[4] Chakkan Namja VS. Bad Boy

chakkan namja vs badboy

||Teaser ||part 1|| part 2|| part 3||

Title: Chakkan Namja VS. Bad Boy The last chapter

Author: Crazyfinder

|Cast| Kai, Xi Luhan

|Supporting cast| D.O, Suho, Chanyeol, Sehun, Baekhyun,

|OC| Moon Hee mi> Hee mi

Backsound: XOXO, Good boy, What happened to us? << lagu yang menemani author sambil menulis the last chapter special ini :3

Genre: Romance, Drama, Office-life, slight(?) comedy, tergantung mood reader deh, hha

Length: Chapters

Note: baca di akhir FF yaaaa^^

 

Every girl always have their own bad boy. Ya, setiap wanita memiliki seorang badboy dalam kehidupan cintanya.

*~YYYY~*

Sehun menenteng tas ranselnya ringan sambil berjalan menuju kantor hyung-nya yang sudah dua bulan ini tak pernah ia kunjungi. Rasanya ia merindukan aroma kopi wangi yang menguar dari tiap sisi kantor, apalagi aroma snack ringan yang selalu hyung-nya siapkan sebelum ia mulai bekerja.

Setelah menyapa beberapa pekerja wanita yang berteriak-teriak tertahan menyadari kedatangannya, sehun segera buru-buru berlari menuju lift sebelum wanita-wanita itu kehilangan kendali. Ia menghela nafas, lupa bahwa sejak dulu ia dan Luhan hyung harus melewati ini juga. Oh, bukan hanya mereka saja, Kyungsoo hyung, Suho hyung, Chanyeol hyung, dan Baekhyun hyung juga. Apa kami setampan itu? batin sehun sambil menyeka rambutnya penuh gaya. Baiklah, dia mulai narsis di titik ini.

Karena terlalu serius dengan pikiran narsisnya tadi, ia tak menyadari sudah ada gadis yang berdiri di dalam lift bersamanya. Sebelum sehun berteriak histeris karena menyangka ada stalker yang mengikutinya, gadis itu sudah menyapa Sehun duluan.

“Oh, annyeong Sehun-na.”

Lalu gadis itu kembali diam dalam pikirannya sendiri.

Sehun mengerutkan dahi.

“Heemi-ya? Kau Heemi kan?” tanya sehun sangsi. Gadis itu kembali mendongak dan mengangguk kosong. Sehun menahan nafas khawatir. Apa Luhan hyung separah itu sampai-sampai gadis cerewet yang baru bekerja untuknya selama dua bulan langsung kehilangan nyawa seperti ini??

Lift berdenting terbuka dan sehun menatap Heemi yang keluar secara otomatis tanpa menoleh-noleh lagi. ini sungguh aneh. Benar-benar aneh. Gadis itu biasanya tak akan bahagia sebelum berteriak-teriak bawel di telinga Sehun, teman SMA-nya.

“WAAAA!! Sehun-a!! Wah-wah akhirnya kau berkunjung juga ke kantor ini! kau pasti merindukan Chanyeol hyung mu ini kan?” Chanyeol yang baru saja keluar dari ruangannya langsung menyerbu sehun. Sehun menatap Chanyeol sebentar.

“Tentu saja tidak.”

“kau tetap tidak berubah ternyata, syukurlah.” Cengir Chanyeol tidak tersinggung. Justru jika sehun berubah ramah ia akan menuntut Luhan agar memindakan kampus sehun saat ini juga.

“Hyung, kenapa Heemi ratu cerewet-galak-bawel itu jadi sangat pendiam? Apa yang telah kalian lakukan padanya?” tanya sehun dengan sorot khawatir. Ia merasa bertanggung jawab karena ialah yang menawarkan pekerjaan di kantor ini pada Heemi.

“Oh, ia sudah seperti itu sejak seminggu yang lalu. Semenjak Kai resign dari perusahaan ini.”

“Wowowowo wait. Rasanya ada bagian yang hilang di sini. Siapa Kai dan apa hubungannya dengan Heemi?” sehun mangangkat kedua tangannya menghentikan Chanyeol berbicara.

Chanyeol meletakkan tangannya di dahi dengan dramatis. “Ceritanya panjang Sehun-na.”

“Ceritakan saja hyung.” Sahut sehun dengan ekspresi datar.

~*Y*~

Heemi menghela nafas berat. Ia membereskan berkasnya malas dan menatap pantulan wajahnya sekilas di kaca mungil meja. Ada apa dengan diriku?

Ya Moon heemi. Bukankah seharusnya kau bahagia pria jelek itu pergi? Bukankah tak akan ada yang menyuruh-nyuruhmu seenaknya lagi?” Heemi mulai berbicara sendiri, kebiasaannya jika sedang frustasi.

Lalu ia mengoreksi dalam hati, oke aku bohong, mana ada pria jelek seseksi itu.

Heemi membenturkan kepalanya pelan ke dinding kantor. Apa yang aku pikirkan?

Tapi bukankah seharusnya, atau setidaknya dia berpamitan padaku? Mengatakan alasannya keluar padaku dan berpisah baik-baik.”

Ia terdiam.

“Tunggu, kenapa ia harus minta izin padaku? Memang aku siapanya? Heemi, kau pasti sudah gila.”

Ia terus bergumam seperti itu sambil berjalan mengelilingi ruangannya, tak menyadari Luhan sudah berdiri di depan pintu ruangan untuk mengingatkan rapat yang akan dimulai setengah jam lagi.

Karena sudah tidak tahan lagi mendengar gumaman heemi, akhirnya Luhan berdehem kecil menyadarkan heemi bahwa ada direkturnya yang sedang menunggu untuk diperhatikan.

Omo! Luhan oppa.” Heemi menggigit bibirnya merasa tertangkap basah.

“Masih sibuk?” tanya Luhan dengan senyum merekah.   

“Ohoho, tentu saja tidak.” Jawab heemi dengan tawa kakunya yang pasti terlihat aneh.

