Sarang

pizap.com10.69775794399902221355722217521

 

Title            : Sarang

Author        : @cfmocca_y

Cast            : Oh Yeonjoo (OC)

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Genre                   : married life , Angst(?)

Rated          : PG 17+

Desclaimer           : Plot is mine. All the story is mine. The casts also mine, especially ‘bacon’ xD. Inspired by many movies and drama I have seen. Hope you guys like it.

Warning               : liat rating !dan ini ff oneshot author yang terpanjang. 21 lembar saudara-saudara~ *tabur bunga. Dan terselesaikan dalam waktu 5 jam. So, typos bertebarannnn~~

Nb                        : ff ini pernah post sebelumnya di wordpress yang berbeda, so tdk ada plagiarism disini.

 

~Happy reading~

 

 

Pengorbanan untuk sampai memilikinya

Pengorbanan hingga dapat menggapainya

Pengorbanan hanya untuk kebahagiaannya

 

LOVE~

 

“Aku mengerti kalau dia tidak mencintaiku, tapi aku berusaha untuk mencintainya dan….  melupakanmu. Dia suamiku Chanyeol-sshi” ucapku berusaha tegar di hadapannya.Ya … aku masih sangat mencintai pacarku ini.bahkan tidak ada kata putus yang terucap di antara kami walaupun aku bukan lagi miliknya. Sekarang aku menjadi nyonya Byun, dan itu berarti aku milik Byun Baekhyun sepenuhnya, hanya dia yang boleh menyentuhku.Walau kami melakukannya tanpa cinta, tapi aku berusaha menjadi istri yang baik untuk melayani kodrati sebagai seorang namja.

“Tapi kalian tidak saling mencintai, aku mencintaimu Oh yeonjoo.Dan aku tau kau mengerti sedalam apa perasaanku padamu.” Chanyeol menangis di hadapanku, ini pertama kalinya ia menangis secara terang-terangan di depanku, biasanya ia akan menghindar, seperti saat pernikahanku dengan Byun Baekhyun.

“Aku tak bisa kembali padamu. Mianhe Chanyeol-sshi. Kau bisa mendapat yeoja yang lebih baik dariku.”Setelah mengucapkan kalimat menyakitkan itu, aku beranjak.Aku berjalan keluar dari apartementnya.Berusaha menutupi tangisanku.Ini adalah terakhir kalinya aku menginjakan kaki disini. Ya..aku akan menghapusmu dari hatiku, chanyeol…. Oppa~.

 

∞ ∞ Sarang ∞ ∞

Aku kembali kerumah, untuk menunggu suamiku pulang. Sekarang sudah pukul 7 p.m itu berarti baekhyun-sshi akan pulang satu jam lagi. Aku memutuskan untuk menunggunya pulang sebagai isteri yang baik.

3 jam sudah aku menunggunya, tayangan reality show yang aku nonton pun sudah habis. Aku bosan.Kemana suamiku?Aku mulai resah.Tak biasanya dia lembur. Walau lembur pun aku yakin dia akan memberitahuku lewat telepon. Saat aku mulai beranjak dari sofa, aku mendengar suara pintu depan yang terbuka dan tertutup dengan kencang. Dengan segera aku menghampirinya, aku yakin suamiku sudah pulang.

“Omo, Baekhyun-sshi kau mabuk?” betapa terkejutnya aku, melihat suamiku ini.dia mabuk! Tidak pernah selama kami menikah ia seperti ini. tiba tiba tubuhnya oleng, aku berusaha untuk merangkulnya. Membantunya berjalan menuju kamar.“Baekhyun-sshi, kau berat sekali.”Ucapku sambil melepas rangkulanku dari tubuhnya dan membaringkannya di ranjang kami. Aku melepas kedua sepatunya, dan kemudian dasi yang ia kenakan. Saat aku berusaha melepaskan dasinya, ia menggenggam tanganku erat. Seketika aku memandang wajahnya. Heran… Aku mencari jawaban atas tingkahnya.

“Jangan pergi.”Kata itu yang kudengar dari mulutnya.Apa maksud dari perkataannya? apa itu untukku atau yeojachingunya?.

