ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 9)

 

 

Judul      : ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 9)

Author    : Megumi_Chan

Genre    : Supernatural, Fantasy, SchoolLife, Action, Drama, Love,     Humor(sedikit), Sad (a few, maybe)

Length    : Parts

Rating    : General Audience

Main cast:


META/OC/YOU

(LIGHTNING)

 

KAI/EXO-K

(TELEPORTATION)

 

YOONA/SNSD

(FLAME)

 

BAEKHYUN/EXO-K

(LIGHT)

SYIFA/OC/YOU

(TIME CONTROL)

 

LUHAN/EXO-M

(TELEPATHY)

 

TAEYEON/SNSD

(WATER)

 

D.O/EXO-K

(EARTH)

INDAH/OC/YOU

(HEALING)

 

KRIS/EXO-M

(FLIGHT)

 

YURI/SNSD

(FROST)

 

SEHUN/EXO-K

(WIND)

 


 

~ HAPPY READING…. :* ^^ ~

~’*PART 9*’~

 

Indah sendirian di ayunan belakang sekolah. Sambil mengunyah rotinya, dia mencoba menenangkan pikirannya yang sudah penuh terisi berbagai macam hal.

Sesaat memejamkan matanya, sesaat lagi membuka matanya. “Apa itu ?” pikirnya. Ada sinar yang mengganggu matanya. Walaupun Indah mencoba memejamkan matanya, namun sinar yang berasal dari bawah pohon itu masih mengganggu.

Baru saja akan pergi, tiba-tiba disekitarnya terlihat lenyap dan kosong. Hanya putih yang mengelilinginya. Indah membalikkan badannya menatap sinar tadi, hanya itu yang masih terlihat dan tak menghilang. Indah lalu berjalan perlahan mendekati sinar itu, mengambilnya dengan slow…

“Berlian ?” herannya. Saat itu pula Indah kembali ditaman belakang sekolah. Indah merasa merinding. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Indah menggenggam erat berlian itu. Apa ini ada hubungannya dengan Lie ?.

 

“Apa yang kamu lakukan sendirian disini ?”

“Kris ?. dengan siapa kamu disini ?” Indah memasukkan berlian itu kedalam sakunya.

“Hay, lama tak bicara denganmu…” seorang wanita datang dari belakang Kris.

Indah menatapnya aneh. “Kris  ? kau bersama Yuri ?” Kris mengangguk. Lalu memutar kepalanya menatap Yuri, begitu juga dengan Yuri, dan tersenyum.

“Kami sudah resmi pacaran” Kata Kris tersenyum.

“Kalian…? … pacaran… ?…”

Kris dan Yuri bersamaan mengangguk.

 

Srrkk…

Sobek. Rasanya ada yang sobek dihati Indah, hingga membuatnya sendiri takut dengan sobekan itu.

“Aku… harus kembali keasrama” Kaku. Indah pergi meninggalkan mereka. Merasakan degup jantungnya. Apa yang terjadi padaku? Mengapa terasa sakit disini …

 

~’**’~

 

Menjelang senja, Luhan dan Taeyeon berada di taman awan, menaiki awan seperti dahulu. Luhan mencari-cari cincin yang sudah disiapkannya sebelum bertemu dengan Taeyeon di taman.

“Luhan…” panggil Taeyeon.

“Ya ?” jawab Luhan. Luhan sedikit berdesah hingga akhirnya ada yang menyangkut dicari jempolnya.Yah.. ini cincinnya.

“Luhan, kita…”

Luhan menarik tangan Taeyeon, hendak memasangkan cincin yang kini berada diujung jemari Taeyeon. Taeyeon mengepal tangannya dan menarik ulur tangannya dari luhan.

“…putus…”

 

Klingg…

Bersamaan saat cincin itu jatuh, tangan Luhan juga terjatuh.

“Kita berakhir…”

“a… apa yang kau katakan ?” Luhan mencoba tertawa, mungkin ada sesuatu yang salah ditelinganya.

“Kau tau apa yang kukatakan. Sebelumnya, aku sudah pernah mengatakan akan mengakhirinya. Kau tentu mengingat itu”Taeyeon tersenyum.

Luhan diam. apa yang harus dikatakannya saat berada dalam keadaan begini ?. apa yang bisa diucapkannya ?.

 

“Mulai sekarang, kita hanya akan menjadi teman. Dan kurasa, itu lebih baik bagi kita” Ucap Taeyeon pelan. Lalu membiarkan Luhan sendiri.

