I Got The Feeling (Chapter 5)

44444444

 

I GOT THE FEELING

 

Tittle                    : I Got The Feeling (Chapter 5)

Author                 : Jellokey

Main Cast            :

Kim Jong In (Kai of EXO)

Oh Sehoon (Se Hun of EXO)

Kang Jeo Rin(OC)

Shin Min Young(OC)

Support Cast       :

EXO members (especially Byun Baekhyun)

Kang Seung Yoon

Choi Jun Hong (Zelo of B.A.P)

Lee Jae Joon (Maru of C-CLOWN)

Length                 : Chaptered

Genre                   : Romance, School Life, Family, Friendship

Rating                  : NC-17

Sebenarnya aku belum mau post chapter 5 sekarang. Tapi karena semalam berkicau singkat dengan Kim Ditha dan Baby Omija, jadi aku post sekarang. Liat rating :) Kalian pasti udah ada yang bertanya-tanya Ray itu siapanya Min Young. Ntar ada kok penjelasannya. Tapi gak tanu chapter berapa. Dan mengenai cast, KaiRin dan HunMin, mereka kopel favoritku. Jadi aku terus bikin ff dengan cast ini. Oke, Happy Reading! Don’t forget to RCL ^^

 

“Rin-ah, maukah kau jadi yeojachinguku?” Kata Kai gugup. ‘Wah.. Kai mengatakannya.’ Batin Baekhyun. Kai sudah was-was menunggu jawaban Jeo Rin. ‘Lama sekali jawabannya.’ Batin Kai.

“Yeojachingu?” Kai mengangguk.

“Apa itu yeojachingu?” Tanya Jeo Rin bingung. Di belakang mereka Baekhyun shock. ‘Hoobae favoritku tidak tahu arti yeojachingu?’

“Kau.. tidak tahu apa itu yeojachingu?” Kai tidak percaya.

“Ne. Apa itu, sunbae?” Kai masih tidak percaya. ‘Yeoja secantik dan seusia Jeo Rin tidak tahu arti yeojachingu? Berarti dia tidak tahu apa itu pacaran?’ Batin Kai.

“Ehem.. Yeojachingu itu sebutan untuk teman yeoja spesial bagi seorang namja. Dan untuk yeoja disebut namjachingu. Kalau kau mau jadi yeojachinguku, berarti aku adalah namjachingumu.”

“Namjachingu?”

“Aku mengartikannya seperti ini, seseorang yang lebih dari teman.”

“Lebih dari teman? Berarti saudara.”

“Baiklah, begini. Di antara kami, siapa yang kau pilih. Aku atau Seung Yoon?”

“Tentu saja Seung Yoon oppa.” Kai mengangguk.

“Bagimu namjachingu adalah seseorang yang lebih dari teman tidak melebihi saudara. Tapi kalau bagiku kau adalah segalanya.” Baekhyun mendengus mendengar kalimat terakhir Kai.

“Berarti aku harus mendahulukan sunbae daripada Zelo, Min Young, dan Maru kalau sunbae jadi namjachinguku?”

“Youre right, baby.” ‘Apalagi namja yang bernama Zelo itu.’ Batin Kai.

“Jadi, apa kau mau jadi yeojachinguku?”

“Ini masih baru untukku. Aku akan mencoba.”

“Apa itu artinya iya?” Jeo Rin mengangguk.

“Gomawo, baby.” Kai langsung memeluk Jeo Rin.

“Sunbae..” Jeo Rin mendorong tubuh Kai.

“Mianhae. Tapi mulai sekarang kau harus membiasakan diri dengan pelukanku atau hal lain yang berhubungan dengan pacaran.”

“Pacaran? Hubungan kita ini disebut pacaran. Kau hanya perlu mengikutiku.”

“Ne, sunbae.”

“Satu lagi, jangan panggil aku sunbae. Panggil aku oppa.”

“Kai.. oppa?”

“Ani. Jongin oppa. Mulai sekarang mari kita saling mengenal diri.”

 

———————-

 

“Bacon, kau kenapa lesu? Masih pagi juga.” Kata Sehun yang melihat Baekhyun keluar dari mobil. Hari ini semua anak EXO-K bawa mobil masing-masing. Semua mata mengarah kepada kelima anak EXO-K yang berada di parkiran. Tak lama mobil Kai datang. Berbeda dengan Baekhyun, Kai keluar dari mobil dengan senyum merekah. Ia langsung menghampiri dan merangkul Chanyeol.