Aku menarik tanganku, ehh? Kenapa ia menggengam tanganku erat sekali. “Lepaskan tanganku baekhyun-shhi” tangannya menggenggam tanganku sangat erat. Pergelangan tanganku terasa sakit…

“Jangan pergi.”Kata itu lagi yang ku dengar dari mulutnya. “Baiklah, aku…. “ belum sempat aku menyelesaikan ucapanku. Ia menariku hingga jatuh diranjang tepat disamping tubuhnya. Matanya memandang mataku lekat dan dalam, ada perasaan risau yang kulihat di dalam matanya.Tapi kenapa?

Perlahan wajahnya mulai mendekat di wajahku.Apa ia akan menciumku? Apakah aku harus menghindar?Entah kenapa hatiku menolak untuk menghindar darinya hingga bibir tipis itu melekat dibibirku. Ciumannya sangat lembut, itu yang kusuka darinya dan aku juga tersihir akan perlakuannya dibibirku. Aku melayani setiap lumatan yang ia berikan hingga ia menggigit bibirku. Aku mengerti, ia memintaku untuk membuka mulutku. Lidahnya masuk dengan lembut, tidak ada unsur nafsu disana, hanya ada kelembutan. Aku terbuai akan perlakuaanya, hingga tanpa sadar aku melayani setiap permainannya. Bau alcohol sangat tercium dari indera penciumanku.Hendak rasanya aku menghentikan permainan ini, tapi yasudalah ini sudah terlalu jauh.Bahkan tangannya juga mulai bermain di tubuhku.Aku tidak memiliki hak untuk melarangnya menyentuhku.Kami sudah menikah dan aku miliknya, begitu pula sebaliknya.

 

∞∞ Sarang ∞∞

Sinar silau matahari menembus jendela kamar.Aku membuka mataku perlahan, berusaha menyesuaikan sinar itu dengan mataku.Aku mendapati sosoknya di sampingku. Wajahnya sangat tampan, hamper tidak ada kecacatan dalam wajahnya , semuanya sempurna. Ia memiliki mata, hidung, bibir yang sangat sempurna. Tuhan menciptakan makhluk sempurna ini untukku.Aku mengagumi setiap indera di wajahnya hingga tanpa sadar aku memberanikan diri menyentuhnya.Mengagumi kesempurnaan wajah yang suamiku miliki.Enghh… terdengar suara rengkuhannya.Aku kaget, refleks aku menjauhkan tanganku dari wajahnya.

Aku memutuskan untuk beranjak dari tidurku, memunguti pakaianku yang berserakan dilantai dan pergi untuk bekerja.Sebelumnya aku harus mandi dan menyiapkan sarapan untuknya. Kutulis memo dan kutempelkan di pintu kamar, ia pasti akan membacanya ketika melangkahkan kaki keluar kamar.

Baekhyun-shhi,

Aku pergi bekerja, sarapanmu sudah kusiapkan.

Oh yeonjoo

 

-Oh yeon joo POV end-

 

-Baekhyun POV-

 

“bahkan dia meninggalkan ku lagi.” Aku menbaca surat memo yang ia tinggalkan dan bergegas untuk pergi bekerja. Memo itu kumasukan ke sakuku.

Sesampainya dikantorku, aku duduk di kursi direktur yang kutempati dan mulai bekerja.Tiba tiba ingatanku semalam terukir kembali.Aku masih mengingatnya, kesadaranku tak sepenuhnya hilang.Aku tersenyum.

Senyumanku memudar seketika ketika mengingat kejadian yang membuatku memutuskan untuk minum.Aku melihatnya.Aku melihat istriku Byun Yeonjoo masuk ke apartement mantan kekasihnya. Park Chanyeol !aku mengenalnya sebagai salah satu rekan bisnisku. Pada saat itu secara tidak sengaja aku mendapati mereka tengah berbincang di caffe. Kemudian karena rasa penasaranku akan mereka berdua. Aku putuskan untuk membututi istriku beserta mantannnya itu.Dan terakhir, aku melihatnya masuk ke apartement mantan kekasihnya.Apa yang dilakukan seorang yeoja di dalam apartement seorang namja? Aku mengepalkan tanganku kuat.Tidak kuat rasanya aku berlama lama disini.Hingga kuputuskan untuk minum di bar.

Ku keluarkan memo yang ditulisnya tadi pagi dari sakuku.‘Oh yeonjoo?’ gumamku. Bahkan ia tidak mengganti marganya. Apakah ia memang tidak menginginkanku? Aku berpikir keras hari ini, bukan soal pekerjaan.Tapi mengenai istriku.Apa aku harus melepasnya? Aku tau ia tidak mencintaiku dan masih mencintai mantannya itu. Cinta memang tidak harus memiliki, tapi bukankah cinta itu pengorbanan?Dan lebih indah bila kau melepaskan cintamu untuk kebahagian orang yang kau cintai.