“Oke, berarti tolong siapkan paper untuk rapat hari ini ya. jangan terlambat.” Luhan merasakan tenggorokannya kering ketika mengatakan itu walau ia tahu bibirnya masih mengulas senyum. Heemi mengangguk pelan.

Pintu tertutup dan rasanya heemi ingin menenggelamkan wajahnya ke lantai. Ia merasakan ada yang berbeda dari Luhan oppa. Ia tak pernah lagi mengajak heemi makan siang ataupun datang ke ruangannya untuk sekedar mengobrol. Apa ia marah?

Heemi menggeleng menjawab pertanyaannya sendiri. Ia juga tak mengerti.

~*Y*~

Siapapun bisa merasakan perubahan itu.

Luhan menghempaskan tubuhnya ke kursi di ruangannya. Ia sangat mengetahui perubahan di wajah heemi sejak awal gadis itu mendengar Kai mengundurkan diri dari kantor ini. dan itu langsung menusuk perasaan Luhan dan ia memilih menjauh. Untuk apa memaksakan diri mendekati gadis yang bersedih untuk pria lain?

Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan kepala sehun menyembul dari sana.

“SEHUN??”

Sehun tersenyum. “Annyeong hyung.”

~*Y*~

Ruang rapat berukuran privat ini entah kenapa terasa mengintimidasi dari interior extravagant dan lampu klasiknya yang memantulkan bias neon. Heemi sampai harus merapatkan kedua tangannya dan meremas-remas jarinya yang telah basah. Ini bukan pertama kalinya ia menggantikan Luhan menemui mitranya, hanya saja hari ini ada sesuatu yang menggelayut memusingkan pikiran heemi.

Perusahaan advertisemnet yang telah Luhan rintis itu berencana melakukan kerja sama dengan perusahaan properti terbesar di Korea. CEO perusahaan ini memang dari dulu telah menggunakan jasa perusahaan Luhan, namun baru kali ini mereka mengundang langsung perwakilan untuk menandatangani kontrak tetap untuk dua tahun ke depan.

Pintu yang terletak di belakang Heemi terbuka dan dua langkah kaki orang memasuki ruangan. Itu pasti CEO dan sekretarisnya, batin Heemi gugup. Ruangan ini sudah cukup mengintimidasi, kenapa langkah kaki mereka juga?

Setelah merasa sudah tepat waktunya, Heemi berbalik dan langsung menunduk memberi salam pada CEO yang menurutnya telah berumur.

“Oh, kau datang Heemi-ya.”

A..a..apa? kenapa suara ini tidak asing?

Heemi mengangkat tubuhnya yang tadi membungkuk 90 derajat dan terbelalak lebar hingga matanya rasanya akan melompat keluar ketika menemukan Kai. Ya benar KAI berdiri di sana dengan coat hitam dan dasi polka-nya yang terlihat mewah.

“kau.. kau.. kau kenapa? Siapa? Di mana?” heemi menggerak-gerakkan tangannya tak tentu arah dengan sorot mata bingung meminta penjelasan.

Dengan sekali isyarat tangan, Kai meminta sekretarisnya untuk meninggalkan ruangan.

“kau pikir siapa pemilik perusahaan ini?” tanya Kai santai setelah melepas coat-nya dan duduk di kursi di hadapan Heemi. Dalam sekali gerakan Kai juga telah meregangkan dasinya dan memperlihatkan waistcoat yang membalut tubuhnya dengan cara yang maskulin. Sangat tamp—

“Pak Kim.” Jawab heemi memotong pikiran gilanya sendiri sekaligus menjawab pertanyaan Kai tadi. Matanya menatap Kai awas. Ia masih berdiri meminta penjelasan.

“Duduklah Heemi, aku tak mau kau pulang ke perusahaan Luhan sambil membawa keluhan varises.” Kai berkata sambil menunjukkan senyum miring-nya yang terasa sensual. “Dan pak kim itu adalah aku. Well, awalnya ayahku, Kim jae hyuk. Tapi kemudian menjadi milikku, Kim Jongin.” Sambung Kai menatap heemi lurus-lurus.

“oh.”

Pembicaraan selesai dan mereka hanya saling tatap.

“oke, baiklah Kim hwejangnim. Ini data yang di butuhkan. Dan rasanya saya tak perlu mempresentasikan semuanya karena anda pasti sudah—

“Bogoshippo.”

 

“Eh?” heemi merasakan telinganya sudah mulai rusak.

Nomu bogoshippo.”

Heemi yakin jantungnya sudah tidak bekerja dengan normal.

Itulah mungkin kata yang selama ini terpatri di otak heemi, namun Kai-lah yang mengucapkannya lebih dulu. Heemi belum berani menatap wajah Kai, perasaannya saat ini sungguh membuncah dan ia tak yakin  respon apa yang patut ia berikan.

“kenapa kau resign?” alih-alih menjawa sesuai keinginanya, justru heemi menanyakan hal lain.

Kai menghela nafas di kursinya. Kenapa wanita itu sulit sekali di tebak? Apa susahnya merespon ucapannya tadi? kenapa harus balik bertanya?

“kau tidak ingin bertanya kenapa aku merindukanmu?” tanya Kai blak-blakan yang membuat heemi hampir terjungkal.

“Eung, mungkin nanti.”

“Nanti? Ha, aku tak percaya ini.”

Lagi-lagi mereka berdua bertengkar oleh hal yang tak penting. Heemi juga mengutuki dirinya yang telah membuat suasana hati Kai memburuk.

“Aku resign karena aku ingin. Kenapa?”

“Kenapa kau tak pernah memberitahuku? Atau setidaknya menelponku? Atau mengirimkan pesan ke telepon genggamku?”

“Dan.. kenapa aku harus melakukan itu?”

“karena… oh tuhan. Aku juga tidak tahu kenapa.” Heemi meremas rambutnya frustasi.

Kai akhirnya tertawa melihat heemi. Percayalah, ini adalah tawa pertamanya semenjak meninggalkan kantor Luhan dan di paksa sang ayah untuk mulai menjalankan perusahaan milik ayahnya itu.

