maira menggelengkan kepalanya pelan mendengar jawaban Kai yang masih saja sibuk memainkan level terakhirnya itu.

“Terserah lu apa kate lu bae dah..yang terpenting, lu bisa bangun pagi sama gak telat sekolah. Gue gak tanggung juga lu telat gara-gara mobil ame motor udah ilang dibagasi-“

“Iye..”

“Abis itu..cabut kabel wifinya kalo udah selese main-“

“Iye selow mpok! Apa sih yang Kai gak bisa lakuin..” ‘Dasar bocah maniak game..’ Kai mendengar gumaman sang kakak sepupunya itu. Maira langsung beranjak keluar kamarnya Kai sekaligus orang yang sudah terlelap 30 menit yang lalu diranjangnya itu bernama Kyungsoo. Kyungsoo tidak terganggu oleh suara Maira yang sehabis memperingati Kai dengan suara yang agak keras itu karena memang dia sudah memasuki pulau mimpinya itu.

Kai hanya menggelengkan kepalanya itu sambil melihat kearah pintu yang sudah tertutuo kembali dengan rapat. Ia kembali melihat arah layarnya itu dan menguap. Tangannya yang sebelah kanan itu segera bergerak menuju mulut nya yang terbuka lebar itu. Ia sudah mengantuk.

Kabel wifi yang sedari tadi Kai pakai itu dicabut. Laptopnya juga sudah mati. Kita tidak tahu apakah ia memang sudah selesai memainkannya atau mencapai garis finish. Ia segera merentangkan kedua tangannya itu keatas dan kepalanya yang ia miringkan kekanan-kekiri tanda ia memang pegal.

Kai segera mematikan lampu kamar yang ia tempati itu didekat pintu dan segera juga merebahkan dirinya kekasur yang cukup besar untuk tiga orang itu. Oh bukan..sekarang hanya dua orang yang menempati kasur king size tersebut. Kai merebahkan dirinya cukup keras sehingga Kyungsoo sedikit terusik didalam mimpinya itu. Kyungsoo memang membelakanginya sambil memeluk guling empuk yang ia bawa dari rumah aslinya itu sebelum ia dititipkan kesini.

Kai segera memejamkan matanya perlahan-lahan lalu ia sudah terlelap dan segera menuju alam mimpinya.

—B#B—

Kai membuka matanya kembali. Ia mendapatkan sebuah lampu yang agak redup namun..langit-langit kamarnya menjadi kayu yang bewarna hitam kusam dan sedikit penghias ada sarang laba-labanya juga. Ia langsung terduduk. Ia tengok kesebelahnya ia tak mendapatkan Kyungsoo yang sedang tertidur maupun gulingnya. Kamarnya sangat berbeda. Lantai kamarnya itu menjadi kayu tua yang kusam dan kotor aakibat debu. Beberapa benda sudah kusam karena debu dan satu penghias yang ia lihat lagi yaitu sarang laba-laba. Disudut ruangan juga dipenuhi sarang laba-laba yang melambai-lambai. Ia menatap kamar yang benar-benar terkesan seperti rumah tak berpenghuni ini dengan was-was.

Kai langsung turun dari kasur dan segera berlari menuju pintu tua yang sedikit berdecit itu. Ia buka lebar-lebar. Apa yang ia lihat sungguhlah berbeda. Ia seperti dirumah yang tidak ada penghuni. Gelap, lampu-lampu sudah redup bahkan hampir mati. Ia langsung berlari menuju arah kanan untuk menuju ruangan yang ternyata adalah ruang tengah.

188

Ruangan ini..AHA! Kai memang telmi saking was-wasnya ia memikirkan dimana dirinya sekarang. Seperti yang kalian bayangkan dan Kai bayangkan, ini sama persis seperti permainan yang Kai mainkan tadi. Ya..ruangan ini hanya ada satu kursi sofa. Meja lemari yang berdempetan dengan tembok belakangnya itu. Satu foto dengan tiga orang yang sedang tersenyum juga diyakini itu adalah foto keluarga yang sederhana. Dan karpet merah yang bundar namun kusam.

Ia tak dapat percaya ini. Ini seperti dipermainan..

