ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 3)

 

 

Judul      : ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 3)

Author    : Megumi_Chan

Genre    : Supernatural, Fantasy, SchoolLife, Action, Drama, Love,     Humor(sedikit)

Length    : Parts

Rating    : General Audience

Main cast:


META/OC/YOU

(LIGHTNING)

 

KAI/EXO-K

(TELEPORTATION)

 

YOONA/SNSD

(FLAME)

 

BAEKHYUN/EXO-K

(LIGHT)

SYIFA/OC/YOU

(TIME CONTROL)

 

LUHAN/EXO-M

(TELEPATHY)

 

TAEYEON/SNSD

(WATER)

 

D.O/EXO-K

(EARTH)

INDAH/OC/YOU

(HEALING)

 

KRIS/EXO-M

(FLIGHT)

 

YURI/SNSD

(FROST)

 

SEHUN/EXO-K

(WIND)


 

~ HAPPY READING…. :* ^^ ~

~’*PART 3*’~

Aku senang sekali Yuri !”

“Ah, sepertinya gembira sekali. Ada apa Yoona?”

“Tadi… hampir saja kami…”

“Kami ?. kamu dan si pangeran”

Yoona mengangguk. “Hampir saja tadi menjadi moment ciuman pertama kami”.

“Wah benarkah ? eh, tunggu ! hampir ?”

“Ya.. begitu lah. Hampir . kalau saja tak ada gadis tadi, mungkin akan terjadi. Ah sudahlah… yang penting aku tau Kai masih mencintaiku”

“Kau ini !” Yuri mencubit pipi Yoona dengan keras. Itu sudah kebiasaan Yuri. Yoona sudah kebal dengan tangan dingin Yuri.

“Eh ! Taeyeon mana ? kenapa belum dikamar juga ya ?” tanya Yoona yang menyadari salah satu chingu sekamarnya itu tak ada di kamar.

 

Ciittt..

Suara pintu terdengar menjerit.

 

BRAK !!

Taeyeon berlari dan memeluk Yuri dengan mata yang kebanjiran.

“Taeyeon ?”

“AA !!! Yuri ! apa yang harus aku lakukan. Aku masih tak bisa menemukannya !”

“Menemukannya ?” gumam Yoona yang heran melihat Taeyeon.

“Hiks.. Luhan, sepertinya dia mulai tak mencintaiku lagi. hiks… dan aku belum bisa menemukan bagaimana caranya menyikapi sikap Luhan yang berubah itu !”

Yuri menepuk-nepuk pundak Taeyeon. Disusul Yoona memeluk Yuri.

“Sudahlah. Istirahat dulu. Nanti, ceritakan” Kata Yoona.

Taeyeon hanya mengangguk dan berbaring di kasurnya.

Yuri mengambil segelas air putih lalu diberikan kepada Taeyeon.

 

“Aku takut. Bagaimana jika Luhan akan meninggalkanku” Taeyeon bertanya-tanya dalam hati. Rasa takut sangat menyiksanya.

“Ada apa dengan Luhan, Taeyeon?” tanya Yoona pelan.

Taeyeon mendesah panjang dan mulai bercerita.

“Akhir-akhir ini dia lebih sering melamun jika sedang bersamaku. Waktu aku tanya ada apa, tapi dia menjawab tak ada apa-apa. Tadi, aku tak sengaja mendengar teman-temanku membicarakan Luhan dengan seorang yeoja. Aku mencari Luhan dan aku melihatnya berjalan dengan seorang gadis. Mereka bergenggaman tangan, didepanku.”

“Siapa yeoja itu ?” Tanya Yuri.

“Aku rasa, dia masih baru disini. Aku baru melihatnya.”

Bibir Taeyeon bergemetar, tak tahan untuk tak menangis.

PLAK !!

Taeyeon terdiam menatap Yuri yang tiba-tiba menamparnya.

“Harus berapa kali aku bilang ? jangan terlalu mencintai Lelaki !. jangan menangisi orang yang menyakitimu !. jika perlu, jangan berhubungan lagi dengannya !” Yuri, baru kali ini dia terlihat sangat marah. Sebelum-sebelumnya,dia memang sering menasehati teman-temannya. Tapi kali ini dia marah.

“Yuri …” Yoona tampak kaget jadinya.

 

Yuri tak menanggapi desahan Yoona. Dia makin mempertajam matanya pada Taeyeon. “Kita ini cewek !. jangan mau cengeng terus. Nangis mulu!. Kalo nggak sanggup, jangan mau jalan sama dia lagi. tinggalin aja dia. !!”

 

Taeyeon tak berkutiip. Air matanya tak jadi jatuh. Lama dia memandang Yuri sambil menggigit bibirnya.