~*Y*~

Hyung, kau tidak boleh menyerah kalau begitu.” Sehun mengeraskan suaranya penuh semangat.

“Mwo? Hah.. kau tak mengerti sehun. Untuk apa aku mempertahankan wanita yang sudah jelas-jelas menyukai pria lain.” Sahut Luhan malas. Sudah dua jam mereka mengobrol di ruangan Luhan, namun bahan pembicaraannya masih itu-itu saja.

“Demi tuhan, ini pertama kalinya aku mendengar hyung menyukai seseorang! Dan orang itu adalah gadis yang aku tahu, dan gadis itu baik!”

“untuk kau saja.” Potong Luhan jengkel.

Sehun tersipu. “Aku sedang menyukai orang lain.” Lalu ia terdiam. Kenapa jadi membicarakan dirinya? “Pokoknya hyung, kau tidak boleh menyerah. Heemi hanya tidak tahu pria mana yang baik untuknya. Dan aku yakin hyung adalah orang terbaik itu.” Sehun memberikan dukungannya.

“sudahlah sehun. Habiskan makan siangmu cepat.”

Luhan berjalan keluar ruangan dan meraih jasnya sambil jalan, menghiraukan panggilan sehun. Segelas espresso panas mungkin akan menenangkan pikirannya.

~*Y*~

Setelah tersenyum pada barista yang memang sudah ia kenal, Luhan mengambil tempat duduk di ujung bar kecil cafe itu. siang ini suasana tidak terlalu ramai sehingga membantu Luhan menghilangkan kepenatan hatinya.

Aroma kopi pekat wangi yang baru saja dibakar itu menambah ketenangan. Akhir-akhir ini bebannya bertambah berat dengan melihat Heemi bersedih atas kepergian Kai. Maksudnya, bukankah itu kesempatan bagus untuk Luhan mendekati Heemi? Tapi mengapa rasanya jarak yang ia miliki pada heemi bertambah jauh?

Tambah lagi Heemi dulu telah meyakinkannya bahwa ia tak menyukai dan bahkan membenci pria bertipe Badboy. Tapi, apa yang sudah terjadi? Luhan yakin KAI adalah salah satu pria BADBOY di dunia ini. Luhan menghela nafas berat.

“Eh, annyeong? Kau… hwejangnim LX adverts yang bekerja sama dengan kami kan?”

Luhan berdecak pelan akan suara pengganggu itu, namun terdiam ketika menemukan wajah yang rasanya tidak asing. Bukankah dia salah satu anggota girlgroup.. ah! Jonghee? Gadis preman itu?

Luhan memicingkan matanya tak suka.

~*Y*~

“Tak adakah yang ingin makan siang denganku??” Heemi bersungut kesal sambil berjalan ke ruangannya. tadi ketika ke ruangan Kyungsoo ia justru menemukan memo yang menuliskan bahwa ia akan keluar sebentar untuk menemui Weehae.

Lalu ketika ia dengan optimis masuk ke ruangan Baekhyun, ia justru di usir dengan gerakan tangan karena ia sedang berbicara dengan gadis yang bernama.. Eunhwa? Ah, pokoknya salah satu member Timeless beauty yang imut itu. apa mereka berpacaran? Ckck, bukan urusanku. -_-

Harapan terbesarnya adalah Chanyeol. Namun ketika ia memasuki ruangannya, untuk pertama kali dalam hidupnya di kantor itu ia melihat Chanyeol menatap serius layar monitor komputer. Bahkan alis milik pria tinggi menjulang itu ikut berkerut. Heemi merasa bahagia Chanyeol mulai serius bekerja. Sayangnya ketika heemi mendekat, ia justru menemukan Chanyeol tengah menonton konser Live stage Timeless beauty! Streaming pula! Dan ketika gadis yang bernama Saika muncul ia sibuk berteriak-teriak heboh hingga hampir menubruk muka heemi. Dengan lesu Heemi keluar ruangan itu.

Orang terakhir yang rasanya memiliki peluang adalah Suho. Tapi sepertinya ia memang sial hari itu. Suho tengah berbicara dengan sehun dan mereka berdua telah menyelesaikan makan siang mereka.

“kalau kau mau mengajak kami makan lagi boleh saja, asal kau yang traktir.” Tawar sehun dengan senyum nakalnya.

Heemi memasang wajah datar. “Tidak terima kasih.”

Dengan langkah gontai heemi berjalan menuju ruangannya, dan di tengah perjalanan ia bertemu Luhan.

“Ah oppa!” heemi menunjukkan wajah kagetnya. Dan ia memang benar-benar terkejut saat itu.

“oh Heemi-ya. Bagaimana rapat tadi?”

Pertama kalinya mereka terlihat canggung seperti ini. Namun untungnya heemi bisa mengembalikan keadaan dengan ceria.

“Tentu saja beres. Oppa sudah makan?” tanya heemi dengan nada ringan.

Luhan menggaruk tengkuknya bingung. Iya tadi ia pergi ke kafe, namun bodohnya ia hanya minum kopi dan lupa untuk mengisi perut.

“Belum, haha.” Luhan memberikan tawa yang dipaksakan.

Heemi melonjak kegirangan. “Ayo oppa makan bersamaku saja! Ya? Ya? Ya?” heemi mulai memaksa.

Luhan menaikkan kedua alisnya. Heemi sudah kembali seperti semula. Apa artinya ia mulai melupakan Kai? Dan pikiran seperti itu membuat perasaannya menjadi lebih ringan ber ratus-ratus kali lipat.

keure kaja!”

~*Y*~

Kai membereskan beberapa kertas proposal yang berserakan di mejanya. Pekerjaan kecil seperti ini sering membuatnya naik darah tidak jelas karena memang ia memiliki kesabaran yang sangat tipis.

Lalu mendadak ia tertawa kecil.

