[Chapter 2] Forever

forever chap 2

Tittle : [Chapter 2] Forever

Author : dwtmhrn

Casts :

–         EXO-K’s Oh Sehun

–         Park Chan Hee (OC) (Chanyeol little sister)

–         EXO-M’s Xi Luhan

–         EXO-K Park Chan Yeol

Genre :

–         Romance

–         Drama

–         Sad

Rating : Teen

Length : Chaptered

Note : Annyoeng^^!!! author datang tjoy~ 😀 hehe,oke jelasin dikit yah beb. disini tuh,udah mulai keungkap kenapa Sehun tuh kayak nya ngebolehin aja si Chanhee itu nganggep dia Luhan. hehe,aigo pas lagi ngetik part ini tuh takut banget kalo hasil nya jadi gak nyambung. haa sumpah awalnya pengen ngerombak banget yang part ini tapi kayak nya udah gak ada waktu lagi. jadi author harap kalian ngeh lah sama part yang ini T.T . oh iya,plis jan jadi silent reader,ngekomen apa aja boleh dah asalkan di komen–” . xoxo,Don’t Bash,Don’t be Silent Reader,Don’t Plagiarisms,and ENJOY~~~~.

Last Story :

“apa Luhan yang mengajari mu?” aku hanya mengangguk dan meneruskan permainan ku. Kini aku dapat merasakan air mata ku terjatuh,aku merindukan Luhan oppa yang memainkan ini untuk ku. aku merindukan suara nya yang ikut menyanyikan lirik lagu. Kurasakan kulit yang menerpa kulit wajah ku. Ku buka mata ku,ini tangan Sehun.

 “berhentilah menangis,kau terlihat jelek” dia tersenyum pada ku. Senyuman yang asing bagi ku. Ah,benar ternyata ‘mungkin mereka mirip di bagian wajah tapi mungkin tidak di bagian senyum dan lain nya’.

 “gomawo Sehun-ah”

 

The Story ~

Author PoV

“Chanhee-ah kau tak mengabari oppa mu,dulu?” mereka sedang makan malam. Yah,memang benar Chanhee belum mengabari Chanyeol kalau dia tak akan pulang. Alasannya adalah ingin bersama Sehun.-_-.

“ania,biarkan saja dia. Huh,jika aku dirumah makin membuat ku merasa sendiri. Chanyeol oppa sering pergi bersama teman-teman nya”

“tapi aku pun begitu,aku akan pergi berkerja. Dan,kau juga akan kesepian disini” Chanhee mengerutkan kening  nya.

“hey setidak nya disini ada piano dan tempat yoga. Jadi,yah aku mungkin aku tak kesepian” Sehun hanya ber-oh-ria. “Sehun-ah”

“ne?”

“ah ania. Eum aku sudah selesai”

“oh taruh lah di situ nanti aku saja yang membereskan. Kau tidur lah”

“ah ne Sehun-ah jalljayo”

***

Park Chan Hee PoV

Dentingan suara piano berlomba memasuki telinga ku. Tunggu, Hey ini instrumental What Is Love!!! Suara itu berasal dari kamar itu.

Aku memasuki kamar itu,astaga itu Luhan! Yah,itu Luhan oppa.

“Xi Luhan!” aku memeluk nya dari belakang. Aku merindukan pelukan ini.

“Oh Sehun”

“mwoya? mak-mak sud oppa?” Luhan oppa berbalik dia menatap mata ku dalam.

“aku percaya kalian akan bahagia. Lupakan aku Chanhee-ah”

“andwae oppa! Jangan buat aku melupakan kau,tak aka nada namja yang bisa menggantikan sosok mu. Meskipun itu Sehun yang sangat mirip dengan mu” Luhan oppa tersenyum pada ku dan memelukku.

“aku yakin kau pasti bisa sayang~”

“oppa…” air mata ku terjatuh,kenapa dia begitu jahat pada ku?

“uljjima,waktu oppa hampir habis. Oppa pergi dulu”

“oppa,jangan pergi. Oppa kajima” tubuh Luhan oppa menghilang seiring dengan angin yang bertiup kencang. “oppa kajima,oppa” kini hanyalah ruangan putih yang tersisa dan bisikan-bisakan lirik lagu What Is Love. Hati ku seperti di iris-iris dengan pisau,ini sangat sakit.

