Sweety You

Sweety You

Story by                 : PingkanAnjar

Cast                         :

-       Park Chanyeol

-       Kim Hae Yeon

Length                    : Ficlet

Genre                     : Fluff, Soft, Romance

Rating                     : PG-13

Disclaimer             : This story and OC is mine. Don’t copy withoutpermission, please.

Baca lebih lanjut

NOW, I AM YOUR FAN

Gambar

Title : Now, I Am Your Fan || Author : Annisa Widi Astuty @nisawidik || Main Casts : Kim Jong In, Park Nana || Genre : Romance || Length : Drabble || Rating : Semua Umur

Ó Copyright

Annisa Widi Astuty

an Author from Love Examination ( a novel inspired by EXO )

PROUDLY PRESENT…

.

.

NOW, I AM YOUR FAN

Seperti Park Chanyeol yang secara terang-terangan mengatakan ‘ Kai-ah! Aku adalah fan mu!’, aku juga. Aku akan katakan hal itu pada pihak yang sama. Itu lebih baik.” – Park Nana. Baca lebih lanjut

Dolphin

Dolphin

Gambar

Title : Dolphin || Author : Annisa Widi Astuty @nisawidik || Main Casts : Byun Baekhyun, Park Nana || Genre : Romance || Length : Ficlet || Rating : Semua Umur

 

Copyright

Annisa Widi Astuty

an Author from Love Examination ( a novel inspired by EXO )

PROUDLY PRESENT…

.

.

.

- DOLPHIN -

 

“ Jangan hilang! Jika kau menghilangkannya, sama saja kau mengakhiri hubungan kita. Aku tidak mau!” ancam pemuda berwajah imut itu sambil menuding-nuding gadis di depannya dengan telunjuk. Perkataannya terdengar imut di telinga Nana – sang gadis – karena Baekhyun – sang pemuda – sama sekali tidak menghasilkan nada marah yang seram. Baca lebih lanjut

Snow Doll for Empty Heart

Image

Title : Snow Doll for Empty Heart || Author : Annisa Widi Astuty @nisawidik || Main Casts : Kim Jong In, Park Nana || Genre : Romance || Length : Oneshoot || Rating : Semua Umur

Ó Copyright

 

Annisa Widi Astuty

an Author from Love Examination ( a novel inspired by EXO )

PROUDLY PRESENT…

.

.

SNOW DOLL FOR EMPTY HEART

 

Jika kau mengenal Chanyeol Oppa, kau pasti mengenal kepribadian hangatnya juga. Dia adalah Oppaku. Dia meninggal karena aku. Aku penyebab kematiannya. Aku telah membunuhnya. Aku membunuhnya dengan tanggal lahirku. Oppa meninggal tepat di hari ulang tahunku. Aku telah membunuhnya. Jika aku tidak lahir pada tanggal itu, mungkin Oppa masih ada saat aku berulang tahun di tanggal yang lain. Aku pembunuh. Aku seorang pembunuh. Membunuh Oppa kesayanganku sendiri dengan kelahiranku ke muka bumi ini. Oppa…. Aku menyayangimu… Maafkan aku sudah ditakdirkan menjadi adikmu. Adik yang telah membunuhmu.Baca lebih lanjut

[8th Scene] My Marriage Is…

my-marriage-is-poster-by-njei

My Marriage is … [Part 8]

Author Yaumila

 

| Main cast Park Jiyeon – Oh Sehun |

| Support cast Lee Taemin  – Han Soyi (OC) – Choi Sulli – And other’s |

| Genre Shool Life, Marriage Life | Length Main Chapter |

| Rating PG-17 |

Poster by : ©Njei Art

Previous Part 1 | 2 | 3 | 4 5 6 | 7 [Protected]

Baca lebih lanjut

Under The Snowfall (Sequel Of Am I The Luckiest Fangirl?)

Image

| Title : Under The Snowfall   | Author : Victoria |

| Main Cast |

|Han Shin Young (OC)/You |Kim Jongin (EXO)|

 | Support Cast : EXO Members and Others |

| Genre : Romance, Fluff|

| Length : Oneshoot | Rating : PG|

                Seorang pria dengan jaket tebal itu menyusuri jalan setapak di tepi Sungai Han. Kakinya melangkah diatas permukaan salju yang menebal. Suhu yang di bawah nol derajat ini tak membuat pria itu berdiam di rumahnya. Meskipun ini Malam Natal, ia tetap berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah tertutup salju, entah kenapa ada hasrat yang kuat yang membuatnya sangat ingin mengunjungi tempat itu. Dia Kim Jongin, namun dunia mengenalnya juga sebagai Kai. Baca lebih lanjut

℠ƩΧ◊ Dormitory

Judul : ℠ƩΧ◊ Dormitory

Author : Seu Liie Strife

Main Cast: Kris Wu/Wu Yi Fan (℠ƩΧ◊-M)
Kim Suho (℠ƩΧ◊-K)
Xi Luhan (℠ƩΧ◊-M)
Baekhyun/Byun Baekhyun (℠ƩΧ◊-K)
Chanyeol/Park Chanyeol (℠ƩΧ◊-K)
Lay/Zhang Yi Xing (℠ƩΧ◊-M)
D.O/Do Kyungsoo (℠ƩΧ◊-K)
Kai/Kim Jongin (℠ƩΧ◊-K)
Sehun/Oh Sehun (℠ƩΧ◊-K)
Tao/Huang Zi Tao (℠ƩΧ◊-M)
Chen/Kim Jongdae (℠ƩΧ◊-M)
Xiumin/Kim Minseok(℠ƩΧ◊-M)

Genre : Brothership, Family

Facebook : Hikari Keyheart Kurosaki

Twitter : SeuLieOctaviani

Instagram: @seu_liie

Cuap2 Penulis: Yooohoooo~~~ Gw kembali lagi setelah sekian lama hiatus mengendap(?) Nah berhubung moment’y pas natal & tahun baru, gw kembali buat ff yang gw persembahkan bwt erpe bebe ℠ƩΧ◊ Dorm tercintaahh*hallah* Berhubung kita2 belom punya ff yang bener2 berdua belas, jd gw buat ini. Di ff ini ada 1 moment yang bwtnya gx sengaja sama exoshowtime. Gw bwt scene tukeran kado di ff ini tanggal 17. Sedangkan scene tukeran kado di exoshowtime epi 4, muncul tanggal 20-an. Apa krn gw punya ikatan batin sm mreka?*plak* Dan..satu lagi, nie ff juga sebagai kado natal gw bwt erpe Lay ℠ƩΧ◊ Dorm…daripada banyak cingcau(?)Mending langsung baca yaaa~ cekidoott chingudeuls!

images cake22
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Bruuk!!

“Akh!”

“Ah! Mianhamnida, saya tidak hati – hati…” Pria berwajah imut itu membantu lelaki yang ditabraknya untuk berdiri.

“Gamsahamnida…aku yang berjalan sambil melamun..”

“Itu dia!! Tangkap Luhan!!”

“Oh no!” Pemilik nama itu langsung berlari kembali menghindari dua pria yang mengejarnya.

“Sepertinya, orang itu dalam bahaya…” Batin Jongin, pria yang baru saja bertabrakan dengan Luhan. Ia kemudian ikut mengejar untuk membantu Luhan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Akh! Sial! Jalan buntu!” Batin Luhan yang terperangkap dalam jalan buntu. Sedangkan tepat di belakangnya terdapat dua orang yang siap menangkapnya.

“Kau tidak bisa mengelak lagi tuan Xiao. Kau…”

Buagh!! Tiba – tiba saja salah satu dari mereka tersungkur di hadapan Luhan.

“Tian na (astaga)! Siapa yang…hee? Dia??”

Buagh! Duakh! Dalam sekejap, kedua pria yang mengejar Luhan sudah tidak berkutik.

“Kajja! Kita pergi sebelum mereka bangun!” Ajak Jongin.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Gamsahamnida..kau sudah menolongku… Xiao Lu…kau bisa panggil aku Luhan..” Pria itu mengulurkan tangannya.

“Jongin..Kim Jongin..panggil saja Kai..” Jawabnya.

Mereka berdua kini berada di sebuah cafe. Sebagai rasa terima kasihnya, Luhan mentraktir Jongin ke sebuah cafe.

“By the way, kenapa kau dikejar oleh mereka?” Tanya Jongin.

“Mereka ingin membunuhku.”

“Mwo?! Kenapa tidak lapor polisi?”

“Tidak bisa.. Boss mereka orang yang memegang jabatan tinggi di negaraku. Dan untuk relasi disini, kurasa sama saja. Polisi akan patuh dengan perintahnya.” Papar Luhan.

“Itu hanya oknum..”

“Sayangnya oknum itu sangat banyak..” Ucap Luhan lagi.

“Tapi, kenapa kau ingin dibunuh?”

“Karena aku saingan bisnisnya.”

“Mwo?? Kau sudah kerja? Ah! Maksudku…gege.. Aku pikir kau..ehm..maksudku gege lebih muda dariku..” Ucap Jongin yang tidak mengira usia Luhan lebih tua darinya.

Luhan hanya tersenyum, “Aku sudah bekerja dua tahun yang lalu.. Bagaimana denganmu?”

“Aku masih kuliah, ge.. Semester keempat.” Jongin menunjukkan empat jarinya.

“Wah! Daebak!”

“Daebak ya…aku tak merasa demikian…kalau saja kedua orang tuaku masih ada…”

“Hng… Orang tuamu kemana, Kai?” Tanya Luhan.

“Sudah di surga, ge…” Jawab Jongin tersenyum tipis.

“Mianhae…aku tidak bermaksud menyinggungmu..”

“Gwaenchana, ge…”

“Uhm…lalu kau tinggal dimana Kai?”

“Di rumah ahjumma ku. Tapi aku berniat untuk keluar..”

“Wae?”

“Aku tidak betah..aku sudah mengumpulkan uang untuk membeli apartment.”

“Simpan saja uangmu.. Kita bisa tinggal bersama kan?” Ajak Luhan.

“Geundae….”

“Gwaenchana…aku juga kan tinggal sendiri..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Tanpa mereka sadari waktu yang terus berputar, membuat mereka yang semula hanya berdua, kini tinggal bersama sepuluh pria lainnya. Rata – rata hal yang membuat mereka tinggal terpisah dari lingkungan mereka dan keluarganya adalah sama. Sama – sama ingin menenangkan pikiran. Namun, lambat laun mereka berdua belas hidup saling ketergantungan layaknya keluarga.

Suho, pria yang bernama asli Kim Junmyeon ini memiliki banyak uang dari beberapa perusahaan yang banyak membuka cabang di berbagai belahan dunia. Namun hidupnya terus tertekan karena tuntutan keluarganya yang mengharuskannya mencari pasangan hidup. Pria yang tidak suka dengan situasinya, memilih menghilang dari keluarganya.

Kris, pria berkebangsaan China-Canada yang bernama asli Wu Yi Fan ini juga berasal dari golongan atas. Hidupnya yang serba mewah membuatnya bosan dan ingin hidup sederhana dengan uang secukupnya. Tak hanya itu, kedua orang tuanya yang bercerai juga turut menjadi pemicunya untuk hidup mengasingkan diri.

Lay, pria asal China yang bernama Zhang Yi Xing ini sering mengalami depresi akibat penyakitnya. Hemofilia. Itu yang membuat hidupnya penuh ketakutan. Tak hanya itu, keluarganya pun seolah membuangnya. Mereka tak peduli lagi dengan keberadaan Lay. Namun, sejak bertemu teman – teman lainnya dan tinggal bersama kesebelas pria itu, hidupnya pun menjadi semangat seolah rasa takut itu menguap begitu saja.

Chanyeol-Park Chanyeol, pria yang tingginya nyaris menyamai tinggi Kris sering mengalami tekanan batin. Dibalik wajahnya yang selalu terlihat ceria, tertawa, dia menyimpan rasa kekecewaan yang terpendam terhadap keluarganya. Hanya dengan sebelas pria yang sudah dianggap kakak dan adiknya lah ia bisa terbuka dengan masalahnya.

Lelaki yang memiliki mata kecil yang bernama Byun Btaekhyun ini juga hampir memiliki kesamaan situasi dengan Chanyeol. Hanya, bedanya, ia masih sedikit mengungkapkan rasa emosinya dengan marah.

Do Kyungsoo, pria kecil yang memiliki hobi memasak ini juga merasa kecewa dengan keluarganya. Keluarganya tidak setuju jika ia berkarir di dunia kuliner sesuai hobinya dan lebih menyukai Kyungsoo meneruskan bisnis ayahnya di bidang teknologi.

Kim Jongdae, sering dipanggil Chen oleh teman – temannya sejak tinggal bersama. Ia terus menerus mendapatkan terror yang entah dari mana asalnya. Lelaki yang sering dipanggil ChenChen oleh Kris ini dekat dengan pria yang memiliki pipi yang sering dipanggil Baozi.

Kim Minseok, ia mengubah namanya menjadi Xiumin sejak ia merasa terusir dari rumahnya sendiri akibat ulah kekasihnya. Karena itulah ia memilih pergi dari rumah. Pria ini sering dipanggil Baozi dan paling dekat dengan Chen.

Tao, pria bermarga Huang ini pernah dikalahkan dalam tournament wushu. Dan karena itu ia merasa sangat terpuruk terlebih lagi keluarganya yang selalu memakinya karena kekalahan tersebut. Pasca kekalahan tersebut, niatnya untuk bunuh diri sempat terlintas dibenaknya. Namun, adanya Kris yang saat itu sedang berlibur di pantai di malam hari, berhasil menggagalkan niat buruk pria dengan kedua lingkar mata hitam di matanya itu untuk bunuh diri. Dan sejak itu Tao diajak Kris untuk bergabung dengan yang lainnya.

Sehun, pria termuda diantara kedua belas pria lainnya ini memiliki wajah yang sangat digandrungi banyak wanita. Namun karena hal itulah ia sering mendapatkan ancaman dari beberapa wanita yang mengiriminya surat ancaman yang membahayakan kehidupannya. Ia diajak oleh Luhan untuk bergabung dalam rumah itu.