Kai berpikir sambil melihat disekelilingnya…

ada foto keluarga ya?…

AHA!! Kai baru sadar ini sama seperti yang ada dipermainan yang baru saja ia mainkan sebelum ia tertidur. Kai mematung didekat sofa. Oh mungkin sekitar 10 cm saja. Lalu ia berputar melihat ruangan itu. Tidak salah lagi..ini ruangan pertama dipermainan yang bernama ‘The House’ tapi versi kedua. Kai tidak salah liat. Di sofa itu terdapat secarik kertas juga.

Saking ketakutannya. Kakinya sungguh bergetar hebat. Sangat susah ia jalankan. Ia ingin menuju kearah sofa itu. Ia berjalan perlahan-lahan dan tangannya yang juga sedikit bergetar dan berkeringat itu segera terulur untuk mengambil kertas itu. Kertas itu sudah pudar dan sedikit kusam karena kertas ini memang sudah lama sehingga agak kotor dan terkesan surat yang sudah disimpan bertahun-tahun dan berkesan menyeramkan. Sesudah ia dapatkan,Kai segera menariknya lagi dan mundur beberapa langkah lagi atau kembali ketempat posisinya. Segeralah Kai baca.

15_thehouse2_jpg_627x1000_q85

 

Ini , surat yang ada di permainan itu. Sama persis. Lalu ia menelankan ludahnya gugup untuk menurunkan kertas itu dari hadapaanya.

ZINGG!!

capture-20130925-193936

Penampakan seseorang yang Kai lihat itu adalah seorang pelayan yang didaerah perutnya itu terdapat banyak darah. Wajahnya tak bisa ia lihat karena ruangan ini agak gelap. Kai melebarkan matanya karena saking ketakutannya melihat penampakan tersebut. Berada dihadapannya

Menghilang.. hantu itu sudah menghilang dan meninggalkan secarik kertas lagi. Kai segera menuju ke arah kertas yang baru saja muncul sehabis penampakkan itu hilang. Kertas yang tadi ia baca tadi juga dibawa. Dengan gugup ia segera mengambil secarik kertas itu.setelah ia mengambilnya ia segera mematung diposisinya yang berjongkok itu. Kalimat baru lagi. Kai membacanya dengan teliti.

capture-20130925-194141

Oh tidak..ia tahu bahwa ini kertas yang muncul akibat penampakan tadi. Sama halnya yang ia mainkan tadi. Kata-kata ini.. tulisan yang memang ada dipermainannya itu.

Lalu ia lirik lagi kekertas yang ia bawa lagi. Berubah..tulisan itu menjadi setengah dikit. Ia baca teliti lagi tulisan itu.

untitled+5

 

Kai menatap ngeri melihat kertas tersebut. Lihat? Tulisan itu sudah berubah beberapa detik yang lalu. Ia menelan ludahnya sangat takut bahkan keringat dinginnya sudah membasahi lehernya.

Kai melirik lagi kertas yang ia baru ambil. Kertas seperlima yang baru ia ambil berada ditangan kiri dan kertas yang ia ambil disofa itu berada ditangan kanannya. Belum berubah.. masih tetap sama.

Bau anyir dapat Kai rasakan setelah ia mencium bau tersebut selang ia sedang membaca kalimat secarik kertas yang baru namun ukurannya seperlima kertas tersebut. Ia mematung. Keringat dinginnya mulai bercucuran. Ia tengok kesumber bau yang ia cium sekarang…

Darah..

Darah itu berasal dari tembok yang mengalir dari bolongan tembok yang terdapat diatas foto berpigura itu dan mengenai foto pigura yang memajangi tiga orang itu. Kai perlahan langsung berdiri. Tiga langkah ia maju bersama kedua kertas yang berada dikedua tangannya. Kertas yang berada ditangan kananya itu segera ia pindahkan ketangan kirinya. Lalu ia mengambil foto itu ..

Perlahan foto itu ia lihat…

ZINGG!!

Ia langsung melemparkan foto keluarga yang ia lihat itu kelantai. Foto tadi berubah..Kai melihat gambar yang dipajang dipigura tersebut tidak mempunyai MATA?