“Chan-ah, aku berhasil.”

“Berhasil apa?”

“Jeo Rin sudah jadi yeojachinguku.”

“Mwo?” Koor EXO-K, membuat Baekhyun semakin lesu.

“Ini pasti karena kau selalu menyemangatiku. Gomawoyo. Dan aku suka gaya rambutmu yang ini daripada yang kriwil itu. Rambut lurus dan hitam membuatmu terlihat cute.” Kai mengacungkan kedua ibu jarinya.

“Jinjja? Gomawo. Apa rencanamu berikutnya.”

“Rencana? Aku belum punya. Sepertinya bermesra-ria dengan Jeo Rin akan menyenangkan.” Mereka berjalan menuju gedung sekolah.

“Baekhyun jangan sedih begitu. Terima nasibmu ya. Kau kalah.” Ejek Kai. Tiba-tiba Baekhyun teringat sesuatu.

“Kau belum bisa dibilang pacaran dengan Jeo Rin.”

“Mwo? Kenapa kau berkata seperti itu?”

“Haha.. Hoobae favoritku itu masih terlalu polos, Kai. Dia bahkan tidak tahu apa itu yeojachingu, namjachingu, dan pacaran.”

“Mworago??” Ucap EXO-K kompak.

“Darimana kau tahu?” Tanya Kai.

“Benar, saudara-saudara. Itu hasilnya aku mengikuti Kai dan Jeo Rin semalam.”

“Kau mengikutiku?” Baekhyun mengangguk.

“Aku merasa aneh saat melihat kau mau naik bus. Jadi aku ikuti. Aku akui kau berhasil, Kai. Tapi aku dan Sehun belum bisa memberikan taruhan yang kami janjikan.”

“Kenapa begitu?” Kai tidak terima.

“Berbuatlah layaknya orang pacaran dengan Jeo Rin. Suatu saat nanti aku akan membuat sebuah ujian untukmu. Kalau kau berhasil, aku akan mengakui kau benar-benar hebat.”

“Siapa takut? Kau lihat selama ini aku berhasil.”

 

——————

 

“Rin-ah..” Kai menghampiri Jeo Rin.

“Baby, aku baru melihatmu sekarang.” Kai meminum jus jeruk Jeo Rin.

“Kau sudah selesai makan? Kau makan sedikit sekali, baby. Aaakk..” Kai hendak menyuapi Jeo Rin. Tapi sendoknya terhenti di udara.

“Sunbae..”

“Kau lupa memanggilku apa?”

“Oppa.. Seung Yoon oppa sedang memperhatikan kita.” Mata Kai mengedari kafetaria. Dan Jeo Rin benar. Seung Yoon sedang menatap tajam padanya. Kai langsung memakan makanan yang hendak ia berikan pada Jeo Rin. Lalu melambai pada Seung Yoon.

“Tumben dia kemari.” Kata Kai.

“Oppa, aku ke kelas. Ann..” Kai menarik Jeo Rin untuk duduk kembali.

“Duduklah di sini. Temani aku makan.”

“Tapi, Seung Yoon oppa..”

“Dia tidak akan marah padamu. Aku jamin.” Kai mengelus rambut Jeo Rin.

 

—————–

 

“Kenapa kau dekat-dekat dengan Kai, Jeorin-ah?” Tanya Seung Yoon fokus menyetir.

“Kami hanya berteman, oppa.”

“Kenapa dia mengelus rambutmu tadi?”

“Memang salah, oppa? Oppa sering melakukan itu padaku.”

“Karena aku oppamu jadi tidak masalah. Oppa minta jauhi Kai, Jeorin-ah.”

“Tidak bisa, oppa. Dia selalu muncul di depanku.”

“Kalau begitu jangan pedulikan.”

“Aku seperti orang jahat kalau seperti itu. Bukankah sangat bagus kalau kita mempunyai banyak teman?”

“Ne. Tapi Kai bukan orang yang tepat untuk dijadikan teman.”

“Apa karena oppa membenci Jongin oppa makanya oppa melarangku dekat dengannya?”

“Jongin oppa? Kalian sudah sedekat itu?”

“Kami sudah berteman lama, jadi aku rasa tidak masalah kalau aku memanggil dia seperti itu. Aku boleh berteman dengannya kan?” Seung Yoon menatap Jeo Rin sebentar.