Kedua belas pria itu memiliki nama sendiri untuk tempat yang mereka tinggali bersama. ‘EXO Dormitory’, begitulah mereka sering menyebutnya. Nama EXO sendiri, mereka ambil dari nama planet terbaru di galaxy. Dan kenapa mereka menyebut tempat tinggal itu sebagai ‘dorm’, karena rumah itu seperti sebuah asrama bagi mereka. Peraturan demi peraturan mereka buat bersama untuk mengatur kehidupan mereka. Dan mereka pun sering menyebut Kyungsoo sebagai ‘eomma’ mereka karena sering memasakkan makanan untuk mereka. Dan juga Suho sebagai ‘appa’ mereka karena tak jarang Suho memberikan uang bagi mereka yang masih berkuliah seperti Jongin, Sehun, Baekhyun, dan Tao.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kalian tidak makan? Ini makanan sudah siap..” Ujar Kyungsoo malam ini. Suho pun melangkah menuju ruang makan meninggalkan Kris dan Chen yang sedang bermain game di ruang tengah.

“Yaak! Gege curang!” Seru Chen.

“Anniyaa~~” Bantah Kris tertawa.

“Eommaaa~~ Kenapa masak sebanyak ini??” Tanya Suho.

“Aku ingin saja…” Jawab Kyungsoo.

“Kau tidak ingat?” Tanya Lay pada Suho. Suho pun mengernyitkan dahinya. Ia kemudian menggelengkan kepalanya.

“Anniversary kita?” Sambung Luhan yang tanpa mereka sadari berada di dapur dengan tangan yang memegang gelas berisi juice jeruk.

“Yup!” Jawab Kyungsoo dan Lay bersamaan. Kedua pria itu masih tampak sibuk dengan makanan yang mereka buat. Tidak terasa malam ini adalah malam dimana mereka tepat setahun hidup bersama, di lingkungan yang sama meski pun terpisah dari tiap keluarga mereka.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku pulaaangg~~~”

“Waseoo, Kaiii~~~” Teriak mereka bersamaan dari posisinya masing – masing.

“Kajja kita makan..”

“Makan? Aku terlambat ya?” Tanya Kai.

“Ppali Kai, kau ganti baju dulu..” Ujar Kyungsoo.

“Kris, Chen, ppali…nanti lagi main game-nya. Yeolliiee~ Baekkie~ Hunn~ Tao~” Kyungsoo memanggil mereka satu per satu.

“Aah~ Aku laparr~~” Xiumin bergegas menuju ruang makan.

Tanpa menunggu waktu lama mereka semua telah berkumpul di ruang makan untuk santap malam bersama. Tapi ada satu keanehan di saat itu. Baekhyun dan Chanyeol tidak saling bertegur sapa. Karena sifat ekspresif Baekhyun, mereka semua menebak dari raut wajah Baekhyun kalau ia sedang kesal. Sementara Chanyeol, seperti biasa, ia selalu tertawa bahkan meledek lainnya meski pun tidak bicara dengan Baekhyun.

“Kenapa mereka?” Batin Kris.

“Kris ge, nanti temani aku mandi..” Tiba – tiba Tao mengeluarkan suaranya setelah sejak tadi diam.

“Uhuk..uhuk..uhuk..” Kris yang namanya disebut langsung terbatuk – batuk mendengar permintaan Tao.

“Ommoo…” Lay langsung memberikan segelas air untuk Kris.

“Xie-xie, Lay…” Lay hanya tersenyum menunjukkan lesung pipinya.

“Tao, tidak bisakah kau mengatakan itu setelah makan malam?”

“Kan aku mau mandinya setelah makan ini, ge..” Ujar Tao.

“Haiishh.. Terserah kau lah..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah semuanya beristirahat, entah kenapa Kris yang sekamar dengan pria yang memiliki lingkar mata hitam ini tidak bisa tidur. Perlahan ia menurunkan kedua kakinya, menapaki karpet kamarnya yang menutupi lantai. Dibukanya pintu kamarnya dengan hati – hati agar Tao tidak terbangun.

Gelap. Itulah yang ada di hadapan Kris saat ini. Ya, memang apartment itu semua lampunya dimatikan dikala semua pria itu tertidur. Dengan seberkas sinar yang berasal dari ponselnya lah ia keluar apartmentnya meskipun hanya memakai baju lengan panjang dengan kerah ‘turtle neck’.

“Haish! Mantelku…” Kris menghentikan langkahnya sejenak setelah ia berada di depan lift. “Akh! Sudahlah…” Batinnya lagi. Ia pun menuruni lantai demi lantai apartment itu dengan lift hingga akhirnya ia berada di lobby gedung apartmentnya. Seorang petugas keamanan menyapanya dan dibalas oleh lelaki itu.

“Oh man! It’s too cold!” Batinnya saat berada di depan gedung apartmentnya. Tapi dengan nekat, Kris berjalan keluar menikmati turunnya salju malam itu. Serpihan salju, udara dingin yang ditemani cahaya lampu berwarna warni untuk menyambut natal pun berada di hadapannya. Ia kemudian memilih untuk duduk di bangku taman gedung apartment tempat ia tinggal dengan kesebelas pria lainnya. Dingin yang serasa menusuk tulang itu diabaikannya saat ia menduduki bangku walau pun salju sudah banyak menutupi kepalanya.

Pria itu hanya duduk diam menatap lurus arah depannya seolah menerawang benaknya sendiri.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Rasa dahaga pria itu mendorongnya untuk keluar kamar dan menuju dapur. Dituangnya air hangat ke dalam gelasnya.

“Gelap sekali sih…buka saja sedikit jendelanya..” Batinnya. Ia pun menyibakkan tirai yang menutupi jendela apartmentnya itu.

“Hah? Gege??” Gumamnya ketika melihat sosok pria yang dikenalnya sedang duduk di bangku taman halaman gedung apartmentnya. Tanpa ragu ia meletakkan gelasnya di counter dapur, kembali ke kamarnya untuk mengambil jaket, dan menyambar mantel milik Chanyeol yang memang berada di gantungan mantel dekat pintu apartment.

“Ck! Bagaimana gege bisa keluar tanpa mantel sedangkan saat ini dinginnya bisa mencapai minus lima derajat.” Gumamnya sambil menunggu di dalam lift.

Sementara itu, Kris masih betah berdiam diri meskipun jemarinya yang panjang terlihat semakin memutih karena dinginnya suhu.

Sret~! Sesuatu dilempar ke arahnya saat pria itu sibuk dengan lamunannya.

“Lay..??” Ucapnya saat menoleh dan melihat lelaki dengan lesung pipi itu berada di belakangnya.

“Kenapa gege tidak pakai mantel? Pakailah, ge…”

Kris hanya menarik sedikit kedua sudut bibirnya, “Xie xie, Lay..”

“Buxie, ge… Apa gege ada masalah?” Tanyanya yang berdiri di samping Kris yang terduduk sambil memakai mantelnya untuk menghangatkan tubuhnya.

“Tidak ada.. Aku hanya ingin berdiam diri saja..” Dalih Kris yang mencoba menyembunyikan pikirannya. Karena sebenarnya, ia rindu dengan ibunya namun ia masih kesal dengan permasalahan rumah tangga kedua orang tuanya.

“Kalau begitu, bagaimana kalau gege berdiam dirinya di dalam saja?” Tawar Lay.

“Aku hanya ingin di sini..”

“Baiklah..” Jawab Lay yang kemudian ikut duduk di samping Kris.

“Kenapa kau duduk di sini? Masuk ke apartment..nanti kau sakit.”

“Aku memang sudah sakit kok, ge…” Ujar Lay terkekeh.

“Bicara apa kau?” Kris menanggapinya dingin.

“Kalau gege di sini, aku juga akan di sini. Hatchi~” Pria itu kemudian bersin setelah menuntaskan ucapannya.

“Kajja, kita masuk..” Kris akhirnya mengajak Lay kembali memasuki gedung apartmentnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Kris yang menyadari Lay sakit, ia memberikan air hangat untuk minum Lay.

“Jangan sampai kau flu..” Pria itu memberikan segelas air hangat pada Lay.

“Xie xie, ge…”

“Ne, cepat sana kau tidur..” Suruh Kris pada Lay.

“Tidak mau!” Bantah Lay.

“Kau….ck, kau ini…”

“Aku tidak mau, karena kurasa gege ada masalah…” Ujar Lay.

“Tidak ada kok, Lay…”

“Bohong, mata tidak bisa berbohong, ge…”

Kris kemudian mengambil duduk di samping pria yang memegang gelas tersebut, “Baiklah, aku menyerah..” Kris hanya menghela napasnya. “Aku rindu keluargaku, tapi aku tidak bisa pulang.” Lanjut Kris.

“Maksud gege?” Tanya Lay yang menoleh pada Kris.

“Kau tahu kan kondisi keluargaku yang…mereka sudah bercerai.” Ujar Kris dengan wajah yang tampak ekspresi.

“Lalu? Apa hubungannya? Tidak ada salahnya kan kalau kau menjenguk ibumu, ge? Atau mungkin ayahmu…”

“Dad…aku tidak tahu dimana Dad berada sekarang sejak cerai dengan Mom. Hanya tas itulah yang menjadi peninggalan terakhir dari Dad.” Tutur Kris.

“Hhmm kalau begitu, kau jenguk saja ibumu, ge.”

“Haahh~~ Mungkin lain waktu.. Sudahlah Lay, kita tidur saja..” Kris bangkit dari duduknya di atas sofa dan beranjak ke kamarnya. Begitu juga dengan Lay, ia menuju kamarnya dimana Suho juga tidur di sana.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Matahari pun sudah terbit, Kyungsoo yang sudah selesai memasak dengan ditemani oleh Suho segera membangunkan kesepuluh kakak-adiknya. Suho kembali ke kamarnya dan membangunkan teman sekamarnya, Lay.

“Irreona…Lay.. Yi Xing, irreonaaa~” Suho menepuk – nepuk bahu pria itu.

Sementara itu, Kyungsoo mengetuk kamar Luhan dan Sehun, kamar Baekhyun dan Chanyeol, kamar Kris dan Tao, Kamar Xiumin dan Chen, dan ia kembali ke kamarnya untuk membangunkan Jongin untuk kuliah.

“Hunnie, irreonaa~” Ujar Luhan dengan malas dan berusaha melawan rasa kantuknya.

“Hng gege…nanti saja…” Ucap Sehun.

“Memangnya kau tidak kuliah, eoh? Sana kau mandi…” Luhan menarik tangan Sehun.

“Ne, gege…”

“Gegeeee~~ Banguunn!!” Tao menarik – narik lengan Kris.

“Diamlah..masih tengah malam.. Tidur saja lagi..” Kris menarik selimutnya kembali.

“Yaaa!! Ini sudah jam tujuh, ge…”

“Beluum…jangan ganggu gege tidur…” Ujar Kris malas.

Tidak habis akal, Tao menarik kaki Kris hingga pria itu jatuh dari tempat tidurnya.

Bruukk!!

“Yaaa!!” Sontak Kris yang tidak suka tidurnya diusik berteriak pada Tao.

“Habisnya kau susah dibanguni sih, ge..haha..”

“Haish! Anak ini..” Batin Kris yang hanya melempar bantal ke wajah Tao dan berjalan keluar kamar.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hoaahhmm~~” Chanyeol keluar kamarnya dengan menutup mulutnya yang terbuka karena masih mengantuk.

“Yang mau kuliah, cepat mandi!” Suho berkata sambil menuangkan susu di gelasnya.

“Aku duluan deh mandi..” Ujar Chanyeol.

“Eh, tidak bisa hyung! Aku duluan! Aku hanya setengah jam mandinya, sedangkan Yeol hyung satu jam kan?” Ujar Jongin.

“Annii~~ Aku hanya dua puluh lima menit! So, aku lebih sebentar mandinya.” Sela Baekhyun yang sudah dengan handuk yang tergantung di lehernya.

“Annii~~ Aku dulu!” Jongin terlihat menghalangi pintu kamar mandi dari Baekhyun.

“Kau mengalahlah dengan yang lebih tua..” Ujar Baekhyun.

“Annii~~ Hyung yang harusnya mengalah denganku!” Balas Jongin.

“Annioo~~ Yakk! Kai, kenapa kau tidak mau mengalah sih?!”

“Aku ada ujian, hyuungg~~”

“Kau pikir kau saja yang ada ujian? Aku juga adaaa~~” Baekhyun tidak mau mengalah.

Saat Jongin dan Baekhyun berdebat, Kris dengan santainya masuk ke dalam kamar mandi.

Ckrek! Kedua pasang mata itu pun langsung menoleh ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.

“Omoo!!! Siapa di dalam??” Tanya Baekhyun.

“Kris ge sepertinya…” Ujar Xiumin.

“MWORAGO?!!!” Jongin dan Baekhyun melebarkan kelopak matanya.

Dan detik itu juga Jongin dan Baekhyun mengetuk pintu kamar mandi itu dengan keras, “Yaaakkk!!! Kris geee!! Cepat keluaarrr!!! Yaaakkk!!!! Gegeeee!!! Jangan mandiii!! Kita ada ujiaaaann!!! Kris geee!!! Gegeee!!!” Selain Chanyeol yang terhitung lama saat mandi, Kris pun demikian. Dan terkadang ia menghabiskan waktu dua jam untuk mandi.

“Ck! Kalian ini berisik tahu tidak?!” Kris keluar dari kamar mandi. Pria itu mengalah untuk mandi untuk mereka yang sudah dianggap adiknya sendiri.

Bukannya mereka mandi, tapi kedua lelaki itu kembali berdebat di depan pintu kamar mandi. Dan ini dimanfaatkan oleh Sehun yang juga harus kuliah. Ia melenggang dengan santainya ke kamar mandi.

“YAAAAK!!!! HUNNIEE!!! Keluar kau, maknaee!!!” Jongin berteriak dari luar.

“Sehunnaaa~~~ Ppali keluaarr!!” Baekhyun tak mau kalah.

“Sepuluh menit lagi hyuuunnngg~~” Teriak Sehun dari dalam.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sementara Baekhyun, Chanyeol, Sehun, dan Jongin pergi kuliah, Kris dan Suho sibuk di kamar masing – masing. Suho walau pun jarang keluar apartment itu, tapi ia masih tetap mengerjakan tugas kantornya via online. Begitu juga dengan Kris. Ia menjalankan sebagian anak perusahaan ayahnya sebagai harta peninggalan pasca perceraian kedua orang tuanya.

