Desertir 00.00 (2-END)

desertir-oo-2

 

Author: Noerwendsan

Cast: Kris Wu (EXO), Seo Joo Hyun (GG), Cho Kyu Hyun (SJ)

Other: Oh Sehun (EXO)

Genre: Dark, Mistery, Romance?

Type: Twoshot

Disclaimer: Just a story, no more

Cover by: Jung Levitika @High School Graphics

 

~~~

Annyeong..

Gak nyangka tanggapan dari readers bikin mood naik walau pun yang komen cuman beberapa .___.v Oke deh ini last shotnya, semoga ga bikin deg degan(?) dan kecewa J

Stay read, yeorubun ^^

.

.

.

.

Desertir 00.00

Present™

“Kris imnida~”

 

“Kkk…kau?!”

***

“Kyaa…. Apa yang akan kau lakukan??!!” teriak Seohyun di saat pria menakutkan bernama Kris itu membawanya ke sebuah tempat yang sepi. Mobil taksinya melaju dengan kencang. Begitu sampai di tempat yang dituju, Kris membawa Seohyun keluar dari mobilnya. Namja itu memperlakukan Seohyun dengan kasar. Wajahnya datar dan tidak memperlihatkan ekspresi apa pun membuat Seohyun semakin takut dan khawatir.

Seohyun berusaha meronta, tapi itu tetap sia-sia. Dengan cekatan Kris mengikat kedua lengan Seohyun dengan tali yang kuat. Yang bisa Seohyun lakukan saat ini hanyalah meringis dan berteriak meminta pertolongan kepada siapa saja yang ada di sekitarnya. Namun nihil, malah itu terlalu mustahil. Tempat itu terlalu jauh dari gesak-gesuk metropolitan. Benar-benar tragis!

“Aaaa, lepaskan aku. Siapa kau sebenarnya?!” Kris tertawa licik sambil membelai rambut Seohyun yang tergerai manis.

“Sudah ku katakan. Namaku Kris.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan padaku? Kenap- aaaaaa…!!!”

Orang yang menculiknya saat ini benar-benar gila! Kris, orang itu mengeluarkan sebuah belati berukuran sedang dan memotong segenggam rambut milik Seohyun. Bibirnya membentuk sebuah senyuman yang memiliki makna tersendiri. Diciumnya rambut milik Seohyun dengan senyuman licik yang tak pernah lepas dari wajah tampannya. Psikopat!

“Rambutmu…sangat indah.” Ucap Kris.

“Kali ini aku bisa membuat boneka yang lebih bagus dibanding boneka-boneka yang lainnya.”

‘Boneka?!’

‘Ram…rambut boneka itu, terbuat dari rambut manusia?!’

“Kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan?” bentak Kris membuat Seohyun tersadar dari lamunannya. Tuhan, dia benar-benar seorang psikopat!

“Lepaskan aku! Biarkan aku pergi!” teriak Seohyun. Kris hanya tersenyum remeh sambil berjalan kembali menghampiri Seohyun yang terduduk lemas tak berdaya dengan ikatan yang menyiksa kedua pergelangan tangannya. Namja itu malah membopong tubuh Seohyun dan menaruhnya kembali di jok belakang mobil dengan kasar.

“Hey!! Lepaskan tanganku! Jangan bawa aku pergi-“

Brugg..

Pintu mobil pun tertutup. Kris segera berjalan menuju kemudinya dan menyalakan mesin dengan hati-hati. Baru setelah itu dia membawa mobil taksinya pergi sambil terus tertawa memuaskan diri sendiri.

“Hahaha… Apa kau takut, nona?”

“Tutup mulutmu! Dasar orang hina!”

“Nona tidak perlu takut. Aku akan memotong rambut nona setelah nona mati. Jadi tidak usah khawatir.. Cukup nikmati saja permainan ini dan jangan berisik! Hahaha..”

***

Ckitt…

Mobil taksi milik Kris berhenti di depan sebuah rumah yang terletak di pedalaman hutan. Kris segera keluar dari mobilnya dan kembali membopong Seohyun menuju ke dalam rumahnya. Ya, rumah itu milik Kris sendiri.