Senyum Taeyeon mereda saat sudah cukup jauh dari Luhan. Mungkin ini yang terbaik…

 

“Taeyeon ?” Sehun menatap Taeyeon yang sedari tadi tampak lesu.

Taeyeon merasa lelah dan tak berdaya, lalu memeluk Sehun. Sehun balas memeluknya, sedikit menepuk-nepuk kepalanya. Sambil memejamkan mata, Taeyeon melepaskan penatnya dalam pelukan itu.

“Sudah berakhir…” lirih Taeyeon, semakin erat memejamkan matanya. Karena jika tak terpejam, maka air mata itu tak bisa tertahankan.

Sehun mengerti maksud perkataan Taeyeon. “jika ini yang terbaik menurutmu, maka jangan menangis…”

“Tidak… aku tak menangis…”

Sehun memegang kedua pundak Taeyeon. Taeyeon mengangkat kepalanya, perlahan matanya terbuka dan menatap mata lelaki yang ada didepannya itu. Apa ada yang salah ?. mengapa aku merasa ada yang aneh denganku. Batinnya.

“Lalu, berhentilah bersedih… karena aku akan membuatmu bahagia. “ Kata Sehun tanpa sadar. Apa yang baru saja kukatakan ?…

 

Taeyeon terdiam mendengar penuturan itu. semua pikiran yang mengganggunya seolah menghilang. Tayeon mendekatkan wajahnya pada wajah Sehun. Sehun yang masih berfikir dengan kata-kata yang diucapkannya, baru menyadari ada sesuatu yang menyentuh bibirnya.

Taeyeon menjauhkan wajahnya. “mm..maaf” berlari meninggalkan sehun.

Sehun masih terdiam kaku. Setelah berfikir ‘Apa yang baru saja kukatakan?’, kini pikirannya berubah menjadi, ‘Apa yang baru saja kami lakukan ?’

 

~’**’~

 

 

Sudah sangat malam. Indah masih berdiri di balkon sekolah ditingkat dua. Masih melamun saja. Mengapa aku merasa sesepi ini ?. mengapa aku merasa sederita ini ?. mengapa aku merasa seperti ini?. Sobekan dihatinya seperti tak dapat diobati lagi karena sudah terlalu dalam. Indah masih terus berfikir. Dan selama itu, yang dia sadari… aku menyukainya, aku mencintai Kris…

 

“Indah ?” Meta segera menghampiri Indah. Meta memang sering berjalan-jalan dimalam hari. Tapi, tidak untuk Indah. Untuk pertama kalinya Meta melihat indah diluar malam-malam, segelap ini.

Indah diam saja saat Meta berdiri disampingnya.

“kenapa malam-malam begini kau keluar?. Kau tak seperti biasanya”

Indah menarik nafasnya dalam-dalam “Aku hanya…” Indah menggantung kalimatnya, rasanya ini bukan hal buruk untuk meminta pendapatnya. “Meta, bagaimana jika lelaki yang kau sukai itu, bersama dengan wanita lain ?. apa yang akan kau rasakan ?” lanjut Indah.

Meta menatap langit. “aku akan merasa… seperti sesuatu yang tajam menusuk dijantungku. Jika itu adalah duri, maka akan susah untuk mencabutnya.” Pendapat Meta yang sebenarnya belum pernah merasakan hal semacam itu. “Ada apa ? kau tiba-tiba begini, membuatku sedikit heran.”

Indah diam tak mendengar pertanyaan Meta sama sekali.

“Indah…” panggil Meta, namun Indah tak menjawabnya, tak mendengarnya.

“Meta, lelaki yang kau sukai itu, Luhan kan ?”

Meta terbelalak kaget. Apa Indah mengetahuinya ?.

“Aku tau saat Luhan membawa kembali buku yang kau pinjamkan padanya.” Indah masih berwajah datar saat mampu membuat wajah Meta kacau.

Meta akhirnya membuang nafas yang tertahankan. “Iya…”jawab  meta dengan berat, walau  berhasil menampangkan senyuman. “dia adalah Luhan. Lelaki yang jelas sekali menyukai Syifa.” Mata Meta berubah sayu.

Indah diam saja, meratapi perasaanya sendiri, dan perasaan temannya yang ada disampingnya saat ini.

“ Kau sudah mengetahuinya sejak lama, tentu saja kau juga tau seberapa berat aku harus menerima kenyataan menyakitkan seperti itu. aku harus merelakan cintaku yang bertepuk sebelah tangan.” Semakin sayu.