Sedangkan Luhan, ia memang mengerjakan tugas kantornya, tapi ia lebih suka membawa laptopnya ke ruang tengah dan mengerjakannya di sana. Sementara Lay sibuk membuat lagu ditemani oleh Chen yang ikut bernyanyi dengan iringan petikan gitar dari Lay. Kyungsoo dan Xiumin sibuk di dapur. Sesekali terdengar teriakan Kyungsoo yang menyuruh Xiumin berhenti memakan masakannya sebelum jadi semua. Sementara mereka semua sibuk dengan aktifitas masing – masing, Tao memilih menonton film kesukaannya, kung fu panda.

“Hah? Audisi menyanyi?” Kris yang senang menjelajahi internet, melihatnya dan tiba – tiba teringat dengan Chen. Kemudian, ia segera membawa laptopnya keluar kamarnya dan segera menunjukkannya pada Chen.

“ChenChen~”

“Tao~”

Sontak Suho dan Kris terpaku pada posisi mereka masing – masing dengan laptop di kedua tangan mereka.

“Chen, lihat ini..tak mau kah kau ikut audisi ini?” Tanya Kris pada Chen.

“Gege, aku takut tidak lolos..” Ujar Chen.

“Pabbo! Suaramu bagus..kau coba saja dulu!” Ujar Kris.

“Geundae…” Chen terlihat ragu.

“Okay, paling tidak kau kuliah. Meneruskan pendidikanmu? Sama dengan Lay.” Kris terlihat sibuk meneliti layar laptopnya menelusuri deretan kalimat.

“Hah? Kok aku?” Tanya Lay.

“Kau lebih baik kuliah, Lay.. Jurusan musik tidak buruk kan untuk kalian berdua?” Lanjut Kris.

“Ta..tapi, ge..”

“Biaya kuliah?” Tanya Kris. Kedua pria itu hanya terdiam karena tebakan Kris ada benarnya. “Aku yang akan menanggungnya.” Lanjut Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Dan kurasa Tao juga perlu kuliah.” Lanjut Suho.

“Shireo.” Tolak Tao cepat.

“Ya, itu ada benarnya juga kok. Aku saja ingin kuliah lagi.” Sambung Luhan sambil mengetik.

“Kalau begitu, Luhan ge saja yang kuliah.” Ujar Tao lagi.

“Kalau aku sudah pernah kuliah, Tao..kau belum kan?” Sambung Luhan.

“Sudah.. Dua semester..” Jawab Tao.

“Haish! Panda ini..” Suho menepuk keningnya. “Hyung tidak mau tahu, kau, kau, dan kau harus kuliah!” Tunjuk Suho pada Chen, Lay, dan Tao.

“Mworago?!!” Ketiga pria itu terkejut mendengarnya.

“Anni..annii.. Aku..kami tidak mau merepotkan kalian. Kris ge, Suho hyung, dan Luhan ge sudah membiayai Chanyeol, Kai, Baekhyun, dan Sehun kuliah semenjak kita tinggal bersama kan?.” Memang ketiga pria itu lah yang berkewajiban menanggung semua pengeluaran mereka setelah mereka memutuskan untuk keluar dari keluarga mereka. Bukan berarti karena ketiga pria itu menanggung kehidupan mereka berdua belas tanpa perdebatan. Mereka semua tetap bersikukuh untuk bekerja. Namun, sebagai jalan tengah, Kris dan Suho memutuskan, mereka boleh bekerja jika mereka sudah lulus dari universitas.

“Kau mau keluar dari kesepakatan kita, Chen? Kau lupa dengan kesepakatan kita? Dulu, kau minta waktu untuk menenangkan diri dari terror yang terus menghampirimu. Dan mau sampai kapan kau tidak bangkit dan menghalau rasa takutmu?” Tanya Suho.

“Dan kau, Lay.. Aku salut dengan rasa beranimu melawan penyakitmu. Tapi, kurasa pendidikan juga perlu untukmu. Ah! Satu lagi, Tao.. Apa yang sebenarnya kau takuti? Kau hanya tinggal duduk di kelas, dan mendengarkan pelajaran layaknya kau sekolah dulu.” Lanjut Suho.

“Sudahlah..kalian tidak usah membantah.. Sangat disayangkan kalau kalian yang masih muda tapi tidak punya pendidikan yang tinggi..” Sambung Luhan.

“Baiklah… Kalau begitu tidak ada masalah! Nanti aku dan Suho yang mengurusnya.” Ujar Kris.

“Oh ya, hyung..tadi apa yang mau hyung bicarakan tadi?” Tanya Tao pada Suho.

“Hhng..ini..Tao, kau ikut tournament ya!” Tiba – tiba Suho menunjukkan layar laptopnya pada Tao.

“Mwo?!!” Raut wajah Tao terlihat malas dan kesal saat Suho menyinggung kata ‘tournament’

“Oh, God! Tao kan sedikit sensitif kalau disinggung masalah pertandingan…” Batin Kris.

“Wushu..kau kan jago!” Suho menepuk bahu Tao. Tapi pria itu menepisnya dan segera ke kamarnya tanpa sepatah kata pun.

“Hyung…dia kan…” Chen menggantungkan kalimatnya.

“Mwoya?! Aku lupa..mianhae…” Suho terlihat menyesal.

“Bagaimana ini…” Gumam Lay.

“Kris saja yang bicara dengannya.” Ujar Luhan.

“Wae?” Tanya Kris.

“Karena gege, room mate nya..” Sambung Chen.

“Ck, aku juga yang turun tangan..” Batin Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Cklek! Cklek! Kris berusaha membuka pintu kamarnya. Tapi sepertinya pintu kamarnya terkunci dari dalam.

“Ya! Tao, buka pintunya!” Tapi pria yang ada di dalam kamar itu tidak menyahut sekali pun.

Prang! Terdengar suara pecahan kaca di dalam kamarnya.

“Tian na (astaga)! Semoga ia tidak bertindak konyol seperti dulu…” Batin Kris.

“Yaa! Buka pintunya, Tao!!”

“Ge, ada apa?” Tanya Kyungsoo yang masih menggunakan apron dan membawa spatula-nya. Terlihat Xiumin juga masih memakai apronnya.

“Ada apa Kris?” Tanya Xiumin.

“Hng..itu.. Kurasa Tao hanya salah paham dengan Suho.” Jawab Kris.

“Tapi kudengar ada suara sesuatu yang pecah?” Ujar Xiumin memastikan.

“Ya, mungkin saja ada yang jatuh? Sudah..dia tidak apa – apa..” Ujar Kris lagi. Xiumin dan Kyungsoo akhirnya kembali ke dapur.

“Tao, buka pintunya!”

Tak lama kemudian, pintu pun dibuka dari dalam. Bantal, figura keluarganya yang ada di nakas, selimut, dan beberapa barang berserakan di lantai.

“Kenapa berantakan seperti ini?” Kris mengambil bantal dan selimut yang kemudian ia lemparkan ke ranjang Tao. Ia kemudian membereskan pecahan – pecahan kaca dari figura foto milik Tao.

“Simpan fotonya..” Ujar Kris yang memberikan bingkai foto tanpa kaca itu pada Tao.

“Ge, aku mau keluar dari sini..” Tao berkata pelan disela tangisannya.

“Kau tahu, kau pria terpayah yang pernah kutemui… Dan kau sangat membuatku malas bicara denganmu.” Ujar Kris tajam. Dan sepertinya semakin membuat pria dengan lingkar hitam di mata itu semakin menangis.

“Hanya dengan satu kata, kau bisa separah ini? Kau gila, eoh? Apa kau tidak bisa jadi kuat seperti dulu?” Tao hanya bisa diam.

“Dari yang kutahu, namamu dulu selalu muncul di berbagai pemberitaan olahraga. Kau pernah menang juara tiga di International Wushu Competition dan mendapatkan juara pertama di Qingdao Broadcasting Wushu Sword Competition. Tapi, kenapa sekarang tidak? Kau menyerah hanya baru sekali kalah? Dalam pertandingan, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Kalau kau kalah, itu seharusnya menjadi pemicu untukmu agar lebih baik lagi. Bukan menyerah seperti ini.” Lanjut Kris.

“Pikirkan ucapanku. Dan minta maaf pada Suho.”

“Mianhae, gege…” Lirihnya.

“Bukan denganku, tapi dengan Suho. Kau tidak sopan dengannya tadi!” Kris kemudian meninggalkan Tao di kamar sendirian.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hyung~”

“Tao, mianhae…” Ujar Suho cepat.

“Anni..aku yang salah..mianhae, hyung..” Ujar Tao.

“Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk ikut itu..” Lanjut Suho.

“Tapi, kurasa aku ingin ikut, hyung..bagaimana cara mendaftarnya?”

“Jeongmal?! Kau mau ikut?!!” Suho terlihat antusias. Terlebih lagi, Tao menjawabnya dengan anggukan kepalanya.

“Baiklah.. Kita daftar, lalu kita atur jadwal latihanmu.” Lanjut Suho.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Hyung, kau marah dengan Baekki hyung?” Tanya Jongin di sela – sela waktu istirahatnya di kampus. Jongin, Chanyeol, Baekhyun, dan juga Sehun berada di satu kampus meski pun mereka memilih jurusan mereka masing – masing.

“Marah? Annio..kau ini ada – ada saja Kai!” Ujar Chanyeol yang berbohong.

“Tapi, sudah dari kemarin sepertinya kalian tidak bertegur sapa..”

“Jeongmal?” Chanyeol hanya membaca buku sambil bersandar di bawah pohon yang beralaskan rerumputan yang hijau.

“Hyung…”

“Wae Kai?” Tanya Chanyeol.

“Hyung bohong kan?” Desak Jongin.

“Anni…”

“Walau pun kau bisa menyembunyikannya, tapi tidak dengan Baekki hyung. Dia terlihat jelas marah denganmu, hyung. Kau ada masalah dengan Baekki hyung kan?” Jongin terus mendesak Chanyeol.

“Haha kau ini…lebih baik kau tanya sendiri saja dengan hyung mu itu… Hhmm, Kai mianhae, sepertinya aku harus ke ruang musik. Bertemu di dorm saja ya. Bye!” Chanyeol pun beranjak dari duduknya dan meninggalkan Jongin di taman kampusnya.

“Sebenarnya mereka berdua kenapa?” Batin Jongin.

Tanpa Jongin sadari, seorang pria berdiri di belakangnya. Seolah bisa membaca pikiran Jongin, pria itu berkata, “Dia berniat keluar dari dorm kita.”

“Mwo?!!”

“Kau janji tidak akan bilang pada siapa pun, Kai.” Ujar Baekhyun.

“Ta..tapi..Yeol hyung..wae? Kenapa dia mau keluar?”

“Mollaso~ Sangat tidak beralasan. Ya, kau tahu sendiri kan, Chanyeol sering memendam masalahnya sendiri?” Baekhyun sedikit menghela napasnya.

“Hyung sudah bertanya padanya?” Tiba – tiba Sehun yang baru datang menyela pembicaraan. Ya, Sehun sengaja menunggu waktu yang tepat untuk ikut dalam perbincangan ini.

“Hunnie…da..dari mana kau tahu?” Baekhyun sedikit kaget menlihat kedatangannya.

“Aku pernah melihat Yeollie hyung menangis sendirian. Dia mengeluhkan keadaannya sendiri.” Ujar Sehun yang kemudian duduk di samping Jongin yang masih betah berlama – lama duduk di atas rerumputan dengan menyandarkan punggungnya pada pohon rindang di belakangnya.

“Apa yang dikatakannya?” Tanya Baekhyun penasaran.

“Tekanan finansial.” Sehun hanya mengeluarkan kata itu. “Kurasa..” Tambah Sehun.

“Maksudmu?” Tanya Baekhyun.

“Aku juga tidak tahu pastinya, hyung. Yang kudengar, Yeol hyung menyesali perbuatannya, karena dia, noona-nya harus menikah dengan seorang ahjussi..”

“Untuk membayar hutang?” Tanya Jongin.

Sehun hanya menggidikkan kedua bahunya, “Molla, bisa saja..”

“Lalu apa hubungannya dengan keluar dorm?” Tanya Jongin lagi.

“Dia tidak mau membebanni Kris ge, Luhan ge, dan Suho hyung, dan dia akan berhenti kuliah…”

“Keluar dorm dan bekerja..” Sambung Sehun dari ucapan Baekhyun.

“Tepat!” Baekhyun menjentikkan jarinya.

“Ini tidak bisa dirahasiakan dari semuanya, hyung..” Ujar Jongin.

“Paling tidak kita harus memberitahukannya pada gege..maksudku, Luhan ge, Kris ge, dan Suho hyung. Karena mereka yang menanggung kita semua…” Lanjut Jongin.

“Geundae….bagaimana kalau mereka..aku takut beban pikiran mereka bertambah…” Baekhyun terlihat khawatir.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah pulang kuliah, mereka bertiga sepakat untuk bertemu dengan Kris, Suho, dan Luhan di sebuah cafe.

“Kalian ini ada apa sih kenapa minta kita ke sini? Kenapa kalian tidak pulang dan membicarakan ini di rumah?” Tanya Suho.

“Hng.. Ini sebenarnya…” Jongin ragu mengutarakannya.

“Terkait dengan Chanyeol…” Ujar Baekhyun. Kris yang sedang membaca menu cafe itu terdiam dan tangannya berhenti menelusuri deretan huruf pada menu itu dan mengangkat kepalanya.

“Ada apa dengan Chanyeol?” Tanya Kris.

“Chanyeol…dia mau keluar dorm.” Kris dan Suho langsung menatap Baekhyun tidak percaya, sementara Luhan hanya menghela napasnya dan perlahan bersandar pada sandaran kursi cafe tersebut.

“Aku tidak kaget…” Ujar Luhan.

“Maksudmu?” Tanya Kris pada Luhan.

“Aku sudah mengira ini akan terjadi.” Ujarnya singkat dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya dimana terdapat kantung hangat untuk musim dingin. Penuturan Luhan membuat Kris dan Suho mengernyit berusaha menela’ah maksud Luhan.

“Karena finansial kan, Baekki?” Luhan memastikannya pada Baekhyun.

“Sehun sih menebaknya seperti itu.” Ujar Baekhyun.

“A..aku tidak sengaja mendengar Yeol hyung menangis.” Sambung Sehun.