Seandainya saja sekarang aku memiliki sekretaris seperti dia. Pikirnya sambil membayangkan wajah heemi yang sering merengut jika melihatnya. Namun gadis itu selalu melakukan segalanya dengan seratus persen dan juga tulus. Sungguh sulit mencari gadis seperti dia.

Oleh karena itu Kai tidak pernah mengizinkan sekretarisnya sendiri untuk memasuki ruangan. Karena entah mengapa ia terus menganggap Heemi sebagai sekretarisnya.

Pikiran melankolis macam apa itu? rutuk Kai.

~*Y*~

“Wah, aku tidak tahu kalau oppa menyukai sup kacang di sini.” Heemi berkomentar heboh ketika ia mengetahui bahwa Luhan sering makan di rumah makan favoritnya.

Luhan tertawa. “lihatlah, banyak sekali yang tidak kau ketahui tentangku.”

“Benar juga. Tapi aku tahu pasti kalau oppa adalah pria yang baik. Seperti pahlawan-pahlawan berkuda putih di drama-drama itu.”

Tangan Luhan yang hendak menyuapkan sendok ke mulutnya terhenti di udara. Damn, kenapa Heemi mengungkit topik ini lagi?

“Heemi ya.” Panggil Luhan ketika ia meletakkan sendoknya ke mangkuk lagi.

Mm? Wae?”

“Jika seandainya kau berada dalam drama, peran apa yang kau pilih? Peran wanita utama atau pemeran wanita biasa?”

Heemi menelengkan kepalanya sedikit.

“Tentu saja pemeran utama oppa. Kau ada-ada saja.” Lalu heemi kembali menyuap makanan ke mulutnya.

Pemeran utama wanita selalu bersama pria badboy itu kau tahu. Sambung Luhan dalam hati dengan miris.

“Kalau begitu kau sudah tidak menyukai pria bertipe chakkan namja seperti yang pernah kau bilang padaku itu?” Luhan menahan nafas menunggu jawaban dari heemi.

“Ah! Pertanyaan apa lagi ini oppa?” heemi tertawa sambil menutup mulutnya. “tentu saja aku masih menyukainya.”

Luhan menghembuskan nafasnya lega. Apa itu artinya aku memiliki harapan?

“Tapi kau tahu oppa? Akhir-akhir ini aku menemukan teori ini.” heemi berkata dengan gaya berbisik seolah itu adalah berita terhebat.

Luhan mencondongkan tubuhnya, membuat wajah sempurnanya menjadi dekat dengan wajah heemi.

Heemi segera tersedak ketika menyadari itu dan mundur perlahan. Rasanya jika menatap mata yang menyilaukan itu lebih lama lagi ia bisa meleleh. Oh bukan, menjadi abu lebih tepatnya.

“Ehm.. “ Eeemi membersihkan kerongkongannya sebelum melanjutkan. “Menurutku setelah menganalisis, semua pria itu pasti memiliki sisi badboy dalam diri mereka yang entah kenapa selalu mereka keluarkan ke hadapan gadis yang mereka suKai.”

Aku menyukaimu, tapi aku tidak melakukannya. Sanggah Luhan dalam hati.

“Tapi sepertinya bukan gadis yang mereka sukai sih. Contohnya, ada saja pria yang mencintai orang yang salah dan mengejar gadis itu dengan sisi baiknya. Tapi ketika menemukan gadis yang ternyata merupakan soulmate-nya, ia akan berubah menjadi badboy. kenapa? karena mereka menganggap gadis itu pengganggu padahal kenyataannya gadis yang mereka jahati itu adalah the one.” Heemi mengakhiri hipotesisnya dengan ekspresi yang seolah mengatakan; bagaimana? Keren kan?

Luhan menangkupkan tangannya di wajah dan tertawa. Heemi pasti sedang bercanda.

“Jadi, kau menganggap Kai adalah the one?”

Heemi cegukan berkali-kali hingga Luhan harus menyerahkan minuman miliknya karena milik heemi sudah habis sejak tadi.

“Maksud oppa?”

Luhan menghela nafas dramatis.

“kau sudah dengar pertanyaanku.”

“Eumm.. aku.. juga tidak tahu. Tapi ketika dia pergi rasanya aku kesepian…” Heemi berbicara lambat-lambat.

Keuman.. keumanhae.

“lalu–..”

“Ah! Aku lupa bertanya bagaimana tadi pertemuanmu dengan mitra baru kita. Apakah CEO-nya memperlakukanmu dengan baik?” Luhan memotong ucapan heemi karena sungguh ia tidak tahan dengan semuanya.

“Ha? Apakah aku belum mengatakannya padamu oppa?”

“Hm? Mengatakan apa?”

“CEO perusahaan itu adalah Kim Jongin, ani, Kai.”

~*Y*~

Pagi yang tidak terlalu bersahabat. Luhan terbangun dengan tubuh seolah habis di hajar oleh sekompi tentara. Okay, itu berlebihan.  Tapi ia yakin tadi malam ia tidak minum sedikitpun. Sepertinya ia kurang tidur.

Dan itu semua salah Heemi dan pria badboy-nya itu.

“Hoi partner. Sepertinya kita harus sering-sering bertemu lagi sekarang.”

Seolah telah di bacai mantra, Kai muncul dengan wajah cerah di depan pintu ruangan Luhan. Untung saja Luhan  terbiasa mengatur ekspresi wajahnya agar terlihat tenang.

“Aku tak menyangka pemilik perusahaan terbesar di korea selatan langsung datang ke kantor kumuh ini. kupikir kalian hanya akan mengirim pesuruh ataupun manajer.” Sahut Luhan enteng. Melihat Kai saat ini seolah menemukan mimpi buruknya menjadi kenyataan.

“Hoo tentu saja tidak, sesama partner harus sering bertemu, bukan begitu?”

“Baiklah, tapi asal kau tahu saja, kau tidak akan bisa menggunakan sekretarisku seenaknya lagi. ingat itu.” Luhan mengucapkannya seolah itu adalah ancaman.

“Terserah.”

