[2] Chakkan Namja VS. Bad Boy

chakkan namja vs badboy 1

Title: Chakkan Namja VS. Bad Boy (2)

Author: momo Wu

|Cast| Kai, Xi Luhan

|Supporting cast| D.O, Suho, chanyeol, Sehun, Baekhyun,

|OC| Moon Hee mi> Hee mi

Backsound: Wolf, Baby don’t cry, Don’t go

Genre: *author juga blom yakin, kekeke~*

Length: *terpaksa… chapter ^////^

Note: baca di akhir FF yaaaa^^

Oya, sebelum baca bagian ini, author highly recomend kalian untuk baca Teaser dan part satu ^^ happy read ><

*

Mungkin kau adalah orang pertama yang mengejar dirinya, namun akulah orang pertama yang menemukannya.

Kai menarik dasinya dan menyimpulkannya dengan kuat. Ia tersenyum menatap bayangannya di cermin dan tertawa dalam hati, ini adalah pertama kalinya ia bangun pagi untuk berangkat ke kantor. Jas yang tadi ia sampirkan di punggung kursi ia raih dan ia kenakan dengan santai. Hari ini akan menjadi hari bersejarah seorang KAI.

Tiba-tiba teleponnya berdering dan dilayar touchscreen Hi-tech ia menemukan nama ayahnya berkedip-kedip di sana.

yoboseyo.” Jawab kai kaku, ini juga adalah kali pertamanya sang ayah menelpon.

“kai, kudengar kau akan masuk kerja hari ini. perusahaan apa itu? bukankah ayah sudah mengatakan jika kau memutuskan  untuk bekerja, perusahaan ayahlah tempatnya.” Suara ramah dan mengintimidasi ayahnya terdengar dari sana. Kai menghela nafas sesak, ia memang pria pemberontak, namun hanya ayahnyalah yang mampu menekannya seperti ini.

“itu perusahaan advertisement XX, aku yakin ayah juga sudah tahu. Ayah letakkan di mana lagi mata-mata yang melaporkan kegiatanku ini?” kai menjawab dengan nada terkalemnya. Ayah kai mendengus di ujung sana, dan kai yakin sang ayah masih tersenyum.

“itu tidak penting kai, mau berapa lama kau bekerja di perusahaan kecil seperti itu? apa ini karena masalah yeoja? Bukankah ayah sudah mengatakan bahwa seorang KAI tidak boleh jatuh cinta?!” suara ayah kai mulai mengeras.

Kai merasakan seluruh kulitnya meremang namun ia berusaha menahannya. Inilah kenapa ia takut dan benci pada orang yang berwajah ramah dan baik, mereka itu pembunuh berdarah dingin.

“ayah, tenang saja, aku di sana hanya untuk bersenang-senang, seperti biasa. Jika sudah saatnya aku kembali, aku pasti kembali.” Kai segera menutup sambungan telepon dan merasakan keringat dingin menuruni dahinya.

Kapan aku bisa mengalahkan kakek tua itu?

*

Luhan merapikan ujung lengan bajunya dan memasang kancingnya dengan rapi. Kerutan di baju sekitar lehernya ia rapikan dengan seksama dan kemudian tersenyum kecil. Sapu tangan yang selalu ia letakkan di saku jasnya ia ambil untuk membersihkan bekas teh pagi yang masih tersisa di sudut bibirnya. Gerakan kecil seperti itu mampu membunuh seluruh pegawai wanita di kantornya akibat keseksian yang muncul, luhan tau sekali itu dan ia mulai tertawa pelan.

“yah, segalanya berubah menjadi lebih menarik mulai hari ini.” gumam luhan. Ia mengingat kejadian kemarin saat pria bernama kai memutuskan untuk bekerja di kantornya.

Chanyeol yang merupakan sahabatnya bermain futsal bertanya apakah luhan benar-benar akan  menerima kai, dan luhan hanya mengangguk mengiyakan. Ia sangat menyukai game dan ia kan memainkannya hingga akhir.

Luhan menatap foto berbingkai yang memperlihatkan wajah keras dan cuek seorang pria. Pria dalam foto itu adalah ayahnya yang sangat tidak perduli akan sekitar dan di cap sebagai bad boy bahkan oleh ibu luhan sekalipun. Luhan mendesah.

sepertinya aku menemukan orang yang sangat mirip denganmu, ayah.

*

Hee mi masih bergulung-gulung di kasurnya dan masih di kelilingi tisu akibat tangisannya tadi malam menonton drama. Matanya yang bengkak tak mampu ia sembuhkan walau sudah ia kompres dengan es berjam-jam. Dengan perlahan hee mi meraih jam weker wolf yang sudah ia letakkan di meja samping tempat tidur.

“OH TUHAN OH YA AMPUN AKU TERLAMBAT LAGIII??”