“Jadi seperti ini… Chanyeol, dulu sangat ingin sekolah musik. Namun, keinginannya ditentang oleh orang tuanya yang berkeinginan Yeol masuk ke bidang ekonomi. Dan Chanyeol, disekolahkan khusus di bidang tersebut dengan uang hasil pinjaman. Kalian tahu kan sifat Chanyeol? Dia selalu menurut dan tersenyum meski pun tidak suka. Chanyeol menuruti orang tuanya dengan sekolah di bidang ekonomi. Tapi, akhirnya Chanyeol tidak bisa menahan tekanan itu dan akhirnya pergi dari rumah, menghilang dari keluarganya dan datang pada kita. Belakangan ini, noona-nya menelponnya untuk memberitahukan pernikahannya. Dan ternyata, noona-nya akan menikah dengan orang yang meminjamkan uang untuk Chanyeol sekolah itu. Noona-nya menelpon sambil menangis karena dia bilang usia mereka terpaut lima belas tahun dari usia noona-nya. Dari situ lah, Chanyeol berniat untuk membebaskan keluarganya dari hutang itu. Oh, aku lupa memberitahukan, Chanyeol bekerja part time di beberapa cafe untuk tabungannya. Karena itu lah ia selalu pulang larut malam dengan alasan kuliah.” Jelas Luhan panjang lebar.

“Jadi dia kuliahnya tidak pulang malam?” Tanya Suho.

“Anni, dia bekerja.” Ujar Luhan.

“Dan kau menutupi masalah ini dari kita, Lu? Kalau kita tahu, kita kan bisa memberikan uang untuk menutupi hutang keluarga Yeol…” Ujar Kris.

“Yeol memintaku untuk merahasiakan ini. Aku juga sudah menawarkan bantuan padanya. Tapi dia tetap tidak mau menerimanya. Dia mau hasil kerjanya sendiri.” Jawab Luhan.

“Ck, anak itu benar-benar…” Kris terlihat kesal.

“Lalu, apa yang harus kita lakukan, hyung, ge?” Tanya Sehun.

“Ya, Luhan harus bicara padanya.” Ucap Suho.

“Aku sudah berkali – kali bicara padanya, Suho..tapi dia seolah menutup telinga dan matanya..”

“Kapan terakhir gege bicara?” Tanya Suho pada Luhan.

“Dua hari yang lalu…”

“Kalau kita berempat bagaimana? Aku, Suho, Luhan, dan dia..” Usul Kris.

“Boleh, nanti malam? Yeol juga sudah di dorm kan?” Tanya Luhan.

“It’s up to you..” Ujar Kris.

“Aku sih okay..” Ujar Suho.

“Baiklah..kalau begitu nanti malam..”

“Oh ya, sebenarnya aku tidak suka dengan Yeol yang seolah bermuka dua seperti itu. Karena itu lah kami bertengkar.. Kalian bisa bicarakan itu pada Yeol juga?” Tanya Baekhyun.

“Tentu saja, jika masalah ini sudah selesai Baekki…” Ucap Luhan tersenyum.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sementara itu di dorm yang terdapat Kyungsoo, Xiumin, Tao, Chen, Lay, Yeol terlihat asik berkumpul membicarakan sesuatu.

“Aku ingin sekali kado natal di tahun ini..” Ujar Lay.

“Memangnya kau tidak pernah dapat, ge?” Tanya Tao. Lay pun hanya menggelengkan kepalanya.

“Ya..siapa tahu ini untuk pertama dan terakhirnya aku mendapatkan kado natal…”

Pletakk!

“Aww!! Yaakk!! Baozi ge! Kenapa menjitakku??!” Lay meringis kesakitan sembari mengusap kepalanya.

“Kau pantas mendapatkan itu! Mungkin kau akan mendapatkan kado pertama. Tapi tidak untuk terakhir!” Ujar Xiumin.

“Setuju dengan gege!” Sahut lainnya.

“Hey, bagaimana kalau kita tukar kado?” Usul Chen.

“Maksudnya?” Tanya Kyungsoo.

“Chakkaman..chakkaman!” Chen kemudian berlari ke kamarnya. Ia mengambil kertas, penggaris, dan juga pulpen.

“Untuk apa Chennie?” Tanya Xiumin.

“Begini, kita tulis nama kita berdua belas di sini..lalu kita undi. Kita ambil satu kertas. Dan nama yang ada di kertas itu lah orang yang harus kalian beri kado. Tapi, kalian tidak boleh menyebutkan namanya.” Jelas Chen.

“Tapi kalau nama kita yang keluar?” Tanya Tao.

“Ya kita ambil lagi sampai nama yang kita ambil bukan nama kita..” Ujar Chen lagi.

“Nanti saja..lebih baik kita berdua belas langsung mengambilnya.. Bagaimana?” Usul Lay.

“Great idea!” Ujar Chanyeol.

“Kajja, kita buat sekarang..” Ajak Kyungsoo.

Xiumin sibuk memotong kertas kecil dengan penggaris sedangkan Lay dan Chen sibuk menulis nama di potongan – potongan kertas kecil itu. Tao dan Chanyeol menggulung kertas itu sedangkan Kyungsoo membuat wadah untuk tempat kertas – kertas itu. Di saat mereka sedang membuat, keenam pria lainnya datang. Kris, Suho, Luhan, Jongin, Baekhyun, dan Sehun datang bersamaan.

“Waahh~~ Kok tumben sekali kalian datang bersamaan?” Sapa Lay.

“Tadi bertemu di bawah..” Ujar Luhan.

“Kalian sedang buat apa?” Tanya Suho.

“Ini hyung..kita tukar kado yuk saat natal nanti. Jadi, nanti kita ambil nama di sini, dan kita harus kasih kado padanya.” Jelas Lay sambil menulis di kertas itu.

“Ohh arraa..arra…undian begitu ya?” Luhan memastikan.

“Ne..” Ucap Lay dan Chen bersamaan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Chaa! Masukkan ke sini semua!” Ujar Kyungsoo.

“Siapa dulu nih?” Tanya Xiumin.

“Leader duluaan~” Sahut Luhan menunjuk Kris.

“Anni…Suho saja dulu..” Ujar Kris.

“Hah? Aku?”

“Ppali~”

Suho pun mengambil lebih dulu. Lalu Kris pun mengambilnya.

“Eoh? Lay ya?” Batin Kris.

“Oh, kado apa untuk Xiumin ge? Bakpao?” Batin Suho.

“Tao? Kasih dia apa? Boneka panda? Tongkat wushu? Film barbie? Double sticks? Topi? Haihh~” Luhan menepuk dahinya.

“Wae, Han ge?” Tanya Baekhyun.

“A..anni..” Jawab Luhan tersenyum.

“Untuk Luhan ge…hmm..apa ya?” Batin Tao yang memperhatikan Luhan melihat barang apa yang sering dipakainya.

“Oh ya! Nanti saat natal, kita harus menebak dari siapa kado yang kita terima!” Tiba – tiba Chen menginterupsi.

“Hah?! Harus?” Tanya Kris.

“Harus dong, ge!” Sahut Baekhyun.

“Well, kalau begitu kita bisa menabung dari sekarang! Masih ada dua minggu lagi sebelum hari natal tiba.” Ujar Sehun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeol..kau sibuk tidak?” Kris bertanya pada pria bermata besar itu saat ia di dapur mengambil minum.

“Annio, ge..wae?”

“Kita bisa bicara berempat?”

“Empat?” Tanya Chanyeol dengan dahi berkerut.

“Ne, di kamarmu saja. Baekki juga tidak di kamar kan?”

“Ne, kajja…” Ajak Yeol.

Setelah itu, Luhan dan Suho pun ikut masuk ke kamar Yeol.

“Yeol, langsung saja… Aku mau kau jujur dengan kita..” Ujar Kris yang duduk di tepi ranjang Baekhyun yang bersebelahan dengan ranjang Chanyeol.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Jujur apa ge?”

“Kalau kau ada masalah, cerita pada kita, Yeol..” Suho menepuk bahu Chanyeol.

Chanyeol menatap Luhan seolah menuntut penjelasan darinya.

“Yeol, kau tidak bisa seperti ini terus..” Ucap Luhan.

“Oh, aku ingat sekarang! Karena masalah keluargaku yaa?? Gwaenchana, ge..hyung..haha..” Chanyeol tertawa.

“Yeol! Hentikan sandiwaramu!!” Kris membentak Chanyeol yang memulai kebiasaan buruknya.

“Gege…kenapa gege…”

“Dengar Yeol, kita disini untuk membantumu! Kita tinggal di sini untuk saling membantu keluar dari masalah! Tapi kenapa kau sangat menutup dirimu dari kami? Untuk apa?!!” Emosi Kris keluar setelah ia berusaha menahannya.

“Untuk apa kau bilang, ge?!! Ini semua agar kalian tidak susah!! Aku tidak mau menyusahkan kalian!! Cukup aku saja!! Dan kau tidak berhak mencampurinya!!” Chanyeol bangkit dari duduknya dan menunjuk ke arah Kris dengan tidak sopan.

“Jelas berhak! Kau memilih tinggal dengan kita, dan kau menganggap kita semua keluarga, apa kau pikir di keluaarga saling tertutup hah?!!”

“Kau bukan keluargaku!!!” Chanyeol membentak Kris. Beberapa detik kemudian, ia menutup mulutnya seolah merasa kalau ia mengeluarkan kata yang salah.

Sementara Kris hanya bisa memandang Chanyeol dengan tidak percaya, “Jadi ini kau yang sebenarnya, Yeol…” Kris tersenyum miris. “Kau hebat! Benar – benar hebat!” Lanjut Kris yang kemudian keluar dari kamar Chanyeol.

“Astaga dduizzang itu…” Suho menghela napasnya.

“Tidak seharusnya kau seperti itu dengan Kris…” Ujar Luhan yang kemudian keluar kamar Chanyeol.

“Yeol, kenapa kau seperti ini…” Suho menepuk bahu Chanyeol. Mata lelaki itu sontak berkaca – kaca dan pandangannya buram karena air matanya yang mendesak keluar.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kris.. Boleh aku masuk?” Luhan mengetuk kamar Kris yang ditempatinya dengan Tao juga dari luar.

“Masuk saja..”

“Kau kenapa?” Tanya Luhan setelah masuk.

“Aku lelah dengan ini…” Jawab Kris.

“Kris, mungkin kata – kata aku keterlaluan. Tapi, bisakah kau tidak langsung emosi jika ada masalah? Kau bilang, kau lelah? Kau tahu, aku jauh lebih lelah darimu! Setiap hari aku selalu mendengarkan keluh kesah mereka, memikirkan keluargaku yang kutinggal, memikirkan perusahaan, tapi apa pernah aku mengeluh? Apa pernah kau mendengar keluh kesah ku? Aku tidak menganggap diriku hebat, aku hanya minta kau tidak emosi setiap ada masalah. Kita semua memang lelah. Kau, Suho, aku..semuanya lelah menghadapi mereka. Hanya itu Kris..hanya itu… Maaf kalau aku menyinggungmu..” Luhan mengatakan itu dengan air mata yang sudah mendesak pelupuk matanya. Sementara Kris hanya diam dan membelakangi Luhan. Tak lama terdengar suara pintu tertutup oleh Kris. Pria itu menebak kalau Luhan sudah pergi dari kamarnya.

“Apa aku paling bersalah disini? Yeol membentakku, dan Luhan..”

“Kalau begini…apa lebih baik aku enyah dari dorm ini?” Batin Kris. Pria itu kemudian memasukkan pakaiannya ke dalam tas dan kopernya. Mungkin dipikirannya, ia lebih baik pergi dari dorm itu.

“Gege…?? Gege mau kemana?” Tiba – tiba Tao masuk ke kamarnya dan memergokinya yang sedang memasukkan pakaiannya. Tapi Kris tidak menjawabnya.

“Gege mau keluar ya?”

“Gege…gege ingat waktu aku ingin keluar dari sini? Gege bilang kalau gege malas bicara padaku kan? Aku juga malas, ge.. Aku malas menghadapi gege seperti ini. Aku kini merasakan itu juga, ge. Kalau dipertahankan, akan semakin ingin keluar kan? Aku hanya punya satu permintaan, aku ingin kita semua kompak dan setia. Tidak ada yang keluar dari sini..” Kris tertegun mendengar ucapan Tao. Kedua tangannya yang semula memasukkan bajunya ke dalam kopernya, berhenti mendengar penuturan pria yang sedang berdiri di belakangnya.

Setelah membereskan barang-barangnya, Kris keluar kamarnya dengan tas dan kopernya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Kris..Kris kau mau kemana?” Luhan berusaha menahan pria berambut blonde itu. Tapi ia tidak menjawabnya. Semua yang ada di ruang tengah malam itu langsung beranjak dari duduknya dan berusaha mencegah kepergian Kris.

“Kris, aku tahu kau emosi. Tapi tolong kau pikirkan baik – baik keputusanmu, Kris. Aku tahu kau marah denganku dan Yeol. Yeol tidak jadi pergi, Kris.. Aku juga minta maaf padamu. Kita butuh kamu, kenapa kau tega meninggalkan kita?” Luhan menghalangi jalannya Kris.

“Aku tidak dalam keadaan emosi, Lu. Mungkin sudah saatnya aku pergi..” Jawab Kris tenang.

“Kris, tolong jangan seperti ini..” Ujar Luhan lagi.

“Gege mianhae..” Chanyeol juga turut serta.

“Kris, kita tinggal di sini, saling membutuhkan. Kau membutuhkan kami, kami membutuhkanmu.” Xiumin pun angkat bicara.

“Mianhae…” Kris menyingkirkan Luhan yang menghalanginya dan pergi menarik kopernya.

“Gege!!!” Panggilan itu tidak digubris oleh Kris sedikit pun.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Hampir seminggu apartment itu tanpa kehadiran Kris. Entah kenapa Lay jadi menolak makan terus menerus.

“Shireo~” Ucapnya yang kemudian berbalik badan saat Suho yang berusaha menyuapi pria yang terbaring di kamar itu.

“Lay, jangan seperti ini… Kau sudah dari kemarin belum makan.” Ujar Suho. Lay tetap diam dan memilih untuk memejamkan matanya.

Sementara itu di kamar yang ditempati oleh Xiumin dan Chen, Chen terlihat menangis pada Xiumin, “Rencana yang aku buat gagal, ge…hiks..hiks…”

“Tidak.. Tidak akan gagal..kita masih mencari Kris kan?” Ujar Xiumin yang menenangkan Chen.

