ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 2)

 

Judul      : ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 2)

Author    : Megumi_Chan

Genre    : Supernatural, Fantasy, SchoolLife, Action, Drama, Love,     Humor(sedikit)

Length    : Parts

Rating    : General Audience

Main cast:


META/OC/YOU

(LIGHTNING)

 

KAI/EXO-K

(TELEPORTATION)

 

YOONA/SNSD

(FLAME)

 

BAEKHYUN/EXO-K

(LIGHT)

SYIFA/OC/YOU

(TIME CONTROL)

 

LUHAN/EXO-M

(TELEPATHY)

 

TAEYEON/SNSD

(WATER)

 

D.O/EXO-K

(EARTH)

INDAH/OC/YOU

(HEALING)

 

KRIS/EXO-M

(FLIGHT)

 

YURI/SNSD

(FROST)

 

SEHUN/EXO-K

(WIND)

 

 


 

NYEONGE NYEONGEE Loyal readers…

Ini yang Part duanya aku update lagi…

Sebagai pendahuluan, karna rasanya ada yang kurang, aku tambahin deh cerita sebelum Trio Yeoja itu datang di ELEMENT HIGH SCHOOL…

 

~ HAPPY READING…. :* ^^ ~

~’*PART 2*’~

 

FLASHBACK ~        

“Aku tak mengerti dengan mimpi-mimpiku. Seseorang yang berjubah datang padaku. Tak tau dimana kami bertemu. Yang pasti, tempatnya gelap dan cahaya hanya menyinari kami berdua, aku dan sijubah hitam.”

Tiga yeoja itu berjalan beriringan saat menempuh jalan raya sepulang sekolah. Salah satu dari mereka bercerita tentang mimpi semalam.

“aku tak dapat berbicara. Aku hanya mendengarkannya berbicara. Dia mengatakan hal aneh. Elcycle. Yah, aku tak mengerti. Apa itu Elcycle. Aku hanya diberitahu kegunaannya. Katanya, ada suatu kehidupan yang manusia tak bisa melihatnya, tak satupun selain orang-orang terpilih. Orang-orang terpilih itu akan menjadi penyelamat di dunia. Elcycle akan mengantarkannya ke kehidupan itu. dan Elcycle akan ditemukan tak lama lagi !” nada terakhir itu diceritakan oleh gadis bermata hitam pekat yang bernama Syifa, dengan penuh penekanan.

“Tapi, bagaimana bentuk Elcycle? Apakah ada ciri-ciri yang diberitahunya ?” tanya gadis bermata biru, Indah, yang mencoba mengorek hasil dari mimpi temannya itu.

“Mollayo. Tapi dari namanya, aku yakin itu berupa lingkaran.”

“Lingkaran…” Gadis tinggi yang bermata biru itu bergumam pelan mencoba berfikir.

 

“Orang-orang…” kali ini, yeoja bermata Coklat yang bergumam pelan dengan punggung jari telunjuk menyentuh bibirnya.

“Apa kamu menyimpulkan sesuatu, Meta ?” tanya gadis berambut pendek bermata hitam pekat itu.

“Orang-orang…” sekali lagi gadis bermata coklat itu bergumam. Sementara dua temannya masih menatapnya. Mereka bertiga memperlambat langkah.

Yeoja yang mimpinya sangat sering menjadi kenyataan itu tiba-tiba mebulatkan mata. “aku ingat !. ELCYCLE akan ditemukan jika salah satu dari orang terpilih itu mengucapkan kalimat yang menjadi kuncinya. Kalimat itu akan sangat susah ditemukan. Suatu kalimat kebenaran.”

 

“Orang-orang… salah satu ?. apa mungkin…” gadis berambut ikal itu berbicara lagi seolah berhasil menemukan sesuatu. Maksudnya gadis berambut ikal itu adalah Yeoja yang bernama Meta… Mereka berhenti disuatu jalan gang yang cukup gelap.

“Kalian sadar ?. itu berarti bukan hanya satu, tapi lebih dari satu. Dan mengenai mimpi-mimpimu, untuk kali ini memang sulit dimengerti tapi aku percaya ini nyata. Aku yakin, Kamu salah satu dari orang-orang terpilih itu!” Serentak ketiganya terdiam saling memandang satu sama lain.