 

“Yeoboseyo, pengacara Jung.Urus surat perceraianku dengan isteriku.”

Ya..aku memutuskan untuk meninggalkannya. Demi kebahagiannya aku rela melepaskannya.Semoga kau bahagia Byun Yeonjoo.Bolehkah aku mendengar kau menyebut namamu Byun Yeonjoo sekali saja?

 

-Baekhyun POV end-

 

-Oh Yeonjoo POV-

 

Dia pulang larut lagi. Aku terus memandangi jam sadari tadi, sudah pukul 10 malam. Apakah ia mabuk lagi?

Ting..Tong

Apakah itu dia? Untuk apa ia membunyikan bel rumah sedangkan ia memiliki kunci rumah ini? aku melangkahkan kaki menuju pintu depan dan membuka pintu itu. Betapa terkejutnya aku, bahwa yang kulihat adalah pengacara Jung. Pengcara loyal sang keluarga Byun.

“Nyonya..ada surat yang harus saya sampaikan kepada, nyonya.” Aku menerima surat itu dari tangannya dan mengucapkan terima ksaih. Pengacara Jung meninggalkan rumah dan nerjalan menuju mobilnya.Kemudian aku menutup pintu dan kembali kekamar.

Apa isi amplop coklat ini? pertanyaan itu yang terus menghantui pikiranku saat menuju ke kamar. Aku duduk di tepi ranjang.Berusaha membuka secara perlahan amplop coklat itu agar tidak rusak terlalu parah, mana tau amplop ini masih sangat dibutuhkan.Aku membaca kalimat pertama yang dituliskan diatasnya.이혼서류(ihon-seolyu)?

Sesak! Apa ini? surat perceraian? Tanganku gemetar, menahan tangis. Seharusnya aku sudah menyadarinya dari awal bahwa ia memang akan menceraikanku pada akhinya. Tapi kenapa ini tetap terasa berat.Aku mengerti bahwa pernikahan ini karena perjodohan orang tua. Tapi kenapa sekarang ia memutuskan untuk menceraikanku? Aku sudah hidup bersamanya selama tujuh bulan dan benih benih cinta itu juga mulai tumbuh.Aku melepaskan Chanyeol oppa demi dirinya. Apakah ia tidak bisa melakukan hal yang sama? Melepaskan yeojachingunya?Tangisku sudah tak tertahan, aku melepaskan semuanya. Membiarkan bulir-bulir bening dipipiku menetas membasahi surat itu. Aku tidak akan menandatanganinya sebelum ia menjelaskan perceraian ini padaku.

Hatiku remuk, tidaka ada satu kata pun yang mampu mendeskripsikan keadaanku sekarang.Aku duduk di pinggir ranjang, sambil menangis terisak, menunggu kepulangannya. Apakah ia akan pulang hari ini?

Matahari membangunkanku dengan silaunya.Dengan terpaksa aku membuka mataku yang sembab karena menangis semalaman. Aku memandangi sebelahku, ternyata ia tidak pulang. sebenci itukah ia padaku? Apakah mukaku jijik untuk dipandang?Aku memutuskan untuk mengirimkannya pesan singkat…

Baekhyun-sshi,

Kau dimana?

Sepersekian menit aku menunggu balasan darinya.Tapi hasilnya nihil.Ia sama sekali tidak membalas pesanku.

Sudah 2 minggu semenjak menghilangnya Baekhyun. Kabarnya sama sekali tidak ku dengar. Aku pergi ke kantornya untuk menanyakan keberadaannya pada sekretarisnya.Tapi pak Han yang selama ini menjadi tangan kanannya hanya bisa menaikan bahunya dan mengucapkan ‘mollaseoyo’.Ingin rasanya aku menanyakan kepada kedua mertuaku?Tapi bagaimana tanggapan mereka nanti? Mereka pasti akan mengganggapku isteri yang tidak becus menjaga suami. Suami pergi kemana saja tidak tahu.