~*Y*~

Ruangan heemi mulai terasa pengap. Ia berdiri dan mencoba menelusuri penyebabnya.

“Ah yang benar saja, kau lupa membuka jendela heemi.” Tegur heemi pada dirinya sendiri. Ia berjalan menuju jendela dan berdiam di sana selama beberapa saat setelah berhasil membuka penghalang, menikmati sensasi udara yang menampar lembut wajahnya. Rasanya seperti memasukkan diri dalam salah satu music video jika terus ada di sini, gumam heemi.

Tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan menelusup melingkari pinggangnya dengan tegas dan lembut di saat bersamaan. Tengkuknya mendapati kehangatan nafas seseorang dan seluruh tubuhnya langsung melemah. Tapi tunggu, ini terasa nyaman.

“Miss me hmm?”

Heemi melompat mundur ke samping dan matanya melotot histeris.

“KAI APA YANG KAU LAKUKAN OH TUHAN!!!”

Kai berdiri di sana dan melipat tangannya di dada dengan gaya arogan yang biasa. Hari ini ia hanya mengenakan kemeja putih tapi entah kenapa seluruh lipatan pakaian itu terlihat pas di tubuhnya. Bahkan siluetnya saja sangat sempurna di terpa sinar matahari.

“Aku hanya bertanya apakah kau merindukanku. Kemarin kau tidak memberikan respon apa-apa.” Jawab Kai mengingat kemarin heemi hanya memberikan berkas dan langsung berlari pulang. Menyebalkan.

“Aku.. entahlah Kai.” Mendadak heemi merasa lelah sendiri dan berjalan menuju kursinya untuk mengistirahatkan diri. Kai mengikuti gerakan heemi dengan matanya. Merasa khawatir namun tak ingin menunjukkan.

“kenapa?” Kai mulai melunakkan nada bicaranya.

“kenapa kau merindukanku?”

Kai menghela nafas pelan.

“Akhirnya kau bertanya juga.”

“Habisnya! Kau selalu saja mempermainkanku! Jadi, aku tidak tahu harus jujur atau tidak. Kau pikir aku tidak rugi kalau harus jujur pada badass sepertimu?!” heemi meledak.

Kai terpana. Apa? Apa? Apa?

“Aku tidak percaya aku mengatakan ini. Tapi aku menyukaimu.”

Dua detik, tiga detik dan mereka berdua sama-sama menelan ludah tak percaya.

“Tapi aku masih bingung. Apakah kau menyukaiku hanya karena ingin merasa menang dari Luhan oppa?” Masih saja heemi skeptik.

YA!! Bisa-bisanya kau menyebut nama pria jelek itu di saat aku menyatakan… ah lupakan! Yang pasti urusan perasaanku tak ada hubungannya dengan pria pengobral senyum itu.” seru Kai sambil mengacak rambutnya frustasi.

Oh that messy hair. Heemi harus menahan cegukannya.

~*Y*~

Luhan menggenggam dua tiket movie yang tadi sehun berikan padanya sebelum adiknya itu harus kembali ke dorm-nya.

“Ayo hyung, kejar dia sekarang sebelum kau menyesal. Ini genre film yang dia sukai. Kalau kau mau berusaha, ia pasti akan melirikmu.”

Luhan tertawa kecil mengingat ucapan sehun. Anak itu, baru saja masuk kuliah sudah berani menasehati hyung-nya. Dasar.

Dengan agak ragu Luhan memencet nomor telepon genggam heemi dan menunggu jawaban dnegan canggung. Ini pertama kalinya ia mengajak kencan seorang gadis.

“Yeoboseyo oppa?”

Luhan menarik nafas berusaha tenang.

“Ne, heemi-ya, kau ada waktu malam ini?”

“Oh ada dong. Kenapa oppa? Apa ada yang harus aku selesaikan? Apa kita harus lembur lagi.” heemi terdengar ceria di seberang sana, membuat Luhan bertambah optimis.

“Oh! Tidak. Bisakah kau menungguku nanti malam di depan parkiran kantor untuk—

YA!! BISA-BISANYA KAU MENGANGKAT TELEPON DI SAAT SEPERTI INI??”

Luhan membelalakkan mata tak percaya. Bukankah itu suara Kai? Untuk apa pria aneh itu ada di ruangan heemi?

sstt! Diam kau!”

Terdengar di sana heemi yang memelankan suaranya menegur Kai.

“Apa oppa? Di depan gedung kantor? Nanti jam enam ya? Nanti aku ke ruangan oppa saja. Kututup dulu ya oppa.”

Sambungan terputus.

Luhan masih terpaku menatap layar handphone-nya.

~*Y*~

“Siapa itu tadi?” Kai menatap heemi kesal. Gadis ini, bisa-bisanya ia menerima telepon di saat seorang pria sedang menunggu.., ah!

“Itu Luhan oppa. Aku harus pergi sekarang. Anyeong Kai!!” heemi buru-buru berlari dari ruangan itu seperti kemarin. Belum memberikan kepastian apapun pada Kai.

~*Y*~

Bukan maksud heemi sebenarnya  meninggalkan Kai seperti itu. hanya saja ia belum yakin pada perasaannya sendiri. Ia seperti di permainkan oleh pria seperti Kai.

Oke, memang ia merasa kesepian ketika Kai sudah menghilang dari hadapannya secara tiba-tiba. Tapi itu bukan mengindikasikan rasa suka kan? Ia sejujurnya juga masih mengingat ucapannya pada Luhan oppa beberapa minggu yang lalu.

“Nah, begitulah aku mengumpamakan Kai. Dia itu adalah tipe badboy yang sangat aku benci. Aku selalu di pihak pria baik-baik dan penolong.  Jadi oppa tidak usah khawatir aku akan menyukai makhluk seperti itu.”

Tambah lagi, ia juga tidak yakin akan perasaannya pada Luhan. Ketika Luhan oppa mendiamkannya kemarin-kemarin itu, ia merasa sangat kesepian.

“Heemi! Kau sudah siap?”