“Ne ? Orang terpilih ?.  haha. Yang benar saja. Nenek moyangku masih bisa aku jabarkan keberadaannya” bantah Syifa tertawa

“Nenek moyangmu ?. bukankah kita bertiga memiliki nasib yang sama. Kita tak memiliki keluarga disini !”. Indah yang bermata biru itu mengingatkannya.

“Kau benar… kita… tak memiliki keluarga”

 

“Syifa ! Indah !” gadis bermata coklat itu kembali berteriak dan tentunya mendapatkan kesimpulan yang baru. Benar-benar pemikiran cepat seperti kilat petir.

“Waeyo, Meta ?”

“Kita.. kita saling mengenal sejak kecil. Bahkan, kita sama-sama tak mengerti dari mana kita berasal. Apakah kita keluarga orang berada, atau mungkin terpuruk. Yang kita tau kita tak memiliki keluarga. Memoriku yang teringat hanya sejak kita bertemu. Apa mungkin kalian memiliki ingatan sepertiku ?”

“Aku rasa, aku juga hanya ingat saat kita bertemu.” Kata Indah, gadis bermata biru

“Aku juga… lalu ?” Kata Syifa menyamakan jawaban.

“Kita… Aku tak mungkin salah. Orang-orang yang terpilih mungkin adalah kita bertiga. Dan yang aku pahami, kita telah diciptakan… kita adalah satu keluarga ! Kita, keluarga yang terpilih ! ”

“MWOO ?!”

Meta hanya tersenyum mengangguk.

 

Angin kencang yang tak tau darimana asalnya, membuat lorong ditempat mereka berdiri tampak meluas. Lingkaran !. ya. Itu dia !

“ELCYCLE?” teriak tiga gadis itu bersamaan. Mereka saling bergenggaman tangan menyusuri angin kencang itu. Sinar yang membentuk pola lingkaran dan bertuliskan ‘ELEMENT’. Mereka bertiga berjalan mendekatinya. Sambil berjalan, Meta masih berfikir dengan pemikirannya yang secepat kilat itu. “ELEMENT CYLCE, Lingkaran Elemen ?”

“Kamu berhasil menemukan kebenarannya !” Syifa berteriak dalam kencangnya angin.

 

Mereka berdiri tepat didepan sinar itu.  tapi, sinar-sinar Elcycle membentuk beberapa kalimat.

-“Setelah berhasil memasuki SekolaH Element, kalian akan melupakan kejadian yang kalian didunia manusia.”

-“kalian akan menulis sejarah baru”

-“Kalian tak akan kembali lagi kedunia manusia. Kalian akan abadi di dunia Element.”

-“Apa kalian siap?”

“YA ! KAMI SIAP !” ….

-“Geureyo”

 

Sinar itu kembali seperti awal rupanya. Ditengah lingkaran itu tergambar tiga telapak tangan kanan. Mereka bertiga saling berhadapan dan mengangguk. Jemari mereka terangkat mendekati gambar itu. dan, sunyi. Lorong itu sunyi dan tampak seperti biasa biasa saja. Kemana perginya “TIGA YEOJA TERPILIH ITU ?”

 

Prukhprukhpruukkhh..

Hentakan kaki kuda menyambut sadarnya tiga gadis itu.

“OH ! apa ini? Kuda terbang?” Gadis bermata Hitam Pekat berteriak tak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Dia bahkan menaiki keretanya ? ini sungguh seperti dongeng.

 

“OMMO ! aku dilangit ?” Gadis bermata coklat tampak terharu dengan yang dirasakannya. Sunguh, dia tak perlu bercita-cita menaiki pesawat jika sudah menaiki kuda terbang yang sangatlah keberuntungan baginya.

 

“Kalian… siapa ?” Gadis bermata biru yang baru saja terbangun merasa heran dengan kehadiran dua gadis yang tak dikenalnya.

“Mm, ternyata ada orang disini. Perkenalkan, aku Syifa”

“Aku meta. Kamu siapa?”

“Aku, Indah…. Hey !! apa kita terbang ?”

Syifa dan Meta mengangguk.

“Kita mau dibawa kemana?”

Kali ini, justru Syifa dan Meta tampak heran. dan bersamaan pula mereka menggelengkan kepala.

“Benarkah kalian tak tau ?”