“Ja..jangan.. Aku mohon, kau tidak sungguh-sungguh akan membunuhku kan? Lepaskan ikatan talinya…” rengek Seohyun di saat tubuhnya masih dibawa oleh Kris. Pria itu hanya menoleh sebentar dengan ekspresi yang selalu membuat Seohyun bergetar. Tatapan matanya begitu tajam, bahkan aura di sekitarnya pun terlalu gelap. Ini akan menjadi pertanda buruk bagi Seohyun.

‘Sial! Orang ini tidak main-main!’ batin Seohyun.

Kris membukakan pintu rumahnya dengan raut wajah yang err.. bisa dibilang terkesan bangga. Seohyun sendiri bertanya-tanya akan hal itu. Bagaimana bisa lelaki itu tersenyum? Apakah dia memiliki dua kepribadian yang sulit untuk ditebak?

“Appa pulang, Hee Gi-ya..” ucap pria itu lantang.

“Lihat.. appa bawakan oleh-oleh..” lanjutnya sambil membawa Seohyun menghampiri seorang anak kecil yang terlihat duduk di sebuah kursi goyang yang dikelilingi oleh banyak boneka. Posisinya membelakangi Seohyun yang berada ditanggungan Kris sehingga gadis itu tidak bisa melihat sosok anak kecil tersebut dengan jelas.

“Lihatlah…”

DEG

DEG

DEG

.

Inikah yang dimaksud anak kecil dalam pikiran Seohyun?!

Mengerikan! Di atas kursi goyang itu, bukan seorang anak kecil yang duduk. Itu…itu adalah..

Tubuh seorang anak kecil yang membusuk dengan kedua bola mata yang telah menghilang atau habis. Hanya tinggal menyisakan rangkaian tubuh yang terdiri dari tengkorak busuk berwarna sedikit gelap karena debu dan dimakan usia. Namun tubuh itu masih dibaluti sebuah gaun yang biasa dikenakan oleh anak kecil yang berumur sekitar 3-5 tahunan.

“Hee Gi-ya? Bagaimana rambutnya? Indah bukan?” Kris membawa Seohyun lebih dekat dengan sosok anak kecil yang membusuk itu. Bahkan pria itu mendorong-dorong kepala Seohyun agar lebih dekat dengan kepala anak kecil yang dia panggil Hee Gi.

“Lihat? Kau suka?”

“Agghhh, jangan…” teriak Seohyun karena gadis itu terlampau takut dan merasa gila dengan sosok anak kecil yang membusuk itu.

“Appa kan sudah berjanji pada Hee Gi untuk membuatkan boneka berambut indah..”

“Padahal appa sudah mengumpulkan wanita sebanyak ini tapi tak ada satu pun yang kau sukai. Bahkan eommamu sendiri, kau sama sekali tidak menyukainya..”

“Ap…apa? Eomma?!”

“Nde.. Wanita pertama yang aku bunuh untuk mendapatkan rambutnya adalah istriku. Tapi Hee Gi tetap tidak menyukainya, maka dari itu aku mencari wanita lain agar Hee Gi merasa senang.” Ungkap Kris dengan wajah yang terlihat sendu.

“Ja..jadi.. Boneka-boneka ini diambil dari rambut wanita-wanita yang kau bunuh?” ucap Seohyun sambil melirik boneka-boneka yang mengelilingi posisi Hee Gi yang duduk di atas kursi goyang.

“Kemarin aku bertindak ceroboh sehingga mayat gadis itu ditemukan. Tapi…”

“Korban-korban yang lain ada di dalam sumur yang terletak di belakang rumah. Pasti polisi tidak akan menemukannya..” lanjut Kris yang saat ini sedang mengikat kedua tangan dan kaki Seohyun pada sebuah tiang yang ada di dalam rumahnya.

“Nah, Hee Gi-ya.. Appa mau istirahat dulu sebentar. Begitu bangun, akan appa buatkan boneka yang baru..” Kris tersenyum manis di hadapan tubuh anaknya yang membusuk. Seolah-olah anak itu masih hidup dan Kris memperlakukannya seperti ayah kepada anak kebanyakan.