Setelah selesai bersiap hee mi segera berlari lagi menuju kantor dan mengutuki dirinya yang lupa menyetel alarm. Entah apa yang ada di kepala wanita ini keluarganya pun tak pernah tau -_-

Lagi-lagi hee mi sampai di depan lift dan kini lift itu sudah hampir tertutup. Dengan sigap hee mi memasukkan tangannya demi menghalangi lift itu dari menutup sempurna. Untungnya pintu lift kembali terbuka dan menunjukkan dua pria menyilaukan yang berdiri berjauhan di dalam lift.

Di sisi lain kai dan luhan juga terkejut menemukan diri mereka berdua di dalam lift. Kai mengernyitkan dahi dan berdiri kaku di sudut lift, sedangkan luhan masih tersenyum ramah. Ketika pintu lift hendak menutup tiba-tiba ada sebuah tangan yang muncul menghalangi pintu. Kai menghembuskan nafas lega dan hendak tertawa melihat gadis yang ia lihat kemarin berdiri bodoh di depan lift menatap mereka berdua.

“eung… silahkan anda berdua berangkat duluan.” Hee mi berbicara gugup karena ia masih ingat dengan jelas adegan perang mulut dua pria ini kemarin. Intensitas aura dingin juga terasa sekali di dalam lift jadi hee mi memutuskan mundur teratur.

“mau kemana kamu? Masuk saja tidak apa, kami berdua pria baik-baik kok.” Luhan sempat-sempatnya bercanda yang memunculkan cengiran garing di bibir hee mi dan dengusan keras dari kai.

“saya… ah! saya mau membeli kopi.” Imbuh hee mi semangat. Kai menatap datar ucapan hee mi.

“sekretaris mana yang datang bersamaan dengan direkturnya.” Respon kai sinis yang membuat hee mi salah tingkah melirik takut-takut ke arah luhan.

“tidak apa. Toh, kai-ssi yang sebagai pegawai baru saja sudah terlambat di hari pertama bekerja.” Lagi-lagi luhan membalas dengan senyum masih menghias wajahnya. Kai yang mendengar itu merasa ingin muntah saking muaknya ia.

“oke baiklah, saya masuk ke dalam lift ini.” seru hee mi tak tahan lagi melihat peperangan ini masih berlanjut. Hee mi menggigit bibirnya kesal dengan dua makhluk tampan itu dan memilih berdiri di antara mereka berdua.

Pintu lift berdenting terbuka dan hee mi menghembuskan nafas dengan sangat lega. Ini pertama kalinya ia merasa benar-benar bahagia keluar dari lift walaupun ia di kelilingi dua pria menggiurkan.

Ketika pintu besi lift sudah terbuka lebar, hee mi menemukan Chanyeol, Suho, Kyungsoo dan Baekhyun tengah berdiri menanti di depan lift.

good morning gadis lift, mau ke mana kau?” tanya baekhyun ceria. Matanya yang sipit itu terlihat sangat memesona,ehm, di mata hee mi.

eh, ini, ah, mau ke ruangan saya.” Jawab hee mi terputus-putus. Ia harus berusaha keras menelan air liurnya.

“kami mau pergi ke cafetaria kantor untuk morning coffe. Wanna join?” tanya suho menatap hee mi lurus-lurus. Hee mi merasa ia benar-benar butuh nafas bantuan karena kini paru-parunya berhenti berfungsi.

“ah, ayo sudah tak ada waktu untuk kau berpikir, ayo langsung ikut.” Sanggah chanyeol menyeret hee mi masuk kembali ke dalam lift. Hee mi yang masih dalam keadaan koma hanya pasrah dirinya di bawa masuk ke dalam ruangan itu lagi dan di kelilingi pria-pria idamannya.

dah kai, itu ruanganmu yang pintu ke dua sebelah kanan. Eh tapi ada Luhan sih, pasti dia akan menunjukkanmu jalannya. Bye luhan dan kai, sebentar lagi kami kembali yaaa.” Ujar kyungsoo sebelum pintu menutup. Kai dan luhan hanya saling memandang bingung dengan kejadian cepat itu.

*

Jam makan siang sudah dekat dan hee mi masih belum juga selesai menyusun jadwal persentasi tiap divisi yang di minta oleh luhan. Melihat data komputer sehun yang hanya berisi game, hee mi jadi mengira-ngira apa sebenarnya yang telah dilakukan sehun selama ini.

Hee mi mendengar pintu ruangannya terbuka dan ia tersenyum cerah melihat luhan memasuki ruangannya.

“Ah, eossowosseyo sajangnim. Ada yang bisa saya bantu?” tanya hee mi sopan. Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan hee mi.