“Tapi Kris ge tidak bisa dihubungi…” Isak Chen.

“Kan kita masih mencobanya..”

Di ruang tengah, Luhan terlihat masih terus mencoba menghubungi Kris kesekian ratus kalinya. Tapi selalu non aktif. Hal sama pun dilakukan Yeol pada nomor Kris yang lainnya.

“Bagaimana?” Tanya Luhan. Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya.

“Lay…Lay, kau mau kemana? Hei! Kau harus makan dulu!” Suho mengikuti langkah Lay di belakangnya.

“Aku mau beli hadiah, hyung…” Lay masih ingat dengan acara tukar kado mereka.

“Tapi kau belum makan.. Makan lah dulu.. Sesuap saja ne?” Bujuk Suho.

“Anni, hyung.. Toko itu sangat ramai. Jadi harus cepat – cepat..”

“Lay ge, kau tidak boleh pergi!” Chanyeol menghalangi pintu dengan tubuh jangkungnya.

“Sstt~ Kau ini.. Awas..” Lay berusaha mendorong Chanyeol.

“Makan dulu, Lay.. Nanti kau sakit..”

“Minggir…!!” Lay menarik Chanyeol dari pintu dan keluar. Karena tidak mau menunggu lift, Lay melalui tangga pintu darurat.

Drap! Drap! Drap! Lay menuruni satu per satu anak tangga gedung apartment itu.

“Lay! Chakkaman!” Suho mengikutinya dan di belakangnya terlihat Chanyeol yang ikut berlari mengejarnya.

Namun, karena terburu – buru, Lay tersandung dan jatuh terguling hingga kepalanya membentur dinding dan berdarah hingga pingsan.

“Ommo! Lay!! Chanyeooll!!!!” Suho yang tepat di belakang Lay berteriak memanggil Chanyeol yang tertinggal di belakangnya.

“Astaga! Hyung! Apa yang terjadi?!” Chanyeol bergegas menghampiri mereka. Suho terlihat menopang kepala Lay dengan tangannya.

“Gendong dia, Yeol! Kita harus ke rumah sakit!” Suho terlihat cemas dan menelpon Xiumin.

“Yeobseo?” Sapa Xiumin.

“Gege, cepat ambil kunci mobilku, dan segera turun ke lantai delapan, tangga darurat! Lay jatuh!”

“Mworago?!! Ne..ne…aku segera mengambilnya!” Xiumin segera memasuki kamar Suho dan Lay untuk mengambil kunci mobil Suho.

“Xiu, weisheme (kenapa)?” Tanya Luhan.

“Lay jatuh di lantai delapan tangga darurat. Aku harus ke rumah sakit.”

“Aku ikut!”

“Jangan..di sini saja…biar aku, Suho, dan Chanyeol yang membawanya.”

“Baiklah, segera beritahu kabar secepatnya.” Pinta Luhan.

“Ne..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Xiumin pun melajukan sedan berwarna hitam itu menuju rumah sakit. Sementara Chanyeol masih dengan cemas sesekali menoleh kebelakang melihat Suho yang tengah memangku kepala Lay yang terbaring. Kepala itu terus mengeluarkan darah meski sweater milik Chanyeol membalutnya.

“Lay.. Ayo sadar.. Dengar aku kan??” Suho menepuk – nepuk pipi pria berlesung pipi itu. Tapi mata itu tetap terpejam.

“Gege, tidak bisa kah kita lebih cepat?” Suho menaikkan nada bicaranya.

“Kau mau kita semua mati kecelakaan, eoh?! Dan tolong diam! Jangan membuatku panik!” Hardik Xiumin.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Dia kehilangan banyak darah. Rumah sakit kehabisan darah yang bergolongan sama dengannya..” Ujar dokter.

“Golongan darah Lay A kan? Golongan darah saya sama dengannya. Ambil darah saya saja!” Chanyeol bersedia mendonorkan darahnya.

“Baiklah, ikut saya..” Ujar dokter itu.

Seusai pengambilan darah, Chanyeol kembali pada Xiumin dan Suho. Ia hanya duduk dengan wajah menunduk.

“Kau terlihat pucat..” Ujar Suho.

“Nan gwaenchana, hyung..” Jawab Chanyeol.

“Kita cari makanan dulu..kau pucat, Yeol..”

Xiumin menoleh pada Chanyeol dan Suho, “Lebih baik kau makan dulu ditemani Suho. Biar Lay aku yang menungguinya.” Ujar Xiumin. Chanyeol dan Suho pun pergi mencari makanan.

Tak lama, Luhan menelpon Xiumin, “Ne, Lu?”

“Bagaimana Lay?” Tanya Luhan.

“Dia kehilangan darah banyak. Tapi Yeol sudah mendonorkan darahnya. Hanya saja…” Xiumin menggantungkan kalimatnya.

“Hanya saja apa, Xiu?” Tanya Luhan cemas.

“Dia…Lay…masih koma..”

“Mworago?!!! Lay koma?!!” Ponsel yang dipegang Luhan terlepas dari genggamannya dan membuat Sehun menoleh padanya.

“Ge, gege kenapa?” Tanya Sehun. Ia kemudian mengambil ponsel Luhan yang masih menyala. Nama Xiumin tertera di layarnya.

“Ge, gege dimana?” Tanya Sehun.

“Aku di rumah sakit, Hun..” Jawab Xiumin.

“Sedang apa? Siapa yang sakit?”

“Lay sakit, Hun.. Dia koma..datanglah kemari.. Nanti kukirim alamatnya.” Ujar Xiumin.

“Lay ge koma?! Ne..kita segera ke sana ge! Cepat kirim alamatnya!”

Luhan hanya duduk tertunduk menangis memegangi kepalanya. Ia benar – benar bingung. Belum beres masalahnya dengan Kris, kini masalah baru datang. Lay yang masuk rumah sakit.

“Gege, ayo ke rumah sakit.. Xiu ge sudah memberikan alamatnya nih..” Ajak Sehun.

“Kalian duluan saja. Ajak Tao, Kai, Kyungsoo, Chen, dan Baekki.”

“Gege bagaimana?”

“Nanti aku akan kesana sendiri. Tulis saja alamatnya.” Jawab Luhan.

“Gege, gwaenchana?” Tanya Sehun khawatir.

“Ne..pergilah kalian..” Jawab Luhan lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah mereka pergi, tak lama Luhan pun pergi. Tapi tidak ke rumah sakit. Ia menuju sungai Han. Sesekali ia memang sering mengunjungi sungai itu. Udara dingin yang menyelimutinya ditemani dengan turunnya salju tidak mengurungkan niatnya. Di luar dugaan, di sana justru ia menemukan Kris yang duduk di salah satu bangku yang menghadap ke sungai Han. Disampingnya terdapat paper bag yang berisikan hadiah natal untuk Lay. Ya, dia berniat untuk meletakannya di depan pintu apartment tepat malam natal untuk menepati janjinya.

“Kris?” Batin Luhan.

“Kau tidak kedinginan tanpa syal di lehermu?” Luhan kemudian duduk di samping Kris. Pria itu menoleh untuk memastikan siapa yang mengajaknya bicara dan kembali menghadap ke sungai Han.

“Kau belum memaafkanku?” Tanya Luhan lagi dengan kedua mata yang menghadap sungai Han dan kedua tangan yang masuk ke dalam saku mantelnya.

“Kau tidak salah.” Jawab Kris.

“Lantas, kenapa kau tidak kembali?” Tanya Luhan. Kris memilih diam tidak menanggapi Luhan.

“Kau tahu, Lay sekarang koma..” Kris spontan menengok pada Luhan.

“Kau tidak membohongiku kan?!”

“Untuk apa? Kalau kau tidak percaya, telepon Xiumin sekarang.” Luhan memberikan ponselnya.

“Dimana?” Tanya Kris.

“Kau mau kesana? Kebetulan aku mau ke sana sekarang.” Luhan bangkit dari duduknya. Dan Kris pun mengikutinya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di rumah sakit kedelapan pria lainnya terlihat menunggu di ruang tunggu depan ruang ICU. Sementara Suho berada di ruang ICU menemani Lay.

“Itu Luhan ge..” Baekhyun berbisik pada Jongin.

“Mwo?!! Kris ge?!!” Baekhyun membulatkan kelopak matanya melihat Kris di belakang Luhan.

“Gege!!” Baekhyun dan lainnya bergantian memeluk pria yang datang dengan paper bag merah di tangannya itu.

“Mana Suho?” Tanya Kris.

“Di dalam..dengan Lay ge..” Ujar Jongin.

“Lay belum sadar?” Tanya Kris lagi. Mereka menggelengkan kepalanya kompak.

“Masuk saja ke dalam untuk bertemu Lay..” Ujar Luhan.

“Kau?”

“Aku nanti saja.. Kau saja dulu..”

“Baiklah..” Kris kemudian berjalan menuju ruang ICU dan memakai pakaian khusus ruang ICU. Di sana terlihat Suho yang berdiri di samping Lay yang terbaring dengan alat – alat rumah sakit. Berbagai selang terpasang ditubuhnya. Aroma khas obat – obatan menyeruak di indera penciuman pria berambut blonde itu.

“Gege?” Suho menoleh ketika pintu dibuka. Pria itu memeluk Kris melepas rindu sosok yang dewasa tersebut.

“Bagaimana Lay? Kenapa dia seperti ini?” Tanya Kris.

“Dia jatuh di tangga gedung apartment kita ge. Beberapa hari sejak kau pergi, dia tidak mau makan. Dan tadi, dia mau keluar membeli kado untuk malam natal itu. Kita semua tidak mengizinkannya keluar tanpa makan. Chanyeol sudah menghalangi pintu, tapi Lay menarik Chanyeol dan keluar melalui tangga darurat. Tapi, di lantai delapan, dia jatuh terguling hingga membentur dinding. Setelah itu dia tidak sadarkan diri sampai sekarang. Padahal ia sempat transfusi darah dari Chanyeol..” Jelas Suho.

Ada perasaan bersalah pada diri Kris. Secara tidak langsung ia yang menyebabkan ini semua terjadi.

“Aku tinggal kalian berdua ya, ge…” Ujar Suho. Kris hanya mengangguk.

Kris hanya menatap wajah pucat itu. Alat kardiografi yang terpasang berbunyi cepat. Seolah merasakan kehadiran orang yang ditunggunya, “Tenanglah Lay..kenapa jantungmu berdetak begitu cepat? Kau marah denganku atau kau senang melihatku?” Ujar Kris.

“Cepatlah sadar…atau kau tidak mendapatkan kado natal dariku..” Kris mengusap kepala pria itu.

“Kau ini sangat nekat. Kau tidak makan, tapi kau nekat keluar membeli kado. Jangan kau pikir aku tidak tahu kelakuan burukmu ini..aku tahu semua dari Suho.”

“Duibuqi (maafkan aku), Lay.. Aku janji tidak seperti kemarin lagi. Oh ya, kau tahu alasanku menyuruhmu cepat bangun? Kau harus membeli kado kan? Masa nanti ia tidak mendapatkan kado darimu? Itu tidak adil kan?” Kris terus mengajak Lay bicara meski pun pria itu tidak menjawabnya. Namun ia yakin, kalau pendengaran Lay meresponnya meski pun ia dalam keadaan koma.

“Kado natal untukmu, kuletakkan di bawah tempat tidur ini. Cepat sembuh Lay..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Untuk hari ini yang menjaga Lay, Suho dan Sehun saja dulu.. Bagaimana?” Tanya Xiumin.

“Aku sih tidak masalah..” Jawab Suho.

“Kalau begitu kita ambil baju, hyung..” Ujar Sehun pada Suho.

“Kalau begitu aku kembali ke hotel mengambil mobil dan baju..” Ujar Kris.

“Aku juga deh..” Ujar Luhan.

“Kalau begitu sama – sama saja?” Ajak Suho. Luhan dan Kris pun setuju.

Kris pun turun di hotel tempat ia menginap setelah keluar dari dorm. Namun karena ia sudah janji dengan Lay, ia akan kembali ke dorm. Ia membereskan pakaiannya, dan segera check out dari hotel tersebut mengendarai mobilnya untuk kembali ke rumah sakit. Sambil mengendarai mobilnya, Kris yang menggunakan earphone menelpon Suho.

“Ne, ge?” Sahut Suho setelah Kris menunggu beberapa detik sebelum panggilan dijawab.

“Nanti kau kembali lagi ke rumah sakit kan? Tolong bilang pada Luhan, untuk segera menjemput yang lainnya di rumah sakit.”

“Ne, ge…nanti kubilang..”

Panggilan pun diputus oleh Kris setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Mobilku dibawa Xiu ge saja.. Karena di sini Luhan ge dan Kris ge bawa mobil juga, bagaimana kalau kalian semua ikut mereka?” Suho bicara sambil memberikan roti untuk Sehun yang belum makan malam itu.

“Ya sudah…kalau begitu, kita langsung pulang saja..” Ujar Baekhyun.

Di dalam mobil Suho yang dikendarai Xiumin, ikut Chanyeol, dan juga Chen. Di dalam mobil pria yang berwajah layaknya remaja-Luhan ini ditumpangi oleh Tao, Jongin dan Kyungsoo. Sedangkan Baekhyun dan Sehun ikut di mobil berwarna hitam milik Kris.

Setelah mereka semua kembali ke dorm, tinggal lah Sehun dan Suho di rumah sakit untuk menjaga Lay yang masih koma. Karena ICU merupakan ruang isolasi yang hanya di jam – jam tertentu saja keluarga pasien masuk, Sehun dan Suho menunggu di ruang tunggu keluarga pasien.

“Sudah sebulan lebih anak kita tidak sadarkan diri, appa..bagaimana..hiks..hiks…” Sehun sontak menoleh pada seorang wanita paruh baya yang sedang menangis di bahu pria yang kira – kira berusia sama dengan wanita tersebut.

“Tenang saja, eomma…dia pasti akan sadar…” Sehun hanya menatap pasangan suami-istri itu dengan iba.

“Vonis dokter sudah seperti itu… kalau anak kita tidak selamat bagaimana, appa?!! Bagaimana?!!” Wanita itu menangis histeris dalam pelukan suaminya.