Luhan mendadak muncul dari pintu keluar.

“Eh?”

“Ayo!” Luhan menarik tangan heemi menuju mobilnya yang telah di bawakan oleh escort kantor. Heemi yang sedang clueless hanya mengikuti langkah Luhan. Ia menatap tangan mereka yang sedang bertaut.

“kita mau kemana oppa?” tanya heemi ketika mereka telah menempuh lima menit perjalanan.

“Aku sedang merasa bahagia hari ini, jadi aku akan mentraktirmu menonton. Kau suka film ini?” Luhan mengulas senyum lembutnya dan mengacungkan dua lembar tiket di hadapan heemi.

“AH! Ini film baru itu kan? Ah gomawo oppa!!” heemi melonjak di kursinya dan tanpa sadar memeluk tangan Luhan yang sedang memegang tiket itu.

Luhan merasa bernafas menjadi agak sulit.

~*Y*~

Kai meminta supirnya untuk menunggu di parkiran basement khusus, menurutnya ia takkan lama mengurus laporan yang di buat oleh salah satu cabang perusahaannya di pusat perbelanjaan ini. ia merapikan sedikit kerutan di sekitar lengannya dan berjalan masuk.

Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan tempat ayahnya membeli sebagian besar saham, jadi secara tak langsung ia juga memiliki hampir seluruh isinya. Beberapa dari mereka ingin bertemu dengan pemimpin baru jadi Kai harus datang sendiri saat ini.

Ketika sampai di lantai empat tempat lounge pertemuan bersama ke empat body guard yang setia mengikuti, mata Kai menangkap home theater yang sudah ramai pada jam-jam seperti ini. apa nanti aku harus mengajak heemi ke sini? Apa gadis seumur dirinya suka di ajak ke tempat seper—

Kai melihat Luhan dan Heemi sedang berjalan masuk dengan tawa merekah di wajah mereka berdua. Seketika langkah kaki Kai berhenti. Ia merasakan ada yang meremas jantungnya. Sesak, sungguh sesak. Ini pertama kalinya ia merasaka emosi menyakitkan seperti ini.

~*Y*~

“Hahahaha, jadi oppa benar-benar mengusir sehun? Bukankah liburannya masih tersisa dua hari lagi?” heemi tertawa. Luhan di sampingnya juga ikut tertawa.

“Apa yang begitu lucu?”

Luhan dan heemi segera bertatapan merasa mengenal suara itu. mereka berbalik dan menemukan Kai berdiri dengan wajah gelap menahan marah.

“Kai, ini..”

“Jadi kau mengabaikan semua perkataanku tadi dan berlari keluar dengan cepat untuk kencan dengan dia?” Kai menunjuk Luhan dengan dagunya. Heemi menggigit bibir merasa bersalah.

“Bukan begitu Kai..”

“Rasanya kau tak perlu menjelaskan apapun padanya Heemi-ya.” Ujar Luhan masih menatap wajah Kai. Ini seperti duel satu banding satu dengan heemi di antara mereka.

“Aku tidak ingin bertengkar seperti orang bodoh di sini. Jadi Heemi, kau pilih siapa yang harus kau temui sekarang.”

Kai berbalik sambil menahan rasa sakit yang menyeruak di seluruh sisi tubuhnya.

Heemi merasakan dunianya kosong.

~*Y*~

Luhan memutar sedotan minumannya miris.

Ya, heemi baru saja meminta maaf padanya dan pergi mengejar Kai. Bukankah itu sudah jelas?

Siapa yang harus ia telepon malam ini untuk menemaninya?

Sehun? Ah, ia sedang dalam perjalanan menuju asramanya.

Chanyeol? Ia pasti sedang menghadiri konser timeless beauty untuk melihat Saika-nya.

Kyungsoo? Ah.. pria itu sedang tergila-gila pada Weehae, jadi sekarang sepertinya ia sedang menunggu di backstage tempat timeless beauty.

Baekhyun? Tadi kalau tidak salah ia tidak mendapatkan tiket jadi sepertinya sedang menunggu dengan sedih di depan gedung konser dan berharap bertemu dengan Eunhwa.

Suho? Ia, sedang tidur menghindari telepon penggemar-penggemarnya di kantor -__-

“Loh, Luhan-ssi! Kenapa kita selalu bertemu hari ini?”

Luhan mengangkat wajah dan lagi-lagi seperti de javu ia menemukan wajah kim Jonghee.

“kau? Kenapa kau di sini? Bukankah kau sedang konser?”

“kau tidak melihat jam? Ini sudah pukul dua belas. Tentu saja kami sudah selesai. Tadi itu hanya mini concert. Sedang apa kau di sini?”

Luhan menatap jamnya terkejut. Sudah tiga jam ia duduk di sini.

“Aku pulang dulu.”

Luhan berdiri dengan cuek dan meninggalkan Jonghee.

~*Y*~

“Kai!!”

Kai terus saja berjalan menuju mobilnya. Ia akui ia terlihat sangat kekanakan saat ini, tapi biar sajalah. Emosi tengah meluap di hatinya.

“Kai mianhae! Aku juga menyukaimu!”

Heemi menggigit bibirnya tepat setelah mengatakan itu. Apakah itu adalah isi hatinya yang sesungguhnya? Entah kenapa tadi ketika ia melihat Kai memergokinya seperti itu, seluruh hati heemi langsung merasa bersalah.

Kai berhenti berjalan.

“Benarkah?”

“Ha?” heemi flustred.  “ya.. ya tentu saja.”

“Haah.. kau ini benar-benar. Baiklah, aku terima perasaanmu.” Kai tersenyum ringan.

“Jadi, kau tidak marah sekarang?” mata heemi membulat senang.

“Tentu saja masih.” Senyum hilang dari wajah Kai. “Aku akan jual mahal padamu. Bye!”

Kai segera memasuki mobilnya dan meninggalkan heemi yang mematung tak percaya.

“AISHHHH!! Kai! Kau… Aaarrghhh. Benar-benar nappeun namja-ya!! Mana ada pria yang meninggalkan gadis yang di sukainya pulang sendirian seperti ini?”