“Kamu benar. Seharusnya aku tak secengeng ini. Aku akan berbuat sebisa ku.!” Senyuman licik kini terpampang diwajah Taeyeon.

 

~’**’~

Yoona duduk di ayunan belakang sekolah. Memandang sambil berfikir.

“Kenapa di sini sendirian ?”

Yoona menengadah melihat Kai yang berdiri disampingnya. Yoona menggeleng.

“Jinjja ? aku tak percaya.”

Yoona hanya diam menunduk menatap jemari tangannya. Sementara Kai menunggu penjelasan Yoona.

“Aku takut, hubungan kita akan seperti Taeyeon dan Luhan” lirih suara Yoona.

“Memangnya ada apa ?” tanya Kai.

“Akhir-akhir ini hubungan mereka tak baik. Selalu ada masalah. Aku kasihan melihat Taeyeon. Oh iya, apa kamu tau ada siswi baru di sekolah kita ?”

“Hah ?. oh… iya, baru-baru ini memang ada siswi baru. Tiga orang.”

“Benarkah ?” tanya Yoona. Dalam hatinya masih bertanya-tanya. Mengapa Kai bisa tau , biasanya dia tak pernah ingin tau. Walaupun dikasih tau, dia pasti lupa. Tapi kali ini… kenapa dia lebih dulu tau daripada Yoona. Apa lagi, kali ini tentang siswi atau yeoja baru.

“Nee. Mereka bertiga sepertinya berteman dengan baik. Seperti kamu, Yuri dan Taeyeon. Mereka juga tinggal sekamar. Tapi, hingga detik ini tak ada yang tau kekuatan apa yang mereka miliki.” Jelas Kai yang semakin membuat Yoona gelisah.

“Aku benci mereka!” Yoona membeberkan isi hatinya dengan tegas.

“Mwo ?. wae ?” tanya Kai yang cukup kaget.

Yoona semakin gelisah. ‘wae’ katanya ?. ah,, Kai,, kenapa saat ini membicarakan yeoja-yeoja itu membuatku sakit.

“Salah satu dari mereka menghancurkan hubungan Taeyeon dengan Luhan. Aku tak ingin  mereka menghancurkan hubunganku dengan mu.”

Kai makin kaget mendengar perkiraan Yoona. Jujur saja, sebenarnya Kai sendiri juga merasa takut meninggalkan Yoona karna saat ini dia juga bingung dengan perasaannya terhadap salah satu dari siswi baru itu.

“Berjanjilah, jangan meninggalkan aku…” Yoona menatap Kai dengan penuh harapan.

Apa yang akan Kai katakan. Diotaknya kini teringat pada wajah gadis yang bernama Meta. Tapi Yoona, apa dia akan menjadi kekasih sejati untuk Kai ?. Kai bingung harus berkata apa. Dia tak ingin mengingkari janjinya kelak. Tapi.. apa yang harus dilakukan ?. “MMmm…. Aku..”

“KAI !!” terdengar suara seseorang memanggil Kai dari kejauhan. Ternyata D.O !.

“Oh, ada apa D.O ?” Kai merasa cukup lega. Untunglah ada D.O yang memanggilnya.

“Kamu dicari Mr. Edward di ruang guru!!”

“Aku akan kesana !” Kai berlari meninggalkan Yoona yang masih duduk di ayunan. Yoona memandang kepergian Kai. ‘tetaplah mencintaiku, Kai’ bisik batinnya.

 

~’**’~

 

Pelajaran pertama usai sudah. Yuri segera keluar dari kelasnya menuju ruang ganti baju. Kini dia menggunakan baju renang kesayangan yang biasa digunakannya.

Menenangkan diri dalam Air memang membantunya meredakan masalah di otaknya.

 

Wushh…

Percikan air bertebaran disekitar kolam. Kaki tangannya bermain main dengan air.

‘aku, pasti bisa. Aku tak akan goyah. Aku harus teguh’ selalu itu yang dikatakan hatinya saat berenang. Tapi, tiba-tiba bayangan eomma nya muncul dipikirannya. Eomma tersenyum dengannya. Eomma memainkan rambut Yuri. Memoleskan pelembab dikulitnya. Hingga suara Appa yang selalu meneriaki eomma nya membuat wajah penuh kasih sayang itu hilang. Appa nya meninggalkan Yuri dan ibunya. Saat itu, Yuri berusaha menahan ayahnya.

“Lepaskan !” begitulah teriak sang ayah pada Yuri.

PLAK !!! wajah Yuri memerah terkena tamparan dari Appa nya. Tak ada rasa bersalah sedikitpun tampak di wajah ayahnya.

 

Mata Yuri terbelalak kaget. Badannya terhuyung-huyung dikolam. “Tolong ! tolong !” percuma saja, siapa yang ada di ruang renang ini ?. tak kan ada yang mendengarkan aku. Eomma… tunggu aku… begitu kata batin Yuri.