Kepalaku pusing.Terlalu banyak beban yang menghantui pikiranku.Kemana sebenarnya suamiku?Saat tiba di kamar tiba-tiba rasa mual menggerogoti perutku.Aku langsung menuju ke wastafel. Huekk…

Aneh, tidak ada apapun yang keluar.Tapi rasa mual ini sangat menggangguku.Sepertinya aku kelelahan karena banyak berpikir.Kemudian aku memutuskan untuk pergi kerumah sakit untuk mengambil obat.Kepalaku pusing sekali.Karena tidak konsentrasi saat menyetir.Tiba tiba saja aku tidak menyadari ada mobil yang hendak menyalip mobilku.Untuk menghindari tabrakan. Aku langsung banting stir ke kanan.Citt… tabrakan pun tak terhindarkan. Aku menabrak trotoar. Hingga …….

 

∞∞ Sarang ∞∞

Siapa itu?Sesosok perempuan berbaju putih disampingku.Bau apa ini? Aduh..kepalaku berat. Semua itu kesan pertama saat aku membuka mataku.

“Oh, anda sudah sadar, nyonya byun.”

“aku dimana?” kata itu yang pertama kali kuucapkan untuk membalas kalimat darinya.

“Rumah sakit.anda mengalami kecelakaan nyonya. Untung kandungan anda selamat.” Ucap sang suster sambil tersenyum.

Tunggu dulu… apa katanya? Kandungan? Itu berarti aku…. Hamil?

 

-Oh Yeonjoo POV end-

 

-Byun Baekhyun POV-

 

“Apa?kecelakaan?”

“ne”

Aku terkejut mendengar berita itu.Isteriku kecelakaan.Ani … mantan isteriku kecelakaan.Aku mendengar berita ini dari pengacara Jung.Ia tiba tiba menelefonku. Sekarang, aku sedang berusaha menghindar darinya, menghapus rasa cintaku ini kepadanya. Ya..aku ada di Jepang sekarang. Aku berusaha menyibukan diriku dengan mengurus proyek di Jepang.Dan aku juga yang melarang sekretarisku untuk menyatakan keberadaanku kepadanya.Aku tidak ingin menemuinya.Sulit untukku bila menemuinya. Tapi tiba tiba , berita ini datang… rasanya aku ingin kembali ke korea sekarang juga. Untuk memastikan keadaannya.Tapi niat itu ku urungkan, bagaimana caraku menghadapinya saat bertemu dengannya?Kami sudah bercerai dan aku sudah tidak berhak untuk mengkhawatirkannya sebagai isteriku.Disana juga masih ada Chanyeol. Sadarlah Byun Baekhyun! Kau bodoh !

 

-Byun Baekhyun POV end-

 

-Oh yeonjoo POV-

 

Seven years later

Sudah tujuh tahun ia menghilang tanpa kabar. . . .aku merindukannya. Bahkan kami belum bercerai secara sah. Apakah ia sudah menikah dengan yeoja lain?

“Omma, besok kita jadi kan liburan ke Jepang?Bertemu Chanyeol appa?”

“ne Oh Nawon, apakah anak omma senang?”

“tentu saja”

Anakku dan dia tujuh tahun lalu, Oh Nawon….

Miris. Bahkan ia tidak mengetahui ayah kandungnya. Selama ini ia menganggap Chanyeol sebagai appanya, karena semenjak kecelakaan yang hampir mengambil nyawa aku dan anakku itu. Hanya Chanyeol yang datang menolong dan mengkhawatirkanku.Sedangkan suamiku entah hilang kemana.Hingga 3 bulan yang lalu aku dan dia bertunangan, karena kukira Oh nawon sangat membutuhkan sesosok appa di sampingnya.Dan Chanyeol adalah laki laki terbaik yang berada di sampingku saat ini.

 

∞∞ Sarang ∞∞

At Jepang

 

“Appa !”Nawon langsung berlari memeluk Chanyeol.Matanya sangat berbinar.Kami pergi ke Jepang untuk menemui Chanyeol.Ia memintaku untuk datang ke acara peresmian cabang baru perusahaannya di Osaka, tentu saja sebagai status tunangannya.

Kami memutuskan untuk menginap di apartement Chanyeol di Osaka.Sehabis menidurkan Nawon. Aku menuju ke balkon untuk memandang suasana kota Osaka pada malam hari. Hemmm… aku menghirup udara malam Osaka. Sangat menyegarkan…..