“ Aku menutupi, menyembunyikan perasaanku sendiri dihadapan semua orang. Berpura-pura jika aku ceria. Itu benar-bena menyakitkan”. Meta tertawa, tawa yang terdengar seperti rintihan dan tangisan. Indah sedikit bergidik mendengarnya.

“Kau benar Meta. Cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan.”

Meta menatap wajah Indah yang sangat terlihat muram. ‘dia juga mengalaminya’ pikir Meta tersenyum. Tersenyum karena mengetahui ternyata temannya yang satu ini juga bisa merasakan cinta, atau mungkin sudah ditahap jatuh cinta.

“Hhh… aku selalu terpikir wajahnya, aku tak bisa tenang melihat dia tersenyum begitu pada wanita lain. Raut wajahnya sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Aku memang sudah mengira hal itu akan terjadi, tapi aku tak pernah mengira aku akan merasakan hal semacam ini. Aku jadi sakit hati. Bukankah itu terdengar aneh ?. aku mencintai seseorang saat orang itu sudah memeiliki sseorang”.

“Tidak… itu wajar. Aku merasa iri padamu, karena kau sudah mengalami perubahan pada perasaanmu hingga sejauh itu. siapa lelaki itu ?”

Tak tahan menunggu jawaban Indah yang lama, meta menebak-nebak. “… atau Sehun ?” indah tersenyum dan menggelengkan kepala.

“Oh ! apa dia Kris ?”

 

Krrllkkklklklrkrk

Serentak Meta dan Indah menoleh menatap pintu balkon yang tiba-tiba bergerak.

“Ada orang disana ?” tanya Meta sedikit berteriak. Tak ada jawaban.

Meta kembali bertanya pada Indah. Indah diam. melihat hal itu, Meta mengerti, Kris adalah lelaki yang ada dihati temannya itu.

 

~’**’~

 

Syifa berlari menghampiri D.O yang tak jauh didepannya. “HEY !!!” semangat.

“Oh ! kau membuatku kaget !”

Syifa hanya tertawa.

“Bagaimana keadaanmu ?. masih terasa sakit ?”.

“Tidak. aku tak pernah terluka begitu serius”.

Mereka berjalan bersama, memasuki kelas Fighting.

Di kelas Fighting, Sudah ada Meta yang melambaikan tangan menunggu Syifa. Syifa balas melambaikan tangan.

“Bye…” pamit Syifa langsung. Namun tangannya ditahan D.O. “Ada apa ?” herannya.

D.O menatap Syifa cukup lama. D.O mengangkat tangannya yang mengepal. “WOAA !! apa yang akan kau lakukan !!” Takut Syifa melihat tangan itu.

D.O menggerakkan tangannya cepat. “Ini… ada semut dirambutmu…” D.O lalu tertawa.

Syifa ikut tertawa karena pikirannya yang salah. “Ohh… kukira kau akan meninju ku. Ya sudah, aku kesana dulu” Syifa sedikit berlari menghampiri Meta.

 

“Disini !” kata Meta sambil menyuruh Syifa duduk disebelahnya. “Apa kau tadi bersama Indah ?” lanjut Meta bertanya.

“Tidak… tadi aku kemari bersama D.O. memangnya Indah tak bersamamu tadi ?” tanya Syifa balik.

“Tentu saja tidak.”

“Oh iya,Kau perhatikan tidak, sejak kemarin dia seperti orang lain. Jarang bicara, jarang bersama kita, dan saat aku bertanya, dia malah marah-marah lalu pergi, bahkan pulangnya lebih malam darimu. sekarang dia terlihat menyeramkan, aku ragu apa dia sempat mandi. ughh. Dan pagi ini, dia pergi lagi…”

Meta teringat percakapannya malam tadi, tentu saja kelakuannya yang berubah karena hal itu.

“aku juga merasa ada yang aneh. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.!” Tanggap Meta.

“Iyaa… kau benar.”

Indah baru sampai dikelas, dan berjalan mendekati Meta dan Syifa. Mukanya muram dan kusam, rambutnya sedikit berantakan, wajar saja jika dia terlihat tak mandi pagi ini…

 

“Yaaakh !! kau darimana saja ! ayo cepat.” Meta menarik Indah duduk.

“Kau kelihatan kusut sekali seperti benang, terutama rambutmu…”Syifa menyisir rambut Indah dengan jarinya.

Indah masih diam. meta dan Syifa yang saling menatapnya heran hanya menggeleng-geleng.

 

Tak lama, Mr Edward memasuki ruang kelas, atau mungkin bisa juga disebut sebagai ruang praktek.