***

 “aigo,Chanhee-ah iroena ppalli,hey” sebuah suara membangun kan ku dari mimpi buruk ku ini.

“Luhan-“

“Sehun,bukan Luhan!”

“aigo,mianhe Sehun-ah. Ak-aku ah kenapa hidungku mampet begini”

“molla,saat kau tidur kau menangis. Ada apa? Mungkin kau mau bercerita padaku” aku menghela nafas sebentar.

“ia,menemuiku Sehun-ah” Sehun mengerutkan kening nya.

“dia? Nuguseyo?”

“Luhan oppa”

“mwo? Lalu kenapa kau tak ikut dengan nya?”

“kya! Kau ini bodoh atau tidak pintar *eh sama aja-_-*?”

“memang apa yang salah dengan ucapan ku?” kata nya dengan wajah polos. Aigo,jika dia masih anak kecil mungkin sudah kucubit pipi nya itu.

“di-dia sudah tiada…” aku menghela nafas ku.

“aigo,mianhe Chanhee-ah aku lupa hehe. Yasudah,kalau begitu mandilah aku ingin berkerja”

“ne,tapi apa ada baju yeoja?” Sehun berfikir sebentar.

“ah,punya noona ku saja. Di lemari itu” dia menunjuk sebuah lemari yang ada di dalam kamar ku.

“oh,ne. sekali lagi gomawo Sehun-ah maaf sudah merepotkan mu”

“eum,gwanchanayo. Lagi pula selama noona ku taka da aku bisa membawa yeoja kerumah”

“memang noona mu dimana?”

“oh,dia sedang di Busan karna perusahaannya disana”

“jinjja? Baiklah”

“yasudah aku kebawah”

***

Author PoV

Sehun masih focus pada tugas kantornya. Mata nya masih saja memandang layar laptop nya tanpa memperdulikan telephone yang dari tadi berbunyi. Tak berapa lama ia mengalihkan pandangan nya pada jam dinding di ruangan nya. Waktu sudah menunjukkan jam 13.30. Lagi-lagi Sehun melewatkan waktu makan siang nya karna harus mengerjakan proposal itu.

“aish,siapa yang menephone sih?” Sehun menatap layar handphone nya. Nomer rumah nya? ‘Apa Chanhee sedang dalam masalah?’ itulah yang ada di fikiran Sehun pertama kali setelah melihat di layar handphone nya terdapat panggilan dari Chanhee.

“yeobseo?”

“Sehun-ah? Kapan kau pulang? Aigo aku bisa mati bosan dirumah mu. Kenapa dirumah mu tidak ada televisi huh? Aigo kau itu manusia zaman apa sih? Untung aku menemukan nomer telephone mu”

“aigo,televisi ada di kamar ku”

“jinjja? Oh yasudah,bye Sehunaaaaa” sambungan telephone termati begitu saja. Sehun tersenyum memandang layar telephone nya.

“kau beruntung sekali hyung memiliki yeojachingu seperti Chanhee” desis Sehun lalu melanjutkan perkerjaan nya.

***

Park Chan Hee PoV

Aish,ini sudah jam 11 malam. Kenapa Sehun belum pulang juga? Apa dia sedang bersama yeojachingu nya? Haish! Menyebalkan. Huh,rumah ini lebih menyenangkan ketika masih Luhan oppa yang meninggali buka Oh Sehun. Benar saja rumah ini terkesan modern tapi televisi saja Cuma ada 1 dan itu di kamar Sehun. Dasar pelit.-_-.

“aku pulang” suara bass Sehun menggelegar di seluruh penjuru rumah ini.

“oh,kau sudah makan? Tadi aku membuatkan makan malam untuk mu tapi karna kau lama sekali pulang makanan nya jadi dingin. Jika kau ingin makan panas kan saja. Aku mau tidur” entah lah aku sedang kesal dengan Sehun,karna dia tak memberi tahu ku kalau dia pulang malam seperti ini. Ternyata dia lebih parah dari Chanyeol oppa. Aku naik keatas-kekamarku- dan langsung tidur. Aku lelah,karna seharian aku membongkar gudang untuk menemukan foto album ku bersama Luhan oppa. Tapi sudah tak ada,apa sudah di buang?

Hampir saja aku tertidur tiba-tiba pintu kamar ku terbuka.