“Haah.. Baiklah. Hanya teman. Tidak lebih.”

“Oppa, kau takut Jongin oppa menggantikan posisimu? Tenang saja, oppa. Oppaku hanya kalian bertiga.” ‘Kai, awas saja kalau kau merusak kepolosan yeodongsaengku.’ Batin Seung Yoon.

 

—————-

 

“Mana yang kau bilang pacaran, Kai? Beberapa hari ini kau tidak menempel dengan Jeo Rin.” Kata Sehun. Kai, Sehun, dan Chanyeol duduk di tepi lapangan basket.

“Apa karena Seung Yoon?” Ujar Chanyeol. Kai tidak menjawab Sehun atau pun Chanyeol. Matanya fokus memandang Jeo Rin yang menyemangati Zelo bermain basket. Ada perasaan tidak suka saat Kai melihat itu.

“Aku harus bicara dengannya.” Kai bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke tempat di mana anak kelas I-B olahraga.

“Rin-ah..” Panggil Kai begitu ia berdiri di samping Jeo Rin.

“Oppa? Kenapa oppa ke sini?” Jeo Rin risih karena teman-teman yeojanya heboh melihat Kai.

“Aku tidak boleh menemuimu? Aku namjachingumu.” ‘Kenapa teman-teman makin heboh saat Jongin oppa mengatakan namjachingu? Jongin oppa sama seperti Zelo.’ Batin Jeo Rin.

“Aku ingin bicara denganmu.”

“Jangan di sini, oppa.” Kai menarik tangan Jeo Rin. Membimbingnya menuju ke sebuah bangku yang berada di bawah pohon. Jauh dari murid-murid. Mereka duduk di situ.

“Ada apa, oppa?”

“Kau menghindariku lagi?”

“Ani.”

“Kau menghindariku.”

“Pacaran itu apa? Aku masih belum mengerti.”

“Susah menjelaskannya, Rin-ah. Teman dekat? Aku rasa tidak.”

“Jadi pacaran itu apa?”

“Yang pasti pacaran itu lebih dari sekedar teman. Ada rasa sayang yang berbeda dari orang yang melakukan pacaran. Namja dan yeoja yang saling menyayangi. Bahkan bisa saling mencintai.”

“Cinta? Apa itu cinta?”

“Aku juga tidak tahu. Jadi, mari sama-sama kita mencari arti cinta itu.”

“Berarti pacaran itu lebih dari teman?” Kai mengangguk.

“Seung Yoon oppa hanya mengizinkanku berteman dengan oppa. Eotokkhae?”

“Jadi karena itu kau menghindariku?”

“Ne. Dia marah saat oppa mengelus rambutku. Kita berteman saja, ya?”

“Shirreo.” Tolak Kai.

“Kau sudah jadi yeojachinguku.” Jeo Rin tampak berpikir.

“Bagaimana kalau kita bertemu diam-diam?”

“Haruskah? Aku ingin menunjukkan kalau kau yeojachinguku. Kau milikku.”

“Milik oppa? Ani. Aku hanya milik oppa-oppaku.” Kai memejamkan matanya. ‘Jeo Rin masih polos, Kai.’ Batinnya.

“Baiklah. Aku setuju. Aku akan mencari tempat untuk kita bertemu. Tempat rahasia kita.” Kai menatap Jeo Rin.

“Bolehkah aku memelukmu?” Jeo Rin mengangguk ragu. Kai langsung memeluk Jeo Rin.

“Aah.. Jeongmal bogoshipo, baby.” Jeo Rin tidak membalas pelukan Kai.

“Aku menemukan cara agar kau mengerti apa itu pacaran.”

“Apa itu, oppa?” Tanya Jeo Rin dalam pelukan Kai.

“Kau harus menonton drama korea.”

“Drama korea?” Kai melepas pelukannya.

“Jangan bilang kalau kau tidak pernah nonton drama korea?” Jeo Rin menggeleng. ‘Seung Yoon, mau kau jadikan apa adikmu ini?’ Batin Kai.

“Walaupun jarang nonton, aku hanya nonton Spongebob Squarepants, Dora The, Explorer, Tom and Jerry..”

“Cukup, baby. Aku tahu tontonanmu hanya kartun. Aneh sekali. Kau orang korea tapi kau tidak pernah nonton drama korea. Benar-benar bukan warga negara yang baik.”