“OK Selamat pagi” sapa Mr Edward.

“Pagi Mr…”

“Baiklah, untuk kali ini, saya ingin Meta maju kedepan untuk menceritakan kisah menyeramkan yang pernah dialaminya beberapa waktu lalu.”

“Aku, Mr ?” kaget Meta.

Mr Edward mengangguk. “Sekolah sudah mengetahui tentang hilangnya kamu saat itu. jadi, untuk menghindari atau menghadapi masalah seperti itu, aku ingin kamu menceritakan bagaimana kamu bisa kembali lagi kesini.” Mr Edward mempersilahkan Meta untuk berdiri ditengah-tengah ruang kelas atau ruang praktek itu.

Meta berjalan kikuk dan kaku. Wajar saja begitu, ini pertama kalinya dia diperhatikan dalam situasi begini.

“Saat itu, aku pergi ke toilet untuk mencuci wajahku. Saat sampai disana, aku mendengar ada yang memanggil diluar. Aku pergi kepintu dan mencari-cari asal suara itu, tapi aku tak melihat apa-apa. Saat aku berbalik lagi, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu dileherku, saat kusentuh aku jadi tak sadarkan diri…”

“Aku mulai tersadar kembali saat mencium bau busuk dan  merasakan ada yang memapahku. Ada banyak orang disana yang menggunakan jubah hitam, tapi semuanya tak ada yang berbicara. Aku mencoba berdiri dengan benar  dan berusaha untuk melawan orang yang memapahku tadinya. Aku merasa tempat itu seperti istana kegelapan yang tak ada unsur cahaya sedikitpun selain api yang mengelilingi dinding.”

“Saat berhasil mendorong orang tersebut hingga terjatuh, beberapa jubah hitam lainnya berdiri dan mulai menyerangku. Aku berusaha melawannya. Mengeluarkan kekuatanku… seperti ini” Meta melentikkan jemarinya mengeluarkan percikan cahaya, menyebabkan sedikit kebakaran di ujung ruang sana.

“Aku sempat dbawanya memutari seluruh ruangan sambil bertarung melawan, hal itu membuat tenagaku cukup banyak terkuras. Kami kembali di ruangan tadi yang merupakan ruang utama dalam istana kegelapan itu.”

“Saat aku mulai terjatuh dan terpental kedinding yang sangat panas itu, ada seorang jubah hitam yang datang mendekatiku. Jubahnya berbeda dari yang lainnya. Jubah itu lebih terlihat seperti milik Mr dan Mrs di Sekolah kita. Aku kira dia utusan dari sekolah kita, tapi nyatanya bukan. Wajahku seperti akan hancur ditangannya. Tubuhku terasa terbakar. Aku merasakan aliran darahku seperti berpacu dengan sangat cepat, membuat dadaku terasa sesak. Aku sadar, dia adalah seorang pemimpin disana.”

“Wajahku dilemparnya, namun seluruh tubuhku ikut terlempar dan mendobrak dinding panas itu lagi, hingga aku terpental lagi kekerumunan jubah-jubah hitam. Mereka terlihat lebih menyeramkan saat berada disekelilingku. Aku pasrah karena saat itu aku tak mungkin bisa melawannya. Aku pikir, itu adalah akhir dari segalanya. Tapi, pemimpin mereka itu memerintahkan untuk melepaskanku. Membiarkan aku pergi dari sana.”

 

“Mengapa pemimpin mereka membiarkanmu pergi begitu saja ?” Tanya Baekhyun yang juga berada dikelas Fighting.

Meta terdiam. Benar… mengapa aku dilepas kan begitu saja ?… “Aku… tak tau…”.

Lalu, tentu saja  ada sesuatu yang terjadi jika yang dikatakan oleh Meta itu benar…

 

“Maka… itu mungkin akan terjadi” desah Mr Edward.

“Mr !.” panggil Meta. ”Apa mungkin… dia adalah Lie ?”

Mr Edward terdiam …

 

“Jika itu adalah Lie… maka kita semua harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya kelak” Mr Harry tiba-tiba berada ditengah ruangan itu.

Mr Harry mendekati Mr Edward. “Tingkatkan pengajaranmu. Kau tentu tau yang terbaik. Walaupun hal itu kelak akan mengganggumu, tapi jiwamu akan menuntun dan memperkuatmu.”Mr Harry lalu menghilang.

Mr Edward terdiam lagi…

 

~’*TBC*’~

 

6 tanggapan untuk “ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 9)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s