Kai melihat lagi kertas yang ada ditangan kirinya itu dan melirik secarik kertas yang pertama ia ambil.

capture-20130925-194407

Lanjutan kalimat ini tercoret oleh darah.

Darah? Kai segera menoleh perlahan-lahan kearah sofa yang tidak jauh darinya itu..

ZINGG!!

Kai segera melemparkan kertas itu dan segera berlari kencang keluar dari ruangan ini. Sebelum ia lari, ia melihat seorang maid zaman dahulu yang tengah duduk di sofa. Hantu maid yang menampakkan dirinya sedang duduk tadi membuat Kai menjerit ketakutan dan segera berlari.

Ia sudah mencapai lorong-lorong dan melewati semua ruangan.

Bunyi lagu ini.. ia segera memberhentikan kakinya untuk berlari tadi. Ia tadi memang sudah melewati ruangan yang memunculkan sebuah lagu ini. Ia segera memutarkan badannya perlahan-lahan. Keringat dinginnya sudah kemabli mengguyurnya. Sungguh.. dia benar-benar nekat untuk membalikkan badannya..

ZINGG!!

Kai langsung melesat lagi kearah yang ia tunda tadi. Seorang anak kecil dengan menampakkan wajahnya yang amat seram. Tersenyum dengan bibir yang penuh darah dan matanya yang hitam.

Berlari..berlari..berlari..

Sampai ia sudah dilorong..ia berhenti sejenak karena lampu agak redup- redup dan redup.. seperti lampu yang akan mati. Tiba-tiba secarik kertas melayang dihadapannya dan jatuh tepat pada depan kaki tyang tidak memakai alas kaki sama sekalipun sedari tadi.

Kai langsung mengambilnya dan kemabli berdiri lagi sambil memperhatikan setiap kata-perkata ditulisan secarik kertas itu.

the house

Kai ingat. Ini adalah secarik kertas dipermainan ‘The House’ versi kesatu. Bagian terakhir dari cerita itu. Lampu meredup-redup. Lalu ia melihat lampu satu-satunya yang sedang meredup itu lalu…

TIK!

Semua gelap.

“Hei! Dimana saklarnya!!” Kai meraba-raba setiap dinding samping kanan-kirinya. saat ia sedang meraba ditembok samping kanannya itu. Ia mendapatkan sebuah benda yang sepertinya tombol atau saklar lampu itu.

TIK!

Lampu sudah menyala kembali.

Dihadapan Kai ada seorang wanita yang berambut panjang wajahnya tak terlihat karena wajahnya tertutup rambut. Perlahan-lahan wanita itu memperlihatkan wajahnya. Kai mematung.. ia tak bisa berkedip karena shock.. dan akhirnya..

2

“AAAAAAAA!!!!!!!”

“KAI!! BANGUN! MAU SHOLAT KAGAK SIH!!”

Kai membuka matanya dengan cepat. Ia lihat seseorang yang memakai kopiah bundar dan lampu yang bewarna oranye itu meneranginya. Namun lampu itu sedikit terhalangi oleh pandangan seseorang itu. Kai mengerjap-ngerjapkan matanya. Bayang-bayangannya yang tadinya memudar itu segera menyatu. Itu Luhan.

“Bang Luhan?!”

“Heh! Udah jam berapa ini hah!! Lu mau gue dimarahin mpok Maira gara-gara gue gak bisa bangunin lu hah!!”

Kai melirik jam yang ada di atas pintu kamarnya itu.

04.48

Jam dinding sekarang sudah menunjukkan pagi subuh. Kai mendesah lega. Badannya benar-benar berkerigat. Berarti? Ini hanya mimpi.. syukurlah. Kai mengelus-ngelus dadanya itu. Ia segera duduk dari posisi tidurnya tadi. Piyamanya seperti baju habis dicuci.

“Bang gue ganti baju dulu ye?”

Kai segera beranjak dari tempat tidurnya itu. Tunggu.. dimana Kyungsoo? Kai tidak memperdulikannya. Ia hanya ingin segera mengganti piyamanya itu dengan baju untuk shalat subuh nanti.