“Aku pernah lihat, hanya sekilas. Daesung oppa langsung mengganti chanel tv. Katanya tontonan itu tidak bagus untukku.”

“Dan kau percaya?”

“Ne. Oppa-oppaku selalu memikirkan kebaikanku.”

“Kau harus menonton drama korea, baby. Dari situ kau bisa tahu apa itu pacaran atau mungkin lebih. Tapi harus yang bergenre romance dan happy ending.”

“Apa oppa punya CD drama korea?”

“Aku tidak punya. Teman-teman yeojamu pasti banyak yang punya.”

“Kalau begitu aku akan tanya Min Young. Oppa, aku harus mengganti pakaianku. Annyeong, oppa.” Kai menahan tangan Jeo Rin.

“Annyeong, baby.” Kata Kai setelah mencium pipi Jeo Rin.

 

——————

 

Lu Han merebahkan diri di tempat tidur. Ia pikir ia bisa menghabiskan waktu dengan Min Young begitu pulang ke Seoul. Tapi ia malah tetap harus bekerja. Lu Han melonggarkan dasinya, waktunya di Seoul tinggal dua minggu lagi.

“Oppa..”

“Min Young? Kau di sini?” Lu Han terkejut mendapati Min Young yang baru keluar dari kamar mandi. Min Young berjalan mendekati Lu Han lalu duduk di tepi tempat tidur.

“Apa oppa tidak merindukanku? Jadi, hanya aku yang merindukan oppa?” Lu Han mendudukkan dirinya. Lalu mengecup bibir Min Young kilat.

“Jeongmal bogoshipo, chagi.”

“Oppa bohong. Oppa pulang ke Seoul bukan untuk menemuiku. Oppa malah sibuk berwisata. Pulau Jeju, Jepang, Thailand..”

“Hei.. Aku bukan berwisata. Aku bekerja, chagi. Untuk persiapan menikah kita nanti.” Lu Han mengedipkan sebelah matanya. Wajah Min Young sudah merona karena ucapan Lu Han.

“Aku suka wajahmu yang merona.” Lu Han mengelus pipi Min Young.

“Oppa sudah makan?” Min Young berusaha menormalkan dirinya.

“Sudah, di bandara tadi. Kau?” Min Young mengangguk.

“Mandilah, oppa. Lalu istirahat. Oppa pasti lelah.”

“Kau menginap di sini?” Lu Han baru sadar kalau Min Young memakai kemeja miliknya.

“Ne. Karena dua minggu lagi oppa akan kembali ke Cina aku akan sering kemari.”

“Aku mandi dulu. Senangnya tidur ada yang menemani.” Min Young merebahkan dirinya begitu Lu Han masuk ke kamar mandi. Tak berapa lama kemudian, Lu Han sudah keluar dengan memakai trening hitamnya. Ia langsung merebahkan diri di samping Min Young dan memeluk Min Young yang membelakanginya.

“Kenapa tidak pakai baju?”

“Kan ada kau yang menghangatkanku.”

“Oppa, aku tidak bercanda. Pakai bajumu, oppa.” Lu Han menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.

“Begini sudah membuatku hangat.” Luhan mencium leher Min Young.

“Apa kau mencintaiku?”

“Kenapa oppa bertanya seperti itu. Aku selalu mengatakannya setiap bertemu oppa.”

“Apa kau yakin dengan perasaanmu?” Min Young berbalik. Ia menatap Lu Han.

“Aku yakin. Saranghae. Oppa meragukanku karena aku masih enam belas tahun? Aku belum dewasa?”

“Ani. Aku hanya ingin mendengar kata itu.” Lu Han terdiam sebentar.

“Umurku sudah cukup untuk menikah. Maukah kau menikah denganku?” Min Young terkejut. ‘Kau sudah gila, Lu Han. Mengajak yeoja yang baru duduk di bangku SHS menikah.’ Batin Lu Han.

“Aku bercanda.” Lanjut Lu Han.

“Aku mau. Tapi tidak sekarang, oppa. Aku masih sekolah.”

“Kau yakin akan menikah denganku?”

“Ne. Oppa tunggulah aku beberapa tahun lagi. Tunggu sampai aku menjadi wanita yang sesungguhnya.”

“Memangnya kau tidak wanita?” Lu Han terkekeh.

“Oppa! Maksudku, aku masih dalam masa pertumbuhan. Semoga oppa tidak melirik wanita yang lebih sexy dariku.”