“GILAA!” gumam Seohyun sepeninggal Kris di ruangannya.

Seohyun berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya walau pun terasa sulit. Tiang yang menyangga dan menghalangi kontak antara tubuh dengan kedua lengannya adalah salah satu beban yang membuat kerja Seohyun terbatas. Akan tetapi, dari pada berdiam diri lebih baik berusaha untuk menyelamatkan diri dari orang gila itu. Iya kan?

“Enak saja! Memangnya aku akan terus diam dan menunggu dia hingga membunuh dan memotong rambutku?” lirih Seohyun.

Seohyun pun menarik-narik kedua lengannya dengan arah yang berlawanan keluar.

Ptass..

“Yaiks! Berhasil!” gumam Seohyun tersenyum senang. Setelah kedua tangannya bebas, Seohyun  pun beralih melepas ikatan di kedua kakinya. Setelah itu baru dia segera pergi dan berjalan mendekati pintu, namun..

Pletakk…

Kaki Seohyun tanpa sengaja tersandung kumpulan kayu bakar yang terletak di samping tiang. Jantung Seohyun kembali berpacu. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya seakan-akan yakin bahwa Kris pasti akan datang dan waktunya untuk membunuh  Seohyun akan semakin dipercepat. Namun di luar batas dugaan, tidak ada seorang pun yang datang dan suasana di dalam rumah masih terlihat sepi. Dengan sigap, Seohyun pun keluar dari rumah itu dan menutup pintu sepelan mungkin agar tidak terdengar oleh Kris yang dia tau sedang beristirahat di kamarnya.

“Kau mau pergi ke mana, nona?”

DEG

Seohyun menolehkan wajahnya ke arah samping begitu sebuah tangan terulur untuk menyentuh dagunya dengan lembut.

Kali ini memang takdir belum berpihak kepadanya. Tampak sosok seorang Kris sedang berdiri sambil tersenyum palsu di hadapan Seohyun. Nyatanya, beberapa saat yang lalu pria itu tidak berisitirahat di kamarnya. Akan tetapi dia menyiapkan berbagai alat yang akan digunakannya untuk membunuh Seohyun di sumur belakang. Dan dia tau pasti Seohyun berencana untuk kabur. Maka dari itu, Kris menunggu Seohyun di balik pintu rumahnya sendiri dan analisisnya pun tidak pernah keluar dari batas kebenaran. Seohyun berhasil kabur meski pun saat ini dia masih tetap memimpin kebenaran analisis!

JTAKK…!

Seseorang memukul Kris dari belakang dan membuat sentuhannya lepas dari dagu Seohyun.

“Cepat…lari ke tengah hutan!”

“Se…Sehunnie??”

“Cepat noona!!” Sesuai dengan titah Sehun, Seohyun pun berlari ke tengah hutan sedangkan Sehun sendiri membuat tubuh Kris oleng dengan sundulan pundaknya. Kris pun terhuyung dan Sehun memanfaatkan waktu itu untuk kabur dan menyusul Seohyun yang baru berlari beberapa meter dari posisinya kali ini.

“Mengapa kau bisa di sini, Sehunnie?” ucap Seohyun sambil tetap berlari.

“Aku memakai mobil Seo ahjussi untuk mencarimu dan mengikutimu ketika kau masih bersama pria bernama Cho Kyuhyun itu.”

“Mw…mwo?! Lalu, mana Cho Kyuhyun sekarang?”

“Tenang saja, dia ikut bersamaku dan menunggu kita di mobil.” Balas Sehun sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Baiklah..”

Kring…

“Se..Sehunnie, mengapa kau memakai borgol itu di tanganmu? Apakah kau-“

“Ini karena tadi aku hampir ditangkap polisi ketika menabrak Kyuhyun hyung.”

“Lalu? Bagaimana dengan orang itu? Apa dia baik-baik saja?”