“Jeosongmianhamnida.. Bukannya saya bermaksud lancang, tapi, umur seseorang adalah kehendak Tuhan. Bukan berdasarkan vonis dokter..” Sehun berusaha menenangkan wanita itu juga.

“Kau dengar yeobo? Anak muda ini benar!” Tapi, tak lama kemudian, terlihat dokter yang berlari – lari menuju ruang ICU dengan beberapa perawatnya hingga Suho yang berdiri di lorong pun ikut menyingkir memberikan jalan.

“Hyung…” Sehun memanggil Suho cemas.

“Gwaenchana…gwaenchana…” Suho menepuk bahu Sehun.

Jauh di pikiran Sehun, ia juga sedikit memiliki perasaan seperti wanita yang tengah menangis pada suaminya yang berada di sebelahnya. Ia juga takut kejadian yang sama menimpa Lay. Namun, ia buru-buru membuang pikiran buruk itu.

Saat Sehun berkutat dengan pikirannya, terdengar suara dari seorang perawat yang berada di ambang pintu ruang ICU tersebut, “Apa di sini ada keluarga tuan Kim? Tuan Kim?”

“Ne, saya..” Ujar pria yang sedari tadi menenangkan istrinya.

Seorang dokter yang keluar dengan wajah lesu dan tertunduk segera mendapatkan serbuan pertanyaan dari pria tersebut, “Bagaimana keadaan anak saya, uisa-nim? Anak saya baik – baik saja kan? Kapan anak saya boleh pulang?”

Dokter itu hanya mengeluarkan satu kalimatnya, “Mianhamnida, tuan Kim…” Bersamaan dengan itu wanita itu menangis menghampiri dokter itu. Memncengkeram kerah lehernya sambil menangis, “Apa maksudmu?!! Apaaa?!!!”

“Anak kalian…tidak tertolong lagi.. Anak anda mengalami pendarahan hebat. Karena penyakit hemofilianya, nyawanya tidak tertolong lagi..” Dokter itu tertunduk.

“Hemofilia??” Sehun hanya menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Hunnie..?? Gwaenchana yo?” Tanya Suho. Sehun hanya beranjak dari bangku itu. Karena cemas, Suho mengikutinya.

“Hunnie..eoddiga yo?” Tanya Suho.

“Hyung…aku takut hyung…aku takuutt..aku takut Lay ge sama seperti anak mereka…” Air mata Sehun tidak tertahankan.

“Anni…Lay tidak akan seperti dia.. Kita harus banyak – banyak berdoa..” Ujar Suho. Tapi Sehun masih menangis menunduk. Suho pun memeluknya dan menenangkannya. Ia tak peduli bahunya basah karena air mata pria kelahiran tahun ’94 itu.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Hari terus dilalui oleh kesebelas pria itu menunggu sadarnya Lay. Hingga tak terasa ini hari ketiga Lay koma. Mereka semua sudah membeli kado untuk saling ditukarkan, terkecuali Lay yang sebenarnya akan memberikan kado untuk Sehun. Sedangkan Baekhyun dan Chanyeol baru akan membeli kado hari ini.

“Baekki-ya, kajja..” Ajak Chanyeol pada Baekhyun.

“Ne…” Jawab Baekhyun sambil memakai sepatunya berjalan keluar apartment.

“Kalian mau kemana?” Tanya Luhan.

“Dating?” Jawab Chanyeol tertawa.

“Mworago?!”

“Kita hanya jalan – jalan kok, ge…” Baekhyun menambahi.

“Jangan lama – lama kalian… Salju sedang lebat turunnya.” Pesan Luhan.

“Ne, gege…” Jawab Chanyeol dan Baekhyun serempak.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Menurutmu, untuk Kris ge, aku memberikan apa?” Tanya Baekhyun pada Chanyeol saat berjalan – jalan.

“Apa ya? Jaket? Kacamata hitam? Tas? Atau…” Chanyeol menggantungkan kalimatnya.

“Alat lukis!” Seru mereka bersamaan.

“Yup! Tepat sekali, Baekki-ya! Untuk si Picasso itu!”

“Ne, kajja kita beli..” Ajak Baekhyun.

Aa! Chakkaman! Untuk hemat waktu, bagaimana kalau kita beli untuk…”

“Untuk Kai maksudmu?” Potong Chanyeol.

“Oh, orang yang akan kau kasih itu Kai?” Tanya Baekhyun.

“Ne…”

“Kajja kita beli saja…” Ajak Baekhyun lagi.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Di rumah sakit, kini giliran Xiumin dan Luhan yang menjaga Lay di rumah sakit.

“Sudah jam menjenguk, kau tidak ke dalam Lu?” Tanya Xiumin.

“Kau saja dulu. Aku akan tunggu di luar sementara.”

Xiumin pun masuk ke dalam ruang ICU dengan mengenakan baju khusus ruang ICU. Dilihatnya Lay masih memejamkan kedua matanya. Wajahnya terlihat tenang meski pun selang oksigen, dan alat yang tersambung pada alat kardiografi yang memonitori kerja jantungnya terpasang pada tubuhnya.

“Lay, kenapa belum sadar juga? Kurasa hanya kau yang belum membeli kado. Kau tidak ingin kembali pada kami?” Dan lagi, alat kardiografi itu menimbulkan suara yang nyaring dan cepat seolah mengisyaratkan jawaban pria yang terbaring lemah tersebut.

“Jangan hanya seperti ini, Lay. Buka matamu, bangunlah..” Ujar Xiumin lagi.

Pria itu masih tidak meresponnya. Namun jemarinya bergerak perlahan. Xiumin terus memandang Lay yang perlahan bergerak.

“Buka matamu, Lay..” Batin Xiumin. Tapi dilihatnya Lay masih belum membuka matanya. Karena ingat dengan Luhan di luar, ia harus bergantian masuk ke sini.

“Lu… Kalau kau mau melihat Lay…” Xiumin membuka pintu dan melepas baju khusus orang yang menjenguk di ruang ICU.

Luhan pun memakai baju yang terlihat hanya seperti kain berwarna hijau dan masuk ke dalam ruang ICU.

Luhan hanya memperhatikan Lay yang masih koma, “Kau tahu, tidak ada kau, dorm sepi.. Tidak ada yang bermain gitar, Baekki dan Yeol yang biasanya usil pun jadi tidak usil karena tidak

Luhan hanya memperhatikan Lay yang masih koma, “Kau tahu, tidak ada kau, dorm sepi.. Tidak ada yang bermain gitar, Baekki dan Yeol yang biasanya usil pun jadi tidak usil karena tidak ada kau.”

Jari Lay pun kembali bergerak. Namun, kali ini diikuti dengan terbukanya kedua kelopak mata Lay.

“Lay…” Luhan pun segera menekan tombol untuk memanggil perawat. Tak lama perawat pun berdatangan dengan seorang dokter.

“Jeosongmianhamnida, silahkan anda tunggu di luar.” Ujar salah satu perawat.

“Lu, Lay kenapa? Kenapa banyak perawat dan dokter? Dan kenapa kau keluar??” Tanya Xiumin berturut – turut pada Luhan.

“Lay…” Luhan menggantungkan kalimatnya.

“Lay kenapa, Lu??”

“Lay sadar, Xiu…dia membuka matanya tadi..”

“Jeongmal?!! Kau tidak bohong kan?!”

“Untuk apa, Xiu?! Lebih baik kita beritahu mereka besok saja. Ini sudah malam.”

“Ne..ne…”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Sementara itu malam hari di apartment, Kris yang sudah kembali tinggal di sana, memilih di kamar, menyandarkan diri pada headboard ranjangnya sambil membaca bukunya sambil mendengarkan musik melalui earphonenya yang terpasang di kedua telinganya. Tanpa disadarinya, Tao-pria yang sekamar dengan Kris-masuk ke dalam kamar itu. Ia berdiri di samping ranjang pria itu yang juga bersebelahan dengan ranjangnya. Kris yang menyadari itu melepas salah satu earphonenya dari telinganya.

“Eum ge..?”

“Wae?” Tanya Kris.

“Mianhae..”

“Untuk?” Tanya Kris lagi.

“Waktu itu Tao sudah marah pada gege dan bilang seperti itu.. Mianhae..” Ujar Tao lagi.

“Gwaenchana. Gege yang salah.” Jawab Kris.

“Hmm, tapi Tao juga merasa bersalah pada gege…”

“Sudah…sudah..tidak usah dipermasalahkan.” Ujar Kris dengan nada datar.

“Ne..ne.. Tapi, kenapa gege bisa seperti itu? Gege tidak mau cerita padaku?”

“Cerita apa?” Tanya Kris.

“Kenapa gege bisa punya pikiran untuk keluar.” Ujar Tao yang duduk di tepi ranjang miliknya.

“Hhhh…mungkin itu karena gege terlalu pusing. Dan bisa kau tidak usah membahasnya lagi?” Hela Kris yang kemudian kembali memasang earphonenya.

“Iya deh, Tao tidak akan membahasnya lagi…”

Sesaat di kamar itu sunyi, tapi kemudian Tao pindah duduknya di samping pria berambut blonde itu. Hingga tanpa sadar Kris yang sedang asik membaca buku sambil mendengarkan lagu itu menggeser posisinya untuk Tao.

“Emm..Kris ge…” Tao menepuk kaki pria itu.

“Mwo?” Kris menurunkan buku yang sedang dibacanya tanpa melepas earphonenya. Namun karena Tao tidak kunjung bicara, ia kembali membaca bukunya.

“Kris ge…” Lagi. Tao kembali menepuk kaki pria itu.

“Ck, apa sih? Kau ini…sudah sana tidur!” Kris menendang bokong Pria itu untuk menyingkirkannya dari tempat tidurnya.

“Gege, kau jahat sekalii~~”

Setelah itu Kris meletakkan bukunya di atas nakas yang berada diantara ranjangnya dengan ranjang Tao dan mematikan lampu bacanya.

“Matikan lampu kamarnya, Tao.” Ujar Kris yang kemudian menarik selimutnya.

“Jumuseyo~” Ujar Tao setelah mematikan lampu kamarnya dan menuju tempat tidurnya.

“Ne, jumuseyo, Tao..” Jawab Kris.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Siang harinya, kesembilan pria itu menuju rumah sakit untuk menjenguk Lay dengan mobil Suho dan Kris menyusul Xiumin dan Luhan yang ada di rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Xiumin yang menunggu mereka di lobby rumah sakit itu segera membawa mereka semua menuju ruang rawat.

“Ge, kok…bukan di ICU?” Tanya Sehun.

“Anni, dia sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa tadi pagi..” Jawab Xiumin.

“Di sini..” Ujar Xiumin menunjukkan ruang rawat Lay.

Tanpa menunggu waktu lagi, mereka semua langsung masuk bersamaan ke ruang itu, “Lay geeee!!!”

Pria berlesung pipi itu menoleh ke arah pintu saat ia sebelumnya berbincang dengan Luhan. Ia hanya tersenyum pada mereka semua.

“Kalian…” Lay berkata lirih sambil menyunggingkan senyum tipisnya. Lay memperhatikan mereka semua. Tapi mereka hanya berjumlah sembilan termasuk Xiumin. Lay terlihat murung dan kemudian bertanya, “Kris ge mana?” Tanya Lay.

“Dia…” Chanyeol menggantungkan kalimatnya.

Suara pintu yang terbuka kemudian membuat Lay mengalihkan pandangannya ke pintu di belakang mereka. Ia berharap Kris lah yang masuk. Tapi ternyata seorang perawat yang akan memberikan obat dan mengganti botol infuse milik Lay.

“Kenapa Kris ge tidak datang?” Batin Lay.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Perawat itu pun keluar dan pintu pun tertutup kembali. Tanpa mereka ketahui, Kris masuk bersamaan dengan perawat itu keluar.

“Kok Kris ge tidak ada??” Tanya Lay.

“Siapa yang bilang?” Suara berat yang tidak asing terdengar di telinga Lay pun sukses membuat pria itu tersenyum kembali.

“Kris ge…” Lirihnya.

“Ni hao ma?” Sapa Kris.

“Ni hao, Kris ge..” Jawab Lay.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Pasca sadarnya Lay dari koma, ia dirawat selama lima hari untuk pemulihan. Setelah itu, dokter memperbolehkan pria itu untuk rawat jalan. Kris dan Suho lah yang bertugas menjemput Lay di rumah sakit. Sedangkan yang lainnya, bersiap memberikan pesta kejutan untuk merayakan kembalinya Lay ke apartment mereka.

“Hati-hati..” Suho membantu Lay untuk duduk di kursi rodanya, sementara Kris menahan kursi roda itu saat memasuki gedung apartment sambil membawa sebuah paper bag yang berisikan kado untuk Lay yang ia sembunyikan di belakangnya.

“Haish~ Aku tidak mau pakai benda ini… Aku seperti orang lumpuh saja sih!” Lay terlihat kesal.

“Kau ini…hanya untuk sementara kan? Ini kan karena kau koma tiga hari juga, makanya sendi – sendi mu kaku.” Ujar Kris.

“Ya, karena itu aku harus fisioterapi.”

“Salahmu kan, Lay..haha..” Ucap Suho.

“Welcome, Lay ge!!!!” Sambut mereka bersembilan saat membuka pintu apartment mereka.

Xiumin langsung mengambil alih kursi roda dan mendorong Lay yang duduk di kursi roda itu ke dalam apartment. Begitu masuk ke dalam apartment, Lay disambut layaknya seorang tamu kehormatan
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Tidak lupa dengan janjinya, Lay berniat membelikan sesuatu untuk Sehun. Ia menyalakan laptopnya dan menjelajahi dunia dengan sistem internet. Ia membuka situs jual-beli untuk memesan barang yang diinginkannya sebagai kado untuk Sehun.

“Ah! Aku beli ini saja…” Batin Lay. Berdasarkan perjanjian, pesanan Lay akan tiba dua hari lagi dengan dalam keadaan sudah terbungkus rapi dengan kertas kadonya.

Berkat kemajuan teknologi, ia pun mentransfer sejumlah uang melalui ponselnya untuk pembayaran pesanannya. Tak lama, pintu kamarnya pun terbuka. Seorang pria masuk ke dalam kamar itu.

“Lay ge, kajja, gege harus makan dulu.” Ujar Kyungsoo masuk membawa bubur yang baru saja dimasak.

“Bubur lagi?” Tanya Lay.