“Memangnya kau sexy?” Min Young terdiam. Padahal Lu Han hanya bercanda. Lu Han mencium kening Min Young.

“Kau sudah sangat sempurna bagiku. Aku tidak akan melirik yeoja lain. Aku hanya akan melihatmu.”

“Ajjushi, saranghae.”

“Nan ajjushi aniya!” Lu Han tidak terima dibilang ajjushi.

“Umur kita hanya beda sepuluh tahun. Tapi aku mencintaimu.” Min Young memeluk Lu Han.

“Kenapa kita bicara konyol begini? Mari kita tidur. Jaljayo, oppa.”

“Young, aku serius dengan yang tadi.”

“Mwo?”

“Menikah. Kita bisa menikah sekarang, Young.” Min Young menatap Lu Han ragu.

“Tapi..”

“Kau masih sekolah? Kita bisa merahasiakan pernikahan kita.”

“Oppa, ada apa? Kenapa kau membahas ini?”

“Aku hanya ingin mengikatmu, Young. Apa lagi yang kurang. Kita saling mencintai. Atau kau punya namja lain di sekolah? Aku dengar Ray juga bersekolah di Universal High School. Apa dia masih mengejarmu?”

“Oppa, tidak ada namja lain. Ray oppa tidak mengenaliku.”

“Lalu apa yang kau pikirkan?” Min Young diam.

“Apa perlu aku menghamilimu dulu baru kau mau menikah denganku?”

“Mwo?”

“Baiklah. Aku akan membuatmu hamil. Ahjumma pasti langsung menikahkan kita.”

“Oppa,..” Lu Han langsung membungkam Min Young dengan ciumannya.

“Mmph..” Min Young berusaha untuk bicara. Ia mendorong tubuh Lu Han kuat.

“Kau seperti mau memperkosaku, oppa.” Lu Han menindih tubuh Min Young.

“Aku memang akan memperkosamu.” Kata Lu Han serius.

“Oppa, apa penyakit yadongmu kumat? Sudah berapa banyak film yadong yang oppa tonton?” Min Young sudah terbiasa dengan tindakan Lu Han. Sering kali mereka hampir melakukan ‘itu’ tapi Lu Han tidak pernah sampai berkata membuat Min Young hamil.

“Aku serius, Young. Kau hamil, kita menikah. Ini masa suburmu kan?” Min Young diam. Di mata Lu Han itu seperti berkata ya.

“Aku tidak tahu. Aku tidak pernah peduli tentang itu.”

“Jangan bohong. Lalu note yang ada di kalender handphonemu apa?”

“Dari mana oppa tahu?”

“Aku namjachingumu. Di mana handphonemu?” Min Young langsung mengambil handphonenya yang ia letakkan di meja samping tempat tidur.

“Berikan padaku.”

“Shirreo.”

“Kita langsung main? Baiklah. Kita lihat hasilnya nanti. Just enjoy it, chagi.” Lu Han mulai mencium leher Min Young. Salah satu titik yang ia tahu sebagai titik sensitif Min Young. Ia menghisap leher Min Young, membuat tanda di sana.

“Op..paah..”

“Aku akan memberimu pilihan. Kau menikah denganku sekarang dan aku takkan menyentuhmu sampai kau siap atau kau hamil dan kita menikah.”

“Dua-duanya berakhir dengan menikah. Kenapa oppa begitu ingin menikah?”

“Aku ingin jawabanmu, Min Young. Bukan pertanyaan.” Lu Han mengawali aksi sesungguhnya dengan mencium pipi Min Young. Min Young menahan dada Lu Han tidak mau posisi mereka semakin rapat.

“Saranghae..” Lu Han mencium kening Min Young lama.

“Kau yang memaksaku, Young. Aku tidak akan melakukan ini kalau kau mau menikah denganku.”

“Opp..” Lu Han langsung mencium bibir Min Young. Ia tidak mau mendengar penolakan dari Min Young. Ia punya alasan kenapa Min Young harus menikah dengannya. Lu Han melumat bibir atas dan bawah Min Young bergantian. Min Young tidak membalas sama sekali. Lu Han beralih mencium leher Min Young, menghisap leher Min Young membuat kissmark di sana.