“Dia hanya tersenggol sedikit. Ketika polisi menyadari bahwa dia adalah pembunuh yang kabur saat memborgol tanganku, Kyuhyun hyung langsung menghabisi polisi itu dan mengajakku untuk kabur. Baru setelah itu kami mengejarmu, noona..”

“Sehunnie…”

“Ah, sudah ceritanya panjang jika kau ingin tau lebih jelas. Kajja, mobilnya diparkir di sana..”

“Tunggu, aku tidak bisa melihat. Di sini terlalu gelap…”

“Seohyun noona, hati-hati..”

“Se, Sehun.. Agghhhh…”

Karena daya penglihatan yang terbatas di malam hari, kaki Seohyun melangkah ke arah yang salah. Tubuh gadis itu terperosok ke dalam jurang namun Sehun tidak kalah cepat. Dia menghampiri Seohyun yang hampir terjatuh lebih dalam dan membiarkan Seohyun berpegangan pada borgolnya yang masih terpasang kuat.

“Ugh..” kelu Sehun.

“Sehun-ah…”

“Gwaenchana.. Sebentar, akan ku angkat..”

Srekk…

“Sehun..”

“Ssstt, jangan bersuara.”

“Sehun-ah…” lirih Seohyun. Sehun mempertahankan posisinya yang memang membuatnya sulit bernafas dengan keadaan tersiksa. Dia menoleh ke arah belakang, dan di sana tampaknya Kris telah mendapatkan kembali kesadaran penuh. Dia pasti berencana untuk mencari-cari Seohyun. Untung saja ada semak-semak yang menghalangi tubuh Sehun hingga tidak terlihat oleh Kris yang saat ini tengah berdiri sambil menerawang jauh ke sekitarnya. Menyebalkan! Bahkan pria itu sekarang membawa-bawa belati yang sempat ia tunjukan di hadapan Seohyun beberapa saat yang lalu.

Grikk…

Seohyun membelalakan matanya khawatir. Tarikan dan berat tubuhnya yang bergantung pada borgol Sehun membuat benda perak itu melukai pergelangan tangan Sehun sendiri hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak mengalir. Sehun hanya meringin tertahan. Dia tidak mau keberadaannya saat ini diketahui oleh Kris.

Mereka tetap dalam posisi yang sama selama beberapa menit. Setelah lama memastikan, Kris pun pergi mencari ke sisi yang lain hingga akhirnya Sehun bisa bernafas lega.

“Oke, aku tarik ne?”

“Sehun-ah, bagaimana dengan tanganmu?” ucap Seohyun cemas setibanya kembai di dataran yang ia pijaki bersama Sehun.

“Ah…gwaenchana..”

Seohyun memeluk tubuh Sehun yang memang lebih tinggi darinya walau pun masih dalam posisi duduk. Sehun yang sempat kaget akhirnya memberanikan diri untuk membalas pelukan tersebut.

“Hiks…aku takut..  aku takut, Sehun-ah..” Seohyun menangis di dalam pelukan Sehun. Sedangkan namja itu mengelus-ngelus rambut Seohyun sayang. Berharap dengan perlakuannya itu Seohyun bisa merasakan ketenangan yang hampir memudar.

“Sudahlah, noona.. Kajja kita harus cepat-cepat menghampiri Kyuhyun hyung, sebelum namja asing itu menemukan dan menghabisinya. Aku lihat dia tadi membawa sebuah belati yang tajam.”

“Bab..baiklah. Kajja….”

***

Saat ini Seohyun dan Sehun telah tiba di sebuah tempat yang Kyuhyun gunakan untuk parkir. Namun di sana, mereka tidak melihat sosok Kyuhyun sama sekali.

“Kyuhyun hyung, eodiseoyo?” panggil Sehun. Sedangkan Seohyun hanya memeluk lengan Sehun takut sambil berlindung.

“Apa kau yakin Kyuhyun datang bersamamu tadi?”

“Ck, dia yang membawaku kemari.”

“Lalu dimana di-“

“Hyung!!!!” teriak Sehun. Dia pun segera berlari menuju kemudi dan menemukan sosok Kyuhyun yang sudah tak sadarkan diri. Seohyun menangis dan ikut menghampiri Kyuhyun hingga akhirnya ada sebuah tangan yang menahan tubuhnya dari belakang.