“sudah tidur?”

“ne”

“oh yasudah jaljja”

Dia menutup lagi pintu kamar ku. Huh,Sehun jika karna kau tak mirip dengan Luhan oppa aku tidak akan tinggal bersama mu.

***

Oh Sehun PoV

Apa dia marah? Molla. Sifat nya menjadi dingin begitu. Hah,aku memang tidak akan mengerti sifat yeoja apalagi Sera noona. Ia noona paling menyebalkan.-_-.

Oh,bukan kah tadi siang ia memasuki kamar ku? aigo apa dia melihat album itu? Semoga tidak.

Aku membuka lemari pakaian ku. Sekedar mengecek apakah ia melihat nya atau tidak.

“huh syukurlah”

“hey Xi Luhan,apa kabar? Bagaimana kehidupan mu di surga? Apa menyenangkan? Sekarang aku sudah mengenal yeojachingu mu itu. Aigo,kau tahu saat pertama kali ia melihat ku? dia mengira aku adalah dirumu. Ternyata kita memang mirip. Yah,meskipun aku tidak mengenal mu tapi aku berjanji padamu aku akan menjaga Chanhee” yah,pasti kalian bingung kenapa aku bisa mengetahui tentang semua ini. Baiklah aku akan ceritakan.

FLASHBACK

 

Sera noona memandangi detail rumah ini dengan takjub.

 “yak,Sehunie dari mana kau tahu rumah ini tempat strategis untuk melihat bulan eung?” Tanya Sera noona.

 “aku hanya ditawar kan Jongin hyung. Kebetulan,rumah Jongin hyung tak begitu jauh dari rumah ini”

 “jinjja? Wah,kau memang hebat memilih tipe rumah Sehunie”

 “hehe. Ha noona kata Jongin hyung jangan memindahkan barang-barang yang ada di kamar dekat tangga itu”

 “memang kenapa?”

 “molla. Yasudah aku mau memilih kamar dulu noona”

 “yasudah,eh noona kamar yang diatas ya”

 “terserah”

Aku memasuki kamar yang ada di bawah. Kamar itu menurut ku sangat pas. Jika kau keluar dari kamar,kau langsung disuguhkan dengan pemandang indah taman-taman ilalang dan jika kau berada di dalam kamar kau kau akan dapat melihat indah nya taman bunga-bungaan dari jendela.

Aku membuka lemari pakaian. Eum,cukup besar rasa ku. apa kamar ini dulu nya di tempati yeoja? Molla. Aku memasukan baju-baju,hey itu kotak apa? Kotak nya sangat besar. Aigo,apa isi nya? Apa harus ku buka? Bagaimana isi nya potongan tubuh manusia? Atau harta karun? Kalo harta karun sih taka pa. nah,kalau isi nya potongan tubuh manusia bagaimana? Aigo,apa aku harus beri tahu Sera noona? Jangan dia pasti akan heboh.

Ah,Sehun kau itu namja masa Cuma buka kotak saja tak berani? Hah,ayo bukalah.

Aku pun memberanikan diri membuka kotak itu. Aigo,ternyata isi nya ini? Yah,isi nya ada foto album yang sekitar ada 5 buah. Di cover album itu tertulis nama Xi Luhan dan Park Chan Hee. Aigo aku jadi kepo seperti ini. Apa kah harus ku buka? Seperti nya ‘iya’

Aku membuka foto album itu. Dihalaman pertama ada foto seorang yeoja yang sedang tersenyum sangat manis dan di samping foto itu ada komentar nya. ’12-03-2011 : haha cute Park Chan Hee’ di bawah nya ada foto seorang namja dan yeoja tadi-yang ku ketahui nama nya Chanhee- itu. Sang namja tersenyum ke kamera dan sang yeoja menutup mata nya dengan kedua tangan nya namun mulut nya terbuka membentuk huruf ‘O’. disana tertulis komentar ’12-02-2011 : Happy Anniv 1 month Park Chan Hee’ oh,jadi mereka sepasang kekasih? Baiklah jadi ku simpulkan namja ini bernama Xi Luhan.

Setelah aku membuka semua foto album namja itu aku membuka sebuah buku diary. Apa ini juga milik namja itu? Huh,aku seperti nya tidak harus tahu kehidupan pribadi seorang Xi Luhan. Tapi,yeoja itu. Senyuman nya entah lah kenapa aku menjadi deg-deg-an begini? Hey,Sehun-ah kau tak mungkin kan menyukai orang hanya dari melihat foto nya saja? Aigo.