Tiba tiba sepasang tangan melilit pinggangku.Aku terkejut dan refleks memutar tubuhku. Hingga kami berhadapan…. Dengan tubuhku masih telilit tangannya.Ia menarik tangannya. Menghilangkan jarak diantara kami…. Gugup..itu kondisiku sekarang…”O…pp…paa” aku menundukan kepalaku, aku yakin semburat merah telah timbul dipipiku.

Wajah Chanyeol oppa semakin lama semakin mendekat ke wajahku.Perlahan tapi pasti bibir chanyeol oppa telah mendarat di bibirku.Ini pertama kalinya kami berciuman setelah aku menikahi Byun Baekhyun. Ah! Malas sekali menyebut namanya… sakit sekali ketika mengingat perlakuannya padaku.Bibir Chanyeol oppa melumat pelan bibirku. Rasanya manis, bibir ini yang aku rindukan. Aku menerima ciumannya.Apakah ini berarti hatiku telah kembali terbuka untuk Chanyeol oppa?Perlakuan Chanyeol oppa membuat tubuhku seperti tersengat listrik.Ia mulai menahan tengkukku untuk memperdalam ciuman ini. tangannya yang lain juga memegang pinggangku erat. Apakah oppa akan melakukannya ?Sepertinya perasaanku benar.Chanyeol oppa membawa ku ke kamar sambil masih menautkan bibir masing-masing.Aku bahkan tidak menyadarinya. Ternyata sedari tadi ia mengangkat sedikit tubuhku untuk menginjak kakinya, berjalan bersamanya ke kamar.

Hari peresmian perusahaan Chanyeol pun akan segera di mulai. Pada saat aku terburu-buru untuk turun ke lobi apartement menyusul Chanyeol dan Nawon yang sudah terlebih dahulu menuju mobil, tiba tiba sesosok namja menabraku, sepertinya ia juga terburu-buru. Kami membungkukan badan satu sama lain. “Jeoseonghamnida” ucap kami bersamaan.Alisku terangkat sepertinya aku mengenal suara ini.benar saja ! ketika aku menatap wajahnya, kami berdua terkejut.

“Baekhyun sshi?” “Byun Yeonjoo?” kami menyapa satu sama lain, terdengar ia memanggil namaku. Tunggu dulu… apa katanya? Byun Yeonjoo? Apa dia masih menganggap aku sebagai isterinya. “Ah..mian, maksudku Park Yeonjoo.” Aku mendengar ralat yanf ia berikan, tapi apa itu? Park? “aku, Oh yeonjoo, bukan Park Yeonjoo. Anda salah mengenal orang.”Secepat kemudian aku membalikan tubuhku hendak pergi meninggalkannya.Aku takut menetaskan airmataku lagi setelah melihatnya.Tapi tiba-tiba, tangan itu menggenggam pergelangan tanganku ‘lagi’.Aku terkejut dan memutar tubuhku “Lepaskan aku Baekhyun-sshi.”Ucapku tegas. “boleh kita bicara sebentar” ungkapnya padaku. Aku menaikan alisku dan berusaha melepas tanganku darinya sebagai tanda penolakan. Kemudia ia seakan mengerti dan menambahkan “Sebagai teman.”

Aku mengajaknya masuk ke apartementku. Emm..maksudku apartement Chanyeol.. “Apa kabar?” ucapnya berbasa-basi.

“baik, bagaimana denganmu?”

“Aku baik, ternyata Yeonjoo-sshi tinggal disini, apartement nomor 339.Aku tinggal di kamar 345, tepat di sudut lorong situ.”
ucapnya mencoba berbicara layaknya teman kepadaku.

“ne” balasku singkat.

“Apakah itu anakmu dan Chanyeol-sshi?”

JLEBB..

Jantungku seperti ditusuk.Anakku dan Chanyeol oppa?Ia menunjuk foto anaknya sendiri yang kugantungkan di tasku sebagai anak Chanyeol oppa. Aku berusaha menahan tangis. Sakit rasanya…

Aku hanya mengangguk dan menahan airmata ini agar tidak keluar begitu saja.

“Oh” balasnya.

“Apakah kau hidup bahagia?” tanyaku padanya, pada namja yang masih kucintai ini.

“…..” tidak ada balasan yang ia berikan.