Mereka kembali mengangguk bersamaan.

“Bagaimana kalau kita berteman ?”

“Kita …?”…………” berteman ?”………..

Kali ini hanya Indah yang mengangguk.

 

“OK ! kita resmi berteman !”

FLASHBACK-CUKUP

 

~’**’~

 

Gadis bermata pekat itu terbangun ditengah malam. Bola matanya bersinar kehitaman yang sekejab kemudian hilang. Dadanya kembang kempis disertai desahan nafas tak beraturan.

“Wae ? Wae geure ?” tanya Indah pada Syifa

Tak ada jawaban. Yeoja itu tak mengedipkan mata sekalipun. Matanya masih menatap lurus dan kosong.

 

“hey..” Meta yang baru masuk kamar menghampiri Indah dan mengerutkan kening yang menandakan kalimat tanya ‘wae geure ?’ kepada Indah.

Indah menggeleng.“ molla..” jawabnya terdengar berbisik .

 

Beberapa menit Meta dan Indah menunggu jawaban Syifa, namun tetap saja tak berkutik. Masih seperti tadi, tak mengedipkan mata sekalipun.

Indah memejamkan matanya. Meta yang sudah terbiasa melihat itu hanya diam menyaksikan. Indah memegang telapak tangan Syifa. Roh Indah tampak berkomunikasi pada Syifa.

 

Sekejap saja Syifa tersadar walau tampak masih kaget. Indah membuka matanya kembali setelah berhasil menenangkan Syifa.

 

“Aku… Mimpi…” Syifa mulai berbicara sambil menghapus keringat diwajah dengan tangannya.

“Mimpi buruk?” tanya Meta.

“mm” Syifa menggeleng. “aku juga tidak tau”.

“Jeongmal? ceritakan pada kami” Pinta Meta.

 

Syifa menarik nafas dalam-dalam, sementara Meta dan Indah memperbaiki posisi duduknya. Mereka duduk berhadapan diatas ranjang lebar yang bergambarkan lambang Element High School.

 

“Entah bagaimana saat itu aku bisa berjalan,.Hajiman.. sebenarnya aku tak berjalan”

Meta dan Indah sedikit merasa bingung, namun masih tetap mendengarkan

 

“Saat itu, aku sedang berdiri menatap langit. Tiba-tiba kakiku melangkah tanpa ku mau. Rasanya seperti ada yang mengendalikan tubuhku. Aku menangkap sosok lelaki tak jauh didepanku. Dan aku tak tau siapa. Dia menatapku lama sambil tersenyum. Tiba-tiba dia mendekatiku, lalu kedua tangannya terbentak sementara kaki ku masih melangkah. Hajimaan…”

“Tapi apa ?” tanya Meta dan Indah bersamaan.

“Tapi aku juga melihat ada yang menarik lelaki itu.. dia seorang wanita. Setelah itu, tiba-tiba saja aku terpanting. Dan…”

“Daaaan??” kata Meta dan Indah bersamaan, lagi.

“Dan aku terbangun”

 

~’**’~

 

Di pojok kantin, Indah dan Sehun, Syifa serta Meta duduk berkumpul sambil berbincang.

“Ne… lama sekali kita tak bertemu sudah 10 tahun sejak kita berumur 7 tahun” Indah berbicara menanggapi Sehun.

“Apa benar kamu berada didunia manusia selama sepuluh tahun ini ?” tanya Sehun.

“Dunia manusia ?” Indah tampak berfikir penuh. “Ani, aku tidak ingat. Entahlah, rasanya ada yang aneh denganku”

“Sebenarnya, kami bertiga memiliki nasib sama. Kami tak ingat kejadian-kejadian setelah kami pergi dari kehidupan Element. Kami hanya mengingat saat-saat kami berada di dunia Element.” Jelas Syifa panjang lebar. Sementara Meta masih menikmati Es kelapanya.

 

“Sehun, apa yang kamu lakukan ? Kai sudah menunggu dilapangan basket!” D.O datang menghampiri Sehun.

“Arasso. Aku pergi dulu” Pamit Sehun. D.O menatap Syifa, dia tampak kebingungan. Syifa membalas tatapannya dengan senyum yang membuat D.O segera ingin pergi. D.O menarik tangan Baekhyun yang sedari tadi mengikutinya dari belakang. Dan tak lupa Baekhyun mengedipkan matanya pada gadis pandangan pertamanya itu. Meta hanya diam mengerutkan bibir tak memperdulikannya.

