All Kill (two)

All Kill– Pria yang Sempurna (Two shoot)

Author:                momo_Wu

Genre:                 Romance

Rating:                 General

Cast:                     Kris, EXO

Out cast:          Yoon Eun sa

all kill

yang tertarik baca dari awal yaa>> https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2013/03/30/all-kill-one/

resume: Eun sa bingung dengan apa yang baru saja terjadi. menurutnya segalanya baik-baik saja kecuali hubungannya dengan Kris…

.

.

Wawancara yang menggunakan bahasa prancis itu berjalan lancar, ditunjang dengan pembawa acaranya yang juga cukup interaktif dan menarik. Eun sa dengan susah payah berhasil mengatasi perasaan aneh yang muncul setelah insiden jatuh tadi. Begitu juga Kris, menurut Eun sa.

Namun anehnya, Kris terlihat sangat diam dan bahkan tidak menoleh-noleh lagi ke arah Eun sa, apapun yang Eun sa lakukan. Biasanya, Eun sa salah bicara saja, Kris langsung tanpa ampun mengomentarinya.

Entah situasi apa yang sedang berjalan saat ini, ia juga tak mengerti.

Eun sa sedang merapikan naskah-naskah yang harus ia edit tepat ketika ia mendengar suara gaduh dari ruang sebelah, ruang latihan selama mereka berada di Paris. Dengan cepat ia menuju ke sana dan menemukan Kris berlari kesana-kemari dan menyuruh member yang lain ini dan itu, sedangkan Lay tengah terbaring di atas sofa biru. Semua terlihat panik, dan Kris kembali lagi berlari masuk membawa handuk basah.

Tanpa diminta Eun sa berlari mendekat dan bertanya lebih panik.

“Ada apa? Lay kenapa?”

“Lay demam dan sepertinya panasnya tinggi.” Jawab Kris singkat dan kemudian kembali fokus memeriksa keadaan Lay. Chen kembali dan memberitahukan bahwa dokter akan datang sebentar lagi, member yang lain juga masih berlari kian kemari mengambil baju ganti, D.O memasak bubur, dan keadaan sibuk lainnya. Kris mengangguk.

“Kenapa kau tak memanggilku?!” Eun sa emosi melihat keadaan yang berubah menjadi kacau seperti ini. Kris hanya menatapnya lama, namun kemudian kembali berlari mengambil baskom es. Eun sa menatap tak mengerti dan memperhatikan keringat dingin yang keluar dari wajah Lay.

Eun sa menangis panik, dan memanggil-manggil Lay dengan dada penuh sesak. Kris datang di sampingnya dan langsung menarik Eun sa menjauh.

“Kenapa? Ada apa dengan Lay?”

Kris menghela nafas perlahan dan meremas pelan bahu Eun sa untuk menenangkannya. Lalu menjawab dengan suara lembut.

“Inilah kenapa aku tak mau memanggilmu. Jangan emosional begitu di dekat orang sakit, nanti kau yang jatuh sakit. Sudahlah, biarkan kami yang mengurusnya, oke?” Kris mengusap air mata Eun sa dan membawanya ke ujung ruangan. Eun sa menurut dan duduk tenang. Kris tersenyum teduh dan hendak berdiri meninggalkan Eun sa, namun Eun sa menahan tangannya.

“Biarkan aku membantumu mengompresnya, ya?”

Akhirnya world tour di Eropa itu berakhir sukses. Beberapa sesi foto, wawancara dan konser sudah berakhir. Dengan perasaan senang, seluruh member kembali berada di pesawat yang akan membawa mereka menuju negara kimchi. Lay sudah sehat, ia hanya mengalami demam karena kelelahan akibat terlalu rajin latihan.

Hanya satu yang terlihat tidak sehat, yaitu hubungan Eun sa dan Kris yang terlihat amat sangat tenang akhir-akhir ini. Eun sa menatap kepala Kris yang duduk tepat di depan seatnya . Ia berfikir, lelaki seperti apa sebenarnya Kris ini?

Setelah kejadian itu, ia melihat banyak sisi dari Kris yang sebelumnya tidak ia perhatikan. Contohnya, betapa polos senyum yang ia miliki, betapa lembutnya suara yang ia ucapkan, betapa baiknya hati pria ini.

Tanpa sadar, Eun sa tersenyum, tulus.

Satu bulan lagi berlalu

Eun sa tengah membereskan pakainnya yanga akan ia bawa kembali menuju kampusnya di Belanda, libur musim panasnya sudah berakhir. Namun tiba-tiba ia merasa kepalanya sakit, migrain lagi ini, keluhnya perlahan.

Ia berjalan tertatih menuju ruang tempat obat yang berada di kantor agensi itu. Namun dalam perjalanannya menuju kotak obat, ia melihat Kris tengah berjalan berlawanan dengannya. Mereka berhadapan. Namun Eun sa berpura-pura tertarik dengan langit-langit kantor, berusaha tidak beradu pandang dengan Kris.

Ketika ia merasa sudah melewati Kris, ia menghela nafas dan melanjutkan langkah, namun, ia merasa tangannya di tarik.

“Kenapa kau menghindariku?”

Eun sa melotot kaget, ia menoleh dan langsung berhadapan dengan mata tajam Kris. Eun sa terpaku.

“Kenapa?” ulang Kris. Eun sa tetap tak bisa menjawab.

Kali ini genggaman itu bertambah kuat. Eun sa panik dan dengan memejamkan mata ia berteriak.

“Karena aku terlalu grogi berada di dekatmu!”

Sesaat keheningan menyelimuti mereka, dan kemudian keheningan itu dipecahkan oleh tawa keras Kris. Eun sa merengut kesal dan malu. Ia hendak berlari menyembunyikan wajah merahnya. Tetapi, lagi-lagi tangan Kris menahannya dan kali ini menarik Eun sa kepelukannya.

“kalau begitu, jangan menghindar lagi, karena aku juga begitu…”

END~

Woaah, selesai juga twoshoot story ini. kekeke~

Cingureul, kalau suka baca ini, momo akan sangaaaat berterima kasih ^^

HAPPY READ! 😀

16 tanggapan untuk “All Kill (two)”

  1. wow..ini ff bikin aku salah tingkat sampe keseleo karna biasku kris jadi aki bayangkan cewe itu aku,aku mungkin sudah gila

  2. woahhhh, seru! ga nyangka end ny seperti ini! beda banget alurnya dr FF yg prnah aku baca, tp mgkin kecepetan x yah, ko bisa mereka berdua bs cepet pnya perasaan suka! butuh proses lahhh, masa dr jatuh ny si eun sa yg dipegang sm kris doang si! *mian klo komen nya menyakaiti hati! 🙂
    aku reader baru, anyeong thor, awwal imnida! sering2 buat ff yg MC ny kris yahhhh! 🙂 krn kris is my bias!

    1. hoho, gwenchana~~ itu kan krna sbenarnya kris wktu itu udah terus memperhatikan eun sa dr awal.
      dan ini wktu itu buat lomba yg ada batas katanya, jd ngebut deh alurnya, huahaha
      thanks for read ^^
      welcome!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s