 

-Oh YeonJoo POV end-

 

-Baekhyun POV-

 

Hatiku sakit rasanya.hancur sudah harapanku untuk kembali bersamanya. Aku sangat menyesal.Aku ingin menjalin cinta bersamanya lagi.Jujur saja, selama di Jepang ini hidupkan terombang ambing dan tak karuan.Makan tidak teratur dan kesibukanku ku berikan pada pekerjaan.Aku merasa kehilangan pengait jiwaku. Hingga beberapa jam yang lalu, aku berpikir keras dan memutuskan untuk kembaloi ke korea, untuk memintanya kembali bersamaku. Tapi tuhan berkehendak lain. Tuhan mempertemukan kami disini. Di Jepang.

Ia mengangguk pada saat aku bertanya mengenai gadis kecil yang ada di foto itu? Apakah itu anak Chanyeol dengannya?

Aku sibuk dengan pikiranku yang penuh penyesalan. Aku memang bodoh!

“Baekhyun-sshi…..” ucapnya sambil melambai di depan wajahku.

“Oh, ne…waeyo?” tanyaku

“Apakah kau bahagia?”

“Aku?” aku akan mulai jujur saat ini. aku tidak akan jadi pengecut lagi. Aku tidak menginginkan penyesalan yang kedua kalinya karena berbohong. “Aku … tidak bahagia sama sekali semenjak meninggalkanmu di Korea, Byun Yeonjoo”

“……” ia terkejut. Aku melihat ekspresi muka tidak percayanya di hadapanku.

“Aku tau aku terlambat, aku tau kau telah bersama Chanyeol, dan aku tau bahwa aku tak pantas lagi memanggilmu dengan marga Byun, kita sudah bercerai.”

“….”

“Mianhe”

“Ani…” balasnya pelan, namun masih terdengar dengan pendengaranku.

 

-Baekhyun POV end-

 

-Oh Yeonjoo POV-

 

“Apakah kau bahagia?” tanyaku padanya

“Aku?”ucapnya berhenti sebentar.

aku menganggukan kepalaku, meyakinkannya bahwa aku memang sedang menanyakan kebahagiaannya.

“Aku … tidak bahagia sama sekali semenjak meninggalkanmu di Korea, Byun Yeonjoo”

Aku terkejut mendengar ucapannya.Apa aku tidak salah dengar? Ia bilang ia tidak bahagia semenjak meninggalkanku. Tapi kenapa ia meninggalkanku?

“Aku tau aku terlambat, aku tau kau telah bersama Chanyeol, dan aku tau bahwa aku tak pantas lagi memanggilmu dengan marga Byun, kita sudah bercerai.”Sambungnya lagi.

Aku hanya terdiam, mencoba mencerna setiap kata yang ia ucapkan.

“Mianhe”

“Ani…” ucapku pelan dan aku yakin Baekhyun masih bisa mendengarkannya.

“Ne?” ucapnya meminta balasan dariku.

Aku menangis, air mataku sudah tak tertahankan lagi.Aku tak bisa menjelaskan yang sebenarnya.Ini sangat berat buatku.Ia membuatku menderita selam ini, membesarkan anak kami sendiri, tanpa appa. Dan sekarang tiba-tiba ia muncul lagi dan mengungkapkan kalau dia menyesal?

Kulihat ia berpindah, ia duduk di sebelahku dan mulai menarik kepalaku untuk bersandar di bahunya. Aku tak menolak, aku memang sedang membutuhkan bahu untuk bersandar.

“Uljimayo, mianhe… jeongmal”

Kata-kata itu yang kudengar darinya.Aku mendongakan kepalaku.Menatap matanya. Mencoba mencari kejujuran akan ungkapan ungkapannya barusan.

Sepasang mata kami pun bertemu, ia menatapku lekat. Kami seperti berada di dunia lain. Hanya ada aku dan dia. Kami mencari kejujuran dan ketulusan, kejujuran dari baekhyun dan ketulusan dariku.Baekhyun…seolah mengatakan ‘mianhe’ lewat tatapan matanya.

Aku menutup mataku, meminta sesuatu darinya. Dan aku yakin ia mengerti. Ia juga memejamkan matanya dan wajahnya mendekat padaku. Hembusan nafasnya berhembus di depan wajahku. Semakin lama semakin terasa…. Kami berciuman…. Cukup lama…kami menyampaikan perasaan lewat ciuman ini.terasa sangat menggebu-gebu. Sarat akan kerinduan masing-masing. Untuk sejenak aku lupa akan dunia ku sebenarnya. Biarlah ini terjadi. Setelah ia keluar dari ruangan ini, semuanya kan kembali seperti semula. Dan ini adalah ciuman terakhirku untuknya.