“Ummpphhh, Sehun…”

“Noona!!”

“Hahaha, kalian memang bodoh. Baiklah nona, kau telah melewati batas kewajaran yang kuberi untukmu. Kita harus segera membuatkan boneka yang baru untuk Hee Gi.”

“Aniyaaa!!! Sehun-ah, Kyuhyun..”

Bejat! Krislah yang membuat Kyuhyun tak sadarkan diri dengan memberi pria itu obat bius lewat bekapan sapu tangannya. Sehun hanya memandangi Kris dengan tatapan penuh emosi. Dia beranjak mendekati Kris namun kali ini dia benar kalah cepat. Kris menendang perut Sehun sehingga namja itu terpental keras ke badan mobil dan meringis hingga tak sadarkan diri. Sama seperti Kyuhyun..

“Sehun-ahhh!!!!” teriak Seohyun yang menangis semakin menjadi. Kris menyeret tubuh Seohyun dan kembali memasang ikatan yang lebih kuat pada pergelangan tangan Seohyun.

“Baiklah… Hee Gi telah menunggumu..”

“Aagggghhhh…!!!”

.

.

                                                                           .

.

“Eungh.. Ss..Seo Joo Hyunn…”

***

Brugg..

Sampai di halaman belakang rumahnya yang terdapat sumur, Kris menjatuhkan tubuh Seohyun begitu saja hingga gadis itu kembali meringis untuk yang ke sekian kalinya.

Seohyun yang saat itu kebetulan terjatuh dengan posisi duduk langsung melihat ke arah sumur tersebut dan…ya, tak sungkan-sungkan di dalam sumur itu terdapat banyak mayat wanita yang mengambang-ngambang dengan rambut yang terlihat berantakan pendek seperti habis dipotong asal dan tali yang membelit di sekitar leher mereka. Ughh, apakah dia juga akan masuk dan bernasib sama dengan wanita-wanita malang itu?

“Benar… Sebentar lagi kau juga akan masuk ke dalamnya..” ucap Kris tiba-tiba seakan-akan tau dengan pikiran Seohyun.

“Cukup dalam dan airnya dingin. Masih muat beberapa orang lagi..” lanjutnya.

“Mari… Hee Gi sudah lama menunggumu..” Kris berancang-ancang membunuh Seohyun dengan menggunakan tali sebagai senjata andalannya. Namun Seohyun berusaha memberanikan diri. Batinnya sudah terlanjur kesal dan emosi terhadap diri sendiri yang sulit beradaptasi dengan keinginan yang menyeruak dari dalam batin.

“HENTIKAN!! HEE GI SUDAH MENINGGAL!!” teriak Seohyun keras sehingga Kris menghentikan langkahnya sejenak.

“Kau bicara apa? Hee Gi masih hidup. Saat ini dia sedang merajuk sehingga tidak mau bicara, karena pada hari itu aku lupa membelikan boneka yang telah ku janjikan untuknya.”

.

‘back to different time’

“Appa bohong! Katanya mau membelikan boneka yang berambut indah!” kesal Hee Gi, seorang anak berwajah manis dari pasangan Kris dan Jessica. Dia sedang marah hingga membuat ayahnya sendiri harus melakukan insiden kejar-kejaran sampai di halaman belakang. Tepatnya di dekat sumur yang berada di sana.

“Maafkan appa, Hee Gi-ya.. Awas berbahaya, nak…”

“Aku benci appa…!”

Jtak..

Hee Gi melangkah mundur hingga kakinya bertemu dengan bibir sumur. Naas, anak itu masuk ke dalam sumur dan tenggelam. Ayahnya sendiri tidak bisa menyelamatkan anak itu. Beberapa menit kemudian, tubuh mungil Hee Gi mengambang ke permukaan sumur.

‘back to different time end’

.

“Kau tau? Jika aku memberikan boneka yang berambut indah, Hee Gi pasti akan berbicara lagi.”

“Kau…”

“Hee Gi pasti menyukai rambutmu..”