“Kenapa menarikku ?” Tanya Baekhyun saat mereka sudah berjalan cukup jauh.

“Aku sesak!”

Baekhyun menatap D.O tajam. Baru saja Baekhyun akan angkat bicara, cepat-cepat dipotong D.O “Mwo ?. aiygoo.. ayo ! nanti malah kita yang dimarahi.”

 

Tak lama Sehun, D.O dan Baekhyun sampai di lapangan basket. Kai, Kris dan Luhan yang asik memainkan basket berhenti sebentar menunggu temannya yang lain itu bergabung.

“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Indah ?” Kris bertanya pelan pada Sehun.

“Dia, pacar pertamaku .”

“Pacar ?” kaget Kris.

“Bercanda… sejak kecil kami sudah saling mengenal dan kami sangat dekat. Memang tak ada status diantara kami yang begitu istimewa. Tapi setidaknya…” Sehun menggantungkan kalimatnya. Lalu dia tertawa mengingat sesuatu.

“Wae ?” Tanya Kris yang penasaran.

“Waktu kecil kami sering mandi bersama. Haha”

Apa itu berarti… Ah ! tenang, merekakan saat itu masih kecil. Lagipula, mereka juga tak terlalu dekat seperti yang aku bayangkan. Begitulah pikir Kris.

“Aissshh !!.. kamu ini ada-ada saja” Kris mencoba tertawa dan bercanda. Namun pandangan matanya tiba-tiba beralih pada sosok gadis yang duduk diantara deretan penonton. Yuri !. gadis yang dicintainya itu, duduk tanpa memperhatikannya.

 

“Berhenti melamunkannya !” Luhan menyenggol siku Kris. Sentak Kris cukup kaget.

“Neee.. arasso ” jawabnya tersenyum dan kembali bermain basket dengan teman-temannya.

 

~’**’~

 

“Bagaimana kalau kita menonton mereka berlatih. Aku dengar-dengar, katanya mereka sangat hebat bermain basket. “ Usul Syifa saat sudah cukup lama berada dikantin.

“Baiklah!”Jawab Indah. “Hey Meta ! berhenti mengunyah ! ayo kita pergi !”

“Ah.. sebentar-sebentar. Nanggung, mubasir nanti”

“Aishh anak ini !!” Indah menariknya berdiri dan menyeretnya keluar kantin.

“AA !!! iya iya ya !”

 

Mereka bertiga berjalan dan sesekali mereka berhenti untuk bertanya ‘lapangan basket dimana ya?’.

 

Mereka berjalan menuju kursi penonton.

“Loh? Dimana Meta ?” tanya Indah yang menyadari Meta tak ada.

“Tadi… tadi dia ada disampingku” Jawab Syifa yang tampak heran.

Indah dan Syifa menoleh ke pintu masuk lapangan basket. Tak jauh dari sana tampak Meta sedang berdiri, diam, dan… melamun ?.

“Baru kali ini aku melihatnya melamun !” Kata Syifa.

“Iya. Ayo kita kesana. Sebelum terlalu lama dia berdiri disana.”

“Iya. Ayo !”

Mereka berdua berjalan dengan cukup cepat. Sesampainya disamping Meta, mereka malah semakin bingung. Yeoja satu ini tak mengedipkan matanya sama sekali !. tapi, bola matanya tertuju pada…

“Siapa dia ?” akhirnya Meta bergumam.

Serentak Indah dan Syifa mencari-cari orang yang dimaksud.

Tatapannya menatap lelaki yang bermain basket dilapangan itu. tapi tak satupun dari mereka yang tau siapa laki-laki yang dimaksud Meta. Hanya Meta yang tau siapa orangnya, walaupun tak mengetahui namanya.

“Ayo kita duduk !” Indah kembali menarik Meta.

 

Selama menonton, selama itu juga meta tampak melamun memandang lelaki yang mampu membuatnya terlihat seperti orang yang berbeda. Yang mampu membuatnya merasa tenang hanya dengan menatapnya.

