Never Let You Go Part I

 

Title                :  Never Let You Go

Author           : @NadyaJMarpaung

Main Cast      :

          Kwon Jin Young

          Xi Luhan

          Kim Jong In

Support Cast :

          Oh Sehun

Genre             : Romance,friendship, sad(?)

Length            : Chapter

 

FF pertama aku, sorry jelek bgt^^ kalo sad nya gk dapet maklum ya~ terinspirasi dari beberapa drama-  enjoy!^^)/

                                                                                                                        

 

 

 

“Masih berani datang ke sekolah?”

“Dasar anak pembunuh! Kau tidak malu?”

“Iya dasar. Abeoji-mu menabrak orang yang tidak berdosa tau!”

“Dasar anak terkutuk! Kau menjijikan! Anak pembunuh!”

“Ya! Hahahahaha! Dasar anak pembunuh!”

 

~OoO~

 

Jin Young’s POV

 

 

“Eomma!Ya eomma ya! Aku berangkat sekolah dulu!”  Sahut –ku Tidak aja jawaban.

“Eomma! Eomma dengar kan?” Teriak-ku menggunakan nada yang lebih tinggi. Tetap tidak ada jawaban. “Sudahlah, aku pergi. Kunci rumah!”  Perintah ku.

Matahari bersinar terang tepat saat  aku menaikki sepeda hitam pemberian Abeoji . Abeoji sudah tiada sejak 5 tahun lalu. Ia mengalami kecelakaan mobil. Yaaa.. Aku tahu, Abeoji  hanya seorang supir truk dari sebuah perusahaan terkenal. Tapi keluarg akami  sangat harmonis. Aku sampai lupa, kapan terakhir kalinya Eomma tertawa. Sejak meninggalnya Abeoji, Eomma sangat stress. Waktu itu, Abeoji memang pulang sangat larut malam. Ia sedang mengendarakan truk-nya. Tepat saat ia melaju sangat kencang dijalan raya, karena ia mengira tidak ada lagi pengguna jalan yang sedang melaju. Ia menerobos lampu lalu lintas. Tak disangka, ada sepasang kekasih yang sedang menyebrang jalan. Kecelakaan pun tak terelakkan. Abeoji melihat mereka, maka ia segera membanting stir-nya, truk-nya membanting pohon. Abeoji yang sangat ku sayangi tak bisa diselamatkan. Kedua pasangan itu pun menginggal karena kecelakaan itu. Tapi Abeoji-ku bukan seorang pembunuh! Ia tidak sengaja, Hanya tidak sengaja!

~~~~

“Hey, Autis! Kau ini! Masih berani kesini?! Tidak puas setelah kami menyiksa mu?!!” Teriak Ah-Ra.

Ia seorang murid yang tinggi derajatnya. Ayahnya salah satu penyumbang terbesar di sekolah elite ini. Semenjak Abeoji tiada aku di cap sebagai anak seorang pembunuh. Sudah ribuan kali aku memprotes julukan itu. Tetapi seperti tupai yang diusir, tidak ada yang membela ku. Sudah beribu kali aku mengatakan kepada mereka “Abeoji-ku tidak pembunuh! Itu hanya kecelakaan! Tidak sengaja!” tetapi, ratusan ribu kali aku dihina, diinjak, dicaci dan di-bully. Tetapi seiring berjalan nya waktu, aku pun tersadar dari alam mimpi. Aku menginstropeksi diri. Aku bertanya pada diriku sendiri “Abeoji tidak pembunuh kan?iya kan? Abeoji tidak sengaja kan?”  Abeoji tidak menjawab ku…

 Aku tersadar. “Apakah ada pembunuh yang mengaku? Apakah pembunuh itu tidak sangaja? Kalau Abeoji bukan pembunuh, kenapa Abeoji membiarkan aku dan ibu dihina dan dicaci? Abeoji kan orang baik..”  mulai muncul rasa takut,  “Abeoji tolong aku dan Ibu, aku sering di siksa. Ibu menjadi seorang penghibur untuk mendapatkan uang. Aku di tampar,di siksa, di jambak, di caci. Aku tidak tahu harus bagaimana. Jawab aku Abeoji”   Abeoji? Abeoji? Abeoji akan menjawab kan? Tetapi fakta berkata lain. 5 tahun aku menunggu, 5 tahun aku di kecewakan. Sakit..

Ya! Melamun lagi.. mana PR ku!” Bentak Ah-Ra. Segera ku ambil buku PR nya dan memberikan padanya. Aku sadar, Abeoji adalah seorang pembunuh, ia tidak bertanggung jawab. Untuk menebus dosanya di dunia. Aku akan menjadi budak, Aku yakin itu. Aku akan menerima semuanya.

Aku hanya tertunduk. Apa yang bisa kulakukan? Semuanya memandangku rendah. Tidak ada yang setara denganku.

“Yaaa! Kau itu najis! Sana pembunuh!” bentak Se Ra

Apa? Aku?

Abeoji yang membunuh! Bukan aku!

Segera kulirik Se Ra, ia sedang duduk dipangkuan…. Jong.. In? Itukah namanya? Aku tidak mengenal mereka semua. Mereka monster.

“apa? Berani melihatku?!! Mau terlibat masalah?!” bentak Se Ra. Jong In menatapku, 1..2..3.. 3 detik. Aku tahu, tidak ada orang baik lagi di dunia ini. Semua memiliki topeng. Tapi entah bagaimana, tatapannya mengatakan padaku “heey, jangan diambil ke hati. Aku tahu mereka semua itu brengsek”  Aku membalas tatapannya dengan isyarat “Maaf, aku tidak bodoh. Tidak ada yang tulus di dunia ini” “yaaa!!!! Kau ini!!!” teriak Se Ra ia segera turun dari pangkuan Jong In dan langsung menjambakku. “aahhh.. aww” aku meringis. Tapi aku tahu itu tidak ada gunanya.

“kau!! Jangan sampai berani melirikku atau Jong In! kau itu NAJIS!” sahutnya sambil menekankan nada di kalimat Najis.

Segera aku duduk, mendengar bel berbunyi. Rasanya mata ini panas..

Sakit… sakit…

Kenapa jiwa ini tidak bisa merasakan rasa selain……… sakit?

Bulir putih mulai menetes, satu per satu. Aku meyakinkan bahwa tidak ada yang melihat. Tapi seyakin nya jiwa ku. Aku tersadar. Lorong ke dua, barisan ke empat. Seorang lelaki berambut hitam berkulit gelap menatapku dengan isyarat “jangan menangis..”

 

~OoO~

“Eomma? Eomma sedang di dapur?” tanya ku.  

Sunyi…

Pasti Eomma sedang di caffe bersama ahjussi-ahjussi hidung belang. Eomma maafkan aku tidak bisa membantu.

Segera aku berlari ke kamar, mengkunci pintu dan menghadap ke jendela  kamar.

“abeoji.. kau disana? Pasti tidak. Aku sudah bertanya padamu setiap hari selama 5 tahun. Kau dimana? Apakah kau melihat kami? Kau sehat? “

“kenapa tidak menjawab?”

“haaaaah.. aku ini bodoh ya.Abeoji sudah tidak ada. TIDAK ADA. Kau sendiri Jin Young. Berjuang sendiri. Buktikan kepada semua orang-orang itu. Abeoji bukan pembunuh. Bukan pembunuh”

 