“Oppa, kenapa kau melakukan ini? Apa kau tidak bisa menungguku tujuh belas tahun? Sepuluh bulan lagi, oppa. Apa itu terlalu lama untukmu? Aku akan memberikan semuanya pada oppa begitu aku berumur tujuh belas tahun. Aku sudah janji padamu..” Kata Min Young susah payah karena menahan desahannya. Sedangkan Lu Han tidak peduli. Ia malah berniat membuat kissmark sebanyak mungkin di leher Min Young. Ia begitu ingin mendengar yeojanya mendesah. Tangan kanannya bergerak membuka kancing kemeja yang Min Young kenakan satu per satu.

“Kau senang sekali mempersulitku.” Ucap Lu Han yang melihat Min Young mengenakan tanktop begitu ia berhasil membuka kemeja. Lu Han menaikkan tanktop Min Young sebatas dada. Ia kesulitan untuk membuka tanktop Min Young. Lu Han mulai menciumi bagian atas dada Min Young.

“Kau jahat, oppa..” Mendengar itu, Lu Han berhenti. Ia menatap Min Young.

“Aku akan berhenti kalau kau mau menikah denganku. Kita bisa menyembunyikan status kita, Young.”

“Kenapa oppa ingin menikahiku sekarang? Itu terdengar konyol, oppa!”

“Jadi, menurutmu ini konyol? Aku sungguh-sungguh, Shin Min Young.” Kata Lu Han kecewa.

“Oppa, apa yang kau pikirkan? Apa kau meragukanku?”

“Ani. Aku tidak pernah meragukanmu. Aku yakin hanya aku satu-satunya namja yang selalu kau pikirkan.”

“Kalau begitu, bisakah oppa menungguku sampai selesai sekolah?”

“Tidak ada penawaran, Min Young. Ya, aku akan berhenti atau tidak, aku akan melanjutkan kegiatan yang pasti akan kau sukai nanti.” Min Young bungkam. Bagaimanapun ia tidak bisa menerima apa maksud Lu Han. Melihat itu Lu Han kembali menciumi bagian atas dada Min Young, sesekali menghisapnya.

“Oppa hanya ingin melakukan itu denganku kan?” Min Young membuang prinsipnya. Hanya suaminya orang pertama yang boleh menyentuhnya. Prinsip itu hilang sejak ia pacaran dengan Lu Han. Ia berjanji pada Lu Han akan memberikan segalanya pada setelah ia berumur tujuh belas tahun. Lu Han mengajarinya banyak hal. Hal yang hanya diketahui orang dewasa. Merasakan tangan Lu Han bergerak di dadanya, Min Young bersuara.

“Kalau oppa ingin itu aku akan berikan sekarang.” Min Young menjauhkan Lu Han darinya. Ia melepas tanktop dan hotpants yang masih ia kenakan.

“Lakukan, oppa. Aku sudah mempermudah pekerjaanmu.”

“Min Young..” Lu Han menatap Min Young yang sungguh-sungguh. Bagaikan tersadar, Lu Han merasa ia adalah namjachingu yang jahat.

“Kenapa diam? Oppa hanya tinggal melepas cd dan braku. Apa aku perlu melakukannya untuk oppa?” Lu Han masih diam. Ia tahu yeojanya saat ini emosi. Min Young selalu menghindari hal-hal yang akan membuat mereka berakhir di ranjang.

“Aku akan melakukannya untuk oppa.” Tangan Min Young bergerak untuk melepas branya.

“Mianhae..” Lu Han jatuh menimpa Min Young. Ia tidak bisa melihat yeojanya seperti itu.

“Mianhaeyo..”

“Oppa menyembunyikan sesuatu dariku.” Min Young mengelus punggung Lu Han. Lu Han mendudukkan dirinya. Ia menarik Min Young untuk duduk lalu mengelus pipi Min Young.

“Oppa tidak jadi melakukan itu padaku?”

“Kau belum tujuh belas tahun.” Min Young duduk di pangkuan Lu Han dan memeluknya.

“Oppa seperti memiliki beban yang berat. Oppa bisa berbagi denganku.” Lu Han ingin sekali menunjukkan kepada orang-orang yang mengatainya berpacaran dengan anak-anak bahwa yeojanya sangat dewasa.

“Aku tidak punya beban. Kalau pun ada, kau pasti tidak mengerti.” Min Young menatap Lu Han.

“Jeongmalyo?” Lu Han mengangangguk. Min Young kembali memeluk Lu Han. Ia menempatkan wajahnya di leher Lu Han.