Heemi mencak-mencak kesal dan menunjuk-nunjuk mobil Kai yang berlalu dingin, sedangkan Kai menatap bayangan heemi dari kaca spionnya dengan senyum penuh kemenangan.

“You’re mine, chagiya.”

~*The End*~

Note:I have nothing much to say kk~

yang pasti pertama-tama author minta maaf sama yang sudah nagih2 kelanjutannya ini, seriously, I love you guys, udah ngasih semangat author buat nulis 🙂 I love you so much that I almost cry, ALMOST. hhaha

and also thankyou bagi yang mau berkenalan sama author abal-abal ini hingga mengejar sampai twitter. kkk~ juga BIG THANKS untuk yang vote FF ini. mungkin ada yang gak tahu seberapa berharganya satu suara, but at least author bisa sadar, oh ada yang suka sama FF ini 🙂

The last, ini mungkin goodbye stage /halaaah/abaikan/hha/ FF author sebelum hiatus beberapa waktu, i have to go back to my real life, college, task and stuff. I MUST BE MISSING YOU GUYS 😥

once more thanks a lot untuk semua dukungannya 🙂

Here my Gift for you my lovely reader >> EPILOGUE

Enjoooy~

 

87 tanggapan untuk “[4] Chakkan Namja VS. Bad Boy”

  1. Annyeong.. Saya readers baru disini ^^
    Ffnya saya suka banget!! Tapi kenapa udah end?? Cepet banget masa_-
    Oiya, maaf ya baru komen di chapter terakhir hehehe 😀

  2. ekhem *ceck sound* sebelumnya mianhae thor karena baru coment di chapter inii 😦 but ff nya Daebakk bangett thorr 🙂 Kai nya, Luge nya, Suhonya, Cabe*lirik baekhyun,Happy virusnya*lirik chanyeol, sehunnya, dan lainnyaa perfect bangettt,, gomawo karena udah bikin ff yang kerenn 🙂 lvyou thor :* *abaikan emot :v *tebar bubble

  3. Wuahh… Daebak thorrrr..
    Tpi Kai tetap ngesalin ya ninggalin heemi gitu kkk~ but tetap aj so sweet.. Wkwkwk
    Itu Luhan oppa nya gimana thor? Kasi ak aja ya? *kedip” *abaikan*
    Next ff lain thor.. Keep writing, figting!! 🙂 bye” :b

  4. AHHHHH!!!! Mau protes. Knpa si chakam namja selalu berakhir tragis sih. Tega banget nih buat luhan jadi nyesek gitu. Lain kali lebih tragis lagi kenapA? Eh…. Jgn dah.,kasian luhannya

  5. ciyeeeee akhirnya… jadian juga niyeee.. chukae chukae~~~~
    tapi,,, poor you. luhan oppa v.v
    sepertinya, luhan bakal sama junghee deh. mollayo 🙂
    sekarang, kejawab deh siapa sebenarnya Kai 😀 joa joa joaaaaa 😀

  6. *daebak..:-) I like this fanfic..;-) aq ska pmran utma ny, wlpun sbnrny ska ma luhan, tpi law d fanfic, aq akan mmlh kai.. (aneh)…
    N nma q jdi main characterny…WOW..:-O
    good job thor,;-) d tnggu fanfic slnjutny yg lbh kren..hwaiting!

  7. Thor authorrrrr gimana yahhh pengen sequel nih ;_; ga puas ama ending nya msh Luhan oppa nya belom adaaa kasian dia ;_; hihihi tapi ff ini emang daebakkkk wahahahahhaa hwaiting thorrr

    1. hhehehe *nyengir
      >< i can't promise u a sequel deaaaaar 🙂
      tp bakal author usahakan ^^9
      kkk~ nomu gomawoooooo 😀

  8. aaahhh~ … ini DAEBAK masag 🙂 …
    Luhan vs Kai *pilih Kris ._. 😀
    Luhan or my Chakkan Namja jika kau tidak bisa bersama Heemi, kau bisa bersama-ku saja 😀 *plak … Aku suka aku suka (y) 🙂 ..
    Next Chap ditunggu ne~ *segera 😀

    1. loh loh looh? hhaha ini last chapter loh (nangis bombay)
      wah pada ga puas nih apa last chapter 😦
      okay sequel will come – not promise << *plak
      hhaha kok kris -__-
      nee gomawooo~

  9. Yah??kok ud end???
    Lagi~
    Kasian luhan…masa dia broken heart??sni ma q aj..#ngarep
    Bad boy nya bnr2 kekanak-kanakan..tp q suka, apalagi bayangin pas kai ngeloyor pergi gtu aj abs nerima heemi..kkkkkk love it!!

    1. kk~ iya tuh udah end 🙂
      ambil aja gih luhan-nya (emang lu syapa thor? hha)

      aaah akhirnya ada yg sukaaa :3 gomawooooo :*

    1. kkk~ ntar author tanyain ke dia ya (?) hhaha
      okeh, karena byk yang blom puas, author USAHAKAN buat sequel, but i can’t PROMISE you :3
      gomawoo~

  10. ini jelas gantung nih ceritanya, luhan dikemanain tuh??? sequel sequel,
    masih belum srek gt sm endingnya thor krg memuaskan, biar puas kasi luhan aja *lupakan* ,, sequel y thor, biar manteb pake b

    1. hhahaha XD aaah miaaan ><
      emang keliatan bgt ya maksanya? hha
      abisnya sedang WB badai -__- tp merasa bersalah gak lanjut-lanjut, dan begini deeeh lol
      di usahakan yaa^^
      gomawoo~

  11. DEMI KAKEK ZITAO!!! /apaan bgt ya-_-/ YAOLOH!!!!! LUHAN! AKU. AKU. AKU……………………aku kesian sama kamu, sayang. sama aku aja sini. malah cerita dia sama siapa itu.. jonghee itu ngegantung pula. seenggaknya biar luhan ga miris miris bgt, ya dijadiin ajalah ke jonghee, kak. jadi kesian sendiri gue sama luhan. ngakak itu ya. pas bagian bekyun yg ga kedapetan tiket, jadi nungguin diluar. DEMI APA. YAAMPUUUUUNNN. BARANG BERHARGA GITU DIPAJANG DILUAR. ga enak bgt pembagian pasangan canyol, bekyun, kyungsoo. ga ada penjelasan apa2, eh tiba2, udah deket aja. malah canyol songong bgt lagi. heemi jongin. aku suka peran mereka disini. penggunaan kata yg dipake bagus, ringan, ga ngebosenin alurnya, malah terkesan kecepetan tapi pas/? -_- LAST. SEMANGAT BUAT KARYA BERIKUTNYA SELANJUTNYA SEMUANYA/?