Luhan tak bergeming. Dan hanya menatap Kai menuju kamar mandi. Ia menggelengkan sebentar.

spa-ide-kamar-mandi-minimalis

Akhirnya Kai sudah sampai dikamar mandinya –dan Kyungsoo-. Ia segera mencuci wajahnya dari air wastafel yang ia nyalakan tadi. Kai mengusap-ngusap wajahnya dengan air yang sudah ia tangkupkan ketangannya. Setelah ia selesai membasuh wajahnya itu, langsung menuju kloset yang bersebelahan dengan wastafel.

Kai bingung mengapa kloset ini tak biasanya mengeluarkan air dan hanya ada suara seperti kloset rusak. Apakah memang kloset ini sudah rusak? Dia ingat bahwa kloset ini sehabis dibersihkan oleh Kyungsoo dan Sehun akibat mereka berdua membuat onar yang melibatkan kakak sepupu tertuanya-atau kakak dari Chanyeol-sehingga mereka berdua dihukum membersihkan seluruh toilet yang ada dirumah ini.

Kloset itu dicoba lagi tetapi sama saja tetap berbunyi layaknya kloset yang rusak akibat tidak ada air. Ia berdecak kesal sambil menaruh kedua tangannya itu di masing-masing sisi pinggangnya.

Kai menoleh kearah wastafel disamping kanannya yang mengeluarkan airnya itu tapi..

Air yang dikeluarkan oleh mulut kran air itu bukan air biasa..melainkan

Darah..

Akhirnya Kai terpaku menatap darah yang semakin memenuhi wadah wastafel. Air yang mengalir sekarang atau darah kental yang keluar dari kran tadi sudah tumpah melewati batas wadah wastafel. Tidak ada berhentinya darah itu mengalir. Kai berjalan mundur selangkah.

Tidak mungkin..

Lalu ia mencoba kloset kamar mandinya yang sudah berada disampingnya atau Kai yang sudah berada disampingnya.

Kai shock.. klosetnya juga dialiri darah. Darah itu semakin naik,naik dan naik sama seperti wastafel kamar mandinya itu.  Melewati batas wadah kloset. Tak mungkin ini seperti permainan yang ada ‘The House’ itu. Ia ingat bahwa ini seperti dibagian The Bathroom versi kedua itu. Ia memejamkan matanya sejenak dan membukanya perlahan lagi. Secarik kertas kecil seperlima mengambang di air darah wastafel yang sedang bertumpahan mengaliri lantai kamar mandinya itu. Kai ragu mengambil secarik kertas itu.

Berhasil.. Kai sudah berhasil mengambil kertas itu. Lalu ia meneliti setiap kata-kata kertas yang ia pegang sekarang.

maxresdefault


Setelah Kai membaca secarik kertas itu, ia melihat disekelilingnya sudah bertuliskan ‘FOR GIVE ME’ dengan tulisan darah. Tembok-tembok kamar mandinya bertuliskan kata-kata itu. Terkejut? Tentu saja Kai terkejut.. kebetulan dikamar mandinya ada tirai yang tertutup. Dengan perlahan-lahan.. ia menuju kearah tirai tertutup itu yang berada disamping wastafel.

Tangannya sudah menggapai tirai bewarna whte soft itu. Dengan cepat ia menggeserkan tirai kamar mandinya..

Jantungnya hampir copot ketika melihat kaki melayang dan melambai-lambai perlahan-lahan. oh tidak.. ini adalah seseorang yang gantung diri seperti permainan itu. Dengan cepat ia berbalik untuk kabur namun ada yang menghalanginya. Seorang wanita dengan baju dress gadis kuno dengan rambut yang menjuntai kebawah tanpa memperlihatkan wajahnya.

Kai mematung sejenak lalu..

“AAAAAAAAAAAA!!!!!”

“HAAH!”

“Eh? ternyata lu udah bangun? Lu bikin kuping gue pengeng aja..” Kai yang berposisi tangan melipat diatas meja itu segera melihat sekelilingnya. Sekarang kai berposisi duduk tegap dengan wajah yang sedikit tegang.

Ini? kelas? Sungguhkah ia dikelas atau disekolahnya?

Ia melihat bajunya..seragam? Kai melihat Chanyeol sedang merapihkan tasnya. Sebentar..mengapa tidak ada anak-anak siswa maupun siswi disini?