“jangan panggil aku sajangnim. Itu membuatku terdengar sangat tua. Mengerti?” tegas luhan. Hee mi memiringkan kepalanya bingung.

“lalu… bagaimana saya harus memanggil anda?”

“sudah berapa lama kau bekerja di sini hee mi ssi?” tanya luhan balik. Hee mi membulatkan matanya.

“dua.. hari?” jawab hee mi tak yakin.

“kalau begitu seharusnya kau sudah tahu pegawaiku memanggilku apa.” Sambung luhan. Hee mi menggaruk-garuk lehernya dan mencoba berpikir. Sehun memanggil orang ini dengan sebutan hyung, kalau begitu aku harus memanggilnya…

O…ppa?”

Luhan tertawa terbahak dengan ucapan hee mi barusan. Padahal ia hanya ingin hee mi memanggil dirinya dengan sebutan nama saja, tapi ini… mwo? Oppa? Luhan tak mampu berhenti tertawa.

“oke, keure, kau boleh memanggilku oppa.” Ujar luhan setelah berhenti dari tawanya yang heboh. Hee mi tersenyum takut-takut.

“o.. oh.. Kamsahamnida.” Sahut hee mi yang juga bingung kenapa ia berterima kasih.

“Woi sekretris! Tolong bantu aku menghubungi divisi kreatif di lantai dua, aku ingin membahas ide tentang iklan sepatu ini.”

Tanpa mereka berdua sadari, kai telah masuk ke dalam ruangan hee mi dan menyodorkan beberapa lembar kertas. Hee mi menerima kertas itu dan membungkukkan badan untuk kembali ke mejanya.

Luhan menatap kai dan tersenyum kecil.

wae? Kau tak capek tersenyum seperti itu terus?” Ujar kai sambil menatap wajah luhan.

Luhan hanya menghela nafas dan berbalik. Sebelum mencapai pintu luhan kembali membalikkan badan menghadap kai dan hee mi.

“oya Hee mi-ssi, tadi aku ke sini hanya untuk mengajakmu makan siang bersama. Tapi karna kau terlihat sibuk aku pergi duluan ya.”

Hee mi tak mampu menutupi kekecewaan di wajahnya.

ne… oppa.” Jawab hee mi.

mwoooo? Oppaa? Kalian ini maksudnya apa? Di kantor memanggil oppa-oppa seperti itu. lalu apa? makan siang bersama? memalukan.” Potong kai geli. Luhan menatap kai dengan matanya yang tenang.

wae? Aku dengan sekretarisku dulu juga seperti ini. apa salahnya memperlakukan sekretarismu dengan baik?” Balas luhan.

Hee mi menggigit bibir bingung. Eottohkajii??

“ah, dwesseo, dwetta. Sana nikmati makan siangmu.” Seru kai tanpa rasa hormat kepada sang direktur. Luhan menghilang di balik pintu.

Hee mi melipat tangannya di depan dada dan menatap kai tajam. Naluri petarungnya kini muncul melihat kelakuan kai yang sangat tidak sedap di pandang mata.

Ya! Neo! Dia itu walaupun terlihat muda dia itu tetap direktur kita! Kau jangan seenaknya seperti itu!” hee mi mencak-mencak di hadapan kai.

Kai terkejut melihat perubahan drastis gadis yang ia anggap sangat penurut dan bodoh itu.

“apa aku terlihat perduli?” sahut kai cuek. Hee mi melebarkan mata tak percaya. Pria berwajah tampan ini sungguh…

Tunggu, dia ini pasti tipe-tipe bad boy yang ada di drama-drama itu! untung saja aku tak jatuh cinta padanya. Kalau begitu… siapa chakkan namja.. ah! Luhan oppa! Hhahaha, memang kehidupan di kantor ini terlihat lebih bercahaya dengan adanya luhan oppa. Lalu bagaimana dengan kyungsoo-ssi, chanyeol-ssi..—

“Yaa!!! Sudah selesai belum pekerjaanmu? Ayo cepat aku juga ingin makan siang!” teriakan kai memutus khayalan hee mi.

“ckck, lihat dirimu. Ini pertama kalinya ada seorang namja berteriak padaku.” Balas hee mi sambil tangannya kembali bekerja memasukkan file-file ke mesin fax.

“kau harus berterima kasih kalau begitu.” Kai berjalan keliling ruangan hee mi masih dengan gaya santainya.

“karena kau yang membuat aku tidak jadi makan siang bersama luhan oppa, kau harus mentraktirku makan siang.” entah dari mana ide itu muncul di kepala hee mi.

mwoo? Kau ini siapa?” tolak kai kasar.

yaaaaa! Kau itu yang siapa. Kita baru bertemu kemarin dan kau sudah marah-marah padaku, berlaku tidak sopan terhadap sajangnim, dan  Menyuruhku ini itu. seharusnya aku yang marah-marah padamu tauuu!!!”

