[Sequel of Always Be Mine] Forever Be Mine

Forever Be Mine

Author : Nana Kim (nanakim1266)

Genre : Romance

Main Casting :

☆Xi Luhan

☆Min Ah Yeon

Cameo :

☆Find it by your self ^^

Rating : PG-13

Length : One Shoot

Summary :

Suatu hari, aku ingin melihatmu dalam balutan kain putih dengan kepala yang berhias bunga. Kau datang ke arahku. Bersama kita ucapkan janji suci.

OST / Song(s) Recommendation :

EXO – Don’t go (나비소녀)

PREVIOUS STORY

Always Be Mine

-Happy Reading^^-

Hari yang bahagia untuk para siswa Kangjoo SHS. Mereka semua menggunakan seragam kuning dengan membawa sebuah lembaran bertuliskan ‘Lulus’. Tangis, bahagia, tawa bercampur aduk di ruang aula Kangjoo SHS.

Min Ah Yeon, tentu saja ia tidak terlupakan. Ia duduk bersebelahan dengan Sehee. Sedari tadi Sehee tak berhenti menangis. Ia menangisi sesuatu yang akan pergi, sahabat kecilnya akan pergi.

“Ahyeon-ah”

“Sehee-ya”

“Aku berjanji, kita akan bertemu lagi. Percayalah Ahyeon-ah, ini bukan perpisahan untuk selamanya” Ahyeon memberikan sebuah pelukan ke sahabatnya tersebut. Sehee kecil yang dulu menjadi teman sepermainannya akan pergi untuk meneruskan pendidikan di Amerika.

“Jika Luhan oppa menyakitimu lagi, panggil aku Ahyeon-ah. Aku akan memberinya pelajaran dengan jurusku”

“Terima kasih Sehee-ya, cepatlah kembali”

“Aku ingat janjiku”

Bagi Ahyeon hari ini adalah hari sebuah pintu perpisahan terbuka. Kini ia tidak dapat melihat sahabatnya lagi, orang yang selalu memberikan dukungan dari belakang. Wajahmu tak dapat berbohong pada hari itu, air matamu akan keluar tanpa seizinmu.

“Selamat, kau lulus, Min Ah Yeon” Luhan menghampiri tempat duduk Ahyeon. Membuat Ahyeon terkejut di tempat. Begitupun dengan siswa-siswa lainnya.

Sudah pasti pesan video Luhan sudah menyebar, kali ini pasangan Ahyeon-Luhan menjadi sebuah topik hangat di kalangan para netizen & juga fans Luhan.

“Terima kasih, Lulu”

******

Luhan duduk di samping Luhan. Pasangan itu menjadi pusat perhatian para siswa lainnya. Ada beberapa siswa yang sibuk mengambil foto Luhan, ada yang sibuk menenangkan diri dari kecemburuan.

“Semua mata memandang kita”

“Mereka hanya iri” Luhan menggenggam tangan yeojachingunya, mengembangkan senyuman manis hanya untuk yeojachingunya. Ahyeon pun kembali membalas senyuman Luhan.

“Lulu, aku bosan.. aku ingin jalan-jalan” rengek Ahyeon. Aegyo Ahyeon sukses meyakinkan Luhan untuk mengajak jalan Ahyeon. Luhan mengangguk-angguk. Mereka berdua langsung keluar diam-diam.

Angin yang berhembus sepoi-sepoi membawa terbang daun-daun kering di ranting. Mereka berdua cukup menikmati waktu berdua mereka di halaman sekolah Kangjoo SHS yang begitu rindang akan tanaman hijau.

Dengan tangan yang bergandeng, Ahyeon & Luhan menelurusuri taman di Kangjoo SHS.

“Lulu, kau tidak bawa sesuatu ?” tanya Ahyeon.

“Bawa apa ?”

Ahyeon menatap Luhan dengan penuh kecemberutan. Tanpa mengerti apa maksud Ahyeon, wajah nanar terkembang di wajah Luhan.

“Hadiah kelulusanku” Luhan tertawa mendengar jawaban Ahyeon. Ia mencubit kedua pipi Ahyeon.

