Rainy Morning and Smell Of Coffee

cover 7

Title       : Rainy Morning and Smell Of Coffee

Author  : SleepingPanda

Cast       : Do Kyungsoo, Huang Zitao and other EXO member

Genre   : I’m not sure about this. Brothership, maybe ?

Length  : Drabble

Note      : My two hour drabble! It just the work which I wrote in my late-boring-night.  Ooh, I really miss EXO T.T #slapped. Hope you enjoy it. I own the story and idea but I don’t own the cast (even though I want it). Oh, that picture is absolutely not mine, I just edit it. Comments are needed 😀

Happy Reading ^^

Kyungsoo mengerang pelan setelah ia sadar dari mimpi− yang ia rasa tidak terlalu menyenangkan. Ia menatap lekat jam dinding berwarna magenta yang terpasang agak miring di dekat pintu kamarnya. Pukul sembilan pagi. Tak biasanya seorang Do Kyungsoo bangun sesiang ini dan mendapati tempat tidurnya masih berantakan.

Hujan turun agak deras pagi itu dan membuat Kyungsoo enggan beralih dari tempat tidurnya yang hangat. Kepalanya masih sedikit pening akibat demam yang menyerangnya tadi malam. Ia memijat pelipisnya sebentar lalu mendesah pelan. Sepertinya demam nya semalam menguras seluruh tenaga yang ia punya.

Pandangannya menyapu seluruh kamar yang di dominasi warna putih gading itu dengan agak malas lalu menyadari jika Jongin− teman sekamarnya, sudah tidak berada di tempat tidurnya lagi. Kenyataan bahwa ia bangun lebih lambat dari Jongin membuatnya terkekeh pelan.

Aroma harum kopi dan roti panggang menyeruak di seluruh ruangan ketika Kyungsoo membuka pintu kamarnya. Kopi dan roti panggang ?  Dengan cepat ia berjalan kearah dapur dan keningnya berkerut saat ia mendapati teman-teman nya tengah membuat dapur dorm mereka menjadi tidak karuan.

Hyung ? Kau sudah bangun ?” Jongin yang sadar akan keberadaan Kyungsoo tersenyum lebar. “Maaf, tidak membangunkanmu.”

Joonmyun menyentuh pelan pundak Kyungsoo lalu menaruh beberapa piring roti panggang di atas meja makan− dan satu mangkuk bubur hangat untuk Kyungsoo .“Duduklah dengan tenang dan sebentar lagi kau bisa makan sarapanmu.”

“Bagaimana demam mu, hyung ?” Sehun mengelap tangannya yang kotor pada celananya lalu sedikit meraba kening Kyungsoo dan kelihatan lega saat ia merasakan panas di tubuh hyung nya itu telah berkurang.

“Oh Sehun, jangan ganggu hyung mu.” Chanyeol dan Baekhyun berkata hampir bersamaan sambil masih terus berkutat dengan daging  bacon yang hampir gosong dan diikuti dengan dengusan pelan Sehun.

Dengan senyum terkembang di bibir, Kyungsoo menopang dagu dengan tangan dan melihat punggung teman-temannya. Pagi di awal musim dingin merupakan salah satu pagi terhangat dalam hidupnya. Pagi di mana ia bisa dengan puas mencium wangi roti panggang dengan sirup maple. Pagi di mana dorm nya ramai dengan suara tawa dan sedikit gerutuan− yang tak sedikit pun mengganggunya. Dan ia harap ia tak akan pernah kehilangan pagi seperti ini, sampai kapanpun.

Zitao sedikit tersenyum kepada pelayan yang baru saja mengantarkan beberapa pesanannya− roti coklat yang baru keluar dari panggangan dan secangkir kopi hangat. Hujan turun agak lebat dan sepertinya meringkuk di sudut kafe bandara merupakan pilihan yang tepat. Zitao melirik jam di pergelangan tangannya. Pukul 7.45 dan ia masih punya waktu sekitar dua puluh lima menit sebelum penerbangannya ke Beijing.

Suasana di Liuting Airport, Qingdao masih sedikit sepi. Zitao menghirup dalam aroma kopi dan sedikit menyesal karena menolak tawaran ibunya untuk sarapan terlebih dahulu. Walaupun masih beberapa jam ia meninggalkan rumah, ia sudah merindukannya. Sepertinya tiga hari masa libur yang diberikan agensi nya terasa belum cukup.

Zitao sedikit menyesap kopi pesanannya saat ponselnya bergetar. Sebuah panggilan masuk dan menampilkan nama duizzhang di layarnya.

“Ada apa, Kris ge ?”

“Kau di mana Zitao ?”

“Masih meringkuk di kafe bandara. Weisheme ?”

“Cepatlah kembali, aku sudah tidak tahan dengan keluhan para member. Mereka terus menanyakanmu.”

“Mereka merindukanmu.”

Nada suara Kris tampak khawatir dan Zitao sedikit tersenyum ketika samar-samar ia mendengar suara ribut dari seberang telepon. Ia berani bertaruh kalau suara yang paling keras terdengar adalah suara Xiumin. Ia kembali melirik jam di tangannya lalu sedikit menggigit roti coklat pesanannya.

“Penerbanganku sebentar lagi, Kris ge. Suruh mereka untuk bersabar sebentar.” Ia terkekeh pelan.

“Cepatlah naik pesawat dan berhati-hatilah.”

Lelaki berdarah cina itu mengangguk sebelum ia mematikan sambungan teleponnya dan sedikit menggerutu. Ia merasa pada saat-saat tertentu, leader nya itu bisa berubah menjadi orang paling cerewet. Ia meminum sisa kopinya,  meraih tas dark blue miliknya dan berjalan keluar meninggalkan kafe tersebut. Sedikit tak rela sebenarnya meninggalkan kafe mungil yang hangat dengan aroma manis roti yang menguar. Namun ia harus segera beranjak meninggalkan kota kelahirannya itu.

Bibirnya kembali membentuk senyum. Hujan, segelas kopi plus roti coklat dan sambungan telepon hangat dari para gege nya menemani pagi seorang Huang Zitao hari itu.

-END-

13 tanggapan untuk “Rainy Morning and Smell Of Coffee”

  1. Ya ampun.. Ini so sweet banget sumpah, Thor!! Keren!!♥
    Brothership feel-nya dapeeett banget^^~
    Terus berkarya dan berusahalah untuk improve menjadi lebih baik lagi ya, Thor.. Hwaiting!!
    Maaf krn saya telat bacanya~

    1. 😀
      syukur deh kalo sukaa 🙂 sebenernya juga nggak rapi rapi amat kok bahasanya hehe, aku masih belajaar
      ooh Tao ><
      thx for reading and commenting 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s