Kai memasang wajah datar. Bisa berteriak juga gadis ini ternyata.

*

Kyungsoo dan Baekhyun berjalan di sepanjang koridor lantai tiga sambil membahas peluncuran iklan terbaru mereka yang mendapat banyak feedback positif. Tiba-tiba mereka berhenti berjalan ketika  melihat hee mi dan kai tengah berjalan berdua.

“waah kai, mau kemana kalian berdua?” tanya kyungsoo sambil mengedip-ngedipkan mata bulatnya ke arah kai. Kai mengernyit jijik.

“ckck, minggir. Kami mau makan siang.” Jawab kai tanpa berpikir.

“wooaaaah, gadis lift! kamu sudah menetapkan pilihanmu? Bagaimana dengan Luhan? Anim, bagaimana denganku?” tanya baekhyun masih dengan suara menyenangkannya. Hee mi nyengir tak tau harus menjawab bagaimana.

“begini kyungsoo-ssi, kami hanya ingin makan siang karena ini adalah hukuman dia. Dan Baekhyun-ssi, namaku adalah Moon Hee mi, bukan gadis lift. juga aku tidak sedang memilih siapa-siapa.” Jawab hee mi hati-hati, ia melihat nametag dua pria di hadapannya itu dulu sebelum menjawab tadi.

“wah, kamu terlihat sangat pintar dengan menjawab seperti itu.” respon baekhyun. Kai sibuk menahan tawa. Apanya yang terlihat pintar? hhahaha.

“tapi aku tetap ingin memanggilmu gadis lift. Dadaaaah gadis lift, dadaaah kai, kami berdua mau melanjutkan tugas kami dulu.” Sambung bakhyun sambil menyeret kyungsoo yang masih sibuk meng-kode-kode kai.

“ah… mereka tampan sekali.” Ujar hee mi setelah kyungsoo dan baekhyun menghilang.

“ha? Kau benar-benar tak bisa menilai pria ya? Dari sudut mana mereka terlihat tampan, ha?” sanggah kai sewot. Hee mi tak perduli dan tetap berjalan mendahului kai.

*

Luhan menenteng satu plastik besar berisi paket makan siang untuk ia antar menuju ruangan Hee mi. Namun berkali-kali ia mengetuk ruangan itu, tetap saja tak ada jawaban. Ia membuka pintu sedikit dan mengintip ruangan yang ternyata  telah kosong itu.

Kemana si sekretaris?

oh, hai luhan. Wae? Kenapa kau berdiri di ruangan si gadis lift?” tanya suho yang kebetulan lewat sambil memegang tablet mininya. Luhan segera berdiri tegap dan memandang suho kaget.

“Aah, oh itu, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padanya. Dan oh ya, namanya Hee mi, Moon hee mi, bukan gadis lift.” Jawab luhan.

“aku lebih suka memanggilnya dengan sebutan itu. kalau tidak salah tadi baekhyun melihatnya sedang berjalan keluar bersama pegawai baru.. oh, ia sedang keluar bersama kai.” Jelas suho sambil lagi-lagi memeriksa sesuatu di tabletnya.

“o… keure? Ke… mana mereka kira-kira?” tanya luhan hati-hati.

“hmm.. makan siang kalau tak salah. O wae? Kenapa wajahmu jadi seperti itu?” suho memperhatikan perubahan kecil di wajah luhan.

“haa, ani, eopsoo. Eumm, Mau makan siang bersamaku?”

 

“““TBC~~~

Note: eumm, chinguyaa, mian akhirnya ga jadi two-shot. Abisnya author bego banget pake banyak deskripsi n malah berakhir dengan menyadari KOK BELOM MUNCUL JUGA LOVE LINE-NYA KAI-HEE MI-LUHAN??

Sehun di chapter ini gak keluar, mian bagi yang menunggu dia yaa, kk~ semoga cerita ini cepat berakhir(?) jadi kalian ga ikut stress bareng author, hhahaha

Untuk yg nanya WP author, ntar lagi ya. Sepertinya perombakan tuh WP masih berlangsung lama. Author sedang banyak yang harus dilakukan. Hhaha

Covernya juga ntaran aja author ganti, (banyak amat sih curhatnya thor)

Okeey, happy read yaa chinguuu :*

(oya, lagi, love off stage sedang author kerjakan, just wait yaa~ ^^)

108 tanggapan untuk “[2] Chakkan Namja VS. Bad Boy”

  1. Mlai jealous nih si lulu 😀 tnpa b’sush pyh, jlan kai oppa lgzg mlus d bnding luhan. V kai oppa kyk.y t’lhr d kluarga kaya deh, i2 mlah nambh ke istimewaan sikap bad boy.y i2 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s