“Ja..jangan…!!!”

Kris pun melangkah semakin dekat menghampiri Seohyun yang masih terduduk dengan pikiran yang beradu. Kaki panjang Kris pun melangkah dan tanpa sadar berada di dekat bibir sumur dan tubuh Seohyun yang masih bersidekap. Dengan gerakan cepat, Seohyun merelakan kepalanya membanting bibir sumur berharap kaki Kris tersandung oleh kepalanya sendiri. Dan..

“UWAGGHHH!!”

Kali ini analisis Seohyunlah yang benar. Kris tersandung dan tanpa sadar tubuhnya terdorong masuk ke dalam sumur akan tetapi…

Rambut panjang Seohyun yang tergerai berhasil menjadi gantungan Kris sehingga pria itu gagal terbunuh oleh tingkah Seohyun yang secara tidak langsung hendak membuat pria itu mati.

“Arrgghhhh…” Seohyun menahan sesak dan sakit yang menjalari tubuhnya karena tarikan lengan Kris pada rambutnya kasar.

“Boneka Hee Gi..” ucap Kris menyemangati dirinya sendiri. Dia harus tetap hidup agar Hee Gi tidak merasa kesepian. Itulah sebagian dari ide gila yang tersimpan dalam memori otaknya.

“Arghhh..”

‘Aku tidak bisa bernafas..’ batin Seohyun.

“Seo Joo Hyun!!”

Dari sana, seorang Kyuhyun datang dengan langkah yang masih terhuyung karena pengaruh obat bius yang Kris berikan. Namun setelah melihat keadaan Seohyun yang tersandar dengan kepala tertarik ke dalam sumur, Kyuhyun langsung berlari menghampiri Seohyun.

“Hentikan! Lepaskan rambutnya!!” teriak Kyuhyun kepada Kris yang masih bergelantung di bibir sumur.

“Untuk boneka Hee Gi.. Untuk boneka Hee Gi!!”

Merasa tidak ada cara lain, Kyuhyun pun beralih meraih belati kecilnya dari dalam saku. Ia sudah tidak tahan melihat Seohyun yang kehabisan nafas karena tarikan Kris dari dalam sumur.

SRETT..

Kyuhyun memotong rambut Seohyun dengan belatinya sehingga sisa rambut yang terpotong itu terbawa oleh Kris yang jatuh ke dalam sumur.

“AGGHHH… HEE GI-YAA!!”

Byurr…

.

.

.

***

Teror malam ini telah usai.

Borgol Kyuhyun telah dilepas, Sehun dibawa lari ke rumah sakit dan harus mendapat perawatan intensif pada pergelangan tangan dan bagian lebam di perutnya.

Si pembunuh Kris yang susah payah berhasil di selamatkan dan juga di bawa ke rumah sakit.

“Lihat..dengan rambut pendek pun kau tampak manis..” ucap Kyuhyun ketika dirinya selesai memotong dan merapihkan bagian rambut Seohyun yang terlihat berantakan karena insiden dua malam yang lalu.

“Biaya potongnya gratis..”

“Tentu saja! Kau telah memotong habis rambutku!” gertak Seohyun tidak terima.

“Itukan demi menyelamatkanmu juga.. Tapi sebagai gantinya…”

“Ap…apa?!”

Kyuhyun meraih dagu Seohyun dari belakang sehingga membuat kepala Seohyun bersandar di kursi pengunjung tempat Kyuhyun bekerja sebagai penata rambut yang handal.

Wajah tampan itu perlahan mulai mendekati wajah Seohyun yang masih terkejut. Hingga…

CHU~

***

“Noona…”

“Sehunnie…” Seohyun memeluk tubuh Sehun yang masih terbaring lemah di ranjang pasien.

“Maafkan aku, gara-gara noona kau jadi begini…”

“Gwaenchana.. Aku senang bisa menolong noona dari kejaran orang gila itu..”

“Hiks.. Sehun-ah..”

Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Seohyun dalam.