“Eh? kok sepi ye?” Chanyeol segera menengok sebentar kearah Kai dan segera membenahi tasnya kembali.

“Lu sih nyenyak banget tidur nya..”

“Kenapa emangnya?”

“Tadi sekolah ngumumin kalau sekarang itu ada rapat dan tentu saja pulang lebih cepat..” Chanyeol menoleh lagi kearah Kai lalu membereskan tasnya kembali untuk mengecek semua barangnya.

“Masa?-“

“KAI!YOYOL! SORRY LAMA YE~”

Dari arah dedaunan pintu terdapat seorang wanita berkerudung paris putih dan kacamata hitam yang sedang merangkul tas hitamnya sedang memanggil Chanyeol dan Kai. Sontak mereka berdua refleks melihat kearah seorang wanita yang lebih tepatnya kakak kelasnya.

“Enggak kok! Yoyol baru aja selesai^^” Kai bergidik ngeri kepada Chanyeol yang mengucapkan kata-kata anak kecil yang dibuatnya. ‘Ih..siapa lo?gue gak kenal sama lo..’ mungkin itu yang kita bisa liat dari raut wajah Kai.

“Kai udah belom?”

“Ah? Udah dong! Sebelum tidur pun aye udah beresin sebelum sholat^^” Kai dan Chanyeol segera beranjak setelah memebereskan tas mereka masing-masing. Lalu mereka berdua sudah sampai diposisi wanita itu. Oh ya ampun.. wanita itu adalah Maira.

“Tidur?-“Maira menyipitkan matanya kearah Kai.

“Bang ikan sama bang listrik mana mpok? Kok tumben gak sama mpok?”

“Mereka berdua langsung capcus keparkiran bae~ sebenernya gue ogah sih dateng kekelas kalian berdua tapi yah gue diancem takut ditinggal ama sepupu-sepupu miring lu itu-_-“

“Eh eh.. itu kan sepupu mpok juga.. sadis amet lu mpok..”

“Biarin..sebel gue-_- mentang-mentang gue fobia sama nyetir sendiri mereka pada tega biarin gue naik ojek,uang gue menipis gara-gara si Chen-Chan gak bawa uang-_-“ Maira memperjelaskan pernyataan yang ia alami tadi.

“Udah deh.. mending kita segera turun deh.. dari pada kita ditinggaldan eh? semuanya di parkiran kan?”

“Iya… udah ah cepet!! Nanti kita disuruh naik ojek!!”

Akhirnya Maira segera menarik kedua bocah tadi yang sehabis mengobrol sejenak setelah Kai telah menanyakan pertanyaan kepada Maira. Mereka seudah meninggalkan kelas Kai sekaligus Chanyeol itu.

Sepi..

Bangku-bangku sudah rapih dan tidak ada sama sekalipun penghuni sama sekali..

Sejenak ada suara musik mengalun..

Diujung sudut kelas terdapat kotak musik yang mengalunkan sebuah lagu untuk ..

Sumber musik pengantar tidur ..

Yang begitu penuh misteri..

Yang terdapat disuatu tempat..

Di suatu ruangan gelap..

The House..

F I N

OMG!!! IM COMEBACK!^^ INI ADALAH FF HOROR SAYA PLES PERTAMA.. YANG MUNGKIN TIDAK MENYERAMKAN KARENA BARU PERMULAAN ._. . UNTUK GAMBAR MAAFKAN SAYA KARENA ADA KURSOR NYA YA? HEHE AKU SCREEN SHOOT PAKEK PHOTOSCAPE DAN YANG LAINNYA AKU SUSAH PAYAH CARI DI GOOGLE..MAAF JIKA GAMBARNYA JUGA YAH BEGITULAHT~T SOUNDTRACK NYA GAK KETEMU JUGA -_-..

RCL PLEASE.. SAYA SANGAT SENANG JIKA KALIAN MEMBERI TANGGAPAN ..