 

~’**’~

 

Exo berjalan bersama. Seperti biasa, mereka selalu tertawa dan dibanjiri permintaan foto bersama.

 

“Aku capek. Apa tidak sebaiknya kita pergi dari kerumunan yeoja ini secepatnya?” bisik Baekhyun pada Kai.

“Kau benar.. ayo kita lari !” ajak Kai. Kai hanya mengerjapkan matanya pada teman-temannya, dan mereka tak perlu waktu lama untuk mencerna maksud dari tindakan Kai.

Kai menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara. Jari-jarinya bergerak “satu…dua…tiga…”

“Ya !!!!!” mereka berlari dengan sangat kencang.

 

“Huh.. untunglah. Kita bebas sekarang. Haha” Kata Sehun yang terengah-engah.

“Haha…” semuanya tertawa.

“Hey. Lihat itu ! itu yeoja yang aku ceritakan !” Baekhyun tampak sangat bersemangat berbicara.

Tampak tiga gadis baru yang tengah berjalan bersama sambil bercerita.

“Kalian lihat yang berambut ikal itu ?. dialah gadis yang kusuka.” JElas Baekhyun.

“Dan yang paling tinggi itu, sangat dekat denganku” kata Sehun menyombongkan diri. “Beruntung sekali aku, ne ?”

 

Sejenak semuanya terdiam. Memandang tiga yeoja yang tak lain adalah Meta, Syifa dan Indah.

Tapi, mengapa ? ada apa dengan semua anggota EXO ?. mengapa semuanya memperhatikan tiga gadis itu tanpa bernafas, selama ini?

 

deg deg…deg.deg…

Semua member EXO jatuh cinta ?!!!!!.

Mereka bahkan lupa dengan gadis-gadis yang telah berstatus menjadi kekasih salah satu dari mereka. Kai, bahkan Luhan merasa sesuatu yang aneh juga berdetak didadanya.

Baekhyun sudah merasakan sejak pertama melihat Meta. Tapi, dibalik itu, Kai juga menyukai gadis yang sama.

D.O, entah sejak kapan dia merasa memandang Syifa itu… rasanya menyenangkan. Dan, bagaimana sekarang? Bahkan Luhan juga tertarik padanya.

Kris sudah mengetahui, Sehun juga menyukai Indah. Tapi bagaimana ? Kris tak ingin membiarkan Sehun bersamanya. Dibalik itu, Kris bahkan juga memusingkan hal yang sulit untuk dijawabnya. Siapa yang disukainya ? apa salah jika dia menyukai dua orang sekaligus ? indah dan juga Yuri ?.

Yang dapat dilakukan oleh Kai, Luhan dan Kris saat ini, hanya memendam perasaan mereka.

 

~’**’~

 

Siang yang cerah. Syifa baru saja keluar dari ruang kelasnya.

“Gadis !” Syifa mendengar suara itu. tapi tak menyadari jika sebenarnya dialah yang dipanggil pemilik suara.

“Yaa gadis !”

Syifa tak banyak bergerak. Dia hanya menolehkan kepalanya saat seseorang memegang tangannya.

“Bisa bicara sebentar ?”

Syifa menggerakkan bola matanya kekanan dan kekiri menatap seisi ruangan. Sepi. Tak ada orang yang terlihat berjalan.

“Denganku ? disini ?” tanya Syifa

Lelaki itu menggeleng. Lalu menarik tangan Syifa yang masih digenggamnya.

Dihalaman belakang sekolah. Disana kursi panjang yang terukir dari kayu jati. Disanalah Syifa duduk ditemani dengan lelaki tadi.

“Apa namamu Syifa ?”

“Ya..” jawab Syifa singkat.

“Kamu kenal aku ?” tanya lelaki itu lagi

“Anio. Memangnya siapa kamu ?”

Lelaki itu mendesahkan nafas panjang.

“Wajar kamu tak tau, tapi seharusnya kamu senang karna aku mengajakmu. Biasanya wanitalah yang mengajakku ke suatu tempat”

Syifa tak mengerti dengan jalan pembicaraan ini. Dia hanya diam mengerutkan kening.

“Aku sangat terkenal loh disini” lelaki itu tampak membangga-banggakan diri sendiri. tapi tetap saja, Syifa tak menaggapinya.