~~~~~

Aku ini seorang Yeoja, yeoja. Yeoja itu kuat. Sebagaimana aku mengucapkan itu. Walau yeoja kuat, pasti akan menangis. Walau yeoja itu kuat, pasti akan luluh juga, kalau iya melihat orang yang dicintainya mencintainya juga.

Aku suka kalimat itu, mendeskripsikan aku. Untuk saat ini..

“Ma-ma-maaf.. k-kau sunbae kan? Kelas C ya?” tanya ku untuk memenuhi permintaan Se Ra dan teman-teman nya. Mereka selalu mengerjaiku. Kali ini mereka menyuruhku untuk menyapa sunbae dari kelas C.

Xi Luhan.

Aku takut, pasti dia akan langsung berlari dariku. aku dianggap najis oleh seluruh murid sekolah ini. Belum lagi, sunbae berambut pirang ini terkenal sangat serius dan cekatan. Aku menemuinya di club melukis nya.

Ia bingung menatapku, aku hanya bisa tertunduk.

“angkat kepalamu. Jadi aku bisa melihat wajahmu.” Jawabnya singkat.

Tepat dan pasti, aku langsung mengangkat kepalaku. Aku takut.. cemas..

“oooh.. kau ini hobae ku kan? Iya, aku dari kelas C. kenapa?”

Apa? Dia menjawab ku? Dia tau aku kan? Dia tidak kabur?

“ehm uhm..gomawo.” jawabku tanpa menatapnya, tidak menyahutnya.

Ini aneh.

———

“yaaaa!!! Kau bisa juga ya autis! Hohohoho! Modal wajah mu yang cantik ini, bisa mempengaruhi Luhan-oppa ternyata! Dasar orang miskin! Kau bisa menjadi penghibur seperti Eomma mu itu!” bentak Ah Ra.

Apa? Ia tahu tentang Eomma? Bagaimana bisa?

“iya! Kau harus mau kami suruh lebih ya nanti!” sahut Na Ra

Aku hanya tertunduk.

Mataku panas.

 

 Maafkan aku Eomma, Abeoji. Aku tidak bisa melindungi Abeoji, dan juga Eomma.

Mianhaeyo

 

 

 

~to be continued~^^

17 tanggapan untuk “Never Let You Go Part I”

  1. @anonymous itu knp aku buat di awal cerita terinspirasi dri berbagai drama. but liat aja nnti part 2 nya. beda bgt kok, itu cman singgungan aja

    gomawo yg comment^^

Tinggalkan Balasan ke lunaa Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s