“Yeonjoo..”

 

-Yeonjoo POV end-

 

-Chanyeol POV-

 

“kenapa yeonjoo lama sekali?” batinku

“Nawon, tunggu appa disini ya.Appa mau menjemput omma dulu.”Ucapku sambil mengelus kepalanya.Ia mengangguk mengerti. Ia memang anak yang pintar.

Aku berjalan menyusuri lift dan lorong. Mencari kamar apartementku.

Saat aku membuka pintunya, betapa terkejut hatiku.Apa ini? aku tak yakin dengan apa yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri. “Yeonjoo dan suaminya?” gumamku.“Ternyata ini yang membuatmu tidak akan pernah menerimaku lagi?” batinku.

 

Flashback

 

Aku membawanya ke kamar sambil berciuman.Aku menutup pintunya dan menjatuhkannya keranjang.Pada saat aku mulai membuka bajunya. Ia menahanku..”oppa” ucapnya dengan tatapan itu. Tatapan yang membuatku merasa seperti sedang memperkosanya.“Ahh~ mianhe… oppa kelewatan.Mianhe Yeonjoo-ya.”

“emm” jawabnya singkat.

“Tidurlah” ucapku sambil membaringkan kepalanya di lenganku.

Flashback end

“Yeonjoo” panggilku padanya.Aku tau aku merusak moment mereka.Tapi aku harus meluruskan semuanya.Hatiku, hati Yeonjoo dan hatinya.

-Chanyeol POV end-

-Yeonjoo POV-

“Yeonjoo”

Aku mendengar suara Chanyeol oppa.Astaga !dia dan Nawon sedang menungguku di mobil.

Aku melepaskan ciumanku dengan Baekhyun. Menatap Chanyeol. “oppa..” ucapku.

Ia menghampiri kami.

Bukk… ia meninju Baekhyun sekali.

Bukk… ia meninju Baekhyun untuk yang kedua kalinya.

Aku melihat semuanya, ingin rasanya aku untuk menghentikan Chanyeol oppa.Tapi tanganku dan kakiku lemas.Tidak bisa bergerak sedikitpun.

“Yang pertama untuk Yeonjoo dan yang kedua untuk anak kalian yang kau telantarkan.”Ucap Chanyeol oppa.

Matanya terbelalak kaget. Aku melihat ekspresi muka yang berubah dari baekhyun saat chanyeol oppa mengatakan bahwa itu anak kami yang ia telantarkan.

“Apa maksudnya dengan anakku dan Yeonjoo?” ucapnya sambil membalas perlakuan Chanyeol oppa, memegang kerah bajunya.

“Yak!Malhaebwa!” ucapnya berteriak.

“Oh Nawon itu anakmu, Baekhyun sshi” aku mendengar perkataan Chanyeol oppa yang begitu tegas.

Hancur sudah rahasiaku selama ini.rahasia yang kututupi darinya selama tujuh tahun dari keluargaku, keluarganya, maupun dirinya.

“Hiksss…hikss…huwaaaa…”

Terdengar suara tangisan Nawon. Tunggu dulu… Nawon?Dia disini.Anakku melihat kejadian ini.

“Lepaskan Chanyeol appa, ahjusshi jahat !” kata Nawon memarahi appanya sendiri dengan tegas. Sifatnya ini yang diturunkan sama seperti Baekhyun.

Baekhyun kaget…ekspresinya berubah lagi….

Nawon terlihat berlari menghampiri Chanyeol.Baekhyun pun melepaskan tangannya.Nawon memeluk Chanyeol dan memanggilnya appa.Aku tau perasaan baekhyun sekarang. Pasti sangat sakit !anaknya memanggil orang lain dengan sebutan appa.

“kenapa nawon kemari? Appa sudah bilang nawon untuk menunggu kan?” ucap Chanyeol sambil mengelus wajah Nawon, menghapus airmatanya. Sesosok appa yang baik bukan?Siapapun yang menikahinya pasti beruntung.

“Apakah dia anakku?” ucap baekhyun kepadaku.

Aku tak tahu harus menjawab apa? Lidahku keluh.

“Benar.Nawon anakmu.” Jawab Chanyeol oppa

“Nawon, yang dihadapanmu sekarang ini adalah ayah kandungmu.Panggil ‘appa’ sayang.” Ucap Chanyeol lembut pada Nawon

“Shirreo, ahjusshi jahat ini telah memukul appa.Nawon tidak menyukainya.”