“Maafkan aku, aku lupa”

“Kau terlalu banyak lupanya” Langkah Ahyeon lebih dulu dari Luhan. Ahyeon meninggalkan Luhan & jalan lebih dulu.

Luhan menghampiri Ahyeon, memeluk Ahyeon dari belakang & meletakan dagunya di pundak Ahyeon.

“Maafkan aku Yeonnie, aku benar-benar lupa. Aku akan kirim hadiah kelulusanmu besok. Jangan marah lagi oke ?”

“Oke, besok janji ya ?”

“Janji”

Masih dengan posisi yang sama, Luhan yang memeluk hangat gadisnya dari belakang. Ahyeon pun merasa nyaman berada dalam dekapan Luhan, lelaki yang paling di cintainya lebih dari lelaki lainnya.

******

“Tidurlah, besok harimu akan lebih cerah dari biasanya”

Sebelum tidur, Ahyeon mendapatkan kecupan di dahi dari Luhan. Cukup lama juga bibir Luhan mengecup dahi Ahyeon. Kecupan dahi yang terkandung kasih sayang orang yang saling mencintai.

“Aku akan antar hadiahmu besok, tidak usah khawatir”

“Setiap hari kau sudah memberiku hadiah lulu, hadiah dari dalam hatimu. Jiwa cintamu yang tulus kepadaku”

“Aku belum sepenuhnya menjadi milikmu Yeonnie”

“Aku tau itu, kita memang belum sepenuhnya memiliki” Ahyeon mendesah berat. Ujung bibir Luhan terangkat, tangannya mengusap rambut hitam Ahyeon.

“Tunggu saja, akan ada hari di mana kita mengucapkan janji suci bersama” Senyum nan manis di kembangkan oleh Ahyeon.

Luhan pergi meninggalkan Ahyeon. Pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobil sedan hitamnya.

******

Beberapa bunga yang indah memakai mahkota dengan variasi warna. Begitu harum ketika di hirup. Pagi itu adalah hari sabtu. Hari pertama liburan para siswa-siswi.

Sinar fajar bagaikan alarm alam, membangunkan semua orang dari waktu istirahat mereka.

Ahyeon sudah rapi dalam balutan kemeja putih & jeans di kakinya. Rambutnya tergontai-gontai ke kanan-kiri ketika ia berjalan. Dengan tangan yang membawa makanan, ia duduk manis di ruang televisi sambil menonton acara pagi.

Ting Tong

Suara bel rumah berbunyi, siapa yang datang di hari sepagi ini ?

Kiriman hadiah.

Ternyata Ahyeon mendapat sebuah kiriman yang tak di ketahui siapa pengirimnya.

Sebuah kotak berwarna cream yang berhiaskan pita putih tergeletak di depan meja ruang televisi. Mata Ahyeon menatap diam benda mati tersebut. Ahyeon masih memiliki perasaan ragu-ragu untuk membukanya. Pikirnya barang itu tak terlalu penting.

“Kukira orang tak suka mengirim paket begitu pagi” gumam Ahyeon.

Begitu penasaran dengan kotak besar tersebut, akhrinya kepercayaan Ahyeon sudah berkumpul. Di bukanya kotak nan misterius yang menjadi teka-teki sepanjang kotak itu tiba di rumahnya.

Sebuah kain, tepatnya kain berwarna putih yang sepertinya begitu tebal hingga memenuhi semua sisi kotak misterius.

Di atas kain putih terdapat secarik kertas yang terlipat menjadi dua. Sebelum membuka kertas tersebut, Ahyeon terlebih dahulu memusatkan perhatiannya kepada kain putih.

Kain putih yang memenuhi seluruh sisi kotak misterius itu adalah sebuah gaun. Bukanlah gaun biasa, melainkan gaun putih yang indah. Siapa yang mengirim gaun ini ?

“Gaun ?” Ahyeon segera membuka secarik kertas tadi. Pengirimnya ada pada kertas tersebut.