“Hm… Aku Luhan. Senang bisa berbicara denganmu walau sebentar” Lelaki itu tersenyum pada Syifa.

“Apa kamu juga enggota EXO ?” tanya Syifa yang teringat dengan EXO.

Lelaki itu menganggukkan kepala.

 

Teng nong neng…

“Aku akan mengantarmu kekelas” kata Luhan.

“Ah, baiklah” angguk Syifa.

Mereka berjalan bersama, Entah apa yang membuat Luhan menggenggam tangan gadis satu ini. Anehnya Luhan tak merasakan masalah yang akan dihadapinya. Semua orang menatap Luhan dan Syifa bergantian.

Tapi kali ini, Luhan terdiam mematung. Syifa merasa bingung “Wae ?” Syifa melihat tatapan Luhan yang tertuju pada gadis yang berdiri tak jauh didepannya. Genggaman mereka terlepas.

“Luhan…”…

“Tae.. Taeyeon-ah …”

Jelas sekali mata Taeyeon berair. Pipinya juga mulai basah.

“Taeyeon… ini… bukan seperti yang kamu bayangkan”

Taeyeon tak memperdulikan kalimat itu. dia hanya mencoba berlari. Dia berlari sekuat tenaga. Berharap Luhan akan mengejarnya.

Tapi tidak, Luhan memang berlari awalnya. Namun tiba-tiba berhenti. Entahlah, dia merasa jika dia berlari, dia melakukan hal yang salah.

“Oh ! Syifa kemana ?” Luhan tersadar dan berjalan cepat menyusul kelas Syifa.

“Oh, ternyata dia sudah didalam” Luhan tenang. Untunglah Syifa tak marah padanya.

Eitzz… Memangnya Syifa siapanya Luhan ya ?.

Bukan, dia bukan siapa-siapanya Luhan. Hanya saja, Luhan merasa beda dengan gadis itu.

 

~’**’~

 

Sore itu, udara cukup tenang dan damai. Menunggu saat-saat matahari terbenam.

Meta berjalan sendiri menyusuri setiap sisi ruangan sekolahnya itu. Bangunan yang benar-benar menarik dan menakjubkan. Halaman depan, dimulai dari gerbang, semuanya terlihat megah dan bersinar.

Halaman belakang sekolah tampak menghibur. Sejenak Meta berdiam diri menatap langit dan mendengar kicauan burung-burung.

Dia melanjutkan penelusurannya kehalaman samping Sekolah. Ada kolam ikan yang airnya jernih. Ikannya tampak berkilau didalam air.

“Hahahha…”

“Suara siapa itu ?. pikir Meta. Sepertinya tak jauh dari tempatnya berdiri ada orang lain.

Dia berjalan lambat. Dia berjalan mengendap-ngendap dan dia sedikit curiga karna suara itu tiba-tiba hilang. Hanya terdengar sambil lalu saja.

Kaget !

Suara Meta tertarik kedalam.

“Ka…kalian..”

“Hey, apa yang kamu lihat ?” tanya gadis yang ada didepan Meta. Yoona. Ya ! dia Yoona yang sangat terkenal disekolah.

Meta  membekap matanya. “Oh.. mianheyo… aku tak bermaksud menganggu kalian.”

Lalu meta pergi. Dalam hati dia mengomel-ngomel sendiri. “Aigo. Yeoja pabbo ! kalau sampai ada yang lain tau, aku akan dianggap sebagai tukang intip orang ciuman. Aduuhh. !” bisiknya sambil berjalan cepat dan memukul-mukul kepalanya sendiri.

Sementar itu, Kai yang bersama Yoona sejak tadi pergi tanpa pamit. Sebenarnya, Tadi mungkin akan menjadi ciuman pertama mereka setelah bertahun-tahun pacaran. hajimaan, gagal sudah karna gadis bernama Meta mempergoki mereka.

Kai tak menyalahkan Meta sedikitpun. Karna, yang dia pikirkan saat melihat gadis itu adalah… hanya gadis itu yang berhak untuk….(apa hayoo*Thor ! gk lucu tau!)

 

~’**’~

 

Waktu cepat berlalu, hingga malam akhirnya tiba. Indah membaca buku panduan posisi dan struktur Sekolahnya. Sendiri dikamar, sambil mendengarkan MP3.