Cahaya apa itu ? Yuri memejamkan matanya. Tiba-tiba badannya terasa bergemetar. Wajahnya terasa dingin. Seluruh tubuhnya dingin. Dibuka perlahan matanya menatap sosok kabur di depannya.

“Kamu tak apa kan ?”

Suara itu tak asing ditelinganya. Siapa ? siapa?. Matanya mulai terang. Ayah ?. Oh ! Kris ?. Yuri tersentak duduk. “Kenapa kamu disini !” bentak Yuri pada Kris yang bajunya basah-basah. Walau tau bahwa Kris telah menolongnya, tapi Yuri tetap tak mau bersikap baik pada Kris.

“Diamlah !” kali ini Kris malah terdengar membentak Yuri. Ini pertama kalinya Yuri mendengar bentakan lembut dari sesosok Kris.

Tubuh Yuri mulai terasa hangat dalam gulungan kain yang diberikan Kris. Kini mereka berdua duduk didinding ruang renang itu.

“Maaf aku lancang, seharusnya aku tak didekatmu” kata Kris penuh rasa perhatian.

Yuri tak menanggapinya. Hanya diam dalam gulungan kain. Bibirnya masih bergetar, tapi sudah lebih lumayan dibanding saat tadi.

“Mau kuambilkan minuman penghangat ?” tanya Kris lagi.

Yuri menggeleng tak bersuara.

Kris menunduk. “Arasso. Aku akan pergi”. Kris berdiri tegak. Beberapa langkah, Yuri terdengar bersuara. Sentak Kris menatap gadis itu.

“Appa meninggalkan eommaku. Padahal eomma sudah melakukan papaun demi memperjuangkan cinta mereka. eomma selalu tersenyum walau Appa memukulinya” Tampak wajah Yuri yang datar berubah tak berdaya. “kamu, tak ada bedanya dengan Appaku.Jadi…” Yuri menegakkan kepalanya menatap tajam Kris. “jangan ganggu aku lagi !”.

Kris tersentak kaget. Menganggunya ? apa selama ini Kris hanya sebagai pengganggu bagi Yuri ?. dan,,, apa maksudnya? Kris, tak ada bedanya dengan Appa Yuri ?. Kris berjalan pergi meninggalkan Yuri.

Uh !! sakit sekali. Yuri menepuk-nepuk dadanya denga keras. Benar.. Kris memang tak bersalah. Tapi, wajah Kris selalu membuat Yuri sakit.

Karena wajahnya… wajah Kris sangat sama persis dengan wajahnya, wajah ayah Yuri.

 

~’**’~

 

Indah berjalan sendiri menyusuri setiap belokan koridor-koridor sekolahnya.

“Mmm.. tunggu. Ruangan renang dimana ya ?” tanya Indah pada setiap orang yang dijumpainya. Cukup susah bagi indah menyusuri Sekolah sebesar itu.

“Swimming pool” indah membaca tulisan yang tertera di papan nama. “oh. Ini dia !” indah menemukan ruang tersebut. Indah mengganti pakaian renangnya terlebih dahulu di rang ganti.

“Sudah lama sekali… aku tak sabar ingin berenang, melemaskan otot-ototku.”” Indah segera beranjak. Di melangkah sambil mengalunkan suaranya.

Indah terhenti saat berada di pintu masuk ke ruang renang.”Oh ! Kris ?” kaget Indah.

Kris yang awalnya berjalan menunduk, berhenti melangkah dan melihat Indah yang ada didepannya. Kris tersenyum menampangkan wajah tampannya.

“Indah ?.. kamu mau berenang ?” Tanya Kris sambil mendekati Indah.

Indah mengangguk. “Kamu habis berenang ? kenapa tidak mengganti seragam mu ?” tanya Indah yang melihat Kris basah kuyup.

“Mmm… sebenarnya aku tak ingin berenang. Tapi saat aku lewat disini, aku mendengar suara yeoja yang minta tolong. Jadi, aku datang dan mencoba membantunya” jelas Kris.

“Siapa?” tanya Indah.

Kris memutarkan kepalanya menatap Yuri. Indah ikut menatap yeoja itu.

 

Yuri yang sejak tadi memperhatikan Kris dan Indah, membuang mukanya. Tak lama, kembali Yuri menatap mereka berdua. Kris tertawa bersama gadis itu.Oh! Senyum itu… Yuri tak pernah melihat Kris tersenyum semanis itu, bahkan pada Yuri sekalipun. Tapi, ada apa dengan gadis yang  bersama Kris itu?. mengapa Kris berbeda terhadapnya ?.