    1. hhaha, pembagian pasangan itu rasanya uda dijelaskan di chapter tiga deh 🙂 tp kalo masih ga jelas berarti itu memang kesalahan author yg gak mau nulis banyak2. hhaha
      takutnya para pembaca ikutan stress bareng author (?) kk~
      hhaha, iya kasian dia, nungguin kamu paling *kedip2*
      okaaaay XD baca komen kamu author yg deg-degan masa ==a hhaha
      gomawooooo 🙂 di usahakan!

  12. aduh KUDET thor 😦 mianhae aku ngoment.a dipart 4 ajja yah … 😉
    akh ternyata chanyeol ama kyungsoo bersenang”(poor baekhyun gara”ke habisan tiket kkk~ ~)sbnar.a suho tuh sms-an ma aku thor(ngimpi#ditimpuk author)
    itu luhan galak bgt ke jonghee(yg sabar ya)
    kai omg suka pas dibag melonggarkan dasi.a sexy bgt thor ampe meleleh ngebayangin.a beh parah 8-0 happy ending
    trus luhan?gimana hmm….
    ada epilog.a mesti liat nich
    sampai jumpa di epilog thor ppai-ppai (kecup basah author muahh) :-*

    1. hhaha ga papa 🙂
      kk~ iya ambil aja suho /emang lo syapa thor?/hha/
      iya sampai jumpaaa XOXO
      gomawooo~

  13. YEYYYYY AKHIRR NYA DI POST JUGAAAAA !!!!!!! Tapi ending nya kok gantung sihhhhhh -_- kisah cinta luhan nya juga kurang jelas -_- gimana hubungan kai ama heemi. Setelah pacaran ? Romantis kah ? Ato sering bertengkar ? Pokok nya masih ada yang gantung -_- . Bikin sequel dong thorrr 😀

    1. hhahahaha XD happy that u’re u glad 🙂
      nah naah >< ini nih bingung mikirin sequel, kk~
      I'll try yaa 🙂
      gomawooo~

  14. haiii,, author-nim …
    aduh akhirnyaaa chapter terakhir..
    Kai kmu apa2an bkin heemi jungkir balik gituu / sebenarnya aku yg jungkir balik krna dy sosweet ngeselin >,>> forever fanboying XD lol
    okeeey deh,, semoga auhtornya bakal comeback sma ff kece2 lgi,
    hwaitiing ^^9

  15. we need sequel!!
    eonni luhan nya kasian boleh sama aq ajj??@ dilemparsendalsamaexotic

    suho masih asik dgn duniannya sendiri ajj hehe

    eonni aq harap bakal ada squel!!
    fighting!!

    1. hhaha, baca epilog ajaa 🙂 di jelasin kok luhannya bakal gimana ><
      ah nomu gomawooo~
      ne fightiing 🙂

  16. Author, u know how to melt my heart ><
    banget-banget deh author kalo nulis FF!
    hhahaha XD iya ngerasa banget author kalo nulis kadang-kadang
    suka berubah cara penulisan ama gaya bahasanya, tapi itu namanya
    KREATIF thor 🙂 i looove it 🙂
    keep writing!

    1. hhahaha, and u know how to melt my heart too. kk~
      waah, ciee kmu perhatiaan 😉 hha
      gomawooooooo 😀
      siiip~

  17. Annyeong authorssi, *langsung bingung mau bilang apa* yg jelas endingnya kece abizzzz wkk gue mulai alay.. Kai jail2 manis mnta d gigit bgt ya.. Btw seneng juga deng ada nma gue nongol dkit2 hoho~ okeh selamat kembali k perantauan authornya, back to college -,- kekek~

    1. hhaha 🙂
      annyeooong ^^
      kk~ gomawoooo ><
      iya nih, harus balik ngampus lg -__-
      skali lagi gomawooo 🙂

  18. WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA><
    AKHIRNYA EONNI UPDATE JUGAA xd
    setelah meminta-minta /loh?/ dengan gigih :3
    hhaha, endingnya serius deh, eonni ini gak pernah bisa di tebak ^^v
    sukaa sukaaa suukaaa
    gomawo eonni udah mau post ini,
    daebak as usual 🙂
    keep writing eonni~

  19. thor, namaku terpampang di ff mu
    o.0
    syok berat, rasanya kyk dpt mobil undian (?)
    walau aku gtw itu eunhwa yg mana.
    tp seneng bca nya, krna disandingkan dgn baekhyun
    ow ow ow, bahagia dan tereak2 gaje ini thor. ^^
    #abaikan
    luhan kasihan thor, 😥
    sama aku aja,haha

    cpt bgt ff nya udh end, sdih deh, bkal jarang bc ff author.
    >,<
    tp mksh udh dbkin end, jd reader g nunggu lama.
    ditgu karya lain yg ada eunhwa nya thor,
    #reader tak tau diuntung

    1. wahahaha Xd perasaan itu namamu udah eksis dari eps tiga deh 🙂 masa baru sadar?kk~
      hhe, gomawooo, cengar-cengir dah nih author 🙂
      iya mian, author harus balik ngampus dan itu pastinya jd sibuk. soo.. mian 🙂
      sekali lagi makasiiih 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s