Jam menunjukkan pukul 9 malam. Seperti biasanya, Meta akan kembali kekamar pada jam 11. Dan Syifa sudah tertidur pulas diranjangnya.

“Ah.. bosan..” begitulah pikir Indah setiap malamnya.

Tuk tuk tuk,,,

Kaca jendela kamarnya berbunyi. Spontan Indah memfokuskan pandangan pada jendela itu.

Ada yang melambaikan tangan padanya. Indah bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan membukakan jendela.

“Oh, Kris ? ada apa ?” tanya Indah.

Kris sendiri tak tau, untuk apa dia terbang melayang malam-malam didepan kamar Indah. Dia hanya ingin melihat gadis ini.

“Mm… tidak ada apa-apa” jawab Kris menggelengkan kepala.

“Ya sudah, kalau memang tidak ada, turunlah. Sebelum kamu disangka setan”

“OOooOO jangan di tutup dulu jendelanya. Bagaimana kalau kamu ikut aku ?”

“Ikut kamu ? kemana ?”

“Hanya melihat-lihat. Kamu pasti penasaran dengan pemandangan malam hari”

“Boleh juga.”

Kris merangkul Indah. Mereka terbang dengan ketinggian yang tak dapat dihitung.

“Lihat kebawah !” Pinta Kris.

“WAA… Seram sekali ! aku tak mau jatuh !”

“Bukan itu !. lihat sekolah kita .”

“Waw… “

“Pelangi yang melindungi Sekolah kita, hanya dapat terlihat dimalam hari dari kejauhan tertinggi. Semakin kita jauh, Pelangi itu akan sangat terlihat indah.”

“Menakjubkan”

 

Mereka melanjutkan penerbangan mereka lagi.

“Kris.”

“Ya?”

“Aku belum mengucapkan terima kasih karna kamu sudah menolongku pada hari pertama aku datang disini.”

“Itu… kamu tidak perlu berterima kasih.”

“tidak ! aku rasa itu perlu.”

“Ya sudah, katakan saja”

“Mmm, baik ! aku akan mengatakannya.”

Indah berdeham sedikit.

“Kris ?”

“Ya ?”

“Terimakasih”

“no problem. Sama-sama” *Ini datar banget suasananya..

 

Mereka terbang semakin tinggi dan semakin tinggi. Sungguh pemandang menakjubkan dimalam hari. Terkadang Kris memikirkan Yuri yang tak bisa sehangat kelakuan Indah. Tapi, menyukai dua orang dengan karakter berbeda membuat Kris benar-benar harus memilih. Siapa yang sebenarnya pantas untuk dicintainya.

 

BUKKHH !!

“AAAAAA…..!!!” Indah berteriak. Teriakan yang benar-benar membuat Kris kehilangan akal. nyaris terjatuh.  Tapi dengan cepat diimbangi Kris.

“Huh.. kita sudah terlalu tinggi. Begini jadinya, diatas kita juga ada Kaca sebagai pelindung Langit diatas Sekolah kita. Tapi kacanya tak bisa terlihat.” (Note : jangan tnya kenapa bisa ada kaca… yaaa namanya juga cerita fiksi, jadi semuanya fiksi.. yuk marii yuuk)

“OOoo..” Indah hanya mengangguk dan mereka kembali ketempat masing-masing.

 

~’**’~

 

Miann…. Jeongmal jeongmal !!! neomu neomu !!!

Ini cerita nya ngawur semua…

Otak aku lagi error.. jadi gk bsa nemu hal menarik yang bisa dishare..

Ok.. mudah”an part slanjutnya bisa lebih menarik. Amiinnn..

Tolong Koment dan Sarannya yaa…

//

13 tanggapan untuk “ELEMENT HIGH SCHOOL (Part 2)”

  1. Ahhhhh kai kenapa ada kissing scene nya (?) Tpi kasian yaaa masa exo pada berebut cewek -,- tpi aku suka ff nya thor 🙂

  2. yah ini crita lucu, padahal ku ngarep bnget ada chanyeol oppa… tapi daebak bnget crita ini… fighting ne thor! ^_^

  3. it’s fantastic idea..
    overall,I love this ^^
    and the school? omygod, I imagine if that school is not just fiction.. so beautiful
    well done, keep write, and I’ll wait for next chap..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s