Air mata menembus kelopak matanya, tangisannya sudah tak dapat tertahankan. Ahyeon menangis seusai membaca sepucuk surat di dalam kotak misterius. Sebenarnya apa kata-kata di dalam kertas tersebut hingga membuat lumpuh pertahanan air mata Ahyeon ?

Ahyeon langsung melesat ke dalam kamarnya.

Min Ah Yeon,

Kau tau apa ini ? Namjamu bukanlah seseorang yang suka mengingkari janjinya. Terlebih dengan orang yang di cintainya.

Selamat, kau telah lulus. Ini adalah hadiah kelulusanmu. Semoga kau menyukainya lebih dari apapun.

Aku mencintaimu, aku mencintaimu.. sudah berapa kali aku mengatakannya ya ? Berapapun kalimat ‘Aku mencintaimu’  terucap dari dalam hatiku, itulah saat dimana aku mengucapkan sebuah janji. Janji antar aku & pengutus takdir untuk selalu mencintaimu. Meminta izinnya untuk terus mencintai gadis yang kucintai.

Tapi itu hanya janji sementara.

Yeonnie, jika aku tidak pernah bertemu dirimu aku tak dapat merasakan sebuah kebahagiaan.

Semua perasaan bercampur aduk menjadi satu. Hal yang tak pernah mungkin kurasakan jika takdir tak mempertemukanku denganmu.

Bersama gadis yang kucintai selama ini adalah sebuah mimpi indah di dalam malam berbintang. Pesona senyumannya bagaikan bunga tulip yang mekar.

Jika waktu seluruh dunia terhentikan, cintaku tak akan berhenti memberikan cinta untukmu.

Jika matahari berhenti menyinari dunia, aku akan menyinarimu dengan peneranganku.

Jika kita memang di takdirkan untuk bersama, maka kau tidak boleh menentangnya.

Untuk saat ini aku ingin ucapkan ‘Aku mencintaimu’ bersama denganmu, di bawah sebuah janji suci yang mengikatkan kita berdua.

Min Ah Yeon, pakailah gaun indah ini & temui aku di gereja biasa. Hari ini juga, kita ucapkan janji suci bersama. Berjanji untuk mencintai satu sama lain sampai waktu menghentikan nyawa kita.

Jadilah pendamping hidupku, Min Ah Yeon.

Mobil hitam terparkir tepat di depan gereja. Ahyeon segera berlarian menuju gereja dengan membawa hadiah pemberian Luhan.

Seorang lelaki berdiri di depan altar. Lelaki berselimutkan tuxedo itu menoleh ke arah Ahyeon. Tak lain lelaki itu adalah Luhan.

“Kau sudah sampai ?”

Ahyeon menghampiri altar gereja sambil mengangkat gaun panjang yang dapat menghambat jalannya. Ia menatap Luhan, mengelap air matanya.

“Lulu, kau tidak bercanda kan ?” isak Ahyeon.

“Aku tidak pandai bercanda”

Ahyeon memeluk Luhan. Pelukannya begitu kencang, ia menangis di dalam pelukan Luhan. Luhan menepuk-nepuk pundak Ahyeon, kemudian mencium kening Ahyeon.

“Kau siap ?”

“Apapun untukmu, aku selalu siap”

Datanglah seorang pendeta dari arah barat gereja. Luhan & Ahyeon berdiri berdampingan di depan altar. Berjuta-juta ketegangan & juga kebahagian tak luput dari perasaan mereka.

Sudah tak ada janji sementara lagi.. cinta yang tulus akan selalu mengalir di antara Ahyeon & Luhan.

Terima kasih,Yeonni

THE END

27 tanggapan untuk “[Sequel of Always Be Mine] Forever Be Mine”

  1. Ceritanya bangus bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeet, pengen deh punya namja chingu kaya’ luhan oppa 🙂 romantis bangeet 🙂 🙂

  2. so sweet banget thor!
    harusnya itu bukqn ahyeon, tapi aku *ehh #ngarep-,-
    Keep writing and fighting thor!
    Daebak! ^^)b

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s