“Gege sakit kan? Jadi, ya harus bubur.”

“Eommaaa~ pencernaanku kan tidak apa – apa.. Aku bosan tahu..” Keluh Lay.

“Oh! Kali ini buburnya berbeda. Aku mencampurkan kaldu ayam di bubur ini. Jadi, rasanya pasti enak! Kalau Lay ge bosan, aku juga buat soup iga untukmu.”

“Jeongmal?! Aku mau itu, eomma!”

“Chakkaman, biar aku ambilkan..” Ujar Kyungsoo. Ia kemudian kembali dengan semangkuk soup iga buatannya untuk Lay.

“Cha! Ayo makan..” Kyungsoo mengambil mangkuk bubur itu dan menyuapi Lay.

“Aku serasa punya eomma sungguhan..kkkk..” Ujar Lay terkekeh.

“Haha..oh ya Lay ge… Kau masih ingat acara untuk malam natal kita kan?”

“Aku ingat kok..”

“Lay ge tidak membeli kadonya?”

“Sudah..”

“Kapan? Kan Lay ge belum keluar dorm ini..” Ujar Kyungsoo.

“Haruskah aku keluar sementara aku bisa membelinya dari sini? Hahahaa~”

“Aigoo Lay ge..”
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Dua hari kemudian, pesanan Lay pun tiba. Kondisi Lay sekarang sudah bisa berjalan meskipun harus pelan – pelan. Seseorang datang di apartment mereka. Lay pun keluar untuk melihatnya yang ternyata orang yang mengirim pesanannya.

“Nugu, Lay ge?” Tanya Jongin di belakangnya.

“Ah, anni..hanya orang yang mengantarkan pesananku.” Ucap Lay yang menandatangani tanda terima pesanan itu.

“Gamsahamnida..” Ucap Lay pada orang itu.

“Lay ge, itu apa?” Tanya Sehun yang melihat Lay membawa sebuah paper bag. Lay langsung menyembunyikannya di belakang tubuhnya.

“Lay ge, itu apa?” Tanya Sehun yang melihat Lay membawa sebuah paper bag. Lay langsung menyembunyikannya di belakang tubuhnya.

“Oh ini? Ini pesananku yang kubeli secara online.” Jawab Lay yang kemudian ke kamarnya.

“Fuuhh~~ Nyaris saja ketahuan!” Lay menghela napasnya lega.

“Gegeee~~ Ppalii~ Pohon natalnya belum selesai dihiass~~” Panggil Jongin dari ruang tengah yang masih menghias pohon natal.

“Neee~~ Chakkamaann~~”

Malam harinya terlihat terdapat dua kado di masing – masing pintu yang ada di apartment itu. Di kamar yang ditempati Sehun dan Luhan, di kamar Jongin dan Kyungsoo, di kamar Kris dan Tao, di kamar Suho dan Lay, di kamar Xiumin dan Chen, dan di kamar Baekhyun dan Chanyeol.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“BANGUUUUNNN!!!!! BANGUUNNN!!!!” Chanyeol mengetuk tiap pintu kamar dengan keras untuk membangunkan semuanya.

“Hoahmm…apaan sih Yeol??” Kris terlihat menguap dengan tangan yang menutup mulutnya. Sedangkan di belakangnya terlihat Tao yang berdiri dengan mata yang masih terpejam dan memeluk pintu kamarnya.

“Yeol berisik nihh..” Lay ikut protes.

“MERRY CHRISTMAS!!!” Teriak Chanyeol yang membuat mereka yang masih memejamkan mata sontak membuka matamnya.

“YAAKK!!! Yeol hyung!!” Tao melepas slippersnya dan melemparnya pada Chanyeol.

“Ya! Ya! Ya! Sopan sekali kau panda China!” Chanyeol hendak memukulkan slippers itu pada Tao.

“Yaa…Yaaa..Yaaa.. Geumanhae! Sudah..sudaah…” Kris menghalangi Chanyeol yang akan memukul Tao.

“Aku haus, mau minum dulu ah.” Ujar Kris kemudian. Tapi kakinya tersandung sebuah kado besar yang tingginya mencapai lutut pria berambut blonde itu.

“Ommoo!! Kadonya Kris ge besar sekalii!!” Seru Jongin.

“Sebelum buka kado, kita harus mandi dulu.” Ujar Kyungsoo. Sontak mereka berdua belas langsung berebut kamar mandi dan saling menghalangi satu sama lainnya.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yaaakk!! Aku dulu!!” Tao mendorong Sehun.

“Yaaa!! Shireo! Aku dulu!” Jongin ikut mendorong.

“No way!! Me first!” Ujar Chanyeol.

“Andwaee andwaeee~~” Baekhyun ikut serta.

“Yang muda mengalah lah dengan yang tua~” Luhan juga ikut.

“Kalian semua harus mengalah denganku.” Kris pun tidak mau kalah.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Setelah berkutat dengan masalah mandi di pagi hari, pukul sepuluh mereka semua menyelesaikan semuanya dan membuka kado mereka.

“Kai dulu deh yang buka kadonya.” Ujar Kris. Jongin pun membuka kadonya.

“Eitss! Chakkaman! Aku sudah menyiapkan ini kalau kalian salah menebak!” Kyungsoo mengeluarkan sebuah palu mainan.

“Waa!! Dipukul pakai itu kah kalau salah?!” Tanya Luhan. Kyungsoo pun mengangguk.

“Woaahh!! Sneakers! Bisa kupakai untuk latihan dance aku.” Seru Jongin. Sejenak pria itu terdiam, “Ini dari….” Jongin memperhatikan kesebelas pria lainnya satu per satu.

“Ini dari…hhmm…kalau tidak Kris ge, ini dari Yeol hyung.. K…anni! Ini dari Yeollie hyung!” Teriak Jongin.

“Ne…” Jawab Chanyeol singkat dan memeluk bantal sofanya.

“Okay, sekarang Yeol.” Ujar Luhan. Chanyeol pun membukanya.

“Haish~ Kenapa keras sekali?” Chanyeol membuka paksa bungkus itu.

“Hng?” Chanyeol mengerutkan dahinya berpikir isi kadonya. “Topi coboy? Hyung~ Belikan aku kudaaa~” Chanyeol merajuk pada Suho.

“Waa! Kau gila..ahahaha..”

“Aku rasanya ingin menari seperti PSY ahjussi. Oppa gangnam stylee~” Chanyeol menirukan tarian itu sambil memakai topi coboy nya. Sontak semuanya tertawa melihat kelakuan Chanyeol. Terlebih lagi, Baekhyun pun berdiri dan ikut menirukan gerakan Chanyeol dan tak lama Sehun pun ikut berdiri dan mengikutinya.

“Ahahaha.. Ahaha…hahaha…” Lay tertawa sambil memegangi perutnya.

“Yak! Yeol hyung, kau tidak mengulur waktu untuk menebak siapa yang memberikanmu itu kan?” Tao menunjuk topi yang dipakai Chanyeol.

“Kau ini..kenapa kau ingatkan, eoh?”

“Oops!” Tao kemudian menutup mulutnya sendiri.

“Cepat tebak, Yeol hyung!” Kyungsoo sudah menyiapkan palu mainannya.

“Hng..ini..ini dari…Luhan ge..?”

“DDING!!” Kyungsoo pun memukul kepala Chanyeol.

“Mwo?! Salah?!!” Tanya Chanyeol.

“Salaahh!!”

“Lalu?” Tanya Chanyeol lagi.

“Itu dari aku, pabbo!” Xiumin melempar bantal kearah Chanyeol.

“Waaa~ Mianhae gegee~” Ucap Chanyeol.

“Okay..okay..sekarang Baozi yang buka kadonya..” Ujar Kris.

Pria itu pun membuka kotak kecil yang dipegangnya. Sebuah jam tangan berantai emas pun terlihat.

“Wooaahh!! Jam tangan mahal!” Semuanya langsung melirik ke arah Suho.

“Hah? Mwo?” Tanya Suho.

“Siapa lagi yang bisa memberikan ini kecuali kau? Ini dari kau kan?” Tanya Xiumin. Suho hanya tertawa dan mengangguk.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Okay, Suho sekarang.” Ujar Xiumin.

“Sepatu kerja?”

“Sepatu kerja? Wow!” Baekhyun menyahut.

“Ini..dari…Kris?”

“DDING!!” Kyungsoo langsung memukul kepala Suho setelah Kris menggelengkan kepalanya.

“Itu aku, hyung..” Ujar Sehun pelan.

“Mwo?! Kau?! Kau yang membelikannya?” Sehun mengangguk.

“Gomawo ne!”

“Sehunniee~ ppali buka kadonya!” Sehun pun merobek kertas kado yang membungkus kotak panjang dan lebar itu.

“Ommoo!!” Sebuah kacamata hitam nyaris jatuh ke lantai.

“Kacamata hitam…”

“Hunn ini keren!” Tao mengambil kacamata hitam itu dan memakainya.

“Anni, ge..ini punyaku..” Sehun mengambil kacamata itu dari Tao.

“Ini..dari Lay ge! Aku sempat melihat warna kertas kadonya.”

“Haish~ Ketahuan!”

“Lay..Lay..Lay ge ppallii~~” Lay tidak sabar membuka kadonya.

“Mantel dan syal.” Ujar Lay yang menunjukkan mantel berwarna hitam putih dengan syal yang berwarna senada.

“Ini…Kris ge?” Tanya Lay.

“Ne~” Kris mengambil kadonya dan akan membukanya.

“Ge, mau dibuka sekarang?” Tanya Chanyeol meledeknya.

“Sstt~ Dari tadi aku penasaran ini apa.” Kris mulai membukanya.

“Woaa!” Serunya kaget karena terdapat sebuah kanvas kosong. Keterkejutannya pun belum berakhir. Ia juga kaget melihat satu set kuas lukis beserta cat minyak juga palletnya.

“Kris Picasso~ Haha..” Ujar Xiumin.

“Wait..ini tidak murah loh.. Siapa yang membelikan ini..” Batin Kris.

“Baekki-ya!” Seru Kris.

“Mwo?! Dari mana gege tahu?”

“Dari wajahmu yang seperti pencuri yang sedang ketakutan..ahahaha..” Kelakar Kris.

“Your turn..” Ujar Kris pada Baekhyun.

“Kenapa kado ku kecil sekali?” Batin Baekhyun.

“Mwoya?!! Eyeliner??” Baekhyun menunjukkannya dan membuatnya semua tertawa terbahak – bahak.

“Ahahaha apa karena matamu kecil, Baekki? Ahahaha..” Chanyeol tertawa lepas.

“Yaakk! Siapa yang memberikanku iniii??” Kyungsoo orang yang memberikannya juga ikut tertawa.

“Do Kyungsooo~~~ Kau yang memberikan ini kan?” Baekhyun melempar bantal kearahnya.

“Ahahaha biar matamu tidak kecil sekali hyung!” Ujar Kyungsoo. Ia pun segera membuka kado miliknya.

“Apron?”

“Kai..??” Tanya Kyungsoo.

“DDING!!” Chanyeol langsung merebut palu mainan itu dan memukulkannya pada kepala Kyungsoo.

“Yaaa! Appo hyung~”

“Itu yang kurasakan tadi!”

“Itu darikuuu~~” Chen bersuara. Ia pun kemudian membuka kadonya.

“Dompet..” Chen menunjukkan dompet berwarna hitam yang bergambar tengkorak.

“Dari..L…anni! Kai!”

“Ne…”

“Tinggal Luhan ge dan Tao. Kalian bertukar kado? Ah! Tidak seru! Kalian sudah sama – sama tahu.” Ujar Lay.

“Topi koala? Topi panda?” Ujar Luhan yang bersamaan dengan Tao.

“Kalian tidak beli di toko yang sama kan?” Tanya Sehun.

“Annii~ Lihat saja bungkusnya bedaaa~” Ujar Tao.

“Tadi yang salah menebak, eomma, Suho hyung, dan Chanyeol hyung. Bagaimana kalau mereka yang memasak untuk tahun baru nanti?” Usul Sehun.

“Ya! Itu bagus!”

“Mereka juga yang belanja!” Sambung Xiumin.

“Noooo!!” Suho menolak.

“Yeeesss~~~!!!” Seru lainnya serempak.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Dalam seminggu ini mereka harus mempersiapkan semuanya. Kris dan Luhan sengaja bicara dengan pemilik gedung apartment dengan ukuran suite itu untuk menyewa rooftop gedung apartmentnya untuk merayakan acara tahun baru. Setelah bernegosiasi dengan pihak mereka, akhirnya mereka menemukan kesepakatan.

Sementara Suho, Chanyeol, dan Kyungsoo pergi berbelanja, Sehun, Jongin, Chen membeli peralatan untuk acara barbeque party. Sedangkan Tao, Xiumin, Lay, dan Baekhyun malah asik menghias apartment mereka dengan pernak – pernik penyambutan awal tahun. Saat Kris dan Luhan pulang, mereka berdua kaget melihat tulisan ‘Happy New Year’ yang terpasang di depan pintu dan berbagai ornamen-ornamen lainnya.

“Uwooo~!” Luhan kaget saat memasuki apartment mereka.

“Oo waseoo~~” Ucap Baekhyun.

“Aigoo kalian yang membuat ini semua?” Tanya Kris. Dan mereka berempat pun mengangguk.

“Karena yang lainnya belum pulang, kita menghias ini..” Ujar Lay.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
Enam hari berlalu, dan kini adalah tanggal dimana akhir tahun ini akan berakhir.

“Tao, ayo kita bawa barang – barangnya ke rooftop.”

“Ge, yang mana saja?” Tanyanya pada Kris.

“Eommaaa~~ Ini yang mana saja?” Kris berteriak memanggil Kyungsoo.

“Semua yang ada di depan, ge…” Teriak Kyungsoo dari dapur.

“Sebanyak ini?” Gumam Tao yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Kajja, aku bantu…” Suho kemudian mengangkat beberapa plastik menuju lift yang akan digunakan ke rooftop gedung apartment mereka.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Baekki-ya, ppaliii~” Chanyeol menunggu Baekhyun yang keluar terakhir sedangkan kesepuluh temannya sudah berada di rooftop.

“Chakkaman…chakkaman! Yeol, pakai ini!” Baekhyun memakaikan topi tahun baru pada Chanyeol.