FOLLOW @my_nmASW & @my_ASW16 #promosibok~

INI MALAM MINGGU KAH? ._. #soundtrackhororon

48 tanggapan untuk “THE HOUSE ‘Akibat bergadang’ Kai version”

  1. Gilak thor ini ff apalah-apalah T_T dijamin ntar malem ga berani ke kamar mandi sendirian._.v tuh foto-fotonya apalagee beuu._. Ga brani liatnya.. bawaannya langsung pengen nge-skip xD Good Job thorr ditunggu ff lainnya^^

  2. kai maniak banget -_- o ya pas foto cewe yg rambut panjang tuh gw dh tau tapi ga berani ngeliat lagi trauma sumpeh.. -_- gw liatin aja ke adek jadinya tereak tereak gajelas -_- btw jan dikasih poto nape T.T keren thorr

    1. ya begitulah, aku suka yang aneh-aneh, abis main game itu jadinya ffnya kebuat deh~ tapi kalau main pasti sama kakak atau temen. Aku gak berani sendiri. Btw terimakasih telah meninggalkan jejak ^^

  3. Thor nih epep crita nya g terlalu nyeremin, tp yg bikin gw triak” g jls tuh GAMBAR nya!!! Ga usah pake gambar jg kaleeee… Gw ud pernah sih maenin the house sm tmn” d sklh dan itu berhasil bikin gw triak” *tiba” curhat :p

    Pokok nya nice epep! Di tunggu epep lain ny 😀

  4. Padahal gua bacanya siang hari tapi tetep aja bikin takut , emang dasarnya gua parnoan sih -.-”

    Sumpah bikin deg deg an aja thor , apalagi noh ada gambarnya ,bikin trauma , nyeremin gambarnya . Tu kayaknya game nya nyeremin, kgak mau coba” mainin deh , baca versi fic nya aja udah bkin deg deg an ,,, pkok nya keren thor ,, keep writing!

    1. kebelet kali kak wkwkwk 😀
      Aku udah ngunjungi Sinthai House, malah udh mau klik tulisan The House 2005 yg di pilihan The House itu looh ….
      tapi sayang, temenku takut akhirnya gajadi 😥

  5. Jadi takut mainan itu lafi thor –” serem bat set dah.. klo aku ama kai disitu pasti aku ama kai pelukan hahahhaha keep writting

  6. aku udh pernah mainin game ini dilaptop kakak aku….emg serem sih aku aja sampe kabur dari kamarku trus ngumpet dikamar kakak aku hehehe….bagus thor ni ff, bikin aku pgn mainin game ini lgi kgn sma setnnya (?)

  7. Boleh-boleh silahkan ^^

    Apa? serem? masa? yang mainan aslinya tuh yang serem.. lebih mainstreamnya juga kalau main sendiri di ruangan gelap ._. . itu emang mainan kok.. cari aja the house… main ayo main..

    Wah sampai nunggu ff horor lagi ya ._. aku usahakan.. makasih ya udah berkunjung dan komen^^ tunggu ff selanjutnya ^^

  8. Izin press di Facebook ne thor !! ^^)v

    Thor ! Mentang-mentang nae lagi sendiri baca ini … Aigoo …. Seram banget thor !!! >. Nae itu paling takut sama gambar2nya masa. Tapi game The house itu beneran ? Koh nae jadi kepengen main ne tapi takut -,-

    Ditunggu FF horror selanjutnya, Keep writing and FIGHTING !! (^o^)/

    1. Iya hehe.. aku emang ambil yang kedua sama nyempil the house ke satu -_- . Aku agak takut juga main gituan sendiri mangkanya aku mainnya sama kakak atau temen. Thanks to step my story ^^ tunggu yang lainnya ya^^

    1. ih kok gitu ._. apa gara-gara main yang di bathroom ya? aku malah dulu pertama main sampai ngerjain pr sambil nyalain tv gara-gara ketakutan sendiri-_- thanks to step my story^^

  9. ih sumpah serem tor.. bahasanya betawi banget.. jadi inget masa kecil waktu rajin banget ngomong ‘bagen’ pas di omelin nyokap.. haha^^
    ngomog-ngomong itu game beneran kan?? aku mau coba ah.. yeyeye^^ 😉

    1. Bukan.. itu game nya shintai the house.. made in thailand..#lagi-_- ayo rasakan sensasinya dear~ greget banget main begituan.+. thanks to step my story and thanks to comment my story^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s