Uh ! untuk apa memperdulikan hal itu. Yuri melepas pandangannya dan mempererat dekapannya dalam gulungan kain hangat.

 

“Baiklah. Anyeong” Kata Indah pada Kris, lalu melangkah mendekati Yuri.

Kris hanya tersenyum sejenak memperhatikan Indah yang berjalan. Setelah tampak Indah menyentuh bahu Yuri, Kris berlalu pergi.

“Kamu… Yuri kan ?” Tanya Indah. Tak perlu banyak bertanya darimana gadis ini tau, Indah sudah cukup kenal banyak orang walau tak saling berkenalan terlebih dahulu. Apalagi Yuri, yang gosipnya sangat cepat tersebar. Terutama tentang perhatian Kris yang diberikan pada Yuri.

Yuri mengangkat wajahnya. “Nee…” jawabnya Lesu.

Indah tersenyum “Aku Indah..” dan segera melompat ke dalam kolam. Yuri menatap Indah.

“Indah !!” Panggil Yuri saat kepala Indah muncul di permukaan air.

Refleks, Indah segera menatap Yuri. “Ne ?” katanya sambil menghusap air diwajahnya.

“Kau… menyukai Kris ?” tanya Yuri ragu, pelan.

Sedetik, Indah merasa kaget dengan pertanyaan itu. lalu, dia hanya tersenyum tipis. “Bukankah Kris menyukaimu ?” Tanya Indah balik tanpa memberi jawaban pasti pada Yuri.

“Kau tau banyak…” Senyum Yuri yang tampak cukup, aneh.

“Ne,,, Aku cukup sigap mendengar gosip-gosip yang beredar di Sekolah.” Indah kembali melanjutkan berenangnya.

Yeoja ini… Mengapa membuatku gelisah… bisik hati Yuri.

“Karena sebenarnya, kamu menyukai Kris, benarkan ?” Tanya Indah yang tiba-tiba berada disebelah Yuri.

“Ah!” Yuri kaget dan tubuhnya sedikit terdorong. Bagaimana… apa dia mendengarkan pikiranku ?. tapi.. bagaimana bisa?. “A-Apa maksudmu ?” tanya Yuri

“Bukankah tadi kamu bilang aku membuatmu merasa gelisah ?”

Yuri diam mematung. Siapa… sebenarnya dia ?. masih merasa aneh.

“Ah.. saat aku berenang, aku mendengar kamu mengatakan bahwa aku membuatmu gelisah dengan sangat keras. Apa mungkin aku salah dengar ya ?” tanya Indah yang juga mulai merasa sedikit aneh.

Indah menatap Yuri, Yuri menatap Indah. Keduanya saling menatap dengan jidat berkerut dan wajah penuh tanda tanya.

 

~’**’~

 

“Apa yang kamu pikirkan malam-malam begini, Yuri?” tanya Yoona yang menghampiri teman sekamarnya di jendela kamar.

Yuri menggeleng pelan lalu perlahan menatap langit gelap. Karena sebenarnya, kamu menyukai Kris. benarkan ?. Kalimat itu terngiang jelas di telinga Yuri. Sejak tadi selalu menganggu pikirannya.

“Yoona …”

“Mmm?”

“Apa… apa aku menyukai Kris ?”

“Hah ?”

“Ah ! Anii.. maksudku,, apa aku terlihat seperti menyukai Kris ?”

Yoona tersenyum. Sungguh jarang temannya yang satu ini menanyakan hal seperti itu. “Mmm… kalau aku tanya, apa kamu membenci Kris ? jawabanmu….”

“Ne ! Aku sangat membenci nya !” kata Yuri bersemangat.

“Kenapa kamu membencinya ?” Tanya Yoona lagi.

“Karna… karna… Dia… mengganggu ku terus. Yaa begitulah”

Yoona tersenyum licik. “Kau… ku berikan jawabannya. Yuri ! kamu sekarang terlihat mencintainya !”

“App.. apa katamu ? mana mungkin !”

Yoona tertawa lepas. Lalu dengan lambat mendekatkan bibirnya pada telinga Yuri. “Rasa bencimu, telah berubah menjadi cinta” Bisik Yoona penuh kegirangan.

WHAT ?.

 

~’*TBC*’~

 

Mian kalo gak terlalu bagus…

Mhon koment dan saran. Hokey !!

//

7 tanggapan untuk “ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 3)”

  1. ANYEONGG… aku readers bru disini.. critanya asik thor hnya sja ada nama indonesia mnurutku kurang menarikk..mian torr tpi alurnya asik ko ^^ FIGHTINGH

  2. Ahhh aku setuju kai sama meta aja 🙂 tpi kasian jga si yoona nya 😦 tpi aku bingung sama yuri sama kris nya tpi aku suka bgt ♥

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s