 

∞∞ Sarang ∞∞

“Nawon sudah tidur?”Tanya chanyeol oppa padaku.

Aku hanya mengangguk.Kami bertiga berkumpul di ruang tamu apartement Chanyeol oppa.

“Yeonjoo” ucap Chanyeol oppa buka suara.

“ne.” balasku

“oppa tau kau tidak bahagia bersama oppa dan hatimu mencintai Baekhyun-shhi”

“Aniya oppa. Aku menyayangimu….. kau namja terbaik yang ada disampingku.” Ujarku mencela.Airmataku jatuh lagi, kali ini lebih deras dari yang tadi.Hatiku lebih sakit dari yang tadi.Mendengar ucapan Chanyeol oppa padaku.

“ne, oppa tau. Tapi sayang itu berbeda dengan Cinta?Dengarkan kata hatimu. Siapa yang ingin kau pilih”

“oppa…..hikss…hiks..”

“Jangan seperti itu Yeonjoo-ya.Kau sudah dewasa.Jangan seperti anak kecil.Kau harus bisa memutuskan.Dan meluruskan harapan kami.Apakah akan jatuh ke jurang atau naik ke surga?” chanyeol oppa berbicara dengan menatap ku lekat.Ia selalu seperti ini. memberikanku nasehat, himbauan, pujian dengan tatapan itu. Aku tidak tega menyakitinya.Selama ini, selama tujuh tahun ini…… hanya dia yang ada di sisiku.Membantuku , menyemangatiku, mengulurkan tangannya ketika aku terjatuh. Aku tak kuat. Aku tak bisa menghancurkan harapan itu…. Aku memeluknya erat…. Mencium bau tubuhnya…. “oppa….”

Chanyeol oppa melepaskan pelukannya padaku.“Oppa pergi dulu, acara peresmiannya sudah mau selesai.Gawat kalau oppa tidak hadir.”Ucapnya sambil menghapus airmata di pelupuk matanya.Aku melihat itu. Air mata yang ia tahan.

 

“Jadi Nawon anakku?Dan kita belum pernah bercerai?”

“ne.” jawabku.Aku menjelaskan semuanya.Semua kebohongan yang kusimpan.

“aku tidak pernah mendatangani surat cerai itu…” ucapku.

“Gomawo….” Ucap baekhyun sambil memelukku.

“untuk apa?”

“untuk semuanya…. Terutama untuk menjaga anak kita dan tetap berada disampingku. Aku tak tahu apa yang terjadi padaku. Jika tadi kau menolakku. Mungkin aku sudah bunuh diri,”

“Jangan melakukan hal bodoh Baekhyun-sshi”

“Panggil aku oppa…”

“mwo?”

“Panggil aku oppa nyonya Byun Yeonjoo”

“shirreo”

“waeyo, kau memanggil Chanyeol dengan sebutan oppa?”

“Karena kau berbeda, selamanya di hidupku Cuma Chanyeol yang akan ku panggil oppa.”

Raut wajah kecewa muncul di wajah Baekhyun.Entah keberanian darimana, aku mendekatkan wajahku padanya.Seakan tidak ingin melewatkan kesempatan ini.ia melakukan hal yang sama. Menutup matanya dan mendekatkan wajahnya padaku.”

Cupp… hanya ciuman sekilas.

“Aigo, kenapa hanya sebentar. Nyonya Byun? Aku ingin lebih.Sudah tujuh tahun aku tak melakukannya?”

“melakukan apa? Baekhyun pabbo!”

“Kau tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti?Aku mau memberikan adik namja untuk Nawon.”

“Yak !Shirreo.Aku lelah!”

 

 

END

23 tanggapan untuk “Sarang”

  1. Ceritanya bgs tuch tp alurnya kecepatan…endingnya kurang trus nawon skrg dh nganggap baekhyun sbg appanya, diceritain donk. Dibuat sequelnya ya..aku suka ceritanya loch

  2. huaaaaa, galau. Cinta segitiga. BaekYeol itu bias aku, tp yg paling utama Chanyeol, awalnya aku udah berharap bngt bisa sama chanyeol, eh si baekhyun muncul lg. Tp ffnya bagus kok, aku suka (?).
    Ngomong2 si nawon udah nerima baekhyun sbg appanya blm?? Masih bingung. Buat sequelnya dong

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s