“Oppa, aku ingin membuat kissmark di lehermu. Sekalipun aku tidak pernah membuat tanda di sini.” Min Young mencium leher Lu Han.

“Lakukanlah.”

“Boleh?”

“Ne. Kau tidak perlu minta izin padaku. Aku akan sangat senang kalau kau mau melakukannya.” Lu Han menjenjangkan lehernya. Min Young menciumi leher Lu Han berkali-kali.

“Oppa, kenapa tidak merah seperti yang oppa buat?”

“Kau masih perlu banyak belajar, chagi. Aku akan mengajarimu. Tapi berikan dulu imbalanku sekarang.”

“Apa?”

“Aku ingin membuat jejak di sini.” Lu Han mengelus punggung Min Young. Min Young berbalik.

“Tanganku boleh memegang ini?”

“Andwae..” Min Young menarik tangan Lu Han yang menyentuh dadanya menjadi melingkar di pinggangnya. Lu Han menciumi punggung Min Young penuh hasrat. Ciumannya berubah menjadi hisapan-hisapan kecil di punggung Min Young. Setetes air keluar dari matanya. ‘Aku tidak bisa bersamamu, Young. Kita tidak bisa bersama.’

 

TBC…

188 tanggapan untuk “I Got The Feeling (Chapter 5)”

  1. Jeorin polos bingittttttt yaampun umur berapa sih???? Gemessss. Sekarang mah ank SD aja udah tau cinta2an😂 jeorin gaptek nih *gnymbggblk

    And i will say ” good bye minyoung, luhan mau nikah ama gue” 😂

  2. omg the hell, kenapa coba kok Luhan g bisa sama MinYoung? T__T dia udh dijodohin yaa? Duhh padahal couple fav, g rela bgt 😭😭

  3. ksian si kai mw pcran z ssah,terhalangi oleh oppa jeo rin,fighting oppa pasti bisa dan aa yg disembunyikan luhan dri min young ayo lihat next chapternya….

  4. Lahhhhhh Kuhan ngomong gtu d akhir ini gmn crtany loh!!!!!!!! Gk gk gk bkn crt km y gmn tp crta imingn si Luhan ahhhahh serius yh dy mu ninggalin Minyoung kenapa gtu?????
    Kaiiii ampunnnnn hahahahah geleng2 kepala bingung Jeo Rin bner2 polos wkwkwkwkkwwk aduhhhhhh pengatuh burukkkk sngat burukkk oppa Jeo Rin klo two kai mesum kyanya bakaln babak belur dah beuhhhhhhhh mkin seruuu ajjj tegang hahahahahhaah

  5. Adihhh itu luhan kenapa ngomong gitu
    Hiks sedih banget deh
    Jangan jangan minyoung endingnya malah sama sehun lagi
    Andwee pasangan favoritku kenapa ini

  6. Yah kok sedih sedihan sih kak jdi curiga klo minyoung bakal sma ah sudah lah kita liat aja part end nya gimana keep write ya kak:*

  7. Yah yah kok ada sedih sedihan nya kak ? Jafi curiga klo minyoung bakal sma ah sudah lah kita liat aja di part end nya keep write ya kak :*

  8. kenapa bang lulu ?????
    kenapa ga bisa ??
    ah alamat sedih2an nih …

    eon daebakk ini ff feelnya dpt bgt .. stiap perasaan seneng sedih dll bener2 bisa d rasain .. ^^ duajempoll ..

  9. ya ampun joerin sebegitu polosnya lo..astaga bener sih oppa2 nya niat mw ngejaga adknya..tp kayanya nggak gtu juga deh..joerin jadi kelewat polos gtu..
    yahh luhan mw ninggalin min young yaa??trus kisah mrk gmn dong??
    lanjut baca lagi ya thor..

  10. ya ampun joerin sebegitu polosnya lo..astaga bener sih oppa2 nya niat mw ngejaga adknya..tp kayanya nggak gtu juga deh..joerin jadi kelewat polos gtu..
    yahh luhan mw ninggalin min young yaa??trus kisah mrk gmn dong??

  11. kakak aku turut prihatin sm jongin… polos sekale… ngakak pol aku…wkwkwk seru kak yg pasti tetep bagus dan gk bosenin…
    kip wraiting en faikting!!!

  12. Ahh nyesek banget kisah cinta luhan minyoung terlalu rumit untuk diartikan dengan kata-kata *wedew
    Jeorin polos nya dirimu

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s