“Ppalii~”

“Waiitt~~ Terompetnya belum!” Baekhyun kembali masuk ke dalam. Baekhyun kemudian keluar dengan berbagai macam bentuk terompet di tangannya.

“Hyaaa!! Tungguu!! Jangan tutup dulu! Kamera ketinggalan!” Lay berteriak dari depan lift.

“Sudah ge..” Chanyeol menunjukkan kamera.

“Ponselku…” Ujar Lay lagi.

“Aku juga tidak bawa. Kan kita mau tidak ada gangguan..” Ujar Chanyeol.

“Oh iya juga sih..” Mereka bertiga pun menuju lift dan bergabung dengan lainnya di rooftop.
^^^^^^^^^^^^^^^Seu Liie Strife^^^^^^^^^^^^^^^
“Yakk!! Jangan dimakan dulu!” Kyungsoo menepuk tangan Baekhyun yang sedari tadi mengambil daging panggang.

“Eomma jahat sekali..aku kan lapar..”

“Tunggu nanti..”

Sementara itu, Kris, Tao, dan Chanyeol sedang mempersiapkan kembang api untuk meramaikan suasana.

“Yak! Jangan dinyalakan dulu, Tao!” Chanyeol melarang pria dengan lingkar mata hitam itu. Namun terlambat. Api sudah dinyalakan di sumbu kembang api itu. Suara memekakkan telinga pun terdengar. Dan dalam hitungan detik, kembang api itu melesat ke udara dan membuat bunga – bunga api yang berwarna – warni di langit malam.

“Woaaa!!!! Lagi..lagi!” Sehun ikut bergabung dengan tiga pria yang paling tinggi diantara mereka berdua belas tersebut.

“Andwaee~” Larang Chanyeol.

“Gwaenchana, kita punya banyak kok..” Ujar Kris.

Suho, Xiumin, Chen, dan Lay menyalakan kembang api kecil. Dan pijaran api pun menyala. Mereka menggantungkan kembang api yang menyala itu di pagar pembatas rooftop itu seolah itu adalah lampu

“Hyung, itu sudah habis kembang apinya.” Seru Baekhyun.

“Ganti ini, Baekki..” Suho menyalakan kembang api yang baru.

“Hoiii~~ Sepuluh detik lagi niiihh~~” Teriak Xiumin yang melirik ke arah arlojinya.

“10…9…8…7…6…” Terdengar suara riuh dan sorak sorai dari sekitar gedung apartment itu yang semakin banyak melepas beberapa kembang api ke udara.

“5..4..3..2..1..HAPPY NEW YEAR!!!” Seru mereka yang diiringi bunyi terompet dan banyaknya bunga – bunga api yang menyala menghiasi langit malam. Wangi khas daging panggang yang semakin menggoda indera penciuman pun membuat kedua belas pria itu berpesta merayakan tahun baru dengan semarak.

Chanyeol kemudian memasang tripod cameranya untuk meletakkan camera digitalnya untuk mengabadikan moment pergantian tahun tersebut. Langit malam yang berlatarkan pijaran api yang berwarna warni menjadi background mereka berdua belas dalam moment itu di dalam camera digital mereka.

THE END

Because [Chapter 27]

Image

| Title : Because  | Author : Victoria |

| Main Cast |

|Wu Yi Fan/Kris |Jessica Jung| Park Chanyeol | Huang Zi Tao | Oh Sehun | Seo Joo hyun|

| Support Cast :  Xi Luhan, Im YoonA, Amber Liu, Kim Taeyeon and Find by yourself |

| Genre : Friendship, Romance |

| Length : Chaptered | Rating : PG 17| WARNING

“Kita nikmati pagi ini bersama” Kris berjalan ke arah Jessica, kemudian memeluk Jessica. Mereka berdua sama-sama menghadap keluar jendela, menatap taman yang ditumbuhi bunga-bunga cantik, menikmati indahnya pagi ini.

“KRISSSSSSS!!!!!” suara teriakan itu menggema diseluruh rumah. Itu bukan teriakan Jessica. Tetapi itu, teriakan seseorang. Kris mendecak kesal ketika mendengar suara teriakan itu, sungguh mengganggu suasana romantisnya di pagi hari.

“Sepertinya, itu Amber?” terka Jessica. Kris mengangguk setuju, itu memang suara si perusuh, Amber.

“Sudahlah biarkan saja” Baca lebih lanjut

Am I The Luckiest Fangirl?

Image

| Title : Am I The Luckiest Fangirl?   | Author : Victoria |

| Main Cast |

|Han Shin Young (OC)/You |Kim Jongin (EXO)|

 | Support Cast : EXO Members and Others |

| Genre : Romance, Sad|

| Length : Oneshoot | Rating : G|

                Author’s Note: Annyeong! Merry Christmas and Happy New Year! Author nulis ff ini khusus untuk Hari Natal. Semoga kalian menyukainya.

Tadinya ff ini castnya: POLAR LIGHT noona sama Baekhyun. Tapi, author ganti jadi Kai dan Shin Young.

___

Incheon Airport lagi-lagi mendadak menjadi ramai, ketika EXO tiba. Para kaum hawa berteriak-teriak memanggil nama idola mereka. Mereka semua adalah fans EXO. Fans yang selalu mendukung mereka. Tak peduli panas maupun dingin, mereka selalu ada untuk EXO. Tak peduli dengan salju yang turun begitu deras, mereka hanya ingin melihat idola mereka secara langsung dan memberinya semangat.

Ratusan blitz yang berasal dari kamera-kamera canggih itu menerpa 12 wajah tampan yang menjadi candu bagi para fansnya. 12 wajah tampan itu terlihat lelah setelah menyelesaikan jadwal manggung di Cina. Namun, mereka tetap tersenyum. Tersenyum untuk mereka yang selalu mendukungnya. Seulas senyuman yang mampu membuat fans mereka bahagia. Baca lebih lanjut

A Desperated Bride

tumblr_m2fpciHwza1rpdwj3o1_500Tittle/judul fanfic: A Desperated Bride {The Exo Planet and Goddess History Before Story}

Author: angelinblack

Length: chaptered (belum tau sampe berapa hihi)

Genre: Fantasy, Romance

Rating: PG 17

Main cast & Additional Cast: Aeru (OC), EXO’s members

Disclaimer: Pernah di publish di blog author sendiri angelinblack. wordpress.com

Author’s note: Karena ini cerita before story, ini masih kayak prolog. Jadi disini masih menceritakan latar belakang pemeran utama sebelum ketemu EXO. EXO keluar di part 1. Okay? hihi ^v^ Semoga readers makin tertarik menunggu kisah selanjutnya setelah membaca ini

A Desperated Bride

Hujan. 1 tetes, 2 tetes, 3 tetes… 3 tetes air jatuh di atas telapak tanganku. Aku, sudah duduk disini hampir seharian, aku menyadari itu. Lelah, lapar, haus, tidak ada yang bisa menghentikanku untuk duduk, mengayunkan kursi goyangku pelan, sambil menatap keluar beranda yang langsung menghadap ke arah pantai selatan Australia yang indah.  Suara-suara orang disekitarku terdengar hanya seperti bisikan angin, bukan telingaku yang bermasalah, tapi aku tidak ingin mendengarkannya. Kututup telingaku rapat-rapat dan ku kunci mulutku sama sekali, tidak hanya untuk hari ini, tapi sudah beberapa hari aku melakukannya. Membiarkan diriku sendiri dalam pikiranku yang bahkan sudah berhenti bekerja.  Kakiku menggigil, aku bahkan tidak tau mengapa. Apa cuaca berubah dingin?, bahkan syaraf-syaraf kulitku pun tidak ingin bekerja lagi.

Baca lebih lanjut

New Christmas for Me [OneShoot]

Gambar

Title     : New Christmas

Cast     :

  • Lee Junghee         (OC)
  • All member exo

Genre  : Happy, Romance

Author : Choi Inji

Lenght : Oneshoot

Annyeong! Aku comeback dengan fanfic terbaruku. Ini oneshoot tapi khusus christmas. Nah… gak usah basa-basi langsung aja deh. Selamat membaca J

Warning           : Typo bertebaran.

DONT PLAGIAT and PLEASE RCL

~Happy Reading~
Baca lebih lanjut

[Christmas Drabble] Shawl…

Gambar

 

Title || Shawl… || Author || Fadila Setsuji || Genre || Romance,Fluff(?) || Length || Drabble || Cast || Kyungsoo (D.O) Oh Hayoung (OC) ||

Note

It’s a small present for you in Christmas~~ Enjoy for read it and don’t forget leave a comment for me,ok?

 

=Happy Reading=

 

Hati lelaki itu tergerak untuk menghampiri toko souvenir yang beberapa menit lalu telah ditargetkannya sebagai toko yang akan dia masuki. Tak mudah baginya,karena pada umumnya—ini berdasarkan pemikiran Kyungsoo—toko seperti ini dipenuhi oleh kaum hawa. Bukan dari kaumnya. Namun demi seseorang yang selalu berbaik hati,menyajikan camilan cokelat untuknya dia melakukannya.

.

.

.

Bukan menjadi hal mudah setelah dia menginjakkan kaki kedalam. Dengan pemikirannya yang–ternyata–tepat sasaran itu ditambah dengan lirikan beberapa kaum berbeda gender dengannya itu membuatnya dilanda risih yang mengganggu.

“Anda ingin mencari kado apa?”Suara lembut yang menanyainya,membuatnya menoleh. Lantas dia mendadak salah tingkah begitu dia melihat siapa pemilik suara tersebut.

” O- Oh Hayoung?!/Kyungsoo-sshi?!” Baca lebih lanjut

BABY DON’T GO [Chapter 5B]

Title                : Baby Don’t Go [Chapter 5B]

Author            : @durrotunna

Cast                  : Byun Baekhyun (EXO K), Park Nara (OC) , Xi Luhan (EXO M)
Other Cast       : Park Chanyeol (EXO K), Kris Wu (EXO M), Jung Han Ni (OC)

Length             : Chaptered

Genre              : Romance, marriage life , family , sad.

Rating              : PG

Disclaimer      : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan dan sebagainya, saya tidak peduli. Don’t Copas!

Poster              : @WhitePingu95

 

Chapter -1-2-3-4-5a

5B BABY DONT GO

***Don’t fly away my beautiful butterfly~~*** Baca lebih lanjut

[Teaser] It’s Our Life

Gambar

Title

It’s Our Life

Author

Fadila Setsuji

Genre

Romance,Family,Comedy(?),School life

Length

Chapter

Cast

Sehun-Soojung

Note

Liat reaksi(komentar) dulu,kalo banyak yang ngerespon ntar dilanjut.

Ayo dong komentar…

 

=Happy Reading=

 

Teaser

 

“Oh tidak…. Kenapa harus kau?!”

“Lalu? Kau mengharapkan siapa?! Si manusia namsan itu?”

.

.

.

“Aku harap kalian berdamai sebelum appa dan umma akan menarik keputusan mereka”

“Memang itu yang aku mau/tepat sekali itu memang yang aku inginkan”

“Oh Tuhan…  Mengapa Adik adikku seperti dua iblis kecil?!”

.

.

.

Dia…Kenapa ikut bersama kita?”

“Dia adik yang manja bukan,chagi?”

“Hei,kau memborgolku! Aku tak sudi menjadi adikmu,apalagi bersikap manis padamu!”

.

.

.

“Bisakah kau jangan mengacau di kencan pertamaku?!”

“Hei,aku disini sebagai kakak yang baik. Aku diamanati eomma”

.

.

.

“Neo…Juggeso,Oh Sehun!”

.

.

.

“Kau putus dengannya?! Waeyo?”

.

.

.

“Kalau kukatakan…Ini karenamu?”

.

.

.

“Berhenti mencandaiku atau kupastikan tanganmu akan kupatahkan”

“Hei,Jung Soojung…kau kira aku…”

 

 

Someday

 

 

Tittle : someday

Author : jekrys

Casts :                jung soojung

                            oh sehun

                            choi jinri

support cast :   kim jongin

                            kang jiyoung

                            park chanyeol

Length : oneshoot (3000+ w)

Rating : general

Genre : fluff, romance, friendship

 

A/N : fanfiction ini terinspirasi dari lagu nina-someday yang pernah dinyanyiin Jessica waktu di konser romantic fantasy:D ini fanfiction pertama aku, maaf kalau ceritanya ga asik dan banyak kurangnya tapi ini asli dari imajinasi aku:D sebelumnya terimakasih buat admin yang mau post dan readers yang mau baca:D

 

 

 

  Baca lebih lanjut

Melody In Our Love (Chapter 5)

cover baru lagi

}

[ TITLE ]

Melody In Our Love (Chapter 5)

 

[ Author]

Park Ha Rin / didoots (@didoots)

 

[ Length]

Chapter

 

[ Genre ]

Romace,School life, family, friendship, love

 

[ Rating ]

PG-15

 

[ Main cast ]

Park Yoori (OC)

Byun Baekhyun as baekhyun (EXO-K)

Kai as Kim Jong In (EXO-K)

Park Chanyeol as Chanyeol (EXO –K)

 

[ Support Cast ]

All member EXO

Choi Mian

 

Sorry for the typo! Namanya juga manusia tidak ada yang tidak mempunyai salah mianhae, dan kesamaan tokoh atau cerita itu adalah hal yang tidak saya ketahui yang mengetahui hanya readers dan Tuhan.

 

 [ Chapter ]

| 1| 2 |3| 4 |

 

This Fanfiction Pour mine!

 

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

 

- Happy Reading Guys! -

  Baca lebih lanjut

Invisible ( Teaser )

invisible teaser

 

  • Tittle : Invisible ( Teaser )
  • Author: keysblacksmile
  • Length: 955 words
  • Genre: Fantasy, School Life, Romantic
  • Rating: PG+13
  • Main cast:           All EXO Members
  • Additional Cast:  Yong Guk
  • Disclaimer: this fict is belong to me, if theres a similarity of story. Im sorry, it was not intentional. EXO are belong to god, but Kris is mine hahahaha (LOL)
  • Author’s note: ini baru Teaser, jadi OC belum keluar. Dan juga dari genre ada School Life dan romantic-nya itu bakal ada di part selanjutnya –maksudnya di part selanjutnya mereka akan masuk ke school life ceritanya anak sma getoh- okeh. Hope you can enjoy it. Lop yohhh

—Invisible—

Baca lebih lanjut