 “Sehunie,kau sedang apa? Ayo makan”

 “ah ne noona” aku pun membereskan kembali kotak itu lalu meninggalkan nya.

FLASHBACK END

Yah,memang aku tak tahu siapa itu Xi Luhan tapi aku yakin pasti Park Chan Hee sangat mencintai nya. Andai,aku seberuntung Luhan. Haha,apakah mungkin Chanhee menjadi kekasih ku? dan menganggap ku Sehun? Entahlah.

***

Park Chan Hee PoV

Baiklah sudah 1 minggu aku disini,ternyata Sehun orang nya sangat menyenangkan. Dia itu jarang tertawa.-_-. Aku sering bertingkah konyol dia hanya menyeringai. Oke,satu lagi yang membuat nya berbeda dengan Luhan oppa. Luhan oppa itu sering sekali tertawa lepas tidak seperti Sehun.

“eum,Chanhee-ah”

“ne?”

“boleh aku bertanya?”

“kenapa tidak?”

“kenapa kau selalu memanggilku Luhan?”

“karna kau mirip Luhan,dan aku merasa kau dan Luhan itu banyak kemiripan” Sehun menatap ku aneh. Memang benar kan? Sehun itu mirip Luhan, ‘kan? ya meskipun gak mirip-mirip banget.

“selama ini kau menganggap ku Luhan atau Sehun?”

“Luh- eum maksud ku Sehun,hehe”

“jujur saja Chanhee-ah”

“aku sudah jujur kok”

“kau itu berbohong. Aku tak suka yeoja pembohong”

“jadi kau menganggap ku berbohong?”

“ne”

“kau,awas kau ya” aku mencubiti lengan nya membuat ia kesakitan.

“aigo,aigo sakit Chanhee-ah”

“jinjja?”

“ne,aku menyerah. Ok,kau tak berbohong”

“baguslah” aku menghentikan cubitan ku. kami sama-sama terdiam.

“Chanhee-ah saranghae”

“mwo? Kau tadi bicara apa Sehun-ah?”

“ania,tidak ada kok”

“oh baiklah” kami kembali terdiam. Sebenarnya tadi ia mengucapkan apa? Pendengaran ku sih Sarang wallet.-_,-

***

TBC

***

dwtmhrn production © 2013

***

tuh kan,gak nyambung-__- udah gitu masih pendek ya? haaaa tenang-tenang bentar lagi ending kok(?). hua,plis di komen biar author tuh tau berapa orang yang baca terus Kritik saran nya juga aigo-_-. yasudah lah,yuk mari yuk babay~

10 tanggapan untuk “[Chapter 2] Forever”

  1. Holla.. 🙂
    Thor pertama aku bingun pas bagian Sehun menyebut Luhan pas lagi di kantor dengan sebutan ‘hyung’. Aku pikir Luhan beneran hyung-nya sehun huahahahaha.. tapii ternyata tidak ya thor? malahan Sehun gak pernah ketemu Luhan sekalipun, cuma melihat fotonya saja.

    Sedikit tertawa, pas Sehun ngecek Chanhee ke kamar terus nanya “apa kau sudah tidur?”, “ne.” , “ya sudah jalljayo.” Huahahahaha itu aku gak tau kesalahan atau apa. Udah tidur tapi masih di jawab, daan Sehun percaya. Tapi aku tidak melihatnya kesalahan, melainkan itu membuktikan kepolosan dan keluguan(?) sehun wkakaka… Itu Sehun bilang saranghae aja make pelan-pelan.. mungkin masih ragu kali yee dia Chanhee nganggep dia Luhan..

    Thor…??? Ini udah mau tamat? Kok bentar doang 😦 Bikinin konfliknya lagi thor, bikinin Sehun yang galau #ngarep. Yaa itu permintaan aja sih, soalnya sayang banget kalo bentar lagi mau end, padahal baru baca huhu 😦 semoga authornya dapet ‘ilham’ dan dibikin lebih panjang ceritanya 😀

    Oke, cukup sekian dan terimakasih. Keep writing thor, aku tunggu kisah selanjutnya 😉 semangat!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s