“Aku berjanji akan melindungi noona sampai kapan pun itu. Jiwaku sudah terlanjur dekat dan ingin mengikuti noona kemana pun noona pergi. Hati-hatilah terhadap keselamatan noona sendiri. Dan…jangan sesekali keluar malam lagi hanya untuk berkunjung ke diskotik, arra?”

“Hiks… Ne gomawo, jeongmal gomawoyo…” ucap Seohyun sambil memeluk tubuh Sehun kembali.

Sehun mengusap-usap puncak kepala Seohyun lembut. Terasa nyaman dan membuat Seohyun tenang di dalam pikirannya. Beberapa saat kemudian, Seohyun pun terlelap di dalam pelukan Sehun.

Sehun hanya tersenyum lirih sambil memandangi wajah noonanya yang terlihat damai di saat rohnya menjelajah dunia mimpi.

“Aku ingin melindungimu, bukan hanya sebagai seorang sahabat. Tapi aku ingin melindungimu sebagai seorang pria yang selalu menemanimu dan berada di sisimu jika kau mencari pertolongan. Saranghae, Seohyun noona..”

.

.

.

END

Okee, sekali lagi jeongmal gomawoyo buat readers sekalian yang sudah rela meninggalkan jejaknya dan membaca ff abalku. Mian kalau unsur romancenya cuman sedikit .__.v Sampai jumpa di ff-ff yang selanjutnya. Sayonara…

24 tanggapan untuk “Desertir 00.00 (2-END)”

  1. Lah, trus, seohyun sama siapa???? :O
    haha.. ini kan exo fnfiction yah.. mungkin endingnya bakal ama Sehun.. hoho
    lagian pilihannya susah.
    Mau sehun yang menggoda atau Kyuhyun yang mewah 😀
    #KorbanIklan

  2. Ahhhh aku ingat..
    ini film kalo gak salah..
    iihh serem banget mata anaknya bolong..
    terus cwe yang ada di sumur
    hii gak bangetttt *lebay
    ceritanya sama kaya tu film apa lahh tak tau judulnya ^^

  3. Ngeri ah! Sebenarnya aku gak tau psikopat itu apa tp pas baca di wikipedia err.. Ngerii, kris gilanya tingkat kecamatan.. ‘-‘ disini..
    Keren thor *nangisbahagia hehe 😀

  4. Wae? Wae? Wae?
    Kenapa harus sehun, huweee T^T
    seohyun biasku tapi tetep aja dia juga seorang wanita /?/

    ffnya bagus kak *semoga emang beneran seorang kakak-_-*
    jujur aku gak terlalu suka baca ff yang romance, rada eneg gwetoohh #heyy
    kris sadis amat dijadiin tokoh pshyco gitu, tapi emang pantes sih mengingat kris agak2 ganteng cool gimana gitu *apa ini apa*
    ide ceritanya bagus, salut deh pengen juga jadi author ff yang bisa menghasilkan ide2 fantastis gitu tapi ya kadang otak gak mau bekerjasama ama kita2 :’) *loh aja kalee*

    oh iya, pengen ngasih tambahan. Itu adegan dimana seohyun nyadarin kris kalo hee gi udah gak ada keren banget, tapi lebih keren lagi biar lebih kerasa pedesnya gitu kalo diibaratkan *halah* dialognya itu dipanjangin buat kris agak bimbang2 gitu antara yang seo bilang bener apa nggak, yah sekedar buat mengisi waktu biar kris bunuh seohyun agak lama *ini bahasanya sumpah gak bisa diatur*
    yah begitulah mungkin masukannya hoho~

    keep calm and write!

  5. Sehun seohyun sequell nyaa donk thorrr…

    Main Castnya salah itu thor seharusnya sehun bkan kyuhyun kan yg banyak muncul sehun…

  6. bagus banget… *o*
    aku sampe tegang sendiri saat Kris mengejar Seohyun dan Sehun. Meski kasian jg sm Kris yg masih terngiang mendiang anaknya yg mati, Kris pasti menganggap dia mati gara2 salahnya, akhirnya dibutakan rasa cintanya, Kris berusaha menebus kesalahannya. T.T

    Thank you for writing this!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s